• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus Merr.) Sebagai Obat Luka Insisi Kronis Dalam Sediaan Salep Dan Krim

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus Merr.) Sebagai Obat Luka Insisi Kronis Dalam Sediaan Salep Dan Krim"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Lampiran 2. Gambar tumbuhan katuk (Sauropus androgynus Merr.), daun katuk, simplisia dan serbuk simplisia daun katuk

Gambar tumbuhan katuk (Sauropus androgynus Merr.)

(3)

Lampiran 2. (Lanjutan)

Gambar simplisia daun katuk

(4)

Lampiran 3. Flowsheet alur penelitian

Ekstrak daun katuk

Pembuatan sediaan salep dan krim

Evaluasi sediaan

Pemeriksaan

Organoleptis Uji Homogenitas Pemeriksaan pH

1. Bentuk 2. Warna 3. Bau

Pengujian sediaan terhadap luka insisi

kronis

(5)

Lampiran 4. Flowsheet pembuatan sediaan salep ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr.)

ditimbang

dimasukkan setil alkohol, BHT dan vaselin yang telah dilebur

digerus sampai homogen

digerus sampai homogen Bahan-bahan salep

Lumpang I Lumpang II

Metil paraben dan propil paraben dilarutkan dan diserap dengan adeps lanae

Massa I

Ekstrak daun katuk digerus dengan beberapa tetes etanol

70%

Massa II

Massa I ditambahkan ke dalam massa II sedikit demi sedikit

(6)

Lampiran 5. Flowsheet pembuatan sediaan krim ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr.)

ditimbang

dimasukkan metil paraben,

propil paraben dan TEA yang telah dilarutkan dalam air panas

digerus cepat dan searah sampai diperoleh dasar krim yang homogen dalam lumpang panas

digerus sampai homogen Bahan-bahan krim

Lumpang I Lumpang II

Asam stearat, BHT dan gliserin dilebur

Massa I

Ekstrak daun katuk digerus dengan beberapa tetes etanol 70%

Massa II

Massa I ditambahkan ke

dalam massa II sedikit demi sedikit

(7)

Lampiran 6. Gambar sediaan salep ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr.)

Keterangan: a = dasar salep, b = salep konsentrasi 1,0%

c = salep konsentrasi 1,5%, d = salep konsentrasi 2,0% e = salep konsentrasi 2,5%, f = salep konsentrasi 3,0% g = salep konsentrasi 5,0%, h = salep konsentrasi 7,0% i = salep konsentrasi 9,0%

a b c d e f

i h

(8)

Lampiran 7. Gambar sediaan krim ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr.)

Keterangan: a = dasar krim, b = krim konsentrasi 1,0%

c = krim konsentrasi 1,5%, d = krim konsentrasi 2,0% e = krim konsentrasi 2,5%, f = krim konsentrasi 3,0% g = krim konsentrasi 5,0%, h = krim krim konsentrasi 7,0% i = krim konsentrasi 9,0%

a b c d e f

i h

(9)

Lampiran 8. Alat-alat yang digunakan

pH meter (HANNA Instrument) Gunting bedah

(10)

Lampiran 9. Perubahan luas luka insisi kronis yang diobati dengan salep ekstrak daun katuk 9% (Sauropus androgynus Merr.)

Hari 0 Hari 1

Hari 2 Hari 3

Hari 4 Hari 5

Keterangan:

Hari 0 : diberi kotoran hewan, setelah 3 hari dibersihkan, maka timbul luka yang bernanah.

Hari 1 : nanah pada luka mulai berkurang.

Hari 2 : sudah mulai terjadi penyempitan luka, tapi masih terdapat sedikit nanah pada luka.

Hari 3 : luka mulai menyempit dan nanah mulai mengering.

(11)

Lampiran 10. Perubahan luas luka insisi yang diobati dengan krim ekstrak daun katuk 9% (Sauropus androgynus Merr.)

Hari 0 Hari 1

Hari 2 Hari 3

Hari 4 Hari 5

Hari 6

Keterangan:

Hari 0 : diberi kotoran hewan, setelah 3 hari dibersihkan, maka timbul luka yang bernanah.

Hari 1 : nanah pada luka mulai berkurang.

Hari 2 dan 3 : sudah mulai terjadi penyempitan luka, tapi masih terdapat sedikit nanah pada luka.

Hari 4 : luka mulai menyempit dan nanah mulai mengering.

(12)

Lampiran 11. Perubahan luas luka insisi yang diobati dengan salep kloramfenikol

Hari 0 Hari 1

Hari 2 Hari 3

Hari 4 Hari 5

Hari 6

Keterangan:

Hari 0 : diberi kotoran hewan, setelah 3 hari dibersihkan, maka timbul luka yang bernanah.

Hari 1 : nanah pada luka mulai berkurang.

Hari 2 dan 3 : sudah mulai terjadi penyempitan luka, tapi masih terdapat sedikit nanah pada luka.

Hari 4 : luka mulai menyempit dan nanah mulai mengering.

(13)

Lampiran 12. Perubahan luas luka insisi kronis yang diobati dengan krim kloramfenikol

Hari 0 Hari 1

Hari 2 Hari 3

Hari 4 Hari 5

Hari 6

Keterangan:

Hari 0 : diberi kotoran hewan, setelah 3 hari dibersihkan, maka timbul luka yang bernanah.

Hari 1 : nanah pada luka mulai berkurang.

Hari 2 dan 3 : sudah mulai terjadi penyempitan luka, tapi masih terdapat sedikit nanah pada luka.

Hari 4 : luka mulai menyempit dan nanah mulai mengering.

(14)

Lampiran 13. Contoh perhitugan luas luka insisi

Diameter luka insisi dihitung dengan rumus:

Keterangan: L = luas luka hari ke x p = panjang luka (cm)

Ɩ = lebar luka (cm)

Kelompok yang diberi perlakuan dengan salep ekstrak daun katuk pada

mencit 3 mempunyai luas luka insisi kronis untuk hari ke 2 yaitu: p = 0,95 cm dan l = 0,45

Maka: L = p x l

= 0,95 cm x 0,45 cm = 0,4275 cm2

(15)

Lampiran 14. Data luas luka insisi kronis dengan interval pengukuran setiap hari dari sediaan dasar salep dan salep ekstrak daun katuk

a. Dasar Salep

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

i. Salep ekstrak daun katuk 9%

Keterangan: L = luas luka insisi kronis hari ke x (cm2) p = panjang luka insisi kronis (cm) l = lebar luka insisi kronis (cm)

Rata-rata luas = Lmencit-1 + Lmencit-2 + Lmencit-3

3

Lampiran 15. Grafik luas luka insisi kronis terhadap waktu (hari) dari sediaan salep ekstrak daun katuk

Menc it 1

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,0 1,0 0,8 0,65 0,45 0,15 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,4 0,35 0,25 0,05 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,5 0,5 0,32 0,22 7

0,11 2

0,007 5

0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 2

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,1 1,1 0,95 0,85 0,6 0,35 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,45 0,4 0,3 0,2 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,55 0,55 0,42 7

0,34 0,18 0,07 0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 3

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,0 1,0 0,85 0,55 0,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,4 0,25 0,1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,5 0,5 0,34 0,13 7

0,02 5

0 0 0 0 0 0 0 0 0

Rata-rata luas

0,51 7

0,51 7

0,36 2

0,23 5

0,10 6

(23)

Lampiran 16. Data penentuan nilai AUC salep dari data luas luka insisi kronis sampai kesembuhannya

Perlaku

an

Hewan

a b c d e f g h i j

Mencit I

3,098 5

2,996 5

3,441 5

2,840 5

3,321 5

1,611 5

2,819 5

1,395 0

1,437 8

1,389 5

Mencit II

2,192 2

2,865 3

3,363 3

3,110 3

2,624 3

2,501 3

2,449 5

1,684 5

1,807 0

1,562 8

Mencit III

3,534 2

2,469 5

3,203 5

2,262 1

2,089 4

2,127 7

1,494 5

1,879 5

1,239 5

1,291 5

Contoh perhitungan nilai AUC salep dari data luas luka insisi kronis sampai kesembuhannya:

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

lua

s l

uka

(

cm

2 )

hari

(24)

Dasar Salep

Mencit I

}

0,6 + 0,5475 + 0,46 + 0,3875 + 0,3435 + 0,2985 + 0,226 + 0,146 + 0,0685 +

0,021

= 3,0985

Mencit II

}

0,55 + 0,5375 + 0,465 + 0,3725 + 0,31 + 0,245 + 0,1735 + 0,1085 +

0,0525 + 0,01625

= 3,0985

(25)

}

0,66 + 0,6325 + 0,565 + 0,476 + 0,4045 + 0,3135 + 0,205 + 0,1385 +

0,086 + 0,041 + 0,01225

= 3,534

Lampiran 17. Data luas luka insisi kronis dengan interval pengukuran setiap hari dari sediaan dasar krim dan krim ekstrak daun katuk

(26)
(27)
(28)
(29)

e. Krim ekstrak daun katuk 2,5%

(30)
(31)
(32)
(33)

Keterangan: L = luas luka insisi kronis hari ke x (cm2) p = panjang luka insisi kronis (cm) l = lebar luka insisi kronis (cm) Rata-rata luas = Lmencit-1 +Lmencit-2 + Lmencit-3

3

Lampiran 18. Grafik luas luka insisi kronis terhadap waktu (hari) dari sediaan krim ekstrak daun katuk

Lampiran 19. Data penentuan nilai AUC krim dari data luas luka insisi kronis sampai kesembuhannya

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

lu

as

l

u

k

a

(c

m

2)

hari

dasar krim krim 1% krim 1.5% krim 2% krim 2.5% krim 3% krim 5% krim 7% krim 9%

krim kloramfenikol l 0,5 0,4 0,35 0,25 0,15 0,05 0 0 0 0 0 0 0 0

L = pxl

0,55 0,38 0,24 5

0,13 7

0,04 5

0,00 75

0 0 0 0 0 0 0 0

Rata-rata luas

0,64 3

0,49 3

0,35 9

0,20 4

0,09 7

0,02 82

0,00 33

(34)

Perlaku

an

Hewan

a b c d e f g h i j

Mencit I

3,487 5

3,267 0

2,661 5

2,789 0

2,769 6

3,090 8

2,064 0

2,043 5

2,081 0

1,776 0

Mencit II

3,629 0

2,591 5

4,392 5

3,826 0

2,281 5

2,317 0

3,375 0

2,123 7

1,604 5

1,118 3

Mencit III

4,767 0

3,341 3

4,513 5

2,221 5

3,324 5

3,416 5

1,933 0

1,694 0

1,195 0

1,515 8

Contoh perhitungan nilai AUC krim dari data luas luka insisi kronis sampai kesembuhannya:

Dasar Krim

Mencit I

}

0,66 + 0,58 + 0,5 + 0,4525 + 0,3825 + 0,32 + 0,245 + 0,18 + 0,11 + 0,045

+ 0,0125

= 3,4875

(35)

}

0,6 + 0,575 + 0,511 + 0,4725 + 0,416 + 0,34 + 0,265 + 0,18 + 0,135 + 0,09 + 0,045

= 3,629

Mencit III

}

0,84 + 0,7935 + 0,7035 + 0,63 + 0,5475 + 0,4475 + 0,32 + 0,195 + 0,135 + 0,09 + 0,045 + 0,02

= 4,747

Lampiran 20. Data luas luka insisi dengan interval pengukuran setiap hari dari sediaan salep kloramfenikol

Menc it 1

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,0 1,0 0,85 0,6 0,35 0,15 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,45 0,3 0,2 0,1 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,5 0,5 0,38 2

0,18 0,07 0,015 0 0 0 0 0 0 0 0

(36)

Lampiran 21. Data luas luka insisi kronis dengan interval pengukuran setiap hari dari sediaan krim kloramfenikol

it 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,1 1,1 0,9 0,75 0,45 0,15 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,4 0,35 0,25 0,05 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,55 0,55 0,36 0,26 2

0,11 2

0,007 5

0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 3

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,1 1,1 0,8 0,55 0,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,4 0,25 0,1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,55 0,55 0,32 0,13 7

0,02 5

0 0 0 0 0 0 0 0 0

Rata-rata luas

0,53 3

0,53 3

0,35 4

0,19 3

0,06 9

0,007 5

0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 1

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,1 1,1 0,85 0,6 0,45 0,2 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,6 0,6 0,5 0,4 0,25 0,1 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,66 0,66 0,42 5

0,24 0,112 0,02 0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 2

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3 p 1,0 1,0 0,75 0,5 0,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,35 0,2 0,05 0 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,5 0,5 0,26 2

0,1 0,012 5

0 0 0 0 0 0 0 0 0

Menc it 3

Hari

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

(37)

Keterangan: L = luas luka insisi kronis hari ke x (cm2) p = panjang luka insisi kronis (cm)

l = lebar luka insisi kronis (cm)

p 1,1 1,1 0,9 0,75 0,5 0,25 0 0 0 0 0 0 0 0 l 0,5 0,5 0,4 0,35 0,25 0,15 0 0 0 0 0 0 0 0 L =

pxl

0,5 0,5 0,36 0,26 2

0,125 0,037 5

0 0 0 0 0 0 0 0

Rata-rata luas

0,55 3

0,55 3

0,34 9

0,20 1

Gambar

Gambar tumbuhan katuk (Sauropus androgynus Merr.)
Gambar simplisia daun katuk

Referensi

Dokumen terkait

Berapa konsentrasi zat warna hijau dari daun katuk ( ) dapat digunakan sebagai pewarna sediaan tablet. Sauropus

Pada beberapa perlakuan, formulasi sediaan salep ekstrak bawang bima dengan konsentrasi 10% lebih cepat daya penyembuhan luka infeksi jika dibandingkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivas penyembuhan luka insisi pada mencit yang diterapi dengan salep ekstrak etanol daun anting – anting konsentrasi 5%, 10%

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivas penyembuhan luka insisi pada mencit yang diterapi dengan salep ekstrak etanol daun anting – anting konsentrasi 5%,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi formula optimum basis krim dan evaluasi sediaan krim ekstrak daun katuk dengan variasi konsentrasi asam

Pada Tabel 1 dan tabel 2 menujukkan rebusan daun katuk dan ekstrak daun katuk memiliki selisih dengan rata-rata kenaikan berat badan pada rebusan daun katuk 259 gram sedangkan pada

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak daun katuk adalah sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 32,04 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan

Panjang rambut semua formula sediaan hair tonic ekstrak etanol daun katuk lebih besar dibandingkan dengan kontrol normal, sehingga semua formula sediaan hair tonic dapat meningkatkan