• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urban Design

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Urban Design"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Disusun oleh :

Syarifullah Jibran

Rabian Nazri

Astri Wulandari

Ida Sitompul

Rizki Kurnia Dewi

Rintha Arini

Joko Heriyanto

(3)

Definisi Urban Desain

Urban design

merupakan suatu hasil

perpaduan kegiatan antara profesi

perencana kota, arsitektur, lansekap,

rekayasa sipil, dan transportasi

(4)
(5)

History..

Urban design mulai dipraktekkan

secara professional pada

pertengahan abad 20

Namun,sebelumnya telah dikenal

pada zaman Cina,Romawi dan

Yunani kuno

bangunannya masih belum

tertata,namun ini adalah contoh

yang jelas.

(6)

Masih history..

Penggunaan urban design di Eropa

berhubungan dengan renaissance

Pada masa ini urban design tidak

dilaksanakan oleh tenaga ahli,seperti

: sculpture,arsitektur,garden

design,surveying,astronomy dan

military engineering

Pada abad 18 dan 19,tenaga

surveyor dan arsitek sebagian besar

tidak terjun ke urban design

(7)

Akhir abad 19,urban design modern

menjadi salah satu cabang ilmu

urban planning

Terbitnya sebuah buku Camillo sitte

yang berjudul

City Planning

According to Artistic

Principles

(1889),dengan konsep City

Beautiful

(8)

Harvard,the first..

Urban design pertama kali di gunakan

sebagai contoh,ketika Harvard

University menjadi tuan rumah Urban

Design Conferences dari tahun 1956

Konferensi ini menyediakan sebuah

platform bagi program urban design

Harvard pada 1956-1960

Pada saat itu yang menjadi tentor

ahlinya(authoritative works) adalah

nama-nama beken,seperti Jane

Jobs,Kevin lycnh,Gordon cullen,dan

Christopher Alexander

(9)

The Authoritor

Gordon Cullen meluncurkan

The

Consice Townscape

(1961),yang

banyak menjadi inspirasi bagi

pendesain kota.

Sedangkan Jane Jobs mengeluarkan

The Death and Life of Great

Americans cities(1961)

Jane mengkritik paham modern dari

CIAM,sebagai penyebab

(10)

….

Kevin Lynch,

The Image of the City

(1961),juga merupakan bagian awal

dari perubahan

Dia mereduksi teori urban design

menjadi 5 dasar yaitu:paths,

districts, edges, nodes, landmarks

Dia juga membuat pemetaan yang

populer,lebih baik dari konsep 2

(11)

Catatan lainnya..

Rossi's

Architecture of the City

(1966),mengenalkan konsep

“historism” dan 'collective memory'

untuk urban design

Peter Calthorpe

's

The Next American

Metropolis

(1993),mengembangkan

manifestasi untuk kehidupan kota

yang lebih baik,dengan konsepnya

(12)

TEORI TEORI

URBAN DESAIN

(13)

Path

: Pembatas antara dua bangunan;

contoh : jalan, rel kereta api, dll

Edge

: Untuk pemutus linear; contoh :

dinding

Distrct

: Memiliki ciri khas tertentu;

contoh : ruang publik, perdagangan, dll

Node

: Pertemuan beberapa path, pusat

keramaian; contoh : simpang lima

Landmark

: untuk mengetahui suatu

(14)

Image kota

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Akses

: Jasa dan informasi

Compability

: Aktivitas yang berlangsung

View

: Aspek kejelasan, untuk daya tarik

Identity

: Sebagai identitas

Sense

: Segala sesuatu agar dapat dilihat,

sumber kebudayaan

(21)
(22)

Menurut Shirvani (1985) terdapat beberapa

elemen fisik Urban Design, yaitu:

2.Tata Guna Lahan (Land Use)

Prinsip Land Use adalah pengaturan penggunaan lahan untuk menentukan pilihan yang terbaik dalam mengalokasikan fungsi tertentu, sehingga kawasan tersebut berfungsi dengan seharusnya.

4.Bentuk dan Massa Bangunan (Building Form

and Massing)

Bentuk dan massa bangunan ditentukan oleh tinggi dan besarnya bangunan, massa bangunan, KDB, KLB, sempadan, skala, material, warna, dan sebagainya.

(23)

Prinsip-prinsip dan teknik Urban Design

yang berkaitan dengan bentuk dan massa

bangunan meliputi:

- Scale, berkaitan dengan sudut pandang

manusia, sirkulasi dan dimensi bangunan

sekitar

- Urban Space, sirkulasi ruang yang

disebabkan bentuk kota, batas, dan

tipe-ripe ruang

- Urban Mass, meliputi bangunan,

permukaan tanah dan obyek dalam ruang

yang dapat tersusun untuk membentuk

urban space dan pola aktifitas dalam skala

besar dan kecil

(24)

3. Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parking)

- Sirkulasi kota meliputi prasarana jalan yang tersedia, bentuk struktur kota, fasilitas pelayanan umum, dan jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat.

- Semakin meningkatnya transportasi maka area parkir sangat dibutuhkan terutama di pusat-pusat kegiatan kota (CBD).

4. Ruang Terbuka (Open Space)

- Open Space selalu berhubungan dengan lansekap. Lansekap terdiri dari elemen keras dan elemen lunak.

- Open space biasanya berupa lapangan, jalan, sempadan sungai, taman, makam, dan sebagainya.

(25)

5. Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian)

Sistem pejalan kaki yang baik adalah:

- Mengurangi ketergantungan dari kendaraan bermotor dalam areal kota

- Meningkatkan kualitas lingkungan dengan memprioritaskan skala manusia

- Lebih mengekspresikan aktifitas PKL dan mampu menyajikan kualitas udara

6. Simbol dan Tanda (Signages)

- Simbol dan tanda digunakan untuk petunjuk

jalan, arah ke suatu kawasan tertentu pada jalan tol atau di jalan kawasan kota.

- Tanda yang didesain dengan baik

menyumbangkan karakter pada fasade bangunan dan menghidupkan street space dan

(26)

7. Pendukung Kegiatan (Activity Support)

- Pendukung kegiatan adalah semua fungsi bangunan dan kegiatan-kegiatan yang

mendukung ruang publik suatu kawasan kota.

- Bentuk activity support antara lain taman kota, taman rekreasi, pusat perbelanjaan, taman

budaya, perpustakaan, pusat perkantoran,

kawasan PKL dan pedestrian, dan sebagainya. 8. Preservasi (Preservation)

Preservasi harus diarahkan pada perlindungan permukiman yang ada dan urban place, hal ini untuk mempertahankan kegiatan yang

(27)

Teori Figure Ground

Teori Linkage

Teori Place

Menurut Tracik (1986) dalam

suatu lingkungan

permukiman ada rangkaian

antara figure ground, linkage

dan palce

(28)

Figure ground

menekankan adanya

public civics space atau

open space pada kota

(29)

sirkulasi merupakan penekanan

pada hubungan pergerakan yang

meruakan kontribusi yang sangat

penting

Menurut Fumihiko Maki, Linkage

secara sederhana adalah

perekat,

(30)

ditekankan bahwa integrasi

kota tidak hanya terletak

pada konfigurasi fisik

morfologi, tetapi integrasi

antara aspek fisik morfologi

ruang dengan masyarakat

atau manusia yang

merupakan tujuan utama dari

teori ini

(31)

Dalam Urban Design mempertimbangkan hal-hal sbb :

Struktur kota, bagaimana suatu tempat saling

berhubungan dengan satu sama lain

Urban tipologi, kepadatan dan ketahanan,

berhubungan dengan intensitas berguna

Aksesibilitas, memberikan kemudahan, keamanan,

dan pilihan ketika mencapai suatu pergeragakan

Kemudahan pemahaman dan jalan, membantu

masyarakat menemukan jalan sekitar dan bagaimana memhami ruang kerja

Animasi, merancang suatu tempat menjadi pusat

(32)

Lanjutan

…..

Fungsi dan kecocokan, membentuk

ruang tempat sesuai yang

diharapkan

Penggunaan campuran

komplementer

,

adanya interaksi

antara setiap lokasi aktifitas

Maksud dan karakteristik, mengenal

dan menilai adanya perbedaan

antara satu tempat dengan yang lain

Jenis dan peristiwa, menjaga

keseimbangan konsistensi dan

variasi di dalam lingkungan kota

(33)

Komponen Urban Design dapat

diuraikan dalam 3 skala

Urban spatial structure

Urban beautification

(34)

Lanjutan….

1.

Urban spatial structure

- berada dalam skala yang luas atau

makro

- melibatkan distribusi,

scaling, dan kombinasi

atau separasi dalam penggunaan

lahan

- menciptakan suatu integrasi yang

utuh

sesuai dengan format masyarakat

- Contoh : pengalokasian,

perhubungan dan

gambaran mengenai peran dari

pusat kota,

(35)

Lanjutan…

1.

Urban beautification

- berada dalam skala menengah

- melibatkan landscaping dan private

area dalam

suatu kota dan gambaran mengenai

hubungan

lokasi fisikal dari penggunaan lahan

yang

(36)

LAnjutan…

1.

Urban decoration

- berada dalam skala kecil

- meliputi unsur-unsur mikro spt

perawatan

bangku, dan trotoar yang membantu

dalam

meningkatkan karakter suatu

kota

(37)

Contoh Kasus Urban Design

1. Parkir Sepeda di Kota Groningen –

Belanda

Sebuah parkir sepeda di depan stasiun kereta

api kota Groningen, Belanda. Sebanyak 50% dari seluruh penduduk kota ini adalah pengguna

sepeda untuk

perjalanan keseharian mereka.

di antara negara-negara maju di Eropa

dan Amerika, negeri Belanda-lah yang menempati urutan teratas dalam jumlah

(38)

perbandingan prosentase moda perjalanan untuk semua tujuan di antara negara maju di Eropa,

Amerika dan Kanada

(39)
(40)

tata letak kota tersebut yang

berada di kaki bukit memanfaatkan

bukit tersebut sebagai pusat

orientasi keluar

taman ditengah kota yang

berbentuk lingkaran digunakan

sebagai pusat orientasi ke dalam

pembagian zona-zona diantaranya

zona pemukiman, zona

perindustrian, dll dirancang dengan

sistem penempatan yang tepat dan

teratur, dengan sistem radial.

(41)

kota Peru juga memperhatikan unsur

lingkungan sebagai bagian yang penting bagi

kota karena kota tersebut dirancang untuk

mempunyai hubungan yang timbal-balik dan

saling mendukung dengan lingkungan sekitar.

Tata kotanya yang memanfaatkan gunung

sebagai latar belakang orientasi keluar

sehingga dengan demikian gunung tetap

lestari, tidak rusak, serta mendukung

keberadaan perkotaan ini sebagai petunjuk

orientasi pintu keluar dari perkotaan ini

(42)

3. Tata bangunan dan

lingkungan hemat energi di

Los Angeles

Bentuk atap datar, jalan & ruang

parkir yang berupa aspal, dan

kurang penghijauan menyebabkan

urban heat island.

Di Los Angeles melakukan

gerakan

cool community

dengan

menanam 3 pohon perbangunan

(43)

4. SEMARANG

abaikan 8 elemen

urban design

Hamid Shirvani, (Land Use, Building Form &

Massing, Circulation & Parking, Open space, Pedestrian Ways, Activity Support, Signage, Preservation).

problematik kota Semarang dari kedelapan elemen perancangan kota:

1. Land Use (tata guna lahan)

Pembangunan menyalahi peraturan tata guna lahan. Contohnya :

Tata guna lahan kota Semarang yang pada beberapa tempat diperuntukkan sebagai lahan hijau untuk area resapan air, kini berubah fungsi menjadi perumahan real estat dan padang golf untuk kalangan elit.

(44)

2. Building Form & Massing (bentuk dan massa bangunan)

Bangunan semakin tinggi, padat dan tidak manusiawi. Contohnya :

Semakin banyak privatisasi bangunan komersial, mall dan hotel-hotel yang dibangun di kota Semarang dan menomorduakan area publik.

3. Circulation & Parking (sirkulasi dan parkir)

Lalu lintas semakin padat, macet, dan parkir yang tidak tertata.

Contohnya :

Sebagian besar jalan raya sudah dipenuhi oleh

kendaraan baik roda dua maupun roda empat, penuh polusi asap kendaraan, macet, banyak jalan rusak dan berlubang, serta parkir di pusat kota yang tidak tertata dengan baik.

(45)

4.

Open space

(ruang terbuka publik)

Alih fungsi open space

Contohnya :

Banyak ruang terbuka publik beralih menjadi

pusat perbelanjaan, tempat berjualan PKL.

5. Pedestrian Ways

(area pejalan kaki)

Dimana lagi dapat ditemukan area pejalan

kaki yang nyaman di Semarang ?

Contohnya :

Area pejalan kaki pun berubah fungsi menjadi

tempat berjualan. Penghijauan dan

pohon-pohon juga sangat kurang. Dimensi dan

ukuran area pedestrian yang sangat kecil

(46)

6.

Activity Support

(aktivitas pendukung)

Memudarnya kegiatan pendukung kota

Semarang

Contohnya :

Kegiatan pendukung yang menjadi ciri khas

kota Semarang seperti tradisi dugderan mulai

luntur dari kebudayaan masyarakat kota.

7.

Signage

(penanda / reklame)

Pemasangan reklame yang semakin semrawut

dan tidak tertata.

Contohnya :

Simpang lima sebagai pusat kota Semarang

saat ini berubah menjadi hutan reklame.

(47)

8.

Preservation

(konservasi terhadap bangunan

bersejarah)

Tidak ada upaya pelestarian terhadap

bangunan bersejarah.

Contohnya :

Banyak bangunan kuno yang dibiarkan dalam

kondisi tidak terawat, terkesan suwung.

Disimpulkan bahwa kota Semarang belum

ada satupun dari kedelapan elemen tersebut

yang dapat memenuhi kriteria elemen

(48)
(49)

Bagi para turis, belum ke Amerika kalau belum mengunjungi tempat ini

(50)
(51)

6. Kota Curitiba- Brazil

kota yang tertata---memberikan ruang bagi pejalan kaki (pedestrian ways).

Hidup hampir 24 jam sehari

menghasilkan pendapatan disektor wisata kota 280 juta dollar AS

menerapakan Trinary road system dan radar lalu lintas

pedestrian ways Mengurangi ketergantungan pada kendaraan

(52)
(53)

Curitiba tercatat sebagai salah satu kota

terkumuh dan termacet di Brasil pada

dasawarsa 1970-an

Curitiba mampu bersolek diri secara radikal.

Kota itu kini menjadi kawasan paling apik di

Negeri Samba. Bahkan, pada 1996, Curitiba

dianugerahi predikat

the most innovative

city in the world

.

Merupakan Ecological

capital of Brazil

(54)

Patut dicatat pula komitmen

serius Curitiba dalam

menangkal banjir. Seolah tak

ingin air bah berulang,

Curitiba

melipatgandakan

jumlah ruang terbuka hijau

(RTH)-nya

. Dari semula satu

meter persegi per kapita RTH

pada 1970 menjadi 55 meter

persegi per kapita pada 2002.

(55)

Jumlah pelipat gandaan ruang

terbuka hijau ini sudah melebihi 30

persen dari luas kota. Bandingkan

dengan Jakarta yang areal RTH-nya

cuma Sembilan persen. Padahal,

agar terhindar dari banjir,

minimal RTH adalah 30 persen

luas kota. Banyak kota di Indonesia,

seiring pembangunan gedung

komersial, areal RTH-nya menurun

secara drastis dan tak lagi

(56)

Bekas tempat pembuangan akhir

(TPA) disulap menjadi taman-taman

yang lebat dan asri. Danau-danau

artifisial dibangun di tengah kota.

Sementara RTH dilipatgandakan,

bangunan komersial terus dibangun.

Keduanya tidak saling mengganggu.

Banyak pemerintah kota di berbagai

(57)

kesimpulan

Belajarlah dari Curitiba. Tercatat sebagai

salah satu kota terkumuh dan termacet di

Brasil pada dasawarsa 1970-an, namun kini

Curitiba berubah 180 derajad karena mampu

bersolek diri secara radikal.

Seharusnya Indonesia dapat mencontoh

Central Park di New York dengan

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah gerbang NOR (NOT OR) merupakan kombinasi dari gerbang OR dengan gerbang NOT dimana keluaran gerbang OR dihubungkan ke saluran masukan dari gerbang NOT seperti ditunjukkan

kedalam defect pada saat menginterpretasi sebuah hasil lasan, untuk C scan berfungsi menginterpretasi sebuah hasil lasan dari atas dengan maksud hanya bisa mngetahui

Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang

Bahan yang digunakan aman dan ramah lingkungan sehingga sisa – sisa dari pembuatan kain tersebut (waste) dapat di urai dengan mudah menjadi. produk yang dapat

( 2 ) Merasa malu/harga diri rendah ( 4 ) Tidak dianggap masalah Bagaimana pemenuhan kebutuhan seksual menopause. ( 1 ) Menolak hubungan seksual ( 2 ) Melaksanakan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran dewan komisaris, profitabilitas dan kinerja lingkungan berpengaruh positif terha- dap pengungkapan ISR

Selain itu data lapangan dikumpulkan melalui observasi lapangan dengan mendokumentasikan semua data yang ada dalam laporan polisi, Berita Acara Pemeriksaan, berkas perkara

Dari hasil penelitian diketahui proses pengurusan harta pailit dilakukan pasca diputus oleh hakim pengadilan dan menyita harta debitor pailit oleh kurator, dalam pengurusan