Laporan Akhir
Kuliah
Manajemen Proyek
Nama : M Dachyar
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Young Activist for Climate Change Awareness South East Asia 2015 Dalam penyusunan laporan ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Ir. M. Dachyar, M. Sc, selaku Dosen Mata Kuliah Manajemen Proyek atas saran dan dukungannya
2. Bapak Novandra Rhezza Pratama, ST., MT. selaku Dosen Mata Kuliah Manajemen Proyek atas saran dan dukungannya.
3. Teman-teman asisten Laboratorium Management Information System and Decision Support atas dukungan dan waktu untuk bertukar pikiran.
4. Teman-teman dan seluruh keluarga yang selalu mendukung lewat doa dan motivasinya
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan laporan ini, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi menyempurnakan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan laporan ini dan semoga laporan ini dapat menjadi pembelajaran untuk ke depannya.
Jakarta, 5 Desember 2015 Hormat saya,
Dalam bagian ini dijelaskan mengenai latar belakang diadakannya proyek, tujuan dari proyek tersebut, dan sistematika penulisan laporan proyek.
BAB II . OVERVIEW PROYEK
Bab ini menjelaskan mengenai penjelasan proyek secara rinci, penjelasan mengenai lokasi proyek, penentuan kegiatan-kegiatan dan pembuatan task list, penentuan durasi kegiatan, penentuan keterkaitan antar kegiatan (predecessor), struktur organisasi, matriks responsibilitas dan job description tiap panitia.
BAB III. PERENCANAAN PROYEK
Bab ini menjelaskan mengenai perencanaan proyek dan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas, sumber daya, biaya proyek, pemuatan kurva s, cashflow, dan analisis proyek saat
direncanakan.
BAB IV. PROYEK TELAH SELESAI 30%
Bab ini menjelaskan mengenai bagaimana perkembangan proyek setelah 30% berjalan. Pembahasan juga dilakukan pada hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas, sumber daya, biaya proyek, pemuatan kurva s, cashflow, dan analisis proyek saat proyek sudah dijalankan 30%.
BAB V . PROYEK CRASH 15%
Bab ini menjelaskan mengenai apa yang terjadi pada proyek jika dilakukan crash sebesar 15%. Pembahasan juga dilakukan pada hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas, sumber daya, biaya proyek, pemuatan kurva s, cashflow, dan analisis proyek saat dilakukan crash 15%.
BAB VI. KESIMPULAN
1.1
Latar Belakang
Mangrove merupakan lumbung besar penyimpan karbon. Bagi Indonesia, mangrove merupakan kartu negosiasi penting dalam menghadapi perundingan perubahan iklim di Paris, Desember 2015, demikian arahan dari riset terbaru Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).
Hutan Mangrove
Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem hutan yang unik yang berperan sebagai penyambung (interface) antara ekosistem daratan dan ekosistem lautan. Bagi daerah pantai, hutan mangrove memiliki fungsi penting baik fungsi produksi, fungsi perlindungan maupun fungsi pelestarian. Pada awalnya, hutan mangrove dikenal secara terbatas oleh kalangan ahli lingkungan, terutama lingkungan laut. Mula-mula, kawasan hutan ini dikenal dengan istilah Vloedbosh, kemudian dikenal dengan istilah “payau” karena sifat habitatnya yang payau. Berdasarkan dominasi jenis pohonnya, yaitu bakau, maka kawasan mangrove juga disebut sebagai hutan bakau. Kata mangrove merupakan kombinasi antara kata mangue (Portugis) yang berarti tumbuhan dan grove (Inggris) yang berarti belukar atau hutan kecil. Berdasarkan SK Dirjen Kehutanan No.60/Kpts/Dj./I/1978, hutan mangrove merupakan hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yani tergenang pada waktu pasang dan bebas genangan pada waktu surut (Arief, 2003). Maka dari itu, hutan bakau sering dijumpai di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut (pesisir). Tumbuhan bakau bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya, bakau mmepunyai sistem prakaran yang menonjol (akar napas / pneumatofor), sebagai suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau anaerob.
Persebaran Hutan Mangrove di Dunia
Esitmasi total luas hutan mangrove di dunia dilaksanakan dalam FAO/UNEP Tropical Forest Resources Assessment pada tahun 1980 yang memperkirakan bahwa total hutan mangrove di
Sumber: Giri dkk., 2013, Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite
Dalam kebanyakan studi yang dilakukan pada tabel 1, negara yang memiliki lahan mangrove yang kecil tidak diikutsertakan dikarenakan keterbatasan informasi dan dikarenakan kombinasi luas lahan mangrove pada negara tersebut tidak memberikan dampak signifikan dalam luas total di dunia. Total sebanyak 121 negara dan area diidentifikasi mengandung satu atau lebih spesies mangrove (Tomlinson, 1986).
Tabel 2 menunjukkan sebuah gambaran umum terhadap analisis status dan tren terhadap luas mangrove di dunia untuk tahun 1980, 1990, dan 2000.
bahwa kawasan mangrove di dunia saat ini telah menurun di bawah 15 juta hektare, menurun dari 19,8juta ha pada tahun 1980. Dunia telah kehilangan 5 juta ha dari seluruh kawasan mangrove dalam kurun waktu sekitar 20 tahun, atau 25% dari yang ditemukan pada 1980. Terbukti pada Tabel 2, deforestasi terus berlanjut. Dalam kurun waktu tersebut, negara dengan tingkat deforestasi adalah Singapura, Benin, Dominika, Brazil, dan Côte d’Ivoire di tahun 1980an dan Côte d’Ivoire, Honduras, Cina, Kongo, dan Barbados di tahun 1990an.
Gambar 1. Peta Persebaran Mangrove di Setiap Negara Tahun 2004 (hektare)
Sumber: National Geographic Magazine, 2007. Tersedia di:
http://mangroveactionproject.org/wp-content/uploads/2013/08/mp_download.5.pdf)
Gambar 3. Persebaran Mangrove di Dunia Tahun 2010 (Gambar Satelit)
Sumber: Giri dkk., 2013, Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite
Pada Gambar 1, kawasan yang memiliki lahan mangrove terbesar adalah Asia, diikuti oleh Afrika dan Amerika Selatan. Namun, pada Gambar 2, benua yang memiliki kawasan mangrove terbesar terdapat di Asia, diikuti oleh Australia, Amerika Selatan, dan Afrika. Hal ini terbukti terjadi perubahan jumlah dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut bersifat positif dan negatif. Hasil ini juga diperkuat dengan detail yang ditampilkan pada Tabel 2. Dari Tabel 2, dapat diketahui bahwa hasil Empat negara (Indonesia, Australia, Brazil, Mexico) menyumbangkan 42,1% dari total seluruh mangrove di dunia dan 60% dari seluruh kawasan mangrove ditemukan hanya di 9 negara.
Indonesia dan Mangrove
penting ada di Papua, Kalimantan dan Sumatera (FAO, 2007). Hal ini juga terlihat dari hasil foto satelit yang dilakukan NASA pada tahun 2010 di Gambar 3. Tinggi pohon mangrove di Indonesia dapat mencapai 50 meter. Kelompok pohonnya padat, dengan akar berkelindan keluar dari batang pohon. Ketika laut pasang, hutan mangrove dibanjiri oleh air. Dan saat laut surut, lumpur tebal melapisi permukaan mangrove, menyimpan material organik yang sangat kaya (FAO, 2007).
Gambar 3. Persebaran Mangrove di Seluruh Kawasan Indonesia (Tahun 2010)
Sumber: http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=47427
memanen udang, belut, kerang, kepiting, siput laut dan beragam spesies ikan dari ekosistem mangrove, memberikan penghasilan maupun pangan bagi keluarga (Armitage, 2002). Masyarakat lokal memanfaatkan hutan mangrove untuk kayu bakar, material bangunan, termasuk pilar rumah dan furnitur (Armitage, 2002). Nelayan memanfaatkan produk hutan mangrove untuk membuat jangkar, sendi penyeimbang perahu, dan pewarna jaring ikan (Armitage, 2002). Kayu mangrove dijual untuk bisnis bubur kertas, selain produksi arang, keping kayu dan kayu bakar. Produk-produk tersebut dipanen pada skala kecil dan besar, berkontribusi bagi penghidupan lokal dan ekspor nasional (Evans, 2013). Manfaat nyata dari sistem mangrove termasuk juga fungsi sosial dan budaya. Hutan mangrove menyokong nilai religi dan spiritual, selain nilai estetis dan rekreasi untuk ekowisata (UNEP, 2014).
Mangrove juga menyokong spektrum luas jasa ekosistem. Mangrove menyangga spektrum luas ekosistem sekitar, termasuk gugus karang, padang lamun, hamparan lumpur dan pasir (UNEP, 2014). Fungsi lingkungan ekosistem mangrove meliputi suplai dan regenerasi nutrisi, daur ulang polutan, siklus air dan menjaga kualitas air (Ruitenbeek, 1994). Mangrove menyediakan pertahanan penting melawan erosi pesisir. Akar mengingat lapisan tanah dan
mengubah aliran air, mencegah hilangnya sedimen dari garis pesisir (UNEP, 2014). Hutan mangrove membantu mengurangi dampak terjangan badai, gelombang besar, dan tiupan angin dari siklon tropis. Pepohonan mangrove mengurangi energi gelombang saat melalui hutan mangrove, dan menjadi penghalang antara gelombang dan lahan (UNEP, 2014). Mangrove merupakan habitat bagi spesies laut dan darat. Di bawah air, hutan mangrove menjadi lahan bertelur dan berkembang biak ikan dan spesies laut. Akar dan lapisan lunak di bawah pohon memberi pangan, naungan dan perlindungan dari predasi (UNEP, 2014). Di atas permukaan air, pohon dan kanopi mangrove merupakan habitat bagi burung, serangga, mamalia dan reptil. Mangrove adalah habitat utama Bekantan yang terancam punah, ditemukan di Indonesia dan binatang endemi Borneo (Mangrove Action Project, 2015).
Sumber: FAO, 2005, Global Forest Resources Assessment 2005, Thematic Study on Mangroves, Indonesia
Tabel 3. Status Persebaran Kawasan Mangrove di Indonesia
Sumber: FAO, 2005, Global Forest Resources Assessment 2005, Thematic Study on Mangroves, Indonesia
ton CO2 setara tiap tahun (eqanually). Angka ini menyumbang 20% emisi penggunaan lahan di Indonesia (Murdiyarso et al., 2015) dengan estimasi emisi sebesar 700 juta metrik ton CO2 – eq (Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2010). Dengan mencegah deforestasi mangrove, Indonesia dapat memenuhi seperempat dari 26% target reduksi emisi pada 2020 (Murdiyarso et al., 2015). Hilangnya hutan mangrove di Indonesia menyumbang 42% emisi gas rumah kaca akibat rusaknya ekosistem pesisir, termasuk rawa, mangrove dan rumput laut (Murdiyarso et al., 2015; Pendleton et al., 2012). Mangrove Indonesia memainkan peran signifikan dalam strategi mitigasi perubahan iklim nasional dan global.
Kondisi hutan mangrove sampai saat ini masih mengalami tekanan-tekanan akibat pemanfaatan dan pengelolaannya yang kurang memperhatikan aspek kelestarian. Tuntutan pembangunan yang lebih menekankan pada tujuan ekonomi dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur fisik, seperti konversi hutan mangrove untuk pengembangan kota-kota dan pemukiman pantai, perluasan tambak dan lahan pertanian serta adanya penebangan yang tidak terkendali, telah terbukti menjadi faktor-faktor penyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove dan degradasi lingkungan pantai.
Mangrove di Indonesia terancam oleh “revolusi biru”. Penyebab utama hilangnya mangrove di Indonesia termasuk akibat konversi tambak udang yang dikenal sebagai “revolusi biru” (Sumatra, Sulawesi dan Jawa Timur), penebangan dan konversi lahan untuk pertanian atau tambak garam (Jawa dan Sulawesi) serta degradasi akibat tumpahan minyak dan polusi (Kalimantan Timur) (FAO, 2007). Pada 2013, pemasukan dari ekspor udang Indonesia mencapai 1,5 miliar dolar AS; hampir 40% total pemasukan sektor perikanan Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2014)
FAO (2007) menyatakan bahwa luas hutan mangrove di dunia pada tahun 2005 diperkirakan seluas 15,2 juta ha yang tersebar di seluruh pantai tropik dan sub-tropik. Sebaran dan persentase luas hutan mangrove di dunia dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2.
sebanyak 5,58 juta hektare atau sekitar 64%. Saat ini, hutan mangrove di Indonesia yang dalam keadaan baik tinggal 3,6 juta hektar, sisanya dalam keadaan rusak dan sedang.
Kondisi seperti ini diperberat lagi dengan terjadinya pencemaran air sungai/air laut dan eksploitasi sumber daya laut yang tidak ramah lingkungan, sehingga kualitas lingkungan pantai saat ini umumnya berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Pada diskusi dan workshop Pengembangan Ekowisata untuk Mendukung Konservasi Mangrove yang digelar Kementrian Kehutanan dan Japan International Coorporeation Agency
2.1.1
Project Overview
2.1.1.1 Identifikasi Proyek
Proyek Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia belum pernah diadakan sebelumnya dan akan dimulai pertama pada tahun 2016. Sasaran dari proyek ini adalah provinsi-provinsi di Indonesia yang memiliki kawasan atau hutan Mangrove yang memiliki status kritis atau sedang. Hal ini dikarenakan kondisi hutan mangrove dengan status kritis dan/atau sedang masih tinggi di Indonesia dan jumlahnya kian hari kian meningkat.
Indikasi adanya ancaman terhadap degradasi hutan mangrove masih berlangsung pada hampir semua wilayah pantai. Secara umum, hal ini disebabkan oleh adanya peraturan peundangan dan penegakan hukum yng masih kurang tegas. Di samping itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi dan perlindungan ekosistem mangrove masih lemah sebagai akibat kurangnya intensitas penyuluhan dan kurang optimalnya pengembangan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.
Mengingat pentingnya keberadaan dan peranan ekosistem hutan mangrove bagi daerah pantai, maka penataan dan pengelolaan hutan mangrove yang sesuai dengan sifat dan karakteristiknya
sangat perlu dilakukan. Dalam hal ini, salah satu upaya yang diperlukan adalah kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Untuk mendukung kegiatan tersebut, diperlukan adanya
identifikasi hutan mangrove yang dapat memberikan dasar dan arahan bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan rehabilitasi hutan mangrove.
Proyek ini akan dilaksanakan di delapan pulau besar di Indonesia, yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Pelaksanaan proyek ini di tiap pulau dibagi-bagi menjadi beberapa tahap. Hal ini mengingat luasnya daerah dan tidak dapat langsung dikerjakan dalam satu tahap. Peserta akan menginap bersama di rumah warga ataupun rumah panitia yang dengan sukarela hati mau meminjamkan selama 15 hari 14 malam untuk mempermudah akomodasi.
hutan mangrove. Pelatihan ini diisi oleh praktisi-praktisi rehabilitasi mangrove yang sudah melaksanakan rehabilitasi mangrove yang berhasil di daerah lain yang berasal dari organisasi-organisasi non-profit yang peduli akan keberlangsungan hutan mangrove.
Pada hari kedelapan hingga hari kelima belas diadakan kegiatan lapangan yang juga disesuaikan dengan masalah masing-masing provinsi. Kegiatan lapangan dilakukan dengan tujuan pengaplikasian langsung dari apa yang telah dilatih pada minggu sebelumnya. Hari kelima belas merupakan hari kepulangan peserta. Pada akhir kegiatan, akan ada closingceremony yang diadakan di Kalimantan.
Gambaran umum proyek Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove adalah:
Persiapan di 8 pulau di Indonesia
Pelaksanaan di 8 pulau di
Indonesia
Evaluasi dan Pengawasan
utama saat berlangsungnya proyek, yakni sebagai berikut :
1. Pembentukan kepanitiaan proyek inti maupun panitia di masing-masing negara sasaran kegiatan.
2. Pengumpulan sponsor
3. Pengadaan kerjasama dengan organisasi peduli mangrove di Indonesia dan dunia 4. Kegiatan inti di sepuluh negara berkembang Asia Tenggara
5. Closing Ceremony dan pemilihan duta muda 6. Evaluasi proyek
Pelaksanaan dari proyek berlangsung selama 455 hari yang akan dilaksanakan dengan periode pelaksanaan bulan Desember 2013 hingga bulan September 2014. Biaya-biaya yang akan dikeluarkan diantaranya biaya internet, bahan bakar, brosur, poster, penginapan, sewa gedung, transportasi, pesawat, proposal, konsumsi, dan fasilitas pendukung lainnya yang menunjang keberlangsungan proyek.
menjadi sarana diskusi untuk mencari solusi dan teknik pencegahan kerusakan hutan Mangrove di Indonesia, memperbaiki keadaan hutan Mangrove di Indonesia, meningkatkan kesadaran warga Indonesia akan keadaan hutan Mangrove di Indonesia, sebagai bentuk persiapan negara Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.
2.1.1.3 Sasaran dan Target Proyek
Proyek ini ditujukan untuk mekonservasi dan merestorasi hutan Mangrove yang berada di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tersebar di delapan pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hutan Mangrove yang menjadi objek dalam proyek ini adalah hutan Mangrove yang berada dalam status kritis dan sedang.
2.1.1.4 Cakupan dan Batasan Proyek
Dalam pengerjaan proyek ini, terdapat beberapa sasaran utama yang menjadi target prioritas adalah provinsi-provinsi di Indonesia yang memiliki kawasan atau hutan Mangrove yang memiliki status kritis atau sedang. Target dari proyek untuk Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia:
1. 90% dari luas hutan mangrove di Indonesia dalam status kritis dan sedang berhasil ditingkatkan statusnya menjadi baik
2. Proyek selesai tepat waktu dengan allowance keterlambatan 5%
3. Total biaya yang dikeluarkan selama proyek sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dengan allowance 10%
Setelah berjalannya proyek ini, Indonesia diharapkan dapat menghadapi perubahan iklim yang menjadi isu lingkungan global.
2.1.1.5 Pemangku Kepentingan dan Sponsor Proyek
Sponsor
ini diperoleh dari sponsor proyek, yaitu :
1. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia 2. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia
3. United Nations Development Programme (UNDP) 4. Food and Agriculture Organization
5. Greenpeace
6. Asia Pacific Forum for Environment and Development (APFED) Showcase Programme
7. CV. KeMANGI
8. Conservation, Food and Health Foundation (CFHF) 9. Coral Reef Alliance (CORAL)
10.Cottonwood Foundation 11.Deep Ecology Foundation
12.Disney Worldwide Conservation Fund (DWCF)
13.Earth Foundation 14.GE Energy
15.Global Greengrants Fund (GGF) 16.Global Nature Fund (GNF)
17.International Union for Conservation and Nation (IUCN) 18.Komunitas Relawan Mangrove Indonesia (KeSEMaT) 19.Mangrove Action Project (MAP)
20.Mangrove For The Future (MFF) 21.Ramsar, Wetlands for Future Fund 22.Rainforest Information Center (RIC)
23.SeaWorld Busch Gardens Conservation Fund 24.Pro Act Network
25.Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT)
Manajer
Proyek Ika Prisilia Minar Anggota Tim
dialokasikan untuk semua tahap proyek, mulai dari perencanaan hingga evaluasi proyek. Biaya ini didapat dari kerja sama dari beberapa pihak (sponsor) yang bersedia untuk turut membantu dan mendanai pelaksanaan proyek ini.
2.1.2
Project Approach
2.1.2.1 Kegiatan Proyek
Dalam melaksanakan proyek ini, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan (task list) pada tiga tahapan proyek secara garis besar yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, hingga evaluasi proyek. Hal ini dilakukan guna melancarkan pelaksanaan proyek. Dalam tahap penentuan kegiatan-kegiatan pada proyek yang harus dilakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai hal yang dibutuhkan untuk membuat dan menyiapkan sebuah proyek internasional yang bertemakan kegiatan peduli
lingkungan. Informasi tersebut didapat dari komunitas organisasi peduli lingkungan se dunia. Setelah itu, dilakukan benchmarking dan mencari literature mengenai proyek serupa yang pernah dijalankan sebelumnya. Kemudian aktivitas-aktivitas tersebut disusun dalam sebuah daftar kegiatan (task list). Berikut ini adalah daftar kegiatan proyek :
TASK NAME
Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Perancangan Awal Program Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Pembahasan Program
Pembahasan Program Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Pengajuan Program kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Pengumuman oleh Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Pembentukan Steering Committee Program Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Penseleksian Calon Manajer Proyek
Seleksi Resume Calon Manajer Proyek
Wawancara Calon Manajer Proyek
Pemilihan Manajer Proyek
Brainstorming Konsep Program
Penentuan lokasi diskusi
Melakukan booking ruangan
Pembahasan dasar program
Penentuan tujuan program
Penentuan visi misi program
Penentuan ruang lingkup program
Penetapan parameter keberhasilan program
Pembahasan konsep program
Presentasi masing-masing konsep acara
Pemilihan konsep umum acara
Menganalisis ulang konsep umum acara terpilih
Fiksasi konsep umum acara terpilih
Persiapan Awal Proyek
Penentuan Struktur Organisasi Proyek
Penentuan Struktur Organisasi Proyek
Penentuan job description dari setiap divisi pada proyek
Rekruitmen Panitia Inti (Kepala Bidang Proyek)
Pembuatan formulir pendaftaran (online dan offline)
Pembuatan materi publikasi open recruitment (online dan offline)
Publikasi ke media online dan offline serta formulir pendaftaran untuk open recruitment
Pendaftaran open recruitment
Diskusi untuk keputusan final rekruitmen kepala bidang proyek
Pengumuman hasil open recruitment
Menentukan penanggung jawab untuk masing-masing provinsi
Melakukan rapat perdana panitia inti
Merundingkan lokasi dan waktu rapat
Melakukan booking meeting room
Menyebarkan undangan rapat kepada panitia inti
Melaksanakan rapat perdana panitia
Rapat Pleno 1 Proyek
Pra Pelaksanaan Rapat Pleno 1
Menentukan lokasi dan waktu rapat pleno
Mempersiapkan materi rapat
Mempersiapkan lokasi, logistik, dan konsumsi untuk rapat
Mengundang seluruh panitia yang lolos seleksi
Pelaksanaan Rapat
Pembahasan mengenai Inti Program
Penjelasan mengenai tujuan program
Penjelasan mengenai visi misi program
Penjelasan mengenai ruang lingkup program
Penentuan jumlah SDM yang dibutuhkan untuk setiap divisi
Pengesahan panitia
Perekruitan Anggota / Volunteer
Pembuatan formulir pendaftaran (online dan offline) anggota / volunteer
Pembuatan materi publikasi open recruitment (online dan offline) anggota / volunteer
Publikasi ke media online dan offline serta formulir pendaftaran untuk open recruitment anggota / volunteer
Diskusi untuk pendistribusian anggota / volunteer ke bidang-bidang yang ada
Pengumuman hasil open recruitment
Konsolidasi Maisng-Masing Divisi
Penentuan waktu dan tanggal konsolidasi
Mengundang seluruh anggota / volunteer yang terpilih
Penjelasan dari masing-masing Kepala Bidang kepada setiap anggota
Pembahasan Konsep Program
Presentasi masing-masing konsep acara
Pemilihan konsep umum acara
Menganalisis ulang konsep umum acara terpilih
Fiksasi konsep umum acara terpilih
Presentasi konsep acara terpilih
Pendataan
Pemetaan kawasan Mangrove di setiap provinsi di Indonesia
Mencari data kawasan mangrove dari data Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Mencari data kawasan mangrove dari data pemerintah masing-masing provinsi
Mencari artikel mengenai masalah kawasan mangrove di Indonesia
Mencari pendapat para pemerhati lingkungan mengenai kawasan mangrove di masing-masing provinsi di Indonesia
Pendataan Lembaga dan Organisasi
Mendata organisasi yang bergerak di konservasi dan restorasi hutan mangrove
di setiap provinsi di Indones
Mencari kontak organisasi peduli mangrove
Mendata organisasi yang peduli lingkungan secara umum
Mencari kontak organisasi peduli lingkungan untuk dihubungi
Analisis Data Kawasan Mangrove di Indonesia
Melakukan ranking dan pemrioritasan provinsi
Mempresentasikan mengenai provinsi yang menjadi target proyek
Pemaparan Informasi dari masing - masing provinsi
Pemaparan analisis data yang didapatkan dari masing - masing provinsi
Pemaparan masalah kawasan Mangrove yang ada pada masing-masing provinsi
Pemaparan ranking dan pemrioritasan provinsi
Pembentukan panitia masing-masing negara
Mengirimkan Surat Undangan kementrian lingkungan hidup masing - masing provinsi untuk pembuatan panitia Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Pembentukan panitia di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
zz Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Pulau Sumater (Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru,
Batam)
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Pulau Jawa (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Pulau Jawa (Jawa Timur dan Madura)
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Nusa Tenggara Barat
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Nusa Tenggara Timur
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Pulau Sulawesi
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Penyeleksian panitia
Pengumuman panitia terpilih
Pembentukan panitia di Pulau Papua
Penetuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada setiap divisi pada organisasi
Membuat formulir pendaftaran untuk open recruitment baik via online and langsung
Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk Panitia
mempublikasikan Open Recruitment via online ke setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi
Pendaftaran untuk Panitia
Wawancara semua pendaftar untuk Panitia
Pra Pelaksanaan Rapat Pleno 1
Perencanaan
Menentukkan tanggal untuk melakukan rapat pleno
Menentukkan tempat untuk rapat pleno
Mempersiapkan materi rapat
Mempersiapkan lokasi, logistik, dan konsumsi untuk rapat
Pelaksanaan Rapat dengan seluruh perwakilan provinsi
Menyusun Kegiatan yang akan dilakukan
Perencanaan kegiatan yang berlangsung untuk proyek
Menentukkan aktivitas yang akan dilakukan
Meminta setiap bidang untuk menentukkan aktivitasnya
Fiksasi kegiatan yang akan dilangsungkan selama proyek berjalan
Membuat timeline dari masing - masing kegiatan
Menentukkan waktu setiap kegiatan
Menentukkan waktu pada aktivitas yang dilakukan
Meminta setiap bidang untuk menentukkan waktu setiap kegiatannya
Fiksasi waktu setiap aktivitas proyek
Menjadwalkan rapat rutin dengan kepala setiap divisi
Persiapan Teknis Kegiatan
Acara
Pembuatan detil acara pada pelaksanaan proyek di masing-masing provinsi dengan masalah yang berbeda-beda
Meminta persetujuan manajer proyek mengenai detil acara
Merevisi detil acara yang telah dibuat
Kesepakatan detil acara dengan manajer proyek
Menentukan lokasi proyek di masing-masing provinsi
dibutuhkan
Rapat Perencanaan Survei ke masing-masing Provinsi
Diskusi penentuan tanggal peninjauan dengan seluruh panitia (pusat dan perwakilan masing-masing provinsi)
Menghubungi departemen lingkungan masing - masing provinsi mengenai survei yang akan dilakukan
Pencarian dan pembookingan tiket untuk survei
Survei ke masing-masing provinsi
Peninjauan Lokasi di masing - masing provinsi
Pembahasan mengenai proyek dengan Departemen Lingkungan Hidup masing - masing provinsi
Membentuk Kerjasama dengan Lembaga yang bergerak di bidang lingkungan masing - masing provinsi
Menyurvei lokasi kawasan Mangrove di masing - masing provinsi
Pemilihan Fiksasi Lokasi Proyek masing - masing provinsi
Izin pembuatan acara
Sponsorship
Menentukkan waktu sementara pelaksanaan proyek
Memastikan seluruh kegiatan
pengecekan timeline aktivitas
Mendiskusikan dengan kepala setiap bidang
Mempublikasikan ke seluruh bagian divisi
Pembuatan Proposal Sponsorship
Perencanaan Template proposal
Design template proposal sponsorship
Design stempel proyek
Proses Pembuatan Proposal
Membuat konten dari proposal
Membuat anggaran optimis
Menentukkan biaya paling minimal untuk keseluruhan proyek
Membuat anggaran pesimis
Menentukkan biaya normal untuk keseluruhan proyek
Mencari sponsor kegiatan
Perencanaan
Mengalokasikan target anggaran untuk sponsor
Mengumpulkan Data mengenai Sponsor dari Masing - Masing Provinsi
Pencarian Sponsor dari Instansi Pemerintah
Pencarian Sponsor dari Perusahaan milik negara
Pencarian Sponsor dari Perusahaan Swasta
Pelaksanaan Penyebaran Proposal kepada Masing - Masing Provinsi
Pembuatan daftar calon pemberi Sponsor
pembuatan draft surat untuk sponsor
Menghubungi Sponsor via Email dan Telepon Tahap 1
Mengirimkan Proposal kepada Sponsor Tahap 1
Follow up dana dari sponsor gelombang 1
Menghubungi sponsor via email dan telepon Tahap 2
Mengirimkan proposal kepada sponsor Tahap 2
Follow up dana dari sponsor Tahap 2
Menghubungi sponsor via email dan telepon Tahap 3
Mengirimkan proposal kepada sponsor Tahap 3
Follow up dana dari sponsor gelombang 3
Fiksasi Sponsor untuk Proyek
Membuat list pemberi Sponsor
Melakukan Follow-Up Kembali kepada masing - masing Sponsor
membuat website untuk publikasi
menetukan fitur website yang akan digunakan
Persetujuan desain website yang digunakan
pembuatan facebook, twitter, dan media sosial lainnya
pembuatan video untuk publikasi
publikasi kegiatan melalui berbagai media
Pembuatan undangan kepada semua universitas di masing-masing negara untuk mengirimkan perwakilannya
Persiapan Teknis Kegiatan di masing-masing negara
Persiapan Teknis di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Jawa (Surabaya, Madura)
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Bali
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Nusa Tenggara Barat
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Nusa Tenggara Timur
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Kalimantan
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Pembuatan run down
Persiapan Teknis di Pulau Sulawesi
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Proses perizinan pemesanan tempat workshop
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Penentuan pembicara workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Pesiapan Teknis di Pulau Papua
Akomodasi peserta
Pemesanan hotel peserta
Pemesanan transportasi peserta
Pemesanan konsumsi peserta
Workshop
Pemesanan tempat workshop
Masa konfirmasi pembiara
Penentuan LO pembicara
Pemesanan tiket transportasi pembicara
Pemesanan hotel pembicara
Kegiatan Lapangan peserta Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia
Perizinan tempat
Koordinasi dengan pihak keamanan setempat
Pembuatan run down
Pelaksanaan proyek
Pelaksanaan Proyek di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera
Barat)
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Batam)
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Jawa (Jawa Timur, Madura)
Hari 1 - Hari 7
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Bali
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Pelaksanaan Proyek di Nusa Tenggara Barat
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Nusa Tenggara Timur
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Kalimantan
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Sulawesi
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Makan malam dan Briefing untuk kepulangan besok
Hari 15
Pemlihan peserta terbaik dari untuk closing
Kepulangan peserta
Pelaksanaan Proyek di Pulau Papua
Hari 1 - Hari 7
Keberangkatan peserta dari hotel menuju tempat workshop
Keberangkatan semua pengisi acara ke tempat workshop
Pelaksanaan workshop
Kepulangan peserta menuju hotel
Kepulangan semua pengisi acara menuju hotel
Makan malam peserta dan pantia dilanjutkan dengan briefing acara besok
Hari 8 - Hari 14
Melakukan sarapan pagi di hotel
Perjalanan menuju lokasi kegiatan lapangan
Pembukaan kegiatan lapangan oleh Ketua Pelaksana
Memulai kegiatan lapangan
Perjalanan menuju Hotel
Evaluasi Kegiatan Tahun ke -1
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tiap divisi
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan antara ketua divisi dengan manajer proyek
Rapat evaluasi volunteer
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Timur dan Madura)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Bali
Rapat evaluasi kegiatan di Nusa Tenggara Barat
Rapat evaluasi kegiatan di Nusa Tenggara Timur
Rapat evaluasi kegiatan di Kalimantan
Rapat evaluasi kegiatan di Sulawesi
Rapat evaluasi kegiatan di Papua
Evaluasi Kegiatan Tahun ke -2
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tiap divisi
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan antara ketua divisi dengan manajer proyek
Rapat evaluasi volunteer
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Timur dan Madura)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Bali
Rapat evaluasi kegiatan di Sulawesi
Rapat evaluasi kegiatan di Papua
Evaluasi Kegiatan Tahun ke -2
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tiap divisi
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan antara ketua divisi dengan manajer proyek
Rapat evaluasi volunteer
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Jawa Timur dan Madura)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Bali
Rapat evaluasi kegiatan di Nusa Tenggara Barat
Rapat evaluasi kegiatan di Nusa Tenggara Timur
Rapat evaluasi kegiatan di Kalimantan
Rapat evaluasi kegiatan di Sulawesi
Rapat evaluasi kegiatan di Papua
Evaluasi Kegiatan Tahun ke -3
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tiap divisi
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan antara ketua divisi dengan manajer proyek
Rapat evaluasi volunteer
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Sumatera (Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam)
Rapat evaluasi kegiatan di Pulau Jawa (Banten, Jakarta, Jawa Barat)
Rapat evaluasi kegiatan di Nusa Tenggara Timur
Rapat evaluasi kegiatan di Kalimantan
Rapat evaluasi kegiatan di Sulawesi
Rapat evaluasi kegiatan di Papua
Rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan antara, steering committee, manajer proyek, dan sponsor proyek
Pembuatan laporan mengenai pelaksanaan proyek untuk sponsor pendanaan proyek
Penutupan bersama panitia
Project Closure oleh sponsor proyek
Closing Party dengan semua panitia
2.1.2.2 Jadwal Proyek dan Project Milestones
Kegiatan selanjutnya adalah menentukan durasi setiap kegiatan pada daftar kegiatan yang telah dibuat. Durasi waktu ini didapatkan melalui data historis kegiatan serupa yang pernah diadakan sebelumnya.
Tahap setelah menentukan durasi adalah menentukan predecessor. Predecessor merupakan sebuah penentuan kegiatan yang mendahului kegiatan sebelumnya, terdapat beberapa jenis predecessor, diantaranya FF (Finish to Finish), FS (Finish to Start), dan SS (Start to Start).
Predecessor tersebut dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan proyek, yaitu sebagai berikut :
1.
Finish to Start, artinya suatu aktivitas hanya boleh dimulai jika aktivitas pendahulunya telah selesai.2. Finish to Start +d, sama seperti Finish to Start ditambah jeda waktu tertentu.
3. Finish to Start –d, sama seperti Finish to Start dikurangi jeda waktu tertentu.
4. Start to Finish, artinya suatu aktivitas baru boleh diakhiri jika pekerjaan lain dimulai.
7. Finish to Finish, artinya suatu aktivitas harus selesai bersamaan dengan selesainya aktivitas lain.
8. Finish to Finish +d, sama seperti Finish to Finish ditambah jeda waktu tertentu.
9. Finish to Finish –d, sama seperti Finish to Finish dikurangi jeda waktu tertentu.
10.Start to Start, artinya suatu aktivitas harus dimulai bersamaan waktunya dengan aktivitas lain.
11.Start to Start +d, sama seperti Start to Start ditambah jeda waktu tertentu.
12.Start to Start -d, sama seperti Start to Start dikurangi jeda waktu tertentu.
Tabel durasi dan predessor setiap kegiatan proyek dapat dilihat di bawah ini.
No.
Task Name
Duration
Start
Finish
Predecessors
1 Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di
Indonesia 1498 days
Mon 25/01/16
Wed
20/10/21
2 Perancangan Awal Proyek Konservasi dan Restorasi
Hutan Mangrove di Indonesia 41 days
Mon
Hutan Mangrove di Indonesia 3 days
Mon 25/01/16
Wed
27/01/16
5 Pengajuan Program kepada Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia 30 days
Thu 28/01/16
Wed
09/03/16 4
6 Pengumuman oleh Kementrian Lingkungan Hidup
Republik Indonesia 1 day
Thu 10/03/16
Thu
10/03/16 5
7 Pembentukan Steering Committee Program
Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 7 days
12 Penentuan tujuan program 1 day Wed 21 Persiapan Awal Proyek Konservasi dan Restorasi
Hutan Mangrove di Indonesia 458 days
Tue
(online dan offline) 3 days
Thu 11/02/16
Mon
15/02/16 26SS
28 Publikasi ke media online dan offline serta
formulir pendaftaran untuk open recruitment 5 days
Tue 16/02/16
Mon
30 Penyeleksian berkas pendaftar 5 days Wed
masing provinsi 1 day
48 Pembahasan mengenai Inti Program 1 day Wed
(online dan offline) anggota / volunteer 3 days
Thu 05/05/16
Mon
09/05/16 55SS
57 Publikasi ke media online dan offline serta formulir
pendaftaran untuk open recruitment anggota / volunteer 5 days
Tue
anggota / volunteer 14 days
Thu
ke bidang-bidang yang ada 1 day
66 Mengundang seluruh anggota / volunteer yang
kepada setiap anggota 1 day
Fri
Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia 3 days
Tue 09/08/16
Thu
11/08/16 73
77 Mencari data kawasan mangrove dari data
pemerintah masing-masing provinsi 7 days
Tue 09/08/16
Wed
17/08/16 76SS
78 Mencari artikel mengenai masalah kawasan
mangrove di Indonesia 4 days
83 Mendata organisasi yang peduli lingkungan
untuk dihubungi 7 days
Tue
masing-masing provinsi 3 days
Thu 18/08/16
Mon
22/08/16 75
87 Menganalisis masalah kawasan Mangrove dari
masing-masing provinsi 3 days
Thu 18/08/16
Mon
22/08/16 86SS
88 Menganalisis SWOT masing-masing kawasan
Mangrove dari masing-masing provinsi 3 days
Thu
menjadi target proyek 2 days
Wed
masing - masing provinsi 1 day
Wed 24/08/16
Wed
24/08/16 91SS
93 Pemaparan masalah kawasan Mangrove yang ada
pada masing-masing provinsi 1 day
Thu lingkungan hidup masing - masing provinsi untuk pembuatan panitia Konservasi dan Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia
Sumatera Utara, Sumatera Barat) 22 days
Fri
26/08/16
Mon
26/09/16
98 Penentuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
100 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
(Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam) 22 days
Fri 26/08/16
Mon
26/09/16
107 Penentuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
26/08/16 96SS
108 Membuat formulir pendaftaran untuk open
recruitment baik via online and langsung 3 days
Fri
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
Jakarta, Jawa Barat) 22 days
Fri 26/08/16
Mon
118 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
Tengah dan Yogyakarta) 22 days
Fri 26/08/16
Mon
26/09/16
125 Penentuan jumlah SDM yang dibutuhkan pada
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
26/08/16 96SS
126 Membuat formulir pendaftaran untuk open
recruitment baik via online and langsung 3 days
Fri
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
136 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
26/08/16 96SS
144 Membuat formulir pendaftaran untuk open
recruitment baik via online and langsung 3 days
Fri
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
154 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
26/08/16 96SS
162 Membuat formulir pendaftaran untuk open
recruitment baik via online and langsung 3 days
Fri
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
172 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
setiap divisi pada organisasi 1 day
Fri 26/08/16
Fri
26/08/16 96SS
180 Membuat formulir pendaftaran untuk open
recruitment baik via online and langsung 3 days
Fri
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
190 Pembuatan desain poster Open Recruitment untuk
setiap departemen lingkungan hidup di setiap provinsi 2 days
Wed
selama proyek berjalan 3 days
Thu
waktu setiap kegiatannya 4 days
Fri 28/10/16
Wed
208 Menjadwalkan rapat rutin dengan kepala setiap proyek di masing-masing provinsi dengan masalah yang berbeda-beda
mengenai detil acara 1 day
Tue
yang dibutuhkan dalam proyek 14 days
Mon 28/11/16
Thu
15/12/16
217 Mendata peralatan dan perlengkapan yang
dibutuhkan dalam proyek 7 days
Mon 28/11/16
Tue
06/12/16 220FS+3 days 218 Menentukan spesifikasi dari peralatan dan
perlengkapan yang dibuthkan 5 days
Wed 07/12/16
Tue
13/12/16 223
219 Menentukan SDM yang bertugas untuk
mencari peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan 2 days
Wed seluruh panitia (pusat dan perwakilan masing-masing provinsi)
masing provinsi mengenai survei yang akan dilakukan 7 days
Mon 19/12/16
Tue
225 Peninjauan Lokasi di masing - masing
Departemen Lingkungan Hidup masing - masing provinsi 3 days
Mon yang bergerak di bidang lingkungan masing - masing provinsi
masing - masing provinsi 14 days
Wed 04/01/17
Mon
23/01/17 233
229 Pemilihan Fiksasi Lokasi Proyek masing -
masing provinsi 3 days
242 Membuat konten dari proposal 1 day Wed
keseluruhan proyek 2 days
Thu
keseluruhan proyek 2 days
Mon
dari Masing - Masing Provinsi 14 days
Mon
Masing - Masing Provinsi 41 days
Fri 24/03/17
Fri
278 Persetujuan desain website yang digunakan 1 day Tue
provinsi untuk mengirimkan perwakilannya 2 days
Mon
Sumatera Utara, Sumatera Barat) 27 days
296 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
Fri
(Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Batam) 27 days
314 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
Fri
Jakarta, Jawa Barat) 27 days
332 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
Fri
Tengah, Yogyakarta) 27 days
350 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
368 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
386 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days
404 Pemesanan tiket transportasi pembicara 1 day Wed
Restorasi Hutan Mangrove di Indonesia 10 days