• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul PGTK | UNG REPOSITORY Guru Kelas PAUD-TK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modul PGTK | UNG REPOSITORY Guru Kelas PAUD-TK"

Copied!
201
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Herman Rusmayadi
    • I Wayan Sutama
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Anak Usia Dini
  • Topik: Modul PGTK | UNG REPOSITORY Guru Kelas PAUD-TK
  • Tipe: materi
  • Tahun: 2017

I. BIDANG PENGEMBANGAN DI PAUD

Modul ini membahas pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan fokus pada kompetensi inti dan dasar yang harus dimiliki oleh pendidik. Kompetensi inti mencakup pengembangan materi dan struktur keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Sementara kompetensi dasar mengharuskan pendidik untuk memahami dan mengorganisir konsep dasar keilmuan dalam mendukung perkembangan anak. Dengan memahami kompetensi ini, pendidik diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak.

II. MATERI AJAR

Materi ajar dalam modul ini mencakup pengembangan nilai agama dan moral yang sangat penting dalam pendidikan anak usia dini. Pendidik diharapkan untuk merencanakan pengembangan sikap dan karakter anak secara matang. Proses ini melibatkan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna, sehingga anak tidak hanya menerima pengetahuan tetapi juga mengalami pembiasaan perilaku yang baik. Pengembangan moral anak menjadi fokus utama, dengan tujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan positif sejak dini.

2.1. Bidang Pengembangan Nilai Agama dan Moral

Dalam pengembangan nilai agama dan moral, pendidik perlu memahami konsep moral yang bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh norma sosial serta agama. Moralitas anak harus diajarkan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan kognitif dan emosional mereka. Pendidik diharapkan dapat memfasilitasi anak dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.

2.2. Karakteristik Perkembangan Moral dan Nilai Keberagamaan

Perkembangan moral anak mengikuti tahapan yang dijelaskan oleh Kohlberg, di mana anak belajar moral dari interaksi dengan lingkungan. Pendidik perlu memahami tahapan ini untuk dapat memberikan bimbingan yang tepat, sehingga anak dapat mengembangkan kecerdasan moral yang baik, termasuk kemampuan untuk berempati dan bertindak sesuai dengan norma sosial.

2.3. Prinsip dan Cara Pengembangan Moral dan Nilai Keberagamaan

Pengembangan moral dan nilai keberagamaan harus berorientasi pada perkembangan anak dan kebutuhan mereka. Aktivitas yang dilakukan harus menyenangkan dan melibatkan permainan, sehingga anak dapat belajar sambil bermain. Selain itu, pendekatan tematik dan kegiatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sangat dianjurkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

2.4. Metode Pengembangan Nilai Moral dan Agama

Metode pengembangan nilai moral dan agama mencakup keteladanan, pengalaman keagamaan, dan bermain peran. Pendidik perlu memberikan contoh yang baik dan mengajak anak untuk terlibat dalam kegiatan yang memperkuat nilai-nilai moral dan agama. Melalui pengalaman langsung, anak dapat belajar dengan lebih efektif dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan.

III. BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL

Pengembangan sosial emosional anak merupakan aspek penting dalam pendidikan PAUD. Anak perlu mendapatkan pengalaman sosial yang optimal untuk menghindari alienasi. Proses sosialisasi yang baik akan membantu anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, pendidik harus menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi sosial anak, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

3.1. Pengertian Perkembangan Sosial

Perkembangan sosial anak melibatkan kemampuan untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak belajar bergaul dan bermain dengan teman sebaya, yang merupakan bagian penting dari proses sosialisasi. Pendidik harus memahami bahwa anak belajar melalui pengalaman dan peniruan, sehingga penting untuk menciptakan model yang baik dalam interaksi sosial.

3.2. Proses Perkembangan Sosial

Proses sosialisasi anak berlangsung melalui tiga tahap: imitasi, identifikasi, dan internalisasi. Pendidik perlu memahami tahapan ini untuk dapat memberikan bimbingan yang sesuai, sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang diperlukan untuk berinteraksi dengan orang lain. Lingkungan yang positif akan mendukung proses ini.

3.3. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga sebagai lingkungan pertama memiliki peran penting dalam membentuk norma dan nilai yang akan diinternalisasi oleh anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk bekerja sama dalam mendukung perkembangan sosial anak.

Referensi Dokumen

  • Dasna ( 2008 )

Gambar

Tabel 1. Sikap mental dari saintis muda (Martin, Sexton, Franklin & Gerlovich, 2005)
Tabel 3. Proses Kemahiran
Gambar 1 : Faktor Determinan Derajat Kesehatan
Tabel 1 : Vitamin dan Fungsinya
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif sebab tujuan penelitian ini memaparkan analisis

Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisa data yaitu deskriptif kualitatif dimana data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilakukan, dikembangkan selama proses

Dalam penelitian ini yang digunakan dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif yang meliputi analisa deskriptif kuantitatif yaitu dengan membandingkan

Teknik yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif karena peneliti tidak menyajikan data dalam bentuk skor, namun lebih kepada kualitas jawaban siswa

Dalam penulisan ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan dari

Jenis penelitian yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif sebab tujuan penelitian ini memaparkan analisis