40 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Pengertian Islam Radikal dan
Islam M oderat
Berbagai predikat diberikan kepada penganut Islam radikal ant ara lain Islam fundam ent alis, Islam garis keras, Islam ekt rim is bahkan Islam t eroris. Walaupun predikat -predikat di at as t idak
se-penuhnya bisa dibenarkan nam un sering digunakan t erut am a dalam m edia-media Barat dan sangat bernada pejorat if at au m emiliki kesan negat if.
Berbicara m engenai ist ilah fundam ent alisme, banyak sarjana yang m engakui bahw a
pengguna-Hukum Bom Bunuh Diri M enurut Islam Radikal dan
Islam M oderat
Yoyo HambaliM aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 41 an ist ilah ‘fundam ent alism e” it u
problem at ik dan t idak t epat . Is-t ilah ini seperIs-ti dikaIs-t akan William M ont gom ery Wat t , pada dasarnya m erupakan suat u ist ilah Inggris kuno kalangan Prot est an yang secara khusus dit erapkan kepada orang-orang yang berpandangan bahw a al-Kit ab harus dit erim a dan dit afsirkan secara harfiah. Wat t m endefinisikan bahw a kelom pok fundam ent alis Islam adalah ke-lom pok m uslimin yang secara sepenuhnya m enerima pandangan dunia t radisional sert a berkehen-dak m em pert ahankannya secara ut uh.1
Jam es Barr dalam bukunya
Fundament alism m engkrit ik defi-nisi yang m engat akan bahw a kaum fundam ent alis adalah ke-lom pok yang m enafsirkan kit ab suci secara harfiah. M enurut nya definisi it u jauh dari t epat . Ia m engem ukakan ciri-ciri funda-m ent alisfunda-m e (Krist en) sebagai be-rikut : Penekanan yang am at kuat pada ket iadasalahan (inerrancy)
Alkit ab. Bahw a Alkit ab t idak m engandung kesalahan dalam
1
William M ont gom ery Wat t , Fundamnetalime Islam dan M oder-nitas, (Jakart a: PT RajaGrafido Per-sada, 1997), hlm. 3-4.
bent uk apapun; kebencian yang m endalam t erhadap t eologi m o-dern sert a t erhadap m et ode, hasil dan akibat -akibat st udi krit ik m odern t erhadap Alkit ab; jam inan kepast ian bahw a m ereka yang t idak ikut m enganut pandangan keagam aan m ereka sam a sekali bukanlah ‘Krist en sejat i” .2
Fazlur Rahm an Revival and Reform in Islam, t am paknya ku-rang suka m em akai ist ilah fun-dam ent alism e, ia lebih suka m e-m akai istilah revivalise-m . M enurut Rahm an, dalam daft ar kosa kat anya, “ fundam ent alis” sejat i adalah orang yang komit m en t erhadap proyek rekonst ruksi at au ret hinking (pem ikiran kem bali).3 Fazlur Rahm an m enggunakan ist ilah kebangkit an kem bali (revi-valism) ort odoksi unt uk kem un-culan gerakan fundam ent alism e Islam. Gerakan ort odoksi ini bangkit dalam m enghadapi keru-sakan agam a dan kekendoran
2
Jam es Barr, Fundament alisme, (Jakart a: PT BPK Gunung M ulia, 1996), hlm. 1.
3
42 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 t a degenerasi m oral yang m erat a
di m asyarakat m uslim di sepan-jang propinsi-propinsi Kerajaan Ut sm ani (Ot t om an) dan di India. Ia m enunjuk gerakkan Wahabi yang m erupakan gerakan kebangkit an ort odoksi sebagai gerakan yang sering dicap sebagai fundam en-t alism e.4
David Sagiv, seorang penulis Yahudi m enyebut kan beberapa ist ilah ant ara lain: ushuliyah al-Islamiyah (akar Islam at au fun-dam ent alism e Islam ) al-salafiyah
(w arisan leluhur), sahw ah al-Islamiyah (kebangkit an Islam ), al-ihya al-islami (kebangkian kem bali Islam) at au al-badil al-islami
(alt ernat if Islam ).5
Robert N. Bellah, sosiolog Am erika yang t erkenal it u m enggunakan ist ilah skript uralis daripada fundam ent alis. Kelom -pok skript uralis melihat Al-Qur’an dan Sunnah sebagai suat u ent it as yang sem purna, yang suci, yang dat ang dari Tuhan, dan sam a
4
Fazlur Rahman, Islam, (Ban-dung: Pust aka, 1997), hlm. 286.
5
David Sagiv, Islam Ot ent isitas Liberalisme, (Yogyakarta: LKis, 1995), hlm. 3
sekali t erhindar dai berbagai kem ungkinan krit ik.6
M enurut Roger Geraudy fun-dam ent alism e didefinisikan oleh
Kamus Larous kecil (1966 M ) de-ngan cara yang um um sekali, yait u: sikap m ereka yang menolak m enyesuaikan kepercayaan de-ngan kondisi-kondisi yang baru. Sedangkan, Kamus Larous Saku
(1979 M ) hanya m enerapkan ist ilah it u bagi Krist en Kat olik saja, yait u sikap pemikiran sebagian orangorang Kat olik yang m em -benci unt uk unt uk m enyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan m odern. Dalam Kamus Larous Besar (1984 M ), t ert ulis funda-m ent alisfunda-m e adalah “ sikap st agnan dan m em beku yang menolak seluruh pert um buhan dan seluruh perkem bangan.” M azhab konser-vat if yang m em beku dalam m asalah keyakinan politik. Sem ent ara, dalam kam us Larous t ahun 1987 M , t ert ulis “ sikap sebagian orang-orang Kat olik yang m enolak seluruh kem ajuan, ket ika
6
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 43 m ereka m enisbat kan diri m ereka
kepada t urat s (w arisan lam a).” 7 Dalam pandangan Richard Nixon, m ant an Presiden Am erika, bahw a orang-orang fundam ent alis (Islam ) adalah: M ereka yang digerakkan oleh kebencian m ereka yang besar t erhadap Barat ; m e-reka yang bersikeras unt uk m engem balikan peradaban Islam yang lalu dengan m em bangkit kan m asa lalu it u; m ereka yang ber-t ujuan unber-t uk m engaplikasikan syariat Islam ; m ereka yang m engam -panyekan bahw a Islam adalah agam a dan negara, dan m eskipun m ereka m elihat m asa lalu, nam un m ereka m enjadikan m asa lalu it u sebagai penunt un bagi m asa depan. M ereka bukan orang-orang konservat if, nam un m ereka adalah orang-orang revolusioner.8
M uham m ad Im arah m enggu-nakan kat a ushuliyah unt uk fundam ent alisme sepert i dalam bukunya Al-Ushuliyah Bain al-Gharbi w a al-Islam..9
7
Lihat M uhamm ad Im arah, Fundamentalisme Dalam Perspektif Barat dan Islam, (Gem a Insani Press, 1999), hlm. 9.
8
Ibid, hlm 21. 9
Ibid, hlm 35.
Kaum ushuliyun (fundam en-t alis) di Baraen-t adalah orang-orang kaku dan t aklid yang m em usuhi akal, m et afor, t akw il, dan qiyas
(analogi), sert a m enarik diri dari m asa kini dan m em bat asi diri pada penafsiran lit eral nas-nas.10
M enurut Fazlur Rahm an, ist ilah ‘fndam ent alism e digunakan secara negat if unt uk m enyebut gerakan-gerakan Islam “ berhaluan keras’ sepert i di Lybia, Aljazair, Lebanon, dan Iran.
Akibat ist ilah yang digunakan oleh m edia m assa, pengert ian “ kaum fundam ent alis m uslim ” kini cenderung diart ikan sebagai ke-lom pok Islam yang berjuang m en-capai t ujuannya dengan m eng-gunakan cara-cara kekerasan. ” Fundam ent alim e Islam ” bagi m edia-media Barat t idak lain ber-art i “ Islam yang kejam ” , “ Islam yang t erbelakang dan sebagai-nya” . Golongan-golongan yang ku-rang sim pati, m enyebut nya de-ngan ist ilah muta’ashibun (orang-orang fanat ik) at au pun mut at har-rifun (orang-orang radikal).11 M
10 Ibid. 11
44 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 nurut Yusril Ihza M ahendra, di
M alaysia, ist ilah “ puak pelam pau” (orang-orang ekst rim ) at au “ puak pengganas” (orang-orang kejam ) t elah lazim digunakan oleh m edia m assa unt uk m enggant i ist ilah kaum fundam ent alis. 12
Bagi Allan Taylor, Pat rick Ban-nerm an, Daniel Pipes, Bassam Tibi dan Bruce Law rence, kaum funda-m ent alis adalah kelofunda-m pok yang m elakukan pendekat an rigid dan lit eralis. M enurut Bannerm an, kaum fundam ent alis adalah ke-lom pok ort odoks yang bercorak
rigid dan t a’ashub yang bercit a-cit a unt uk m enegakkan konsep-konsep keagam aan dari abad ket ujuh m asehi, yait u dokt rin Islam dari zam an klasik.
Fundam ent alisme t ernyat a t idak m uncul begit u saja. Seba-gaim nana dikat akan Karen Arm s-t rong, dalam bukunya The Bat t le for God, fundam ent alism e m eru-pakan gejala t iap agam a dan kepercayaan, yang m erepresen-t asikan pem beronerepresen-t akan erepresen-t erhadap m odernit as.13
12 Ibid. 13
Karen Arm st rong, Berperang Demi Tuhan: Fundamentalisme dalam Islam, Krist en dan Yahudi, pener-jem ah Sat rio Wahono, M uhamm ad
Sem ent ara Bassam Tibi, da-lam buku The Challenge of Fundament alism: Polit ical Islam and t he New World Disorder (1998), sepert i dikut ip Alfan Alfian M ., seorang penelit i dari Yayasan Kat alis, m em andang fundam en-t alism e Islam hanya salah saen-t u jenis dari fenomena global yang baru dalam polit ik dunia, di m ana isunya pada m asing-m asing kasus lebih pada ideologi polit ik. Ke-lom pok ini berpendapat , Barat t elah gagal dalam m enat a dunia.14
Barangkali perlu diajukan pula pandangan Ahm ad S M ous-sali dalam buku M oderat e and Radical Islamic Fundamentalism: The Quest for M odernit y, Leg-it imacy, and t he Islamic St at e
(1999), m enyebut , Islam funda-m ent alis sebagai funda-m anifest asi aw al at as gerakan sosial m asif yang m engart ikulasikan agam a dan as-pirasi peradaban dan mem
Helmi, dan Abdullah Ali, (Jakart a: Seram bi, Bandung: M izan, 2001), hlm . ix.
14
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 45 t anyakan isu-isu di seput ar m
o-ralit as t eknologi, dist ribusi ala kapit alis, legit im asi non-negara, dan paradigm a non-negara bang-sa. Islam fundam ent alis, lebih dari sekadar gerakan lokal. Ia beraksi dan bereaksi m elingkupi negara-bangsa dan t at anan dunia. Ia m em persoalkan t ak hanya isu dan aspirasi yang berdim ensi lokal, t et api juga regional dan universal. Fundam ent alisme it u sendiri bisa bersifat m oderat dan radikal. Bagi M oussalli, “t o radical funda-ment alism, t aw hid becomes a just ificat ion for t he dominat ion of ot hers; t o moderat e fundamen-t alism, ifundamen-t becomes a jusfundamen-t ificafundamen-t ion for not being dominat ed by ot hers” .15 [bagi fundam ent alism e radikal, m enjadikan t auhid sebagai pem benaran bagi pendominasian t erhadap yang lain; (adapun) fundam ent alisme m oderat , m en-jadikan t auhid bukan unt uk m endom inasi yang lain].
Kekerasan agam a sering disebut juga dengan radikalism e agam a. Secara et im ologis,
15
Ahm ad S M oussali dalam buku M oderat e and Radical Islamic Funda-ment alism: The Quest for M odernity, Legit imacy, and t he Islamic Stat e (1999).
ism e berasal dari kat a radix, yang berart i akar. Orang-orang radikal adalah seseorang yang m eng-inginkan perubahan t erhadap sit uasi yang ada dengan m enjebol sam pai ke akar-akarnya. Sebuah kam us m enerangkan bahw a “ se-orang radikal adalah sesese-orang yang m enyukai perubahan-per-ubahan cepat dan m endasar da-lam hukum dan m et ode-met ode pem erint ahan” (a radical is a person who favors rapid and sw eeping changes in laws and met hods of government ). Jadi radikalism e dapat dipahami seba-gai suat u sikap at au posisi yang m endam bakan perubahan t erha-dap st at us quo dengan jalan m enghancurkan st at us quo secara t ot al, dan m enggant inya dengan seseuat u yang baru, yang sam a sekali berbeda. Biasanya cara yang digunakan bersifat revolusioner, art inya m enjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drast is lew at kekeraan (violence) dan aksi-aksi yang ekst rem .16
Secara sosiologis radikalism e kerap m uncul ket ika m asyarakat m engalam i anom i at au kesen-jangan ant ara nilai-nilai dengan
16
46 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 pengalam an, dan para w arga m
a-syarakat m erasa t idak m em punyai lagi daya unt uk m engat asi kesen-jangan it u, sehingga radikalism e dapat m uncul ke perm ukaan. Tent u banyak fakt or yang m en-dorong m unculnya radikalism e. Sosiolog M ax Rudd m engingat kan bahw a fungsi polit ik yang kon-front at if dapat m endorong proses radikalism e. Weber m elihat radi-kalism e dalam kont eks polit ik m assa. Kapit alime yang m ula-m ula begit u opt imis t erhadap m asa depan m anusia, kem udian t elah m enim bulkan suasana rut init as-rit ualist is, yang sangat m onot on dan fat alism e, dan t elah m enyeret m anusia ke penjara besi (iron cage) yang t anpa jiw a, t anpa nurani. Kapit alisme t elah m e-nyebabkan m anusia t eralienasi (t erasing) dan m endorong godaan radikalism e sebagai solusi ut opis. Pudarnya ikat an kelom pok prim er dan kom unit as lokal, t ergusurnya ikat an parokial m enurut Daniel Bell dalam The End of Ideology
juga dapat m endorong m unculnya radikalism e. Sedangkan dalam ist i-lah Sigm und Freud, yang dapat m endorong m unculnya gagasan radikalism e adalah apa yang dia sebut sebagai m elancholia, yait u
kejengkelan m endalam yang m enyakit kan (a profoundly painful deject ion).
Berkait an dengan ist ilah Islam m oderat , ist ilah ist ilah “ m oderat ”
(moderat e) berasal dari bahasa Lat in ‘moderare’ yang art inya “ m engurangkan at au m eng-kon-t rol” . Kam us The American Her-it age Dict ionary of t he English Language m endefinisikan m ode-rat e sebagai: (1) not excessive or ext reme (t idak melampau/ ekt rim) (2) t emperat e (sederhana) (3) average; mediocre (purat a; seder-hana) (4) opposed t o radical view s or measures (berlawan dengan radikal dari segi pendapat -pen-dapat at au langkah-langkah).17
Islam m oderat dalam bahasa Arab diam bil dari ist ilah Islam w asat hiyah. M enurut M uham -m ad I-m arah, sering disalahartikan. Dalam bukunya, “ M a’rakah al-M usht halahat bayna al-Gharb w a al-Islam” . Ist ilah “ al-w asat hiyah” dalam pengert ian Islam m encer-m inkan karakt er dan jat idiri yang khusus yang dimiliki oleh m anhaj (jalan/ pegangan) Islam dalam pe-m ikiran dan kehidupan; dalape-m pandangan, pelaksanaan, dan
17
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 47 penerapannya. Sikap wasat hiyah
Islam adalah sat u sikap penolakan t erhadap ekst rim is dalam bent uk kezalim an dan kebat hilan. Ia t idak lain t idak bukan m erupakan cerm inan dari fit rah asli m anusia yang suci dan belum t ercem ar dengan pengaruh-pengaruh nega-t if. Um anega-t yang adil dan um anega-t pilihan adalah ‘ummat an w asat ha’
(um at pert engahan). Unt uk saat ini, t erjem ahan “umat perte-ngahan” at au “umat yang adil dan pilihan” m ungkin lebih t epat daripada istilah “ um at m oderat ” , kerana t erlalu banyak kesam aran dalam ist ilah “ m oderat ” yang digunakan oleh Barat dan kaum sekular-liberal ket ika ini. M akna
“ ummat an wasat han” , um at pert engahan, um at yang adil, um at yang m enjadi saksi at as um m at yang lain, dengan m e-nyam paikan risalah Islam kepada seluruh um at m anusia. Dengan pandangan dan sikap ‘w asatha’,
set iap M uslim dilarang m elakukan t indakan ‘t at harruf’ at au ekst rim dalam m enjalankan ajaran aga-m a.18
Dengan demikian dapat disim pulkan bahw a Islam m oderat
18
w w w.hidayat ulah.com
it u m erupakan sikap keber-agam aan yang mengam bil jalan t engah dan t idak ekst rem . Sikap keberagam aan sepert i ini t idak m enyet ujui jalan kekerasan dalam m em perjuangkan cit a-cit a dan ideal-ideal Islam dan lebih m em ilih jalan dam ai, sikap t oleran, m eng-hargai pluralit as, dan m em andang Islam sebagai pem baw a perda-m aian (rakhperda-m at ) bagi segenap alam . Sedangkan Islam radikal sebaliknya mengam bil jalan ekt rem , m em bolehkan kekerasan, dan cenderung m engklaim Islam sebagai kebenaran t unggal yang harus diprakt ekkan secara kaffah
sesuai dengan prakt ek m asa lalu.
Indo-48 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Pengertian Jihad. Secara
har-fiah jihad berart i m em berikan yang t erbaik, m engeluarkan t ena-ga unt uk m encapai t ujuan. Secara definit if, jihad berart i m elakukan yang t erbaik unt uk m enegakkan hokum Allah, m em bangun dan m enyebarkannya. Dari sudut pan-dang syariah, jihad berart i m e-law an m ereka yang t idak berim an dengan Islam . Jihad ini t erkenal dengan nam a jihad fi sabilillah
(berjuang di jalan Allah). M enurut Im am Sam udra, pengert ian-pe-ngert ian ijt ihad di at as sesuai dengan kesepakat an para ulam a salaf al-saleh t erut am a m azhab em pat . Pendapat nya it u juga sesuai dengan ulam a amilin
(ulam a yang mem prakt ekkan).20 Bom Bali I=jihad fi sabilillah. Aksi Bom Bali m erupakan pem
nesia; Lihat juga Abdul Azis alias Im am Sam udra alias Qudam a, Aku M elawan Teroris, Edit or Bam bang Sukirno, Solo: Jazeera, 2004). Dipenjara dan dipi-dana m at i karena didakw a sebagai pelaku Bom Bali 2002. Selam a di penjara ia menulis m em oarnya, Aku M elaw an Teroris.
20
M uhamm ad Haniff Hassan, Pray to Kill (Jakart a: Grafindo, 2006), hlm. 11-12.
balasan kekuat an kolonial yang t elah m enyerang kaum m uslim in yang t idak berdaya. Hal ini sesuai dengan ayat : “ Dan perangilah kaum m usyrikin it u sem uanya sebagaim ana m erekapun mem e-rangi kam u, (w ahai orang-orang yang bert akw a), sem uanya dan ket ahuilah bahw asannya Allah besert a orang-orang yang ber-t akw a.” (Q.S. 9:36).21
Dibolehkannya membunuh orang-orang sipil sebagai balas dendam.22 M enurut Im am Sa-m udra diperbolehkan Sa-m eSa-m bunuh orang-orang sipil t erm asuk pada bom Bali I sebagai respon um at Islam yang m enyadari dan m e-m ahae-m i arti dari e-mee-m bela harga diri m ereka. Walaupun hukum dasar m em bunuh at au m enyerang penduduk sipil adalah haram da-lam hal ini m em bunuh w anit a dan anak-anak; m enghancurkan t ana-m an; ana-m eana-m bunuh orang t ua dan m ereka yang m enyem bah Tuhan, t et api karena AS dan sekut unya juga t elah m elam paui bat as dengan m em bunuh kaum m uslim t erm asuk w anit a dan anakanaknya, m aka m enyerang dan m em -bunuh penduduk sipil kaum
21
Ibid, hlm. 12-13. 22
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 49 penjajah m erupakan t indakan
se-t im pal dan adil. Ayase-t Al-Qur’an m enegaskan: “ Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang m e-m erangi kae-m u, (t et api) janganlah kam u m elam paui bat as, karena Sesungguhnya Allah t idak m nyukai orang-orang yang m e-lam paui bat as.” (Q.s. 2: 190). Firm an-Nya lagi: “ Barangsiapa yang menyerang kam u, m aka seranglah ia, seim bang dengan serangannya t erhadapm u. Bert ak-w alah kepada Allah dan ket a-huilah, bahw a Allah besert a orang-orang yang bert akw a. Dan jika kam u m em berikan balasan, M aka balaslah dengan Balasan yang sam a dengan siksaan yang dit im -pakan kepadam u. Akan t et api jika kam u bersabar, sesungguhnya It ulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (Q.s. 16:126).
Perang it u kejam , dan darah m engucur, t et api ket idakadilan t idak bisa dibiarkan t anpa hukum -an. Tindakan kaum m usyrikin yang m elam paui bat as dan kejam harus dilaw an, w alaupun peperangan sering t idak disukai oleh m anusia. Perang m elaw an kaum kafirin (AS dan sekut u-sekut unya) harus dilakukan sebagai kew ajiban agar
kedudukan seim bang. Demikian kat a Im am Sam udra seraya m e-ngut ip firm an Allah: “ Diw ajibkan at as kam u berperang, padahal berperang it u adalah sesuat u yang kam u benci. boleh Jadi kam u m em benci sesuat u, padahal ia Am at baik bagim u, dan boleh jadi (pula) kam u m enyukai sesuat u, padahal ia amat buruk bagim u; Allah m enget ahui, sedang kam u t idak m enget ahui” . (Q.s. 2: 216).23
Tahapan Jihad.24 Im am Sa-m udra Sa-m engklaiSa-m bahw a operasi Bom Bali I dilakukan dengan m em perhat ikan t ahapan jihad. Ia m erujuk pada buku Tarbiyah Jihadiyah karya Syekh Asy Syahid Abdullah Azzam dan Tafsir Ibn Kat sir. Tahapan jihad adalah: Per-t ama, t ahapan m enahan diri. M e-nahan diri sebagaim ana diprakt ek-kan oleh Rasulullah dan kaum m uslim in ket ika m erasakan siksa-an kaum m usyrikin. Walaupun penganut Al-Kit ab (Yahudi dan Krist en) sert a kaum M usyrik m elakukan pem kasaan kepada kaum M uslim , kaum M uslim diperint ahkan shalat , zakat , dan m em aafkan kekejam an m ereka (Q.s. 2:109; 4:77). Ini adalah
23
Ibid, hlm. 17. 24
50 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 periode kafful yad, yait u periode
m enahan diri. Tahapan kedua adalah Diizinkan berperang, yait u apabila penyiksaan dan kekejam an sem akin bert am bah sebagaim ana
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 51
“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, da-bayangan pedang-pedang” (H.R. Bukhari dan M uslim ). bahkan m engandung perint ah jihad secara opensif. Jihad itu ha-rus dilakukan oleh kaum dapat pem benaran pada beberapa hadit s dan ayat Al-Qur’an. Ia nusia yang m engorbankan dirinya unt uk m encari keriudhaan Allah…” (Q.s. 2:207). Karena it u, m enurut
25
52 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 nya operasi bunuh diri, ist imat a
at au ist isyhad adalah sah. Bahkan bila merujuk pada Ibn Nuhas, aksi dem ikian m enurut Im am Sam udra bahkan sangat dianjurkan.26
M enurut M uham m ad Haniff Hassan pengarang Pray t o Kill, ada beberapa pandangan ulam a yang m irip dengan pandangan Im am Sam udra. Di ant ara pandangan yang m irip berasal dari M ajid Khudduri, Abdul Karim Zaidan dan Sayyid Qut b yang mem bagi dunia ini kepada Dar al-Islam (negeri Islam) dan Dar al-Harb (negeri Perang). Perspekt if ini m elahirkan, dalam pandangan Im am Sam udra, kaw an dan law an at au perspekt if “ binary” , di m ana Dar al-Islam di-w ajibkan berperang meladi-w an Dar al-Harb.27
Tanggapan M uhammad Haniff Hassan28
M enanggapi dalil-dalil dan pendapat Im am Sam udra di at as,
26
Ibid, hlm. 28. 27
Ibid, hlm. 37. Lihat juga M ajid Khudduri, Perang dan Damai dalam Islam; dan Sayyid Qut b, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an dan M a’alim al-Thariq.
28
M uhamm ad Haniff Hassan, Pray to Kill (Jakart a: Grafindo, 2006), hlm. 33-97.
ke-M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 53 hidupan m anusia sem uanya. dan
Sesungguhnya t elah dat ang kepa-da m ereka Rasul-rasul Kam i dengan (m em baw a) ket erangan-ket erangan yang jelas, kem udian banyak diant ara m ereka sesudah it u sungguh-sungguh m elam paui bat as dalam berbuat kerusakan dim uka bum i.” Prinsip keem pat t idak ada paksaan dalam ber-agam a (Q.s.2:256) dan ayat : “ Dan jikalau Tuhanm u menghendaki, t ent ulah berim an sem ua orang yang di m uka bum i seluruhnya. M aka Apakah kam u (hendak) m em aksa m anusia supaya m ereka m enjadi orang-orang yang ber-im an sem uanya” (Q.s. 10:99). Kelim a, Islam m em perbolehkan pernikahan dengan perem puan ahli kit ab (Q.s. 5:5). Tujuan pernikahan adalah dalam rangka m encapai cint a dan ket enangan bukan perm usuhan dan keben-cian. Keenam , Islam m ew ajibkan kepada M uslim unt uk m endak-w ahkan ajaran Islam dengan hikm ah dan pelajaran yang baik (Q.s. 16:125) dan bukan dengan rasa benci dan perm usuhan. Ke-t ujuh, Allah m encipKe-t akan m anusia berbedabeda, t erm asuk keragam -an akidah d-an agam a. Nam un keragam an it u t idah m enjadi
sum ber konflik, t et api kesem pat an unt uk saling m engenal (Q.s. 49:13).
M uham m ad Haniff Hassan juga m erujuk pada Syekh Faisal Waw lawi m engenai beberapa t ipe relasi M uslim dan non-M uslim : Perkenalan, hidup berdam pingan
(co-exist ence), dan saling m em -bant u. 29 M uham m ad Haniff bin Hassan juga menanggapi ayat -ayat Al-Qur’an yang digunakan Im am Sam udra unt uk m em banarkan perbuat annya. M enurut M uham -m ad Haniff bin Hassan ayat -ayat al-Qur’an yang dipakai Im am Sam udra t idak sesuai dengan kont eks dari pew ahyuannya. Im am Qurt hubi dan At -Tabari m enunjukkan pandangan M ujahid bahw a (“ M usuhm u) t idak akan berhent i m em erangi kam u (2:217) diw ahyukan karena kekejam an suku Quraisy M ekah t erhadap M uslim.30
Ayat -ayat Al-Qur’an yang digunakan Im am Sam udra set elah dilakukan penelit ian dan m eng-ikut i m et odologi yang st andar sehingga t idak sem barangan da-lam m enerapkannya. M isalnya ayat m engenai perint ah perang,
29
Ibid, hlm. 45-48. 30
54 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 dalam aplikasinya dan cont oh
m asa Nabi dan Khulafaur Rasyidin t idak set iap individu boleh m e-nyat akan keadaan perang t et api deklarasi perang it u dilakukan oleh Negara at au khalifah. Jadi, ayat -ayat Al-Qur’an diaplikasikan t idak sem barangan nam un ada prose-dur-prosedur dan m et odologinya. Pandangan yang m ukt abar dari m ayorit as ulam a bahw a sem ua ayat m engenai jihad (t erm asuk yang dijadikan dalil oleh Im am sam udra), t idak dapat diint er-pret asikan sendiri-sendiri. Sem ua ayat m engenai jihad dalam Al-Qur’an perlu dipelajari secara m enyeluruh unt uk m em peroleh pengert ian yang sebenarnya. Ayat Al-Qur’an yang m em erint ahkan m em erangi kaum m usyrikin, m i-salnya Q.s. 9:36), “ Dan perangilah kaum m usyrikin it u sem uanya sebagaim ana m ereka mem erangi kam u..” , t idak dapat digeneralisir t erhadap sem ua non-M uslim sepert i Ahli Kit ab, nam un ayat ini bert alian dengan kaum M usyrikin Quraisy sebagaim ana dalam asbab al-nuzul-nya ayat t ersebut . Bah-kan w alaupun t erhadap kaum M usyrikin pun bila t erikat pada perjanjian dilarang mem erangi m ereka sebagaim ana firm an-Nya:
“ Kecuali orang-orang m usyrikin yang kam u t elah mengadakan perjanjian (dengan m ereka) dan m ereka t idak m engurangi sesuat u pun (dari isi perjanjian)m u dan t idak (pula) m ereka m em bant u seseorang yang m em usuhi kam u, M aka t erhadap m ereka it u pe-nuhilah janjinya sam pai bat as w akt unya. Sesungguhnya Allah m enyukai orang-orang yang bert aqw a” (Q.s. 9:4).
M engenai pem bagian dunia m enjadi Dar al-Islam (Negara Islam) dan Dar al-Harb (Negara Perang) m enurut Tariq Ram adan dalam bukunya To Be a European M uslim, konsep t ersebut t idak dit em ukan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Keduanya sebenarnya t idak berakar pada sum ber-sum ber dasar Islam yang prinsip-prinsipnya dipersem bahkan bagi seluruh dunia (lil ‘alamin), m e-nem bus bat as w akt u dan geografis.31 Bila pun ada pem -bagian wilayah t ersebut t idak berart i harus m em buat perm u-suhan dengan non-M uslim . Tariq Ram adan juga mengat akan bahw a konsep Dar al-Islam dan Dar al-Harb sudah t idak sesuai dalam
31
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 55 dunia yang t elah berubah m enjadi
sebuah desa dan perubahan yang sem akin kom pleks….adalah m us-t ahil unus-t uk us-t erus berpegang ke-pada pandangan lam a yang bersifat sim plist ik dan ‘binary’. Perspekt if dem ikian bias m em -baw a kepada kesalahan yang besar dalam m enganalisa dunia hari ini.32
Dem ikianlah t anggapan M uham m ad Haniff Hassan t erhadap pendapat Im am Sam udra t ent ang jihad dan bom bunuh diri.
Sejak Im am Sam udra m e-luncurkan buku m em oirnya, Aku M elawan Teroris, Krit ikan dat ang dari berbagai pihak bahkan dari orang-orang yang selam a ini dikat egorikan Islam garis keras sepert i Jafar Um ar Thalib dan Abu Bakar Ba’asyir. Int i kritikan dari kedua orang ini adalah bahw a karena kurangnya ilm u dalam bi-dang agam a m aka Im am Sam udra bisa saja “ sesat ” dalam pendapat -pendapat nya t ent ang jihad dan bom Bali. Akibat em osi yang t idak didukung dengan ilm u maka m en-jerum uskan dia kepada berbagai penyim pangan-penyim pangan
32
Ibid, hlm. 81.
m aham an yang demikian parah dan inilah sesungguhnya bukt i bahw a sungguh besar dosa ket ika orang yang berilm u t et api t idak beram al dengan ilm unya at au orang yang beram al t et api t idak didasarkan am alnya it u at as ilm u”33
Jihad M enurut Ibn Rusyd dan Imam Taqiyddin Abu Bakar
Ibn Rusyd dalam Bidayah al-M ujt ahid fi Nihayah al-al-M uqt ashid
m enjelaskan t ent ang jihad. Ia m engident ikan jihad dengan
33
56 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 rang. Ia m enjelaskan t ugas
ber-jihad dan pelakunya, siapa yang w ajib berjihad, yang boleh diram pas, syarat perang, hukum berdam ai, t ujuan m em erangi orang kafir dan m engenai hart a ram pasan perang. M enurut Ibn Rusyd, hukum berjihad m enurut ijm a ulama adalah fardhu kifayah, bukan fardhu ‘ain. Sedang m e-nurut Abdullah bin al-Hasan ada-lah sunat . Fardhu kifayah ber-dasarkan Q.s. 9: 122): “ Tidak sepat ut nya orang-orang m ukm in it u pergi sem uanya ke m edan perang” . Adapun yang w ajib berjihad it u adalah orang m er-deka, dew asa, m am pu, sehat , t idak berpenyakit kronis dan izin orang t ua. Adapun m engenai sya-rat perang adalah perang dapat dilaksanakan apabila orang kafir yang akan diperangi it u t elah m enerim a dakw ah Islam dan ajakan it u dilakukan berulang-ulang. Apabila m ereka menolak m aka boleh diperangi. Pihak m us-limin juga boleh m elakukan perdam aian bila langkah dam ai t ersebut m em baw a m aslahat bagi kaum m uslim. Dem ikian pula boleh m engikat perjanjian yang m enurut Syafi’i m aksim al sepuluh t ahun. Adapun t ujuan peperangan
adalah agar m ereka m au m asuk Islam at au m au m em bayar jizyah
(Q.s. 9:29). 34
Sebagaimana Ibn Rusyd dari m azhab M aliki, Imam Taqiyuddin Abu Bakar dari m azhab Syafi’i juga m engident ikan jihad dengan pe-rang. M em ang dalam kit ab-kit ab fiqih, nam paknya jihad ident ik dengan perang. M enurut Im am Taqiyuddin jihad adalah fardhu kifayah sebagai kalau fardhu ‘ain akan t erbengkalai urusan penghi-dupan dan pert anian, dan run-t uhlah Negara. Jihad di sini adalah m enjaga bat as-bat as negeri de-ngan m ede-ngangkat sejum lah orang unt uk m em pert ahankan diri dari serangan m usuh. Jihad di sini berart i depensif. Kedua, pem e-rint ah (im am ) m em asuki negeri kafir dengan dengan m engirim pasukan dan orang-orang Islam yang mem enuhi syarat . Set idak-nya w ajib m engadakan jihad set ahun sekali at au lebih bila diperlukan. Demikian ket erangan Im am Taqiyuddin dalam kit abnya
Kifayah al-Akhyar.35
34
Ibn Rusyd, Bidayah al-M ujtahid w a Nihayah al-M uqtashid, Bab Jihad.
35
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 57 Bila m erujuk pada hukum
jihad m enurut dua ulam a di at as dan juga ulam a-ulam a lainnya, m aka jihad hukum nya fardhu ‘ain
sebagaim ana dikem ukakan oleh Im am Sam udra36 t idak ada dasar-nya dalam fiqih. Bila jihad diart i-kan sebagai perang dan hukum nya fardhu ‘ain (kew ajiban set iap individu), m aka urusan lain akan t erbengkalai karena set iap orang berangkat ke m edan perang. Pendapat Im am m engenai hukum jihad (qit hal) fardhu ‘ain juga t idak ada dasarnya dalam Al-Qur’an, sunnah dan ijm a para ulam a baik it u ulam a salaf (t erdahulu) m au-pun ulam a khalaf (belakangan). Jihad M enurut Gamal al-Banna
Dalam bukunya Jihad,37 Gam al al-Banna bahw a t elah t erjadi kesalahpaham an yang m e-nem pat kan bahw a jihad sam a de-ngan qit al. Padahal, ant ara jihad dengan qit al jelas berbeda m akna-nya. M akna jihad m enunjukkan kandungan t ert ent u yang m emiliki pengert ian sebagai sebuah alat at au t ujuan yang bisa m eng-hant arkan pada t ujuan ibadah,
36
M uhamm ad Haniff Hassan, Pray t o Kill, hlm , 113.
37
Gamal al-Banna, Jihad, (Yogya-kart a: M at a Air Publishing, 2006).
yait u kebebasan berakidah dan kebebasan diri. Sem ent ara qit al
yang berart i “ pem bunuhan” m eru-pakan perbuat an m enum pahkan darah, m enyia-nyiakan hidup, dan m em pecundangi orang lain.
Gam al Al Banna m engat akan bahw a sem ua kat a jihad yang ada dalam alquran adalah m engacu pada m akna m encurahkan sege-nap usaha. M akna ini t idak t erbat as pada salah sat u bidang dengan m eninggalkan bidang yang lain, bahkan m akna ini m est i dijadikan sebagai sebuah prinsip hidup, pedom an, karakt er, sert a perilaku dan prinsip t ersebur sa-ngat sesuai dengan prinsip jihad yang t erdapat dalam Islam. Beliau berpendapat bahw a jihad dengan cara yang dilakukan dengan pe-rang sebagaim ana yang pernah t erjadi pada m asa nabi adalah m erupakan sebuah “ kew ajiban yang t elah hilang”(al faridhah al gharibah).38
Yang m enarik, dalam pan-dangan Gam al al-Banna, jihad hari ini t idaklah m engharuskan kit a unt uk m at i di jalan Allah, akan t e-t api bagaim ana supaya kie-t a bisa hidup di jalan Allah. Jihad pada
38
58 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 m asa aw al-aw al islam , baik m asa
kenabian, khulafaur rasyidin ada-lah m enghadapi kekuat an kisra dan kekaisaran dengan paham kast a yang m em buat rakyat t ert indas. Sehingga jihad paling pent ing w akt u it u adalah m e-ngem balikan hak kem erdekaan rakyat dengan berpolit ik dengan m enum bangkan penjajahan yang dilakukan oleh kaum penindas, sem ent ara saat ini jihad yang t epat unt uk kit a perjuangkan adalah pem bebasan negeri dan rakyat dari cengkeram an subordi-nasi ekonom i, ket erbelakangan, ket erpurukan sert a bagaim ana bisa menyikapi arus globalisasi. Karena it u bila m ot t o m asa dahulu “siapa yang mau berbaiat padaku untuk mati di jalan Allah” , m aka m ot t o jihad sekarang adalah “sia-pa yang mau baiat “sia-padaku untuk hidup di jalan Allah” .39
Jihad M enurut Yusuf Qardhaw i40 Yusuf Qardhaw i t erm asuk dalam jajaran ulam a m oderat , t api sering m enjadi rujukan para pe-ngikut salaf. Dalam bukunya Fiqih
39
Gamal al-Banna, ibid., hlm. 196.
40
Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, (Bandung: M izan, 2010).
Jihad. Dalam bukunya yang di-nyat akan lahir dari kegelisahan Qardhaw i t erhadap aksi-aksi keke-rasan selam a ini dinyat akan pen-dapat -penpen-dapat Qardhaw i menge-nai jihad. ” Oleh karena it u, saya condong unt uk t idak m em perluas cakupan fi sabilillah dengan m en-cakup seluruh perbuat an baik dan berm anfaat , sebagaim ana saya juga tidak mempersempit cakup-annya sehingga tidak terbatas ke-pada jihad yang berarti pepe-rangan secara militer saja. Ka-dang-kadang jihad it u m eng-gunakan pena dan lisan seba-gaim ana juga m enggunakan pe-dang dan t om bak. Kape-dang-kape-dang jihad berbentuk pemikiran, pen-didikan, sosial, ekonomi atau politik sebagaimana kadang ber-upa militer.
Juga berkat a,” Sesungguhnya yang t erpent ing dan pert am a kali dianggap fi sabililillah saat ini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh unt uk mem ulai kehi-dupan Islami dan benar, dit e-rapkan di dalam nya seluruh hu-kum Islam baik it u aqidah, pe-m ahape-m an, syiar-syiar, akhlaq dan adat ist iadat / budaya.
-M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 59 pusat dakw ah, unt uk m enyeru
kepada agam a Islam yang benar, m enyam paikan risalahnya kepada selain kaum m uslimin di seluruh benua di dunia ini yang m ana berbagai agam a dan aliran saling bert arung adalah jihad fi sabilillah. Pandangan Yusuf Qardhaw i m engenai jihad yang bukan saja dalam art i perang mengangkat senjat a, m endapat kan banyak kri-t ik apalagi kekri-t ika Yusuf Qardhaw i m enyebut kelom pok Al-Qaeda sebagai pihak yang paling ber-t anggung jaw ab aber-t as m enyebar-nya Islam garis-keras di Dunia Islam. Qardhaw i secara t erang-t erangan m engecam sikap Al-Qaeda yang menyat akan perang secara t erbuka kepada dunia. M enurut para pengkritiknya bah-w a at as dasar-dasar Al Qur’an, As sunah dan pendapat para ulam a salaf yang m enyim pulkan m akna syar’i dari kat a jihad adalah pe-rang m elaw an ope-rang-ope-rang kafir. Ini m akna asasi dan pokok dari kat a jihad. M eski dem ikian ada m akna lain dari kat a jihad ini sepert i jihad m elaw an haw a nafsu, jihad dengan lisan, hart a dan m akna sekunder lainnya.41
41
ht t p:/ / w w w .oocit ies.com / t au_ jih/ c-jhdqardawi.htm.
Nam un apabila kit a m em baca buku Fiqih Jihad karya Yusuf Qardhaw i, beliau t idak m eng-ingkari jihad dalam art i qit hal
(perang). Jihad dalam art i perang m em ang diakui oleh Islam , nam un hal it u t idak m eniadakan anjuran Islam unt uk m enebarkan per-dam aian dan sebisa m ungkin m enghindarkan orang-orang m us-lim dari peperangan sert a m eng-hindari m ot if-m ot if perang dem i pem aksaan agam a dan sem at a-m at a perang dea-mi a-m ot if eko-nom i.42 Selain it u ada syarat -syarat lain melakukan perang sebagai-m ana dirinci dalasebagai-m kit ab-kit ab fiqih.
Dalam kait annya dengan bom bunuh diri, Yusuf Qardhaw i bah-kan m engabsahbah-kan bom bunuh diri (ist isyhadiyyah) khusus di Palest ina sebagai perlaw anan t er-hadap zionis Israel.43 Yusuf Qar-dhaw i m enegaskan:
“ Prakt ik bom bunuh diri (istisy-hadiyyah) yang dilakukan kelom -pok-kelom pok perlaw anan Pa-lest ina unt uk m elaw an
42
Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad (Bandung: M Izan, 2010), hlm . 325-350.
43
60 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 dukan Zionis, t erm asuk ke dalam
bent uk t eror (irhab) yang dila-rang dengan alas an apapun, w alaupun yang m enjadi korban adalah penduduk sipil. Hal ini dapat dibenarkan dengan bebe-rapa alas an sebagai berikut : Pert ama, rakyat Israel yang telah m elew at i m asa kanak-kanak, baik lakilaki m aupun perem -puan adalah m iliter seluruhnya yang bias dipanggil pada saat perang. Kedua, rakyat Israel m e-m iliki kekhasan dari e-m asyarakat lainnya, yakni m asyarakat aggre-ssor yang dat ang dari luar w ilayah unt uk m enduduki t anah air yang bukan m ilik m ereka. Ket iga, bahw a syariat Islam m enyebut sifat non-M uslim de-ngan dua sifat , yakni yang berdam ai at au yang m em erangi. Zionis m erupakan non-M uslim yang m em erangi at au harbiyyun (m usuh yang m em erangi) yang w ajib pula diperangi. Keempat , bahw a para ahli fiqih sepakat t ent ang bolehnya m em bunuh sesam a M uslim yang dijadikan perisai hidup dan menem pat kan m ereka di barisan depan. Jika m em bunuh orang-orang Islam t ak berdosa yang dipaksa m elin-dungi musuh saja dibolehkan m aka m em bunuh non-M uslim unt uk mem bebaskan t anah kaum M uslim dari penjajahan orang-orang zalim lebih pant as
dan lebih layak unt uk diboleh-kan. Kelima, dalam perang m o-dern seluruh rakyat dim obilisasi unt uk membant u perang sehing-ga dapat mensehing-galahkan m usuh-nya t erm asuk bom bunuh diri yang dilakukan rakyat t erjajah diperbolehkan. Keenam, dalam kondisi darurat di m ana t idak m em iliki senjat a yang dapat m engancam dan membinasakan m usuh, m aka “ bom manusia” , yakni pem uda yang m em baw a bom dan meledakkan diri di sam ping musuhnya, it u diper-bolehkan.”44
Dem ikian pendapat Yusuf Qardhaw i m engenai bom bunuh diri di Palest ina. Yusuf Qardhaw i m em peringat kan bahw a aksi bom bunuh diri di t em pat lain dengan m enganalogikan kondisi di Pales-t ina Pales-t idak pada Pales-t em paPales-t nya dan t idak dapat dit erim a oleh syari-’at .45 Dengan dem ikian, bila m e-rujuk pada pendapat Yusuf Qardhaw i it u, aksi bom bunuh diri di Indonesia at au di t em pat lain selain Palest ina/ Israel t idak sesuai dengan syari’at Islam.
44
Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, hlm. 898-901.
45
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 61 Kesimpulan
Im am Sam udra m engem u-kakan bahw a “ jihad” it u berart i perang m elaw an orang-orang kafir yang dapat dilakukan secara defensif dan opensif. Ia m endasarkan “ ijt ihad” nya pada ayat -ayat Al-Qur’an dan hadit s-hadit s Nabi M uham m ad saw . M enu-rut nya, kew ajiban jihad it u t et ap berlaku sam pai kem ung-karan lenyap dari m uka bum i dan t egaknya keunngulan agam a Allah di at as agam a-agam a lainnya. Di m asa kini, kaum M uslim w ajib berperang t erut am a di saat um at Islam berada dalam kekejam an “ kaum kafirin” Am erika dan sekut u-sekut unya. Dunia t erbelah m enjadi Dar al-Islam dan Dar al-Harb dan kaum M uslim yang berada di Dar al-Islam mem erangi kaum kafir yang berada di Dar al-Harb sam pai m ereka m engakui kebenaran Islam dan berada di dalam w ilayah kekuasaan Dar al-Islam.
“ Ijt ihad” Im am Sam udra berikut dalil-dalilnya dibant ah oleh M uham m ad Haniff Hassan dalam bukunya Pray t o Kill. M enurut nya, ayat -ayat yang dipakai Im am Sam udra unt uk m em benarkan aksi Bom Bali I t idak sesuai dengan
kont eksnya dan t erlalu m en-generalisir karenanya t idak sesuai dengan m et odologi para ulam a m ayorit as. M enurut nya pula, bah-w a ayat -ayat Qur’an dan juga hadit s-hadit s Nabi saw. Hen-daknya dit afisrkan secara benar dan kom prehensif sehingga akan diperoleh t afsiran yang sebenar-nya m engenai jihad. Selain it u, “ ijt ihad” Im am Sam udra yang m enem pat kan non-M uslim secara keseluruhan sebagai m usuh yang harus diperangi bert ent angan dengan prinsip-prinsip Islam yang m engajarkan kedamaian, t ole-ransi, m enghargai perbedaan dan m enjadi rahm at bagi seluruh alam . Nam paknya sanggahan M . Haniff Hassan juga didukung oleh Gam al al-Banna dalam bukunya
Jihad dan Yusuf Qardhaw i dalam bukunya Fiqih Jihad. Baik Gam al al-Banna m aupun Yusuf Qardhaw i t idak set uju kalau jihad hanya dim aknai sebagai perang (qit hal).
M em ang diakui bahw a para ulam a ahli fiqih sepert i Ibn Rusyd dan Im am Taqiyuddin m engident ikkan jihad dengan perang (qithal),
62 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 m akna khash (khusus), yakni
perang. Bila ist ilah jihad dimaknai hanya sebagai qit hal, m aka akan m enghilangkan m akna jihad se-cara um um t adi yang jelas-jelas bahw a dalam Al-Qur’an dan hadit s jihad bukan saja perang t et api juga m em iliki m akna yang lain, seprt i jihad m elaw an haw a nafsu, m enunt ut ilm u sebagai jihad, dan sebagainya. M enurut Ibn Qayyim , jihad it u ada jihad m elaw an haw a nafsu, jihad m elaw an syet an, jihad m em erangi kaum kafir dan m una-fik, dan jihad m elaw an kezalim an dan kefasikan.46
Selain it u, bila jihad hanya dim aknai perang akan m em -perkuat kesan negat if t erut am a dari dunia Barat , bahw a jihad ident ik dengan perang at au kekerasan. Dengan demikian, sem akin m em perkuat cit ra Islam sebagai agam a yang disebarkan dengan “ pedang” , mengedepan-kan kekerasan, m ensahkan t indakan t eror (ihrab) t erut am a m ensahkan bom bunuh diri.
Bom bunuh diri menurut Yusuf Qardhaw i diperbolehkan hu-kum nya khusus di Palest ina. Adapun m enurut Im am Sam udra
46
Yusuf Qardhaw i, Fiqih Jihad, hlm. 78-83.
bom bunuh diri di m anapun orang kafir berada m erupakan t indakan yang sah, bahkan dianjurkan sebagai “ jihad” m elaw an “ orang kafir” . Nam un m enurut Islam m oderat sepert i Yusuf Qardhaw i dan Gam al al-Banna, bom bunuh diri ala Im am Sam udra cs. sebagai t indakan yang t idak ada dasarnya dari sum sum ber Islam , ber-t enber-t angan dengan ijber-t ihad para ulam a m ayorit as dan t idak sesuai dengan nilai-nilai kem anusiaan sert a m isi Islam sebagai agam a yang cint a dam ai, t oleran dan rahm at bagi segenap m anusia.
Wallahu a’lam.
Daft ar Rujukan
Azis, Abdul alias Im am Sam udra alias Qudam a, Aku M elawan Teroris,
Edit or Bam bang Sukirno, Penerbit Jazeera, 2004.
Al-Banna, Gam al, Jihad, Jakart a: M at a Air Publishing, 2006.
Al-Husaini, Im am Taqiyuddin Abu Bakar bin M uham m adi, Kifayah al-Akhyar, (dit erjemahkan oleh K.H.
Syarifuddin Anwar dan K.H.
M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 63 Jilid 2, Surabaya: Bina Ilm u, Tanpa
Tahun.
Arm st rong, Karen, Berperang Demi Tuhan: Fundament alisme dalam Islam, Krist en dan Yahudi, penerjem ah Sat rio Wahono, M u-ham m ad Helmi, dan Abdullah Ali, Jakart a: Seram bi, Bandung: M izan, 2001.
Barr, Jam es, Fundament alisme, Jakar-t a: PT BPK Gunung M ulia, 1996. Bellah, Robert N., Beyond Belief
Esei-esei t ent ang Agama di Dunia M odern, Jakart a: Param adina, 2000.
Hassan, M uham m ad Haniff, Pray t o Kill, Jakart a: Grafindo Khazanah Ilm u, 2006.
Ibn Rusyd, M uham m ad, Bidayah al-M ujt ahid wa Nihayah al-al-M uq-t ashid, Bab al-Jihad, Beirut : Dar al-Jiil, 1409 H./ 1989 M .
Im arah, M uham m ad, Fundamen-t alisme Dalam PerspekFundamen-t if BaraFundamen-t dan Islam, Gem a Insani Press, 1999.
M ahendra, Yusril Ihza, M odernisme dan Fundament alisme dalam Polit ik
Islam, Jakart a: Param adina, 1999. M oussali, Ahmad S., M oderat e and
Radical Islamic Fundamentalism: The Quest for M odernit y, Legit -imacy, and t he Islamic St at e, 1999.
Qardhaw i, Yusuf, Fiqih Jihad, Ban-dung: M izan, 2010.
Qut b, Sayyid, M ilest ones, dit erje-m ahkan dari edisi Arab, M a’alierje-m al-Thariq, M akt abah Publishers, 2007.
Qut b, Sayyid, In t he Shade of t he
Qur'an, dit erjem ahkan dari edisi Arab Fi Zilal al-Qur’an oleh M .A. Salahi and A.; A. Sham is, M ark-field,
Leicest er, and Nairobi, Kenya: The Islamic Foundat ion 1999.
Rahm an, Fazlur, Gelombang Peru-bahan dalam Islam: St udi t ent ang Fundament alisme Islam, Jakart a: Rajaw ali Press, 2000.
Sagiv, David, Islam Ot ent isit as Liberalisme, Yogyakart a: LKis, 1995.
Tibi, Bassam , The Challenge of Funda-ment alism: Polit ical Islam and t he New World Disorder, Berkeley, Los Angeles, London: Universit y of California Press, 1998.
64 M aslahah, Vol.1, No. 1, Juli 2010 Jakart a: PT RajaGrafido Persada,
1997.
w w w .oocit ies.com / t au_jih/ c-jhdqardaw i.ht m .