• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERAKSI SOSIAL ANTAR CLUB DAN KOMUNITAS MOTOR DI SURABAYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INTERAKSI SOSIAL ANTAR CLUB DAN KOMUNITAS MOTOR DI SURABAYA."

Copied!
98
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Luqman Indra Kurniawan
  • Pengajar:
    • Hj. Siti Azizah S.Ag M.Si
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Mata Pelajaran: Sosiologi
  • Topik: Interaksi Sosial Antar Club Dan Komunitas Motor Di Surabaya
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Surabaya

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang mengenai interaksi sosial antar club dan komunitas motor di Surabaya. Dengan meningkatnya angka penjualan kendaraan bermotor, khususnya motor, banyak club dan komunitas motor terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk interaksi sosial yang terjadi dan alasan individu bergabung dalam club tersebut. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika sosial yang terbentuk di dalam komunitas motor, serta kontribusi mereka terhadap masyarakat.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menyoroti pentingnya keberadaan club dan komunitas motor sebagai wadah bagi individu yang memiliki hobi yang sama. Interaksi sosial di antara anggota club tidak hanya bertujuan untuk berkumpul, tetapi juga untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ini menunjukkan bahwa club motor berfungsi sebagai komunitas sosial yang mendukung dan memperkuat hubungan antar anggotanya.

1.2. Rumusan Masalah

Dua rumusan masalah utama dikemukakan, yaitu bagaimana bentuk interaksi sosial antar club dan komunitas motor di Surabaya, serta alasan individu bergabung dalam club tersebut. Ini memberikan fokus yang jelas pada penelitian dan menetapkan tujuan yang ingin dicapai.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam komunitas motor dan faktor-faktor yang mendorong individu untuk bergabung. Dengan memahami tujuan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu sosial, khususnya dalam bidang sosiologi.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi peneliti, program studi, universitas, masyarakat, dan organisasi sektor publik. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi sosial dalam komunitas motor, diharapkan dapat mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap club motor dan meningkatkan eksistensi mereka.

II. TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK GEORGE HERBERT MEAD

Teori ini menjelaskan bagaimana individu berinteraksi dan membangun makna melalui simbol. Interaksi sosial tidak hanya melibatkan tindakan fisik tetapi juga komunikasi yang menciptakan pemahaman bersama. Teori ini relevan dalam menganalisis interaksi antar anggota club motor, di mana simbol dan makna yang dibangun sangat penting dalam membentuk identitas komunitas.

2.1. Mind (Pikiran)

Pikiran adalah hasil dari interaksi sosial yang berkelanjutan. Individu mengembangkan pemahaman melalui pengalaman bersama dengan orang lain. Dalam konteks club motor, pikiran ini mencakup nilai-nilai dan norma yang diterima oleh anggota komunitas.

2.2. Self (Diri)

Konsep diri terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Dalam komunitas motor, identitas anggota dibentuk melalui pengalaman bersama dan pengakuan dari komunitas. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan solidaritas di antara anggota.

2.3. Society (Masyarakat)

Masyarakat adalah kumpulan individu yang berinteraksi dan membentuk struktur sosial. Club dan komunitas motor berfungsi sebagai subkultur dalam masyarakat yang lebih luas, di mana mereka memiliki norma dan nilai yang unik.

III. INTERAKSI SOSIAL ANTAR CLUB DAN KOMUNITAS MOTOR DI SURABAYA

Bagian ini membahas secara rinci tentang interaksi sosial yang terjadi di antara club dan komunitas motor di Surabaya. Melalui analisis data yang dikumpulkan, dapat diidentifikasi berbagai bentuk interaksi, kegiatan yang dilakukan, dan faktor yang mempengaruhi keputusan individu untuk bergabung.

3.1. Awal Berdirinya Club Atau Komunitas Motor Di Surabaya

Sejarah berdirinya club dan komunitas motor di Surabaya menunjukkan pertumbuhan yang pesat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap sepeda motor. Banyaknya club yang terbentuk mencerminkan keberagaman hobi dan minat di kalangan masyarakat.

3.2. Aktifitas Atau Program Kerja Club atau Komunitas Motor Di Surabaya

Aktivitas yang dilakukan oleh club motor meliputi berbagai program kerja seperti kopi darat, touring, dan bakti sosial. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antar anggota tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

3.3. Faktor Pendorong Mengikuti Club Atau Komunitas Motor Di Surabaya

Faktor-faktor yang mendorong individu untuk bergabung dalam club motor meliputi keinginan untuk bersosialisasi, berbagi pengalaman, dan mencari teman dengan minat yang sama. Hal ini menciptakan komunitas yang solid dan saling mendukung.

3.4. Bentuk Interaksi Sosial Antar Club Atau Komunitas Motor Di Surabaya

Interaksi sosial antar club motor di Surabaya terlihat dalam bentuk kerjasama, saling membantu, dan kegiatan bersama. Ini menciptakan jaringan sosial yang kuat dan mendukung keberadaan masing-masing club.

3.5. Interaksi Club Atau Komunitas Motor Di Surabaya

Interaksi antar club motor di Surabaya tidak hanya terbatas pada kegiatan internal, tetapi juga melibatkan interaksi dengan komunitas lain. Ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan memperkuat solidaritas antar anggota.

3.6. Interaksi Sosial Antar Club Atau Komunitas Motor Di Surabaya Dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead

Melalui perspektif interaksionisme simbolik, interaksi sosial antar club motor dapat dipahami sebagai proses dinamis yang melibatkan komunikasi dan makna. Anggota club membangun identitas mereka melalui interaksi dan pengalaman bersama, menciptakan rasa solidaritas yang kuat.

IV. PENUTUP

Bagian ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial antar club dan komunitas motor di Surabaya memiliki dampak positif terhadap hubungan sosial dan kontribusi kepada masyarakat.

4.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial dalam komunitas motor di Surabaya tidak hanya memperkuat hubungan antar anggota tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Club motor berfungsi sebagai wadah sosial yang mendukung nilai-nilai positif.

4.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang dampak sosial dari kegiatan komunitas motor, serta potensi pengembangan program yang dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap masyarakat.

Referensi Dokumen

  • Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Revisi ( Elvinaro Ardianto, Lukiati Komala, and Siti Karlinah )

Gambar

  Tabel 1.1 PROSES PENELITIAN
Tabel 1.2
Suasana KOPDAR PEMUDI’SGAMBAR 3.1
GAMBAR 3.2 Suasana KOPDAR CNR
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses dan hasil penanaman karakter dalam komunitas sepeda motor Adiningrat King Club (ADKC) di Kabupaten

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses dan hasil penanaman karakter dalam komunitas sepeda motor Adiningrat King Club (ADKC) di Kabupaten

Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori identitas diri oleh Chris Barker dan teori Interaksionisme Simbolik menurut Herbert Mead yang menyatakan bahwa

Salah satu komunitas anak muda yang eksis di Salatiga adalah komunitas club motor RAC, club motor RAC berdiri pada Juli 1989 dan masih bertahan hingga

Menurut Arnold Roose komunikasi dan interaksi social merupakan inti dari teori Interaksi simbolik, Dalam konflik antar pesilat di wilayah Madiun telah terjadi distorsi

Interaksi sosial pada komunitas CB terjalin dengan baik, mereka sering melakukan kegiatan sosial dan touring antar kota untuk mempererat kebersamaan dan tali persaudaraan. Jika

Berdasarkan konsep diri George Herbert Mead dan konsep relasi sosial ini peneliti akan gunakan untuk menganalisa proses interaksionisme simbolik yang terjadi antara Orang

Interaksi sosial pada komunitas CB terjalin dengan baik, mereka sering melakukan kegiatan sosial dan touring antar kota untuk mempererat kebersamaan dan tali persaudaraan. Jika