N JUDUL
LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 3
ANALISIS FAKTOR TERHADAP STANDAR PELAYANAN
MINIMAL PUSKESMAS KOTA SURABAYA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE
PRINCIPAL COMPONENT
Oleh : Ahmad Rais Shidiq (1314100098) Bayu Samudra (1314100115) Amri Muhaimin (1314100125)
Asisten Praktikum : Faroh Ladayya (1315201202)
Dosen: Santi Wulan Purnami, M.Si, Ph.D Dr. Bambang Otok Widjanarko
HALAMAN JUDUL
LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 3
ANALISIS FAKTOR TERHADAP STANDAR PELAYANAN
MINIMAL PUSKESMAS KOTA SURABAYA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE
PRINCIPAL COMPONENT
Oleh : Ahmad Rais Shidiq (1314100098) Bayu Samudra (1314100115) Amri Muhaimin (1314100125)
Asisten Praktikum : Faroh Ladayya (1315201202)
Dosen: Santi Wulan Purnami, M.Si, Ph.D Dr. Bambang Otok Widjanarko
ABSTRAK
Pencapaian kesuksesan pembangunan dalam suatu negara memiliki
hubungan dengan kesuksesan pembangunan daerah dalam negara tersebut. Salah satunya adalah peningkatan kualitas dalam bidang pelayanan kesehatan.
Puskesmas adalah salah satu fasilitas kesehatan di suatu daerah. Misalnya Kota Surabaya, terdapat banyak sekali puskesmas yang tersebar disetiap bagian Surabaya. Tentunya masing – masing puskesmas tersebut mempunyai indikator pelayanan minimal atau standar pelayanan minimal (SPM). Jika rata – rata SPM di Surabaya sudah tinggi, maka dapat dikatakan kesuksesan pembangunan di Kota Surabaya sudah baik khususnya dalam pelayanan kesehatan. Pada SPM tersebut tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Hal tersebut membuat pemerintah Kota Surabaya kesulitan dalam melakukan pengambilan kebijakan berdasarkan faktor yang mempengaruhi SPM agar pelayanan di Puskesmas dapat ditingkatkan. Data SPM memenuhi asumsi kecukupan data dan korelasi. Dengan menggunakan PCA dan analisis faktor, terbentuk 5 komponen utama dari 15 variabel. Kemudian terbentuk 5 faktor baru, yaitu ibu dan anak, balita, bidan dan neotanus, gizi dan kb, dan perawatan balita.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
ABSTRAK...iii
DAFTAR ISI...iv
DAFTAR TABEL...vi
DAFTAR GAMBAR...vii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...2
1.3 Tujuan...2
1.4 Manfaat...2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...3
2.1 Statistika Deskriptif...3
2.2 Principal Component Analysis...3
2.3 Analisis Faktor...5
2.4 Uji Kayser Mayer Olkin...6
2.5 Uji Bartlett Sphericity...7
2.6 Scree Plot...7
2.7 Standar Pelayanan Minimal (SPM)...8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN...10
3.1 Sumber Data...10
3.2 Variabel Penelitian...10
3.3 Struktur Data...11
3.4 Langkah Analisis...11
3.5 Diagram Alir...12
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN...13
4.1 Statistika Deskriptif...13
4.3 Uji Korelasi...14
4.4 Principal Componenet Analysis...14
4.5 Analisis Faktor...17
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...22
5.1 Kesimpulan...22
5.1 Saran...22
DAFTAR PUSTAKA...23
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Variabel Penelitian SPM...10
Tabel 3.2 Struktur Data...11
Tabel 4.1 Statistika Deskriptif...13
Tabel 4.2 Uji Bartlett’s...14
Tabel 4.3 Uji KMO...14
Tabel 4.4 Varians dan Nilai Eigen...15
Tabel 4.5 Matrix Komponen...16
Tabel 4.6 Komunalitas...18
Tabel 4.7 Komponen Matriks...19
Tabel 4.8 Rotasi Komponen Matriks...20
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Undang – undang kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan, dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan termasuk kehamilan, dan persalinan (Nafsiah, 2000). Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Pencapaian kesuksesan pembangunan dalam suatu negara memiliki
hubungan dengan kesuksesan pembangunan daerah dalam negara tersebut. Salah satunya adalah peningkatan kualitas dalam bidang pelayanan kesehatan.
Kesehatan merupakan salah satu cara yang telah ditingkatkan pelayanannya oleh pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Dalam upaya peningkatan kesehatan, program yang diperlukan adalah program kesehatan yang lebih “efektif” yaitu program kesehatan yang mempunyai model-model pembinaan kesehatan (Health Development Model) sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang
diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus memenuhi program upaya peningkatan kesehatan. Peningkatan pelayanan kesehatan dapat meliputi peningkatan pelayanan dari segi ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan (Candra Wiguna, 2015).
Pada penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor yang dominan dengan cara mereduksi faktor yang telah ada sehingga akan terbentuk faktor-faktor baru. Oleh karena itu, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis faktor dengan metode principal component. Sebelum menguji komponen-komponen mana yang dominan terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi normal multivariat serta pengujian KMO untuk mengetahui kecukupan data dan
mengetahui faktor-faktor yang dominan dengan cara mereduksi kesembilan faktor yang telah ada sehingga didapatkan faktor-faktor baru.
Penelitian ini menggunakan principle component analysis (PCA) dan analisis faktor dengan tujuan melakukan reduksi terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi kesuksesan pelayanan puskesmas di Kota Surabaya. Agar
pemerintah tidak kesulitan dalam menetapkan kebijakan jika didasarkan faktor – faktor yang mempengaruhi pelayanan di Puskesmas Kota Surabaya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan suatu rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana statistika deksriptif SPM puskesmas di Kota Surabaya? 2. Bagaimana hasil pengujian kecukupan data pada faktor – faktor yang
mempengaruhi SPM puskesmas di Kota Surabaya?
3. Bagaimana hasil uji korelasi pada data SPM puskesmas di Kota Surabaya? 4. Bagaimana hasil principal component analysis (PCA) pada data SPM
puskesmas di Kota Surabaya?
5. Bagaimana analisis faktor pada data SPM puskesmas di Kota Surabaya?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan daripada penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mendapatkan statistika deskriptif pada SPM puskesmas di Kota Surabaya. 2. Mendapatkan uji kecukupan data pada faktor – faktor yang mempengaruhi
SPM puskesmas di Kota Surabaya.
3. Mendapatkan uji korelasi SPM puskesmas di Kota Surabaya. 4. Mendapatkan hasil principal component analysis (PCA) pada SPM
puskesmas di Kota Surabaya.
5. Mendapatkan analisis faktor pada SPM puskesmas di Kota Surabaya.
1.4 Manfaat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif merupakan bagian statistika yang membahas tentang metode – metode untuk menyajikan data sehingga menarik dan informatif, metode-metode yang ber-kaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna [ CITATION Wal11 \l 1033 ]. Informasi yang didapat dari statsitika deskriptif antara lain adalah rata-rata(mean),
range atau selisih nilai terbesar dan terkecil pada tiap pengamatan, deviasi standar, dan varians.
Rata-rata (mean) dari data dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai setiap subgrup dan membagi dengan banyaknya data pada tiap subgrup. Dalam bentuk umum, formula rata-rata tiap subgrup adalah sebagai berikut.
´
dimana, i adalah subgrup ke-i dan j adalah sampel pengamatan dalam subgrup
i dan k adalah banyaknya pengamatan pada subgrup ke i.
Deviasi standar adalah akar dari varians. Varians adalah ukuran penyebaran data dimana hal ini dinyatakan sebagai keragaman data tiap pengamatan yang
dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
X
dimana Xi adalah rata-rata pada tiap subgrup dengan rumus yang telah dijelaskan pada persamaan (2.1).
2.2 Principal Component Analysis
mereduksi sejumlah besar variabel yang saling berkolerasi ke dalam sejumlah kecil komponen yang saling bebas (independent).
Secara aljabar PC merupakan kombinasi linier dari p variabel random X1, X2, ..., Xp. Secara geometrik, kombinasi-kombinasi linier merupakan sistem koordinat baru yang didapatkan dengan merotasi sistem koordinat semula dengan X1, X2, ..., Xp sebagai sumbu koordinat. Sumbu baru P1, P2, ..., Pp merupakan arah dengan variabilitas maksimum dan memberikan struktur kovariansi yang lebih sederhana (Johnson dan Wichern, 2007).
Misalkan vektor acak X = [ X1, X2, ..., Xp] memiliki matrik kovarian Σ dengan eigenvalue λ1 ≥ λ2 ≥ ... ≥ λp ≥ 0 yang didapatkan dari persamaan |Σ - λI|. Sehingga didapatkan kombinasi linear sebagai berikut.
P1 = e1TX = e11X1 + e12X2 + ... + e1pXp
Pembentukan PC yang merupakan kombinasi linier dari variabel asal X agar mempunyai varian maksimum adalah dengan memilih eigenvectoreT = (e
1, e2,... , ep) sedemikian hingga memaksimumkan Var(Pi) = eiTΣei dan eiTei = 1. PC ke-i
adalah kombinasi linear eiTX yang memaksimumkan Var(eiTX) dengan syarat
eiTei = 1 dan Cov(eiTX, ekTX) = 0 untuk k < i.
Total varians data yang diterangkan setiap PC merupakan proporsi
eigenvalue komponen tersebut terhadap jumlahan eigenvalue atau traceΣsebagai berikut :
∑p
i=1 Var (Xi) = tr(Σ) = λ1 + λ2 + λ3 + λp = ∑pi=1 Var(Pi) (2.4) selanjutnya persamaan (2.4) dapat ditulis dengan
Total varians = σ11 + σ22 + σ33 + σpp = λ1 + λ2 + λ3 + λp (2.5) Persentase keragaman total yang dapat diterangkan oleh PC ke–i adalah:
Apabila PC yang di ambil adalah q dimana q < p, maka persentase keragaman total yang dapat diterangkan secara bersamaan adalah:
λ1+λ2+. .. .+λp Matrik varian kovarians Σ digunakan jika variabel-variabel yang diamati mempunyai satuan pengukuran yang sama. Namun jika variabel-variabel yang diamati mempunyai satuan pengukuran yang berbeda maka variansi tersebut perlu distandarkan, sehingga PC akan ditentukan dari variabel terstandarisasi tersebut. Variabel terstandarisasi (Z) diperoleh dengan jalan transformasi variabel asal (X) dengan cara (Johnson dan Wichern, 2007):
Z1=(X1−μ1)
√
σ11⋮
(2.8)Z
p=
(
X
p−
μ
p)
√
σ
ppDalam notasi matrik, dapat dinyatakan sebagai berikut:
Z = (V1/2)-1 (X-μ) (2.9) dengan V1/2 adalah elemen diagonal utama pada matrik standar deviasi Banyaknya
komponen utama (m) dapat ditentukan dengan berbagai kriteria, salah satu kriteria yang biasa dipakai adalah dengan menggunakan kriteria besarnya varians
komponen utama disyaratkan besarnya λi ≥ 1, syarat ini diberlakukan mengingat jika nilainya maka komponen utama ini hanya menjelaskan keragaman yang dijelaskan oleh satu variabel asal[ CITATION Joh07 \l 1057 ].
2.3 Analisis Faktor
faktor. Sebagaimana dijelaskan pada persamaan 2.10 persamaan terhadap model analisis faktor [ CITATION Joh07 \l 1057 ].
X p− µ p= lp1 F1+ lp2 F2+...+ lpm Fm+ ε (2.10) Atau dapat juga ditulis dalam notasi matrix sebagai berikut.
Xpx1=μpx1+LpxmFmx1+εpx1 (2.11)
Dengan,
μi : rata-rata variabel i εi : faktor spesifik ke -i Fj : common faktor ke-j
Lij : loading faktor ke-j dari variabel ke-i
m : banyak faktor yang dibentuk
p : banyak variabel
Bagian dari varian variabel ke – i dari mcommon faktor disebut komunalitas ke – i yang merupakan jumlah kuadrat dari loading variabel ke – i pada mcommon faktor dengan rumus,
hi2= 2i1+ 2i2+...+ 2im (2.12) Faktor – faktor yang didapatkan harus bisa menjelaskan korelasi antar variabel. Oleh sebab itu variabel atau faktor tersebut harus saling berkorelasi satu sama lain. Sehingga perlu dilakukan suatu pengujian untuk mengetahui apakah variabel atau faktor tersebut saling berkorelasi satu sama lain.
2.4 Uji Kayser Mayer Olkin
Uji KMO bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel dari data yang telah diambil cukup untuk difaktorkan. Hipotesis dari KMO adalah sebagai berikut (Rencher, 2002).
j :1,2,3,...,p
rij : Koefisien korelasi antara variabel i dan j aij : Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j
Daerah kritis dari pengujian ini adalah tolak H0 , jika nilai KMO < 0.5 sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah variabel tidak cukup untuk difaktorkan[ CITATION Joh07 \l 1057 ].
2.5 Uji Bartlett Sphericity
Uji Bartlett sphericity dilakukan untuk menguji kebebasan antar variabel dalam kasus multivariat. Tujuannya untuk megetahui apakah terdapat hubungan
antar variabel dalam kasus multivariat. Jika variabel X1, X2,..., Xp
independent maka matriks korelasi sama dengan matriks identitas. Hipotesis yang digunakan sebagai berikut.
r
k : rata-rata elemen diagonal pada kolom/baris ke-k dari matriks R.r
: rata-rata keseluruhan dari elemen diagonal.Daerah kritis : Tolak H0 jika nilai T > χ(p+1) (p−2)/2;∝
Jika keputusan tolak H0, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antar variabel. Sehinga analisis komponen utama dan analisis faktor dapat diaplikasikan terhadap data tersebut.
2.6 Scree Plot
Scree plot merupakan plot dari eigenvalue sebagai sumbu tegak dan
banyaknya faktor sebagai sumbu datar untuk menentukan banyaknya faktor yang bisa diekstrak [CITATION Sup01 \l 1057 ].
Scree plot dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah faktor penting yang terbentuk, hal ini dapat dilihat dari bentuk kurva yang terbentuk pada scree plot. Komponen yang terbentuk ditandai dengan bentuk kurva yang menurun tajam.
2.7 Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan selanjutnya disebut SPM Kesehatan adalah tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Daerah Kabupaten/Kota. SPM ditetapkan merupakan acuan dalam perencanaan program pencapaian target masing-masing Daerah Kabupaten/Kota berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang meliputi jenis pelayanan beserta indikator kinerja dan target tahun 2010 – Tahun 2015:
a. Pelayanan Kesehatan Dasar :
1. Cakupan kunjungan Ibu hamil K4.
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani.
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
4. Cakupan pelayanan nifas.
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani. 6. Cakupan kunjungan bayi.
7. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI). 8. Cakupan pelayanan anak balita.
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga miskin.
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan.
12. Cakupan peserta KB aktif.
13. Cakupan penderita pneumonia pada balita yang ditangani. 14. Cakupan penderita TB Paru BTA positif yang ditangani. 15. Cakupan penderita demam berdarah yang ditangani. 16. Cakupan penderita diare yang ditangani.
17. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin. b. Pelayanan Kesehatan Rujukan
1. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. 2. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana
kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota.
c. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa /KLB Cakupan Desa/ Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Sumber Data
Data yang digunakan dalam praktikum ini adalah data sekunder mengenai capaian indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan pada puskesmas di Kota Surabaya. Data tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2013.
3.2 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 Variabel Penelitian SPM Variab
el Keterangan
X1 Persentase Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4.
X2 Persentase Komplikasi Kebidanan Ditangani.
X3 Persentase Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan.
X4 Persentase Cakupan Pelayanan Nifas.
X5 Persentase Neonatus Komplikasi Ditangani.
X6 Persentase Cakupan Kunjungan Bayi (Minimal 4 Kali).
X7 Persentase Cakupan Pelayanan Anak Balita.
X8
Persentase Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6-24 Bulan Keluarga Miskin.
X9 Persentase Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan.
X10 Persentase Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat.
X11 Persentase Peserta KB Aktif.
X12 Persentase Penderita Pneumonia pada Balita yang Ditangani.
X13 Persentase Penderita TB Paru BTA Positif yang Ditangani.
X14 Persentase Penderita Diare yang Ditangani.
X15
Persentase Cakupan Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 Jam.
3.3 Struktur Data
Struktur data yang terbentuk dari variabel adalah sebagai berikut.
Tabel 3.2 Struktur Data
(i) X1 X2
⋯
Xk
⋯
Xp
1 X11 X12
⋮
X1k
⋮
X1p
2 X21 X22 X2k X2p
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
i Xi1 Xi2 Xik Xip
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
n Xn1 Xn2 ⋯ Xnk ⋯ Xnp
Dengan,
i : puskesmas k-i; i=1, 2, 3, ..., n.
k : variabel SPM bidang kesehatan; k=1, 2, 3, ..., p. 3.4 Langkah Analisis
Langkah analisis yang digunakan dalam praktikum yang digunakan adalah sebagai berikut.
1. Membuat rumusan masalah. 2. Menentukan tujuan praktikum. 3. Mencari/mengunduh data. 4. Pre-prosesing data
5. Melakukan analisis statistika deskriptif untuk mengetahui karakteristik dari data tersebut.
6. Melakukan pengujian korelasi sebagai syarat pemenuhan asumsi menggunakan uji Bartlett.
7. Melakukan analisis komponen utama (PCA).
8. Melakukan analisis faktor untuk mengidentifikasi komponen-komponen yang dominan pada data SPM puskesmas di Kota Surabaya.
Mulai
Identifikasi masalah
Menentukan tujuan praktikum
Mencari data sekunder
Asumsikan Ya
Data SPM Bidang Kesehatan
Selesai
Menganalisis Statistika Deskriptif
Menarik Kesimpulan Uji Asumsi Barlletts dan KMO
Analisis Komponen Utama
Analisis Faktor
Tidak
3.5 Diagram Alir
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Statistika Deskriptif
Analisis statistika deskriptif dilakukan untuk mengetahui karakteristik Standar Pelayanan Minimal puskesmas di Kota Surabaya. Nilai-nilai statistika deskriptif yang dihitung adalah rata-rata, varians, nilai minimum, dan maksimum.
Tabel 4.1 Statistika Deskriptif
Variabel Minimum Maximum Mean Std.
Deviation Variance
X1 46.35 123.84 82.9665 13.69468 187.544
X2 44.31 139.70 87.4484 18.77809 352.617
X3 51.15 105.17 83.3981 12.38103 153.290
X4 43.72 105.17 80.9781 14.22727 202.415
X5 11.87 128.12 63.5869 30.05033 903.022
X6 49.43 153.76 90.7405 15.62411 244.113
X7 .00 100.00 66.6398 42.73506 1826.285
X8 17.22 118.75 78.2208 20.68634 427.925
X9 .00 100.00 91.9355 27.45122 753.570
X10 86.98 100.00 97.6355 3.46933 12.036
X11 40.93 98.67 73.6763 13.63892 186.020
X12 .00 162.74 18.5066 28.65147 820.906
X13 12.50 154.17 55.0534 30.53375 932.310
X14 13.57 319.24 123.0850 62.51438 3908.048
X15 .00 100.00 72.5806 44.97487 2022.739
Tabel 4.1 menunjukkan statistika deskriptif dari variabel SPM bidang kesehatan. Secara keseluruhan dari 15 variabel masing-masing variabel terdapat 62 sampel didapat nilai mean atau rata-rata sudah lebih dari 70%, sehingga dapat dikatakan standar pelayanannya sudah baik karena rata-rata melayani 70% dari total pasien atau kasus. Namun masih ada yang dibawah 50%, seperti pada variabel X12 yang hanya 12% saja tingkat pelayananya kepada pasien. Sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap variabel tersebut mengapa nilai rata-ratanya sangat kecil. Kemudian didapatkan nilai keragaman pada masing-masing variabel secara keseluruhan besar. Namun ada beberapa variabel yang keragamannya kecil seperti variabel X10.
4.2 Uji Korelasi
Tabel 4.2 Uji Bartlett’s Bartlett's Test of Sphericity
Approx. Chi-Square 339.816
df 105
p - value .000
Tabel 4.2 menunjukkan hasil pengujian korelasi dengan metode bartlett’s, didapatkan nilai chi-square sebesar 339.816 dan nilai p-value sebesar 0.000. Dengan menggunakan alfa 5% maka keputusan H0 ditolak karena nilai p-value
kurang dari alfa atau nilai chi-square hitung lebih besar dari χ(2p+1) (p−2)/2;∝ .
Kesimpulannya adalah variabel-variabel tersebut tidak saling bebas atau berkorelasi satu sama lain. Sehingga analisis PCA dan faktor dapat diterapkan pada data.
4.3 Uji Kecukupan Data
Pengujian kecukupan data menggunakan uji KMO dan didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 4.3 Uji KMO
Test Value
Kaiser-Meyer-Olkin Measure
of Sampling Adequacy. .633
Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengujian KMO didapatkan nilai uji sebesar 0.633. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0.5, sehingga H0 gagal ditolak. Kesimpulannya adalah asumsi kecukupan data terpenuhi atau data tersebut layak untuk dianalisis dengan menggunakan PCA dan Analisis Faktor.
4.4 Principal Componenet Analysis
PCA dilakukan untuk mengetahui berapa komponen utama yang terbentuk dari 15 variabel tersebut. Penentuan komponen utama tersebut dapat dilihat melalui nilai eigen, scree plot, dan proporsi variabilitas total.
Tabel 4.4 Varians dan Nilai Eigen
Component Total % of Variance Cumulative %
10 .517 3.449 90.434
Tabel 4.4 menunjukkan nilai eigen dan nilai varians proporsi total. Dapat dilihat nilai eigen yang bernilai lebih dari satu adalah komponen 1 hingga komponen 5. Sehingga dapat dikatakan bahwa komponen utama yang terbentuk sebanyak 5 komponen. Pada komponen 1 didapatkan nilai %variance sebesar 25.510, artinya komponen 1 dapat menjelaskan variasi dari data sebesar 25%, kemudian untuk komponen 2 dapat menjelaskan variasi dari data sebesar 12%, komponen 3 dapat menjelaskan variasi dari data sebesar 12%, komponen 4 dapat menjelaskan variasi dari data sebesar 9%, dan komponen 5 dapat menjelaskan variasi dari data sebesar 7%. Kemudian dapat dilihat nilai cumulative % sampai dengan komponen 5 didapatkan nilai 66.909%. Aritnya k-5 komponen utama yang terbentuk tersebut dapat menjelaskan variasi data keseluruhan sebesar 66.909%.
15
Gambar 4.1 Scree Plot
Berdasarkan kedua hasil tersebut maka dapat disimpulkan hanya 5 komponen utama yang terbentuk. Misal ke-5 komponen tersebut adalah PC1 hingga PC5.
Tabel 4.5 Matrix Komponen
Koefisien PC1 PC2 PC3 PC4 PC5
X1 -0.417 0.140 0.093 0.068 0.016
X2 -0.199 0.060 -0.313 -0.341 -0.340
X3 -0.446 -0.066 0.155 0.084 0.165
X4 -0.411 -0.070 0.232 0.093 0.149
X5 -0.347 0.005 -0.022 -0.036 -0.393
X6 -0.255 0.230 -0.368 -0.224 0.112
X7 -0.243 -0.338 -0.104 -0.216 -0.077
X8 -0.337 0.174 0.057 0.343 0.168
X9 0.076 0.387 -0.289 0.229 -0.175
X10 -0.022 -0.126 0.430 0.324 -0.416
X11 0.043 0.108 -0.300 0.540 0.046
X12 0.020 -0.246 -0.200 0.322 -0.524
X13 -0.080 -0.254 -0.437 0.302 0.321
X14 -0.148 -0.484 -0.272 -0.035 -0.057
X15 -0.155 0.483 -0.044 -0.052 -0.215
Tabel 4.5 menunjukkan nilai koefisien pada tiap variabel di masing-masing komponen utama, model yang terbentuk pada tiap komponen adalah sebagai berikut.
Tabel 4.6 Komunalitas
Variabel Initial Extraction
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. 1.000 .724
Komplikasi Kebidanan Ditangani. 1.000 .627
Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan. 1.000 .853
Cakupan Pelayanan Nifas. 1.000 .792
Neonatus Komplikasi Ditangani. 1.000 .635
Cakupan Kunjungan Bayi (Minimal 4 Kali). 1.000 .681
Cakupan Pelayanan Anak Balita. 1.000 .532
Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6-24 Bulan
Keluarga Miskin. 1.000 .688
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan. 1.000 .565
Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat. 1.000 .710
Peserta KB Aktif. 1.000 .594
Penderita Pneumonia pada Balita yang Ditangani. 1.000 .637
Penderita TB Paru BTA Positif yang Ditangani. 1.000 .737
Penderita Diare yang Ditangani. 1.000 .667
Cakupan Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan
Epidemiologi < 24 Jam. 1.000 .592
Tabel 4.6 menunjukkan nilai komunalitas dari masing-masing variabel. Nilai komunalitas adalah nilai seberapa besar komponen mampu menjelaskan variabel tersebut. Pada variabel cakupan kunjungan ibu hamil didapat nilai extraction
sebesar 0.724 atau 72.4%, artinya ke-5 komponen utama yang terbentuk mampu menjelaskan variabel cakupan kunjungan ibu hamil sebesar 72.4% secara keseluruhan, dan seterusnya. Pada Tabel 4.6 ditujukkan nilai extraction terbesar adalah variabel cakupan persalinan ditolong tenaga kesehatan yaitu sebesar 0.853 atau 85.3%, dan nilai terkecil adalah cakupan pelayanan anak balita sebesar 0.532 atau 53.2%.
Tabel 4.7 Komponen Matriks
Variabel Komponen
1 2 3 4 5
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. .815 .192 -.12
7 .079 -.016
Komplikasi Kebidanan Ditangani. .390 .082 .425 -.398 .360
Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan. .872 -.090 -.211 .098 -.175
Cakupan Pelayanan Nifas. .805 -.096 -.31
4 .108 -.158
Neonatus Komplikasi Ditangani. .678 .006 .029 -.042 .415
Cakupan Kunjungan Bayi (Minimal 4 Kali). .499 .317 .500 -.261 -.118
Cakupan Pelayanan Anak Balita. .476 -.464 .142 -.252 .082
Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak
Usia 6-24 Bulan Keluarga Miskin. .658 .239
-.07
8 .400 -.177
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat
Perawatan. -.150 .532 .393 .267 .185
Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan
Setingkat. .043 -.174
-.58
4 .378 .440
Peserta KB Aktif. -.083 .149 .408 .630 -.049
Penderita Pneumonia pada Balita yang Ditangani. -.039 -.338 .271 .375 .554
Penderita TB Paru BTA Positif yang Ditangani. .156 -.349 .593 .352 -.339
Penderita Diare yang Ditangani. .289 -.665 .369 -.041 .060
Cakupan Kelurahan Mengalami KLB yang
Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 Jam. .304 .664 .059 -.061 .228
Tabel 4.8 Rotasi Komponen Matriks
Variabel Component
1 2 3 4 5
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. .798 -.042 .289 -.027 -.022
Komplikasi Kebidanan Ditangani. .033 .173 .755 -.054 -.150
Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan. .887 .193 .090 -.141 -.017
Cakupan Pelayanan Nifas. .856 .140 .023 -.190 .054
Neonatus Komplikasi Ditangani. .479 .136 .576 -.057 .227
Cakupan Kunjungan Bayi (Minimal 4 Kali). .282 .044 .534 .138 -.544
Cakupan Pelayanan Anak Balita. .243 .570 .283 -.260 -.016
Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6-24 Bulan Keluarga Miskin.
.779 -.090 .027 .267 -.027
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan.
-.161 -.350 .265 .585 -.068
Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat.
.190 -.102 -.14
9
-.098 .795
Peserta KB Aktif. .013 .018 -.10
1
.764 .011
Penderita Pneumonia pada Balita yang Ditangani. -.170 .373 .216 .372 .532
Penderita TB Paru BTA Positif yang Ditangani. .112 .602 -.13
4
.514 -.283
Penderita Diare yang Ditangani. .058 .800 .153 -.002 .020
Cakupan Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 Jam.
.245 -.505 .501 .138 -.088
Tabel 4.9 Faktor yang Terbentuk Fakto
r Variabel Nama Faktor Baru
1
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4.
Ibu dana anak Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan.
Cakupan Pelayanan Nifas.
Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6-24 Bulan Keluarga Miskin.
2
Cakupan Pelayanan Anak Balita.
Balita Penderita TB Paru BTA Positif yang Ditangani.
Penderita Diare yang Ditangani.
Cakupan Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 Jam.
3 Komplikasi Kebidanan Ditangani.Neonatus Komplikasi Ditangani. Bidan dan Neonatus
4 Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan. Peserta KB Aktif. Gizi dan KB
5
Cakupan Kunjungan Bayi (Minimal 4 Kali).
Perawatan Balita Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan
Setingkat.
Penderita Pneumonia pada Balita yang Ditangani.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dihasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. Rata-rata SPM pelayanan bidang kesehatan secara keseluruhan sudah lebih dari 70%. Dengan rata-rata tertinggi adalah pada variabel X14 dan rata-rata terendah pada variabel X12
2. Data SPM bidang kesehatan, khususnya puskesmas di Kota Surabaya memenuhi asumsi kecukupan data berdasarkan hasil pengujian dengan metode KMO.
3. Variabel-variabel yang mempengaruhi SPM bidang kesehatan puskesmas di Kota Surabaya memiliki korelasi atau hubungan satu sama lain.
4. Komponen utama yang terbentuk dari 15 variabel tersebut adalah sebanyak 5 komponen.
5. Analisis faktor menghasilkan 5 faktor baru, yaitu faktor ibu dan anak, balita, bidan dan neonatus, gizi dan kb, dan yang terakhir adalah perawatan balita
5.1 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Johnson, R. A., & Wichern, D. W. (2007). Applied Multivariate Statistical Analysis, 6th edition. New Jersey: Pretince Hall.
Supranto, J. (2001). Statistik Teori dan Aplikasi, Cetakan Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Surabaya, D. K. (2013). Sarana Pelayanan Kesehatan. Surabaya: Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
LAMPIRAN
Lampiran 1.Data Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Puskesmas Kota Surabaya
NO Puskesmas X1 X2 X3 X4 X5 … X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15
1 Tanjungsari 87.45 109.1 83.36 84.91 78.34 … 100 91.7 54.8 12.3 54.6 252.7 100
2 Simomulyo 97.1 98.59 95.02 94.38 77.66 … 100 96.4 65 33 37.2 117.1 100
3 Manukan
Kulon 86.64 63.31 85.55 84.82 52.53 … 100 94.7 66.1 3.15 56.5 192.6 100
4 Balongsari 96.03 98.23 93.88 93.19 96.42 … 100 91.9 54.4 22.5 49 106.5 100
5 Asemrowo 67.01 46.96 66.67 61.27 48.72 … 100 93.9 76.3 9.7 63 104 100
6 Sememi 96.61 96.9 100.3 95.76 98.45 … 100 94.6 92.8 41.5 42.4 97.89 100
7 Benowo 80.31 44.31 74.11 70.9 40.8 … 100 99.9 87.4 1.56 28 45.2 100
8 Jeruk 92.23 93.26 92.9 79.78 42.88 … 100 96.1 95.1 5.06 113 237.3 100
9 Lidah Kulon 97.26 89.04 100.3 100.3 63.39 … 0 100 72.2 0.53 17.2 150.5 100
10 Bangkingan 97.28 98.64 96.4 93.53 86.51 … 0 96.6 88.4 37.9 142 202.9 0
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
⋮
52 Wonokromo 85.82 87.07 85.31 80.79 77.96 … 100 98.6 79.3 37.1 54.1 118.8 100
53 Ngagelrejo 89.13 103.9 90.92 90.78 99.64 … 100 99.5 74.8 7.3 32.7 64.96 100
54 Kedurus 81.12 100.1 96.96 96.96 26.93 … 100 88.1 77.7 9.42 51.9 93.13 0
55 Dukuh
Kupang 74.84 74.46 80.95 80.95 21.12 … 100 100 61.8 1.9 47.1 47.06 100
56 Wiyung 83.38 98.15 93.48 101.2 79.88 … 100 99.2 76.8 5.27 37.7 88.63 100
57 Balas
Klumprik 61.24 95.69 71 63 25.09 … 100 97.4 86.2 5.16 23.1 172.5 0
58 Gayungan 95.05 98.25 95.12 95.12 99.73 … 100 100 59.8 31.3 21.3 119.2 100
59 Jemursari 83.19 49.86 82.69 82.69 53.25 … 100 100 66.4 2.6 83.3 177.4 0
60 Sidoresmo 76.22 108.2 84.68 85.89 86.54 … 100 100 43 4.9 37.2 123.7 0
61 Siwalankert
o 80.39 53.87 93.33 93.33 33.02 … 0 100 41.3 0 35 125.9 0
Lampiran 2.Statistika Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance
X1 62 46.35 123.84 82.9665 13.69468 187.544
X2 62 44.31 139.70 87.4484 18.77809 352.617
X3 62 51.15 105.17 83.3981 12.38103 153.290
X4 62 43.72 105.17 80.9781 14.22727 202.415
X5 62 11.87 128.12 63.5869 30.05033 903.022
X6 62 49.43 153.76 90.7405 15.62411 244.113
X7 62 .00 100.00 66.6398 42.73506 1826.285
X8 62 17.22 118.75 78.2208 20.68634 427.925
X9 62 .00 100.00 91.9355 27.45122 753.570
X10 62 86.98 100.00 97.6355 3.46933 12.036
X11 62 40.93 98.67 73.6763 13.63892 186.020
X12 62 .00 162.74 18.5066 28.65147 820.906
X13 62 12.50 154.17 55.0534 30.53375 932.310
X14 62 13.57 319.24 123.0850 62.51438 3908.048
X15 62 .00 100.00 72.5806 44.97487 2022.739
Valid N (listwise) 62
Lampiran 3.Uji Kecukupan Data dan Uji Korelasi
KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .633
Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 339.816
df 105
Sig. .000
Communalities
Initial Extraction
X1 1.000 .724
X2 1.000 .627
X3 1.000 .853
X4 1.000 .792
X5 1.000 .635
X6 1.000 .681
X7 1.000 .532
X8 1.000 .688
X9 1.000 .565
X10 1.000 .710
X11 1.000 .594
X12 1.000 .637
X13 1.000 .737
X14 1.000 .667
X15 1.000 .592
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Total Variance Explained
25.510 25.510 3.827 25.510 25.510 3.301 22.006 22.006
2 1.88
8
12.586 38.096 1.888 12.586 38.096 1.973 13.155 35.161
3 1.84
4
12.293 50.389 1.844 12.293 50.389 1.802 12.011 47.172
4 1.36
1
9.072 59.461 1.361 9.072 59.461 1.578 10.517 57.689
5 1.11
7
7.447 66.909 1.117 7.447 66.909 1.383 9.220 66.909
6 .837 5.583 72.492
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Component Matrixa
Component
1 2 3 4 5
X1 .815 .192 -.127 .079 -.016
X2 .390 .082 .425 -.398 .360
X3 .872 -.090 -.211 .098 -.175
X4 .805 -.096 -.314 .108 -.158
X5 .678 .006 .029 -.042 .415
X6 .499 .317 .500 -.261 -.118
X7 .476 -.464 .142 -.252 .082
X8 .658 .239 -.078 .400 -.177
X9 -.150 .532 .393 .267 .185
X10 .043 -.174 -.584 .378 .440
X11 -.083 .149 .408 .630 -.049
X12 -.039 -.338 .271 .375 .554
X13 .156 -.349 .593 .352 -.339
X14 .289 -.665 .369 -.041 .060
X15 .304 .664 .059 -.061 .228
Extraction Method: Principal Component Analysis.
a. 5 components extracted.
Rotated Component Matrixa
X10 .190 -.102 -.149 -.098 .795
X11 .013 .018 -.101 .764 .011
X12 -.170 .373 .216 .372 .532
X13 .112 .602 -.134 .514 -.283
X14 .058 .800 .153 -.002 .020
X15 .245 -.505 .501 .138 -.088
Extraction Method: Principal Component Analysis. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 8 iterations.
Lampiran 8.Syntax R
aku <- function(data,cor = TRUE){
##Menentukan matriks korelasi atau kovarian berdasarkan masukan # user
##Menghitung proporsi varians dan kumulatifnya sumvar <- sum(pc$values)
var <- matrix(c(0),p,1) cumvar <- matrix(c(0),p,1) for(i in 1:p){
Lampiran 9.Output 1 R
[1,] -0.41656434 0.140047673 0.09345917 0.06782173 0.01553768 -0.187295152
[2,] -0.19938802 0.059980009 -0.31265842 -0.34146323 -0.34049093 0.087960349
[3,] -0.44562827 -0.065704363 0.15521340 0.08396991 0.16542327 0.317551994
[4,] -0.41138033 -0.070043275 0.23158827 0.09299041 0.14914342 0.347810224
[5,] -0.34684703 0.004628047 -0.02166097 -0.03641080 -0.39264202 -0.270542902
[6,] -0.25530571 0.230400563 -0.36805593 -0.22363436 0.11175570 -0.101490714
[7,] -0.24333888 -0.337859925 -0.10439200 -0.21572462 -0.07742432 -0.102685382
[8,] -0.33661796 0.173733956 0.05743808 0.34318003 0.16759140 -0.003671603
[9,] 0.07649864 0.386826991 -0.28928021 0.22879201 -0.17536840 0.129946461
[10,] -0.02196011 -0.126277470 0.43037966 0.32396324 -0.41642669 -0.420153389
[11,] 0.04266997 0.108489880 -0.30016906 0.53996084 0.04594842 -0.211718997
[12,] 0.01980697 -0.246075332 -0.19961088 0.32177265 -0.52388387 0.568304853
[13,] -0.07965013 -0.254019815 -0.43698610 0.30176777 0.32111142 -0.144989794
[15,] -0.15528762 0.483244240 -0.04375977 -0.05236220 -0.21547070 -0.069039322
[,7] [,8] [,9] [,10] [,11]
[1,] -0.12186108 -0.0008380155 0.068365766 -0.20433269 0.29471537 [2,] -0.39346961 -0.3265463666 0.253526172 0.38189920 0.12617249 [3,] 0.02846828 -0.0568863879 -0.119701882 0.04212951 -0.08203764 [4,] -0.01549689 -0.0581787149 -0.133662600 -0.15480506 -0.25684614 [5,] -0.32097406 -0.0679374808 -0.154615109 -0.45827621 -0.09309877 [6,] 0.18720922 0.1759063399 0.197770295 0.04093358 -0.65587369 [7,] 0.42961977 -0.2820118789 -0.503057321 0.27241444 0.19569150 [8,] -0.03145059 0.1594854090 0.255345171 0.53404603 0.20371710 [9,] -0.20240750 0.2950124922 -0.668773374 0.20753291 -0.07385410 [10,] -0.01340795 0.1222377692 0.026607654 0.27353850 -0.24115850 [11,] 0.21701474 -0.6328807258 0.048293561 -0.04938853 -0.18385633 [12,] 0.16172597 0.0900786883 0.232476297 -0.12549175 0.01721424 [13,] -0.25622054 0.1654212580 -0.007895497 -0.18176606 0.27155437 [14,] 0.17434551 0.4200738334 0.069083301 0.05655774 -0.05385609 [15,] 0.54332535 0.1782365366 0.091605102 -0.20793246 0.36267915 [,12] [,13] [,14] [,15]
Lampiran 10.Syntax R Anfak
Lampiran 11.Output 2 R $Rotated_loadings anafak <- function (data, factors=NULL, cor=TRUE){
##Menentukan matriks korelasi atau kovarian berdasarkan masukan # user
if (cor == TRUE){mat = cor(data)} else mat = cov(data)
##Menghitung akar dari eigenvalues dan eigenvectors stdev <- sqrt(eigen(mat)$values)
eigenvec <- eigen(mat)$vectors
##Menentukan faktor apabila user tidak memberi inisiasi if (is.null(factors)) factors <- sum(eigen(mat)$values >= 1) ##Menghitung nilai-nilai pada matriks loading factors
loadings <- eigenvec[,1:factors] %*% diag(stdev[1:factors]) ##Melakukan rotasi orthogonal terhadap loading factors, silakan # gunakan metode rotasi lainnya, R menyediakan beberapa fungsi # untuk kepentingan tersebut
rotated.loadings <- varimax(loadings) ##Menghitung nilai communality
communality <- as.matrix(apply(loadings,1,function(x)sum(x^2))) ##Menampilkan output
result <-list(Communality = communality, Rotated_loadings = rotated.loadings, Original_loadings_factor = loadings)
[10,] 0.104 -0.966 0.107 [11,] -0.129 0.977 [12,] -0.115 0.982
[13,] -0.188 -0.950 0.141 0.110 -0.118 [14,] -0.924 -0.205 0.137 0.102 [15,] 0.120 0.952 -0.109 0.101 [,11] [,12] [,13] [,14] [,15]
[1,] 0.286 0.752 [2,] -0.153 0.165 [3,] -0.183 0.117 0.118 -0.180 [4,] 0.147 0.116 0.149 [5,] -0.104 -0.114 0.904 0.158 [6,] -0.907 0.105 [7,] -0.938 0.102 [8,] -0.109 0.150 [9,] [10,] 0.150 [11,] [12,] [13,] [14,] -0.213 [15,] -0.173
[,1] [,2] [,3] [,4] [,5] [,6] [,7] [,8] [,9] [,10]
SS loadings 2.218 0.984 1.006 1.008 1.021 1.023 1.042 1.033 1.006 0.970 Proportion Var 0.148 0.066 0.067 0.067 0.068 0.068 0.069 0.069 0.067 0.065 Cumulative Var 0.148 0.213 0.281 0.348 0.416 0.484 0.553 0.622 0.689 0.754 [,11] [,12] [,13] [,14] [,15]
SS loadings 0.961 1.003 1.007 0.662 0.055 Proportion Var 0.064 0.067 0.067 0.044 0.004 Cumulative Var 0.818 0.885 0.952 0.996 1.000 $Rotated_loadings$rotmat
[,1] [,2] [,3] [,4] [,5]
[3,] -0.285847641 0.269080783 0.436912505 -0.301576574 -0.438737606 [4,] -0.145557720 0.037160469 -0.299610092 0.545910041 -0.330307816 [5,] -0.222955605 0.052251869 -0.321239812 0.051805557 0.421978520 [6,] -0.437106753 0.240337273 0.149964744 -0.213484386 0.424475525 [7,] 0.009827994 -0.172846711 0.256377756 0.215200077 0.020913395 [8,] 0.076653108 -0.417840408 -0.174827594 -0.630819000 -0.121417257 [9,] 0.163341608 -0.065920281 0.004463539 0.050883201 -0.024479687 [10,] 0.093959953 -0.054342794 0.175107585 -0.046547465 -0.269197504 [11,] 0.205133979 0.054388199 -0.272670676 -0.178605480 0.230617136 [12,] 0.005057458 -0.511005782 0.519280982 0.209679753 0.270111569 [13,] 0.297061691 0.158813471 0.203386777 -0.075721144 0.305298724 [14,] 0.161513094 0.346878255 -0.088512805 -0.133601404 -0.125422180 [15,] 0.001875329 -0.004206738 -0.005508582 -0.004770994 0.009208638 [,6] [,7] [,8] [,9] [,10] [,11]
[1,] 0.031788021 -0.17634639 0.21746624 -0.074279788 -0.32406717 0.24642015
[2,] -0.259320394 0.49390815 -0.06524578 -0.393272642 0.17569440 -0.22099555
[3,] -0.203897713 -0.04381703 0.31540916 0.288588617 0.04846653 0.35525869
[4,] 0.320386391 -0.05069392 0.34267573 -0.229978146 0.32751716 0.21429339
[5,] -0.528481799 -0.21224296 0.34332610 0.173617017 0.16019404 -0.10439585
[6,] 0.573998659 -0.08088391 -0.07590057 -0.132085476 -0.02718678 0.10524767
[7,] 0.164615982 0.53937660 0.39727483 0.204251548 -0.03568887 -0.18527986
[8,] 0.092535474 0.18018838 0.32678309 -0.296201683 0.16315103 -0.18070295
[9,] 0.227157758 0.10080443 -0.25355983 0.666184768 0.26711318 -0.20134620
[10,] -0.119253570 -0.21182094 -0.37606565 -0.208773701 0.53867896 -0.04273058
[12,] -0.041912818 -0.19731283 0.02805336 -0.157108844 0.01403581 0.17601480
[13,] 0.153993583 -0.24780040 0.33053848 0.091796260 0.51699467 -0.09181222
[14,] 0.227327930 -0.22751182 0.10601820 -0.014893150 -0.11193416 -0.32275053
[15,] -0.006442306 0.01229579 -0.01793313 -0.001912798 0.04472253 0.02181968
[,12] [,13] [,14] [,15]
[1,] 0.23878457 -0.34669321 -0.2933203299 0.0107306793 [2,] 0.33991224 0.01602293 0.1146247886 0.0011808742 [3,] 0.11113992 -0.02100730 0.0625046902 0.0060416223 [4,] 0.21827460 -0.03444559 0.0546935839 -0.0002520281 [5,] 0.08210920 -0.38458981 0.0005740159 -0.0069191873 [6,] 0.10731355 -0.29089930 -0.1890120141 -0.0051701361 [7,] -0.43162964 -0.32514399 -0.1108153502 -0.0085311253 [8,] 0.27767337 -0.06569659 0.0068348986 0.0019709628 [9,] 0.50681853 -0.14657827 0.0752677337 0.0019130717 [10,] -0.27713739 -0.48165287 -0.1901918192 -0.0430340786 [11,] -0.19619855 -0.07272156 0.3011466740 -0.0364331964 [12,] 0.17157418 -0.06566650 0.4701899563 0.0101539004 [13,] -0.18501563 0.46674998 -0.1242059490 -0.0140617866 [14,] -0.22201201 -0.23291415 0.6902414530 0.0245843467 [15,] -0.02567308 -0.01315916 -0.0201750736 0.9978012968 $Original_loadings_factor
[,1] [,2] [,3] [,4] [,5] [,6]
[1,] -0.81486635 0.192425750 0.12691112 0.07911612 0.01642219 -0.171399442
[2,] -0.39003480 0.082412638 -0.42456861 -0.39832729 -0.35987404 0.080495168
[3,] -0.87172004 -0.090277910 0.21076911 0.09795347 0.17484031 0.290601406
[4,] -0.80472560 -0.096239583 0.31448093 0.10847615 0.15763370 0.318291624
[6,] -0.49941873 0.316570781 -0.49979461 -0.26087632 0.11811761 -0.092877213
[7,] -0.47600970 -0.464220134 -0.14175715 -0.25164936 -0.08183185 -0.093970490
[8,] -0.65847847 0.238710763 0.07799695 0.40032998 0.17713187 -0.003359995
[9,] 0.14964356 0.531500969 -0.39282261 0.26689287 -0.18535159 0.118917925
[10,] -0.04295749 -0.173505466 0.58442595 0.37791302 -0.44013259 -0.384495037
[11,] 0.08346927 0.149065288 -0.40760892 0.62988081 0.04856412 -0.193750439
[12,] 0.03874560 -0.338107941 -0.27105783 0.37535762 -0.55370698 0.520072909
[13,] -0.15580838 -0.349023675 -0.59339703 0.35202132 0.33939131 -0.132684533
[14,] -0.28938735 -0.664897564 -0.36921534 -0.04137969 -0.05984848 -0.213289978
[15,] -0.30376738 0.663978439 -0.05942275 -0.06108211 -0.22773679 -0.063179965
[,7] [,8] [,9] [,10] [,11]