PENGARUH TAHAPAN PROSES ESTERIFIKASI, TRANSESTERIFIKASI DAN NETRALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK BIODIESEL DARI BIJI KESAMBI (Schleichera oleosa L.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Mendapatkan konsentrasi metanol, waktu reaksi dan konsentrasi katalis heterogen (zeolit) yang optimal pada metil ester hasil proses esterifikasi minyak jarak pagar terhadap
Penyusunan naskah tugas akhir yang berjudul “ Prarancangan Pabrik Biodiesel dari Minyak Biji Nyamplung dengan Proses Esterifikasi- Transesterifikasi kapasitas 15.000
Minyak biji karet dapat di gunakan sebagai pengganti bahan bakar alternatif yaitu biodiesel dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi, yaitu reaksi asam lemak bebas
Kondisi optimal reaksi esterifikasi PFAD dengan metanol dan katalis zeolit zirkonia tersulfatasi adalah perbandingan pereaksi 1:10, konsentrasi katalis 3% dan suhu
(esterifikasi) kemudian tahapan kedua yang dilakukan untuk mendapatkan methil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi)
(esterifikasi) kemudian tahapan kedua yang dilakukan untuk mendapatkan methil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi)
Dari hasil analisis permukaan respon tahap esterifikasi minyak jarak pagar diketahui bahwa proses optimal terjadi pada konsentrasi metanol 13,32 % b/b, waktu reaksi 132
Perolehan biodiesel yang maksimal dapat diperoleh pada perbandingan mol minyak biji kapas terhadap metanol sebesar 1:16 dengan konsentrasi katalis 1,25%1. Karakteristik