Assalamu'alaikum wrwb.. rangkaian informasi aktual baik lokal/ nasional maupun internasional/ terangkai dalam Fokus Siang/ di kesempatan Jum'at, 21 Mei 2010// Kali ini bersama saya Tisha Aulia/ dan berikut informasi selengkapnya///
Proses Reformasi masih berjalan setengah-setengah
Sahabat MQ/ Proses 12 tahun reformasi/ dinilai belum menyentuh seluruh aspek pemerintahan/ karena masih setengah-setengah dan masih sebatas basa-basi di beberapa aspek// Hal ini/ dibuktikan dengan adanya fenomena Makelar Kasus di beberapa departemen pemerintahan// Selain itu/ kasus-kasus korupsi juga masih terjadi pada hampir semua level pemerintahan/ baik pusat maupun daerah/ termasuk juga cabang pemerintahan baik eksekutif/ legislatif/ dan yudikatif// Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta -Tunjung Sulaksono menjelaskan/ saat ini paradigma reformasi masih dipahami sebatas kelembagaan// Padahal/ paradigma reformasi juga melibatkan nilai// Tunjung menuturkan/ program-program yang dijalankan pemerintah saat ini/ terdapat beberapa yang telah sejalan dengan semangat reformasi/ namun tidak sedikit yang sama sekali belum memenuhi// Menurut Tunjung/ pasca reformasi 1998/ harus diakui bahwa terdapat banyak pembaharuan dan perubahan di Indonesia// Saat ini/ reformasi menjadi sangat penting dilakukan/ untuk mengembalikan tujuan berbangsa dan bernegara sesuai jalur yang semestinya// Dalam hal ini/ diperlukan keberanian untuk mendekonstruksi nilai-nilai lama/ dan menggantikannya dengan nilai-nilai baru///
Kontras Prihatin Aksi Penyergapan Teroris oleh Polri
Sahabat MQ/ Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras/ menyayangkan tindakan Polri yang dinilai semena-mena/ dalam operasi pemberantasan teroris yang berakibat salah tembak// Kontras menilai/ penyergapan orang yang diduga teroris/ tidak disertai prosedur yang layak// Wakil I Koordinator Kontras - Indira Fernida mengatakan/ Pihaknya mencatat terdapat 13 korban salah tembak/ akibat dari operasi pemberantasan teroris yang dilakukan Datasemen Khusus 88 Polri// Terdapat beberapa upaya penyergapan/ yang tidak disertai prosedur yang tidak layak// Polri/ memiliki manajemen operasional dan menyatakan tunduk pada kode etik penggunaan senjata api// Namun selama tahun 2010/ hal tersebut tidak menjadi pertimbangan Polri/ dalam melakukan penyergapan orang yang diduga teroris// Detiknews melansir/ sementara beberapa waktu lalu/ Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol -Edward Aritonang/ mengatakan bahwa tindakan menembak para terduga teroris/ dikarenakan alasan dan pertimbangan yang sudah sesuai prosedur// Penembakan terpaksa dilakuakan/ karena terduga teroris melawan saat ditangkap dan dianggap membahayakan jika tidak dilakukan tindakan/// Detik
Menkokesra Pertimbangkan Bangun Museum Untuk Gesang
memicu generasi muda berikutnya/ untuk menciptakan sesuatu yang betul-betul punya nilai tinggi/ dan dikagumi di bangsa sendiri bahkan bangsa lain/ seperti lagu Bengawan Solo///Detik