• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Hukum Bom Bunuh Diri Menurut Islam Radikal dan Islam Moderat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of Hukum Bom Bunuh Diri Menurut Islam Radikal dan Islam Moderat"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

40 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Pengertian Islam Radikal dan

Islam M oderat

Berbagai predikat diberikan kepada penganut Islam radikal ant ara lain Islam fundam ent alis, Islam garis keras, Islam ekt rim is bahkan Islam t eroris. Walaupun predikat -predikat di at as t idak

se-penuhnya bisa dibenarkan nam un sering digunakan t erut am a dalam m edia-media Barat dan sangat bernada pejorat if at au m emiliki kesan negat if.

Berbicara m engenai ist ilah fundam ent alisme, banyak sarjana yang m engakui bahw a

pengguna-Hukum Bom Bunuh Diri M enurut Islam Radikal dan

Islam M oderat

Yoyo Hambali

(2)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 41 an ist ilah ‘fundam ent alism e” it u

problem at ik dan t idak t epat . Is-t ilah ini seperIs-ti dikaIs-t akan William M ont gom ery Wat t , pada dasarnya m erupakan suat u ist ilah Inggris kuno kalangan Prot est an yang secara khusus dit erapkan kepada orang-orang yang berpandangan bahw a al-Kit ab harus dit erim a dan dit afsirkan secara harfiah. Wat t m endefinisikan bahw a kelom pok fundam ent alis Islam adalah ke-lom pok m uslimin yang secara sepenuhnya m enerima pandangan dunia t radisional sert a berkehen-dak m em pert ahankannya secara ut uh.1

Jam es Barr dalam bukunya

Fundament alism m engkrit ik defi-nisi yang m engat akan bahw a kaum fundam ent alis adalah ke-lom pok yang m enafsirkan kit ab suci secara harfiah. M enurut nya definisi it u jauh dari t epat . Ia m engem ukakan ciri-ciri funda-m ent alisfunda-m e (Krist en) sebagai be-rikut : Penekanan yang am at kuat pada ket iadasalahan (inerrancy)

Alkit ab. Bahw a Alkit ab t idak m engandung kesalahan dalam

1

William M ont gom ery Wat t , Fundamnetalime Islam dan M oder-nitas, (Jakart a: PT RajaGrafido Per-sada, 1997), hlm. 3-4.

bent uk apapun; kebencian yang m endalam t erhadap t eologi m o-dern sert a t erhadap m et ode, hasil dan akibat -akibat st udi krit ik m odern t erhadap Alkit ab; jam inan kepast ian bahw a m ereka yang t idak ikut m enganut pandangan keagam aan m ereka sam a sekali bukanlah ‘Krist en sejat i” .2

Fazlur Rahm an Revival and Reform in Islam, t am paknya ku-rang suka m em akai ist ilah fun-dam ent alism e, ia lebih suka m e-m akai istilah revivalise-m . M enurut Rahm an, dalam daft ar kosa kat anya, “ fundam ent alis” sejat i adalah orang yang komit m en t erhadap proyek rekonst ruksi at au ret hinking (pem ikiran kem bali).3 Fazlur Rahm an m enggunakan ist ilah kebangkit an kem bali (revi-valism) ort odoksi unt uk kem un-culan gerakan fundam ent alism e Islam. Gerakan ort odoksi ini bangkit dalam m enghadapi keru-sakan agam a dan kekendoran

2

Jam es Barr, Fundament alisme, (Jakart a: PT BPK Gunung M ulia, 1996), hlm. 1.

3

(3)

42 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 t a degenerasi m oral yang m erat a

di m asyarakat m uslim di sepan-jang propinsi-propinsi Kerajaan Ut sm ani (Ot t om an) dan di India. Ia m enunjuk gerakkan Wahabi yang m erupakan gerakan kebangkit an ort odoksi sebagai gerakan yang sering dicap sebagai fundam en-t alism e.4

David Sagiv, seorang penulis Yahudi m enyebut kan beberapa ist ilah ant ara lain: ushuliyah al-Islamiyah (akar Islam at au fun-dam ent alism e Islam ) al-salafiyah

(w arisan leluhur), sahw ah al-Islamiyah (kebangkit an Islam ), al-ihya al-islami (kebangkian kem bali Islam) at au al-badil al-islami

(alt ernat if Islam ).5

Robert N. Bellah, sosiolog Am erika yang t erkenal it u m enggunakan ist ilah skript uralis daripada fundam ent alis. Kelom -pok skript uralis melihat Al-Qur’an dan Sunnah sebagai suat u ent it as yang sem purna, yang suci, yang dat ang dari Tuhan, dan sam a

4

Fazlur Rahman, Islam, (Ban-dung: Pust aka, 1997), hlm. 286.

5

David Sagiv, Islam Ot ent isitas Liberalisme, (Yogyakarta: LKis, 1995), hlm. 3

sekali t erhindar dai berbagai kem ungkinan krit ik.6

M enurut Roger Geraudy fun-dam ent alism e didefinisikan oleh

Kamus Larous kecil (1966 M ) de-ngan cara yang um um sekali, yait u: sikap m ereka yang menolak m enyesuaikan kepercayaan de-ngan kondisi-kondisi yang baru. Sedangkan, Kamus Larous Saku

(1979 M ) hanya m enerapkan ist ilah it u bagi Krist en Kat olik saja, yait u sikap pemikiran sebagian orangorang Kat olik yang m em -benci unt uk unt uk m enyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan m odern. Dalam Kamus Larous Besar (1984 M ), t ert ulis funda-m ent alisfunda-m e adalah “ sikap st agnan dan m em beku yang menolak seluruh pert um buhan dan seluruh perkem bangan.” M azhab konser-vat if yang m em beku dalam m asalah keyakinan politik. Sem ent ara, dalam kam us Larous t ahun 1987 M , t ert ulis “ sikap sebagian orang-orang Kat olik yang m enolak seluruh kem ajuan, ket ika

6

(4)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 43 m ereka m enisbat kan diri m ereka

kepada t urat s (w arisan lam a).” 7 Dalam pandangan Richard Nixon, m ant an Presiden Am erika, bahw a orang-orang fundam ent alis (Islam ) adalah: M ereka yang digerakkan oleh kebencian m ereka yang besar t erhadap Barat ; m e-reka yang bersikeras unt uk m engem balikan peradaban Islam yang lalu dengan m em bangkit kan m asa lalu it u; m ereka yang ber-t ujuan unber-t uk m engaplikasikan syariat Islam ; m ereka yang m engam -panyekan bahw a Islam adalah agam a dan negara, dan m eskipun m ereka m elihat m asa lalu, nam un m ereka m enjadikan m asa lalu it u sebagai penunt un bagi m asa depan. M ereka bukan orang-orang konservat if, nam un m ereka adalah orang-orang revolusioner.8

M uham m ad Im arah m enggu-nakan kat a ushuliyah unt uk fundam ent alisme sepert i dalam bukunya Al-Ushuliyah Bain al-Gharbi w a al-Islam..9

7

Lihat M uhamm ad Im arah, Fundamentalisme Dalam Perspektif Barat dan Islam, (Gem a Insani Press, 1999), hlm. 9.

8

Ibid, hlm 21. 9

Ibid, hlm 35.

Kaum ushuliyun (fundam en-t alis) di Baraen-t adalah orang-orang kaku dan t aklid yang m em usuhi akal, m et afor, t akw il, dan qiyas

(analogi), sert a m enarik diri dari m asa kini dan m em bat asi diri pada penafsiran lit eral nas-nas.10

M enurut Fazlur Rahm an, ist ilah ‘fndam ent alism e digunakan secara negat if unt uk m enyebut gerakan-gerakan Islam “ berhaluan keras’ sepert i di Lybia, Aljazair, Lebanon, dan Iran.

Akibat ist ilah yang digunakan oleh m edia m assa, pengert ian “ kaum fundam ent alis m uslim ” kini cenderung diart ikan sebagai ke-lom pok Islam yang berjuang m en-capai t ujuannya dengan m eng-gunakan cara-cara kekerasan. ” Fundam ent alim e Islam ” bagi m edia-media Barat t idak lain ber-art i “ Islam yang kejam ” , “ Islam yang t erbelakang dan sebagai-nya” . Golongan-golongan yang ku-rang sim pati, m enyebut nya de-ngan ist ilah muta’ashibun (orang-orang fanat ik) at au pun mut at har-rifun (orang-orang radikal).11 M

10 Ibid. 11

(5)

44 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 nurut Yusril Ihza M ahendra, di

M alaysia, ist ilah “ puak pelam pau” (orang-orang ekst rim ) at au “ puak pengganas” (orang-orang kejam ) t elah lazim digunakan oleh m edia m assa unt uk m enggant i ist ilah kaum fundam ent alis. 12

Bagi Allan Taylor, Pat rick Ban-nerm an, Daniel Pipes, Bassam Tibi dan Bruce Law rence, kaum funda-m ent alis adalah kelofunda-m pok yang m elakukan pendekat an rigid dan lit eralis. M enurut Bannerm an, kaum fundam ent alis adalah ke-lom pok ort odoks yang bercorak

rigid dan t a’ashub yang bercit a-cit a unt uk m enegakkan konsep-konsep keagam aan dari abad ket ujuh m asehi, yait u dokt rin Islam dari zam an klasik.

Fundam ent alisme t ernyat a t idak m uncul begit u saja. Seba-gaim nana dikat akan Karen Arm s-t rong, dalam bukunya The Bat t le for God, fundam ent alism e m eru-pakan gejala t iap agam a dan kepercayaan, yang m erepresen-t asikan pem beronerepresen-t akan erepresen-t erhadap m odernit as.13

12 Ibid. 13

Karen Arm st rong, Berperang Demi Tuhan: Fundamentalisme dalam Islam, Krist en dan Yahudi, pener-jem ah Sat rio Wahono, M uhamm ad

Sem ent ara Bassam Tibi, da-lam buku The Challenge of Fundament alism: Polit ical Islam and t he New World Disorder (1998), sepert i dikut ip Alfan Alfian M ., seorang penelit i dari Yayasan Kat alis, m em andang fundam en-t alism e Islam hanya salah saen-t u jenis dari fenomena global yang baru dalam polit ik dunia, di m ana isunya pada m asing-m asing kasus lebih pada ideologi polit ik. Ke-lom pok ini berpendapat , Barat t elah gagal dalam m enat a dunia.14

Barangkali perlu diajukan pula pandangan Ahm ad S M ous-sali dalam buku M oderat e and Radical Islamic Fundamentalism: The Quest for M odernit y, Leg-it imacy, and t he Islamic St at e

(1999), m enyebut , Islam funda-m ent alis sebagai funda-m anifest asi aw al at as gerakan sosial m asif yang m engart ikulasikan agam a dan as-pirasi peradaban dan mem

Helmi, dan Abdullah Ali, (Jakart a: Seram bi, Bandung: M izan, 2001), hlm . ix.

14

(6)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 45 t anyakan isu-isu di seput ar m

o-ralit as t eknologi, dist ribusi ala kapit alis, legit im asi non-negara, dan paradigm a non-negara bang-sa. Islam fundam ent alis, lebih dari sekadar gerakan lokal. Ia beraksi dan bereaksi m elingkupi negara-bangsa dan t at anan dunia. Ia m em persoalkan t ak hanya isu dan aspirasi yang berdim ensi lokal, t et api juga regional dan universal. Fundam ent alisme it u sendiri bisa bersifat m oderat dan radikal. Bagi M oussalli, “t o radical funda-ment alism, t aw hid becomes a just ificat ion for t he dominat ion of ot hers; t o moderat e fundamen-t alism, ifundamen-t becomes a jusfundamen-t ificafundamen-t ion for not being dominat ed by ot hers” .15 [bagi fundam ent alism e radikal, m enjadikan t auhid sebagai pem benaran bagi pendominasian t erhadap yang lain; (adapun) fundam ent alisme m oderat , m en-jadikan t auhid bukan unt uk m endom inasi yang lain].

Kekerasan agam a sering disebut juga dengan radikalism e agam a. Secara et im ologis,

15

Ahm ad S M oussali dalam buku M oderat e and Radical Islamic Funda-ment alism: The Quest for M odernity, Legit imacy, and t he Islamic Stat e (1999).

ism e berasal dari kat a radix, yang berart i akar. Orang-orang radikal adalah seseorang yang m eng-inginkan perubahan t erhadap sit uasi yang ada dengan m enjebol sam pai ke akar-akarnya. Sebuah kam us m enerangkan bahw a “ se-orang radikal adalah sesese-orang yang m enyukai perubahan-per-ubahan cepat dan m endasar da-lam hukum dan m et ode-met ode pem erint ahan” (a radical is a person who favors rapid and sw eeping changes in laws and met hods of government ). Jadi radikalism e dapat dipahami seba-gai suat u sikap at au posisi yang m endam bakan perubahan t erha-dap st at us quo dengan jalan m enghancurkan st at us quo secara t ot al, dan m enggant inya dengan seseuat u yang baru, yang sam a sekali berbeda. Biasanya cara yang digunakan bersifat revolusioner, art inya m enjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drast is lew at kekeraan (violence) dan aksi-aksi yang ekst rem .16

Secara sosiologis radikalism e kerap m uncul ket ika m asyarakat m engalam i anom i at au kesen-jangan ant ara nilai-nilai dengan

16

(7)

46 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 pengalam an, dan para w arga m

a-syarakat m erasa t idak m em punyai lagi daya unt uk m engat asi kesen-jangan it u, sehingga radikalism e dapat m uncul ke perm ukaan. Tent u banyak fakt or yang m en-dorong m unculnya radikalism e. Sosiolog M ax Rudd m engingat kan bahw a fungsi polit ik yang kon-front at if dapat m endorong proses radikalism e. Weber m elihat radi-kalism e dalam kont eks polit ik m assa. Kapit alime yang m ula-m ula begit u opt imis t erhadap m asa depan m anusia, kem udian t elah m enim bulkan suasana rut init as-rit ualist is, yang sangat m onot on dan fat alism e, dan t elah m enyeret m anusia ke penjara besi (iron cage) yang t anpa jiw a, t anpa nurani. Kapit alisme t elah m e-nyebabkan m anusia t eralienasi (t erasing) dan m endorong godaan radikalism e sebagai solusi ut opis. Pudarnya ikat an kelom pok prim er dan kom unit as lokal, t ergusurnya ikat an parokial m enurut Daniel Bell dalam The End of Ideology

juga dapat m endorong m unculnya radikalism e. Sedangkan dalam ist i-lah Sigm und Freud, yang dapat m endorong m unculnya gagasan radikalism e adalah apa yang dia sebut sebagai m elancholia, yait u

kejengkelan m endalam yang m enyakit kan (a profoundly painful deject ion).

Berkait an dengan ist ilah Islam m oderat , ist ilah ist ilah “ m oderat ”

(moderat e) berasal dari bahasa Lat in ‘moderare’ yang art inya “ m engurangkan at au m eng-kon-t rol” . Kam us The American Her-it age Dict ionary of t he English Language m endefinisikan m ode-rat e sebagai: (1) not excessive or ext reme (t idak melampau/ ekt rim) (2) t emperat e (sederhana) (3) average; mediocre (purat a; seder-hana) (4) opposed t o radical view s or measures (berlawan dengan radikal dari segi pendapat -pen-dapat at au langkah-langkah).17

Islam m oderat dalam bahasa Arab diam bil dari ist ilah Islam w asat hiyah. M enurut M uham -m ad I-m arah, sering disalahartikan. Dalam bukunya, “ M a’rakah al-M usht halahat bayna al-Gharb w a al-Islam” . Ist ilah “ al-w asat hiyah” dalam pengert ian Islam m encer-m inkan karakt er dan jat idiri yang khusus yang dimiliki oleh m anhaj (jalan/ pegangan) Islam dalam pe-m ikiran dan kehidupan; dalape-m pandangan, pelaksanaan, dan

17

(8)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 47 penerapannya. Sikap wasat hiyah

Islam adalah sat u sikap penolakan t erhadap ekst rim is dalam bent uk kezalim an dan kebat hilan. Ia t idak lain t idak bukan m erupakan cerm inan dari fit rah asli m anusia yang suci dan belum t ercem ar dengan pengaruh-pengaruh nega-t if. Um anega-t yang adil dan um anega-t pilihan adalah ‘ummat an w asat ha’

(um at pert engahan). Unt uk saat ini, t erjem ahan “umat perte-ngahan” at au “umat yang adil dan pilihan” m ungkin lebih t epat daripada istilah “ um at m oderat ” , kerana t erlalu banyak kesam aran dalam ist ilah “ m oderat ” yang digunakan oleh Barat dan kaum sekular-liberal ket ika ini. M akna

“ ummat an wasat han” , um at pert engahan, um at yang adil, um at yang m enjadi saksi at as um m at yang lain, dengan m e-nyam paikan risalah Islam kepada seluruh um at m anusia. Dengan pandangan dan sikap ‘w asatha’,

set iap M uslim dilarang m elakukan t indakan ‘t at harruf’ at au ekst rim dalam m enjalankan ajaran aga-m a.18

Dengan demikian dapat disim pulkan bahw a Islam m oderat

18

w w w.hidayat ulah.com

it u m erupakan sikap keber-agam aan yang mengam bil jalan t engah dan t idak ekst rem . Sikap keberagam aan sepert i ini t idak m enyet ujui jalan kekerasan dalam m em perjuangkan cit a-cit a dan ideal-ideal Islam dan lebih m em ilih jalan dam ai, sikap t oleran, m eng-hargai pluralit as, dan m em andang Islam sebagai pem baw a perda-m aian (rakhperda-m at ) bagi segenap alam . Sedangkan Islam radikal sebaliknya mengam bil jalan ekt rem , m em bolehkan kekerasan, dan cenderung m engklaim Islam sebagai kebenaran t unggal yang harus diprakt ekkan secara kaffah

sesuai dengan prakt ek m asa lalu.

(9)

Indo-48 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Pengertian Jihad. Secara

har-fiah jihad berart i m em berikan yang t erbaik, m engeluarkan t ena-ga unt uk m encapai t ujuan. Secara definit if, jihad berart i m elakukan yang t erbaik unt uk m enegakkan hokum Allah, m em bangun dan m enyebarkannya. Dari sudut pan-dang syariah, jihad berart i m e-law an m ereka yang t idak berim an dengan Islam . Jihad ini t erkenal dengan nam a jihad fi sabilillah

(berjuang di jalan Allah). M enurut Im am Sam udra, pengert ian-pe-ngert ian ijt ihad di at as sesuai dengan kesepakat an para ulam a salaf al-saleh t erut am a m azhab em pat . Pendapat nya it u juga sesuai dengan ulam a amilin

(ulam a yang mem prakt ekkan).20 Bom Bali I=jihad fi sabilillah. Aksi Bom Bali m erupakan pem

nesia; Lihat juga Abdul Azis alias Im am Sam udra alias Qudam a, Aku M elawan Teroris, Edit or Bam bang Sukirno, Solo: Jazeera, 2004). Dipenjara dan dipi-dana m at i karena didakw a sebagai pelaku Bom Bali 2002. Selam a di penjara ia menulis m em oarnya, Aku M elaw an Teroris.

20

M uhamm ad Haniff Hassan, Pray to Kill (Jakart a: Grafindo, 2006), hlm. 11-12.

balasan kekuat an kolonial yang t elah m enyerang kaum m uslim in yang t idak berdaya. Hal ini sesuai dengan ayat : “ Dan perangilah kaum m usyrikin it u sem uanya sebagaim ana m erekapun mem e-rangi kam u, (w ahai orang-orang yang bert akw a), sem uanya dan ket ahuilah bahw asannya Allah besert a orang-orang yang ber-t akw a.” (Q.S. 9:36).21

Dibolehkannya membunuh orang-orang sipil sebagai balas dendam.22 M enurut Im am Sa-m udra diperbolehkan Sa-m eSa-m bunuh orang-orang sipil t erm asuk pada bom Bali I sebagai respon um at Islam yang m enyadari dan m e-m ahae-m i arti dari e-mee-m bela harga diri m ereka. Walaupun hukum dasar m em bunuh at au m enyerang penduduk sipil adalah haram da-lam hal ini m em bunuh w anit a dan anak-anak; m enghancurkan t ana-m an; ana-m eana-m bunuh orang t ua dan m ereka yang m enyem bah Tuhan, t et api karena AS dan sekut unya juga t elah m elam paui bat as dengan m em bunuh kaum m uslim t erm asuk w anit a dan anakanaknya, m aka m enyerang dan m em -bunuh penduduk sipil kaum

21

Ibid, hlm. 12-13. 22

(10)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 49 penjajah m erupakan t indakan

se-t im pal dan adil. Ayase-t Al-Qur’an m enegaskan: “ Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang m e-m erangi kae-m u, (t et api) janganlah kam u m elam paui bat as, karena Sesungguhnya Allah t idak m nyukai orang-orang yang m e-lam paui bat as.” (Q.s. 2: 190). Firm an-Nya lagi: “ Barangsiapa yang menyerang kam u, m aka seranglah ia, seim bang dengan serangannya t erhadapm u. Bert ak-w alah kepada Allah dan ket a-huilah, bahw a Allah besert a orang-orang yang bert akw a. Dan jika kam u m em berikan balasan, M aka balaslah dengan Balasan yang sam a dengan siksaan yang dit im -pakan kepadam u. Akan t et api jika kam u bersabar, sesungguhnya It ulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (Q.s. 16:126).

Perang it u kejam , dan darah m engucur, t et api ket idakadilan t idak bisa dibiarkan t anpa hukum -an. Tindakan kaum m usyrikin yang m elam paui bat as dan kejam harus dilaw an, w alaupun peperangan sering t idak disukai oleh m anusia. Perang m elaw an kaum kafirin (AS dan sekut u-sekut unya) harus dilakukan sebagai kew ajiban agar

kedudukan seim bang. Demikian kat a Im am Sam udra seraya m e-ngut ip firm an Allah: “ Diw ajibkan at as kam u berperang, padahal berperang it u adalah sesuat u yang kam u benci. boleh Jadi kam u m em benci sesuat u, padahal ia Am at baik bagim u, dan boleh jadi (pula) kam u m enyukai sesuat u, padahal ia amat buruk bagim u; Allah m enget ahui, sedang kam u t idak m enget ahui” . (Q.s. 2: 216).23

Tahapan Jihad.24 Im am Sa-m udra Sa-m engklaiSa-m bahw a operasi Bom Bali I dilakukan dengan m em perhat ikan t ahapan jihad. Ia m erujuk pada buku Tarbiyah Jihadiyah karya Syekh Asy Syahid Abdullah Azzam dan Tafsir Ibn Kat sir. Tahapan jihad adalah: Per-t ama, t ahapan m enahan diri. M e-nahan diri sebagaim ana diprakt ek-kan oleh Rasulullah dan kaum m uslim in ket ika m erasakan siksa-an kaum m usyrikin. Walaupun penganut Al-Kit ab (Yahudi dan Krist en) sert a kaum M usyrik m elakukan pem kasaan kepada kaum M uslim , kaum M uslim diperint ahkan shalat , zakat , dan m em aafkan kekejam an m ereka (Q.s. 2:109; 4:77). Ini adalah

23

Ibid, hlm. 17. 24

(11)

50 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 periode kafful yad, yait u periode

m enahan diri. Tahapan kedua adalah Diizinkan berperang, yait u apabila penyiksaan dan kekejam an sem akin bert am bah sebagaim ana

(12)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 51

“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, da-bayangan pedang-pedang” (H.R. Bukhari dan M uslim ). bahkan m engandung perint ah jihad secara opensif. Jihad itu ha-rus dilakukan oleh kaum dapat pem benaran pada beberapa hadit s dan ayat Al-Qur’an. Ia nusia yang m engorbankan dirinya unt uk m encari keriudhaan Allah…” (Q.s. 2:207). Karena it u, m enurut

25

(13)

52 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 nya operasi bunuh diri, ist imat a

at au ist isyhad adalah sah. Bahkan bila merujuk pada Ibn Nuhas, aksi dem ikian m enurut Im am Sam udra bahkan sangat dianjurkan.26

M enurut M uham m ad Haniff Hassan pengarang Pray t o Kill, ada beberapa pandangan ulam a yang m irip dengan pandangan Im am Sam udra. Di ant ara pandangan yang m irip berasal dari M ajid Khudduri, Abdul Karim Zaidan dan Sayyid Qut b yang mem bagi dunia ini kepada Dar al-Islam (negeri Islam) dan Dar al-Harb (negeri Perang). Perspekt if ini m elahirkan, dalam pandangan Im am Sam udra, kaw an dan law an at au perspekt if “ binary” , di m ana Dar al-Islam di-w ajibkan berperang meladi-w an Dar al-Harb.27

Tanggapan M uhammad Haniff Hassan28

M enanggapi dalil-dalil dan pendapat Im am Sam udra di at as,

26

Ibid, hlm. 28. 27

Ibid, hlm. 37. Lihat juga M ajid Khudduri, Perang dan Damai dalam Islam; dan Sayyid Qut b, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an dan M a’alim al-Thariq.

28

M uhamm ad Haniff Hassan, Pray to Kill (Jakart a: Grafindo, 2006), hlm. 33-97.

(14)

ke-M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 53 hidupan m anusia sem uanya. dan

Sesungguhnya t elah dat ang kepa-da m ereka Rasul-rasul Kam i dengan (m em baw a) ket erangan-ket erangan yang jelas, kem udian banyak diant ara m ereka sesudah it u sungguh-sungguh m elam paui bat as dalam berbuat kerusakan dim uka bum i.” Prinsip keem pat t idak ada paksaan dalam ber-agam a (Q.s.2:256) dan ayat : “ Dan jikalau Tuhanm u menghendaki, t ent ulah berim an sem ua orang yang di m uka bum i seluruhnya. M aka Apakah kam u (hendak) m em aksa m anusia supaya m ereka m enjadi orang-orang yang ber-im an sem uanya” (Q.s. 10:99). Kelim a, Islam m em perbolehkan pernikahan dengan perem puan ahli kit ab (Q.s. 5:5). Tujuan pernikahan adalah dalam rangka m encapai cint a dan ket enangan bukan perm usuhan dan keben-cian. Keenam , Islam m ew ajibkan kepada M uslim unt uk m endak-w ahkan ajaran Islam dengan hikm ah dan pelajaran yang baik (Q.s. 16:125) dan bukan dengan rasa benci dan perm usuhan. Ke-t ujuh, Allah m encipKe-t akan m anusia berbedabeda, t erm asuk keragam -an akidah d-an agam a. Nam un keragam an it u t idah m enjadi

sum ber konflik, t et api kesem pat an unt uk saling m engenal (Q.s. 49:13).

M uham m ad Haniff Hassan juga m erujuk pada Syekh Faisal Waw lawi m engenai beberapa t ipe relasi M uslim dan non-M uslim : Perkenalan, hidup berdam pingan

(co-exist ence), dan saling m em -bant u. 29 M uham m ad Haniff bin Hassan juga menanggapi ayat -ayat Al-Qur’an yang digunakan Im am Sam udra unt uk m em banarkan perbuat annya. M enurut M uham -m ad Haniff bin Hassan ayat -ayat al-Qur’an yang dipakai Im am Sam udra t idak sesuai dengan kont eks dari pew ahyuannya. Im am Qurt hubi dan At -Tabari m enunjukkan pandangan M ujahid bahw a (“ M usuhm u) t idak akan berhent i m em erangi kam u (2:217) diw ahyukan karena kekejam an suku Quraisy M ekah t erhadap M uslim.30

Ayat -ayat Al-Qur’an yang digunakan Im am Sam udra set elah dilakukan penelit ian dan m eng-ikut i m et odologi yang st andar sehingga t idak sem barangan da-lam m enerapkannya. M isalnya ayat m engenai perint ah perang,

29

Ibid, hlm. 45-48. 30

(15)

54 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 dalam aplikasinya dan cont oh

m asa Nabi dan Khulafaur Rasyidin t idak set iap individu boleh m e-nyat akan keadaan perang t et api deklarasi perang it u dilakukan oleh Negara at au khalifah. Jadi, ayat -ayat Al-Qur’an diaplikasikan t idak sem barangan nam un ada prose-dur-prosedur dan m et odologinya. Pandangan yang m ukt abar dari m ayorit as ulam a bahw a sem ua ayat m engenai jihad (t erm asuk yang dijadikan dalil oleh Im am sam udra), t idak dapat diint er-pret asikan sendiri-sendiri. Sem ua ayat m engenai jihad dalam Al-Qur’an perlu dipelajari secara m enyeluruh unt uk m em peroleh pengert ian yang sebenarnya. Ayat Al-Qur’an yang m em erint ahkan m em erangi kaum m usyrikin, m i-salnya Q.s. 9:36), “ Dan perangilah kaum m usyrikin it u sem uanya sebagaim ana m ereka mem erangi kam u..” , t idak dapat digeneralisir t erhadap sem ua non-M uslim sepert i Ahli Kit ab, nam un ayat ini bert alian dengan kaum M usyrikin Quraisy sebagaim ana dalam asbab al-nuzul-nya ayat t ersebut . Bah-kan w alaupun t erhadap kaum M usyrikin pun bila t erikat pada perjanjian dilarang mem erangi m ereka sebagaim ana firm an-Nya:

“ Kecuali orang-orang m usyrikin yang kam u t elah mengadakan perjanjian (dengan m ereka) dan m ereka t idak m engurangi sesuat u pun (dari isi perjanjian)m u dan t idak (pula) m ereka m em bant u seseorang yang m em usuhi kam u, M aka t erhadap m ereka it u pe-nuhilah janjinya sam pai bat as w akt unya. Sesungguhnya Allah m enyukai orang-orang yang bert aqw a” (Q.s. 9:4).

M engenai pem bagian dunia m enjadi Dar al-Islam (Negara Islam) dan Dar al-Harb (Negara Perang) m enurut Tariq Ram adan dalam bukunya To Be a European M uslim, konsep t ersebut t idak dit em ukan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Keduanya sebenarnya t idak berakar pada sum ber-sum ber dasar Islam yang prinsip-prinsipnya dipersem bahkan bagi seluruh dunia (lil ‘alamin), m e-nem bus bat as w akt u dan geografis.31 Bila pun ada pem -bagian wilayah t ersebut t idak berart i harus m em buat perm u-suhan dengan non-M uslim . Tariq Ram adan juga mengat akan bahw a konsep Dar al-Islam dan Dar al-Harb sudah t idak sesuai dalam

31

(16)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 55 dunia yang t elah berubah m enjadi

sebuah desa dan perubahan yang sem akin kom pleks….adalah m us-t ahil unus-t uk us-t erus berpegang ke-pada pandangan lam a yang bersifat sim plist ik dan ‘binary’. Perspekt if dem ikian bias m em -baw a kepada kesalahan yang besar dalam m enganalisa dunia hari ini.32

Dem ikianlah t anggapan M uham m ad Haniff Hassan t erhadap pendapat Im am Sam udra t ent ang jihad dan bom bunuh diri.

Sejak Im am Sam udra m e-luncurkan buku m em oirnya, Aku M elawan Teroris, Krit ikan dat ang dari berbagai pihak bahkan dari orang-orang yang selam a ini dikat egorikan Islam garis keras sepert i Jafar Um ar Thalib dan Abu Bakar Ba’asyir. Int i kritikan dari kedua orang ini adalah bahw a karena kurangnya ilm u dalam bi-dang agam a m aka Im am Sam udra bisa saja “ sesat ” dalam pendapat -pendapat nya t ent ang jihad dan bom Bali. Akibat em osi yang t idak didukung dengan ilm u maka m en-jerum uskan dia kepada berbagai penyim pangan-penyim pangan

32

Ibid, hlm. 81.

m aham an yang demikian parah dan inilah sesungguhnya bukt i bahw a sungguh besar dosa ket ika orang yang berilm u t et api t idak beram al dengan ilm unya at au orang yang beram al t et api t idak didasarkan am alnya it u at as ilm u”33

Jihad M enurut Ibn Rusyd dan Imam Taqiyddin Abu Bakar

Ibn Rusyd dalam Bidayah al-M ujt ahid fi Nihayah al-al-M uqt ashid

m enjelaskan t ent ang jihad. Ia m engident ikan jihad dengan

33

(17)

56 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 rang. Ia m enjelaskan t ugas

ber-jihad dan pelakunya, siapa yang w ajib berjihad, yang boleh diram pas, syarat perang, hukum berdam ai, t ujuan m em erangi orang kafir dan m engenai hart a ram pasan perang. M enurut Ibn Rusyd, hukum berjihad m enurut ijm a ulama adalah fardhu kifayah, bukan fardhu ‘ain. Sedang m e-nurut Abdullah bin al-Hasan ada-lah sunat . Fardhu kifayah ber-dasarkan Q.s. 9: 122): “ Tidak sepat ut nya orang-orang m ukm in it u pergi sem uanya ke m edan perang” . Adapun yang w ajib berjihad it u adalah orang m er-deka, dew asa, m am pu, sehat , t idak berpenyakit kronis dan izin orang t ua. Adapun m engenai sya-rat perang adalah perang dapat dilaksanakan apabila orang kafir yang akan diperangi it u t elah m enerim a dakw ah Islam dan ajakan it u dilakukan berulang-ulang. Apabila m ereka menolak m aka boleh diperangi. Pihak m us-limin juga boleh m elakukan perdam aian bila langkah dam ai t ersebut m em baw a m aslahat bagi kaum m uslim. Dem ikian pula boleh m engikat perjanjian yang m enurut Syafi’i m aksim al sepuluh t ahun. Adapun t ujuan peperangan

adalah agar m ereka m au m asuk Islam at au m au m em bayar jizyah

(Q.s. 9:29). 34

Sebagaimana Ibn Rusyd dari m azhab M aliki, Imam Taqiyuddin Abu Bakar dari m azhab Syafi’i juga m engident ikan jihad dengan pe-rang. M em ang dalam kit ab-kit ab fiqih, nam paknya jihad ident ik dengan perang. M enurut Im am Taqiyuddin jihad adalah fardhu kifayah sebagai kalau fardhu ‘ain akan t erbengkalai urusan penghi-dupan dan pert anian, dan run-t uhlah Negara. Jihad di sini adalah m enjaga bat as-bat as negeri de-ngan m ede-ngangkat sejum lah orang unt uk m em pert ahankan diri dari serangan m usuh. Jihad di sini berart i depensif. Kedua, pem e-rint ah (im am ) m em asuki negeri kafir dengan dengan m engirim pasukan dan orang-orang Islam yang mem enuhi syarat . Set idak-nya w ajib m engadakan jihad set ahun sekali at au lebih bila diperlukan. Demikian ket erangan Im am Taqiyuddin dalam kit abnya

Kifayah al-Akhyar.35

34

Ibn Rusyd, Bidayah al-M ujtahid w a Nihayah al-M uqtashid, Bab Jihad.

35

(18)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 57 Bila m erujuk pada hukum

jihad m enurut dua ulam a di at as dan juga ulam a-ulam a lainnya, m aka jihad hukum nya fardhu ‘ain

sebagaim ana dikem ukakan oleh Im am Sam udra36 t idak ada dasar-nya dalam fiqih. Bila jihad diart i-kan sebagai perang dan hukum nya fardhu ‘ain (kew ajiban set iap individu), m aka urusan lain akan t erbengkalai karena set iap orang berangkat ke m edan perang. Pendapat Im am m engenai hukum jihad (qit hal) fardhu ‘ain juga t idak ada dasarnya dalam Al-Qur’an, sunnah dan ijm a para ulam a baik it u ulam a salaf (t erdahulu) m au-pun ulam a khalaf (belakangan). Jihad M enurut Gamal al-Banna

Dalam bukunya Jihad,37 Gam al al-Banna bahw a t elah t erjadi kesalahpaham an yang m e-nem pat kan bahw a jihad sam a de-ngan qit al. Padahal, ant ara jihad dengan qit al jelas berbeda m akna-nya. M akna jihad m enunjukkan kandungan t ert ent u yang m emiliki pengert ian sebagai sebuah alat at au t ujuan yang bisa m eng-hant arkan pada t ujuan ibadah,

36

M uhamm ad Haniff Hassan, Pray t o Kill, hlm , 113.

37

Gamal al-Banna, Jihad, (Yogya-kart a: M at a Air Publishing, 2006).

yait u kebebasan berakidah dan kebebasan diri. Sem ent ara qit al

yang berart i “ pem bunuhan” m eru-pakan perbuat an m enum pahkan darah, m enyia-nyiakan hidup, dan m em pecundangi orang lain.

Gam al Al Banna m engat akan bahw a sem ua kat a jihad yang ada dalam alquran adalah m engacu pada m akna m encurahkan sege-nap usaha. M akna ini t idak t erbat as pada salah sat u bidang dengan m eninggalkan bidang yang lain, bahkan m akna ini m est i dijadikan sebagai sebuah prinsip hidup, pedom an, karakt er, sert a perilaku dan prinsip t ersebur sa-ngat sesuai dengan prinsip jihad yang t erdapat dalam Islam. Beliau berpendapat bahw a jihad dengan cara yang dilakukan dengan pe-rang sebagaim ana yang pernah t erjadi pada m asa nabi adalah m erupakan sebuah “ kew ajiban yang t elah hilang”(al faridhah al gharibah).38

Yang m enarik, dalam pan-dangan Gam al al-Banna, jihad hari ini t idaklah m engharuskan kit a unt uk m at i di jalan Allah, akan t e-t api bagaim ana supaya kie-t a bisa hidup di jalan Allah. Jihad pada

38

(19)

58 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 m asa aw al-aw al islam , baik m asa

kenabian, khulafaur rasyidin ada-lah m enghadapi kekuat an kisra dan kekaisaran dengan paham kast a yang m em buat rakyat t ert indas. Sehingga jihad paling pent ing w akt u it u adalah m e-ngem balikan hak kem erdekaan rakyat dengan berpolit ik dengan m enum bangkan penjajahan yang dilakukan oleh kaum penindas, sem ent ara saat ini jihad yang t epat unt uk kit a perjuangkan adalah pem bebasan negeri dan rakyat dari cengkeram an subordi-nasi ekonom i, ket erbelakangan, ket erpurukan sert a bagaim ana bisa menyikapi arus globalisasi. Karena it u bila m ot t o m asa dahulu “siapa yang mau berbaiat padaku untuk mati di jalan Allah” , m aka m ot t o jihad sekarang adalah “sia-pa yang mau baiat “sia-padaku untuk hidup di jalan Allah” .39

Jihad M enurut Yusuf Qardhaw i40 Yusuf Qardhaw i t erm asuk dalam jajaran ulam a m oderat , t api sering m enjadi rujukan para pe-ngikut salaf. Dalam bukunya Fiqih

39

Gamal al-Banna, ibid., hlm. 196.

40

Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, (Bandung: M izan, 2010).

Jihad. Dalam bukunya yang di-nyat akan lahir dari kegelisahan Qardhaw i t erhadap aksi-aksi keke-rasan selam a ini dinyat akan pen-dapat -penpen-dapat Qardhaw i menge-nai jihad. ” Oleh karena it u, saya condong unt uk t idak m em perluas cakupan fi sabilillah dengan m en-cakup seluruh perbuat an baik dan berm anfaat , sebagaim ana saya juga tidak mempersempit cakup-annya sehingga tidak terbatas ke-pada jihad yang berarti pepe-rangan secara militer saja. Ka-dang-kadang jihad it u m eng-gunakan pena dan lisan seba-gaim ana juga m enggunakan pe-dang dan t om bak. Kape-dang-kape-dang jihad berbentuk pemikiran, pen-didikan, sosial, ekonomi atau politik sebagaimana kadang ber-upa militer.

Juga berkat a,” Sesungguhnya yang t erpent ing dan pert am a kali dianggap fi sabililillah saat ini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh unt uk mem ulai kehi-dupan Islami dan benar, dit e-rapkan di dalam nya seluruh hu-kum Islam baik it u aqidah, pe-m ahape-m an, syiar-syiar, akhlaq dan adat ist iadat / budaya.

(20)

-M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 59 pusat dakw ah, unt uk m enyeru

kepada agam a Islam yang benar, m enyam paikan risalahnya kepada selain kaum m uslimin di seluruh benua di dunia ini yang m ana berbagai agam a dan aliran saling bert arung adalah jihad fi sabilillah. Pandangan Yusuf Qardhaw i m engenai jihad yang bukan saja dalam art i perang mengangkat senjat a, m endapat kan banyak kri-t ik apalagi kekri-t ika Yusuf Qardhaw i m enyebut kelom pok Al-Qaeda sebagai pihak yang paling ber-t anggung jaw ab aber-t as m enyebar-nya Islam garis-keras di Dunia Islam. Qardhaw i secara t erang-t erangan m engecam sikap Al-Qaeda yang menyat akan perang secara t erbuka kepada dunia. M enurut para pengkritiknya bah-w a at as dasar-dasar Al Qur’an, As sunah dan pendapat para ulam a salaf yang m enyim pulkan m akna syar’i dari kat a jihad adalah pe-rang m elaw an ope-rang-ope-rang kafir. Ini m akna asasi dan pokok dari kat a jihad. M eski dem ikian ada m akna lain dari kat a jihad ini sepert i jihad m elaw an haw a nafsu, jihad dengan lisan, hart a dan m akna sekunder lainnya.41

41

ht t p:/ / w w w .oocit ies.com / t au_ jih/ c-jhdqardawi.htm.

Nam un apabila kit a m em baca buku Fiqih Jihad karya Yusuf Qardhaw i, beliau t idak m eng-ingkari jihad dalam art i qit hal

(perang). Jihad dalam art i perang m em ang diakui oleh Islam , nam un hal it u t idak m eniadakan anjuran Islam unt uk m enebarkan per-dam aian dan sebisa m ungkin m enghindarkan orang-orang m us-lim dari peperangan sert a m eng-hindari m ot if-m ot if perang dem i pem aksaan agam a dan sem at a-m at a perang dea-mi a-m ot if eko-nom i.42 Selain it u ada syarat -syarat lain melakukan perang sebagai-m ana dirinci dalasebagai-m kit ab-kit ab fiqih.

Dalam kait annya dengan bom bunuh diri, Yusuf Qardhaw i bah-kan m engabsahbah-kan bom bunuh diri (ist isyhadiyyah) khusus di Palest ina sebagai perlaw anan t er-hadap zionis Israel.43 Yusuf Qar-dhaw i m enegaskan:

“ Prakt ik bom bunuh diri (istisy-hadiyyah) yang dilakukan kelom -pok-kelom pok perlaw anan Pa-lest ina unt uk m elaw an

42

Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad (Bandung: M Izan, 2010), hlm . 325-350.

43

(21)

60 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 dukan Zionis, t erm asuk ke dalam

bent uk t eror (irhab) yang dila-rang dengan alas an apapun, w alaupun yang m enjadi korban adalah penduduk sipil. Hal ini dapat dibenarkan dengan bebe-rapa alas an sebagai berikut : Pert ama, rakyat Israel yang telah m elew at i m asa kanak-kanak, baik lakilaki m aupun perem -puan adalah m iliter seluruhnya yang bias dipanggil pada saat perang. Kedua, rakyat Israel m e-m iliki kekhasan dari e-m asyarakat lainnya, yakni m asyarakat aggre-ssor yang dat ang dari luar w ilayah unt uk m enduduki t anah air yang bukan m ilik m ereka. Ket iga, bahw a syariat Islam m enyebut sifat non-M uslim de-ngan dua sifat , yakni yang berdam ai at au yang m em erangi. Zionis m erupakan non-M uslim yang m em erangi at au harbiyyun (m usuh yang m em erangi) yang w ajib pula diperangi. Keempat , bahw a para ahli fiqih sepakat t ent ang bolehnya m em bunuh sesam a M uslim yang dijadikan perisai hidup dan menem pat kan m ereka di barisan depan. Jika m em bunuh orang-orang Islam t ak berdosa yang dipaksa m elin-dungi musuh saja dibolehkan m aka m em bunuh non-M uslim unt uk mem bebaskan t anah kaum M uslim dari penjajahan orang-orang zalim lebih pant as

dan lebih layak unt uk diboleh-kan. Kelima, dalam perang m o-dern seluruh rakyat dim obilisasi unt uk membant u perang sehing-ga dapat mensehing-galahkan m usuh-nya t erm asuk bom bunuh diri yang dilakukan rakyat t erjajah diperbolehkan. Keenam, dalam kondisi darurat di m ana t idak m em iliki senjat a yang dapat m engancam dan membinasakan m usuh, m aka “ bom manusia” , yakni pem uda yang m em baw a bom dan meledakkan diri di sam ping musuhnya, it u diper-bolehkan.”44

Dem ikian pendapat Yusuf Qardhaw i m engenai bom bunuh diri di Palest ina. Yusuf Qardhaw i m em peringat kan bahw a aksi bom bunuh diri di t em pat lain dengan m enganalogikan kondisi di Pales-t ina Pales-t idak pada Pales-t em paPales-t nya dan t idak dapat dit erim a oleh syari-’at .45 Dengan dem ikian, bila m e-rujuk pada pendapat Yusuf Qardhaw i it u, aksi bom bunuh diri di Indonesia at au di t em pat lain selain Palest ina/ Israel t idak sesuai dengan syari’at Islam.

44

Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, hlm. 898-901.

45

(22)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 61 Kesimpulan

Im am Sam udra m engem u-kakan bahw a “ jihad” it u berart i perang m elaw an orang-orang kafir yang dapat dilakukan secara defensif dan opensif. Ia m endasarkan “ ijt ihad” nya pada ayat -ayat Al-Qur’an dan hadit s-hadit s Nabi M uham m ad saw . M enu-rut nya, kew ajiban jihad it u t et ap berlaku sam pai kem ung-karan lenyap dari m uka bum i dan t egaknya keunngulan agam a Allah di at as agam a-agam a lainnya. Di m asa kini, kaum M uslim w ajib berperang t erut am a di saat um at Islam berada dalam kekejam an “ kaum kafirin” Am erika dan sekut u-sekut unya. Dunia t erbelah m enjadi Dar al-Islam dan Dar al-Harb dan kaum M uslim yang berada di Dar al-Islam mem erangi kaum kafir yang berada di Dar al-Harb sam pai m ereka m engakui kebenaran Islam dan berada di dalam w ilayah kekuasaan Dar al-Islam.

“ Ijt ihad” Im am Sam udra berikut dalil-dalilnya dibant ah oleh M uham m ad Haniff Hassan dalam bukunya Pray t o Kill. M enurut nya, ayat -ayat yang dipakai Im am Sam udra unt uk m em benarkan aksi Bom Bali I t idak sesuai dengan

kont eksnya dan t erlalu m en-generalisir karenanya t idak sesuai dengan m et odologi para ulam a m ayorit as. M enurut nya pula, bah-w a ayat -ayat Qur’an dan juga hadit s-hadit s Nabi saw. Hen-daknya dit afisrkan secara benar dan kom prehensif sehingga akan diperoleh t afsiran yang sebenar-nya m engenai jihad. Selain it u, “ ijt ihad” Im am Sam udra yang m enem pat kan non-M uslim secara keseluruhan sebagai m usuh yang harus diperangi bert ent angan dengan prinsip-prinsip Islam yang m engajarkan kedamaian, t ole-ransi, m enghargai perbedaan dan m enjadi rahm at bagi seluruh alam . Nam paknya sanggahan M . Haniff Hassan juga didukung oleh Gam al al-Banna dalam bukunya

Jihad dan Yusuf Qardhaw i dalam bukunya Fiqih Jihad. Baik Gam al al-Banna m aupun Yusuf Qardhaw i t idak set uju kalau jihad hanya dim aknai sebagai perang (qit hal).

M em ang diakui bahw a para ulam a ahli fiqih sepert i Ibn Rusyd dan Im am Taqiyuddin m engident ikkan jihad dengan perang (qithal),

(23)

62 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 m akna khash (khusus), yakni

perang. Bila ist ilah jihad dimaknai hanya sebagai qit hal, m aka akan m enghilangkan m akna jihad se-cara um um t adi yang jelas-jelas bahw a dalam Al-Qur’an dan hadit s jihad bukan saja perang t et api juga m em iliki m akna yang lain, seprt i jihad m elaw an haw a nafsu, m enunt ut ilm u sebagai jihad, dan sebagainya. M enurut Ibn Qayyim , jihad it u ada jihad m elaw an haw a nafsu, jihad m elaw an syet an, jihad m em erangi kaum kafir dan m una-fik, dan jihad m elaw an kezalim an dan kefasikan.46

Selain it u, bila jihad hanya dim aknai perang akan m em -perkuat kesan negat if t erut am a dari dunia Barat , bahw a jihad ident ik dengan perang at au kekerasan. Dengan demikian, sem akin m em perkuat cit ra Islam sebagai agam a yang disebarkan dengan “ pedang” , mengedepan-kan kekerasan, m ensahkan t indakan t eror (ihrab) t erut am a m ensahkan bom bunuh diri.

Bom bunuh diri menurut Yusuf Qardhaw i diperbolehkan hu-kum nya khusus di Palest ina. Adapun m enurut Im am Sam udra

46

Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, hlm. 78-83.

bom bunuh diri di m anapun orang kafir berada m erupakan t indakan yang sah, bahkan dianjurkan sebagai “ jihad” m elaw an “ orang kafir” . Nam un m enurut Islam m oderat sepert i Yusuf Qardhaw i dan Gam al al-Banna, bom bunuh diri ala Im am Sam udra cs. sebagai t indakan yang t idak ada dasarnya dari sum sum ber Islam , ber-t enber-t angan dengan ijber-t ihad para ulam a m ayorit as dan t idak sesuai dengan nilai-nilai kem anusiaan sert a m isi Islam sebagai agam a yang cint a dam ai, t oleran dan rahm at bagi segenap m anusia.

Wallahu a’lam.

Daft ar Rujukan

Azis, Abdul alias Im am Sam udra alias Qudam a, Aku M elawan Teroris,

Edit or Bam bang Sukirno, Penerbit Jazeera, 2004.

Al-Banna, Gam al, Jihad, Jakart a: M at a Air Publishing, 2006.

Al-Husaini, Im am Taqiyuddin Abu Bakar bin M uham m adi, Kifayah al-Akhyar, (dit erjemahkan oleh K.H.

Syarifuddin Anwar dan K.H.

(24)

M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 63 Jilid 2, Surabaya: Bina Ilm u, Tanpa

Tahun.

Arm st rong, Karen, Berperang Demi Tuhan: Fundament alisme dalam Islam, Krist en dan Yahudi, penerjem ah Sat rio Wahono, M u-ham m ad Helmi, dan Abdullah Ali, Jakart a: Seram bi, Bandung: M izan, 2001.

Barr, Jam es, Fundament alisme, Jakar-t a: PT BPK Gunung M ulia, 1996. Bellah, Robert N., Beyond Belief

Esei-esei t ent ang Agama di Dunia M odern, Jakart a: Param adina, 2000.

Hassan, M uham m ad Haniff, Pray t o Kill, Jakart a: Grafindo Khazanah Ilm u, 2006.

Ibn Rusyd, M uham m ad, Bidayah al-M ujt ahid wa Nihayah al-al-M uq-t ashid, Bab al-Jihad, Beirut : Dar al-Jiil, 1409 H./ 1989 M .

Im arah, M uham m ad, Fundamen-t alisme Dalam PerspekFundamen-t if BaraFundamen-t dan Islam, Gem a Insani Press, 1999.

M ahendra, Yusril Ihza, M odernisme dan Fundament alisme dalam Polit ik

Islam, Jakart a: Param adina, 1999. M oussali, Ahmad S., M oderat e and

Radical Islamic Fundamentalism: The Quest for M odernit y, Legit -imacy, and t he Islamic St at e, 1999.

Qardhaw i, Yusuf, Fiqih Jihad, Ban-dung: M izan, 2010.

Qut b, Sayyid, M ilest ones, dit erje-m ahkan dari edisi Arab, M a’alierje-m al-Thariq, M akt abah Publishers, 2007.

Qut b, Sayyid, In t he Shade of t he

Qur'an, dit erjem ahkan dari edisi Arab Fi Zilal al-Qur’an oleh M .A. Salahi and A.; A. Sham is, M ark-field,

Leicest er, and Nairobi, Kenya: The Islamic Foundat ion 1999.

Rahm an, Fazlur, Gelombang Peru-bahan dalam Islam: St udi t ent ang Fundament alisme Islam, Jakart a: Rajaw ali Press, 2000.

Sagiv, David, Islam Ot ent isit as Liberalisme, Yogyakart a: LKis, 1995.

Tibi, Bassam , The Challenge of Funda-ment alism: Polit ical Islam and t he New World Disorder, Berkeley, Los Angeles, London: Universit y of California Press, 1998.

(25)

64 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Jakart a: PT RajaGrafido Persada,

1997.

w w w .oocit ies.com / t au_jih/ c-jhdqardaw i.ht m .

Referensi

Dokumen terkait

Konsekwensi logis dari faham monotheisme dalam revivalis Islam adalah (1) pemahaman yang kaku ( rigid ) dan tekstualis terhadap al- Qur’an dan sunnah dengan menghilangkan

Kalim at yang t erdapat dalam ayat 3 surat Annisa it u jelas m enyat akan bahw an prinsip perkawinan dalam Islam adalah m o- nogam y, sedangkan poligam i m

Apabila permasalahan semakin rumit dan tidak menemukan jalan yang baik maka suami belum pulang kerumah istri sampai berbulan-bulan dan suami memutuskan untuk pergi

Bagi hasil terhadap penggarap sawah didesa Cahaya Maju adalah memiliki aturan yang telah di tetapkan oleh masyarakat setempat yang sudah menjadi kebiasaan yang

Kedudukan Ahli Waris Penderita Down Syndrome Menurut Burgelijk Wetboek Sama halnya dengan hukum waris Islam, penderita down syndrome berhak untuk mewaris dan tidak ada perbedaan

Namun pada praktek bunga pinjaman pada transaksi hutang musim di desa Pelang Kenidai kecamatan Dempo Tengah kota Pagar Alam tidak sejalan dengan hukum Islam karena di dalam Islam tidak

Pelaku pidana pencurian akan dijatuhkan sanksi sesuai dengan putusan hakim dengan memperhatikan dan mempertimbangkan pasal tentang pencurian yaitu pasal 362-367 KUHP, berikut isi dari

Jika ketentuan tersebut pada ayat 1 pasal 189 tidak dimungkinkan karena di antara para ahli waris yang bersangkutan ada yang memerlukan uang, maka lahan tersebut dapat dimiliki oleh