• Tidak ada hasil yang ditemukan

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI DI LINGKUNGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI DI LINGKUNGAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran VIII Peraturan Menteri Pekerjaan Umum BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR NO. NAMA BALAI LOKASI WILAYAH KERJA

I TIPE A

1. Balai Besar Wilayah Sungai Brantas

Surabaya Wilayah Sungai Brantas 2. Balai Besar Wilayah Sungai

Bengawan Solo

Surakarta Wilayah Sungai Bengawan Solo 3. Balai Besar Wilayah Sungai

Pemali-Juana

Semarang Wilayah Sungai Pemali-Comal dan WS Jratunseluna

4. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak

Yogyakarta Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto dan Wilayah Sungai Progo-Opak-Semarang 5. Balai Besar Wilayah Sungai

Cimanuk-Cisanggarung

Cirebon Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung 6. Balai Besar Wilayah Sungai

Cimanuk-Cisanggarung

Makassar Wilayah Sungai Pompengan-Larona, Wilayah Sungai Sadang, Wilayah Sungai Walanae-Cenranae, dan Wilayah Sungai Jeneberang

7. Balai Besar Wilayah Sungai Citarum

Bandung Wilayah Sungai Citarum 8. Balai Besar Wilayah Sungai

Mesuji-Sekampung

Bandar Lampung

Wilayah Sungai Mesuji-Tulang Bawang dan Wilayah Sungai Way Seputih-Way Sekampung

9. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII

Palembang Wilayah Sungai Musi, Wilayah Sungai Sugihan, Wilayah Sungai Banyuasin

II TIPE B

10. Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy

Banjar Wilayah Sungai Citanduy 11. Balai Besar Wilayah Sungai

Ciliwung-Cisadane

Jakarta Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane dan Wilayah Sungai Kepulauan Seribu

12. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian

Serang Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian

MENTERI PEKERJAAN UMUM,

(2)

Lampiran IX Peraturan Menteri Pekerjaan Umum BALAI WILAYAH SUNGAI

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR NO. NAMA BALAI LOKASI WILAYAH KERJA

I TIPE A

1. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera I

Banda Aceh

Wilayah Sungai Meureudu-Baro, Wilayah Sungai Jambo-Aye, Wilayah Sungai Woyla-Seunagan, Wilayah Sungai Alas-Singkil

2. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II

Medan Wilayah Sungai Belawan-Ular Pandang, Wilayah Sungai Toba-Asahan, Wilayah Sungai Batang Angkola-Batang Gadis, Wilayah Sungai Batang Natal-Batang Batahan

3. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera III

Pekanbaru Wilayah Sungai Rokan, Wilayah Sungai Siak, Wilayah Sungai Kampar, Wilayah Sungai Indragiri, Wilayah Sungai Reteh 4. Balai Besar Wilayah Sungai

Sumatera V

Padang Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto dan Wilayah Sungai Progo-Opak-Semarang 5. Balai Besar Wilayah Sungai

Sumatera VI

Jambi Wilayah Sungai Batanghari 6. Balai Besar Wilayah Sungai

Sumatera VII

Bengkulu Wilayah Sungai Air Majunto-Sebelat 7. Balai Besar Wilayah Sungai

Bali-Penida

Denpasar Wilayah Sungai Bali-Penida 8. Balai Besar Wilayah Sungai

Nusa Tenggara I

Mataram Wilayah Sungai P. Lombok 9. Balai Besar Wilayah Sungai

Kalimantan II

Kuala Kapuas

Wilayah Sungai Seruyan, Wilayah Sungai Kahayan, Wilayah Sungai Barito-Kapuas 10. Balai Besar Wilayah Sungai

Kalimantan III

Samarinda Wilayah Sungai Sesayap, Wilayah Sungai Mahakam

11. Balai Besar Wilayah Sungai Sulawesi III

Palu Wilayah Sungai Palu-Lariang, Wilayah Sungai Parigo-Paso, Wilayah Sungai Laa-Tambalako, Wilayah Sungai Kaluku-Karama

II TIPE B

12. Balai Wilayah Sungai Sumatera IV

Batam Wilayah Sungai P. Batam-P. Bintan

(3)

NO. NAMA BALAI LOKASI WILAYAH KERJA

Tenggara II Benanain, Wilayah Sungai Neo-Mina

14. Balai Wilayah Sungai Kalimantan I

Pontianak Wilayah Sungai Kapuas, Wilayah Sungai Pawan, Wilayah Sungai Jelai-Kendawangan

15. Balai Wilayah Sungai Sulawesi I

Manado Wilayah Sungai Limboto-Bulango-Bone, Wilayah Sungai Paguyaman, Wilayah Sungai Randangan

16. Balai Wilayah Sungai Sulawesi II

Gorontalo Wilayah Sungai Limboto-Bulango-Bone, Wilayah Sungai Paguyaman, Wilayah Sungai Randangan

17. Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV

Kendari Wilayah Sungai Lasolo, Wilayah Sungai Sampara

18. Balai Wilayah Sungai Maluku

Ambon Wilayah Sungai P. Buru, Wilayah Sungai P. Ambon-Seram, Wilayah Sungai Kep. Kei-Aru, Wilayah Sungai Kep. Yamdena-Wetar

19. Balai Wilayah Sungai Papua Jayapura Wilayah Sungai Memberamo-Tami-Apauvar, Wilayah Sungai Einlanden-Digul-Bikuma dan Wilayah Sungai Omba

MENTERI PEKERJAAN UMUM,

(4)

Lampiran X Peraturan Menteri Pekerjaan Umum BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA NO. NAMA BALAI LOKASI WILAYAH KERJA

I TIPE A

1. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I

Medan NAD, Suamtera Utara, Riau, Kep. Riau 2. Balai Besar Pelaksanaan

Jalan Nasional III

Palembang Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung 3. Balai Besar Pelaksanaan

Jalan Nasional IV

Jakarta Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat 4. Balai Besar Pelaksanaan

Jalan Nasional V

Surabaya Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur II TIPE B

5. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II

Padang Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung 6. Balai Besar Pelaksanaan

Jalan Nasional VI

Makassar Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara

7. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII

Banjarmasin Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur 8. Balai Besar Pelaksanaan

Jalan Nasional X

Jayapura Papua, Papua Barat

MENTERI PEKERJAAN UMUM,

(5)

Lampiran XI Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor

Tanggal : :

23/PRT/M/2008 30 Desember 2008 BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA NO. NAMA BALAI LOKASI WILAYAH KERJA

1. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII

Denpasar Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

2. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX

Ambon Maluku, Maluku Utara

MENTERI PEKERJAAN UMUM,

(6)

MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 5 Nopember 2008 Penataan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT)

di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum

Kepada Yth.

Menteri Pekerjaan Umum di

Jakarta

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : OR.01.02-Mn/253 tanggal 16 Juni 2008, perihal Usulan Pembentukan dan Peningkatan Status Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, setelah diadakan pembahasan bersama dengan instansi terkait dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen pekerjaan Umum yang meliputi : 1. Peningkatan status Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VIII yang berlokasi di

Palembang menjadi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Tipe A;

2. Peningkatan status Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X yang berlokasi di Jayapura menjadi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Tipe B;

3. Pembentukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Tipe B, yang berlokasi di Kendari;

4. Pembentukan Balai Informasi Penataan Ruang yang berlokasi di Denpasar, Bali.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2006. Nomor 13/PRT/M/2006, Nomor 14/PRT/M/2006, dan Nomor 15/PRT/M/2006 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Informasi Penataan Ruang, yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku, untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

(7)

agar berkoordinasi dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.

Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut, adalah sebagaimana tercantum dalam daftar lampiran.

Berkaitan dengan penetapan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur, agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada.

Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri, disampaikan terima kasih

Tembusan Yth :

1. Kepala Badan Kepegawaian Negara; 2. Kepala Lembaga Administrasi Negara;

3. Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan.

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(8)

Lampiran Surat Men. PAN Nomor

Tanggal : :

B/3051/M.PAN/11/2008 5 Nopember 2008

REKAPITULASI PERUBAHAN UNIT ORGANISAASI DAN ESELON UNIT PELAKSANA TEKNIS DI LINGKUNGAN

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a Direktorat Jenderal Sumber Daya Air :

1. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII di Palembang

1 - 5 11

2. Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV di Kendari - 1 - 3 Direktorat Jenderal Bina Marga :

3. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X di Jayapura

1 - 4 9

Direktorat Jenderal Penataan Ruang :

4. Balai Informasi Penataan Ruang di Denpasar - 1 - 3

Jumlah 2 2 9 26

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(9)

MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 13 Oktober 2008 Usulan Penataan Kembali Unit Pelaksana Teknis

di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum

Kepada Yth.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia di

Jakarta

Menindaklanjuti surat Saudara Nomor KU.08.10-Mn/347 tanggal 20 September 2006 perihal Usulan Penataan kembali Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dengan ini kami sampaikan bahwa usulan tersebut pada prinsipnya dapat disetujui dengan bebrapa perubahan.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rencana Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Perubahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Wilayah Sungai di Lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Perubahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 570/PRT/M/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bendungan yang telah disempurnakan sesuai pola yang berlaku untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Dalam rangka pelaksanaan keputusan tersebut, segala sesuatu yang menyangkut biaya serta sarana dan prasarana agar memanfaatkan anggaran serta sarana dan prasarana yang tersedia di Departemen Pekerjaan Umum,s edangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dan/atau instansi di luar Departemen Pekerjaan Umum, yang dalam pelaksanaannya agar berkoordiasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Negara.

Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam rancangan keputusan tersebut adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.

Disamping itu dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur, agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang berkembang di lingkungan aparatur pemerintah.

(10)

ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum atas persetujuan tertulis Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara.

Atas perhatian dan kerja sama Saudara, disampaikan terima kasih.

Tembusan Yth :

1. Kepala Badan Kepegawaian Negara; 2. Kepala Lembaga Administrasi Negara; 3. Direktur Jenderal Anggaran, Dep. Keuangan.

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(11)

Lampiran I : Surat Men. PAN Nomor

Tanggal : :

B/1616/M.PAN/6/2006 28 Juni 2006

REKAPITULASI JUMLAH ESELON

UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI TIPE A

1. Balai Besar Wilayah Sungai Citarum 1 - 5 11 2. Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung 1 - 5 11 3. Balai Besar Wilayah Sungai

Pompengan-Jeneberang

1 - 5 11

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI TIPE B

1. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane 1 - 4 9 2. Balai Besar Wilayah Sungai

Cidanau-Ciujung-Cidurian

1 - 4 9

Balai Bendungan - 1 - 4

TOTAL 5 1 23 55

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(12)

MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 28 Juni 2006 Pembentukan UPT di Lingkungan Ditjen

Sumber Daya Air dan Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum

Kepada Yth.

Menteri Pekerjaan Umum di

Jakarta

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : OR.01.01-Mn/149 tanggal 24 April 2006, perihal Usulan Penetapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan ini disampaikan pada prinsipnya kami dapat menyetujui pembentukan 30 (tiga puluh) UPT di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air dan 10 (sepuluh) UPT di lingkungan Bina Marga.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rencana Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai dan Balai Besar Wilayah Sungai, serta Balai Besar dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, yang telah disempurnakan sesuai pola yang berlaku untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Dalam rangka pelaksanaan keputusan tersebut, segala sesuatu yang menyangkut biaya agar disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang telah dialokasikan untuk Departemen Pekerjaan Umum, sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Pekerjaan Umum dan/atau isntansi pemerintah di luar Departemen Pekerjaan Umum, yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.

Rekapitulasi organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.

(13)

Atas perhatian dan kerja sama Saudara, disampaikan terima kasih.

Tembusan Yth :

1. Kepala Badan Kepegawaian Negara; 2. Kepala Lembaga Administrasi Negara;

3. Direktur Jenderal Anggaran, dan Pertimbangan Keuangan, Departemen Keuangan.

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(14)

Lampiran I : Surat Men. PAN Nomor

Tanggal : :

B/1616/M.PAN/6/2006 28 Juni 2006

REKAPITULASI UNIT ORGANISAASI DAN ESELON 30 (TIGA PULUH) UNIT PELAKSANAAN TEKNIS

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI TIPE A

1. Balai Besar Wilayah Sungai Brantas 1 - 5 11 2. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo 1 - 5 11 3. Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana 1 - 5 11 4. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak 1 - 5 11 5. Balai Besar Wilayah Sungai

Cimanuk-Cisanggarung

1 - 5 11

Sub Total Balai Besar Tipe A 5 - 25 55 BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI TIPE B

6. Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy 1 - 4 9

Sub Total Balai Besar Tipe B 1 - 4 9 TOTAL BALAI BESAR 6 - 29 64

BALAI WILAYAH SUNGAI TIPE A

7. Balai Wilayah Sungai Sumatera I - 1 - 4

8. Balai Wilayah Sungai Sumatera II - 1 - 4

(15)

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a

10. Balai Wilayah Sungai Sumatera V - 1 - 4

11. Balai Wilayah Sungai Sumatera VI - 1 - 4

12. Balai Wilayah Sungai Sumatera VII - 1 - 4

13. Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII - 1 - 4 14. Balai Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung - 1 - 4 15. Balai Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian - 1 - 4 16. Balai Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane - 1 - 4

17. Balai Wilayah Sungai Citarum - 1 - 4

18. Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - 1 - 4

19. Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I - 1 - 4 20. Balai Wilayah Sungai Kalimantan II - 1 - 4 21. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III - 1 - 4

22. Balai Wilayah Sungai Sulawesi III - 1 - 4

23. Balai Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang - 1 - 4 Sub Total Balai Tipe A - 17 - 68 BALAI WILAYAH SUNGAI TIPE B

24. Balai Wilayah Sungai Sumatera IV - 1 - 3

25. Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II - 1 - 3

26. Balai Wilayah Sungai Kalimantan I - 1 - 3

27. Balai Wilayah Sungai Sulawesi I - 1 - 3

28. Balai Wilayah Sungai Sulawesi II - 1 - 3

29. Balai Wilayah Sungai Maluku - 1 - 3

30. Balai Wilayah Sungai Papua - 1 - 3

(16)

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a

TOTAL BALAI - 7 - 89

JUMLAH 6 24 29 153

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

(17)

Lampiran II : Surat Men. PAN Nomor

Tanggal : :

B/1616/M.PAN/6/2006 28 Juni 2006

REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON 10 (SEPULUH) UNIT PELAKSANAAN TEKNIS

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

No. UNIT ORGANISASI

ESELON

II.b III.a III.b IV.a BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL TIPE A

1. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I 1 - 5 11 2. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III 1 - 5 11 3. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV 1 - 5 11 4. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V 1 - 5 11 Sub Total Balai Besar Tipe A 4 - 20 44 BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL TIPE B

5. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II 1 - 4 9 6. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI 1 - 4 9 7. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII 1 - 4 9 Sub Total Balai Besar Tipe B 3 - 12 27

TOTAL BALAI BESAR 7 - 32 71

BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL

8. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII - 1 - 4

9. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX - 1 - 4

(18)

TOTAL BALAI - 3 - 12

JUMLAH 7 3 32 83

Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011 tentang

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011 tentang

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 29/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, Kebijakan Peraturan Daerah mengenai Bangunan Fasilitas

  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang   Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 04/PRT/M /2oog tentang Pedoman Pembentukan wadah Koordinasi pengelolaan ly_mber Daya Air pada Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota,

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 25/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Induk Sistem Kebakaran.. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 26/PRT/M/2008 tentang

Pada proyek pemerintah diatur dalam Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No :07/PRT/M/2014 Tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011 Tentang

1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kota RTRW 2030 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/Prt/M/2007 Tanggal 16 Maret 2007, Tentang Pedoman Umum Rencana Tata