• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Semirata 2013 FMIPA Unila |387

Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi

Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP

Nonong Amalita, Yenni Kurniawati

Jurusan Matematika FMIPA UNP

E-mail: [email protected]

Abstrak. Performansi merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang yang dapat menggambarkan kualitas output. Dalam hal ini performansi akademik mahasiswa adalah Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Kualitas output mahasiswa tidak terlepas dari kualitas input mahasiswa yang masuk ke dalam suatu program studi. Adapun faktor-faktor untuk mengukur kualitas input mahasiswa dari sisi akademik adalah nilai Ujian Nasional (UN), asal sekolahnya dengan status asal sekolah (negeri / swasta), jenis jalur masuk dan jenis kelamin dari mahasiswa. Untuk meningkatkan kualitas outputnya perlu diadakan evaluasi performansi akademik mahasiswa, agar dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model regresi dummy yang menggambarkan performansi akademik mahasiswa dan variable-variabel mana yang mempengaruhi performansi akademik mahasiswa jurusan matematika UNP. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan matematika angkatan 2009 yang terdiri dari 3 program studi yaitu Program Studi Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika dengan jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persamaan regresi dummy pada mahasiswa angkatan 2009 yaitu IPK = 3,95 - 0,287 X(UN Mat) - 0,922 D1(1=L) - 1,11 D3(SNM) + 0,118 D1X + 0,174 D2X + 0,183 D3X. Berarti Nilai UN Matematika berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa, walaupun nilai koefisiennya negatif, namun koefisien untuk D1X, D2X, dan D3X bernilai positif. Hal ini menandakan nilai UN Matematika bagi mahasiswa laki-laki yang berasal dari SMA negeri, dan jalur masuk melalui jalur SNMPTN memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan IPK.

Kata Kunci : Regresi Dummy, Indeks Prestasi Akademik. PENDAHULUAN

Setiap Perguruan Tinggi berusaha

meningkatkan mutu lulusannya, agar

menghasilkan lulusan yang mampu bersaing diera globalisasi sekarang ini. Salah satu indikator yang dapat dijadikan sebagai penentu dalam mutu pendidikan tinggi adalah prestasi akademik dari mahasiswa, yang merupakan salah satu parameter

keberhasilan mahasiswa yakni Indeks

Prestasi Mahasiswa (IPK).

Performansi merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang yang dapat

menggambarkan kualitas output. IPK

lulusan (output) juga dapat menggambarkan

performansi dari suatu Perguruan Tinggi, karena IPK merupakan hasil komponen pendidikan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh jenjang perkuliahan. Mahasiswa memperoleh IPK mulai dari semester satu sampai dengan dengan

semester terakhir. Kualitas output

mahasiswa tidak terlepas dari kualitas input mahasiswa yang masuk ke dalam suatu

program studi. Indikator yang dapat

mengukur kualitas input mahasiswa dari sisi akademik adalah nilai Ujian Nasional (UN), asal sekolah (negeri/swasta), jalur masuk dan jenis kelamin.

Penerimaan mahasiswa pada jurusan matematika saat ini dibagi atas 4 jenis jalur

(2)

388| Semirata 2013 FMIPA Unila

masuk, yaitu PMDK, SNMPTN dan seleksi UNP Karena peubah yang dianggap dapat mempengaruhi IPK ini memiliki 2 jenis peubah, yaitu kuantitatif dan kualitatif, maka pada penelitian ini akan dibentuk model regresi dummy untuk melihat keterkaitan antar peubah-peubah.

Dummy (Peubah boneka) merupakan cara yang sederhana untuk mengkuantifikasi peubah kualitatif dalam model regresi. Untuk peubah kualitatif yang mempunyai k kategori bisa dibangun k-1 peubah boneka. Tujuan tulisan ini adalah untuk menentukan model terbaik dari regresi dummy yang

menggambarkan factor-faktor yang

mempengaruhi Indeks Prestasi Akademik mahasiswa angkatan tahun 2009 Jurusan

Matematika FMIPA UNP . Dalam

pemahaman mengenai regresi dummy, perlu dikaji analisis regresi berganda terlebih dahulu, kemudian proses kodifikasi peubah dummy dan model regresi dummy.

Analisis Regresi Linear Berganda

Pada setiap pengamatan, yang diwakili pengamatan ke i, berlaku persamaan :

Yi = 0 + 1 X1i + 2 X2i + … + p Xpi +i (1) Sistem persamaan (1) dapat ditulis dalam bentuk matrik, dengan mendefinisikan matrik-matrik berikut:

Dan

atau dapat ditulis dalam bentuk matrik sebagai berikut :

Y = Xβ +

Berdasarkan asumsi di atas yaitu

, maka kita dapat menulis persamaan (1) dalam bentuk nilai harapan: E(Yi) =

Estimasi Parameter

Estimasi parameter dapat kita peroleh

dengan menggunakan metode kuadrat

terkecil, sehingga dapat tulis dalam bentuk matriks yaitu :

= (X‟X)-1X‟Y

Pengujian Hipotesis untuk Parameter

Regresi secara keseluruhan. Uji

keseluruahan parameter regresi sebagai berikut:

H0: β0 = β1 ….=βk = 0

H1 : minimal ada satu βj ≠ 0

Jumlah kuadrat total (JKT) merupakan penjumlahan dari jumlah kuadrat regresi (JKR) dan jumlah kuadrat kesalahan (JKG), atau dapat ditulis:

JKT = JKR + JKG Statistik uji :

F = =

H0 ditolak jika F0 > F(α , k, n-k-1)

Dengan meminimumkan jumlah kuadrat kesalahan, maka diperoleh :

JKG = 2

JKT = 2

Oleh karena itu JKR = ‟X‟Y –

Bila peubah bebas dimasukkan satu per satu secara bertahap ke dalam suatu persamaan regresi, maka dilakukan uji F sekuensial (Draper dan Smith,1982)

Pengujian Hipotesis untuk Parameter Koefisien Regresi secara Individual

Pengujian hipotesisnya adalah : H0 : βj = 0

H1 : βj ≠ 0

Statistik uji : thit =

H0 ditolak jika |thit| > t(α/2; n-k-1) Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi berganda R2

mengukur proporsi keragaman total dalam peubah tak bebas Y yang dapat dijelaskan oleh model persamaan regresi secara

bersama. Besaran koefisien regresi

ditentukan oleh formula : R2 =

(3)

Semirata 2013 FMIPA Unila |389 Analisis Regresi Dengan Peubah

Kualitatif

Ada banyak cara untuk membangun model regresi yang peubah bebasnya

mengandung peubah kualitatif, salah

satunya adalah menggunakan peubah

boneka. Misalnya jika ingin

memperkirakan nilai peubah Y yang dipengaruhi oleh satu peubah kuantitatif (X) dan satu peubah bebas kualitatif yang mempunyai dua kategori, misalnya kategori 1 dan kategori 2.

Peubah dummy digunakan sebagai upaya

untuk melihat bagaimana

klasifikasi-klasifikasi dalam sampel berpengaruh

terhadap parameter pendugaan. Peubah dummy juga mencoba membuat kuantifikasi dari peubah kualitatif.

Beberapa jenis model dummy:

1. Y = a + bX + c D1 (Model Dummy Intersep)

2. Y = a + bX + c (D1X) (Model Dummy Slope)

3. Y = a + bX + c (D1X) + d D1 (Model Dummy Intersep dan Slope)

Pemilihan Model Terbaik

Prosedur-prosedur yang dapat

digunakan dalam membentuk model

terbaik adalah: (1) semua kemungkinan regresi (all possible regression) dengan menggunakan tiga kriteria: R2, s2, dan Cp Mallow, (2) regresi himpunan bagian terbaik (best subset regression) dengan menggunakan R2, R2 (terkoreksi), dan Cp,

(3) eliminasi langkah mundur, (4) regresi bertatar (step-wise regression).

Prosedur Semua Kemungkinan

Regresi (All Possible Regression)

Pertama-tama prosedur ini menentukan

semua kemungkinan persamaan

regresi.Setiap persamaan regresi harus dievaluisi menurut kriterium tertentu, tiga kriteria yang akan dibahas adalah:

1. nilai R2 yang dicapai, Pertimbangkan

nilai R2 yang diperoleh untuk semua

kemungkinan persamaan regresi, nilai R2

yang besar menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih model terbaik.

2. nilai s2, sebagai pertimbangan adalah jumlah kuadrat sisa yang terkecil.

3. statistik Cp. Model "terbaik" ditentukan setelah memeriksa tebaran Cp. Sebagai bahan pertimbangan adalah persamaan regresi dengan nilai Cp rendah yang kira-kira sama dengan p (banyaknya parmeter dalam model termasuk βo) .

Prosedur Regresi "Himpunan Bagian Terbaik" ("Best Subset" Regression)

Tiga kriteria dapat digunakan untuk menentukan himpunan bagian "K terbaik", yaitu:

1. Nilai R2 maksimum,

2. Nilai R2 terkoreksi maksimum

R2 terkoreksi = 1- (1-R2){(n-1)/n-p)}

Statistik Cp Mallows yang rendah yang kir-kira sama dengan p.

METODE PENELITIAN

Penelitian akan dibagi menjadi 5 tahapan. Tahapan 1 melakukan pengumpulan data penelitian berupa data nilai IPK, nilai UN

mahasiswa pada jurusan matematika

angkatan 2009, jenis jalur masuk, status asal sekolah, dan jenis kelamin. Sebagai peubah

terikatnya diambil data nilai IPK

mahasiswa. Pada angkatan 2009, dari jumlah mahasiswa yang ada ditentukan ukuran sampel penelitian menggunakan metode :

(Walpole, 1995).

Berdasarkan persamaan diatas, dengan nilai g = 0,1 dan Zα/2 = 1, 96 maka diperoleh

banyak sampelnya adalah yaitu 47, 62. Namun dalam proses pengambilan data

sampel dilakukan pembulatan ukuran

sampel yaitu masing-masing 50 sampel. Setelah ukuran sampel ditentukan kemudian

(4)

390| Semirata 2013 FMIPA Unila

sampel dipilih secara acak yang dibutuhkan dalam penelitian. Tahapan ketiga adalah kodifikasi peubah kualitatif kedalam peubah dummy. Peubah bebas jenis kelamin dan status asal sekolah memiliki 2 kategori, sehingga masing-masing peubah kualitatif tersebut dapat ditransformasi kedalam satu peubah dummy.

D1 = Dan D2 =

Sedangkan peubah status jalur masuk membentuk 2 peubah dummy karena peubah tersebut terdiri dari 3 kategori. Dimana jalur masuk mahasiswa UNP dikelompokkan kedalam 3 jenis yaitu SNMPTN, PMDK, dan Seleksi UNP. Sehingga diperoleh peubah Dummy untuk jalur masuk tersebut, adalah:

D3 = Dan D4 =

Kemudian pada tahapan keempat,

melakukan pengolahan data dengan metode analisis regresi dummy. Tahapan terakhir dalam penelitian ini dalah menentukan

model dummy terbaik yang dapat

menggambarkan hubungan setiap peubah bebas terhadap peubah tak bebas (Y). Sehingga dapat diperoleh model yang dapat menggambarkan IPK mahasiswa jurusan

matematika untuk melihat performasi

jurusan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Data sampel untuk masing angkatan

2009 dianalisis menggunakan analisis

regresi dummy. Peubah bebasnya adalah nilai UN matematika (X) sebagai peubah kuantitatif. Sedangkan jenis kelamin, status

asal sekolah, dan status jalur masuk mahasiswa merupakan peubah kualitatif dan variable terikatnya adalah IPK mahasiswa yang diperoleh selama perkuliahan dalam 5 semester.

Status asal sekolah dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu Negeri dan Swasta, sehingga dapat dijadikan kedalam satu peubah dummy. Begitu juga dengan jenis kelamin, dijadikan kedalam satu peubah dummy. Sedangkan status jalur masuk yang dipilih untuk menjadi mahsiswa UNP dijadikan kedalam dua peubah dummy. Karena pada penelitian ini, jalur masuk mahasiswa jurusan matematika FMIPA UNP dibedakan kedalam 3 kategori, yaitu SNMPTN, PMDK dan Seleksi UNP. Deskripsi nilai UN dan IPK pada mahasiswa2009 dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabe1. Deskripsi nilai UN dan IPK Mahasiswa Tahun 2009

N Mean S Xmin Xmaks

Nilai UN

50 7,493 1,216 4,250 9,670

IPK 50 3,169 0,3514 2,01 3,82

Pada table 1 terlihat bahwa rata-rata nilai UN dan IPK mahasiswa adalah 7,493 dan 3,169. Selanjutnya dapat dilihat persamaan regresi dummy pada angkatan 2009 didapat digambarkan pada persamaan berikut ini:

IPK = 4,43 - 0,372 UN Mat - 0,608 D1(1=L) - 0,92 D2(1=N) - 0,675 D3(SNM) - 0,11 D4(PMDK) + 0,085 D1X + 0,300 D2X + 0,129 D3X + 0,028 D4X

Untuk persamaan regresi diatas, tidak ada koefisien regresi yang signifikan. Terlihat dari uji parsial terhadap koefisien regresi yang nilai p-valuenya diatas 0,05. Hanya parameter β0 yang signifikan dengan p-value

0,031.

Berdasarkan analisis sisaan, terlihat ada beberapa asumsi yang dilanggar. Nilai VIF

yang besar mencerminkan adanya

pelanggaran asumsi multikolinieritas.

(5)

Semirata 2013 FMIPA Unila |391

kecendrungan pelanggaran asumsi

kenormalan. Unusual observasi juga

mengindikasikan terdapat pencilan (outlier)

dan data berpengaruh (influence).

Pelanggaran asumsi dapat terjadi akibat adanya pencilan. Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan terhadap pencilan tersebut. Pencilan dapat dihilangkan dari data sehingga tidak terdapat lagi pencilan

dalam analisis regresi tersebut, agar

diperoleh hasil yang baik. Proses pemilihan model terbaik menggunakan All possible

regression, diperoleh persamaan regresi

terbaik sebagai berikut:

IPK = 3,95 - 0,287 UN Mat - 0,922 D1(1=L) - 1,11 D3(SNM) + 0,118 D1X + 0,174 D2X + 0,183 D3X

Uji parsial untuk koefisien regresi menujukkan bahwa semua peubah pada persamaan regresi diatas memiliki nilai p-value < 0,05 kecuali D1 yang menyatakan peubah dummy untuk jenis kelamin . Berdasarkan plot residual terlihat tidak terdapat pelanggaran asumsi, dan melalui uji

kenormalan sisaan menggunakan uji

kolmogorov-smirnov juga terlihat sisaan secara signifikan menyebar mengikuti sebaran normal dengan p-value > 0,15.

R2- adjusted juga menunjukkan nilai yang cukup besar yaitu 76,2 %. Hal ini menunjukkan bahwa peubah independen (Nilai UN matematika) dan 5 peubah dummy lainnya dapat menerangkan nilai IPK mahasiswa jurusan matematika FMIPA UNP angkatan 2009 sebesar 76,2%.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat

disimpulkan bahwa model regresi dummy

angkatan 2009 yang menggambarkan

factor-faktor yang mempengaruhi Indeks Prestasi Akademik mahasiswa angkatan tahun 2009 Jurusan Matematika FMIPA UNP adalah IPK = 3,95 - 0,287 UN Mat - 0,922 D1(1=L) - 1,11 D3(SNM) + 0,118 D1X + 0,174 D2X + 0,183 D3X

dengan R2 untuk masing-masing persamaan

diatas adalah 79,9 %. Faktor yang mempengaruhi IPK Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Matematika adalah: Nilai UN Matematika pada angkatan ini berpengaruh

signifikan terhadap IPK mahasiswa,

walaupun nilai koefisiennya negatif, namun koefisien untuk D1X, D2X, dan D3X bernilai positif. Hal ini menandakan nilai UN Matematika bagi mahasiswa laki-laki atau bagi mahasiswa yang berasal dari SLTA negeri, ataupun mahasiswa yang masuk UNP melalui jalur SNMPTN memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan IPK.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada Jurusan Matematika FMIPA UNP yang telah memberi dukungan berupa dana penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Draper, N. dan Smith H, (1992), Analisis

Regresi Terapan (terjemahan), Edisi

ke-2,Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

Gasperz, V. 1996. Ekonometrika Terapan I. Bandung, Transito Bandung.

Montgomery D.C. & Peck E.A, (1991),

Introduction to Linear Regression Analysis, New York:Jhon Willey &

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mahasiswa masuk ke suatu universitas ada anggapan bahwa mahasiswa yang diterima melalui jalur PMDK memiliki latar belakang dan kemampuan akademis yang lebih baik

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perbandingan kedua model tersebut untuk kasus masa studi mahasiswa di UNY menunjukkan bahwa model regresi

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model Neural Network ( NN ) dengan regresi logistik dalam memodelkan masalah klasifikasi pada kasus masa studi mahasiswa Jurusan

Untuk membandingkan dua model regresi dimana model yang satu dapat diperoleh dari yang lainnya, misalnya yang satu diperoleh dengan menambah atau mengeluarkan sebuah

Jika model regresi Poisson tidak fit dengan data cacahan dan ragam peubah respon melebihi rata-ratanya yang sering disebut sebagai overdispersi (hal ini dapat