KLASIFIKASI KEMENTRIAN DAN LEMBAGA
REPUBLIK INDONESIA KABINET KERJA DALAM
MEWUJUDKAN 4 TUJUAN NEGARA INDONESIA
BERDASARKAN PEMBUKAAN UUD RI 1945
Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah
Keuangan Negara dan Daerah Kelas A Inderalaya
Oleh:
SUHARTINI
07011281621078
Dosen Pengampu:
DR. HJ. LILI ERINA, M.SI
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tulisan ini yang berjudul “Kalsifikasi Kementrian dan Lembaga Republik Indonesia Kabinet Kerja dalam Mewujudkan 4 Tujuan Negara Indonesia Berdasarkan Pembukaan UUD RI 1945”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang penulis alami dalam penyusunan tulisan ini, tetapi saya berhasil menyelesaikannya tepat pada waktunya.
Selain itu, tulisan ini saya buat guna memenuhi tugas mata kuliah “Keuangan Negara dan Daerah”. Dalam tulisan ini, dijelaskan mengenai tiga puluh empat kementrian periode kabinet kerja Jokowi-JK serta lima lembaga Republik Indonesia yang dibawahi oleh Kementrian.
Semoga tulisan ini dapat menjadi tulisan yang bermanfaat bagi penulis sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan, serta bagi pembaca sebagai bahan kajian selanjutnya dan informasi. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penulisan makalah ini, khususnya kepada orang tua yang telah memberikan semangat hidup dan belajar bagi penulis, dosen pengampu mata kuliah Keuangan Negara dan Daerah, Ibu Dr. Hj. Lili Erina, M.Si yang tak henti-hentinya memberikan arahan dan pengetahuan baru bagi penulis, teman-teman yang selalu mendukung kegiatan penulis, serta sahabat-sahabat setia yang selalu memberi motivasi dan canda tawa.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Indralaya, 26 Oktober 2017
Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan Penulisan...2
1.4 Manfaat Penulisan...2
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tugas Negara...3
2.2 Kementrian dan Lembaga yang Menjalankan Tugas Negara...4
2.3 Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga dalam Menjalankan Tugas Negara...5
2.4 Alat-Alat yang Digunakan Kementerian/Lemabaga dalam menjalankan Tugas Negara...34
2.5 Anggaran Kementerian/Lembaga dalam menjalankan Tugas Negara...41
2.5.1 Total Anggaran Kementerian/Lembaga dalam menjalankan Tugas Negara 54 BAB III: PENUTUP 3.1 Kesimpulan...56
3.2 Saran...61
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945, khususya pada pembukaan UUD RI 1945 pada alenia keempat yang berbunyi:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraaan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social, maka dissusunlah Kemerdakaan Bangsa Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia …”
Bangsa Indonesia tentu membutuhkan alat yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut. Dalam hal ini, sejak masa pemerintahan Soekarno sampai dengan Presiden RI ketujuh, Ir. Joko Widodo, Indonesia memiliki kementriian-kementrian, lembaga-lembaga, dan/atau badan-badan yang bertugas untuk ewujudkan tujuan Bangsa Indonesia.
Tanpa alat atau badan terssebut, akan sulit mewujudkan cita-cita bangsa jika hanya dengan seruan-seruan tertulis tannpa gerakan. Maka dari itu pada era pemerintahan Jokowi 2014-2019, telah membentuk dan beberapa kali me reshuffle Kabinet Kerjanya, yang terakhir adalah menghasilkan tiga puluh empat (34) Kementrian yang terdiri dari tiga puluh satu (30) mentri dan empat (4) mentri coordinator, sserta lima lembaga yang dibawahi olehnya. Maka, sudah jelaslah kemana tujuan bangsa tersebut akan dibawa oleh kementrian-kementrian serta lembaga-lembaga yang telah dibentuk untuk mewujudkan cita-cita bangsa tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa tugas Negara Indonesia?
2. Siapa saja kementerian dan lembaga yang menjalankan tugas tersebut? 3. Apa saja program dan kegiatan masing-masing kementrian dan lembaga
4. Apa saja alat yang digunakan kementrian dan lembaga untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut?
5. Berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan masing-masing kementrian dan lembaga dalam menjalankan tugas Negara?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tugas-tugas Negara Indonesia.
2. Untuk mengetahui kementrian dan lembaga yang menjalankan tugas Negara.
3. Untuk mengetahui program dan kegiatan masing-masing kementrian dan lembaga dalam menjalankan tugas Negara.
4. Untuk mengetahui alat yang digunakan kementrian dan lembaga untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut.
5. Untuk mengetahui anggaran yang dikeluarkan masing-masing kementrian dan lembaga dalam menjalankan tugas Negara.
1.4 Manfaat Penulisan 1. Manfaat Teoritis
Agar dapat memahami pengklasifikasian kementrian dan lembaga RI masa jabat Presiden Jokowi-JK, juga sebagai bahan belajar, ilmu pengetahuan dan informasi bagi penulis.
2. Manfaat Praktis
Agar dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa, menjadi acuan informasi mengenai kementrian dan lembaga RI, serta menjadi bahan kajian untuk mahasiswa ilmu administrasi Negara lain yang ingin menulis perihal tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Melindungi
terlihat atau tidak kena angin, panas, dan sebagainya. Sedangkan melindungi sendiri menurut KBBI adalah menutupi supaya tidak terlihat atau tampak, tidak kena panas, angin, atau udara dingin, dan sebagainya atau dapat diartikan dengan menyelamatkan (memberi pertolongan dan sebagainya) supaya terhindar dari mara bahaya.
Berdasarkan definisi tersebut melindungi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menjaga, merawat, memelihara, memberi kemanan ataupun menyelamatkan suatu hal termasuk bangsa, hak, alam, kekayaan,kedaulatan, dan hal lainnya, dimana perlindungan tersebut telah diatur didalam undang-undang dan telah memiliki jaminan serta kepastian hukum agar hal yang dilindungi itu terhindar dari bahaya yang dapat mengancam serta merusaknya.
2.2 Mensejahterakan
Pengertian mensejahterakan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata sejahtera, yaitu se-jah-te-ra aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan); sedangkan me-nye-jah-te-ra-kan adalah membuat sejahtera; menyelamatkan (mengamankan dan memakmurkan dan sebagainya); dan ke-se-jah-te-ra-an sendiri memiliki arti hal atau keadaan sejahtera;keamanan, keselamatan, ketentraman.
Sedangkan pengertian mensejahterakan menurut Undang-Undang No.11 Tahun 2009, kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
Dari beberapa pengertian diatas saya dapat menyimpulkan pengertian mensejahterakan adalah mengacu kepada keadaan komunitas atau masyarakat luas yang telah mengalami pemenuhan kebutuhan dan penghidupan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya.
2.3 Mencerdaskan
berpikir, mengerti, dan sebagainya). Mencerdaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengusahakan dan sebagainya supaya sempurna akal budinya, menjadikan cerdas.
Mencerdaskan adalah salah satu tugas negara yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa memiliki pengertian bahwa setiap warga negara harus memiliki kehidupan yang baik dengan dibekali pendidikan yang setinggi-tingginya. Semua warga negara harus mengenyam pendidikan. Apabila semua warga negara Indonesia bisa mengenyam pendidikan dan memiliki pengetahuan yang luas, maka Indonesia pun akan maju sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dari dulu. Penulis menyimpulkan bahwasanya mencerdaskan adalah sesuatu hal yang dapat mengubah pola pikir manusia melalui dunia pendidikan yang dapat menambah ilmu pengetahuan melalui pengajaran ilmu eksak maupun sosial yang didapat melalui pendidikan.
2.4 Menertibkan
Menertibkan merupakan kata kerja yang berarti mengatur, merapikan, dan menjadikan tertib,menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tertib adalah teratur menurut aturan dan rapi, sopan,sepatutnya serta peraturan yang baik. Sehingga disimpulkan bahwa, tertib adalah sebuah peraturan, budaya dan dilakukan dengan baik oleh masyarat sehingga terciptanya sebuah keadaan damai, nyaman, dan teratur yang manfaatnya tentu dapat dirasakan semua pihak.
BAB II
PEMBAHASAN
dari tujuan Negara Indonesia, serta penulis juga akan membahas tentang program dan kegiatan dari kementerian dan lembaga terserbut beserta alat dan anggarannya.
2.1 Tugas Negara
Tugas Negara dapat juga disebut dengan suatu kewajiban yang harus dipenuhi dan dilakukan oleh Negara dalam melaksanakan suatu pemerintahan yang baik. Tugas Negara Republik Indonesia terdapat di dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, pada alenia ke-4 yang berbunyi :
“… Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa terdapat 4 tugas Negara Indonesia yaitu :
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia
2.2 Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas Negara
atas 4 (empat) Menteri Koordinator dan seorang Sekretaris Negara, 30 (tiga puluh) Menteri.
Susunan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia telah dilakukan penyempurnaan sesuai dengan aspirasi rakyat, sehingga mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang sangat jelas terlihat pada kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebelum UUD 1945 diamandemen, kedudukan MPR berada lebih tingggi dari lembaga-lembaga tinggi lainnnya. Namun, setelah UUD 1945 mengalami amandemen kedudukan MPR disejajarkan dengan lembaga-lembaga tinggi lainnnya, seperti DPR, MA, DPA, BPK, dan Presiden
Kementrian dan Lembaga yang memiliki fungsi untuk menjalankan tugas Negara tersebut antara lain :
A. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Melindungi 1. Kementrian Luar Negeri
2. Kementrian Pertahanan
3. Kementrian Hukum dan HAM 4. Badan Intelejen Negara 5. Tentara Nasional Indonesia
6. Kepolisian Negara Republik Indonesia 7. Lembaga Sandi Negara
8. Badan Kemanan Laut
9. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
B. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Mensejahterakan 1. Kementrian Dalam Negeri
2. Kementrian Keuangan 3. Kementrian Perindustrian 4. Kementrian Perdagangan
5. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 6. Kementrian Ketenagakerjaan Indonesia
7. Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 8. Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional
9. Kementrian Badan Usaha Milik Negara 10. Kementrian Kesehatan
11. Kementrian Sosial 12. Kementrian Agama
13. Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia
14. Badan Nasional Penanggulangan Bencana 15. Kementrian Energi dan Sumber daya Mineral 16. Kementrian Perhubungan
17. Kementrian Pariwisata
19. Kementrian Pertanian
C. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Mencerdaskan 1. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Kementrian Pemuda dan Olahraga
3. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia D. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Menertibkan
1. Kepolisian Negara Republik Indonesia 2. Kementrian Kelautan dan Perikanan 3. Kementrian Komunikasi dan Informatika 4. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
5. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2.3 Program dan kegiatannya dalam melaksanakan tugas Negara
A. Kementrian dan Lembaga yang Menjalankan Tugas Negara Melindungi 1. Kementrian Luar Negeri
A. Program
1. Program Costumer Perspective
a. Organisasi dan tata kelola yang baik
b. Sistem informasi manajemen yang integritas c. Peningkatan engagement pegawai
2. Program Process Perspective
a. Implementasi talent management
b. Pengelolaan anggaran yang optimal dan akuntabel
c. Pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi yang baik dan efektif
d. Dukungan manajemen teknis sarana dan prasaranan yang memadai e. Meningkatnya dukungan strategis kepada pimpinan
f. Pengelolaan informasi Birokrasi kemenlu yang baik 3. Learning dan Growth Perspective
a. Implementasi talent Management di sekretariat jenderal b. Organisasi dan tata kelola yang baik di sekretariat jenderal c. Peningkatan engagement pegawai di sekretariat jenderal
d. Pengelolaan anggaran yang optimal dan akuntabel di sekretariat jenderal
B. Kegiatan
1. Pelayanan hukum administrasi dan dukungan teknis lainnya Kementrian dan Perwakilan
2. Pelayanan dukungan substansi, administrasi dan dukungan teknis lainnya untuk menteri dan wakil menterri
3. Pengelolaan sumber daya manusia Kementrian Luar Negeri 4. Pengelolaan Keuangan Kementrian Luar Negeri
5. Penyusunan perencanaan dan penguatan organisasi Kementrian Luar Negeri
7. Dukungan teknologi informasi dan komunikasi Kementrian Luar Negeri dan Perwakilan
8. Peningkatan kualitas sumber daya manusia Kementrian Luar Negeri dan kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomatik
9. Peningkatan sarana dan prasarana Kementrian Luar Negeri 2. Kementrian Pertahanan
A. Program
1. Melanjutkan pembangunan pertahanan negara yang konsisten terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan NKRI serta Bhineka Tunggal Ika dengan mengikuti kebijakan politik negara dalam bentuk peraturan perundang-undangan dengan menganut prinsip demokrasi, supermasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diraktifikasi
2. Melanjutkan pembangunan Postur Pertahanan Militer yang diarahkan pada perwujudan MEF TNI, dengan tetap mengacu pada konsep pengembangan postur ideal TNI yang telah direncanakan dalam jangka panjang, meliputi modernisasi Alutsista, pemeliharaan dan perawatan, pengembangan organisasi dan pemenuhan sarana prasarana yang di dukung kemampuan industri pertahanan dan profesionalisme, serta peningkatan kesejahteraan
3. Memantapkan kerjasama dengan negara-negara sahabat guna diplomasi pertahanan sesuai peraturan perundang-undangan dalam kerangka pengembangan kemampuan (capacity building) dan meningkatkan peran aktif dalam peacekeeping operation (PKO) berupa pengerahan kekuatan TNI untuk tugas perdamaian dunia di bawah PBB
4. Mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing melalui peningkatan peran KKP dalam merumuskan kebijakan nesional industri pertanahan
5. Mendukung pembangunan karakter bangsa dalam rangka revoliusi mental melalui pembinaan kesadaran dan kemampuan bela negara guna mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam bela negara.
B. Kegiatan
2. Melakukan analisa perkembangan lingkungan strategis untuk memperkirakan hakikat ancaman guna mendukung pembangunan poros maritim dunia
3. Memperhatikan struktur piramida TNI, pembinaan karier bagi prajurit dan PNS, pembinaan hukum serta peningkatan tata kelola aset dan anggaran yang efektif
4. Pengadaan satelit komunikasi pertahanan yang mandiri, terpenuhinya informasi publik bidang pertahanan negara dan peningkatan profesionalisme SDM beserta sarana prasarana pendukungnya
5. Meningkatkan sistem pengendalian internal (SPI), penguatan Reformasi Birokrasi, dan percepatan realisasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)
6. Pemenuhan MEF TNI yang didukung oleh industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing, peningkatan kemampuan mobilitas berupa alat angkut berat dan daya tempur TNI serta penyiapan pasukan siaga terutama untuk penanganan bencana alam, bantuan kemanusiaan, pengamanan wilayah perbatasan, dan untuk tugas-tugas misi pemeliharaan perdamaian dunia serta keaddaan darurat lainnya.
7. Menyelenggarakan pengawasan dan pengamanan terhadap objek vital nasional yang bersifat strategis terhadap berbagai ancaman
8. Mewujudkan pembinaan kesadaran bela negara (PKBN) melalui sosialisasi, pendidikan dan latihan serta kerja sama antara Kementrian Pertahanan, K/L, Pemda, dan komponen bangsa lainnya dalam menyelenggarakan program pembentukan kader bela negara di lingkungan pemukiman, pendidikan dan pekerjaan dalam upaya pencapaian target pembentukan kader Bela Negara.
3. Kementrian Hukum dan HAM A. Program
1. Program dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
3. Program peningkatan dan pengawasan aparatur Kementrian Hukum dan HAM
4. Program administrasi Hukum umum
5. Program pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan
6. Program peningkatan pelayanan dan penegakan hukum keimigrasian 7. Program pembinaan dan penyelenggaraan HKI
8. Program pembentukan Hukum 9. Program pemajuan HAM
10. Program pembinaan Hukum Nasional
11. Program penelitian dan pengembangan Kemenkumham 12. Program pendidikan dan pelatihan aparatur Kemenkumham B. Kegiatan
1. Mewujudkan dukungan manajemen di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM
2. Meningkatkan kualitas pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM
3. Layanan jasa administrasi Hukum umum dan pengembangan Hukum Internasional di Indonesia
4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelaksanaan sistem pemasyarakatan
5. Meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan keimigrasian, pengawasan, dan penindakan keimigrasian yang berkepastian hukum 6. Sistem kekayaan Intelektual yang mendorong pertumbuhan ekonomi
dan daya saing bagus
7. Mewujudkan peraturan perundangan yang baik dan berfungsi secara efektif di masyarakat dalam rangka sistem hukum nasional
8. Meningkatkan pembangunan HAM di Indonesia
9. Melaksanakan pembinaan dan pembangunan hukum nasional
10. Mewujudkan pemanfaatan hasil penelitian dibidang hak asasi manusia sebagai bahan perumusan kebijakan dan bahan pembentukan peraturan perundang-undangan
11. Meningkatkan kualitas pengembangan kompetensi aparatur Kementrian Hukum dan HAM dan peningkatan kompetensi aparatur penegak hukum dan petugas instansi terkait melalui diklat secara terpadu.
4. Badan Intelejen Negara A. Program
3. Penyelesaian masalah dengan program Soft Approach
4. Program pembangunan zona integritas 5. Perekrutan personil
B. Kegiatan
1. Melakukan berbagai pembenahan, penguatan dan perubahan mindset dan culture set terdiri dari revisi statuta, struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), peraturan kehidupan taruna (Perduptar), dll.
2. Menandatangani nota kesepakatan (MoU) kerja sama antara Badan Intelejen Negara bersama Kementrian Dalam Negeri, dalam rangka menemukan dan membongkar jaringan teroris kelompok radikal, dan sindikat pelaku kejahatan ekonomi, maupun kejahatan lainnya.
3. Menggunakan soft power dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. 4. Menciptakan wilayah bebas korupsi, birokrasi bersih dan melayani
melalui reformasi birokrasi.
5. Membangun integritas individu dan integritas organisasi di lingkungan kerja.
6. Perekrutan 1000 personil baru untuk BIN daerah 5. Tentara Nasional Indonesia
A. Program
1. Program Bidang Strategi Operasi
2. Bidang Doktrin Operasi dan Petunjuk 2017 3. Program Operasi Militer untuk Perang (OMP) 4. Program Operasi Militer Selain Perang (OMSP) 5. Program pengamanan wilayah
6. Program pengamanan pulau-pulau kecil terluar 7. Program pengamanan objek vital
8. Program pengamanan VVIP
9. Program pemeliharaan perdamaian dunia B. Kegiatan
1. Menyusun Rentinkon Kotamaops TNI 2017
2. Penyusunan Doktrin Operasi Dukungan AL, AU, AD pada Opsgab TNI 3. Menyiapkan kekuatan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI
untuk menindak ancaman di daerah yang tidak dapat diatasi oleh kekuatan kewilayahan.
4. Operasi pengamanan wilayah perbatasan darat dan laut.
5. Pengamanan pulau Rondo, pulau Berhala, Pulau Sekatung dan pulau Nipah
6. Pengamanan objek vital Nasional yang bersifat strategis 7. Pengaanan Intalansi/istana-istana
8. Misi UNIFIL di Lebanon
6. Kepolisian Negara Republik Indonesia A. Program
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepolisian 2. Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepolisian 3. Pengembangan Strategis Keamanan dan Ketertiban 4. Peberdayaan Potensi Keamanan
5. Pemeloiharaan Kamtibmas
6. Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana 7. Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban
8. Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan B. Kegiatan
1. Penanggulangan 4 kejhatan yang marak dan kejahatan yang menjadi sasaran prioritas
2. Kerjasama inter departemen untuk penyelesaian kasus kejahatan
3. Kerjasama dengan lembaga internasional untuk penyelesaian kasus kejahatan internasional
4. Restrukturisasi detasemen khusus 88/Anti Teror 5. Pembangunan INAFIS
6. Pembangunan PUSIKNAS
7. Manajemen mutu dan manajemen kinerja
8. Pengembangan sistem pengaduan elektronik (SMS dan Email) 9. Peningkatan kapasitas litbang polri
10. Perbaikan Sistem Pendidikan Polri 7. Lembaga Sandi Negara
A. Program
1. Terjaminnya layanan sistem keamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara (information assurance)
2. Tersedianya informasi hasil analisis penyandian yang berhubungan dengan kepentingan negara
3. Meningkatkan pemanfaatan peralatan sandi karya mandiri yang handal dan dapat menjamin perlindungan informasi milik pemerintah atau negar.
B. Kegiatan
2. Kompetensi SDM dalam bidang persandian yang belum sesuai kualifikasi kompetensi
3. Mwmwnuhi kwpuasan layanan operasional pengamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara
4. Laporan intelejen hasil analisis penyandian yang disampaikan dalam rangka pengambilan keputusan oleh stakeholder yang berkaitan dengan pertanahan dan keamanan nasional
8. Badan Keamanan Laut A. Program
1. Pilar Capacity Building
2. Bakamla RI bebas narkoba 3. Global Border Committee (GBC) B. Kegiatan
1. Melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia
2. Memantau pelanggaran dan kecelakaan yang terjadi di wilayah perairan Indonesia
3. Melakukan pertemuan Coordinated Operations Control Committee
(CCOC)
4. Melakukan kerjasama dengan negara-negara anggota Head of Asian Coast Guard agencies Meeting (HACGAM)
5. Bekerjasama dengan BNN mengadakan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) 9. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
A. Program
1. Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak 2. Akhiri perdagangan manusia
3. Akhiri kesenjangan ekonomi B. Kegiatan
1. Penanganan dan pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak
2. Pembinaan dan pemberdayaan perempuan dan anak terhadap kekerasan 3. Membangun sistem deteksi anti perdagangan manusia (perempuan dan
anak)
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem deteksi anti perdagangan manusia
5. Memastikan setiap calon TKW mendapatkan pelatihan yang memadai 6. Memastikan K/L terkait program pelatihan bagi perempuan pelaku
usaha
8. Mengembangkan dukungan dana/sarana alternatif bagi perempuan inovator
B. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Mensejahterakan
1. Kementrian Dalam Negeri A. Program
1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementrian Dalam Negeri
2. Pengawasan internal Kementrian Dalam Negeri dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan daerah
3. Program pembinaan politik dan penyelenggaraan pemerintahan umum 4. Bina administrasi kewilayahan
5. Bina pemerintahan desa 6. Bina pembangunan daerah
7. Penataan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil 8. Bina otonomi daerah
9. Peningkatan kapasitas keuangan pemerintah daerah
10. Pengembangan sumber daya manusia aparatur pemerintahan dalam negeri
11. Penelitian dan pengembangan Kementerian Dalam Negeri 12. Pendidikan Kepamongprajaan
B. Kegiatan
1. Penataan produk hukum dan pelayanan bantuan hukum
2. Penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan reformasi birokrasi
3. Pengawasan fungsional pengelolaan keuangan dan kinerja Kementrian Dalam Negeri
4. Pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan dengan sasaran kegiatan yaitu terlaksananya penyusunan kebijakan fasilitasi dan dukungan bagi peningkatan peran organisasi politik dan kemasyarakatan.
5. Penyelenggaraan hubungan pusat dan daerah serta kerjasama daerah 6. Penataan dan administrasi pemerintahan desa
7. Pembinaan penyelenggaraan dan pembangunan urusan pemerintahan Daerah I, II, III, dan IV.
8. Pengelolaan informasi kependudukan
9. Evaluasi kinerja Daerah dan Peningkatan Kapasitas 10. Pembinaan perencanaan Anggaran Daerah
11. Standarisasi dan Sertifikasi
12. Penelitian dan pengembangan pembangunan dan Keuangan Daerah 13. Penyelenggaraan Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan 2. Kementrian Keuangan
1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementrian Keuangan
2. Program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kementrian Keuangan
3. Program pendidikan dan pelatihan aparfatur di bidang Keuangan Negara 4. Program pengelolaan Anggaran Negara
5. Program peningkatan kualitas hubungan keuangan pusat dan daerah 6. Program pengelolaan perbendaharaan negara
7. Program pengelolaan kekayaan negara, penyelesaian pengurusan piutang negara dan pelayanan lelang
8. Program perumusan kebijakan fiskal dan sektor keuangan 9. Program peningkatan dan pengamanan penerimaan pajak
10. Program pengawasan, pelayanan, dan penerimaan di bidang kepabeanan dan cukai
11. Program pengelolaan pembiayaan dan risiko B. Kegiatan
1. Pembinaan dan koordinasi pengelolaan SDM 2. Pembinaan dan pengawasan profesi keuangan 3. Pelaksanaan audit investigasi dan edukasi anti KKN
4. Pembangunan SDM melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keuangan negara di daerah
5. Pengelolaan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat (ABPP) 6. Pengembangan sistem penganggaran
7. Perumusan kebijakan, pembinaan, dan layanan dana perimbangan 8. Penyelenggaraan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran 9. Pengelolaan barang milik negara pada pengelola barang 10. Perumusan kebijakan APBN dan kebijakan ekonomi
11. Peningkatan kualitas pelayanan serta efektivitas penyuluhan dan kehumasan
12. Peningkatan pelaksanaan ekstensifikasi perpajakan 13. Peningkatan pelayanan kepabeanan dan cukai di daerah 14. Pelaksanaan evaluasi, akuntansi dan setelmen utang 3. Kementrian Perindustrian
A. Program
1. Program penumbuhan dan pengembangan industri kimia, tekstil, dan aneka
2. Program penumbuhan dan pengembangan industri berbasis agro
3. Program pertumbuhan pembangunan industri loga, mesin, alat transportasi, dan elektronika
4. Program peningkatan ketahanan dan pengembangan akses industri internasional
5. Program pengembangan teknologi dan kebijakan industri
8. Program pengembangan SDM industri dan dukungan manajemen kementrian perindustrian
9. Program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur kementrian perindustrian
B. Kegiatan
1. Kontribusi ekspor produk industri logam, kimia, tekstil dan aneka 2. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja di industri logam, kimia,
tekstil dan aneka
3. Meningkatkan produktivitas SDM industri berbasis Agro
4. Realisasi investasi di industri alat transportasi, mesin, elektronika, dan alat pertahanan
5. Kerjasama internasional bidang industri 6. Pemanfaatan rantai suplai blobal
7. Meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri
8. Meningkatkan kontribusi investasi sektor industri di Luar Pulau Jawa 9. Pembangunan sumber daya manusia industri
10. Menyediakan lembaga pendidikan dan pelatihan SDM industri 11. Penindaklanjutan hasil pengawasan yang telah diselesaikan 4. Kementerian Perdagangan
A. Program
1. Program Revitalisasi Pasar Rakyat
2. Peningkatan kreativitas dan kompetensi UMKM dan PMKM 3. Peningkatan ekspor untuk UMKM dan standar produk ekspor B. Kegiatan
1. Meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.
2. Kemendag memberikan arahan kepada pelaku UMKM dan PMKM untuk selalu mengutamakan kreatifitas dan inovasi dalam usahanya 3. Kemendag mengarahkan utk UMKM selalu meningkatkan ekspor ke
luar negeri dalam usahanya agar menguntungkan sebuah negara 5. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
A. Program
1. Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem 2. Pengendalian DAS dan Hutan Lindung
3. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan 4. Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan
5. Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia 6. Pengendalian Perubahan Iklim
7. Penegakan Hukum
8. Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 9. Planologi dan Tata Lingkungan
11. Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
12. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan
13. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian LHK
B. Kegiatan
1. Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, melalui Konservasi Spesies dan Genetik, Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, Pengelolaan Taman Nasional
2. Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, melalui Penyelenggaraan Pengembangan Persuteraan Alam, Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, Rehabilitasi Lahan, Perencanaan DAS, serta Pengendalian Kerusakan Perairan Darat
3. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan, melalui Peningkatan Usaha Hutan Produksi, Pembinaan Pengelolaan Hutan Produksi dan Industri Hasil Hutan
4. Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan , melalui Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Penanganan Konflik, Tenurial dan Hutan Adat
5. Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Perencanaan dan Pengembangan SDM, Penyelenggaraan Diklat Aparatur LHK, Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Kejuruan Kehutanan
6. Pengendalian Perubahan Iklim, melalui Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Adaptasi Perubahan Iklim
7. Penegakan Hukum, melalui Kegiatan Pencegahan dan Pengamanan Hutan,
8. Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Hutan, Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Tematik Unit Litbang LHK di Daerah, Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi.
10. Pengendalian Pencemaran Lingkungan, melalui Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Pengendalian Kerusakan Lahan Gambut,
6. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia A. Program
1. peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja 2. peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
3. pengembangan standarisasi kompetensi kerja dan pelatihan kerja 4. peningkatan kapasitas kelembagaan pelatihan kerja dan produktivitas 5. peningkatan kompetensi infrastrukur dan tenaga kepelatihan
6. pengembangan dan peningkatan penyelenggaraan pemagangan dalam dan luar negeri
7. Kementeroan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah A. Program
1. Program peningkatan daya saing UMKM dan koperasi
2. program Peningkatan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro B. Kegiatan
1. Pengembangan kewirausahaan
2. Peningkatan kualitas SDM koperasi dan UKM
3. Pengembangan standarisasi dan sertifikat SDM KUKM
4. Koordinasi perencanaan, pelaksanan dan monev urusan pengembangan SDM
5. pengembangan lembaga diklat dan kerjasama diklat -pendidikan dan pengembangan kebijakan di bidang KUMKM
6. pengembangan SDM Usaha Mikro
8. kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional A. Program
1. Penataan Ruang
2. Infrastruktur Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan
3. Hak Tanah, Pendaftaran Tanah dan Pemberdayaan Masyarakat 4. Pengaturan, Pemanfaatan dan Pengendalian
5. Pengadaan Tanah 6. Penanganan Sengketa
7. Pengorganisasian dan Sumber Daya
8. Pengawasan, Akuntabilitas dan Kendali mutu B. Kegiatan
1. penyusunan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria (NSPK) bidang penataan ruang, penyelesaian RTRWN dan RTR Kawasan Strategis Nasional
2. penyiapan Peta Dasar skala besar, pengukuran dan pemetaan bidang tanah selama lima tahun sebanyak 9 juta hektar
PRONA yang dibentuk oleh Menteri ATR/KBPN atau Kepala Kantor Wilayah
4. Pemanfaatan dan Pengendalian, diawali dengan IP4T yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bersama (ATR/BPN, Dalam Negeri, Kehutanan, PU‐Pera).
5. melalui bimbingan teknis kementerian ATR/BPN terhadap penyelenggaraan pengadaan tanah kepada instansi‐instansi yang memerlukan tanah, pemerintah daerah, dan jajaran ATR/BPN di Provinsi/Kabupaten/Kota terus.
6. melalui penyiapan model-model penanganan sengketa, inisiasi peradilan pertanahan, pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah incracht dan pemaparan perkara/sengketa secara mingguan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk penanganan perkara/sengketa
7. penataan SDM sesuai dengan Undang‐undang Aparatur Sipil Negara dengan melaksanakan Penataan Jabatan Fungsional, Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Kebijakan Moratorium Penerimaan PNS, dan Updating Database Pegawai.
8. penerapan sistim pengendalian intern secara kontinu dan konsisten akan menghasilkan performa dan predikat yang lebih dan makin baik, termasuk dalam upaya mempertahankan opini Laporan Keuangan
9. Kementerian Badan Usaha Milik Negara A. Program
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian BUMN
2. Program Pembinaan BUMN B. Kegiatan
1. Pembinaan Bumn Sektor Industri Agro dan Farmasi I dan II
2. Pembinaan BUMN Sektor Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata I, II, dan II
3. 6 Pembinaan BUMN Sektor Pertambangan, Industri Strategis dan Media I dan II
4. Pembinaan BUMN Sektor Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan I, II, dan III
5. Peningkatan Kualitas Perencanaan, Manajemen Kinerja , Sumber Daya Manusia , Organisasi dan Reformasi Birokrasi
6. Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum
8. Pengawasan dan Pemeriksaan Akuntabilitas Kementerian BUMN 9. Penelaahan Kebijakan Pimpinan
10. Kementerian Kesehatan A. Program
1. Indonesia Sehat 2. Nusantara Sehat (NS)
3. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care) B. Kegiatan
1. Menerapkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional- JKN.
2. Program Nusantara Sehat bertujuan untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di DTPK dan DBK juga mempunyai tujuan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK. 3. Pelayanan kesehatan harus sebagian besar dapat diselesaikan dilayanan
primer, menekan angka rujukan pelayanan kesehatan, menambah kapasitas SDM kesehatan untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan dipelayanan primer terutama terkait dengan kepastian diagnosa yang dirujuk, menciptakan teknologi informasi yg dapat menunjang kepastian diagnosa dilayanan primer, meningkatkan kemampuan SDM kesehatan, sarana dan prasarana penunjung seperti laboratorim dan penunjang lain dengan support kebutuhan bahan habis pakai yang memadai, memberikan insentif yang cukup dan berkeadilan antara kepulauan dengan padat peserta dengan peserta yang sedikit, menggunakan cara bayar lain yang tepat guna pada daerah tertentu sepeti daerah DTPK, berkeadilan dalam pemberikan dana insentif, Pusat dan provinsi sebagai penyeimbang yang dapat mendorong tenaga kesehatan pada daerah DTPK
11. Kementerian Sosial A. Program
1. Program Keluarga Harapan 2. Bantuan Pangan Non Tunai 3. Program Kessos Anak 4. ASLUT
1. perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)
2. bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH / pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA.
3. pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar anak
4. bantuan uang tunai bagi lanjut usia terlantar agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.
5. meningkatkan peran berbagai pihak dalam pemberdayaan KAT secara sinerji dan kemitraan.
12. Kementerian Agama A. Program
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya 2. Program Peningkatan Kerukunan Umat Beragama
3. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama
4. Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan 5. Program Pendidikan Islam
6. Penyelenggaraan Haji dan Umrah 7. Program Bimbingan Masyarakat Islam 8. Program Bimbingan Masyarakat Kristen 9. Program Bimbingan Masyarakat Katolik 10. Program Bimbingan Masyarakat Hindu 11. Program Bimbingan Masyarakat Buddha B. Kegiatan
1. Pembinaan administrasi perencanaan, dengan output terlaksananya perencanaan yang tepat waktu dan berkualitas
2. Meningkatnya kerukunan hidup umat beragama, yang ditandai dengan nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama dengan nilai Baik pada tahun 2019.
3. Pengawasan Fungsional Inspektorat Wilayah I, Wilayah II, Wilayah III 4. Pembinaan Administrasi dan Tugas Teknis Lainnya Lajnah Pentashihan
Mushaf Al-Qur’an
5. Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan dan Subsidi Pendidikan Agama Islam
6. Pelayanan haji dalam negeri
13. Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia
A. Program
1. Program Berkembangnya Ekonomi Lokal di daerah tertinggal B. Kegiatan
14. Badan Nasional Penanggulangan Bencana A. Program
1. pengendalian bencana
2. penetapan zona rawan bencana 3. tanggap darurat
4. Pengendalian Lahar Gunung Berapi 5. pengendalian bencana banjir
B. Kegiatan
1. Pengendalian bencana, berupa pengembangan system peringatan dini tsunami, cuaca dan iklim
2. petetapan zona rawan bencana 3. tanggap darurat
4. pengendalian lahar gunung berapi 5. pengendalian bencana banjir
15. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral A. Program
1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis 2. Program peningkatan sarana infratruktur
3. program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur KESDM 4. Program pengelolaan energi baru
5. Program penelitian dan pengembangan kementrian ESDM 16. Kementerian Perhubungan
1. . Pengadaan sarana BRT sebanyak 3.170 unit di 34 kota besar
2. Pengadaan sarana KA untuk angkutan perintis, kereta ekonomi untuk angkutan lebaran termasuk kereta kerja sebanyak 242 unit KA
3. Rencana penempatannya akan melayani jarigan angkutan laut perintis pada 193 lintas yang tersebar di seluruh 33 provinsi
5. Pembangunan Kapal Marine Inspector / RIB sebanyak 20 unit yang tersebar di 33 Provinsi
6. Pembangunan Kapal Negara Kenavigasian sebanyak 41 kapal yang tersebar pada 33 Provinsi di 25 Distrik
7. Peningkatan rute pelayanan perintis dan subsidi untuk angkutan udara sebanyak 265 rute
8. Target lulusan Pengembangan Sumber daya manusia perhubungan sebanyak 8.522 lulusan diklat Transportasi Darat yang dihasilkan BPSDM Perhubungan selama tahun 2015-2019 yang sesuai standar kompetensi/kelulusan
17. Kementerian Pariwisata A. Program
1. Digital tourism (pariwisata digital) 2. Homestay (pondok wisata)
3. Konektivitas udara B. kegiatan
1. Meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchange) yakni digital market place platform atau pasar digital untuk mempertemukan pembeli dan penjual di sektor pariwisata
2. Membangun 20.000 unit homestay di tahun 2017, 30.000 unit
homestay di tahun 2018 dan 50.000 unit homestay di tahun 2019 3. Penambahan kursi pesawat hingga 4 juta kursi di tahun 2017 18. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
A. Program
1. Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PUPR
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PUPR
3. Program Pengawasan Dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PUPR
4. Program Penelitian Dan Pengembangan Kementerian PUPR
5. Program Pembinaan Dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman 6. Program Penyelenggaraan Jalan
7. Program Pengelolaan Sumber Daya Air 8. Program Pengembangan Perumahan
1. Meningkatkan keterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR antar daerah, antar sektor, dan antar tingkat pemerintahan didukung industri konstruksi yang berkualitas.
2. Meningkatkan dukungan ketahanan air, kedaulatan pangan, dan ketahanan energy
3. Meningkatkan dukungan konektivitas bagi penguatan daya saing 4. Tingkat kemantapan jalan nasional 94 04 Meningkatnya dukungan
layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan 19. Kementerian Pertanian
A. Program
1. Peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan lahan 2. Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian 3. Pengembangan dan perluasan logistik benih/bibit 4. Penguatan kelembagaan petani
5. Pengembangan dan penguatan pembiayaan pertanian 6. Pengembangan dan penguatan bioindustri dan bioenergi 7. Penguatan jaringan pasar produk pertanian
8. Penguatan dan peningkatan kapasitas SDM pertanian 9. Peningkatan dukungan perkarantinaan
10. Peningkatan dukungan inovasi dan teknologi B. Kegiatan
1. Mengimplementasikan secara efektif Undang-Undang No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) dengan Peraturan Pemerintah dan Perda
2. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan oleh petani di areal usahatani seperti jalan usahatani, jalan produksi, jaringan irigasi tingkat (JITUT), jaringan irigasi desa (JIDES), jaringan irigasi tersier dan kuarter
3. Memberikan bimbingan dan pendampingan teknis 4. Penyempurnaan sistem skim kredit program pertanian
5. Pengembangan dan penguatan kapasitas penyuluh Pertanian Polivalen di tingkat lapangan dan Penyuluh Pertanian Spesialis di tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat.
C. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Mencerdaskan
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan A. Program
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
3. Program Pendidikan Dasar dan Menengah
4. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat
5. Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
6. Program Pengembangan dan Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra
7. Program Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan 8. Program Pelestarian Budaya
B. Kegiatan
1. pembinaan dan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan, layanan bantuan hukum, dan tertatanya organisasi dan tatalaksana yang efektif.
2. Pemenuhan Hak terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar yang Berkualitas dan Peningkatan kualitas pembelajaran.
3. Tatakelola dan partisipasi Pemerintah Daerah, Lembaga dan Masyarakat dalam meningkatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel serta Akses PAUD dan Dikmas bermutu di semua provinsi , kabupaten, dan kota.
4. Peningkatan kualitas dan relevansi hasil penelitian yang digunakan sebagai acuan dalam peningkatan mutu bidang kebudayaan.
5. Kompetensi guru dan tenaga kependidikan dilihat dari subject knowledge dan pedagogical knowledge , yang akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa.
2. Kementerian Pemuda dan Olahraga A. Program
1. Pemuda Mandiri Pedesaan 2. Kirab Pemuda Nusantara 3. Wirausaha Muda Pemula
4. Bantuan Organisasi Kepemudaan 5. Kota Layak Pemuda
6. Pemuda Pelopor Masjid 7. Pembangunan Bank Musik
8. Beasiswa S2 Kepemudaan Untuk Pimpinan Organisasi Kepemudaan 9. Pemuda Magang di Luar Negeri
10. Pemuda Anti Narkoba
11. Pelatihan E-Commerce Pemuda 12. Dukungan Kegiatan Asian Youth Day
13. Bantuan 4.000 Lapangan Tenis Meja
14. Bantuan Revitalisasi Lapangan Olahraga Desa 15. Gowes Nusantara
17. Liga Santri Nusantara B. Kegiatan
1. memberikan bantuan modal, biaya operasional bulanan, dan pendampingan penghargaan
2. Pemeringkatan OK, Bantuan Operasional Kantor, Bantuan Pelatihan Kaderisasi
3. bantuan SPP selama 4 semester, pendampingan penyusunan tesis, dan
Post Program Activity (Penugasan)
4. pelatihan kader inti, rekrutmen relawan, dan sosialisasi anti narkoba 5. memberikan bantuan peralatan olahraga dan bantuan event/kejuaraan 3. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
A. Program
1. Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan
2. Program Meningkatnya Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti
3. Program Meningkatnya Relevansi Kualitas Dan Kuantitas Sumber Daya Iptek
4. Program Meningkatnya Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan
5. Program Menguatnya Kapasitas Inovasi
6. Program Meningkatnya Layanan dan Tugas Teknis Lainya 7. Program Meningkatnya Pengawasan
B. Kegiatan
1. Dukungan Manajemen untuk Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan
2. Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi
3. Dukungan Manajemen untuk Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Iptek dan Dikti
4. Dukungan Manajemen untuk Program Penguatan Riset dan Pengembangan
5. Dukungan Manajemen untuk Program Penguatan Inovasi 6. Dukungan Manajemen Sekjen dan PTN/Kopertis
7. Dukungan Manajemen untuk Program Penyelenggaraan Pengawasan dan Pemeriksaan Akuntabilitas Kemenristekdikti
D. Kementrian dan Lembaga yang Bertugas Menertibkan Negara 1. Kepolisian Negara Republik Indonesia
A. Program
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepolisian 2. Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepolisian 3. Pengembangan Strategis Keamanan dan Ketertiban 4. Peberdayaan Potensi Keamanan
5. Pemeloiharaan Kamtibmas
6. Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana 7. Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban
B. Kegiatan
1. Penanggulangan 4 kejhatan yang marak dan kejahatan yang menjadi sasaran prioritas
2. Kerjasama inter departemen untuk penyelesaian kasus kejahatan
3. Kerjasama dengan lembaga internasional untuk penyelesaian kasus kejahatan internasional
4. Restrukturisasi detasemen khusus 88/Anti Teror 5. Pembangunan INAFIS
6. Pembangunan PUSIKNAS
7. Manajemen mutu dan manajemen kinerja
8. Pengembangan sistem pengaduan elektronik (SMS dan Email) 9. Peningkatan kapasitas litbang polri
10. Perbaikan Sistem Pendidikan Polri 2. Kementerian Kelautan dan Perikanan
A. Program
1. Program kementerian kelautan dan perikanan
2. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya KKP
3. Program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur KKP 4. Program penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan
5. Program pengembangan sdm dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan
6. Program pengelolaan perikanan tangkap 7. Program pengelolaan perikanan budidaya
8. Program penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan 9. Program pengelolaan ruang laut
10. Program pengawasan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan
11. Program karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan
B. Kegiatan
1. pengelolaan SDKP yang partisipatif , bertanggungjawab , dan berkelanjutan.
2. ASN KKP yang kompeten, profesional dan berkepribadian
4. peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan iptek di bidang sosial ekonomi KP
5. pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggungjawab, dan berkelanjutan
3. kementerian Komunikasi dan Informatika A. program
1. E-USO
2. Desa broandband terpadu 3. Digitalisasi
4. 1000 startup digital 5. Sejuta doamin.id 6. Keamanan informasi 7. Aduan konten
8. Goverment public relations
9. Pariwisata B. Kegiatan
1. Kemenkominfo menggunakan E-USO. E-USO merupakan aplikasi Penanganan Proposal KPU/USO, sebuah aplikasi yang digunakan sebagai rekapitulasi dan basis data proposal pengajuan/usulan seluruh Pemda dan Kementerian yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu
2. mendorong peluang usaha baru bagi industri konten dan penghematan biaya operasional serta menguntungkan dengan hemat listrik dan siaran HDTV
3. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.
4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan A. Program
1. Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem 2. Pengendalian DAS dan Hutan Lindung
3. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan 4. Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan
5. Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia 6. Pengendalian Perubahan Iklim
7. Penegakan Hukum
8. Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 9. Planologi dan Tata Lingkungan
11. Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
12. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan
13. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian LHK
B. Kegiatan
1. Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, melalui Konservasi Spesies dan Genetik, Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, Pengelolaan Taman Nasional
2. Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, melalui Penyelenggaraan Pengembangan Persuteraan Alam, Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, Rehabilitasi Lahan, Perencanaan DAS, serta Pengendalian Kerusakan Perairan Darat
3. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan, melalui Peningkatan Usaha Hutan Produksi, Pembinaan Pengelolaan Hutan Produksi dan Industri Hasil Hutan
4. Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan , melalui Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Penanganan Konflik, Tenurial dan Hutan Adat
5. Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Perencanaan dan Pengembangan SDM, Penyelenggaraan Diklat Aparatur LHK, Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Kejuruan Kehutanan
6. Pengendalian Perubahan Iklim, melalui Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Adaptasi Perubahan Iklim
7. Penegakan Hukum, melalui Kegiatan Pencegahan dan Pengamanan Hutan,
8. Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Hutan, Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Tematik Unit Litbang LHK di Daerah, Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi.
10. Pengendalian Pencemaran Lingkungan, melalui Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Pengendalian Kerusakan Lahan Gambut,
5. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi A. Program
1. Program Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya
3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur B. Kegiatan
1. Penetapan kebijakan kelembagaan perangkat daerah dilanjutkan penataan kelembagaan/organisasi perangkat daerah
2. Penerapan sistem penempatan/pengisian jabatan berdasarkan standar kompetensi jabatan yang telah disusun.
3. Pelaksanaan sistem pengembangan SDM Aparatur berbasis kompetensi jabatan melaui pelaksanaan diklat berbasis kompetensi, penetapan jabatan fungsional baru, pelaksanaan evaluasi diklat dan penerapan Talent Management System
4. pengawasan pelaksanaan tes kompetensi bidangnya (TKB) dalam pengadaan CPNS dan PPPK
5. Penerapan sistem penempatan dan promosi yang kompetitif dan terbuka melalui penerapan kebijakan promosi terbuka dan berbasis kompetensi di K/L/Pemda.
2.4 Alat yang digunakan untuk melaksanakan program tersebut
A. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Melindungi 1. Kementrian Luar Negeri
a. Peraturan / UU
b. alat dukungan teknis untuk lainnya untuk kementrian dan perwakilan c. dukungan substansi dan dukungan teknis untuk Menteri dan wakil
Menteri
d. pengelolaan sumber daya manusia e. alat untuk mengelola keuangan
f. alat untuk penguatan organisasi Kementerian Luar Negeri
g. sarana dan prasarana serta Urusan Rumah Tangga Kementrian Luar Negeri
h. Teknologi Informasi dan Komunikasi
i. Alat untuk kerja sama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik 2. Kementerian Pertahanan
a. UU pertahanan
d. Wahana monitoring dan penginderaan jarak jauh (pesawat tanpa awak/drone) berbasis satelit
e. Peralatan pertahanan (Alpalhan) f. Pertahanan siber
g. Teknologi informasi dan komunikasi bidang pertahanan h. Kapal patroli
3. Kementerian Hukum dan HAM a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Instrumen HAM
d. Naskah Akademik RUU dan Perda e. Dukungan teknis
4. Badan Intelejen Negara
a. Sarana dan prasarana pendukung
b. Teknologi informasi dan komunikasi pendukung c. Siber
d. Wahana monitoring 5. Tentara Nasional Indonesia
a. Drone besar setingkat predator untuk Natuna dan Tarakam b. Pesawat pengganti F-5 Tiger
c. Kebutuhan 12 Radar
d. Pesawat Tanker Surveillance
e. Skadron Udaran 32 f. Tambahan Pesawat
6. Kepolisian Negara Republoik Indonesia a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Kendaraan
d. Laboraturium forensik 7. Lembaga Sandi Negara
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Fasiloitas dibidang persandian 8. Badan Keamanan Laut
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Kendaraan/kapal patroli
9. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak a. Saranan dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
B. Kementrian dan Lembaga yang menjalankan tugas negara Mensejahterakan
1. Kementrian Dalam Negeri a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Dukungan teknis
2. Kementrian Keuangan
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Dukungan
d. Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 3. Kementerian Perindustrian
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi c. Dukungan teknis
4. Kementerian Perdagangan
a. Pasar Rakyat dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 yang telah ditetapkan untuk Pasar Rakyat.
b. UMKM dan PMKM c. Standar produk ekspor
5. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan a. Sarana dan prasarana umum
b. Dukungan teknis
c. Teknologi informasi dan komunikasi
6. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
a. Peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, berupa ruang, fasilitas, perlengkapan yang dibutuhkan
b. Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga, berupa ruang, fasilitas, SDM dan perlengkapan yang dibutuhkan.
c. Pengembangan standarisasi kompetensi kerja dan pelatihan kerja, berupa SDM yang ahli, ruang, fasilitas
d. Peningkatan kapasitas kelembagaan pelatihan kerja dan produktivitas, berupa berkas, surat, dokumen
e. Peningkatan kompetensi infrastrukur dan tenaga kepelatihan, berupa bahan-bahan bangunan, asupan, ruang,
f. Pengembangan dan peningkatan penyelenggaraan pemagangan dalam dan luar negeri, berupa berkas, ruang, dokumen
7. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
a. Program peningkatan daya saing UMKM dan koperasi adapun indikator alat yang digunakan banner, ruangan, SDM sebagai peserta b. program Peningkatan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro
adapun alat yang dibutuhkan banner, ruangan, SDM
8. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional a. Rencana Detil Tata Ruang, fasilitasi penyediaan peta skala 1:5.000,
pembentukan, peningkatan kapasitas, dan fasilitasi pelaksanaan tugas PPNS.
9. Kementerian Badan Usaha Milik Negara
a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian BUMN, Dijalankan dengan Indeks kepuasan instansi pemerintah terkait/stakeholders atas pelayanan Kementerian BUMN
b. Program Pembinaan BUMN, Dijalankan dengan Kepatuhan BUMN yang tinggi atas kebijakan Kementerian BUMN
10. Kementerian Kesehatan
a. program Keluarga Berencana (KB) b. fasilitas kesehatan
c. pengobatan sesuai standar
d. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) e. sarana air bersih
11. kementerian Sosial a. Uang non tunai b. subsidi beras
c. Bantuan/subsidi pemenuhan kebutuhan dasar d. Kartu Monitor Program
e. 65 unit rumah bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT). 12. Kementerian Agama
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum
13. Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 14. Badan Nasional Penanggulangan Bencana
a. alat pengembangan system manajemen dan alat pendeteksi zona rawa bencana baik darat maupun laut
b. tandu, obat-obatan, kendaraan untuk evakuasi, tenda c. alat pendeteksi, kendaraan evakuasi
d. alat yang digunakan perahu karet, jas hujan, tenda, kendaraan, obat-obatan
15. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral a. dokumen, fasilitas, ruangan
b. bahan bangunan
c. berupa dokumen, berkas, fasilitas 16. kementerian Perhubungan
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 17. Kementerian Pariwisata
b. sinergi Kemdes dan Kempar yang didukung oleh aksesibilitas, amenitas, promosi, SDM, dan kelembagaan dengan penguatan jejaring antar industri, pengelolaan destinasi, penguatan capacity building SDM di bidang hospitality, entrepreneurship serta penguasaan bahasa asing
c. bandara-bandara di bawah API.
18. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 19. Kementerian Pertanian
a. Alat-alat pertnian
b. Sarana dan prasarana umum
c. Teknologi informasi dan komunikasi
d. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum C. Kementerian dan Lembaga yang Bertugas Mencerdaskan Negara
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 2. Kementerian Pemuda dan Olah Raga
a. Sarana dan prasarana umum
b. Bantuan modal yang memadai, biaya operasional bulanan, dan pendampingan penghargaan
c. bantuan Operasional Kantor d. 4.000 lapangan Tenis Meja
3. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi a. Beasiswa Bidikmisi, PPA, ADik
b. Beasiswa SM3T dan PPGT
c. BOPTN 107 PTN dan BPPTN - BH untuk 11 PTN – BH d. Beasiswa 10.843 S2/S3
e. Beasiswa KNB 560 Mahasiswa
f. Akademi Komunitas dan Pengembangan PT, 125 PT g. Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Politeknik h. PHP PTS 100 PTS
i. PNBP/BLU 107 PTN
j. Gaji dan Tunjangan Dosen/Guru Besar/Pegawai, untuk 139 Satker k. Operasional Pemeliharaan 139 Satker
l. PHLN/RMP 9 Project
D. Kementerian dan Lembaga yang Bertugas Menertibkan Negara
1. Kepolisian Negara Republoik Indonesia a. Sarana dan prasarana umum
c. Kendaraan
d. Laboraturium forensik
2. Kementerian Kelautan dan Perikanan a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 3. Kementerian Komunikasi dan Informatika
a. Sarana dan prasarana umum
b. Teknologi informasi dan komunikasi
c. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum 4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
a. sarana dan prasarana umum b. Dukungan teknis
c. Teknologi informasi dan komunikasi
5. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
a. Komputer
b. Sarana dan prasarana umum
c. Teknologi informasi dan komunikasi
d. Dukungan Sarana pelayanan prima dan penegakan hukum
2.5 Jumlah Anggaran Kementerian/Lembaga yang Dibutuhkan untuk Melaksanakan Program dan Kegiatan tersebut
A. Kementrian dan Lembaga yang Bertugas Melindungi Negara 1. Kementerian Luar Negeri
a. Pelayanan hukum administrasi dan dukungan teknis lainnya Kementrian dan Perwakilan Rp22.773.022.000,00
b. Pelayanan dukungan substansi, administrasi dan dukungan teknis lainnya untuk menteri dan wakil menterri Rp19.552.828.000,00
c. Pengelolaan sumber daya manusia Kementrian Luar Negeri Rp269.167.282.000,00
d. Pengelolaan Keuangan Kementrian Luar Negeri Rp164.942.546.000,00 e. Penyusunan perencanaan dan penguatan organisasi Kementrian Luar
f. Penyediaan layanan pengadaan dan pengelolaan sarana prasarana, BMN serta pelaksanaan urusan rumah tangga Kementrian Luar Negeri Rp60.462.086.000,00
g. Dukungan teknologi informasi dan komunikasi Kementrian Luar Negeri dan Perwakilan Rp114.615.275.000,00
h. Peningkatan kualitas sumber daya manusia Kementrian Luar Negeri dan kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomatik Rp.62.059.178.000,00
i. Peningkatan sarana dan prasarana Kementrian Luar Negeri Rp.444.393.909.000,00
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Kementerian Luar Negeri untuk menjalankan programnya adalah sebesar Rp1.186.631.426.000,00
2. Kementerian Pertahanan
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Kementerian Pertahanan adalah sebesar Rp108.000.000.000.000,00 yang digunakan untuk menjalankan program dan kegiatannya di tahun 2017 ini dalam rangka menjalankan tugas negara.
3. Kementerian Hukum dan HAM
a. Program dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya Rp1.856.350.811,00
b. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Rp21.168.711,00 c. Program peningkatan dan pengawasan aparatur Kementrian Hukum dan
HAM Rp40.935.778,00
d. Program administrasi Hukum umum Rp553.671.858,00
e. Program pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan Rp4.329.827.790,00
f. Program peningkatan pelayanan dan penegakan hukum keimigrasian Rp2.529.616.227,00
g. Program pembinaan dan penyelenggaraan HKI Rp177.210.306,00 h. Program pembentukan Hukum Rp61.385.121,00
i. Program pemajuan HAM Rp46.002.018,00
j. Program pembinaan Hukum Nasional Rp99.180.427,00
k. Program penelitian dan pengembangan Kemenkumham Rp28.586.896,00
l. Program pendidikan dan pelatihan aparatur Kemenkumham Rp92.783.731,00
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Kementerian Hukum dan HAM tahun 2017 adalah sebesar Rp9.199.476.790,00
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Badan Intelejen Negara adalah sebesar Rp3.700.000.000.000,00 yang digunakan untuk menjalankan program dan kegiatannya di tahun 2017 ini dalam rangka menjalankan tugas negara.
5. Tentara Nasional Indonesia
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Tentara Nasional Indonesia adalah sebesar Rp88.000.000.000.000,00 yang digunakan untuk menjalankan program dan kegiatannya di tahun 2017 ini dalam rangka menjalankan tugas negara.
6. Badan Keamanan Laut
Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Badan Keamanan :Laut Indonesia adalah sebesar Rp950.000.000.000,00 yang digunakan untuk menjalankan program dan kegiatannya di tahun 2017 ini dalam rangka menjalankan tugas negara.
7. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia adalah sebesar Rp769.300.000.000,00 yang digunakan untuk menjalankan program dan kegiatannya di tahun 2017 ini dalam rangka menjalankan tugas negara.
Berdasarkan jumlah anggaran per kementerian dan lembaga yang bertugas melindungi Negara Republik Indonesia adalah sebesar Rp198.615.130.902.790,00
B. Kementrian dan Lembaga yang Bertugas Mensejahterakan Negara 1. Kementerian Dalam Negeri
a. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementrian Dalam Negeri Rp243.000.000.000,00
b. Pengawasan internal Kementrian Dalam Negeri dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan daerah Rp47.700.000.000,00
c. Program pembinaan politik dan penyelenggaraan pemerintahan umum Rp216.600.000.000,00
d. Bina administrasi kewilayahan Rp441.900.000.000,00 e. Bina pemerintahan desa Rp1.765.300.000.000,00 f. Bina pembangunan daerah Rp554.200.000.000,00