• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

M K . B I O T E K N O L O G I ( S E M V I )

PLANT

TRANSGENESIS

Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2014

T O P I K V I I

Email *:

(2)

Pengertian

Plant Transgenesis

 Plant transgenesis adalah transfer gen secara langsung ke dalam tanaman

 Gen yang dimasukkan bisa antar tanaman berkerabat jauh

 Metode yang digunakan bervariasi, dari

menggunakan bakteri atau dengan cara fisik tertentu

2

(3)

Plant transgenics

 Transfer of genes to plants directly accelerates selective breeding practices used in the past.

 Cotton fiber strength

 increased 1.5% per year through conventional breeding

 Increased 60% by inserting a single gene into the plant

 Corn and soybean have been targets of much genetic engineering

3

(4)

Transfer gen secara konvensional

 Persilangan dan seleksi merupakan proses transfer gen untuk membentuk tanaman hibrida

 Tapi proses panjang dan hanya terbatas pada tanaman dalam satu spesies

 Antar genus lebih sulit untuk dilakukan

4

(5)

Transfer Gen Dengan Bioteknologi Modern

 Memanfaatkan kultur jaringan untuk proses regenerasi tanaman setelah gen dimasukkan

 Teknik fusi protoplas dapat menggabungkan gen dari dua individu tanaman yang berbeda

 Penggunaan bakteri Agrobacterium tumafaciens dapat membantu transfer gen asing ke dalam tanaman

 Penggunaan alat untuk memasukkan gen secara langsung

 Teknik baru dalam rekayasa genetika dengan

perkembangan penelitian genetika molekuler yang

membantu dalam pembentukan varietas tanaman baru

5

(6)

1. Cloning

 Dari satu sel dapat tumbuh banyak tanaman / bibit

 Tanaman yang dihasilkan akan sama dengan sel induk (klon = clone)

 Secara konvensional ‘cloning tanaman’ sudah

dilakukan misal pada ubikayu atau tanaman lain yang dipebanyak dengan stek

 Dengan kultur jaringan, hasil klon lebih banyak dan tidak merusak pohon induk

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(7)
(8)

2. Protoplast Fusion

 Protoplas dari spesies yang berbeda dapat disatukan (fusi) untuk mendapat sel yang akan tumbuh

menjadi tanaman hibrid

 Seperti persilangan tapi secara langsung

‘menyilangkan’ sel-sel

 Dinding sel tanaman perlu didegradasi menggunakan enzim cellulase

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(9)

Protoplast fusion

9

(10)

3. Leaf Fragment Technique

 Teknik ini memanfaatkan bakteri agrobacterium tumafaciens

 Saat ini diklasifikasikan menjadi Rhizobium radiobacter

 Tapi masih disebut dengan agrobacter

10

(11)

Agrobacterium tumefaciens

as a vector for

transferring foreign genes into plant chromosome

 This bacterium naturally infects plant cells

causing cancerous growths - crown gall disease

 Infection (vir) genes carried on Ti plasmid

11

(12)

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014 12

Gall on stem

(13)

Infection Process

 Vir genes copy T-DNA

 Open channel in

bacterial cell membrane for T-DNA to pass

through

 T-DNA enters plant through wound,

integrates itself into plant chromosome

http://www.bio.davidson.edu/people/kabernd/seminar/2002/method/dsmeth/ds.htm

13

(14)

Plasmid Ti (Tumor inducing plasmid) yang mengandung:

- T-DNA (bagian dari plasmid Ti yang di transfer ke genom tanaman) mengandung gen-gen:

iaaM/tms1, iaaH/tms2, tmr/ipt,opine, right border, left border

- gen vir (virulensi) - katabolisme opine

(sumber energi A. tumefaciens)

Peta plasmid Ti »

14

(15)

Ti Plasmid

15

(16)

16

(17)

 Potongan daun berbentuk bulat dikultur untuk membentuk tanaman baru

 Pada tahap awal proses regenerasi, bacterium

Agrobacterium tumefaciens yang membawa Ti plasmid dimasukkan ke dalam kultur

 DNA plasmid akan menyatu dengan kromosom tanaman

 Potongan daun ditambah hormon untuk menginduksi tunas dan akar

 Tanaman dipindah ke media tanah

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(18)

Make leaf discs

Transfer to filter paper over nurse cells

Culture 2-3 days

Transfer to shoot stimulating medium

Leaf fragment technique

Agrobacterium

with Ti plasmid with foreign gene

18

(19)

 Metode ini biasanya digunakan untuk tanaman dikotil seperti : tomat, kentang, apel dan kedelai

 Untuk tanaman monokotil seperti jagung dan gandum lebih sulit diinfeksi oleh Agrobacter

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(20)

4. Gene guns

 Gene gun digunakan untuk menembakkan peluru logam yang sudah dilapisi dengan DNA ke dalam sel embrionik tanaman

 Hasilnya random, tapi biasanya ada sel-sel yang

‘tertembak’ oleh DNA asing tersebut

 Target gen gun : nukleus atau kloroplas

 Untuk identifikasi sel yang telah menerima DNA asing maka DNA yang dimasukkan biasanya

membawa gen penanda (marker gene atau reporter gene)

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(21)

 Gen penanda biasanya berupa gen resistensi terhadap antibiotik tertentu

 Sehingga jika sel telah mendapat DNA asing maka akan menunjukkan resistensi thdp antibiotik trsbt

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(22)

Gene Gun

 Invented by Cornell researcher, John Sanford22

(23)

Gene guns

Gene gun

23

(24)

24

(25)

5. Chloroplast engineering

 DNA kloroplas dapat menerima beberapa gen asing pada saat yang bersamaan

 Kebanyakan gen asing yang dimasukkan juga tetap aktif saat tanaman menjadi dewasa

 DNA kloroplas juga terlepas dari DNA polen

sehingga tidak terjadi penyebaran gen yang sudah diubah ke tanaman lain (melalui angin atau metode penyebaran lainnya)

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(26)

6. Antisense Technology

 Gen untuk sifat tertentu diambil dari sel tanaman dan digunakan untuk menghasilkan kopian dirinya (yang komplementer)

 = cDNA (complementary DNA)

 cDNA dimasukkan lagi ke dalam tanaman menggunakan Agrobacter

 Tanaman hasil teknologi tsbt akan menghasilkan mRNA normal yang akan bersatu dengan mRNA komplementer

 Sehingga produk mRNA tidak dihasilkan

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(27)

 Contoh : enzim PG (polygalactouranase) pada buah tomat

 Enzim PG menyebabkan buah tomat memecah pectin sehingga buah cepat membusuk

 Teknologi antisense digunakan untuk menghambat mRNA yang akan membentuk enzim PG

 Sehingga menghambat pembusukan pada buah tomat

 Pada tahun 1994 dihasilkan tomat Flavr Savr yang buahnya bisa tetap segar selama beberapa minggu

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(28)

Antisense

molecules

28

(29)

7. Gene Silencing

 Gen tertentu dapat dihilangkan jika tidak menguntungkan bagi manusia

 Misal : gen yang menyebabkan kentang berubah warna saat dikupas atau terluka dapat dihilangkan

 Hal ini bermanfaat saat pengiriman kentang jarak jauh, untuk mengurangi kerusakan akibat gesekan selama perjalanan

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

(30)

Next week

 MID

 Materi bu Evy + Biotek Tanaman 1 dan 2

Paramita Cahyaningrum Kuswandi/FMIPA UNY/2014

Referensi

Dokumen terkait

amonium larut dalam air, sulfit dari logam lainnya larut sangat sedikit atau tidak larut. • Hidrogen sulfit dari logam alkali larut dalam air, hidrogen sulfit dari alkali tanah

- Dosen bertanya jawab tentang hal-hal yang terkait pada sel elektrolisis dan hubungannya dengan potensial sel standar... - Dosen menerangkan prinsip

Satu otot terdiri dari banyak sel otot dan setiap sel otot memiliki nilai ambang rangsang yang berbeda.. Semakin besar rangsang maka semakin banyak sel otot berkontraksi, sehingga

Bimetal adalah sensor suhu yang terbuat dari dua buah lempengan logam berbeda dari dua buah lempengan logam berbeda koefisien muainya ( α ) direkatkan menjadi

 Fungsi utama: sebagai sumber energi bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh.. - diubah langsung dlm bentuk energi

Menjelaskan klasifikasi proses pemotongan logam Ceramah Tanya jawab Diskusi 3 Mengetahui konsep dasar pengelasan logam.. Menjelaskan Faktor yang berpengaruh terhadap

Peralatan pengecatan, spray gun, thinner, dan primer red/meni (menyesuaikan kebutuhan). Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. Ikutilah instruksi dari

Keadaan dimana dua jenis logam yang tidak larut secara penuh ke dalam larutan padat selama proses pendinginan, dalam hal ini terjadi tiga phase perubahan pada logam A