112027 AKJ 2006 01 13 Pak Ogah Ditengah Jalan
Teks penuh
Dokumen terkait
aturan mengenai jalan tol. Standar pelayanan minimum menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M/2014 adalah ukuran jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol, dimana dalam pasal 3 (tiga) tertuang pernyataan agar pelaksanaan dan pemeliharaan jalan tol bisa memuaskan pengguna jalan tol. Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal jalan tol dilaksanakan bersama-sama oleh Direktorat Jenderal Bina Marga kususnya Direktorat Jalan Bebas Hambatan dengan Badan Pengatur Jalan Tol. Proses pemenuhan SPM tahunan harus dipenuhi minimal 2 tahun sekali oleh Badan Usaha Jalan Tol sebagai pihak pemegang konsesi jalan tol. Walaupun dalam prakteknya pemenuhan SPM harus dilakukan setiap saat oleh BUJT agar terpenuhinya keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan seperti tidak ada lubang disepanjang perkerasan. Kegiatan pemenuhan SPM sendiri terdiri dari kegiatan pemeliharaan, perbaikan dan peningkatan fasilitas jalan tol serta peraturan dalam menggunakan jalan tol. Substansi pemenuhan SPM terdiri dari 8 indikator yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, Unit pertolongan/ penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan dan Tempat Istirahat (TI), dan Tempat Istirahat dan Pelayanan