• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KIPI SERIUS SVB ISTORA SENAYAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KIPI SERIUS SVB ISTORA SENAYAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

LAPORAN KIPI SERIUS SVB ISTORA SENAYAN IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. R

Umur : 40 tahun

Tanggal Lahir : 30- Mei- 1981 No KTP

Alamat KTP

: 3276013005810001

Jln. Batu alam 1 Rt 06 Rw 03 Kampung Utan jaya

Kelurahan Pondok Jaya – Kec. Cipayung DEPOK

Tanggal Vaksinasi 1 : 06-Mei-2021

Jenis Vaksin : Covid 19 - cHAdOx1-S (Recombinant) Astra Zeneca No Batch : CTMAV 547

Lokasi penyuntikan : Lengan Kiri

Tempat pemberian imunisasi : Sentra Vaksinasi Istora Senayan – Jakarta Pusat

KRONOLOGIS Auto Anamnese

Tanggal 6 Mei 2021 : Tgl 6 mei 2021 dalam kondisi sehat pergi ke tempat vaksin

Check in jam 6.56 Vaksin pertama di istora senayan .

HASIL SKRINING

Anamnesis : Saat dilakukan anamnesa pasien terlihat sehat ,tidak ada keluhan, tidak ada Riwayat penyakit sebelumnya. Dilakukan anamnesis ulang serta verifikasi hasil self assesment pasien yang berisikan jawaban “tidak” pada seluruh pertanyaan screening.

Pemeriksaan tanda vital : Td 106/59 mmHg, Suhu 36.5 C Jam 08. 06 WIB Pasien di berikan Vaksin Astra Zeneca NoBatch CTMAV547 . Setelah 15 menit di lakukan observasi, pasien tidak ada keluhan dan di perbolehkan untuk pulang.

Allo Anamanase

Tanggal 6 Mei 2021 :

Info di dapatkan dari Santi Pacita (Istri) Tanggal 28 Mei 2021 Jam 07.35 WIB

Post vaksin jam 18 sampai d rumah menggigil 39 C dan nyeri kepala. Pasien minum paracetamol dan obat nyeri.

(6)

Tanggal 12 Mei 2021 Tanggal 13 Mei 2021 Tanggal 15 Mei 2021 Tanggal 16 Mei 2021 Tanggal 17 Mei 2021 Tanggal 27 Mei 2021 : : : : : :

Demam masih naik turun , istri membawa ke klinik paramIta Depok dan mendapat Paracetamol.

Karena demam masih tinggi pasien di bawa ke RS Hermina Depok dan mendapat obat Paracetamol.

Istri melaporkan kejadian suami ke Puskesmas Regensi Ratu Jaya Depok

Pasien sulit kencing, keluar keluar keringat banyak, sangat lemas dan tidak bisa jalan. Pasien di bawa ke RS Hermina Depok dan di akhirnya di rawat.

Pasien d rawat Di RS hermina Depok . Di ruang rawat biasa selama 5 hari dengan keluhan kaki bengkak dan bicara kacau.

Karna kesadaran menurun , pasien di pindahkan ke ICU dan di rawat selama 5 hari dengan memakai ventilator.

Keluarga sempat di informasikan akan rencana cuci darah tetapi tidak jadi .

Jam 01.50 WIB pasien meninggal.

Jakarta,28 Mei 2021 Pembuat Laporan Dr.Siselia Titis, MKK

(7)

PT. MEDIKALOKA HUSADA

RUMAH SAKIT HERMINA DEPOK

Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat 16436 Telp. (021) 77202525 (Hunting) Fax. (021) 77206107

Website : www.herminahospitals.com

KRONOLOGI

Nama : Tn. Rachmat

Tanggal Lahir : 30 Mei 1981

Usia : 39 th

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Cipayung, Depok Lokasi Penyuntikan : Gelora Bung Karno Tanggal Penyuntikan : 6 Mei 2021

14/05/2021 16.13 WIB pasien datang ke igd RS Hermina Depok dengan keluhan sakit kepala, demam dan meriang, sejak tanggal 6/5/2021 (sudah 8 hari gejala), pasien riwayat vaksin covid-19 tanggal 6/5/2021, vaksin merupakan vaksin dosis pertama dengan merk AstraZeneca, dilakukan pemeriksaan fisik : KU: sakit sedang GCS: E4M6V5 TD: 117/76 HR: 93 RR: 20 S: 36,8 SPO2 97% terdapat tattoo pada tubuh pasien, penunjang dengan hasil sebagai berikut: Hb 14,2/ Ht 44/ leukosit 10.100/ trombosit 310.000/ widal negative. Pasien di diagnosa kerja obsewrvasi febris lalu pasien dipulangkan dan diberikan methilprednisolon 4mg 2x1 tab, paracetamol 3x500mg.

17/05/2021 18.06 WIB pasien kemudian datang kembali ke igd RS Hermina Depok dengan keluhan demam yang masih muncul terus menerus (11 hari), disertai nyeri seluruh badan. Cegukan +; lemas+; mual+, pasien dilakukan pemeriksaan fisik : KU: sakit sedang GCS: E4M6V5 TD: 130/80 HR: 102 RR: 21 S: 37,5 SPO2 98 % penunjang dengan hasil sebagai berikut: Hb 13,4/ Ht 40/ leukosit 10.200/ trombosit 341.000, diff: 0/0/0/81/9/10, gds: 152, IgG COVID-19: Reaktif, IgM COVID-19: Non-Reaktif, CXR: tak tampak kelainan radiologis pada cor dan pulmo. Pasien didiagnosa kerja observasi febris ec dd/ viral, bacterial lalu dirawat inap dan diberikan terapi Infus NaCl 0,9% 20 tpm, Infus Paracetamol 1g/8jam, Inj. Omeprazole 40mg/12jam, Inj. Methylprednisolone 125mg/24jam, Syr. Sucralfate 3x1sdt.

19/05/2021 09.00 WIB keluhan hanya cegukan, demam berkurang, kondisi pasien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, pf dalam batas normal, diagnosa kerja dyspepsia, obs febris e.c viral dd/ bacterial infection. Terapi tambahan Tab. Chlorpromazine 1x25mg ekstra malam hari. Dilakukan pemeriksaan Urinalisa lengkap, didapatkan hasil dalam batas normal.

20/05/2021 09.00 WIB keluhan lemas, cegukan masih ada, kondisi pasien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, pf ditemukan udem pada ekstremitas inferior bilateral, pf lain dbn, diagnosa kerja dyspepsia, acute kidney injury, diberikan terapi tambahan inj. Furosemide 40mg/24jam, dan pemberian cpz di stop. Dilakukan pemeriksaan Ureum dan Creatinine dengan hasil

(8)

PT. MEDIKALOKA HUSADA

RUMAH SAKIT HERMINA DEPOK

Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat 16436 Telp. (021) 77202525 (Hunting) Fax. (021) 77206107

Website : www.herminahospitals.com

meningkat, yaitu 245 dan 5,5 secara berurutan. Pasien dikonsulkan ke TS Nefrologi, dengan hasil AKI e.c. pre-renal, diberikan Tab. Bicnat 3x1tab, Tab. CaCO3 3x1tab, Tab. Prorenal 3x1.

21/05/2021 09.30 WIB keluhan pasien bicara melantur, sulit diajak berkomunikasi, cenderung tidur. Pemeriksaan fisik didapatkan tampak sakit berat, kesadaran somnolen (GCS E4M6V4), edema tungkai bawah +. Diagnosa Ensefalopati metabolic dd/neurologic, AKI e.c. pre-renal, pasien dipindahkan ke Ruang ICU. Dilakukan pemeriksaan serologi hepatitis dan HIV dengan hasil anti HIV, anti HCV, dan HbsAg dengan hasil non-reaktif

22/05/2021 14.30 WIB keluhan penurunan kesadaran bertambah berat, namun kontak masih ada, keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran somnolen GCS E4M6V3, edema tungkai bawah masih ada, diagnosa penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic. Terapi dilanjutkan, dilakukan pemeriksaan Ureum 139, Creatinine 1,3; elektrolit Na 140, K 4,7; Cl 104, Hb 12,1, Ht 38, Leukosit 8.200, Trombosit 393.000. AGD: pH 7,38, pCO2 36,3, pO2 63,2, HCO3-, 21, SaO2 91,5%. Pasien dikonsulkan ke TS Neurologi dengan advis CT-Scan Kepala Non-Kontras dan Swab RT-PCR.

23/05/2021 08.00 WIB keluhan penurunan kesadaran bertambah berat, namun kontak tidak ada, keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran somnolen GCS E3M6V3, edema tungkai bawah masih ada, diagnosa gagal nafas akut, penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic, AKI e.c. pre-renal, Sepsis ec Bronkopneumonia. Terapi dilanjutkan, dilakukan pemeriksaan protein total 7,4, albumin 3,7, globulin 3,7, SGOT 11, SGPT 14. AGD: pH 7,26, pCO2 58,0, pO2 92,2, HCO3- 25,3, SaO2 95,8%. Dilakukan Intubasi pada pasien dan pemasangan alat bantu nafas berupa ventilator. Dilakukan CXR post-intubasi dengan hasil: sesuai gambaran bronchopneumonia, Tip ETT setinggi Corpus Vertebra Th 4.

24/05/2021 pasien koma, keadaan umum berat, gcs E1M1V1, diagnosa gagal nafas akut e.c. bronchopneumonia, penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic, AKI e.c. pre-renal, Sepsis. Dilakukan pemeriksaan PT/APTT dengan hasil 13,7 dan 98,3 secara berurutan. Diberikan terapi tambahan inj. Levofloxacin 1x750mg, Inj. Ceftriaxone 2gr/24 jam. 25/05/2021 pasien koma, keadaan umum berat, gcs E1M1V1, diagnosa gagal nafas akut e.c. bronchopneumonia, penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic, AKI e.c. pre-renal, Sepsis. dilakukan pemeriksaan AGD dengan hasil pH: 7,52; pCO2: 35,9; pO2: 85,8, HCO3-: 29,1, SaO2: 97,2%, hasil swab RT PCR negatif. Terapi dilanjutkan

26/05/2021 pasien koma, keadaan umum berat, gcs E1M1V1, diagnosa gagal nafas akut e.c. bronchopneumonia, penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic, AKI e.c. pre-renal, Sepsis. dilakukan pemeriksaan AGD dengan hasil pH: 7,36; pCO2: 51,4; pO2: 90,7, HCO3-: 28,3, SaO2: 96,4%. Terapi dilanjutkan.

27/05/2021 02.00 pasien mengalami perburukan, HR monitor < 40x/mnt, nadi tidak teraba, respon -, dilakukan RJP selama 4 menit dengan injeksi epinephrine 2 ampul hasil akhir asistol, Doll’s eye -/- reflek kornea -/-, pasien dinyatakan meninggal pukul 01.50 WIB

(9)

PT. MEDIKALOKA HUSADA

RUMAH SAKIT HERMINA DEPOK

Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat 16436 Telp. (021) 77202525 (Hunting) Fax. (021) 77206107

Website : www.herminahospitals.com

Kesimpulan:

Pasien dirawat dengan diagnose observasi febris ec dd/viral, bacterial, gagal nafas akut e.c. bronchopneumonia, penurunan kesadaran e.c. metabolic (encephalopathy uremicum) dd/ neurologic, AKI e.c. pre-renal, Sepsis.

(10)

PT. MEDIKALOKA HUSADA

RUMAH SAKIT HERMINA DEPOK

Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat 16436 Telp. (021) 77202525 (Hunting) Fax. (021) 77206107

Referensi

Dokumen terkait

Then the researcher describes it in the form of a scientific work entitled “Error Analysis on The Use of Simple Past Tense in Writing Recount Text of The Eighth Grade Students

9. bukti kas keluar untuk pembayaran gaji &amp; upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi.. perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dgn daftar gaji &amp;.

Based on the BBS bird data and the CRU climatic data, it was found that the richness of breeding birds for the three species of Carolina wren, Cerulean warbler and Red-bellied

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui 1) daerah asal dan penggunaan moda transportasi pekerja yang melakukan mobilitas harian untuk bekerja di CBD Kota

MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIATING ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI

Dari penelitian didapatkan kadar aluminium 0,16112% &gt; 0,03% masih tergolong dalam kuningan 70/30 karena fasanya masih alfa, kemudian dengan semakin tingginya temperatur dan

Hasil temuan keempat dalam penelitian ini adalah moderasi etika auditor pada independensi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas audit Bawasda

Tanzi (1995) menyatakan bahwa desentralisasi fiskal yang dimiliki tiap daerah tidak berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, hanya beberapa daerah yang siap