RANCANGAN AKTUALISASI
PENINGKATAN PEMAHAMAN IBU NIFAS TENTANG
PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DI RSUD KABUPATEN
MELAWI
DISUSUN OLEH
LAILI ATIKA PUTRI WIBOWO, S.Tr.Keb
199609272020122010
24
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH
Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Calon
Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan
LXXIX Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 dapat
diselesaikan.
Penulisan rancangan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa
bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bupati Kabupaten Kapuas Hulu
2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Kalimantan Barat
3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.
4. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi.
5. Ibu Rachmadania Meisa, SKM., selaku mentor yang telah memberikan
bimbingan, masukan dan pengarahan.
6. Ibu Dian Sekar Ayu, S.STP., Coach yang telah memberikan
bimbingan, motivasi, nasehat-nasehat serta masukan yang sangat
berharga dalam penyusunan rancangan aktualisasi.
7. Bapak Yetri Fasawal, S.I.P., M.Kesos, selaku penguji yang telah
memberikan masukan dan saran perbaikan.
8. Kedua orang tuaku yang selalu memberikan doa, membimbing,
memberikan semangat dan kasih sayang yang tulus.
9. Muhammad Rizaldi sebagai partner tercinta yang selalu memberikan
doa, membimbing, memberikan semangat dan kasih sayang yang
tulus.
10. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
III Angkatan LXXIX Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah
memberikan bantuan dan motivasi.
Penulis berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai
tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga rancangan
aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi pembaca
sebagai tambahan pengetahuan yang telah dimiliki.
Putussibau, 19 April 2021
vi
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Persetujuan ... ii
Berita Acara ... iii
Lembar Pengesahan ... iv
Kata Pengantar ... v
Daftar Isi ... vi
Daftar Tabel ... vii
Daftar Gambar ... viii
BAB I Pendahuluan ... 1
A. Latar belakang ... 1
B. Ruang Lingkup... 2
C. Tujuan ... 3
D. Tempat Dan Waktu Kegiatan ... 3
E. Manfaat... 3
BAB II Gambaran Umum Rumah Sakit ... 5
A. Keadaan Umum ... 5
B. Visi-Misi dan Tujuan...12
C. Nilai-nilai Organisasi ...13
D. Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi ...14
BAB III Nilai-Nilai Dasar, Peran Dan Kedudukan ASN Dalam NKRI...18
A. Nilai-Nilai ANEKA ...18
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI ...20
BAB IV Rancangan Aktualisasi ...22
A. Identifikasi dan Pemecahan ISU ...22
B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ...26
C. Jadwal Pelaksanaan ...37
D. Konsultasi dengan Coach ...38
E. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ...39
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Pegawai Menurut Status Kepegawaian ... 9
Tabel 2.2 Jumlah Pegawai Menurut Status Kepegawaian ... 9
Tabel 2.3 Tenaga Medis Dokter & Perawatan ...10
Tabel 2.4 Tenaga Paramedis Non Perawatan ...11
Tabel 2.5 Tenaga Non Medis Lainnya ...12
Tabel 4.1 Isu Aktual ...23
Tabel 4.2 Analisis Penyebab Isu ...24
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS ...26
Tabel 4.4 Jadwal Implementasi ...37
Tabel 4.5 Tabel Konsultasi dengan Coach...38
viii
DAFTAR GAMBAR
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar Tahun 1945. Semua itu dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Sejumlah keputusan strategis mulai dari merumuskan kebijakan sampai pada implementasi kebijakan dalam berbagai sektor pembangunan dilaksanakan oleh PNS. Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan sosok PNS yang profesional yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatanya secara efektif dan efisien.
Sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU ASN, CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Oleh sebab itu dilaksanakan. Oleh karena itu diadakan penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, dengan mengadakan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan, membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), serta merasakan manfaatnya sehingga terpatri dalam diri sebagai karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugasnya.
Pola baru yang sekarang ini sedang diterapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) adalah diklat pelatihan dasar dengan pola ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, Anti korupsi)
2
sebagai dasar atas tiap tindakan yang akan dilakukan. Sehingga PNS dituntut untuk mampu bersikap dan bertindak profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta berdaya saing yang ditegaskan di dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 93/K.1/PDP.07/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan pasal 1 bahwa kebidanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah, termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Pelayanan kebidanan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan/atau rujukan.
Dalam hal ini, penyusun merupakan peserta pelatihan yang akan yang akan mengaktualisasikan Peningkatan Pemahaman Ibu Nifas Tentang Pemenuhan Gizi Ibu Nifas di Ruang Kebidanan RSUD Kabupaten Melawi.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan CPNS sebagai ASN dapat melaksanakan fungsi dasar ASN yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa sehingga dapat menjadi PNS yang profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta, memiliki daya saing, serta memiliki nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup aktualisasi ini meliputi tugas dan fungsi perawat yang mencakup lima nilai dasar ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, Anti korupsi) serta Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik yang bertujuan sebagai acuan ASN dalam penerapan/ pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan. Selain itu sasarannya agar PNS dapat belajar untuk mengemban tanggung jawab
3
sepenuhnya sebagai abdi negara pada khususnya dan pelayanan masyarakat pada umumnya, diharapkan ASN dapat merubah mindset di dalam dirinya untuk menjadi lebih profesional, berkomitmen dan berintegritas.
C. Tujuan
Tujuan dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah ASN dapat terbentuk menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai profesionalisme, dengan selalu mengedepankan nilai dasar akuntabilitas dalam tugas yang diembannya, mempunyai semangat nasionalisme dalam melaksanakan tugasnya, menjunjung tinggi etika yang baik dalam melayani masyarakat, memiliki komitmen mutu dalam tupoksinya, dan anti korupsi dalam melaksanakan kegiatannya dan sebagai ASN harus menjalankan fungsi sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan dan perekat serta pemersatu bangsa.
D. Tempat dan Waktu Kegiatan
Tempat kegiatan aktualisasi ini adalah di RSUD Kabupaten Melawi dengan menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Waktu pelaksanaan aktualisasi selama 30 hari kerja yaitu dari tanggal 22 April 2021 sampai dengan 5 Juni 2021 di wilayah kerja RSUD Kabupaten Melawi. Kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan rancangan aktualisasi yaitu sebanyak 5 (lima) kegiatan, antara lain :
1. Konsultasi dengan pimpinan dan kepala ruangan ruangan 2. Membuat SOP tentang gizi ibu nifas
3. Membuat leaflet tentang gizi ibu nifas
4. Melakukan konseling pada ibu nifas tentang gizi ibu nifas 5. Melakukan evaluasi pemahaman ibu nifas
E. Manfaat
Kegiatan aktualisasi memberikan manfaat antara lain: 1. Bagi peserta Pelatihan Dasar
Manfaat aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter pribadi yang ungul dan
4
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme di dalam diri peserta pelatihan dasar. Selain itu, kegiatan aktualisasi bermanfaat bagi peserta dalam upaya memperkuat kompetensi bidang yang dimiliki. Manfaat aktualisasi bagi rumah sakit adalah memberikan kontribusi bagi tercapainya visi, misi, dan tujuan rumah sakit.
5
BAB II
GAMBARAN UMUM RSUD KABUPATEN MELAWI
A. Gambaran Umum Rumah Sakit
1. Profil RSUD Kabupaten Melawi
Kabupaten Melawi terletak di bagian timur Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Melawi dengan ibukota Nanga Pinoh terletak antara 0o 07’ – 1o 21’ Lintang Selatan dan 111o 07’ – 112o 27’ Bujur Timur. Secara geografis, kondisi alam yang dimiliki oleh Kabupaten Melawi merupakan dataran dengan kontur geografis yang memiliki kecenderungan tanah datar pada bagian tengah wilayah kabupaten dan daerah pegunungan di beberapa daerah perbatasan. Secara administratif batas-batas wilayah Kabupaten Melawi adalah sebagai berikut :
a. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sintang.
b. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah.
c. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sintang. d. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Ketapang.
Luas wilayah 10.640 Km2 terdiri dari 11 (sebelas) kecamatan, yaitu : 1. Nanga Pinoh 2. Ella Hilir 3. Menukung 4. Sokan 5. Sayan 6. Tanah Pinoh
7. Tanah Pinoh Barat 8. Belimbing
9. Belimbing Hulu 10. Pinoh Selatan 11. Pinoh Utara
Kabupaten Melawi sebagai salah satu dari kabupaten baru yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sintang dibentuk berdasarkan UU Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Provinsi Kalimantan Barat. Sesuai dengan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 135/1213/SJ Tanggal 21 Mei 2004 perihal Pedoman Teknis Pelaksanaan 13 (tiga belas) Undang-Undang tentang Pembentukan 24 (dua puluh empat)
6
Kabupaten, dimana Kabupaten Melawi merupakan salah satu dari 24 Kabupaten baru yang dibentuk oleh Pemerintah Pusat.
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi berada dibawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Melawi, dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Landasan hukum yang menjadi considerant sehubungan dengan keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi, maka pemerintah Kabupaten Melawi membuat beberapa persyaratan administratif sebagai berikut :
a. Keputusan Pejabat Bupati Melawi No. 59 Tahun 2004 Tentang Penunjukan Instalasi Rawat Inap Puskesmas Nanga Pinoh menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi dengan kelas/tipe D. b. Peraturan Pejabat Bupati Melawi No. 53 Tahun 2007 Tentang Struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi.
Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 620/MENKES/SK/IV/2005 Tentang Rumah Sakit Umum Daerah Melawi Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat, dengan nomor registrasi: 6110012
2. Kondisi Geografi, Demografi dan Tenaga a. Geografi
Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi di Jl. Kelakik Km 4 Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, Kode Pos 78672, Email : [email protected] Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi sejak Juli 2009 telah menempati gedung baru yang sebagian sudah selesai dibangun yaitu perkantoran, poli klinik, apotik, rekam medis, laboratorium, IGD, ICU, OK, gedung perawatan, fisioterapi, UTDRS, Radiologi, CSSD, perawatan kelas III untuk penduduk miskin, Mushola, kantin, loundry, kamar Jenazah, ruang genset dan dapur sedangkan sebagian lagi dalam proses pembangunan adalah pagar rumah sakit diatas tanah dengan luas areal 12.9 Ha dan luas bangunan 127.161 M2 .
7
Luas bangunan yang telah dibangun terdiri dari luas lantai 8.804,53 m2 meliputi gedung poli umum, gedung IGD, ICU, OK (Ruang Operasi), gedung perawatan bedah, apotik, selasar, medical record, laboratorium, fisioterapi, dapur, selasar penghubung, UTDRS, incinerator, dan IPAL, CSSD, rontgen, dan perawatan umum.
Luas tanah Rumah Sakit Umum Daerah Melawi lebih kurang 12,9 Ha. Listrik bersumber pada perusahaan listrik negara ranting Sanggau dengan daya 236.000 VA. Air bersih menggunakan sumur Bor 4 x 5000 L, Sumur gali 2 x 2000 L dengan daya ± 20 m³, dan Sarana komunikasi untuk saat ini dapat terpenuhi karena belum ada jalur telepon yang melewati daerah RSUD Melawi.
b. Demografi
Penduduk di Kabupaten Melawi berdasarkan angka sensus tahun 2013, penduduk Kabupaten Melawi berjumlah 189.061 jiwa, yang terdiri dari 96.486 laki-laki dan 92.575 perempuan. Dari hasil sensus tersebut juga diketahui bahwa penyebaran penduduk masih berpusat di Kecamatan Nanga Pinoh yakni sebesar 54.571 Jiwa.
Laju pertumbuhan penduduk (LPP) Kabupaten Melawi selama tahun 2000-2013, mengalami LPP sebesar 1,82 persen pertahun. LPP tertinggi dialami oleh Kecamatan Nanga Pinoh yakni sebesar 4,37 persen pertahun, sedangkan LPP terkecil dialami oleh Kecamatan Belimbing Hulu yakni sebesar -0,81 persen pertahun. Pada tahun 2012 sex ratio penduduk Kabupaten Melawi sebesar 104 yang artinya jumlah penduduk laki-laki 4 persen lebih banyak dari pada penduduk perempuan. Sex ratio terbesar terdapat di Kecamatan Belimbing Hulu yakni sebesar 109 dan yang terkecil di Kecamatan Sokan sebesar 100.
Dengan luas wilayah sekitar 10.640 Km2 yang didiami oleh 189.061 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Melawi sebesar 18 jiwa/Km2. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Nanga Pinoh yakni sebanyak 73 jiwa/ Km2 sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Sokan yakni sebanyak 10 jiwa/Km2.
8
Masyarakat di wilayah Kabupaten melawi sangat beragam menurut sumber mata pencahariannya, sebagian besar penduduk sebagai petani yang menggarap lahan pertanian maupun perkebunan (karet dan kelapa sawit), pedagang yang menggerakkan roda ekonomi di pasar, pegawai negeri (PNS), karyawan perusahaan yang bergerak dibidang eksploitasi dan pengolahan kayu hasil hutan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan swasta lainnya.
Indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB atas harga berlaku Kabupaten Melawi tahun 2013 mencapai 1.49 triliun rupiah, sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar 650 miliar rupiah. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Melawi mencapai 6,73 persen dengan pendapatan perkapita 7,8 juta rupiah. Nilai ini labih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Melawi terus mengalami perkembangan.
Pada tahun 2013 terdapat 56.000 keluarga sejahtera dimana 4% merupakan keluarga pra sejahtera, 38% adalah keluarga sejahtera 1,41% keluarga sejahtera II, 12% keluarga sejahtera III, 4% keluarga sejahtera III plus. Garis kemiskinan pada tahun 2012 sebesar 349.694 rupiah/kap/bulan. Hal ini berarti penduduk Kabupaten Melawi dikategorikan miskin apabila pendapatan per bulannya dibawah Rp. 349.694,00
Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Melawi berdasarkan hasil Susenas sebesar 13,70% dari total penduduk tahun 2013 berarti mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15,04%.
c. Ketenagaan
Undang–Undang 44 tahun 2009 pasal 12 tentang sumber daya manusia menyatakan:
1) Persyaratan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) yaitu Rumah Sakit harus memiliki
9
tenaga tetap yang meliputi tenaga medis dan penunjang medis, tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga manajemen Rumah Sakit, dan tenaga non kesehatan.
2) Jumlah dan jenis sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan jenis dan klasifikasi Rumah Sakit.
3) Rumah Sakit harus mempunyai data ketenagaan yang dilakukan praktik atau pekerjaan dalam penyelenggaraan Rumah Sakit.
Rumah sakit dapat mempekerjakan tenaga tidak tetap dan konsultan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Sumber daya manusia Rumah sakit terdiri dari PNS/ CPNS dan non PNS. Rekruitmen pegawai non PNS dilakukan oleh Direktur dengan cara seleksi meliputi: seleksi administrasi, kesehatan, seleksi akademik, keterampilan, psikologi, dan wawancara.
Tabel 2.1 Jumlah Pegawai Menurut Status Kepegawaian
No Status kepegawaian Jumlah
1 Pegawai Negeri Sipil 174
2 Tenaga Kontrak Daerah 74 Orang
3 Tenaga Magang / tenaga kerja sukarela -
Jumlah 248
Tabel 2.2 Jumlah Pegawai Menurut Profesi Kepegawaian
No Profesi Pegawai Jumlah Keterangan
1 Dokter Spesialis Penyakit Dalam 1
2 Dokter Spesialis Bedah 2
3 Dokter Spesialis Anak 2
4 Dokter Spesialis Kandungan 2
10
6 Dokter Spesialis Anastesi 1
7 Dokter Spesialis Patologi Klinik 1
8 Dokter Gigi 2
9 Dokter Mata 1
Jumlah 13
Tabel 2.3 Tenaga Medis Dokter & Perawatan
No Profesi Kepegawaian Status Keterangan
PNS Honerer Magang 1 Dokter Umum 8 2 2 Perawat Ners 7 3 3 Perawat D3 49 26 4 Perawat Anestesi 1 1 5 SPK 3 6 Bidan S1/D4 1 1 7 Bidan D3 13 5 8 Perawat Gigi 3 9 SPRG 1
10 Perawat Terapi Wicara 1
11
Tabel 2.4Tenaga Paramedis Non Perawat NO Profesi Pegawai Status Keterangan PNS Honorer Magang 1 SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) 5 2 Analis Kesehatan 7 3 Apoteker 5 4 Asisten Apoteker 9 1 5 Perekam Medis 5 6 Fisioterapi 2 1 7 Radiografer / Rontgen 8 1 8 Ahli Gizi ( S1) 1 9 Ahli Gizi D3 3 10 Analis Makanan 1 11 Tehnik Elektromedik 2 12 Sanitarian 3 1 13 SMAK 1 Jumlah 51 5
Tabel 2.5 Tenaga Non Medis Lainnya NO JENIS PENDIDIKAN STATUS JUMLAH PNS Honerer Magang 1 S-2 Magister Management 1 1 2 S1 Ekonomi 1 3 S-1 Saint/ Kimia 1 4 S-1 Sosial 5
12
5 S-1 Ilmu Pemerintahan 1
6 S-1 Komputer 1
7 S-1 Agama 1
8 S-1 Teknik 1
9 S-1 Ilmu Administrasi Negara 1
10 S-1 Teknik Informatika 1
11 D-III Administrasi Kesehatan 2
12 SLTA 10 26
13 SLTP 1
14 SD
Jumlah 23 31
B. Visi, Misi dan Tujuan
Visi RSUD Melawi adalah ”Sebagai Rumah Sakit Daerah Yang Memberikan Pelayanan Paling Bermutu dan Adil di Kabupaten Melawi dan Sekitarnya”.
Visi RSUD diharapkan mendukung dalam mewujudkan Visi Kabupaten Melawi yaitu ”Kabupaten Melawi aman, damai, maju, dan sejahtera dengan pemerintahan demokratis dan berkeadilan”.
RSUD Melawi pada masa yang akan datang diharapkan mampu memberikan layanan-layanan spesialistik yang menjadi unggulan dalam pelayanan rumah sakit. Pelayanan tidak hanya memfokuskan pada penyembuhan (kuratif) tetapi diharapkan masyarakat yang sehat pun mau dan mampu menjadi customer RSUD Melawi (rujukan utama).
Pernyataan Misi RSUD Melawi:
1. PENINGKATAN derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan bermutu sesuai standar dan berorientasi kepada pelanggan.
13
2. PENINGKATAN sumber daya manusia rumah sakit yang memiliki kompetensi meliputi pengetahuan, keterampilan disertai moral dan perilaku yang benar dan baik.
3. PENINGKATAN sarana dan prasarana pelayanan yang efektif dan efisien sesuai Standarisasi Rumah Sakit.
4. Menciptakan manajemen yang sehat.
C. Nilai-nilai Organisasi
Nilai nilai organisasi yang ada adalah sebagai berikut: 1. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada seluruh ketentuan dan peraturan
2. Peduli
Melayani masyarakat dengan sepenuh hati, mementingkan nilai-nilai kemanusiaan dan mempermudah masyarakat dalam menerima pelayanan 3. Transparan
Sikap bersedia memberitahukan seluruh informasi mengenai pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien dan keluarga pasien
4. Integritas Tinggi
Sikap melaksanakan seluruh tugas secara bersungguh-sungguh sesuai dengan kebijakan yang berlaku
5. Rahasia
Sikap menjaga selururh data pasien sesuai aturan yang berlaku 6. Beretika
Sikap saling menghormati dan menghargai satu dan lainnya 7. Inovatif
Sikap untuk berfikir dan membuat hal baru yang menunjang peningkatan pelayanan
14
D. Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi
1. Struktur Organisasi
Susunan Organisasi RSUD Melawi
Rumah Sakit Umum Daerah Melawi merupakan unsur pendukung tugas Bupati dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang pelayanan kesehatan.
Struktur dan Susunan Organisasi RSUD Melawi dapat dilihat dalam bagan dibawah ini. Susunan, status kepegawaian RSUD Melawi sangat kompleks dan bervariasi. Bila dilihat dari status kepegawaian secara umum, mulai dari pegawai Honorer/Kontrak Daerah, CPNS Daerah, dan PNS. Ditinjau dari segi Pendidikan dan keahlian yang dimiliki, mulai dari yang berpendidikan SLTP, SLTA, DI, DII, DIII, DIV, S1, S2 dan Dokter Spesialis. Susunan organisasi RSUD Melawi, terdiri dari:
1. Direktur
2. Dewan Pengawas
3. Komite dan Satuan Pengawas Intern 4. Kepala Bagian Tata Usaha
5. Kepala Bidang Keperawatan, Pengendalian dan Pengembangan 6. Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik
7. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian 8. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan 9. Kepala Seksi Pelayanan Medik
10. Kepala Seksi Penunjang Medik 11. Kepala Seksi Keperawatan
12.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pengembangan13.
Kelompok Jabatan Fungsional15
KASI PENUNJANG MEDIK
dr.HERLINA Nip. 19860917 201101 2 019
KASI PELAYANAN MEDIK
RACHMADANIA MEISA,SKM Nip. 19850530 200904 2 001
KASI PENGENDALIAN DAN
PENGEMBANGAN
JOKO DARMAJI, A.Md.Kep Nip. 19740702 199403 1 004
INSTANSI
KASI KEPERAWATAN
BEATRIKS HALLA, A.Md.Kep Nip. 19861008 200904 2 003
DIREKTUR
dr. SIEN SETIAWAN Nip. 19641215 200502 1 002
Komite dan Satuan pengawas intern
KABID PELAYANAN DAN PENUNJANG MEDIK
MUSADAR, S.Sos Nip. 19681120 198911 1 001
KABID KEPERAWATAN, PENGENDALIAN DAN PENGEMBANGAN
HJ. JAIMAH, SKM Nip. 19700410 198901 2 001
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
BAGIAN TATA USAHA
TRI WAHYU KARMAWAN, SE, MM Nip. 19711123 200502 1 001
SUBBAG PERENCANAAN DAN KEUANGAN
AMBARWATI, S.Sos Nip. 19831205 200604 2 020
SUBBAG TU DAN KEPEGAWAIAN
WETI OKTAVIA, SH Nip. 19771026 200212 2 002
STRUKTUR ORGANISASI UPTD RSUD KABUPATEN MELAWI
Dewan Pengawas
16
2. Tugas dan Fungsi
a. Tugas Pokok RSUD Kabupaten Melawi ;
Membantu Bupati dalam pelaksanaan kesehatan masyarakat secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya sistem rujukan.
b. Fungsi RSUD Kabupaten Melawi ;
1) Penyelenggara Pelayanan Medis2) Penyelenggara Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis 3) Penyelenggara Pelayanan Keperawatan dan Asuhan Keperawatan 4) Penyelenggara Pelayanan Rujukan
5) Penyelenggara Pelayanan Administrasi Umum dan Keuangan 6) Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan
7) Penyelenggara Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
c. Tugas Pokok Bidan Ahli
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PERMENPAN-RB) Nomor 36 Tahun 2019, uraian kegiatan tugas jabatan fungsional Bidan Ahli Pertama meliputi: 1) Melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis;
2) Menyusun perencanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis; 3) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis;
4) Melakukan pengkajian pada ibu bersalin fisiologis; 5) Memberikan asuhan Kala I persalinan fisiologis; 6) Melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis; 7) Melakukan asuhan Kala III persalinan fisiologis; 8) Melakukan asuhan Kala IV persalinan fisiologis; 9) Melakukan pengkajian pada ibu nifas fisiologis;
10) Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas fisiologis; 11) Melakukan persiapan pre operasi obstetri ginekologi;
12) Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan ibu dan anak pada individu atau keluarga sesuai dengan kebutuhan;
13) Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD); 14) Melakukan asuhan neonatal esensial;
15) Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada 6 jam - 48 jam paska kelahiran (KN1);
17
16) Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 3 - hari ke 7 paska kelahiran (KN2) ;
17) Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 8 - hari ke 28 paska kelahiran (KN3);
18) Memfasilitasi konseling kesehatan reproduksi; 19) Memfasilitasi konseling pra nikah;
20) Memfasilitasi konseling keluarga berencana (KB);
21) Melakukan pemetaan sasaran dan analisis data pada keluarga dan masyarakat;
22) Melakukan pembinaan keluarga balita/remaja/lansia;
23) Berpartisipasi aktif dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa; 24) Melaksanakan tugas jaga shift malam;
25) Melakukan asuhan kebidanan di kamar bedah;
26) Mengidentifikasi kebutuhan, melakukan analisis dan merencanakan kegiatan UKM terkait pelayanan kebidanan di Puskesmas;
27) Melakukan pemantauan pelaksanaan persalinan dan pencegahan komplikasi; 28) Melakukan monitoring dan evaluasi asuhan kebidanan di tingkat Puskesmas;
dan
29) Melakukan skrining Pencegahan Penularan HIV, sifilis, hepatitis B dari ibu ke anak (PPIA) di Puskesmas atau Rumah Sakit;
18
BAB III
KONSEP DASAR ASN
A. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Lembaga Administrasi Negara sesuai amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS terkait dengan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama satu (satu) tahun masa percobaan, telah menetapkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelatihan ini memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat Pelatihan dan di tempat kerja, yang memungkinkan peserta mampu untuk menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan, merasakan manfaatnya serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang professional. Peserta Pelatihan Dasar CPNS nantinya diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas melalui pembiasaan (habituasi), sehingga peserta pelatihan dasar CPNS dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara menyatakan bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa sebagaimana dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat serta mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk mencapai terciptanya Aparatur Sipil Negara sebagaimana yang disebutkan di atas, maka perlu adanya penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS melalui Pelatihan Dasar CPNS.
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, Penyelenggaraan Pelatihan Dasar untuk membentuk PNS sebagai pelayan masyarakat yang berkarakter dan profesional yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS dalam NKRI sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan publik.
1.
Menunjukkan sikap perilaku dan disiplin PNS;19
3.
Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI; dan4.
Menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas. Nilai-nilai dasar PNS tercermin dalam ANEKA yang merupakan landasan dalam menjalankan profesi ASN. Adapun nilai-nilai dasar PNS tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Berikut ini penjelasan masing-masing nilai dari ANEKA dimaksud, adalah:1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik, yaitu:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan; dan
e. Indikator nilai dasar akuntabilitas mencakup tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil dan transparan, konsisten serta integritas.
2. Nasionalisme
Dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati, kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta menghargai karya orang lain.
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/ norma yang menentukan baik/ buruk, benar/ salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat,
20
disiplin, hormat, sopan, taat pada perundang-undangan, taat perintah dan menjaga rahasia.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain adalah mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara kualitas pelayanan. Adapun indikator yang terdapat pada nilai dasar komitmen mutu yaitu efektifitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi mutu.
5. Anti Korupsi
Penanganan korupsi perlu diselesaikan secara komperensif karena korupsi adalah masalah kehidupan, dampak dan bahayanya dapat berpengaruh secara jangka panjang dan merusak kehidupan. Oleh karena itu, ASN perlu dibekali nilai dasar anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Indikator nilai dasar anti korupsi adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani serta adil.
B. Peran Dan Kedudukan PNS Dalam Kerangka NKRI
1. Manajemen ASNManajemen kepegawaian adalah suatu proses pengelolaan pegawai/ karyawan mulai dari perekrutan/ rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja) supaya pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Ada beberapa indikator untuk Pegawai yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan.
2. Whole Of Government (WOG)
Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik. Di dalam whole of government terdapat beberapa nilai indikator yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, singkronisasi dan simplikasi.
3. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan
21
administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, disiplin/ sapa/ ramah, dan kenyamanan.
22
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Pemecahan Isu
Isu merupakan pokok permasalahan yang terjadi, sedang terjadi atau akan terjadi yang menjadi pembicaraan khalayak ramai sehingga memerlukan jalan keluar atau solusi dengan melakukan tindakan yang nyata. Dalam menyusun rencana untuk kegiatan habituasi maka perlu ditentukan isu atau permasalahan yang mendasar pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi khususnya di ruang Kebidanan. Isu yang diangkat berdasarkan peran dan kedudukan sebagai Aparatur Sipil Negara tentang masalah yang terjadi di ruang lingkup kerja tersebut. Adapun isu yang akan dianalisis asdalah sebagai berikut:
1.
Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap resiko infeksi nosokomial di RSUD Kabuapaten Melawi2.
Rendahnya pemahaman ibu nifas tentang Gizi Ibu Nifas di Ruang Kebidanan RSUD Kabupaten Melawi3.
Rendahnya penerapan orientasi pasien baru di Ruang Kebidanan RSUD Melawi4.
Kurangnya komunikasi therapeutik di Ruang Kebidanan RSUD Kabupaten MelawiSelama bertugas di RSUD Kabupaten Melawi, masih banyak ditemukan ibu nifas yang tidak tau atau masih bingung tentang nutrisi yang harus dikonsumsi karena kurangnya akses informasi tentang gizi ibu nifas.
Selain itu, juga disebabkan beberapa mitos yang masih dipercaya antara lain:
1. Pantang makan yang amis-amis seperti telur, daging dan ikan karena dianggap dapat membuat asi dan badan menjadi amis.
Faktanya : Justru, “makanan berprotein tinggi sangat dianjurkan bagi perempuan dalam masa nifas karena salah satu fungsi protein adalah membantu penyembuhan luka, termasuk luka jahitan”(Ambarwati, 2008).
2. Ibu harus minum jamu khusus
Faktanya : ini mitos belaka, tak didukung fakta. Menurut laporan berjudul “Gambaran Sikap Ibu Postpartum pada Kepercayaan Budaya Melayu” yang terbit dalam Jurnal Ners Indonesia tahun 2020, perempuan tidak diharuskan untuk minum jamu khusus selama masa nifas karena vagina dan rahim akan berangsung pulih seperti semula secara alami.
Selain itu, minum jamu bila beraksi dengan obat yang diresepkan dokter, bisa mempengaruhi bilirubin bayi, yang mana bilirubin ini dapat menyebabkan penyakit kuning.
23
Dari beberapa isu diatas dapat dianalisis dengan menggunakan dua teknik analisis yaitu teknik analisis APKL ( Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak ) dan teknik analisis USG ( Urgency, Seriousness, Growth ) untuk mendapatkan isu yang akan diangkat untuk menjadi sebuah permasalahan sehingga dapat ditentukan kegiatan pemecahan isu tersebut dengan skala penilaian 1 sampai dengan 5.
Untuk menentukan isu prioritas maka digunakan metode APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) dengan skala penilaian 1 sampai 5.
Tabel 4.1 Analisis isu dengan teknik APKL
NO ISU AKTUAL
KRITERIA
RANK
A P K L
1 Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap
resiko infeksi nosokomial di RSUD Kabuapaten Melawi
3 4 3 2 9 III
2 Rendahnya pemahaman ibu nifas tentang
pentingnya pemenuhan nutrisi ibu nifas di RSUD Kabupaten Melawi
4 4 4 4 16 I
3 Kurangnya persiapan pelayanan kebidanan di
RSUD Kabupaten Melawi
4 3 4 3 14 II
4 Kurangnya komunikasi therapeutik di Ruang
Kebidanan RSUD Kabupaten Melawi
2 2 3 3 10 IV Keterangan : A : Aktualitas P : Problematik K : Khalayak L : Layak Skala Nilai (1-5) : Sangat tinggi : 5 Tinggi : 4 Sedang : 3 Rendah : 2 Sangat Rendah : 1
24
Untuk menganalisis penyebab isu prioritas, digunakan metode USG ( Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5.
Tabel 4.2 Analisis Penyebab Isu dengan teknik USG
NO ISU AKTUAL
KRITERIA RANK
U S G
1 Kurangnya informasi tentang gizi ibu nifas 4 4 5 13 I
2 Masih banyak mitos tentang makanan yang
merugikan ibu nifas
4 4 3 11 II
3 Bahan pangan yang sulit didapat 3 3 3 9 III
Dari analisis isu menggunakan teknik APKL maka didapatkanlah isu prioritas yaitu “Rendahnya pemahaman ibu nifas tentang pentingnya pemenuhan nutrisi ibu nifas di RSUD Kabupaten Melawi”.Dampak yang akan ditimbulkan jika isu tidak ditangani yaitu :
a. Bagi masyarakat
1. Kemungkinan ibu nifas yang nutrisi saat nifas tidak terpenuhi dapat mengakibatkan anemis
2. Kemungkinan kekurangan nutrisi pada ibu nifas dapat memperlambat proses pemulihan tubuh ibu
b. Bagi petugas
1. Dianggap tidak betanggung jawab dan profesional 2. Hilangnya kepercayaan atasan terhadap kinerja petugas c. Bagi Organisasi
1. Indikator kinerja tidak tercapai 2. Tidak tercapainya visi dan misi
Berdasarkan permasalahan di atas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Bidan Ahli, maka penulis ingin membuat gagasan pemecahan isu Rancangan Aktualisasi adalah “Peningkatan Pemahaman Ibu Nifas tentang Pemenuhan Gizi Ibu Nifas di RSUD Kabupaten Melawi”.
Untuk mendukung dalam pelaksanaan optimalisasi kegiatan yang berkaitan dengan judul isu diatas, maka penulis menguraikan beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain :
25 1. Konsultasi dengan mentor
2. Konsultasi dengan kepala ruangan 3. Membuat leaflet tentang gizi ibu nifas
4. Melakukan konseling pada ibu nifas tentang gizi ibu nifas 5. Melakukan evaluasi pemahaman ibu nifas
26
B. Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar ASN
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
Unit Kerja : RSUD Kabupaten Melawi
Isu yang Diangkat : Rendahnya pemahaman ibu nifas tentang Gizi Ibu Nifas di RSUD Kabupaten Melawi
Masalah yang Diangkat : Kurangnya informasi tentang gizi ibu nifas
27 No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi
Mata Pelatihan Nilai Aneka
Kontribusi Terhadap Visi dan
Misi Organisasi Penguata Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 1. Kegiatan : Dalam melaksanaan kegiatan saya akan : berkonsultasi dengan Mentor Output : Tersedianya dokumen rangkuman hasil pertemuan dengan mentor 1. Membuat janji temu 2. Mengucapkan salam
1. Dengan melakukan pertemuan dengan kepala
ruangan, pertama kali yang saya lakukan adalah membuat janji temu untuk menghargai dan menghormati beliau sebagai mentor, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar (Etika Publik : Hormat)(Manajemen ASN: Keterbukaan) (WoG : Koordinasi)
2. Dengan datang tepat waktu sesuai dengan
ketentuan dari kepala ruangan agar waktu kerja tidak terganggu, kemudian saya mengucapkan salam dan meminta ijin kepada kepala ruangan untuk memasuki ruangan untuk menunjukkan kesopanan terhadap mentor, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar (Nasionalisme : Religius)(Etika Publik :Sopan)
Pada pelaksanaan kegiatan saya akan : berkonsultasi dengan kepala ruangan maka akan memberikan kontribusi terhadap visi Rumah Sakit dan membantu
pencapaian misi nomor 4 yaitu PENINGKATAN sumber daya
manusia rumah sakit yang memiliki
kompetensi meliputi pengetahuan,
Pada pelaksanaan kegiatan saya akan :
Melakukan
pertemuan dengan mentor maka akan memberikan
penguatan terhadap nilai-nilai RSUD nomor 3 yaitu Transparan
28 3. Bertemu dengan mentor 4. Menyampaikan tujuan ingin bertemu 5. Menjelaskan rancangan aktualisasi 6. Menuliskan hasil pertemuan (WoG : Komunikasi) (Anti Korupsi : Disiplin)
3. Dengan bertemu mentor untuk bermusyawarah
tentang rancangan aktualisasi, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar(Nasionalisme : Musyawarah) (Pelayanan Publik : Transparan)
4. Dengan menyampaikan tujuan kepada mentor
yaitu ingin menyampaikan rancanganaktualisasi dan bermusyawarah tentang tujuan rancangan aktualisasi tersebut, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Kejelasan Target)
5. Dengan menjelaskan rancangan aktualisasi
yang akan di lakukan di RSUD dan berdiskusi tentang target atau tujuan rancanganaktualisasi, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Komitmen Mutu : Efektivitas)
6. Dengan menulis hasil pertemuan dengan
keterampilan disertai moral dan perilaku yang benar dan baik
29 dengan kepala
ruangan
mentor agar ada rangkuman singkat yang sistematis, padat dan menyeluruh sebagai bukti tertulis pertemuan dengan mentor, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar (Akuntabilitas : Tanggung Jawab) 2 Kegiatan : Dalam melaksanaan kegiatan saya akan : berkonsultasi dengan atasan yaitu kepala ruangan kebidanan Output : Tersedianya dokumen rangkuman hasil pertemuan 1. Membuat janji temu 2. Mengucapkan salam
1. Dengan melakukan pertemuan dengan kepala ruangan, pertama kali yang saya lakukan adalah membuat janji temu untuk menghargai dan menghormati beliau sebagai kepala ruangan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Etika Publik : Hormat) (WoG : Koordinasi
2.
Dengan datang tepat waktu sesuai dengan ketentuan dari kepala ruangan agar waktu kerja tidak terganggu, kemudian sayamengucapkan salam dan meminta ijin kepada kepala ruangan untuk memasuki ruangan untuk menunjukkan kesopanan terhadap kepala ruangan, dalam hal ini saya akan
Pada pelaksanaan kegiatan saya akan : berkonsultasi dengan kepala ruangan maka akan memberikan kontribusi terhadap visi Rumah Sakit dan membantu
pencapaian misi nomor 4 yaitu PENINGKATAN sumber daya
manusia rumah sakit yang memiliki
Pada pelaksanaan kegiatan saya akan : Melakukan pertemuan dengan kepala ruangan maka akan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai RSUD nomor 3 yaitu Transparan
30 dengan kepala ruangan 3. Bertemu dengan kepala ruangan 4. Menyampaikan tujuan ingin bertemu 5. Menjelaskan rancangan
menerapkan nilai dasar (Anti Korupsi : Disiplin) (Nasionalisme : Religius) (Etika Publik :Sopan) (WoG : Komunikasi)
3. Dengan bertemu kepala ruangan untuk bermusyawarah tentang rancangan aktualisasi, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Nasionalisme : Musyawarah) (Pelayanan Publik : Transparan)
4. Dengan menyampaikan tujuan kepada kepala ruangan yaitu ingin menyampaikan rancangan aktualisasi dan bermusyawarah tentang tujuan rancangan aktualisasi tersebut, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Kejelasan Target) (WoG : Kerjasama)
5. Dengan menjelaskan rancangan aktualisasi yang akan di lakukan di RSUD dan berdiskusi
kompetensi meliputi pengetahuan,
keterampilan disertai moral dan perilaku yang benar dan baik
31 aktualisasi 6. Menuliskan hasil pertemuan dengan kepala ruangan
tentang target atau tujuan rancangan aktualisasi, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Komitmen Mutu : Efektivitas)
6. Dengan menulis hasil pertemuan dengan kepala ruangan agar ada rangkuman singkat yang sistematis, padat dan menyeluruh sebagai bukti tertulis pertemuan dengan kepala ruangan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Tanggung Jawab) (Anti Korupsi : Disiplin)
3. Membuat leaflet tentang Gizi Ibu Nifas Output : Tersedianya leaflet dalam bentuk bahan cetak 1. Melakukan persiapan 2. Menentukan materi terkait
1. Dengan melaksanakan kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menggunakan referensi dari sumber terpercaya yang
terdapat dalam nilai dasar. dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Tanggung Jawab) 2. Dengan membuat leaflet menggunakan
bahasa yang sopan dan tanpa unsur paksaan,
Membuat leaflet tentang Gizi Ibu Nifas maka akan
memberikan kontribusi terhadap visi Rumah Sakit dan saya membantu pencapaian misi Membuat media sebagai penunjang pelaksanaan kegitan konseling ibu nifas maka akan memberikan
penguatan terhadap nilai-nilai RSUD
32 dari sumber terpercaya 3. Merancang isi leaflet dan merancang desain 4. Konsultasi dengan kepala ruangan 5. Mencetak
dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Etika Publik : Integritas)
3. Dengan membuat leaflet secara informatif dan semenarik mungkin yang belum terdapat di Rumah Sakit sebagai media penunjang kegiatan konseling ibu nifas agar informasi yang disampaikan dapat mudah dipahami oleh ibu nifas, dalam hal ini saya akan
menerapkan nilai dasar (Komitmen Mutu : Inovasi)
(Manajemen ASN : Profesionalitas) (WoG : Kepentingan Bersama)
4. Dengan mengkonsultasikan leaflet dengan kepala ruang kebidanan sebelum di cetak agar jika masih terdapat kekurangan akan saya perbaiki kembali, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Nasionalisme : Kerja Sama)
5. Dengan mencetak leaflet jika sudah sesuai
nomor 4 yaitu Menciptakan manajemen yang sehat. nomor 7 yaitu Inovatif
33 bahan-bahan yang telah dipersiapkan menjadi bentuk leaflet yang menarik dan informatif
dengan apa yang di perlukan, tentunya tanpa menyelewengkan uang rumah sakit, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar (Anti Korupsi : Jujur, Peduli)
(Manajemen ASN: Efektif, Efisien) (Pelayanan Publik: Mudah dan Murah)
4. Melakukan konseling pada ibu nifas tentang pentingnya pemenuhan nutrisi pada ibu nifas dan menyusui Output : Tersampaikanny a KIE 1. Menyiapkan media untuk konseling 2. Memulai kegiatan dengan mengucapkan salam dan menyapa ibu 3. Mengidentifikasi masalah yang dialami ibu
1. Menyiapkan media untuk melakukan konseling sesuai dengan kegiatan yang telah
direncanakan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Konsisten)
2. Mengucapkan salam dan menyapa ibu dengan sopan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Nasionalisme : Adil) (Etika Publik : Sopan)
3. Mengidentifikasinya permasalahan ibu nifas dengan menanamkan rasa peduli pada pada ibu, dalam hal ini saya akan menerapkan
Melakukan konseling pada ibu nifas
tentang pentingnya ASI bagi bayi maka akan memberikan kontribusi terhadap visi Rumah Sakit dan saya membantu pencapaian misi nomor 1 yaitu PENINGKATAN derajat kesehatan masyarakat melalui Melakukan
konseling pada ibu nifas maka akan memberikan penguatan
terhadap nilai-nilai RSUD nomor 2 yaitu peduli
34 4. Memaparkan materi konseling 5. Melakukan pemberian saran kepada ibu nifas dan mempersilahka n ibu nifas untuk bertanya
nilai dasar
(Anti korupsi : Peduli)
(Nasionalisme : Mencintai sesama) (Manajemen ASN: Profesionalitas)
4. Memaparkan materi dengan cara melakukan komunikasi dua arah secara terbuka kepada ibu dengan bersikap sopan sesuai dengan nilai dasar, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Etika Publik : Sopan dan Ramah)
5. Mempersilahkan ibu untuk bertanya mengenai hal yang belum dimengerti, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Partisipatif)memberikan pemberian saran kepada ibu nifas secara efektif sesuai dengan kebutuhan dan keluhan ibu, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Komitmen Mutu : Efisien)
pelayanan bermutu sesuai standar dan berorientasi kepada pelanggan.
35 5. Melakukan evaluasi pemahaman ibu nifas Output : Terlaksananya penyimpulan 1. Menyiapkan lembar ceklist 2. Melakukan tanya jawab pada ibu nifas
3. Mengisi lembar ceklist
1. Mempersiapkan lembar ceklis dengan bersungguh-sungguh dan sesuai dengan kebutuhan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Kejelasan Target) (Komitmen Mutu : Efisiensi)
2. mempersilahkan ibu untuk bertanya apa saja yang belum dipahami dan menjawab
pertanyaan ibu dengan sopan, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Partisipatif) (Etika Publik : Sopan) (Anti Korupsi : Peduli)
3. mempersilahkan ibu nifas menjelaskan ulang tentang nutrisi yang diperlukan ibu nifas dan memberitahu ibu jika ada yang terlewat atau salah, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Nasionalisme : Kerjasama) (WoG : Berkesinambungan)
Melakukan evaluasi pemahaman ibu nifas maka saya akan memberikan kontribusi terhadap visi Rumah Sakit dan saya membantu pencapaian misi nomor 1 yaitu PENINGKATAN derajat kesehatan masyarakat melalui melalui pelayanan bermutu sesuai standar dan berorientasi kepada pelanggan Melakukan evaluasi pemahaman ibi nifas maka akan memberikan
penguatan terhadap nilai-nilai RSUD nomor 2 yaitu Peduli
36 4. Menyimpulkan
hasil dari lembar ceklis
(Pelayanan Publik : Akuntabel)
melakukan pengisian lembar ceklis dengan jujur tanpa membuat-buat hasil tentang
pemahaman ibu nifas, dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Anti Korupsi : Jujur)
4. menyimpulkan ibu nifas paham atau tidak tentang penjelasan gizi ibu nifas sesuai dengan lembar ceklis yang di isi dalam hal ini saya akan menerapkan nilai dasar
(Akuntabilitas : Konsisten)
37 C.
Jadwal Pelaksanaan
Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Rancangan Aktualisasi
No Kegiatan Waktu Output
1 2 3 4
1 Konsultasi dengan mentor
26 April 2021 1. catatan konsultasi 2. foto kegiatan
2 Konsultasi dengan kepala ruangan
27 s/d 28 April 2021
1. Desain leaflet2. Catatan hasil konsultasi
3 Membuat leaflet tentang Gizi Ibu Nifas
29 s/d 30 April 2021
1. Leaflet bentuk cetak 2. Foto kegiatan 4 Melakukan konselingpada ibu nifas tentang pentingnya pemenuhan nutrisi pada ibu nifas dan menyusui
1 Mei s/d 5 Juni 2021 1. Daftar nama ibu nifas yang diberikan konseling
2. Foto kegiatan
5 Melakukan evaluasi pemahaman ibu nifas
1 Mei s/d 5 Juni 2021 1. Hasil lembar ceklis evaluasi semua ibu nifas
38
D. Jadwal Konsultasi dengan Coach
Tabel dibawah ini menggambarkan jadwal kegiatan konsultasi mengenai rancangan aktualisasi bersama coach :
39
E. Jadwal Konsultasi dengan Mentor
Tabel dibawah ini menggambarkan jadwal kegiatan konsultasi mengenai rancangan aktualisasi bersama mentor:
40
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta : Mitra Cendikia
Bevalola Kusumasari, Septiana Dwiputrianti, dan Enda Layuk Allo. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Fatimah, Elly dan Erna Irawati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Jurnal Ners Indonesia. 2020. Gambaran Sikap Ibu Postpartum pada Kepercayaan Budaya Melayu. Jakarta : Jurnal Ners Indonesia
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PERMENPAN-RB) Nomor 36 Tahun 2019. Jakarta: MENPAN-RB
Pemerintah Indonesia. 2014. Undang-undang No. 5 Tahun 2014 Yang Mengatur Tentang Aparatur Sipil Negara. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 2014 No. 5494. Jakarta: Sekretariat Negara
Pemerintah Kabupaten Melawi. 2004. Keputusan Pejabat Bupati Melawi No. 59 Tahun 2004 Tentang Penunjukan Instalasi Rawat Inap Puskesmas Nanga Pinoh menjadi Rumah Sakit Umum DaerahKabupaten Melawi dengan kelas/tipe D. Melawi : Bupati Kabupaten Melawi
Pemerintah Kabupaten Melawi. 2007. Peraturan Pejabat Bupati Melawi No. 52 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi. Melawi: Bupati Kabupaten Melawi
Purwanto, Erwan Agus dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Suwarno, Yogi dan Muhammad Idris. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Tim Penulis RSUD Kabupaten Melawi. 2014. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Melawi 2014. Melawi: RSUD Kabupaten Melawi
Wahyudi Kumorotomo, Nana Rukmana D. Wirapradja, dan Amir Imbaruddin. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Etika Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Yudi Latief, Adi Suryanto, dan Abdul Aziz Muslim. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Yuniarsih, Tjutju dan Muhammad Taufiq. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan. Jakarta : Presiden Republik Indonesia