ISSN 2338-8633
Vol. 3 No. 2, 2015
DIPUBLIKASIKAN OLEH
PS. S1 INDUSTRI PERJALANAN WISATA (IPW) FAKULTAS PARIWISATA, UNIVERSITAS UDAYANA (UNUD)
Jurnal Industri Perjalanan Wisata (IPTA) merupaka jurnal online (e-journal) yang terbit dua kali dalam setahun (bulan Juli dan bulan Desember) yang diterbitkan oleh PS. S1 Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata UNUD. Jurnal IPTA diterbitkan sebagai wadah karya ilmiah serta media komunikasi dan informasi ilmiah terkait industri perjalanan wisata. Jurnal ini memuat tentang hasil ringkasan penelitian, survei dan tulisan ilmiah popular
industri perjalanan wisata. Redaksi menerima sumbangan tulisan para ahli, staf pengajar perguruan tinggi, praktisi, mahasiswa yang peduli terhadap pengembangan industri perjalanan wisata. Redaksi dapat menyingkat
atau memperbaiki tulisan yang akan dimuat tanpa mengubah maksud dan isinya. SUSUNAN PENGURUS JURNAL IPTA
Penanggung Jawab
Drs. I Made Sendra, M.Si. (Dekan Fakultas Pariwisata UNUD) Penasehat
Ni Ketut Arismayanti, SST.Par., M.Par. (Wakil Dekan I Fakultas Pariwisata UNUD) I GPB. Sasrawan Mananda, SST.Par., MM., M.Par. (Wakil Dekan II Fakultas Pariwisata UNUD)
I GN. Widyatmaja, SST.Par., M.Par. (Wakil Dekan III Fakultas Pariwisata UNUD) I Made Kusuma Negara, SE., M.Par. (Ketua PS. S1 IPW Fakultas Pariwisata UNUD) Luh Gede Leli Kusuma Dewi, S.Psi., M.Par. (Sekretaris PS. S1 IPW Fakultas Pariwisata UNUD)
Ketua
Luh Gede Leli Kusuma Dewi, S.Psi., M.Par. Sekretaris
Ni Putu Eka Mahadewi, SE.Ak., M.Par. Penyunting Ahli (Mitra Bebestari) ▪ Prof. Adnyana Manuaba, M.Hons.F.Erg.S.FIPS,SF.
Universitas Udayana ▪ Prof. Dr. I Wayan Ardika, MA.
Universitas Udayana ▪ Prof. Dr. Michael Hichcoch
University of North London ▪ Prof. Dae-Sik Je, M.Pd. Young San University – Korsel.
▪ Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch. Ph.D. Universitas Gajah Mada
▪ Prof. Dr. Ir. I Gede Pitana, M.Sc. Universitas Udayana
▪ Prof. Dr. I Nyoman Sirtha, SH., MS. Universitas Udayana
▪ Dr. Hans-Henje Hild SES Bonn – Germany Penyunting Pelaksana
▪ Drs. I Ketut Suwena, M.Hum. ▪ Dra. Ni Made Oka Karini, M.Par.
▪ Drs. I Made Sendra, M.Si. ▪ I Made Kusuma Negara, SE., M.Par.
▪ I Putu Sudana, A.Par., M.Par. ▪ Dr. I Wayan Suardana, SST.Par., M.Par. ▪ I GPB. Sasrawan Mananda, SST.Par., M.Par.
Dr. I Nyoman Sudiarta, SE., M.Par. Ni Made Sofia Wijaya, SST.Par., M.Par., Ph.D.
I GA. Susrami Dewi, SST.Par., M.Par. Putu Agus Wikanatha, SST.Par., M.Par.
Yohanes Kristianto, S.Pd., M.Hum. I Wayan Darsana, SS., M.Par. Ni Wayan Citra Juwita, SH., M.Par. Tata Usaha dan Pemasaran
▪ I Wayan Darma Santosa, SE ▪ I Wayan Sudarma, SH.
▪ I Gusti Putu Setiawan, SH. ▪ Luh Yuni Artini ALAMAT PENYUNTING DAN TATA USAHA
Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Jl. Dr. R. Goris 7 Denpasar Bali, Telp/Fax : 0361-223798
Email : [email protected]
Website : http://www.ojs.unud.ac.id/index.php/pariwisata
PENGANTAR REDAKSI JURNAL IPTA
Harus diakui pariwisata sudah banyak memberikan manfaat ekonomi bagi suatu daerah seperti Bali. Terlebih Bali yang sudah terkenal hingga ke mancanegara dengan berbagai julukan dari yang eksotis hingga fantastis. Bali merupakan destinasi utama pariwisata di Indonesia dan bahkan di dunia. Pulau Bali terkenal di seluruh dunia karena memiliki daya tarik adat-istiadat, tradisi maupun destinasi wisata yang beraneka ragam. Permasalahannya adalah ketika pariwisata tidak berkembang secara merata dan terjadinya persaingan kompetitif pasar pariwisata dunia. Menyikapi permasalahan tersebut banyak alasan yang sering dijadikan kambing hitam. Mulai dari kebijakan, infrastruktur, teknologi, lingkungan hingga sumber daya manusia. Betapa sulitnya memang mewujudkan daya tarik wisata berlandaskan kepada pariwisata berkelanjutan. Entah pariwisata berkelanjutan sebagai konsep, teori atau bahkan aplikasi hingga saat ini pariwisata berkelanjutan tetap menjadi tantangan bagi komponen pariwisata lokal, regional, nasional bahkan mungkin di tingkat internasional.
Melalui karya-karya ilmiah yang tersaji dalam jurnal terbitan kali ini, semoga dapat menjawab tantangan ke depan dunia pariwisata yang senantiasa dinamis.
Denpasar, Desember 2015 Redaksi
PERSYARATAN NASKAH UNTUK JURNAL IPTA
1. Naskah dapat berupa hasil penelitian atau kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris (abstrak bahasa Inggris). Abstrak tidak lebih dari 250 kata dengan disertai 3-5 istilah kunci (keywords). Naskah berupa ketikan asli dan CD dengan jumlah maksimal 15 halaman ketikan A4 spasi 1½, kecuali abstrak, tabel dan kepustakaan.
3. Naskah ditulis dengan batas 2,5 cm dari kiri dan 2 cm dari tepi kanan, bawah dan atas.
4. Judul singkat, jelas dan informatif serta ditulis dengan huruf besar. Judul yang terlalu panjang harus dipecah menjadi judul utama dan anak judul.
5. Nama penulis tanpa gelar akademik, alamat e-mail dan asal instansi penulis ditulis lengkap.
6. Naskah hasil penelitian terdiri atau judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka dan metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran serta kepustakaan.
7. Naskah kajian pustaka terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, masalah, pembahasan, simpulan dan saran serta kepustakaan.
8. Tabel, grafik, histogram, sketsa dan gambar harus diberi judul serta keterangan yang jelas.
9. Dalam mengutip pendapat orang lain, dipakai sistem nama penulis dan tahun. Contoh : Astina (1999); Suwena et al. (2001).
10. Kepustakaan memakai “harvard style” disusun menurut abjad nama penulis tanpa nomer urut.
a. Untuk buku : nama pokok dan inisial pengarang, tahun terbit, judul, jilid, edisi, tempat terbit dan nama penerbit.
Picard, Michael. 1996. Cultural Tourism and Touristic Culture. Singapore: Archipelago Press.
b. Karangan dalam buku : nama pokok dari inisial pengarang, tahun terbit, judul karangan, inisial dan nama editor : judul buku, hal permulaan dan akhir karangan, tempat terbitan dan nama penerbit. McKean, Philip Frick. 1978. “Towards as Theoretical analysis of
Tourism: Economic Dualism and Cultural Involution in Bali”. Dalam Valena L. Smith (ed). Host and Guests: The Antropology of Tourism. Philadelphia : University of Pensylvania Press.
c. Untuk artikel dalam jurnal: nama pokok dan inisial pengarang, tahun, judul karangan, singkatan nama majalah, jilid (nomor), halaman permulaan dan akhir.
Pitana, I Gde. 1998. “Global Proces and Struggle for Identity: A Note on Cultural Tourism in Bali, Indonesia” Journal of Island Studies, vol. I, no. 1, pp. 117-126.
d. Untuk Artikel dalam format elektronik : Nama pokok dan inisial, tahun, judul, waktu, alamat situs.
Hudson, P. (1998, September 16 - last update), "PM, Costello liars:
former bank chief", (The Age), Available:
http://www.theage.com.au/daily/980916/news/news2.html (Accessed: 1998, September 16).
11. Dalam tata nama (nomenklatur) dan tata istilah, penulis harus mengikuti cara penulisan yang baku untuk masing-masing bidang ilmu.
12. Dalam hal diperlukan ucapan terima kasih, supaya ditulis di bagian akhir naskah dengan menyebutkan secara lengkap : nama, gelar dan penerima ucapan.
D A F T A R I S I
COVER, EDITOR, PENGANTAR REDAKSI, DAN DAFTAR ISI PDF
Redaksi Jurnal IPTA i-viii
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN
WISTAWAN DI QUICKSILVER CRUISE PDF
Ni Putu Happy Marini S., I Putu Sudana, I Made Kusuma Negara
1-6
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KAIN ENDEK BALI SEBAGAI
INDUSTRI PARIWISATA KREATIF (STUDI KASUS DENPASAR) 7-12
Deannisa Hakika Putri, I Wayan Suardana, I GPB. Sasrawan Mananda
7-12
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN INTENSITAS KUNJUNGAN WISATAWAN DI DAYA TARIK WISATA CANDIDASA, KABUPATEN KARANGASEM, BALI
Ida Ayu Dyana Prawerti, I GPB. Sasrawan Mananda, Luh Gede Leli Kusuma Dewi
13-18
PERANAN PERSON IN CHARGE DALAM PENYELENGGARAAN MICE DI
BICC THE WESTIN RESORT PDF
AA. Sagung Amega Indra Theresa, I Wayan Suardana, I GPB.
Sasrawan Mananda 19-24
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA LOKAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS WISATAWAN DI DAYA TARIK WISATA ALAS KEDATON TABANAN
I Kadek Trita Yudi, Ni Made Oka Karini, Luh Gede Leli Kusuma
Dewi 26-31
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TOUR LEADER TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA TRAVEL AGENT KENCANA WISATA TANJUNG DUREN JAKARTA
Aggy Cariena, Ni Putu Eka Mahadewi, I Putu Sudana 32-37
KARAKTERISTIK, MOTIVASI, DAN PERSEPSI WISATAWAN
MANCANEGARA TERHADAP JASA PELAYANAN SHUTTLE BUS DI DAERAH UBUD, GIANYAR
I Putu Putrawan, Ni Made Sofia Wijaya, Luh Gede Leli Kusuma Dewi
38-43
ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN LANJUT USIA TERHADAP PRODUK
WISATA DI KAWASAN WISATA UBUD PDF
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN
MANCANEGARA DI PANTAI PANDAWA, KABUPATEN BADUNG, BALI PDF
Ni Wayan Vitha Wahyundari, I Nyoman Sudiarta, Ni Putu Eka Mahadewi
50-55
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AKOMODASI DI BALI PADA SITUS BOOKING.COM
Ni Wayan Nonik Ismayanti, I Wayan Suardana, I Made Kusuma Negara
56-61
PERAN PENGALAMAN SEBAGAI PEMODERASI PADA PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP WISATAWAN MANCANEGARA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK WELLNESS TOURISM DI KAWASAN WISATA UBUD, KABUPATEN GIANYAR
Dewa Putu Kiskenda Erwanda P., I Wayan Suardana, Luh
Gede Leli Kusuma Dewi 62-67
SISTEM KERJA SAMA TRAVEL AGENT PENJOR BALI DENGAN KEBERADAAN GEKKO THE OCEAN CAFE? DI PANTAI KEDONGANAN KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG
I Putu Agus Darmawan, I Ketut Suwena, Ni Putu Eka
Mahadewi 68-72
KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI WISATAWAN DALAM VOLUNTOURISM DI KABUPATEN GIANYAR (Studi Kasus Pada Yayasan Widya Guna Desa Bedulu dan Yayasan Bumi Sehat Desa Nyuh Kuning)
Irena Hersi Kristanti, Ni Made Oka Karini, I Putu Sudana 73-78
ANALISIS KUALITAS KINERJA PRAMUWISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN JEPANG PADA PARADISE BALI TOUR AND TRAVEL DI BADUNG
Arya Adi Palguna, I Made Sendra, I Nyoman Sudiarta 79-85
STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PT. UBS TOUR AND TRAVEL DI
DENPASAR BALI PDF
Herlita Br. Tarigan, Ni Putu Eka Mahadewi, I Putu Sudana 86-91
PENGEMASAN PAKET EKOWISATA DI DESA LIANG NDARA, KECAMATAN MBELILING, KABUPATEN MANGGARAI BARAT, FLORES, NUSA
TENGGARA TIMUR
Charles Bertomi, Ni Made Oka Karini, I Putu Sudana 92-97
ANALISIS SEGMENTASI PASAR WISATAWAN MANCANEGARA YANG BERKUNJUNG KE BALI DARI ASPEK SOSIO-EKONOMI DEMOGRAFI, PSIKOGRAFI, DAN PERILAKU
May Sandy Br. Ginting, I Made Kusuma Negara, I Nyoman Sudiarta
98-101
STRATEGI PEMASARAN PAKET INBOUND TOUR: STUDI KASUS DI PT.
LOTUS ASIA TOURS JIMBARAN BALI PDF
Camelia Agatha Mahayu Putri, I Putu Sudana, I GPB. Sasrawan Mananda
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
STRATEGI PEMASARAN PAKET INBOUND TOUR:
STUDI KASUS DI PT. LOTUS ASIA TOURS JIMBARAN BALI
Camelia Agatha Mahayu Putri I Putu Sudana
I GPB. Sasrawan Mananda Email : [email protected] PS. S1 Industri Perjalanan Wisata
Fakultas Pariwisata UNUD ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan dan eksternal yaitu peluang dan ancaman dari PT. Lotus Asia Tours serta untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan pihak PT. Lotus Asia Tours untuk memasarkan paket inbound tour. Lokasi penelitian dilakukan di PT. Lotus Asia Tours yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No. 18, Jimbaran Bali.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi dan didukung dengan daftar pertanyaan yang disebarkan kepada 60 informan. Daftar pertanyaan yang disebarkan berpedoman pada indikator marketing mix 7 P (product, price, place, promotion, physical evidence, people, process). Hasil data yang diperoleh lalu dianalisis dengan IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS ( External Factor Analysis Summary), selanjutnya untuk mengetahui posisi perusahaan digunakan matriks internal eksternal dan untuk mengetahui alternatif strategi digunakan matriks SWOT, sehingga dapat menciptakan strategi pemasaran baru serta mengembangkan program-program yang telah ada agar dapat diterapkan oleh PT. Lotus Asia Tours Jimbaran Bali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total nilai rata-rata lingkungan internal yaitu sebesar 3,01 dan lingkungan eksternal yaitu sebesar 2,96, dapat diketahui bahwa posisi perusahaan berada di sel IV yang berarti stability strategy dimana strategi yang tetapkan tidak merubah arah strategi yang telah ada.
Kata Kunci : Marketing mix, Inbound Tour. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam daya tarik dan pihak pemerintah secara serius memperhatikan perkembangan di sektor pariwisata, dapat dilihat dari beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia sedang mengembangkan serta mempromosikan kepariwisataan yang ada di Indonesia hingga ke mancanegara dengan adanya program pemerintah yaitu ”Wonderful Indonesia” yang dicanangkan pada akhir Januari 2011 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata waktu itu yang saat itu dijabat oleh Jero Wacik. Konsep ”Wonderful Indonesia” menyoroti “Keindahan” alam di Indonesia, budaya, masyarakat.
Bali sendiri merupakan salah satu pulau di Indonesia yang mempunyai potensi di bidang kepariwisataan. Pariwisata Bali menjadi sektor pembangunan yang terus dikembangkan untuk menunjang perekonomian masyarakat Bali. Inbound tour merupakan kegiatan perjalanan berdasarkan ruang lingkup kegiatan perjalanan wisata yang dilakukan oleh wisatawan asing yang datang mengunjungi Indonesia dan Pulau Bali masih menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia (Yoeti, 1996).
Potensi pariwisata Bali yang berupa alam dan budaya masyarakat Bali akan sulit dipasarkan apabila tidak ditunjang oleh kerjasama yang sinergis antar pelaku bisnis pariwisata di Bali, termasuk kerjasama antar
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
Biro Perjalanan Wisata (BPW) dengan pihak penyedia jasa akomodasi atau hotel.
Salah satu biro perjalanan wisata yang ada di Bali yaitu PT. Lotus Asia Tours yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No. 18 Jimbaran Bali. PT. Lotus Asia Tours merupakan usaha biro perjalanan wisata yang menangani pengemasan paket wisata, penjualan paket wisata, reservasi hotel, dokumen perjalanan, tour guide service dan juga menyediakan transportasi wisata, serta memiliki pangsa pasar utama yaitu Italia, Jerman, dan Prancis.
Adapun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang menggunakan paket wisata pada PT. Lotus Asia Tours dalam lima tahun terakhir yaitu pada periode 2010- 2014 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1.
Jumlah Wisatawan Eropa Yang Menggunakan Paket Inbound Tour pada PT. Lotus Asia Tours
Tahun 2010 – 2014
Sumber : PT. Lotus Asia Tours Jimbaran, Bali, 2015 Berdasarkan Tabel 1.2 dapat diketahui bahwa jumlah kunjungan wisatawan yang menggunakan paket wisata pada PT. Lotus Asia Tours mengalami fluktuasi. Penurunan terjadi pada tahun 2010 sebesar 4.942 orang dan pada
tahun 2011 sebesar 4.754 orang( -3,80%). Namun pada tahun 2012 jumlah wisatawan yang menggunakan paket wisata pada PT. Lotus Asia Tours mengalami peningkatan sebesar 6.072 orang (27,7%) , pada tahun 2013 sebesar 5.575 ( -8,18%) dan di tahun 2014 sebesar 5.124 orang (-8,08%) dan jumlah rata-rata pertumbuhan yaitu sebesar 7,64 %. Terjadinya penurunan di tahun 2013 terjadi disebabkan oleh adanya krisis ekonomi Eropa di tahun 2008 belum sepenuhnya pulih akibat kegagalan Uni Eropa uantuk memperbaiki perbankan dan dipicu oleh besarnya utang pemerintah di negara-negara Eropa dan terjadi lagi di tahun 2013.
Dari beberapa masalah yaitu terjadinnya fluktuasi jumlah tamu mancanegara dan maka dari itu, penulis tertarik untuk mengetahui apa saja strategi pemasaran paket inbound tour yang telah dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours. Serta untuk mengetahui strategi pemasaran paket inbound tour yang dapat dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan menguraikan dan menjelaskan tentang strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours. Lokasi penelitian dilaksanakan di PT. Lotus Asia Tours yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No. 18, Jimbaran Bali.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 informan. Teknik pengumpulan data data yang digunakan oleh penulis yaitu wawancara, observasi, daftar pertanyaan, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi No Tahun Jumlah Wisatawan Pertumbuhan (%) 1. 2010 4.942 - 2. 2011 4.754 -3,80 3. 2012 6.072 27,7 4. 2013 5.575 -8,18 5. 2014 5.124 -8,08 Rata-rata 7,64
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut ini disajikan hasil dari rating, bobot, dan skor IFAS PT. Lotus Asia Tours dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2
Rating, Bobot, dan Skor IFAS PT. Lotus Asia Tours
Berikut ini disajikan hasil dari rating, bobot dan skor EFAS PT. Lotus Asia Tours dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3
Rating, Bobot, dan Skor EFAS PT. Lotus Asia Tours
Berikut ini disajikan hasil matriks IE PT. Lotus Asia Tours dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4
Matriks IE PT. Lotus Asia Tours
Berdasarkan hasil dari rating, bobot dan skor dari internal faktor dapat dijelaskan bahwa yang menjadi kekuatan dari PT. Lotus Asia Tours yang memiliki rating paling tinggi yaitu keramahan guide dalam melayani wisatawan dan seragam karyawan, guide dan drive sama-sama mendapat nilai tertinggi sebesar 3,56. Kemudian pelayanan yang cepat dan tanggap mendapatkan rating 3,54. Pengetahuan guide mengenai informasi daya tarik wisata dan paket wisata mendapat rating 3,46. Kebersihan dan kenyamanan transportasi selama melakukan tour dan kemampuan berbahasa guide dalam memberikan informasi sama-sama mendapat rating 3,42. Variasi DTW (daya tarik wisata) mendapat rating 3,26.
FAKTOR-FAKTOR BOBOT RATING SKOR KEKUATAN :
1. Keramahan guide dalam melayani wisatawan. 2. Seragam karyawan,
guide dan driver.
3. Pelayanan yang cepat dan tanggap. 4. Pengetahuan guide
mengenai informasi daya tarik wisata dan paket wisata.
5. Kebersihan dan kenyamanan transportasi selama melakukan tour. 6. Kemampuan berbahasa
guide dalam
memberikan informasi. 7. Variasi produk Daerah Tujuan Wisata (DTW) 0,10 0,08 0,11 0,14 0,11 0,14 0,13 3.56 3.56 3.54 3.46 3.42 3.42 3.26 0,35 0,28 0,38 0,48 0,37 0,47 0,42 Total Kekuatan 0,81 2,75 KELEMAHAN : 8. Kurangnya kegiatan promosi yang dilakukan. 9. Harga paket wisata. 10. Penyajian paket wisata
dalam bentuk media cetak. 0,04 0,04 0,04 2.38 2.30 2.12 0,09 0,09 0,08 Total Kelemahan 1,00 0,26 Total Internal Perusahaan 3,01
FAKTOR-FAKTOR BOBOT RATING SKOR PELUANG :
1. Supplier (hotel, restoran, daya tarik wisata) semakin beragam 2. Berkembangnya media internet 3. Adanya pameran-pameran yang dilaksanakan pemerintah 4. Kegiatan pemerintah
(APEC dan WTO) 5. Alat Komunikasi terus
berkembang 6. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat 0.08 0.07 0.14 0.12 0.05 0.11 4 4 3.8 3.8 3.6 3.4 0.40 0.56 0.38 0.30 0.43 0.37 Total Peluang 0,57 2.44 ANCAMAN :
7. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak 8. Adanya krisis ekonomi
global 9. Pertumbuhan biro perjalanan wisata 10. Berkembangnya online travel agent 0.06 0.06 0.10 0.10 2.6 2.4 2.2 1.6 0.15 0.14 0.15 0.08 Total Ancaman 0.52
Total Eksternal Perusahaan 1.00 2.96
Tinggi I GROWTH Konsentrasi melalui integrasi vertikal II GROWTH Konsentrasi melalui integrasi hoizontal III RETRENCHMENENT Turnarround 3 EFAS (2,96) Sedang IV STABILITY Hati-hati V GROWTH STABILITY VI RETRENCHMENENT Captive Company 2 Rendah 1 VII GROWTH Diversifikasi VIII GROWTH Diversifikasi IX RETRENCHMENENT Bangkrut/ likuidasi 4 IFAS(3,01) 3 2 1
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
Untuk faktor internal kelemahan pada PT. Lotus Asia Tours terdapat tiga indikator yang pertama yaitu harga paket wisata mendapat rating 2,30. Selanjutnya kurangnya promosi yang dilakukan mendapat rating 2,38. Penyajian paket wisata dalam bentuk broshur sebagai saluran distribusi (place) ini mendapat rating 2,12.
Berdasarkan hasil dari rating, bobot dan skor dari eksternal faktor dapat dijelaskan bahwa yang menjadi peluang dari PT. Lotus Asia Tours yang memiliki rating paling tinggi yaitu berkembangnya media internet dan supplier- supplier (hotel, restoran, daya tarik wisata) sama-sama mendapat rating 4. Selanjutnya adanya pameran-pameran yang dilaksanakan pemerintah dan kegiatan internasional pemerintah (APEC dan WTO) sama-sama mendapat rating 3,8. Alat komunikasi terus berkembang mendapat rating 3,6. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat mendapat rating 3,4.
Faktor eksternal yang merupakan ancaman yaitu meningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat rating 2,6. Selanjutnya adanya krisis ekonomi global mendapat rating sama yaitu sebesar 2,4. Lalu berkembangnya BPW mendapat rating 2,2. Yang terakhir yaitu berkembangnya online travel agent mendapat rating 1,6 dengan berkembangnya online travel agent juga menjadi saingan bagi perusahaan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari matrik EFE dan matrik IFE maka dapat disusun selanjutnya dalam matriks internal eksternal (IE). Matriks IE digunakan untuk menganalisis posisi perusahaan secara lebih detail dan melihat strategi apa yang tepat untuk diterapkan oleh perusahaan. Hasil dari penilaian matriks IE untuk PT. Lotus Asia Tours dapat dilihat pada diagram 3.1. Nilai total IFAS sebesar 3,01 dan EFAS sebesar 2,96 menunjukkan posisi PT. Lotus Asia Tours berada pada sel IV. Pada posisi ini strategi yang tanpa mengubah arah strategi yang telah diterapkan.
Strategi Pemasaran Paket Inbound Tour yang telah dilakukan PT. Lotus Asia Tours
1. PT. Lotus Asia Tours telah melakukan strategi promosi paket inbound tour
2. PT. Lotus Asia Tours telah membuka sistem online booking di awal 2015. 3. Mengembangkan Sumber Daya
Manusia, dengan cara melakukan adanya training terhadap sistem reservasi yang baru di tetapkan.
Strategi Pemasaran Paket Inbound Tour Yang Akan Dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours
Berdasarkan Matriks SWOT tersebut maka didapatkan 4 (empat) langkah alternatif strategi yaitu sebagai berikut :
1. Strategi SO
Strategi SO yang ditempuh oleh PT. Lotus Asia Tours yaitu :
a) Memperluas kerja sama dengan travel agent luar negri dan supplier-supplier seperti hotel, restoran, dan daya tarik wisata baru.
b) Menciptakan dan mengembangkan produk dan wisata bervariasi yang berbasis budaya dan alam sesuai dengan karakteristik wisatawan yang bersifat venturers / allocentric tourist yaitu wisatawan yang menyukai hal- hal baru menurut Plog (dalam Robinson et.all,2011). Mempertahankan kualitas pelayanan cepat dan tanggap seperti mulai dari proses booking serta pada saat tour.
c) Mempertahankan produk
transportasi yang bersih serta nyaman.
2. Strategi ST
Strategi ST yang dapat ditempuh oleh PT. Lotus Asia Tours yaitu :
a) Memperluas kerja sama dengan agent-agent luar negri dan supplier-supplier (hotel, restoran, dan daya tarik wisata).
b) Mempertahankan kualitas produk dan pelayanan yang cepat dan tanggap serta staf yang ramah. c) Mengoptimalkan online booking
yang sudah ada, agar dapat bersaing dengan online travel agent lainya seperti hotel bed dan booking.com. 3. Strategi WO
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
a) Meningkatkan kegiatan promosi paket inbound tour melalui website, atau membuat website khusus Lotus Asia Tours Bali, karena website selama ini masih menggunakan website bersama dengan cabang lotus enterprises di Malaysia, Singapore, Myanmar.
b) Mengikuti kegiatan Travel Fair dengan rutin.
c) Melakukan kerja sama dengan supplier-supplier seperti hotel, restoran, daya tarik wisata baru. 4. Strategi WT
Strategi WT ditempuh oleh PT. Lotus Asia Tours antara lain :
a) Menyajikan produk paket dengan media cetak seperti broshur dan majalah agar lebih menarik.
b) Memaksimalkan kegiatan promosi dengan rutin seperti mengikuti travel fair.
c) Mengoptimalkan online booking yang sudah ada agar dapat bersaing dengan online travel agent lainya seperti hotel bed dan booking.com
d) Harga paket wisata yang ditawarkan perlu disesuaikan dengan persepsi wisatawan dan keadaan eksternal yang ada.
e) Memperluas pangsa pasar tidak terbatas Italia, Prancis, Jerman.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pembahasan mengenai strategi pemasaran paket Inbound Tour yang telah dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours dan strategi yang dapat dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours dengan analisis IFAS dan juga analisis EFAS, matriks Internal Eksternal (IE) yang kemudian dikombinasikan dengan matriks SWOT ,maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Strategi pemasaran paket inbound tour yang sudah dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours : a. PT. Lotus Asia Tours telah melaksanakan strategi promosi paket inbound tour yang dimiliki yaitu dengan
mengikuti travel fair dan memiliki website.
b. PT. Lotus Asia Tours membuka sistem online booking, mengingat semakin banyaknya persaingan dari online travel agent.
c. Mengembangkan Sumber Daya Manusia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja dengan cara mengadakan a training terhadap sistem TechDMC kepada seluruh staf, dan mengadakan staff gathering di setiap tahun.
2. Posisi perusahaan di ukur dari matriks Internal Eksternal (IE) berada pada sel IV yang artinya strategy stability dimana
pada
posisi ini strategi yang tanpa mengubah
arah strategi yang telah diterapkan.
3. Strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh PT. Lotus Asia Tours yaitu :
a. Sesuai dengan analisis SWOT , maka dapat diketahui bahwa posisi pada PT. Lotus Asia Tours pada diagram matriks internal eksternal berada pada kuadrat IV yang menunjukan stability strategy. b.
Strategi ini didasarkan pada kegiatan
yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang ada
serta menghindari ancaman. Strategi
WT ditempuh oleh PT. Lotus Asia
Tours antara lain :
a) Menyajikan produk paket dengan broshur agar lebih menarik.
b) Memaksimalkan kegiatan promosi.
c) Mengoptimalkan online booking.
Berdasarkan kelemahan yang dimiliki oleh PT. Lotus Asia Tours maka dapat diberikan beberapa saran yang bermanfaat antara lain :
a) Harga yang ditawarkan seharusnya bersaing dengan Biro Perjalanan wisata lain yang menjadi pesaing, dan harga juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
b) Penyajian paket wisata perlu dilakukan secara menarik lewat broshur sehingga
Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015
informasi paket wisata secara tertulis dan jelas.
c) Perlu peningkatan promosi lewat media cetak seperti majalah yang diterbitkan tiap tahun yang berisi tentang informasi hotel-hotel, restoran, dan daya tarik wisata lainya, sehingga dengan adanya majalah ini diharapkan akan meningkatkan penjualan paket inbound tour di PT. Lotus Asia Tours.
DAFTAR PUSTAKA
Kotler dan Keller. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
PT.Lotus Asia Tours. 2015. Jumlah Kunjungan Wisatawan yang menggunakan paket wisata pada PT. Lotus Asia Tours. Bali : PT. Lotus Asia Tours.
Rangkuti, Freddy. 2013. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Robbinson, P, (et,all). 2011. Research Themes For Tourism. CAB International.
Yoeti. A. Oka. 2003. Tours and Travel Marketing, Jakarta : PT. Perca.
Yoeti, A Oka. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa.