• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Aktualisasi Diklat Pra Jabatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rancangan Aktualisasi Diklat Pra Jabatan"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS DI TEMPAT TUGAS / MAGANG

Nama : dr. Rizka Adriana

Kelas/Daftar Hadir : IX-A / 18

Instansi : Puskesmas Slumbung, Kabupaten Blitar

A. KETERKAITAN NILAI DASAR DENGAN KEGIATAN (Formulir : 1)

No KEGIATAN NILAI DASAR URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN

1 2 3 4

1. Membuat catatan medik rawat jalan Sumber kegiatan : SKP

Akuntabilitas  ketepatan

1. Dokter melakukan wawancara tentang keluhan utama pasien dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pasien, dan pemeriksaan penunjang (misalnya : pemeriksaan laboratorium, seperti Gula darah, Kolesterol, Asam Urat, Hb) jika diperlukan. Kemudian hasil pemeriksaan tersebut akan ditulis pada rekam medis pasien sesuai kenyataan

2. Penulisan rekam medis harus dilakukan dengan tepat mulai dari keluhan pasien, pemeriksaan fisik, diagnosa kerja dan rencana tindak lanjut

Komitmen Mutu Orientasi mutu

(2)

2. Membuat rujukan untuk pasien ke Fasilitas untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, dokter harus memberikan informasi dengan jelas 2. Meminta persetujuan pada

pasien/keluarganya yang akan dirujuk, aturan. Jadi jika pasien tersebut tidak ada indikasi untuk dirujuk tapi mereka tetap meminta surat rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, dokter tidak boleh memberikan surat rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut

3. Melakukan pemeliharaan Kesehatan Ibu hamil di Poli KIA melalui ANC (Ante Natal Care)

Etika Publik  Kesopanan

ANC (Ante Natal Care) Terpadu adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter kepada ibu hamil minimal sekali selama kehamilan ibu tersebut, meliputi

(3)

terpadu

Sumber kegiatan : SKP

2.Pemeriksaan tanda-tanda vital

(Tekanan Darah, Nadi, laju nafas, suhu), 3.Pemeriksaan umum (head to toe), 4.Pemeriksaan kehamilan (TFU (Tinggi fundus uteri), Leopold (pemeriksaan posisi janin dari luar), dan DJJ (Denyut Jantung Janin)).

5.Pemeriksaan Hb (Hemoglobin)

6.Menuliskan hasil pemeriksaan dan pengobatan serta KIE pada buku KIA dan catatan medik

Dalam melakukan pemeriksaan, saya harus melakukan dengan sopan

Nasionalisme Persatuan Indonesia

Dalam melakukan pemeriksaan ANC pada ibu hamil, saya akan memperlakukan semua pasien dengan sama, tanpa memandang Suku, Agama, Ras, Antar golongan (SARA) 4. Melakukan home

visite

Sumber kegiatan : Penugasan dari saya bekerja tanpa melihat asal usul dan kondisi ekonomi pasien.

(4)

apapun dari pasien

5. Melakukan

pelayanan medik umum rawat jalan

1. Pasien mendaftar di loket dengan membawa kartu berobat dan KTP 2. Pasien menuju Poli Umum untuk

mendapat pelayanan sesuai antrian 3. Dokter melakukan pemeriksaan

pasien

4. Dokter memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dengan ramah tentang diagnosa dan pengobatan pasien sehungga pasien memahami penjelasan dokter

5. Mencatat hasil wawancara dan pemeriksaan pasien pada catatan medik pasien

6. Memberikan KIE pada pasien tentang Modifikasi Lifestyle dengan

Dalam melakukan pemeriksaan pasien rawat jalan, saya tidak akan membedak-bedakan pasien menurut status SARA (Suku, Ras, Agama, Antar golongan) dan status jaminan kesehatan pasien (pasien BPJS dan pasien umum)

6. Memberikan

(5)

Demam, Batuk, Pilek, dan Diare pada Anak dan Balita

Sumber kegiatan : SKP

untuk melakukan penanganan awal di rumah

2. Kunjungan pada salah satu

Posyandu di Puskesmas Slumbung yang ditunjuk

3. Dokter memberikan penyuluhan secara komunikatif agar para audience mengerti tentang materi yang disampaikan dengan menjelaskan melalui pembagian leaflet kepada para orangtua Balita Komitmen

mutu Inovatif

Penyuluhan di Posyandu Balita yang dilakukan selama ini jarang bahkan hampir tidak pernah membagikan leaflet dan melakukan praktek secara langsung oleh dokter, maka dari itu saya ingin membuat inovasi dengan melakukan praktek secara langsung dan membagikan leaflet pada para orangtua balita

7. Mengaktifkan Kelas Ibu Hamil Sumber kegiatan : mempunyai inovasi untuk mengaktifkan kembali Kelas Ibu Hamil ini, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

(6)

2. Mengundang ibu hamil tersebut untuk datang pada tempat dan waktu yang telah ditemtukan

3. Dokter dan bidan melakukan

penyuluhan pada ibu hamil dengan menggunakan Lembar Balik bahaya kehamilan, beserta mitos-mitos yang beredar di masyarakat) sampai dengan perawatan paska persalinan dan perawatan bayi serta cara mengurus para bidan desa tentang

penanganan kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal

Sumber kegiatan : inisiatif sendiri

Komitmen mutu  Inovatif

Kegiatan ini belum pernah dilaksanakan, sehingga saya mempunyai inovasi untuk melaksanakan kegiatan ini guna meningkatkan pengetahuan para bidan

desa dalam penanganan

kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Adapun uraian kegiatan sebagai berikut:

(7)

bidan desa di Puskesmas Induk 2. Memberikan refreshing tentang

tatalaksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui presentasi power point

3. Para bidan diberi handout tentang materi yang disampaikan

Akuntabilitas Pengetahuan

Pemberian refreshing kepada para

bidan desa mengenai

kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan salah satu bentuk sharing pengetahuan antara dokter kepada bidan. Hal ini perlu dilakukan agar bidan bias lebih memahami penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal sehingga angka kematian ibu dan bayi baru lahir bias ditekan

9. Membuat Surat Keterangan Sehat

Sumber kegiatan : SKP

Anti Korupsi  Jujur

1. Dalam membuat surat keterangan sehat, harus mencantumkan sesuai hasil pemeriksaan dengan jujur. 2. Berani menolak segala macam suap

(8)

memberikan hadiah, kita sebagai dokter harus dengan tegas menolak hal tersebut

3.Retribusi untuk pembayaran surat keterangan sehat oleh pasien harus sesuai dengan Perda Kabupaten Blitar

Akuntabilitas  Profesional

(9)

B. TEKNIK AKTUALISASI NILAI DASAR (Formulir : 2)

No. Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan Perwujudan Visi Organisasi

1 2 3

1. Nilai Dasar : Akuntabilitas

Teknik : Personal

Agreement(Kesepakata n intrapersonal)

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam membuat catatan rekam medik, saya akan menggunakan teknik Personal Agreement (Kesepakatan intrapersonal), yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Melakukan wawancara dengan pasien

tentang keluhan yang dialami oleh pasien 2. Melakukan pemeriksaan fisik pasien,

meliputi tanda-tanda vital pasien (Tekanan darah, nadi, laju pernafasan, suhu tubuh) dan physical exam from head to toe

3. Membuat diagnosa kerja yang didapatkan dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik

4. Menentukan rencana tindak lanjut, meliputi rencana pengobatan (Planning Therapy) dan rencana untuk melakukan pemeriksaan penunjang tambahan untuk membantu penegakan diagnosa (Planning Diagnose)

2. Manfaat : Bagi Pasien :

Mendapat pengobatan lebih tepat, karena riwayat kesehatan pasien sebelumnya dapat diketahui

Bagi Puskesmas :

(10)

pasien secara lengkap dan terstruktur, sehingga memudahkan dalam pengobatan pasien

Dapat digunakan sebagai bahan bukti di pengadilan jika sewaktu-waktu dibutuhkan

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika catatan medik pasien yang ditulis tidak sesuai dengan yang ditemukan, maka termasuk pemalsuan dokumen dan bisa dikenakan pidana. Dan jika tidak menggunakan teknik SOAP, riwayat kesehatan pasien tidak bisa diketahui dengan pasti dan jelas

4. Perwujudan Visi Organisasi :

 Pembuatan catatan medik yang tepat akan mencapai program upaya peningkatan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang bermutu

Komitmen Mutu Orientasi mutu

Teknik :

TQM (Total Quality Management)

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam membuat catatan medik pasien, saya akan menggunakan teknik TQM (Total Quality Management), yaitu dengan selalu melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas isi catatan medik, melalui :

(11)

- Senantiasa meningkatkan kualitas rekam medik yang kita tulis dengan melakukan pengecekan ulang, maksudnya setelah pelayanan pasien selesai, sebaiknya catatan medik diperiksa kembali apakah data SOAP pasien sudah lengkap

2. Manfaat Bagi Pasien :

Memiliki riwayat kesehatan yang lengkap

 pengobatan selanjutnya lebih terarah Bagi Puskesmas :

Mendapat kepercayaan dari masyarakat, karena catatan medik yang lengkap  diagnosa lebih terarah  pengobatan lebih tepat

Catatan medik bisa digunakan sebagai alat bukti di pengadilan, sehingga kualitas catatan medik harus benar-benar diperhatikan

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika kualitas catatan medik tidak diperhatikan, maka kandungan / isi catatan medic tersebut kurang bias dipertanggungjawabkan kebenarannya  kurang valid untuk dijadikan alat bukti di pengadilan

(12)

4. Perwujudan visi organisasi

Pembuatan catatan medik yang berkualitas akan mencapai program upaya peningkatan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang bermutu

2. Akuntabilitas Kepercayaan Teknik :

Performance Agreement (Kesepakatan Kinerja)

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam membuat rujukan untuk pasien ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, saya akan menggunakan teknik Performance Agreement (Kesepakatan Kinerja), yaitu dengan:

1. Memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dengan jelas pada pasien/keluarga pasien tentang alasan kuat mengapa harus dirujuk

2. Diharapkan pasien dapat segera memebrikan persetujuan untuk dirujuk sehingga dokter dapat membuat surat persetujuan agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut dengan cepat

3. Manfaat : Bagi pasien :

 Pasien mendapat pelayanan kesehatan secara optimal sampai dengan fasilitas kesehatan tingkat lanjut sesuai dengan penyakit pasien

Bagi Puskesmas :

 Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Puskesmas

(13)

 Jika pasien tidak membawa surat rujukan dari Puskesmas, maka kemungkinan pasien ditolak oleh rumah sakit rujukan sangat besar

5. Perwujudan Visi organisasi :

 Dengan rujukan yang cepat dan tepat, maka upaya peningkatan kesehatan masyarakat tingkat pertama yangbermutu dapat tercapai

Komitmen mutu efektif dan efisien Teknik :

I-P-O (Input-Process-Output

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam membuat surat rujukan, teknik yang saya gunakan adalah I-P-O (Input-Process-Output), yaitu :

Input : Menentukan pasien yang memang harus dirujuk dan yang tidak

Process : Membuat Surat Rujukan sesuai indikasi

Output : Menyerahkan surat rujukan kepada pasien / keluarga pasien dan meminta pasien ke fasilitas kesehatan rujukan (untuk pasien dengan kondisi stabil), sedangkan pasien dengan kondisi gawat akan dirujuk menggunakan ambulans Pusling (Puskesmas Keliling)

2. Manfaat Bagi Pasien :

Mendapat pelayanan optimal Bagi Puskesmas :

(14)

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika hal ini tidak dilakukan, rujukan yang dibuat bisa tanpa indikasi, tapi atas permintaan pasien

4. Perwujudan visi organisasi

Dengan rujukan yang tepat, maka upaya peningkatan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang bermutu dapat tercapai

3. Etika Publik  Kesopanan Teknik :

Komunikasi Efektif

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam melakukan pemeriksaan pada ibu hamil, saya akan menggunakan teknik Komunikasi Efektif, yaitu dengan langkah-langkah :

1.Menyapa ibu hamil dengan menyebutkan namanya

2.Meminta ijin pada ibu hamil sebelum melakukan pemeriksaan

3.Melakukan pemeriksaan di tempat yang tertutup

4.Memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) pada ibu hamil tentang kehamilannya dan memberikan kesempatan untuk ibu hamil untuk menanyakan hal-hal yang menyangkut kehamilannya secara terbuka

2. Manfaat Bagi Pasien :

(15)

 Dapat diketahui penyakit penyerta dengan adanya pemeriksaan yang lebih tajam melalui pemeriksaan laboratorium

Bagi Puskesmas :

 Mengetahui kondisi ibu hamil yang kontrol, sehingga jika ada komplikasi, bisa segera dilakukan tindak lanjut

 Dapat mempersiapkan rujukan dini berencana bagi bumil dengan risti (resiko tinggi)

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika hal ini tidak dilakukan, maka kondisi ibu hamil di wilayah Puskesmas tersebut tidak dapat diketahui oleh dokter Puskesmas, sehingga dikhawatirkan bisa terjadi keterlambatan penanganan

4. Perwujudan visi organisasi

Dengan pemeliharaan ibu hamil melalui ANC terpadu akan meningkatkan upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesehatan keluarga

Nasionalisme

Persatuan Indonesia Teknik :

Non Diskriminatif

(16)

pasien, maupun status jaminan kesehatan pasien sebagai pasien BPJS ataupun pasien umum.

2. Manfaat : Bagi Pasien :

 Mendapat pelayanan yang sama sesuai haknya dan antrian

Bagi Puskesmas :

 Melayani lebih tertib sesuai antrian

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika tidak melayani sesuai antrian, maka pelayanan tidak bias berjalan optimal, karena setia ibu hamil ingin didahulukan

4. Perwujudan Visi Organisasi :

 Dengan pemeliharaan ibu hamil melalui ANC terpadu akan meningkatkan upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesehatan keluarga

4. Nasionalisme  Keadilan Teknik :

Attachment Case Priority

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam melakukan Home Visite, saya menggunakan teknik Attachment Case Priority, yaitu dengan :

1. Mendata pasien yang akan dilakukan home visite di wilayah Puskesmas tempat saya bekerja.

(17)

2. Manfaat : Bagi Pasien :

 Kesehatan pasien bisa lebih diperhatikan  Pengobatan pasien bisa lebih dipantau Bagi Puskesmas :

 Bisa memantau kondisi kesehatan pasien  Dapat mendata dan mengelompokkan

pasien  pasien yang perlu observasi rutin dan yang tidak

 Lebih mengenal masyarakat di wilayahnya  Memantau Kesehatan Lingkungan yang

mungkin berpengaruh terhadap penyakit pasien

3. Dampak jika tidak dilakukan:

Jika hal ini tidak dilakukan, home visite yang direncanakan menjadi kurang terorganisir, sehingga dikhawatirkan urutan rumah yang dikunjungi adalah hasil pemilihan acak, bukan dari prinsip keadilan sosial yaitu lebih mendahulukan pasien Lansia dengan penyakit kronis

4. Perwujudan Visi Organisasi :

Kegiatan home visite akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan kesehatan masyarakat

Anti Korupsi Jujur

Teknik :

Non Gratifikasi

(18)

dan tanggungjawab seorang dokter Puskesmas dan pasien berhak untuk mendapatkannya

2. Manfaat Bagi pasien :

Mendapat pelayanan optimal dari dokter dan tenaga kesehatan lain dari Puskesmas tanpa harus mengeluarkan uang

Bagi Puskesmas :

Mendapat kepercayaan dari masyarakat Mengetahui kondisi kesehatan lingkungan rumah pasien yang mungkin bias mempengaruhi kondisi kesehatannya

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika dalam melakukan home visit dokter atau tenaga kesehatan lain dari Puskesmas menerima pemberian pasien atau bahkan meminta sesuatu dari pasien, maka kepercayaan masyarakat pada Puskesmas akan berkurang

4. Perwujudan visi organisasi

 Kegiatan home visite akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan kesehatan masyarakat

5. Etika Publik  Keramahan

Teknik :

Komunikasi Efektif

(19)

1. Melakukan komunikasi dengan pasien secara jelas, dengan mengajukan pertanyaan terbuka, sehingga pasien bisa mengutarakan keluhannya dengan lebih jelas dan lengkap

2. Memeriksa pasien secara teliti sehingga dokter bisa mendiagnosa pasien dengan tepat dan memberikan terapi dengan benar.

3. Menjaga kerahasiaan mengenai segala informasi yang didapat dari wawancara dan pemeriksaan dengan pasien.

4. Menanyakan kepada pasien tentang hal-hal yang belum dipahami baik tentang diagnosa maupun pengobatannya

5. Memberikan informasi tambahan berupa modifikasi Lifestyle kepada pasien berupa pembagian leaflet (untuk penyakit kronis)

2. Manfaat Bagi Pasien :

 Diharapkan pasien akan merasa nyaman karena bisa berkonsultasi dengan dokter lebih mendalam

 Komunikasi dan pemeriksaan yang tepat akan menghasilkan diagnosa dan terapi yang tepat, sehingga diharapkan

kesembuhan pasien segera tercapai Bagi Puskesmas :

(20)

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika tidak dilakukan komunikasi efektif oleh dokter saat melakukan wawancara dan pemeriksaan pasien, maka pasien tidak akan merasa nyaman, sehingga informasi dari pasien tidak akan tergali dengan baik.

Akibatnya, bisa terjadi diagnosa yang kurang tepat yang menghasilkan tatalaksana yang kurang tepat pula

4. Perwujudan Visi Organisasi :

 Pelayanan pada pasien rawat jalan akan meningkatkan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama yang bermutu Nasionalisme

 Persatuan Indonesia

Teknik :

Non Diskriminnatif

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam melakukan pemeriksaan pasien rawat jalan, saya akan menggunakan teknik non-diskriminatif, yaitu dengan cara :

-Melakukan pemeriksaan pasien sesuai dengan antrian

-Memberikan layanan pada semua pasien rawat jalan dengan sama sesuai haknya dan kondisi penyakitnya

2. Manfaat Bagi pasien :

Mendapat pelayanan dengan lebih tertib (sesuai antrian)  lebih nyaman

Bagi Puskesmas :

(21)

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika pemeriksaan pasien tidak dilakukan sesuai antrian, akan timbul kecemburuan social antar pasien. Selain itu pemeriksaan pasien tidak akan berjalan tertib, karena setiap pasien ingin didahulukan

4. Perwujudan visi organisasi

Pelayanan pada pasien rawat jalan akan meningkatkan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama yang bermutu

6. Etika Publik  Komunikatif

Teknik :

Komunikasi Efektif

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam memberikan penyuluhan pada orangtua anak/Balita tentang penanganan awal Demam, Batuk/Pilek, dan Diare pada anak/Balita di rumah, saya akan menggunakan Teknik Komunikasi Efektif, dengan cara :

1. Melakukan “Bina Suasana”, yaitu dengan menciptakan suasana keakraban antara dokter dan audience, agar perhatian audience bisa tertuju pada materi

2. Memberikan penjelasan melalui pembagian leaflet pada para orangtua yang datang dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh audience. 3. Berdiskusi dengan audience dengan

membuka pertanyaan bagi para orangtua yang belum memahami materi yang disampaikan.

(22)

2. Manfaat :

Bagi masyarakat (orangtua anak/balita): Mengetahui tentang penanganan awal

gejala batuk/pilek, demam, dan diare pada anak/Balita

Tidak memberikan obat-obatan untuk anak-anaknya yang didapat dari toko obat secara bebas

Bagi Puskesmas :

 Meningkatkan kepercayaan masyarakat

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika tidak dilakukan penyuluhan tentang materi ini, maka para orangtua anak/balita tidak akan mengetahui penanganan awal untuk

mengatasi batu/pilek, demam, dan diare di rumah, dan dikhawatirkan bisa memberikan pengobatan yang tidak sesuai

4. Perwujudan Visi Organisasi :

 Kegiatan Penyuluhan di Posyandu merupakan salah satu upaya

pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan

Komitmen mutu Inovatif

Teknik :

Berpikir kreatif

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam memberikan penyuluhan pada Posyandu mengenai penanganan awal batuk, pilek, demam, dan diare pada balita/anak, saya akan menggunakan teknik berpikir kreatif, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

(23)

penanganan awal batuk, pilek, demam, dan diare

2.Melakukan penyuluhan dengan menggunakan leaflet selama 10 menit

3.Langsung mempraktekan beberapa materi penyuluhan, yaitu tentang tips mengatasi hidung tersumbat dan cara membuat larutan garam oralit di rumah

2. Manfaat Bagi pasien :

Diharapkan para orangtua balita/anak bias lebih memahami materi yang disampaikan  sehingga tidak langsung panik dan membeli obat sembarangan di apotek jika putra/putrinya mengalami demam/batuk/pilek/diare

Bagi Puskesmas :

Dapat berbagi ilmu pengetahuan dengan masyarakat  mendapat kepercayaan masyarakat

3. Dampak jika tidak dilakukan

JIka penyuluhan tidak dilakukan dengan membagika leaflet dan praktek, maka dikhawatirkan materi yang disampaikan dokter tidak akan dipahami dengan baik oleh para audience yang dalam hal ini orangtua balita/anak

4. Perwujudan visi organisasi

(24)

pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan

7. Etika Publik  Komunikatif Teknik :

Komunikasi Efektif

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam memberikan materi di kelas ibu hamil, saya akan menggunakan teknik komunikasi efektif, yaitu dengan langkah-langkah :

1.Melakukan bina suasana dengan ibu hamil agar tercipta keakraban

2.Menyampaikan materi tentang kehamilan pada ibu hamil yang meliputi :

-Anjuran kepada ibu hamil untuk control rutin pada tenaga kesehatan tiap bulan sampai dengan usia kehamilan 7 bulan, dan setiap 2 minggu setelah kehamilan 7 bulan -Penjelasan tentang kehamilan mulai trimester I sampai dengan trimester III

-Hal-hal yang harus dilakukan dan yang dilarang selama hamil

-Nutrisi yang baik untuk ibu hamil -Tanda bahaya pada kehamilan -Tanda saat persalinan sudah dekat

-Anjuran untuk melakukan persalinan pada tenaga kesehatan

-Cara perawatan payudara menjelang kelahiran

-Cara perawatan paska nifas

-Cara perawatan bayi dan pemberian ASI -KB setelah melahirkan

-Cara mengurus akte kelahiran

2. Manfaat

(25)

Mendapat pengetahuan mengenai kehamilan dan setelah kelahiran

Mengetahui tanda bahaya saat hamil  segera ke tenaga kesehatan

Bagi Puskesmas :

Meningkatkan kepercayaan masyarakat terutama ibu hamil

Berbagi ilmu dengan ibu hamil  menurunkan AKI dan AKB

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika kelas ibu hamil ini tidak diaktifkan kembali, maka :

- Ibu hamil tidak mendapat pengetahuan yang cukup tentang kehamilannya terutama kurang mengetahui tanda bahaya pada kehamilannya

- Resiko terjadi kematian ibu / bayi baru lahir

4. Perwujudan visi organisasi

 Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil akan meningkatkan pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesehatan keluarga

Etika Publik  Komunikatif

Teknik :

Komunikasi Efektif

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam memberikan materi di kelas ibu hamil, saya akan menggunakan teknik komunikasi efektif, yaitu dengan langkah-langkah :

1.Melakukan bina suasana dengan ibu hamil agar tercipta keakraban

(26)

-Anjuran kepada ibu hamil untuk control rutin pada tenaga kesehatan tiap bulan sampai dengan usia kehamilan 7 bulan, dan setiap 2 minggu setelah kehamilan 7 bulan -Penjelasan tentang kehamilan mulai trimester I sampai dengan trimester III

-Hal-hal yang harus dilakukan dan yang dilarang selama hamil

-Nutrisi yang baik untuk ibu hamil -Tanda bahaya pada kehamilan -Tanda saat persalinan sudah dekat

-Anjuran untuk melakukan persalinan pada tenaga kesehatan

-Cara perawatan payudara menjelang kelahiran

-Cara perawatan paska nifas

-Cara perawatan bayi dan pemberian ASI -KB setelah melahirkan

-Cara mengurus akte kelahiran

2. Manfaat

Bagi pasien (ibu hamil):

Mendapat pengetahuan mengenai kehamilan dan setelah kelahiran

Mengetahui tanda bahaya saat hamil  segera ke tenaga kesehatan

Bagi Puskesmas :

Meningkatkan kepercayaan masyarakat terutama ibu hamil

(27)

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika kelas ibu hamil ini tidak diaktifkan kembali, maka :

- Ibu hamil tidak mendapat pengetahuan yang cukup tentang kehamilannya terutama kurang mengetahui tanda bahaya pada kehamilannya

- Resiko terjadi kematian ibu / bayi baru lahir

4. Perwujudan visi organisasi

 Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil akan meningkatkan pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesehatan keluarga

8. Komitmen mutu  Inovatif

Teknik : I-P-O

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam memberikan refreshing kepada para bidan desa tentang penanganan

kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal, saya menggunakan teknik IPO (Input-Process-Output)

1. Input : Penyiapan bahan-bahan materi tentang kegawatdaruratan maternal-neonatal yang akan diberikan pada bidan desa

2. Process : Materi diberikan melalui presentasi dalam bentuk power point kepada para bidan desa dan masing-masing bidan desa dibawakan materi berupa handout

3. Output :

(28)

3.2.Tercapainya peningkatana pemahaman materi tentang penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal oleh bidan desa

2. Manfaat : 1. Bidan Desa

 Dapat melakukan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal dengan tepat

2. Puskesmas

 Mendapat kepercayaan dari masyarakat

3. Dinas Kesehatan dan masyarakat  Menurunkan AKI dan AKB

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika refreshing ini tidak dilaksanakan, maka : Bidan desa tidak akan mendapat pengetahuan yang cukup tentang kegawatdaruratan

maternal-neonatal  resiko terjadi kematian ibu / bayi baru lahir

4. Perwujudan Visi Organisasi :

Pemberian refreshing tentang tatalaksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal pada bidan desa akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan tenaga

kesehatan

Akuntabilitas Pengetahuan

(29)

Teknik :

Performance Planning (Perencanaan Kinerja)

Planning dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1.Berkoordinasi dengan Bikor (Bidan koordinator wilayah) untuk merencanakan kapan dan dimana refreshing akan diadakan 2.Mempersiapkan materi yang akan disampaikan

3.Menyampaikan materi melalui power point pada waktu dan tempat yang direncanakan dan membagikan materi berupa handout pada para bidan desa

4.Mempraktekan salah satu materi secara langsung pada para bidan desa

2. Manfaat

Bagi Bidan Desa:

Lebih memahami tentang penanganan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal sebelum melakukan rujukan, sehingga diharapkan bisa menurunkan AKI dan AKB Bagi Masyarakat :

Diharapkan bisa menurunkan AKI dan AKB

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika refreshing ini tidak dilaksanakan, maka : Bidan desa tidak akan mendapat pengetahuan yang cukup tentang kegawatdaruratan

maternal-neonatal  resiko terjadi kematian ibu / bayi baru lahir

4. Perwujudan visi organisasi

(30)

kegawatdaruratan maternal dan neonatal pada bidan desa akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan tenaga kesehatan

9. Anti Korupsi  Jujur

Teknik :

Non Gratifikasi

1. Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar Dalam membuat surat keterangan sehat, saya akan meningkatkan integritas dengan menggunakan teknik Non Gratifikasi, yaitu dengan berani menolak segala macam pemberian dalam bentuk apapun oleh pasien untuk mengubah hasil pemeriksaan yang tercantum pada surat keterangan sehat.

2. Manfaat : Bagi Pasien :

Mendapat Surat Keterangan Sehat sesuai dengan kondisi kesehatannya saat itu

Bagi Puskesmas :

Mendapat kepercayaan dari masyarakat Aman dari ancaman hukum (TIPIKOR)

3. Dampak jika tidak dilakukan :

Jika dokter menuliskan hasil pemeriksaan di surat keterangan sehat yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka akan merugikan instansi lain yang menggunakan informasi pada surat keterangan sehat dokter tersebut. Selain itu, dokter bisa dikenai tindak pidana korupsi

4. Perwujudan Visi Organisasi :

(31)

yang benar, maka dokter dan Puskesmas akan dipercaya oleh masyarakat dan bisa meningkatkan kerjasama Lintas Sektor terkait

Akuntabilitas  Profesional

Teknik :

Personal Agreement (Kesepakatan

Intrapersonal)

1. Penggunaan teknik aktualisasi nilai dasar Dalam membuat surat keterangan sehat, saya menggunakan teknik Personal Agreement, yaitu dengan komitmen dan kompetensi dari diri saya sendiri, saya akan menulis surat keterangan sehat sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan pasien saat itu, mulai dari tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan

2. Manfaat Bagi pasien :

 Mendapat Surat Keterangan Sehat sesuai dengan kondisi kesehatannya saat itu

Bagi Puskesmas :

 Mendapat kepercayaan dari masyarakat

3. Dampak jika tidak dilakukan

Jika dokter menuliskan hasil pemeriksaan di surat keterangan sehat yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka akan merugikan instansi lain yang menggunakan informasi pada surat keterangan sehat dokter tersebut

4. Perwujudan visi organisasi

(32)

Referensi

Dokumen terkait

Teknik non tes adalah teknik pemahaman individu untuk mengumpulkan data/keterangan/informasi diri siswa dan lingkungannya dengan menggunakan instrumen/alat yang tidak

Meminta arahan dari yang akan pelayanan kesehatan yang terjalin pimpinan dilakukan bermutu, merata dan dengan baik Membuat surat terjangkau maka persetujuan kegiatan

b.  Melampirkan  surat  keterangan  bahwa  yang  bersangkutan  pernah  bekerja  di  unit  kerja  perencanaan  sekurang‐kurangnya  2  tahun  (dibuktikan  dengan