• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLASI TERHADAP PENERBITAN SUKUK

(STUDI KASUS ANTARA TAHUN 2015-2017) ILHAM ADRIANSAH SARWONO

15830039

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

A. Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini industri keuangan mengalami peningkatan yang cukup pesat, terutama di sektor keuangan syariah. Hal ini tidak mungkin disertai dengan sebab, keinginan masyarakat yang sadar ingin menerapkan halal lifestyle. Hal itu menyebabkan bertambahnya jumlah investor yang memilih sektor syariah yang sedang mengalami tren naik yang cukup bagus. Pemerintah menyadari perkembangan yang terjadi dalam sektor ini memutuskan untuk melebarkan sayapnya dalam industri keuangan syariah (pasar modal syariah). Menurut data yang diterbitkan oleh OJK, perkembangan sukuk dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang signifikan.

Gambar 1. Perkembangan Sukuk dari tahun 2012-2017

(2)

perkembangan ini. Maka dari itu penulis ingin mengangkat judul “Pengaruh Indeks Harga Konsumen dan Inflasi terhadap penerbitan sukuk (studi kasus antara tahun 2015-2017).

B. Landasan Teori

Sukuk dalam bahasa arab berasal dari kata sakk, sukuk, sakaik. Menurut (ISRA,2012:390) Sukuk secara nyata digunakan dalam bentuk surat berharga yang mewakili kewajiban pembiayaan yang berasal dari perdagangan dan kegiatan komersial lainnya. Saat ini sukuk dijadikan sebagai surat yang menjamin dana sebuah proyek. Menurut (AAOIFI Standars No.17) secara istilah, suku atau obligasi syariah adalah sertifikat yang bernilai sama yang mempresentasikan bagian kepemilikan yang yang tidak terbagi atas suatu aset berwujud, nilai manfaat aset dan jasa atau atas kepemilikan aset dari suatu proyek atau kegiatan investasi tertentu. Sementara menurut DSN-MUI dalam fatwa No.32/DSN-MUI/IX/2002 memberikan definisi sukuk yaitu suatu surat berharga jangka panjang yang berdasarkan prinsip syariah dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah, mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa hasil/margin fees serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi merupakan salah satu indikator yang menurut penulis mempengaruhi keputusan investor untuk menginvestasikan sejumlah dananya ke dalam sukuk. Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan akan ditemukan seberapa besar pengaruh kedua variabel ini dalam penerbitan sukuk.

C. Metodologi

Penelitian ini bersifat kuantitatif yang dimana dalam memperoleh data yang terukur dan bersifat deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian adalah seumber data sekunder yang diperoleh dari dokumen dan laporan tahunan yang telah didokumentasikan oleh instansi atau perusahaan yang terkait dalam sumber literatur, internet, dokumentasi, dan data pendukung lainnya.

(3)

Y=a+b1x1+b2x2

Keterangan :

Y = Perkembangan penerbitan sukuk X1 = Indeks Harga Konsumen X2 = Inflasi

D. Hasil Perhitungan

Output dari hasil regresi dapat dijelaskan bahwa model regresi 1 didapatkan Rsquare sebesar .754 atau dalam arti lain dapat diterjemahkan sebagai 75,4% variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat dan 24,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dapat dijelaskan oleh penulis. Lalu dari tabel Rsquare terdapat angka 0.569 dimana angka ini menjelaskan bahwa penerbitan sukuk sebesar 56,9% dipengaruhi oleh variabel bebas dan sisanya 42,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak tercantum dalam penelitian ini. Uji Normalitas

Y

(4)

Uji Heterokedastisitas

Hasil perhitungan uji Glejser terlihat memiliki nilai signifikansi lebih dari α=5 . Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heterokedastisitas dalam model regresi setelah melihat grafik scatterplot sehingga model regresi layak untuk digunakan.

Uji Signifikansi

 Indeks Harga Konsumen berpengaruh terhadap perkembangan penerbitan sukuk. Dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 hal ini dapat diartikan bahwa Indeks Harga Konsumen berpengaruh signifikan dengan arah yang negatif terhadap Perkembangan Penerbitan Sukuk

 Pengaruh Inflasi memiliki pengaruh terhadap perkembangan penerbitan sukuk. Dengan nilai Sig mencapai 0.193 > 0.05. hal ini dapat diartikan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan penerbitan sukuk.

Pembahasan

Pengaruh Indeks Harga Konsumen Terhadap Penerbitan Sukuk

Dari hasil pengujian regresi yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa indeks harga konsumen berdampak signifikan terhadap penerbitan sukuk dan berpengaruh negatif.

Pengaruh Inflasi Terhadap Penerbitan Sukuk

Hasil uji regresi menunjukkan bahwa Inflasi mempunyai pengaruh yang menunjukkan ke arah positif namun tidak signifikan. Hal ini menjelaskan jika terjadi inflasi tidak mempengaruhi penerbitan sukuk.

Kesimpulan

(5)

kemampuan investor untuk membeli sukuk menurun, hal ini mngeakibatkan penurunan penerbitan sukuk.

Sedangkan Variabel Inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap naik/turunnya penerbitan sukuk

Saran

Untuk penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan untuk menambahkan variabel-variabel lain yang sekiranya mempengaruhi naik/turunnya penerbitan sukuk seperti nilai tukar, laporan keuangan perusahaan yang menerbitkan sukuk, volume perdagangan yang terjadi di sektor ekonomi.

Daftar Pustaka

Qoyum, Abdul. 2017. Lembaga Keuangan Islam di Indonesia. Yogyakarta. Elmatera Publishing.

Data Inflasi diperoleh dari https://www.bps.go.id/

Data Penerbitan Sukuk diperoleh dari

Gambar

Gambar 1. Perkembangan Sukuk dari tahun 2012-2017
tabel  Rsquare  terdapat  angka  0.569  dimana  angka  ini  menjelaskan  bahwa

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa nilai tukar (kurs) dan harga emas berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan koefisien regresi

Hal ini terlihat dari turunnya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 127,73 pada bulan September 2015 menjadi 127,68 pada bulan Oktober 2015 atau terjadi penurunan

Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -4,95 persen; kelompok makanan

Skripsi dengan judul : “Hubungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Impor Terhadap Inflasi di Indonesia Menggunakan Analisis Regresi Data Panel’’ yang merupakan

Deflasi di Kota Madiun terjadi karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen pada kelompok Bahan Makanan sebesar -1,56 persen; kelompok Kesehatan sebesar -0,02

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga emas dunia berpengaruh negatif yang signifikan terhadap indeks harga saham gabungan sektor pertambangan dan

Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada bulan Mei 2016 mengalami penurunan sebesar -0,02 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 118,67.. Penurunan

Inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh peningkatan indeks harga konsumen Kelompok Sandang sebesar 3,18 persen, Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,74