• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi Kasta Pada Emerging Adulthood Di Bali - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sosialisasi Kasta Pada Emerging Adulthood Di Bali - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Nyoman Irma Wienda Lestari (5090085). Sosialisasi Kasta pada emerging adulthood di Bali. Fakultas Psikologi

Universitas Surabaya. [email protected]

Kasta merupakan salah satu kekhasan budaya masyarakat Bali yang terdiri atas Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pemahaman kasta tidak dapat dipisahkan dengan sosialisasi kasta yang dilakukan orang tua kepada anak. Sosialisasi kasta adalah proses pembelajaran terkait kasta yang dilakukan orang tua kepada anak. Sosialisasi kasata dalam penelitian ini mengacu pada konsep sosialisasi etnik menurut Hughes (2006), terdapat empat dimensi sosialisasi kasta yang mengacu pada dimensi sosialisasi etnik. Empat dimensi sosialisasi kasta adalah sosialisasi kasta, mempersiapkan adanya diskriminasi beda kasta, rasa ketidakpercayaan dan memiliki kesetaraan dengan kasta lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang sosialisasi kasta pada emerging adulthood. Subjek penelitian ini adalah individu beretnis Bali yang memasuki masa emerging adulthood dengan rentang usia 18-25 tahun, jenis kelamin laki-laki dan perempuan, bertempat tinggal di Bali, dan memiliki latar belakang kasta yang berbeda. Hasil penelitian ini mendapatkan data bahwa terbukti pada masyarakat Bali masih memiliki pengertian mengenai kasta yaitu sebuah tingkatan/derajat. Berdasarkan hasil empat dimensi sosialisasi kasta dari masing-masing kasta didapatkan hasil lebih dari 65% menerapkan dimensi sosialisasi kasta dengan cara pengenalan kasta bercerita mengenai leluhur subjek masing-masing kasta.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor eksternal yang mempengaruhi kepuasan hidup perempuan emerging adulthood yang mengalami obesitas terdiri dari hubungan dengan orang lain, dukungan sosial,

Sampel penelitian adalah laki-laki dan perempuan yang telah pensiun dari sebuah instansi dengan kebijakan batas usia pensiun dengan rentang usia 55 – 70 tahun dan telah

Subjek memiliki minat sosial tinggi dan berfokus pada cinta, pekerjaan, relasi sosial serta pandangan hidup sehingga subjek sudah memiliki batasan tertentu

Sejalan dengan masa tumbuh kembang anak, anak akan menjadi individu yang memiliki peran dalam kehidupan sosial ketika memasuki masa emerging adult.. Masa emerging adult

Untuk komponen criteria for marriage readiness , subjek laki-laki dan perempuan memiliki pandangan yang cukup berbeda terkait kriteria yang harus mereka penuhi atau persiapkan

Subjek merupakan mahasiswa Universitas Surabaya fakultas Psikologi yang berada pada tahap emerging adulthood yaitu pada usia 18- 25 tahun sebanyak 139 orang.. Penelitian ini

Adanya standar perilaku yang dimiliki emerging adulthood akan lebih membuat individu mandiri dan merasa mampu untuk menguasai lingkungan sebagai bentuk psychological well being

Data temuan tidak sesuai dengan hasil penelitian dari Mehta dan Natraj 2020, bahwa laki-laki lebih dapat memaafkan daripada perempuan, pada rentang usia emerging adults yang mengalami