• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika dan Hukum MR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Etika dan Hukum MR"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

1. Aspek moral individu

2. Kode etik profesi

3. Prinsip ekonomi dan

bisnis

4. Norma dan tata nilai

masyarakat

(4)

Aspek Moral

Individu

(5)

Lanjut

an

Demikian

juga

halnya

dengan

praktisi

kehumasan.

Praktisi

kehumasan

harus

(6)

Kode Etik

Profesi

(7)

Lanjut

an

(8)

Lanjut

an

Perlu diingat, pada kode etik tidak

terdapat sanksi, dan yang berhak

untuk menyatakan apakah pelaku

melanggar kode etik atau tidak adalah

asosiasi profesi yang bersangkutan.

Tidak ada satu pihakpun di luar

asosiasi profesinya yang berhak untuk

menjatuhkan

sanksi

berkenaan

dengan pelanggaran terhadap kode

etik tersebut.

(9)

Lanjut

an

(10)

Prinsip dan Hukum

Ekonomi/Bisnis

Prinsip dan hukum ekonomi atau bisnis

berhubungan dengan kualitas dan

(11)
(12)

Norma & Tata Nilai dlm

Masyarakat

(13)

Lanjut

an

Ringkasnya, dalam berhubungan dengan media

atau media relations, dalam segala situasi dan

kondisinya, sebelum dan setelah terjadi

perubahan sebuah sistem, seperti dari sistem

yang cenderung berada dalam

continum

(14)

UU Hukum

Pidana

(15)

Lanjut

an

Dalam kitab UU Hukum Pidana (KUHP)

terdapat sejumlah fasal yang mengatur

kejahatan yang dapat dikategorikan

sebagai delik pers, delik aduan, seperti

berikut.

1. Delik penghinaan.

2. Delik penyebar kebencian

(16)

Delik penghinaan

Tentang delik penghinaan dikelompokkan kepada penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden RI, seperti berikut.

Pasal 137  

(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukan, atau

menempelkan di muka umum tulisan atau lukisan yang berisi penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden, dengan maksud supaya isi penghinaan diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika yang bersalah melakukan kejahatan pada waktu

menjalankan pencariannya, dan pada waktu itu belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka terhadapnya dapat

dilarang menjalankan pencarian tersebut.

(17)

Lanjut

an

Kemudian terhadap Raja atau Kepala Negara dari negara sahabat, seperti terlihat pada fasal 144 KUHP, sebagai berikut. Pasal 144

(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau

menempelkan dimuka umum tulisan atau lukisan yang berisi penghinaan terhadap raja yang memerintah, atau kepala

negara sahabat, atau wakil negara asing di Indonesia dalam pangkatnya, dengan maksud supaya penghinaan itu diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana

penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika yang bersalah melakukan kejahatan itu pada waktu

menjalankan pencarianya, dan pada saat itu belum lewat dua tahun sejak ada pemidanaan yang tetap karena kejahatan

(18)

Lanjutan

Selanjutnya terhadap Aparatur pemerintahan, diatur dalam fasal seperti berikut.

Pasal 207

Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau hadan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 208

(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum suatu tulisan atau lukisan yang memuat penghinaan

terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia dengan maksud supaya isi yang menghina itu diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama empat

bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (2) Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam

pencariannya dan ketika itu belum lewat dua tahun sejak adanya

pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka yang bersangkutan dapat dilarang menjalankan pencarian

(19)

Delik penyebaran kebencian

Diatur dalam fasal 154, 155, 156, dan 157

KUHP, seperti berikut.

Pasal 154

Barang siapa di muka umum menyatakan

perasaan permusuhan, kebencian atau

penghinaan terhadap Pemerintah

Indonesia, diancam dengan pidana

penjara paling lama tujuh tahun atau

(20)

Lanjutan

Pasal 155

(1)

Barang

siapa

menyiarkan,

mempertunjukkan

atau

menempelkan

tulisan atau lukisan di muka umum yang

mengandung

pernyataan

perasaan

permusuhan, kebencian atau penghinaan

terhadap Pemerintah Indonesia, dengan

maksud supaya isinya diketahui atau lebih

diketahui oleh umum, diancam dengan

pidana penjara paling lama empat tahun

enam bulan atau pidana denda paling

banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(21)

Lanjutan

Pasal 156

(22)

Lanjutan

Dan Pasal 157

(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan

atau menempelkan tulisan atau lukisan di

muka umum, yang isinya mengandung

pernyataan perasaan permusuhan, kebencian

atau penghinaan di antara atau terhadap

golongan-golongan rakyat Indonesia, dengan

maksud supaya isinya diketuhui atau lebih

diketahui oleh umum, diancam dengan pidana

penjara paling lama dua tahun enam bulan

atau pidana denda paling hanyak empat

rupiah lima ratus rupiah.

(23)

Delik penghinaan terhadap golongan

(24)

Penodaan terhadap agama

Juga terdapat atau termuat dalam

fasal 156 KUHP.

(25)

Delik kesusilaan/pornograf

Tentang delik kesusilaan/pornograf diatur dalam fasal 282 KUHP, seperti berikut.

Pasal 282

(26)

Lanjut

an

(2) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau

menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau

benda yang melanggar kesusilaan, ataupun barang siapa

dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau

ditempelkan di muka umum, membikin, memasukkan ke

dalam negeri, meneruskan mengeluarkannya dari negeri,

atau memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara

terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa

diminta, menawarkan, atau menunjuk sebagai bisa

diperoleh, diancam, jika ada alasan kuat baginya untuk

menduga bahwa tulisan, gambazan atau benda itu me!

anggar kesusilaan, dengan pidana paling lama sembilan

bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima

ratus rupiah.

(27)

Lanjut

an

(28)

THANK YOU

dan

TERIMA

KASIH

Dr. Fal. Harmonis,

Referensi

Dokumen terkait

(1) Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau gambar, sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan suatu rekaman sehingga terdengar oleh

408 (1) Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, yang

(4) Setiap orang dilarang menyiarkan, memperdengarkan, mempertontonkan atau menempelkan tulisan, suara atau rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film,

(2) Setiap orang menyiarkan, memperdengarkan, mempertontonkan atau menempelkan tulisan, suara atau rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu,

Setiap Orang di muka umum yang menyatakan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia dipidana dengan

Pasal 285 RUU KUHP 2013 “Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan rekaman sehingga

Barang siapa yang menyiarkan, mempertunjukan kepada umum atau menempelkan atau untuk disiarkan, dipertunjukan kepada umum atau ditempelkan, membuat, memasukkan ke dalam

(1) Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau gambar, sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan suatu rekaman sehingga terdengar oleh