SISTEM PENDUKUNG
MANAJEMEN DAN
proses pengambilan keputusan merupakan hal yang
menjadi bagian penting di dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Pengambilan keputusan yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kinerja ataupun pengambilan keputusan terhadap kondisi yang ada.
seringkali terjadi adalah keputusan yang telah dibuat
membutuhkan waktu yang cukup lama dan masih memakai perhitungan iterasi secara manual.
Oleh karena itu dibutuhkan satu system yang berperan sebagai pendukung atau pembantu di dalam
pengambilan keputusan. Selain itu juga adanya perubahan perilaku komputasi end-user.
Karena End-user bukanlah programmer maka mereka
membutuhkan tool dan prosedur yang mudah untuk
digunakan sehingga hal – hal tersebut akhirnya dipenuhi oleh SPK atau didalam bahasa lainnya juga disebut
Prinsip kerja dari SPK ini adalah data – data historis
ataupun masa kini dari sejumlah aplikasi atau kelompok berupa database yang diaalisis melalui model system perangkat lunak SPK, peranti OLAP, peranti data mining, atau kumpulan model analitis dan matematis yang
sistem pendukung keputusan bukan merupakan alat
pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan dengan
melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah diolah dengan relevan dan diperlukan untuk
Sistem Pendukung Manajemen dan
Organisasi untuk Perusahaan Digital
1. Manajemen pengetahuan untuk perusahaan Digital
1. MANAJEMEN PENGETAHUAN UNTUK
PERUSAHAAN DIGITAL
A.
Manajemen Pengetahuan dalam Organisasi
B.
Sistem kerja pengetahuan dan Informasi
C.
Kecerdasan Tiruan
A. MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM
ORGANISASI
Aset pengetahuan:
◦Pengetahuan organisasi mengenai bagaimana cara efisien dan efektif untuk:
◦ menjalankan proses bisnis dan
◦ menciptakan produk/layanan baru sehingga bisnis semakin bernilai.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan sebagai pusat produktivitas dan aset strategis, maka:
◦Kesuksesan organisasi semakin tergantung pada kemampuan perusahaan untuk:
◦ Memproduksi,
◦ Mengumpulkan,
◦ Menyimpan, dan
A. MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM ORGANISASI (CONTINUE…)
Perusahaan mendapatkan pengetahuan melalui
pembelajaran organisasional, sbb : Melalui trial dan error,
Pengukuran yang cermat terhadap aktitas terencana, Umpan balik dari pelanggan dan proses bisnis yang
mempengaruhi pengalaman.
Organisasi yang bisa merasakan dan merespon
lingkungannya secara cepat, akan lebih bisa bertahan lama daripada organisasi yang memiliki mekanisme pembelajaran yang buruk.
A. MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM ORGANISASI (CONTINUE…)
Basis Pengetahuan meliputi:
◦Pengetahuan internal terstruktur (pengetahuan eksplisit), misal: manual produk atau laporan penelitian.
◦Pengetahuan eksternal dari para pesaing, produk, dan pasar, termasuk kecerdasan kompetitif.
◦Pengetahuan internal informal:
◦ Sering disebut pengetahuan terpendam,
◦ Yaitu: pengetahuan yang ada pada pikiran individukaryawan namun belum terdokumentasi dalam bentuk terstruktur.
Diperlukan memori organisasi:
A. MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM
ORGANISASI (CONTINUE…)
Manajemen pengetahuan memerlukan
infrastruktur TI yang memudahkan
B. SISTEM KERJA PENGETAHUAN DAN
INFORMASI
Kerja pengetahuan:
◦Kerja utama terdiri dari penciptaan dan pemrosesan informasi.
Kerja pengetahuan dilakukan oleh: ◦Pekerja data,
◦Tugas utama: memproses dan menyebarkan informasi.
◦Contoh pekerja data: Sekretaris, personil penjual, pemegang buku kas, dll.
◦Pekerja pengetahuan,
◦Tugas utama: menciptakan pengetahuan dan informasi. ◦Contoh pekerja pengetahuan: peneliti, perancang, arsitek,
C. KECERDASAN TIRUAN
Kecerdasan tiruan (artificial intelligence=AI):
Upaya untuk mengembangkan sistem berbasis komputer yang berprilaku seperti manusia, dengan kemampuan untuk:
Mempelajari bahasa
Menjalankan tugas-tugas fisik yang terkoordinasi (robotik),
Menggunakan perlengkapan pemahaman yang
menginformasikan perilaku fisik dan bahasanya (sistem pemahaman oral dan visual),
KECERDASAN TIRUAN lanjutan
Organisasi menggunakan teknologi kecerdasan tiruan untuk:
◦menangkap pengetahuan individu dan kolektif; dan
TEKNIK KECERDASAN LAINNYA
Teknik kecerdasan lainnya:
1)
Jaringan sistem syaraf
2)
Fuzzy logic
3)
Algoritma genetik
1. JARINGAN SISTEM SARAF
PK atau PL yang berusaha menyerupai pola pemrosesan dari otak biologis.
Beda sistem pakar dengan jaringan saraf : ◦ Sistem pakar:
◦ mencari cara atau model yang sedekat mungkin dg cara manusia menyelesaikan masalah
◦ Memberi penjelasan untuk solusinya ◦ Jaringan saraf:
◦ meletakkan kecerdasan pada PL dalam bentuk kemampuan belajar yang digeneralisasikan. ◦ Tidak memodelkan kecerdasan manusia, tidak
2.
FUZZY LOGIC
AI berbasis-aturan.
Mengizinkan ketidakakuratan dg
menggunakan syarat-syarat yang tidak
khusus, disebut: fungsi keanggotaan
3.
ALGORITMA GENETIK
•
Metoda pemecahan masalah
•
Mendorong evolusi solusi atas
masalah-masalah tertentu
4.
INTELLIGENT AGENT
PL yang bekerja di latar belakang tanpa campur
tangan manusia untuk menjalankan tugas-tugas
repetitif, khusus dan terprediksi.
Untuk pengguna individu, proses bisnis atau
aplikasi PL
Bisa diprogram untuk mengambil keputusan
berdasarkan preferensi pengguna, contoh:
◦
Menghapus e-mail sampah
◦
Mengatur jadual pertemuan
B. MENINGKATKAN MUTU PENGAMBILAN
KEPUTUSAN MANAJEMEN UNTUK
PERUSAHAAN DIGITAL
Untuk meningkatkan mutu pengambilan keputusan manajemen pada perusahaan digital, dapat
menggunakan aplikasi-aplikasi: kecerdasan bisnis, yaitu: ◦Aplikasi dan teknologi yang berfokus pada
pengumpulan, penyimpanan, analisis, dan penyediaan akses kepada data dari beragam sumber untuk membantu para pengguna
mengambil keputusan bisnis secara lebih baik. Beberapa sistem informasi yang mendukung:
A.Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
B.Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (SPKK)
A. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
(SPK)
Ada dua jenis SPK
1. SPK terkendali model
◦Sistem berdiri sendiri primer yang membutuhkan beberapa jenis model untuk menjalankan jenis analisis “ what if” dan jenis
analisis lainnya.
◦Sistem ini biasanya dikembangkan oleh divisi pengguna-akhir atau kelompok-kelompok yang tidak berada di bawah kendali sistem informasi pusat. Contoh : sistem yang digunakan oleh Continental Airlines Inc untuk optimisasi pendapatan kargo
2. SPK terkendali data,
◦Sistem yang mendukung pengambilan keputusan dengan memungkinkan para penggunanya untuk mengambil dan
DEFINISI SISTEM PENDUKUNG
KEPUTUSAN
Menurut Keen dan Scoot Morton :
“ Sistem Pendukung Keputusan merupakan
penggabungan sumber – sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk
Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima
karakteristik utama (Sprague et.al., 1993): 1. Sistem yang berbasis komputer;
2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;
3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual;
4. Melalui cara simulasi yang interaktif;
Menrut Scott Morton, 1971. DSS : suatu
sistem berbasis komputer interaktif yang
membantu pengambil keputusan
Menurut Keen and Scott Morton, 1978. DSS
menggabungkan sumber daya intelektual
manusia dengan kemampuan komputer, untuk
meningkatkan kualitas keputusan. Ia
merupakan sistem pendukung berbasis
komputer bagi pengambil keputusan
manajemen untuk menyelesaikan masalah
Menurut Indrajit 2001.
DSS
merupakan salah satu produk perangkat
lunak yang dikembangkan secara khusus
untuk membantu manajemen dalam
Menurut Man dan Watson
Dari berbagai definisi di atas dapat kita
simpulkan bahwa “Sistem pendukung
keputusan adalah suatu system yang berbasis
computer yang mengkombinasikan data dan
model dengan tujuan membantu para
pengambil keputusan untuk memecahkan dan
menyelesaikan masalah – masalah yang semi
terstruktur maupun yang tidak terstruktur
Sistem pendukung keputusan sangat penting perannya
dalam membantu para manajer ataupun para pengambil keputusan dalam mengambil keputusan strategis yang baik dengan ditunjang oleh data – data dan informasi yang
akurat dan actual.
Terkadang para manajer dihadapkan pada situasi dimana
mereka harus segera membuat keputusan dengan cepat dan akurat sehingga Sistem pendukung keputusan dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam membuat
keputusan.
SPK sebenarnya bertujuan bukan untuk membuat
B. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
KELOMPOK (SPKK)
•
Merupakan sistem informasi interaktif berbasis
komputer yang mempermudah solusi untuk
masalah tidak terstruktur dengan sekelompok
pengambil keputusan yang bekerja secara
C. SISTEM PENDUKUNG EKSEKUTIF
(SPE)
•Lebih difokuskan untuk membantu kebutuhan informasi
manajer senior.
•Sistem bukan mengambil keputusan tetapi hanya
membantu para eksekutif mengambil keputusan.
•Keuntungan nyata:
◦Menganalisis berbagai tren,
◦Memperbandingkan berbagai tren