Kanker
Kanker adalah Penyakit Genetik
Gen adalah sepotong DNA yang membentuk gulungan
DNA-Deoxyribonucleic
Acid
• Adalah blue print berisi
instruksi ‘pembuatan’ organisme menentukan ciri manusia
seperti: warna kulit, bola mata, dsb
• DNA tersusun dari
subunit-subunit yang disebut nukleotida
• Nukleotida: gula + fosfat +
basa
• 4 macam basa: thymine (T),
adenine (A), guanine (G), dan cytosine (C) Komputer
tercepat di dunia tahun 2006:
IBM Blue Gene/L
Tahap Terjadinya Kanker
Sel normal
Kerusakan sel
Sel pre-inisiasi
Sel Inisiasi
Sel kanker
Sel Kanker dan Sel
Normal
Sel Kanker dan Sel
Normal
•Kehilangan inhibisi kontak
•Meningkatnya sekresi faktor
pertumbuhan
•Meningkatnya ekspresi onkogen
•Kehilangan gen supresor tumor
•Ekspresi onkogen jarang •Sekresi faktor
pertumbuhan
intermiten/terkoordinasi
•Adanya gen supresor
tumor
SEL KANKER
SEL NORMAL
mitosis berlebihan
nukleus
Pembuluh darah
Sel heterogen abnormal
Sel normal
Yang dapat terserang
kanker
• Kanker dapat menyerang semua orang, semua
golongan umur
Penyebab Kanker :
?
Beberapa faktor yang berperan:
•
Genetik
•
Hormon
•
Sistem Imunitas
•
Kegemukan
•
Bahan Kimia
•
Diet
•
Radiasi & Sinar UV
•
Virus
Jenis Terapi Kanker
• Bedah
• Radioterapi
• Kemoterapi
Bedah
• Metode paling lama
• Dapat tunggal atau kombinasi
• Persiapan: penilaian preoperatifpenting
• Peranan bedah onkologi:
• Pencegahan kankerex:kolektomi poliposis utk cegah kanker kolon
Peranan Bedah sebagai Terapi
Kanker
•
Terapi bedah
definitif
u/ kanker primer
•
Operasi u/
mengurangi bulk
dari residu
tumorex; limfoma burkit, kanker ovarium
•
Operasi u/
reseksi metastasis
dg tujuan
kuratifex: meta paru pd sarkoma, meta
hati pd kanker kolorektal
•
Operasi pd
kegawatan
onkologi
perdarahan, perforasi, drainase
abses
•
Operasi u/
paliatif
mengatasi nyeri, m’-
risiko perdarahan
•
Operasi u/
rekonstruksi& rehabilitasi
ex:
Radioterapi
• Iradiasi dapat menghancurkan sel kanker:
• Laju metabolik sel kanker lebih tinggi
• Sel kanker tidak mempunyai kemampuan seperti sel
Radioterapi
•
Jenis radioterapi:
•
Radiasi
eksternal
sumber
radiasi dari luar
tubuh
•
Brakiterapi
sumber radiasi
diletakkan di
dalam/sedekat
Kemoterapi
• Kemoterapi = Pengobatan kanker dengan zat atau obat berkhasiat membunuh sel kanker.
• Obat disebut sitostatika=penghambat kerja sel yang sedang tumbuh (proliferasi).
Prinsip kemoterapi :
1. Membunuh / menghambat sel tumor induk
& anak sebar secara sistemik
2. Mengetahui mekanisme kerja obat
sitostatika
Obat-obat kemoterapi
(sitostatika)
• Bekerja terhadap sel yang berproliferasi tinggi
• Sel kanker mempunyai proliferasi tinggi
• NAMUN sel normal ada:
• Proliferatif :
• Rambut, mukosa mulut, sumsum tulang, sperma
• Tidak proliferatif
Rute Kemoterapi
•
Sistemik
: injeksi, oral
•
Regional:
topikal (
kulit
), intratekal (
otak
),
intraokular (
mata
), intraperikardial
(
jantung
), intrapleural (
paru
),
Efek samping Kemoterapi
Fibrosis pulmonal
kardiotoksisitas
Reaksi lokal
Gagal ginjal
Mielosupresi
Terapi Target
• Terapi Target “magic bullet”
• memblok pertumbuhan dan penyebaran sel kanker
• Target: molekul target spesifik yang dibutuhkan pada saat
karsinogenesis dan pertumbuhan tumor
• Tidak mempengaruhi sel normal
Kanker Paru
Kanker paru semua penyakit keganasan di paru:
• Kanker paru primer
•
Kanker yang
berasal
dari epitel
bronkus
(karsinoma
bronkus)
•
Bronchial gland tumor
bukan dari epitel
bronkus (jarang)
Kanker Paru
Penyebab 1/3 kematian akibat kanker
kematian pada semua kasus kanker paru>> gabungan kanker payudara, prostat dan
kolorektal
80-90% pasien kanker paru akan meninggal karena penyakit ini
Jenis Sel Kanker Paru
Klasifikasi kanker paru berdasarkan histologinya
• karsinoma sel kecil/ small cell lung cancer (SCLC)
• Karsinoma bukan sel kecil/non-small cell lung cell (NSCLC) paling banyak: 80-85% (WHO)
• Karsinoma sel skuamosa (KSS), • Adenokarsinoma
Insiden Kanker Paru
Berdasarkan Jenis Histologinya dan Stadium
* Numbers do not sum to 100% because of differences in diagnostic criteria.
Ginsberg RJ, et al. Cancer: Principles and Practices of Oncology. 5th ed.1997;858-911. Ginsberg RJ, et al. Cancer: Principles and Practices of Oncology. 6th ed.2001;925-983.
18%
40%
Squamous cell Stage III
38% Stage IV 24%
Stage I
7% Stage II
Diagnosis kanker Paru
Diagnosis:
• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan laboratorium
• Pemeriksaan Radiologis
Diagnosis: Anamnesis
• Anamnesis:
• Gejala
• Faktor Risiko
• Gejala kanker paru
Anamnesis: Gejala Kanker
Paru
•
Batuk-batuk > 3
minggu
•
Batuk darah
•
Sesak napas
•
Suara serak
•
Nyeri dada dan
bahu
•
Sulit/sakit menelan
•
Benjolan di pangkal
leher
•
dahak berdarah atau
berwarna seperti
karat
Anamnesis: Gejala
Metastasis
• metastasis ke otak: kelemahan atau rasa baal, kejang, penurunan kesadaran, nyeri kepala, pusing, atau gangguan penglihatan
• metastasis ke hati: pembesaran hepar, jaundice
• metastasis ke tulang: patah tulang, nyeri tulang
Anamnesis: Faktor Risiko
•
Laki-laki
•
Usia >40 tahun
•
Perokok aktif dan pasif
•
Paparan polutan: asbestos,
bis(chloromethyl)ether
,
arsenik inorganik,
beryllium
,
kromium, nikel, hidrokarbon
polisiklik aromatik, gas
mustrad, radon dan uranium
•
Faktor
genetik
•
Riwayat
penyakit
paru:
asma,
bronkitis,
emfisema,
pneumonia,
pleuritis, TBC
•
Riwayat
radiasi
Diagnosis: Pemeriksaan
Fisik
•
Pembesaran KGB di leher,
supraklavikula atau aksila
•
Tanda sindrom vena kava superior
(SVKS): pembengkakan leher,
Diagnosis: Pemeriksaan
Fisik
•
Tanda sindrom
pancoast
: miosis,
ptosis, hiperhidrosis.
•
Tanda efusi pleura,
pneumothoraks
•
Tanda-tanda metastasis
•
Status Performans (Skala
ECOG
Score
Definition
Karnofsky
equivalent
0
Asimtomatik
100
1
Simtomatik, tapi
masih bisa
beraktivitas
80 - 90
2
Simtomatik, di
tempat tidur < 50%
60 - 70
3
Simtomatik, di
tempat tidur > 50%
40 - 50
4
Harus selalu
berbaring di tempat
tidur
20 - 30
Pemeriksaan
Laboratorium
• Laboratorium rutin
• Fungsi hati, fungsi ginjal, Albumin
• Hemostasis: PT/APPT, D Dimer, Fibrinogen, Agregasi trombosit
• Petanda tumor (cyfra 21, COX-2, CEA) tidak
Radiologis
•
Foto toraks PA/Lateral
•
CT-
Scan
toraks suprarenal
•
Brain CT Scan
•
Bone survey (Bone scan)
•
USG/CT abdomen
•
MRI (otak, tulang)
•
PET scan Evaluasi
Staging
Pemeriksaan Invasif
• Bronkoskopidiikuti
dengan sikatan, biopsi, BAJ, TBNA, TBLB
• Biopsi jarum halus (BJH)
untuk pembesaran KGB atau massa superfisial
• Pungsi pleura dan biopsi
Pemeriksaan Invasif
• TTNA
• Torakoskopi medik • VATS
• Mediastinoskopi
Histopatologi
• Diagnosis definitif ditegakkan bila ditemukan sel kanker dari satu atau lebih pemeriksaan
sitologi/histopatologi
Terapi Kanker PAru
• Terapi untuk SCLC dan NSCLC berbeda
Terapi NSCLC
BEDAH
• Stadium I atau II
• Paliatif kondisi mengancam nyawa:
• Batuk darah masif
• Distres pernapasan karena sindrom vena kava
superior
• Nyeri hebat pada Pancoast tumor
Terapi NSCLC
•
Radioterapi atau iradiasi
:
•
Stadium III dan IV
•
PaliatifSindrom vena kava, metastasis
(tulang, otak)
•
Pemberian
radiosensitiser
dapat lebih
meningkatkan respons irradiasi
karboplatin, golongan taxan,
gemsitabine, capecitabine dosis sangat
kecil
•
Syarat radioterapi
: DPL baik (Hb > 10
Terapi NSCLC
• Kemoterapi dapat diberikan pada semua jenis histologis kanker paru
• Adjuvan stadiumI dan II kasus inoperabel
(status performans buruk, tidak bersedia dioperasi atau kontraindikasi operasi).
• Paliatif stadium III dan IV
• Syarat Kemoterapi
• Skala karnofsky >70
• Fungsi hati, ginjal dan sistem homeostatik
Terapi NSCLC
Terapi target yang
digunakan untuk
NSCLC obat yang
bekerja sebagai
TKI
(tirosin kinase
inhibitor)
•erlotinib