Arsitektur Sistem Pemantau Rumah Berbasis WEB dengan
Menggunakan
IP Camera
Muhammad Ihsan Zul1, Widyawan2 & Lukito Edi Nugroho3 1Teknik Informatika, Politeknik Caltex Riau
2,3Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada 1Jl. Umbansari No1 Rumbai Pekanbaru Riau 28265
Email:1[email protected]
Abstrak
Pemantauan merupakan salah satu bagian dari tindakan pengamanan. Dewasa ini pemantauan rumah dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk pementauan melalui jaringan internet adalah IP Camera. Penelitin ini mengajukan arsitektur pemantauan rumah dengan menggunakan IP Camera melalui jaringan internet. Arsitektur sistem yang diajukan dilengkapi dengan kemampuan melakukan deteksi gerak dan perekaman gambar secara terjadwal. Arsitektur sistem ini juga dilengkapi dengan web servicess yang digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi dengan berbagai platform, baik aplikasi mobile maupun desktop. Arsitektur ini diharapkan bisa menjadi gambaran umum tentang penerapan pemantauan rumah melalui internet di Indonesia.
Kata kunci: Arsitektur Pemantauan , IP Camera,Web Services
Abstract
Surveillance is a part of security measures. Nowadays, the home surveillance can be done over internet network. One of the many devices used to surveillance through the internet is IP Camera. This research is proposed home monitoring architecture by using IP cameras through the Internet. Architecture of the proposed system is equipped with the ability to perform motion detection and image recording on scheduled. The system architecture is also equipped with the webservices used to communicate and share with a variety of platforms, both mobile and desktop applications. This architecture is expected to be a general overview of the implementation of home monitoring over the internet in Indonesia..
Keywords: Surveillance Architecture, IP Camera,Web Services
1. Pendahuluan
Tahun 2010, PT. Telkom merilis jumlah pengguna layanan Internet di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan data pelanggan yang menggunakan layanan Telkom Speedy yang ditawarkan oleh PT. Telkom. Terdapat sekitar 1,2 juta SSL (Satuan Sambungan Layanan) [1]. Setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan jumlah pengguna. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya Internet dalam menunjang aktifitas mereka. Jumlah itu tentu akan semakin meningkat jika dikalkulasikan dengan
pengguna-pengguna layanan internet dari provider lainnya. Keadaan ini memungkinkan pengguna layanan
melakukan berbagai hal terkait dengan kebutuhan mereka. Seperti menunjang proses bisnis, media edukasi, sumber informasi, media sosial dan bahkan untuk sistem keamanan, baik untuk kantor, rumah, dan gedung.
Penerapan sistem keamanan ini memungkinkan pengguna mengakses rumah, kantor, gedung dan sarana publik secara langsung tanpa terikat ruang dan waktu. Teknologi pemantauan ini semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi web, sehingga menghasilkan aplikasi pemantauan yang dijalankan melalui protokol HTTP.
Sistem pemantauan merupakan bagian dari sistem keamanan. Sistem pemantauan diterapkan dengan menggunakan berbagai macam perangkat yang digunakan untuk mengetahui kondisi lingkungan yang dipantau. Hingga saat ini, telah banyak dikembangkan berbagai perangkat yang digunakan untuk mengetahui kondisi objek atau area-area yang dipantau.
Perangkat-perangkat tersebut dapat berupa, Embedded Sensor. Embedded Sensor dapat berupa
jaringan sensor nirkabel (Wireless Sensor Network), sensor kabel dan kamera. Kamera termasuk
perangkat yang populer dan banyak digunakan untuk pemantauan. Ada beberapa jenis kamera yang telah dimanfaatkan dalam pemantauan. Kamera-kamera tersebut antara lain CCTV,
webcam dan IP Camera.
Terkait dengan teknologi pemantauan melalui jaringan internet, IP Camera (Kamera
IP) adalah salah satu pilihan yang tepat. IP Camera merupakan perangkat yang mampu bekerja
layaknya sebuah web server sederhana. Web server yang tertanam pada IP Camera membuat IP
Camera secara langsung dapat diakses tanpa bantuan perangkat perantara (middleware). Di sisi
harga, IP Camera termasuk perangkat yang mudah ditemui di pasaran, harga IP Camera
berkisar antara 600.000 Rupiah hingga puluhan dan bahkan ratusan juta Rupiah.
Kombinasi antara jaringan internet dan IP Camera menghasilkan sebuah kamera
pamantau sederhana yang dapat diakses secara langsung melalui internet. Rancangan kamera
pemantau ini bisa terbentuk dengan melakukan pengaturan pada Network Address
Translation/Port Forwarding (NAT) ADSL. Pengaturan inilah yang mengarahkan IP publik
ADSL untuk mengakses IP lokal yang diperuntukkan untuk IP Camera. Rancangan kamera
pemantau ini dapat dilakukan jika pengguna hanya ingin memanfaatkan layanan akses langsung IP Camera tanpa memerlukan fasilitas perekaman atau penyimpanan data pemantauan secara terjadwal.
Penelitian ini mengajukan arsitektur pemantauan rumah dengan menggunakan IP
Camera melalui jaringan internet. Arsitektur sistem pemantauan dikombinasikan dengan
fasilitas perekaman terjadwal, deteksi gerak dan layanan web servicess. Penerapan web
servicess penting dilakukan agar dapat mendukung interoperabilitas sistem. Arsitektur ini diharapkan menjadi arsitekur generic yang dapat dimanfaatkan pengguna layanan internet di Indonesia. Bukan hanya sekedar memantau, akan tetapi sistem juga akan melakukan pemberitahuan kepada pengguna apabila terdeteksi gerak ketika pengguna tidak sedang mengakses sistem.
2. Penelitian tentang Pemantauan
Saat ini telah dikembangkan berbagai teknologi dan metode pemantauan rumah, gedung, fasilitas umum, kantor dan area-area yang penting untuk dipantau. Metode pemantauan yang dilakukan melibatkan berbagai macam perangkat dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Berikut ini dijelaskan beberapa metode pemantauan yang telah dikembangkan oleh beberapa penelitian sebelumnya.
2.1 Pemantau tanpa menggunakan IP Camera
2.1.1 Zigbee Home Automation
memungkinkan terjadinya komunikasi antara satu perangkat dengan koordinator yang kemudian diteruskan ke jaringan internet. Arsitektur sistem ini membutuhkan sebuah gateway yang digunakan sebagai jembatan penghubung antara jaringan internet dengan jaringan internet.
2.1.2 CCTV
CCTV merupakan singkatan dari Closed Circuit Television [8]. CCTV digunakan untuk pemantauan ruangan dan area tertentu. CCTV konvensional bekerja dengan menggunakan DVR (Digital Video Recorder) sebagai perangkat perekam. Pemantauan dengan menggunakan CCTV tidak memerlukan memerlukan jaringan internet. Untuk mengakses CCTV, pengguna menggunakan layar televisi sebagai media yang menampilkan hasil tangkapan CCTV.
2.1.3 Home Security System dengan menggunakan jaringan GPRS
Penelitian [9] menggunakan teknologi GPRS untuk membentuk komunikasi antara sistem pemantau rumah dengan jaringan internet. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem yang disebut dengan nama PHSS (Practical Home Security System). Sistem ini mengembangkan sebuah perangkat keras berbasis linux yang dipasang di rumah. Perangkat ini melakukan pemantuan dengan menggunakan sensor dan kamera. Embedded PC dimanfaatkan sebagai pusat kontrol untuk mengkoordinir sensor dan kamera. Embedded PC juga digunakan sebagai perangkat penghubung antara sistem pemantau dengan jaringan internet melalui jaringan GPRS.
2.1.4 Embedded Home Surveillance
Embedded Home Surveillance merupakan penelitian yang menerapkan penggunaan Embedded Board sebagai sistem pengontrol pusat sebuah rumah [10]. Embedded Board merupakan perangkat yang terintegrasi dengan MCU. Sistem ini melakakukan pemantauan secara indoor dan outdoor. Sistem ini menggunakan sensor dan kamera untuk mengukur dan memantau kondisi objek. Kamera yang digunakan bukanlah IP Camera, melainkan perangat kamera yang langsung terhubung ke Embedded Board. Embedded Board memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan jaringan internet melalui perangkat Ethernet yang tertanam pada Embedded Board.
2.2 Pemantauan dengan menggunakan IP Camera
2.2.1 Remote Wildlife Observation
Penelitian [11] menggunakan IP Camera untuk melakukan observasi binatang di suatu lokasi tertentu. Pemantauan dilakukan dengan bantuan sebuah laptop yang dimanfaatkan sebagai server sistem. Pemantauan dilakukan dengan cara mengakses server yang disediakan sebagai pengelola IP Camera. Server dan IP Camera terletak dalam satu jaringan yang sama. Selanjutnya, data server dikirimkan melalui bridge remote yang diarahkan ke bridge base. Data yang diterima bridge base selanjutnya dikirimkan ke router. Router berperan dalam meng-komunikasikan sistem dengan jaringan internet.
2.2.2 Efficient Home Surveillance Platform
2.2.3 Hautespot Corporation
Hautespot [13] merupakan satu dari sekian banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang keamanan, termasuk pemantauan. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan berbagai macam kamera, seperti CCTV dan IP Camera. Perusahaan ini mengembangkan sebuah arsitektur pemantauan yang dilengkapi dengan aplikasi manajamen pemantauan. Model pemantauan sangat kompleks dan diperuntukkan untuk perusahaan dengan skala besar.
2.3 Aplikasi Manajemen Pemantauan IP Camera
Zone Minder merupakan salah satu aplikasi manajemen IP Camera dan USB Camera. Zone Minder dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrogaraman C++, perl dan PHP. Zone Minder dijalankan di web server dengan sistem operasi berbasis linux [14]. Instalasi Zone Minder dilakukan melalui repository linux yang tersedia di dunia maya. Zone Minder mendukung penggunaan berbagai jenis IP Camera dengan fitur-fitur deteksi gerak dan dapat digunakan dalam skala besar.
3. Arsitektur Sistem
Pada dasarnya, arsitektur yang dikembangkan untuk penelitian ini merupakan pengembangan dari penerapan jaringan internet dan intranet yang terdapat di rumah.
Pembahasan tentang perancangan arsitektur ini dilakukan berdasarkan ketersediaan hardware,
software dan layanan jasa yang pada umumnya terdapat di Indonesia. Ketersedian tersebut dijabarkan dalam poin-poin berikut ini.
3.1 Hardware (Perangkat Keras)
Hardware merujuk pada perangkat keras yang dipersiapkan untuk merealisasikan
arsitektur rancangan sistem. Hardware tersebut terdiri dari IP Camera, ADSL, PC atau mini PC
dan Switch atau Wireless Access Point. ADSL merupakan singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line. Menurut [15] ADSL merupakan standar komunikasi digital antara Client
dengan Remote Host. Komunikasi data ADSL terbentuk melalui kabel telepon. ADSL
merupakan perangkat handal yang digunakan untuk mendukung jaringan internet di rumah [16]. Melalui ADSL komunikasi multimedia, termasuk suara dan video bisa dilakukan dengan akses yang lebih baik. ADSL digunakan melalui jalur telepon konvensional. Salah satu penyedia layanan internet dengan menggunakan jalur telepon di Indonesia diprakarsai oleh PT. Telkom Tbk. Layanan ini dikenal dengan nama Telkom Speedy.
Penelitian [16] menjelaskan tentang mekanisme pengaksesan perangkat yang terdapat di jaringan lokal suatu rumah melalui jaringan internet. Jaringan internet rumah biasanya
dilengkapi dengan perangkat ADSL. ADSL tersebut memiliki fasilitas NAT dan Port
Forwarding. NAT dan Port Forwarding yang digunakan sebagai translator IP publik. Translator
bertujuan agar IP publik yang diakses diarahkan ke IP lokal yang digunakan IP Camera [16].
Pengaturan fasilitas inilah yang membuat perangkat-perangkat rumah dapat diakses melalui internet melalui alamat IP ADSL.
Saat ini ADSL telah dilengkapi dengan beberapa perangkat tambahan. Selain berperan
sebagi modem, ADSL juga dilengkapi dengan Switch dan Wireless Access Point. ADSL jenis
ini sangat membantu dalam mereduksi penggunaan perangkat keras yang dibutuhkan.
Keberadaan Switch atau Wireless Access Point dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara
IP Camera dengan ADSL.
IP Camera dimanfaatkan sebagai perangkat pemantauan yang berkomunikasi melalui alamat Internet Protokol (IP). IP Camera merupakan salah satu produk teknologi informasi
bisa berkomunikasi di dalam sebuah jaringan. Pada umunya, di dalam IP Camera telah tertanam
sebuah sistem penangkap gambar dan web server. Keberadaan web server ini membuat IP
Camera bisa diakses langsung oleh pengguna tanpa harus menggunakan perangkat perantara (middleware). Pemantauan melalui IP Camera bisa diwujudkan jika IP Camera bekerja di jaringan lokal, atau memiliki IP publik statis untuk diakses melalui internet.
Adapun fitur-fitur umum yang telah dimiliki oleh IP Camera adalah sebagai berikut.
(1) Pengaturan akun untuk hak akses pengguna (2) Resolusi minimal gambar 640 x 480 Piksel (3) Pengaturan frame rate setiap detik (fps)
(4) Pengiriman gambar dengan menggunakan protokol FTP (5) Pengaturan IP secara statis dan dinamis
Perangkat ketiga yang digunakan dalam rancangan ini adalah Personal Computer.
Personal Computer digunakan sebagai perangkat pendeteksi gerak. Penggunaan perangkat ini dilakukan jika pengguna menginginkan kecepatan yang lebih baik dalam melakukan pendeteksian gerak dan penyimpanan data. Personal komputer ditempatkan di rumah. Sehingga koordinasi IP Camera dilakukan oleh personal komputer ini.
3.2 Software (Aplikasi)
Software atau perangkat lunak merupakan bagian penting dalam arsitektur sistem. Software digunakan sebagai perangkat yang dimanfaatkan untuk mengatur penggunaan IP Camera. Software juga dilengkapi dengan kemampaun menangkap gambar secara berkala,
pengelolaan gambar, pendeteksian gerak dengan algoritma tertentu, dan layanan web servicess
sebagai bagian dari interoperabilitas sistem.
Arsitektur sistem sepenuhnya terhubung ke internet. Oleh karena itu software yang sesuai dengan arsitektur ini adalah software yang berbasis web. software ditanam di sebuah web server yang disediakan oleh pihak lain, atau dikenal dengan domain dan hosting. Software ini
berupa sistem manajemen IP Camera yang akan dikembangkan dengan bahasa pemrograman
web. Keberadaan Sistem ini secara khusus menggantikan peran web server IP Camera.
Sehingga pengguna tidak harus mengakses IP Camera secara langsung, melainkan melalui
software (aplikasi) ini. Pemanfaatan sistem informasi dalam rancangan ini memiliki perbedaan
dengan aplikasi ZoneMinder. Jika Zone Minder membutuhkan web server sendiri dan dipasang
di sebuah sistem dengan menggunakan sistem operasi linux, maka arsitektur sistem ini tidak harus menggunakan web server sendiri. Sistem ini bisa memanfaatkan layanan hosting dan domain yang disediakan oleh pihak lain.
3.3 Layanan Jasa
Kebutuhan akan layanan jasa muncul setelah dilakukan kajian hardware dan software
rancangan arsitektur sistem ini. Terdapat beberapa layanan jasa yang dibutuhkan untuk membantu direalisasikannya arsitektur sistem. Layanan-layanan tersebut antara lain sebagai berikut.
3.3.1 Layanan Jasa Internet
PT. Telkom Tbk. merupakan salah satu penyedia jasa internet yang terkenal di Indonesia. Salah satu produk mereka adalah Telkom Speedy. Layanan ini banyak digunakan oleh pengguna internet di Indonesia. Selain Telkom Speedy, juga terdapat puluhan penyedia jasa internet lainnya, seperti Indosat dan Biznet. Keunggulan layanan ini adalah pada ketersedian IP Publik baik bagi pengguna, baik secara statis ataupun dinamis. Layanan inilah
3.3.2 Layanan Domain dan Hosting
Layanan domain dan hosting digunakan sebagai tempat dipasangnya sistem informasi
manajemen IP Camera. Layanan domain dan hosting yang digunakan adalah layanan-layanan
yang tersebar luas di jaringan internet.
3.3.3 Layanan Cron Jobs
Cron Jobs merupakan layanan yang digunakan untuk menjalankan script penjadwalan
sistem manajemen IP Camera. Layanan ini diperlukan karena sistem pemantauan secara
terjadwal tidak harus dijalankan oleh pengguna. Artinya Cron Jobs mengganti peran pengguna
dalam menjalankan sistem tersebut.
3.3.4 Layanan Dynamic DNS
Layanan Dynamic DNS diperuntukkan bagi pengguna layanan internet yang menggunakan IP publik dinamis. Layanan ini menyediakan nama domain untuk IP publik dinamis tersebut. Cara kerja layanan ini adalah dengan melakukan sinkronisasi IP secara berkala. Apabila ADSL pengguna telah diatur menggunakan nama domain tertentu, maka
ADSL akan mengirimkan alamat IP yang diterima dari DHCP Server provider ke layanan
Dynamic DNS. Salah satu situs penyedia layanan ini adalah www.dyndns.org.
Selain ketersediaan komponen di atas, arsitektur sistem ini mengajukan beberapa
fitur-fitur tambahan. Secara umum, fitur-fitur-fitur-fitur tersebut telah dibahas di bagian sistem manajemen IP
Camera. Salah satu fitur yang dikembangkan adalah kemampuan untuk mendeteksi gerak. Pendeteksian gerak diterapkan dengan menggunakan teknik pengolahan citra tertentu (Image Processing). Mekanisme pendeteksian gerak dimulai dari penentuan gambar referensi dengan gambar pembanding. Gambar referensi merupakan gambar yang dijadikan sebagai gambar pembanding. Gambar pembanding dianggap sebagai kondisi normal sebuah ruangan. Gambar tersebut dibandingkan dengan kondisi setelah dilakukan penangkapan gambar. Proses penangkapan gambar dilakukan secara berkala sesuai dengan keinginan pengguna. Beberapa teknik yang mungkin digunakan dalam pendeteksian gerak adalah sebagai berikut.
Pengurangan piksel gambar referensi dengan gambar hasil penangkapan gambar (1) Frame Differencing
(2) Template Matching
Penelitian tentang deteksi gerak tidak dibahas di dalam penelitian ini. Penelitian tersebut diarahkan menjadi penelitian lanjutan setelah arsitektur sistem ini dirancang.
Web services merupakan bagian penting untuk proses berbagi informasi dan sumberdaya
dengan pengguna lain. Menurut buku [17] web servicesss menyediakan sarana untuk
mengintegrasikan sistem yang berbeda dan mengekspos fungsi bisnis agar dapat digunakan
kembali melalui protokol HTTP. Kemampuan tersebut membuat web servicess bisa berbagi
proses atau logika dengan pengguna yang beragam, seperti mobile, desktop dan aplikasi desktop
[18]. Web services dikembangkan dengan tujuan agar sistem dapat bertukar informasi dengan
perangkat-perangkat mobile melalui aplikasi yang langsung di tanam pada perangkat mobile tersebut.. Artinya untuk mengakses sistem, pengguna tidak harus menggunakan web browser perangkat mobile, melainkan menggunakan aplikasi yang disesuaikan dengan platform perangkat mobile tersebut.
(Web Services Description Language). Selain itu, prinsip REST telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai perusahaan IT dunia, seperti Facebook, Twitter, Amazon dan lain-lain.
4. Rancangan Arsitektur Sistem
Penelitian ini mengajukan beberapa gambaran arsitektur sistem pemantauan rumah dengan menggunakan IP Camera. Sesuai dengan bahasan sebelumnya, sistem ini menggunakan ADSL yang berperan penting dalam komunikasi jaringan lokal rumah dengan jaringan internet. Adapun arsitektur-arsitektur sistem tersebut adalah sebagai berikut.
4.1 Rancangan Arsitektur Sistem 1
Pada rancangan ini, pemanfaatan hanya ditujukan untuk pemantauan dengan IP Camera
secara langsung. Arsitektur sistem ini tidak dilengkapi dengan fasilitas perekaman, penyimpanan, deteksi gerak dan web servicess. Skenario rancangan ini dibagi menjadi dua kondisi. Kondisi pertama (gambar 1) merupakan kondisi dimana pengguna menggunakan IP
publik dinamis, sehingga dibutuhkan Dynamic DNS untuk menentukan nama domain IP
Camera tersebut. Sedangkan gambar 2 merupakan kondisi dimana pengguna menggunakan IP Publik statis untuk IP Camera.
Gambar 1. Arsitektur 1 IP Publik Dinamis
Gambar 2. Arsitektur 1 IP Publik Statis
4.2 Rancangan Arsitektur Sistem 2
Rancangan ini menggunakan server luar sebagai tempat dipasangnya sistem manajemen IP Camera. Sistem manajemen yang dikembangkan adalah sistem manajemen berbasis web. Sistem ini memiliki fitur-fitur penyimpanan gambar, deteksi gerak dan web services. Pada
arsitektur ini, selain mengakses IP Camera secara langsung, pengguna juga melakukan
dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan pengguna. Sama halnya dengan arsitektur sistem 1, arsitektur sistem ini juga dikembangkan menjadi dua kondisi, kondisi pada gambar 3 adalah kondisi dimana pengguna menggunakan IP publik dinamis, sehingga membutuhkan penyedia Dynamic DNS untuk menentukan nama domain sistem. Kondisi pada gambar 4 adalah kondisi dimana pengguna menggunakan IP publik statis. Sehingga memungkinkan sistem secara langsung bisa diakses melalui alamat IP-nya.
Pada gambar 3 dan gambar 4, terdapat sebuah web server tambahan yang digunakan
sebagai tempat dipasangnya aplikasi manajemen IP Camera. Secara keseluruhan, pengguna
tidak harus menyediakan web server tersebut. Pengguna bisa memanfaatkan berbagai web
server yang tersebar di dunia maya, baik secara free ataupun menyewa ke pihak lain.
Aplikasi manajemen IP Camera dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman
web. Aplikasi ini mendukung penggunaan fitur deteksi gerak berdasarkan hasil tangkapan
gambar dari IP Camera. Selain deteksi gerak, aplikasi menajemen IP Camera juga dilengkapi
dengan web services. Web Services dirancang dengan tujuan agar aplikasi manajemen IP
Camera bisa diakses melalui perangkat mobile, seperti Smartphone dengan berabagai platform, baik Android, iOS, Blackberry ataupun Windows Phone.
Gambar 3. Arsitektur 2 IP Publik Dinamis
Gambar 4. Arsitektur 2 IP Publik Statis
4.3 Rancangan Arsitektur Sistem 3
Pada dasarnya rancangan arsitektur sistem 3 memiliki kesamaan dengan rancangan arsitektur sistem 2. Rancangan ini digunakan oleh pengguna yang menginginkan proses pendeteksian gerak dan penyimpanan data rekamaan dilakukan di komputer pribadi. Komputer
yang digunakan adalah personal computer yang dibahas pada bagian hardware. Komputer ini
Gambar 5. Arsitektur 3 IP Publik Dinamis
Gambar 6. Arsitektur 3 IP Publik Statis
5. Kesimpulan
Sistem pemantauan rumah dengan menggunakan jaringan internet akan berkembang seiring dengan berkembangnya pengguna internet Indonesia. Pengguna internet rumah melalui penyedia jasa internet di Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Keadaan ini akan
menunjang diwujudkannya sistem pemantauan rumah sendiri dengan mengunakan IP Camera.
Sistem pemantauan ini membutuhkan sebuah rancangan arsitektur yang sesuai dengan kondisi jaringan rumah pada umumnya. Oleh karena itu, penelitian ini mengajukan empat kondisi arsitektur pemantauan yang bisa diterapkan di jaringan pengguna internet rumah.
Kemampuan pemantauan arsitektur sistem ini bisa dikembangkan dengan menggunakan web server tambahan. Web server digunakan sebagai tempat dipasangnya aplikasi manajemen IP Camera. Aplikasi inilah yang mengkoordinir penggunaan IP Camera. Selain itu, dengan adanya aplikasi ini fitur-fitur perekaman, penjadwalan dan deteksi gerak bisa dikembangkan. Tambahan layanan web service semakin meningkatkan kemampuan sistem menjadi sistem yang lebih interoperable.
Penelitian tentang pengambangan aplikasi manajemen IP Camera dengan berbagai
fiturnya merupakan penelitian lanjutan dari kajian arsitektur IP Camera ini. Penelitian yang mungkin dilakukan adalah teknik pendeteksian gerak dengan menerapkan teknik pengolahan
citra, teknik pengembangan aplikasi manajemen sistem IP Camera berbasis web, dan penelitian
tentang penerapan teknologi web services aplikasi.
Daftar Pustaka
[2] A. Ganick and T. Little, “Remote Wildlife Observation with IP Cameras: The Great Point Lighthouse Camera, ” MCL Technical Report No. 09-01-2009, Boston University, Boston: 2009
[3] B. Wu, H. Peng and C. Chen, “A Practical Home Security System via Mobile Phones, ” Proceedings of the 5th WSEAS International Conference on Telecommunications and Infomatics, Istanbul Turkey: 2006, pp.299-304
[4] E. Bob, “Open Standard Architecture for IP Video Surveillance, ” HauteSpot Networks Corporation 2009
[5] Godged. Y, “Personal Home Surveillance System, ” The Thesis of University of Utara Malaysia, 2009
[6] http://www.telkom.co.id/pojok-media/siaran-pers/jumlah-pelanggan-speedy-melonjak-69-7.html
[7] http://www.zoneminder.com/documentation [8] http://www.esatclear.ie/~aodhoh/adsl/report.html
[9] M. Aiello, “The Role of Web Services at Home, “on IEEE Web Service-based Systems and Applications (WEBSA), 2006, pp. 164
[10] M. Brito, L. Peralta, F. Santos dan R. Fernandes, “Wireless Sensor Networks Applied to Museums Environmental Monitoring, ”The Fourth International Conference on Wireless and Mobile Communications, 2008
[11] M. Gill and A. Spriggs, “Assessing the impact of CCTV, “Home Office Research Studies by Crown, 2005
[12] M. M. Trivedi, T. L. Gandhi. dan K. S. Huang, “Distributed Interactive Video Arrays for Event Capture and Enhanced Situational Awareness,” Published by the IEEE Computer Society - IEEE Security and Privacy, 2005, pp. 58 – 66
[13] M. Varchola and M. Drutarovský, “Zigbee Based Home Automation Wireless Sensor Network,” Acta Electrotechnica et Informatica No. 4, vol. 7, 2010
[14] P. Belimpasakis, “Remote Access to Home Services Utilizing Dynamic DNS and Web Technologies,” The Computer Science Thesis on Tampere University of Technology, 2006
[15] R. Daigneau. (2012, January). Service Design Patterns Fundamental Design Solutions for SOAP/WSDL and RESTful Web Services. Addison-Wesley
[16] S. Fleck and W. Straße, “Privacy Sensitive Surveillance for Assisted Living – A Smart Camera Approach, ” Handbook of Ambient Intelligence and Smart Environments, DOI 10.1007/978-0-387-93808-0_37, 2010, pp. 985-1011
[17] T. Zahariadis, K. Gröneberg dan T. Chiew, “Efficient Home Video Surveillance Platform, ” on International Conference on Systems, Signals and Image Processing (IWSSIP’06), Budapest, Hungary: 2006