RINGKASAN EKSEKUTIF
Program Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM KP dengan sasaran para pelaku utama dan pelaku usaha serta aparatur. Pelaksanaan program dilakukan melalui upaya peningkatan kualifikasi pendidikan dan pengetahuan para pelaku utama dan keluarganya serta para aparatur KP, peningkatan kinerja aparatur dan masyarakat melalui pendidikan KP, peningkatan produktivitas para pelaku utama dan pelaku usaha serta hasil produksi kelautan dan perikanan, dan peningkatan kualitas manajemen penyelenggaraan pengembangan SDM KP.
Pengukuran capaian kinerja SUPM Pontianak tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja SUPM Pontianak di tingkat level 3 tahun 2016 sebesar 102.61%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai berikut:
1. Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dengan bobot 25%, capaian kinerja 25%;
2. Perspektif Masyarakat KP (Costumer) dengan bobot 25%, capaian kinerja 25%; 3. Perspektif Internal (Internal Process) dengan bobot 25%, capaian kinerja 26.36%;
dan
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth) dengan bobot 25%, capaian kinerja 26.25%.
Gambar 1. Hasil capaian Kinerja SUPM Pontianak pada tampilan web: kinerjaku.kkp.go.id
Program penyelenggaraan pendidikan KP SUPM Pontianak telah terlaksana dengan baik dan menghasilkan tingkat capaian sasaran sebesar 102.61%, Pencapaian program SUPM Pontianak dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan satker. Lebih mengoptimasi pencapaian program Pendidikan KP, SUPM Pontianak kedepan beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian untuk menjadi bahan pertimbangan perencanaan serta pelaksanaan kedepan seperti :
1. Belum optimalnya hubungan kelembagaan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) serta asosiasi.;
2. Belum adanya dukungan inisiatif strategis dan penganggaran untuk beberapa IKU yang memang merupakan kegiatan baru yaitu Pemberdayaan Masyarakat KP ;
3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi masih berdasarkan sample yang sangat terbatas, sehingga hasil yang diperoleh berpotensi belum dapat mewakili keseluruhan hasil monitoring atau belum memenuhi unsur validitas dan realibilitas.;
4. Pengumpulan data dukung secara administrasi masih kurang teratur
Secara umum kinerja SUPM Pontianak tahun 2016 telah dilaksanakan dan capaian kinerja yang dihasil tercapai secara optimal. Namun demikian secara teknis masih tetap perlu dilakukan optimasi pelaksanaan kegiatan seperti :
1. Perlu ditingkatkan kerjasama hubungan kelembagaan dunia usaha dan dunia industri (DuDi) sehingga jumlah lulusan SUPM Pontianak dapat terserap secara optimal mencerminkan kontribusi langsung terhadap sasaran strategis sesuai dengan visi, misi, tugas, dan fungsi.
2. Perlu adanya inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak target RPJMN dan pada tahun yang akan datang.
3. Optimalisasi kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mendapatkan hasil yang dapat menggambarkan keberhasilan seluruh program dan kegiatan
4. Agar diberlakukan ketegasan terkait data dukung, dalam hal ini unit kerja yang belum menyertai data dukung maka capaiannya dianggap tidak ada
LAPORAN KINERJA
SUPM PONTIANAK 2016
KATA PENGANTAR
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) SUPM Pontianak Tahun 2016 disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan kinerja organisasi. Penyusunan LAKIP SUPM Pontianak mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja. Sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan secara umum dan khususnya Pusat Pendidikan KP telah menerapkan metode Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat ukur manajemen kinerja. Kinerja Pusat Pendidikan KP diukur atas dasar penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran strategis (SS) sebagaimana telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja (PK) SUPM Pontianak Tahun 2016. Penetapan Kinerja (PK) SUPM Pontianak Tahun 2016 terdiri atas 10 Sasaran Strategis (SS) dan 15 Indikator Kinerja Utama (IKU).
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) SUPM Pontianak menginformasikan capaian kinerja, masalah dan solusi yang dilakukan dalam mewujudkan tugas dan tanggungjawab yang diemban/dilaksanakan di Tahun 2016 khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sangat disadari bahwa laporan ini belum secara sempurna menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil program atau kegiatan yang telah dilakukan oleh BPSDMKP.
Dengan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak atas tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus sebagai bahan
LAPORAN KINERJA
SUPM PONTIANAK 2016 masukan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah kepada yang berkepentingan.
Pontianak, Januari 2017 Kepala SUPM Pontianak
MUSTAFA, S.P, MS.i
NIP.196705051988031002
Lembar Pengesahan No Nama Pejabat Paraf
1. Kabid Program 2. Kasubbid Monev 3. Kasubbag TU
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak merupakan salah satu komponen dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) yang memberikan informasi mengenai kinerja yang telah dicapai diperhitungkan atas dasar rencana kinerja yang telah disusun sebelumnya. Laporan Kinerja ini merupakan wujud pertanggungjawaban terhadap keberhasilan tingkat kinerja yang dicapai SUPM Pontianak serta sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja SUPM Pontianak guna memperbaiki kinerjanya di masa mendatang.
Dasar pelaksanaan kegiatan SUPM Pontianak tahun 2016, mengacu kepada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang terdiri dari kebijakan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015-2019, Indikator Kinerja Utama tahun 2016, Rencana Stratejik (Renstra) SUPM Pontianak 2015-2019, Rencana Kerja Tahunan (RKT) SUPM Pontianak tahun 2016, Penetapan Kinerja (PK) Kepala SUPM Pontianak, berbagai Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis yang dikeluarkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) SUPM Pontianak dan PPK lingkup SUPM Pontianak.
B. Tujuan
Penyusunan Laporan Kinerja SUPM Pontianak memenuhi beberapa tujuan, yaitu: 1. Sebagai alat penilai kinerja secara kuantitatif, sebagai wujud akuntabilitas
pelaksanaan tugas dan fungsi SUPM Pontianak menuju terwujudnya good governance, dan sebagai wujud transparansi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat di satu sisi, dan di sisi lain;
2. Sebagai alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja setiap unit organisasi di lingkungan SUPM Pontianak.
3. Sebagai umpan balik (Feedback) untuk perbaikan kinerja di tahun berikutnya.
C. Tugas dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor PER.46/MEN/2011 diubah menjadi Nomor PER.20/MEN/2012, tentang Organisasi dan Tatakerja, SUPM Pontianak berada di bawah dan bertanggung jawab kepada (BPSDMKP).
SUPM Negeri Pontianak mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas dimaksud SUPM Negeri Pontianak menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pendidikan, di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
b. pelaksanaan pendidikan, di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
d. pelaksanaan administrasi SUPM Pontianak.
Dalam melaksanakan fungsi tersebut SUPM Pontianak didukung oleh Ka.Sub.Bag.Tata Usaha dan Wakil Kepala Sekolah sebagai berikut;
a) Ka.Sub.Bagian Tata Usaha sebagai pejabat eselon IV mempunyai tugas melaksanakan penyerasian program dan anggaran, kerja sama, serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan SUPM Pontianak.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Ka.Sub.Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan penyerasian dan penyusunan rencana, program, anggaran, kegiatan, dan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan;
b. Pelaksanaan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan, dan pengelolaan urusan kepegawaian;
c. pelaksanaan perbendaharaan, administrasi keuangan, dan barang kekayaan milik negara, serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga SUPM Pontianak; dan
d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi, pelaporan SUPM Pontianak. Ka.Sub.Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas nya didukung oleh:
a. Kepala Urusan Keuangan; b. Kepala Urusan Kepegawaian;
c. Kepala Urusan Perlengkapan / SIMAK-BMN; d. Kepala Urusan Umum;
b) Wakil Kepala Sekolah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala SUPM Pontianak.
Wakil Kepala Sekolah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan bahan pendidikan, serta melaksanakan penyusunan pedoman, standar, bimbingan, monitoring, dan evaluasi tata penyelenggaraan, kebutuhan pendidikan, pengembangan dan pembinaan kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan pendidikan, dan tenaga pendidik di bidang kelautan dan perikanan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Wakil Kepala Sekolah menyelenggarakan fungsi:
a. pengkajian dan penyiapan perumusan bahan pendidikan di bidang kelautan dan perikanan;
b. pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di bidang kelautan dan perikanan; c. pelaksanaan penyusunan pedoman, standar, dan bimbingan tata
penyelenggaraan pendidikan serta pengembangan penyusunan kebutuhan pendidikan di bidang kelautan dan perikanan;
d. penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan di bidang kelautan dan perikanan;
e. pelaksanaan pengembangan dan pembinaan tenaga pendidik, peserta didik, dan alumni pendidikan berstandar internasional di bidang kelautan dan perikanan; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan di bidang
kelautan dan perikanan; dan
Dalam melaksanan tugas tersebut, Wakil Kepala Sekolah didukung oleh Bidang-bidang seperti dibawah ini:
a. Wakil Kepala Urusan Pengajaran; b. Wakil Kepala Urusan Kesiswaan;
c. Wakil Kepala Urusan Sarana Pendidikan; d. Wakil Kepala Urusan HUMAS; dan
e. Kelompok Jabatan Fungsional.
Gambar 1. Struktur Organisasi SUPM Pontianak
D. Keragaan SDM BPSDMP KP
SUPM Negeri Pontianak didukung SDM yang hingga Desember 2016 tercatat sebanyak 63 orang. SDM yang bekerja di lingkup SUPM Pontianak dengan status pegawai struktural dan fungsional seperti tersaji pada tabel berikut ini :
Tabel 1. Distribusi Pegawai SUPM Pontianak TA. 2016
No. Uraian Jabatan Jumlah
1 Guru Fungsional (Sudah Sertifikasi) 17
2 Guru Fungsional (Belum Sertifikasi) 10
3 Calon Guru 4
4 Pustakawan
-5 Struktural 1
6 Tenaga Administrasi 11
-8 ABK 4
9 Tenaga Teknis 10
10 Fungsional Prakom 2
11 Satpam 1
T O T A L 61
Sumber Data : Sub Bagian Tata Usaha Kepegawaian SUPM Pontianak (Desember Tahun 2016)
E. Sistematika Laporan Kinerja
Dasar haluan yang digunakan dalam menyusun Laporan Kinerja SUPM Pontianak : 1. Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang
Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;
2. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Keputusan Kepala LAN Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan PeLaporan Kinerja Instansi Pemerintah; dan
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akutabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah SUPM Pontianak merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi SUPM Pontianak Tahun 2016. Laporan Kinerja SUPM Pontianak Tahun 2016 adalah Laporan Kinerja tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Adapun sistematika penyajian laporan sebagai berikut:
1. Ringkasan Eksekutif, pada bagian ini berisi ringkasan dari laporan ini, antara
lain berisi uraian singkat tentang tujuan, sasaran, capain kinerja dan kendala selama tahun 2016
2. Bab I Pendahuluan, pada bab ini berisi hal-hal umum tentang SUPM Pontianak
seperti tugas dan fungsi, struktur organisasi, serta keragaan pegawai di SUPM Pontianak
3. Bab II Perencanaan dan Penetapan Kinerja, pada bab ini uraian singkat tentang
Rencana Strategis BPSDMPKP 2014-2019, Rencana Kerja Tahunan, dan Penetapan kinerja SUPM Pontianak Tahun 2016 serta Pengukuran Kinerja.
4. Bab III Capaian Kinerja Program Prioritas, Pada bab ini disajikan informasi
tentang perkembangan kinerja setiap program prioritas, SUPM Pontianak yang bertanggungjawab atau mendukung program ini, kendala yang dihadapi serta informasi lain yang dibutuhkan
5. Bab IV Capaian Kinerja SUPM Pontianak, bab ini dijelaskan hasil capaian
kinerja dari indikator-indikator kinerja yang telah diuraikan pada bab sebelumnya disertai beberapa capaian indikator kinerja lainnya
6. Bab IV Penutup, bab ini berisi uraian singkat terkait Kesimpulan, Pemasalahan
BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA A. Rencana Strategis
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai salah satu kementerian bidang ekonomi, pada hakekatnya tercermin dari seluruh kebijakannya yang diarahkan dalam kerangka pembangunan ekonomi. Komponen utama ekonomi kelautan dan perikanan menyangkut dengan persoalan produksi dan pendapatan, yang harus dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Kondisi ini relevan dengan visi dan misi KKP.
Visi SUPM Pontianak adalah MENGHASILKAN LULUSAN INOVATIF, & KOMPETEN. Visi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Misi SUPM Pontianak, sebagai berikut: 1. MENGHASILKAN SDM KP TK. MENENGAH, YANG PROFESIONAL & BERDAYA SAING TINGGI 2. MELAKSANAKAN SISTEM PENDIDIKAN KP YANG INOVATIF, EFEKTIF & EFESIEN
3. MELAKSANAKAN & MENGEMBANGKAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN KP
Pelaksanaan Visi dan Misi SUPM Pontianak bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM dengan sasaran utama para pelaku dan pelaku usaha, melalui upaya : a. Meningkatkan kualifikasi Pendidikan dan pengetahuan para pelaku utama dan
keluarganya serta pelaku usaha;
b. Meningkatkan kinerja pendidik melalui Pelatihan Kelautan dan Perikanan;
c. Meningkatkan produktivitas para peserta didik sebagai pelaku utama dan pelaku usaha dalam menghasilkan produksi dibidang kelautan dan perikanan;
d. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan SUPM Pontianak. Dalam upaya mengoptimalkan peran SUPM Pontianak dalam pembangunan nasional sebagaimana diuraikan diatas, diperlukan dukungan sumberdaya manusia di bidang kelautan dan perikanan (SDM-KP) yang kompeten, berkarakter kuat serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Dalam grand strategy pembangunan KKP dalam RPJMN III Tahun 2015 – 2019 disebutkan “Penguatan SDM Kompeten secara terintegrasi” disamping kebijakan lainnya. Dalam kaitan ini, SUPM Pontianak mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, melalui kegiatan pendidikan, Praktek Teaching Factory (TEFA), Praktek Laut, Kewirausahaan, dan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik di bidang kelautan dan perikanan.
1. Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran lebih lanjut dari Visi dan Misi KKP dalam rangka mencapai sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan 2015 – 2019. Dengan demikian tujuan pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan adalah : a. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat KP melalui peningkatan
kompetensi SDM KP dan perluasan akses pendidikan, dengan indikator tujuan meliputi:
1) Tersedianya satuan pendidikan vokasi KP yang terstandar;
2) Terselenggaranya sistem pendidikan berbasis kompetensi dengan pendekatan teaching factory;
3) Tersedianya fasilitas sarpras bidang kelautan dan perikanan; 4) Terselenggaranya pendidikan sekolah lapang KP; dan
5) Terserapnya lulusan satuan pendidikan KP di dunia usaha dan dunia industri.
b. Meningkatkan kompetensi peserta didik yang mampu meningkatkan produksi dan produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk KP secara optimal, dengan indikator tujuan meliputi:
1) Tersedianya peserta didik/lulusan berbasis kompetensi sesuai dengan standar;
2) Terselenggaranya pendidikan berbasis kompetensi;
3) Terjadinya peningkatan kompetensi peserta didik/lulusan.
c. Mewujudkan pelaku utama yang mandiri, kompeten, sadar dan peduli terhadap keberlanjutan sumberdaya KP serta memiliki wawasan bahari; dengan indikator tujuan meliputi:
1) Terjadinya peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok pelaku utama; 2) Terjadinya peningkatan jumlah lulusan perikanan yang kompeten dan
berdaya saing.
d. Mewujudkan terselenggaranya tata kelola dan kerjasama dalam pengembangan SDM KP yang efektif dan efisien. Dengan Indikator tujuan adalah:
1) Terselenggaranya dukungan administrasi dan teknis pengembangan SDM KP;
2) Terselenggaranya kerjasama pengembangan SDM KP dengan instansi/lembaga dalam dan luar negeri
2. Sasaran
Sasaran strategis SUPM Pontianak 2015 - 2019 merupakan penjabaran Visi dan Misi pembangunan kelautan dan perikanan. Sasaran ditetapkan melalui tahapan-tahapan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dan arah kebijakan yang tersusun kedalam 4 (empat) perspektif yakni:
STAKEHOLDER PERSPECTIVE
1) Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP CUSTOMER PERSPECTIVE
2) Terwujudnya kompetensi SDM KP yang mendukung peningkatan produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
3) Tersedianya kebijakan pembangunan yang efektif bidang pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP
4) Terselenggaranya pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat KP sesuai kebutuhan
5) Terselenggaranya pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP yang mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan
6) Terselenggaranya pengendalian dan monitoring pelaksanaan program PSDMP KP
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
7) Terwujudnya aparatur sipil negara SUPM Negeri Pontianak yang kompeten, profesional dan berkepribadian
8) Tersedianya manajemen pengetahuan SUPM Negeri Pontianak yang handal dan mudah diakses
9) Terwujudnya birokrasi SUPM Negeri Pontianak yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
Secara terinci, SUPM Pontianak memiliki 10 (sepuluh) sasaran strategis yang dijabarkan dalam 15 (lima belas) Indikator Kinerja Utama SUPM Negeri Pontianak beserta target yang akan dicapai tahun 2016.
3. Potensi dan Permasalahan a. Potensi :
SUPM Pontianak memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target kinerja pembangunan kelautan dan perikanan. Peran strategis tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk mendorong dan mempercepat peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan.
Kegiatan Pendidikan dilaksanakan melalui proses belajar dengan pendekatan teaching factory yang menerapkan 60 – 70% praktek dan 30 – 40% teori. Saat ini SUPM Pontianak memiliki 4 (empat) TEFA yaitu, TEFA SUPM (Budidaya Perikanan Air Tawar), TEFA Purun (Budidaya Perikanan Air Payau), TEFA Anjongan (Budidaya Perikanan Air Tawar) dan TEFA Pengolahan Hasil Perikanan. Tenaga Pendidik dan Kependidikan SUPM Pontianak berjumlah 61 orang, terdiri dari 31 orang tenaga pendidik (17 orang sudah sertifikasi, 10 orang yang belum sertifikasi dan 4 orang calon guru) serta Tenaga Kependidikan 30 orang (1 orang struktural, 2 orang tenaga fungsional prakom, 1 orang fungsional instruktur, 11 orang tenaga administrasi, 4 orang ABK, 10 Tenaga Teknis, dan 1 orang satpam). SUPM Pontianak menerima peserta didik dari anak pelaku utama sebanyak 96 orang sebesar 44 % dari total penerimaan peserta didik setiap tahunnya. Jumlah peserta didik tahun 2016 berjumlah 439 orang, menghasilkan jumlah lulusan tahun 2016 sebanyak 137 orang dengan penyerapan di Dunia Usaha (DU) dan Dunia Industri (DI) sebanyak 82 orang, wirausaha sebanyak 35 orang dan melanjutkan pendidikan sebanyak 20 orang.
b. Permasalahan :
Dalam melakukan program pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat KP, juga menghadapi beragam permasalahan sekaligus tantangan yang harus dihadapi, guna mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh KKP secara keseluruhan, dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) aspek, yaitu: 1) Aspek Pemberdayaan Pelaku Utama
Aspek pemberdayaan pelaku utama kegiatan kelautan dan perikanan, antara lain:
a) Rendahnya jumlah masyarakat KP yang kompeten dan belum meratanya kompetensi yang dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat KP disetiap wilayahnya;
b) Belum sesuainya karakter dan kompetensi masyarakat dengan kebutuhan program pembangunan yang diprogramkan KKP dan program prioritas lainnya;
c) Rendahnya keterlibatan pelaku utama dan pelaku usaha pada program pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat KP;
d) Belum teridentifikasinya data dan kondisi masyarakat pelaku utama dan usaha;
e) Pemetaan kebutuhan SDM KP dalam rangka pengelolaan sumber daya KP yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
2) Aspek Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan
Aspek peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan antara lain:
a) Belum memadainya standar nasional penyelenggaraan pendidikan untuk mendukung program prioritas nasional, kebijakan nasional (Nawacita) dan program prioritas KKP.
b) Belum memadainya kualitas dan kuantitas SDM (pendidik, dan kependidikan).
c) Terbatasnya standar kompetensi. 3) Aspek Pendukung Sapras
Aspek pendukung sapras, antara lain
a) Sapras yang dimiliki masih belum memadai.
b) Sapras yang dimiliki masih belum optimal digunakan.
c) Pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesibilitas terhadap infrastruktur dan informasi masih terbatas.
4) Aspek kelembagaan
Aspek kelembagaan, antara lain
1) Kurangnya tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikasi guru masih minim yaitu sebanyak 17 orang.
3) Belum terupdatenya Akreditasi program keahlian SUPM Pontianak oleh Badan Akreditasi.
4) Belum memiliki ISO 9001 untuk BST
5) Aspek penyerapan di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan Aspek penyerpan di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) 1) Kurangnya serapan lulusan yang bekerja di DU/DI
2) Kurangnya informasi mengenai dunia kerja di bidang perikanan 3) Kurangnya mitra kerja dibidang kelautan dan perikanan
4) Kurangnya serapan lulusan yang berwirausaha dibidang perikanan kerena terkendala dengan modal
4. Strategi Pelaksanaan Program Pendidikan SUPM Pontianak
Strategi pelaksanaan program pendidikan SUPM Pontianak dibagi dalam 4 (empat) strategi, yaitu :
a. Tersediannya tenaga terdidik yang kompeten untuk mendukung peningkatan peran di sector kelautan dan perikanan terhadapat pertumbuhan ekonomi nasional;
b. Meningkatnya kinerja para pendidik yang mandiri untuk mendukung peningkatan di sector kelautan dan perikanan;
c. Meningkatkannya ketersediaan hasil kelautan dan perikanan dengan kelompok-kelompok pelaku utama yang mandiri;
d. Tercapainya kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan dan anggaran dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
.
B. Penetapan Kinerja (PK) SUPM Pontianak
Dalam upaya untuk menjamin tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi. Berdasarkan, visi dan misi tersebut selanjutnya dirumuskan sasaran strategis SUPM Pontianak.
Sasaran Strategis (SS/KK) SUPM Pontianak tahun 2016 telah ditetapkan dan dikelompokan sebagaimana tertuang dalam Peta Strategi PUSDIK KP. Pada tahun 2016 ini terjadi beberapa kali pergantian penetapan kinerja dimana pada awal tahun
IKU SUPM Pontianak Level 3 mengalami perubahan pada target. Pada Tahun 2016, Sasaran-sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Penetapan Kinerja SUPM Pontianak Tahun 2016 berdasarkan Balanced Score Card (BSC) Level 3 (Kepala)
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET
STAKEHOLDER PERSPECTIVE Semula Menjadi
1 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP
1 Jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)
112 82
COSTUMER PERSPECTIVE
2 Terwujudnya kompetensi SDM KP yang mendukung peningkatan produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP
2 Jumlah Pulau-pulau kecil yang Mandiri yang didukung kegiatan pendidikan KP (Pulau)
2 1
3 Jumlah lulusan SUPM Negeri Pontianak yang bersertifikat kompetensi (Orang)
118 137
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE 3 Terselenggaranya pendidikan dan
pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat KP sesuai kebutuhan
4 Prosentase anak pelaku utama yang diterima sebagai peserta didik (%)
44 44
4 Terselenggaranya pengembangan SDM dan Pemberdayaan
Masyarakat KP yang mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan
berkelanjutan
5 Jumlah peserta didik pada SUPM Negeri Pontianak yang kompeten (orang)
420 420
6 Jumlah warga belajar yang mendapatkan pendidikan KP (orang)
50 25
5 Terselenggaranya pengendalian dan monitoring pelaksanaan program PSDMP KP
7 Deviasi ketepatan/kesesuaian sasaran program pengembangan SDM kelautan dan perikanan melalui kegiatan pendidikan kelautan dan perikanan (%)
15 15
LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE 6 Terwujudnya aparatur sipil negara
SUPM Negeri Pontianak yang kompeten, profesional dan berkepribadian
8 Indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak
77 77
7 Tersedianya manajemen pengetahuan SUPM Negeri Pontianak yang handal dan mudah diakses
9 Persentase unit kerja Indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
50 50
8 Terwujudnya birokrasi SUPM Negeri Pontianak yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
10 Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi pada SUPM Negeri Pontianak
85 85
9 Terkelolanya anggaran
pembangunan secara efisien dan Akuntabel
11 Nilai kinerja anggaran pada Indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak (%)
12 Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup BPSDMP KP (%)
100 100
Tabel 3. Penetapan Kinerja SUPM Pontianak Tahun 2015 berdasarkan Balanced Score Card (BSC) Level 4 (Ka.Sub.Bag.TU)
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET
INTERNAL PROCESS PERSPEKTIVE 1 Terselenggaranya pendidikan dan
pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat KP sesuai kebutuhan
1 Jumlah satuan pendidikan KP yang sesuai standar (Unit)
44
2 Terselenggaranya pengembangan SDM dan Pemberdayaan
Masyarakat KP yang mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan
berkelanjutan
2 Jumlah peserta didik pada SUPM Negeri Pontianak yang kompeten (orang)
420
3 Terselenggaranya pengendalian dan monitoring pelaksanaan program PSDMP KP
3 Deviasi ketepatan/kesesuaian sasaran program pengembangan SDM kelautan dan perikanan melalui kegiatan
pendidikan kelautan dan perikanan (%)
15
LEARNING AND GROWTH PERSPEKTIVE 4 Terwujudnya aparatur sipil negara
SUPM Negeri Pontianak yang kompeten, profesional dan berkepribadian
4 Indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak
77
5 Tersedianya manajemen pengetahuan SUPM Negeri Pontianak yang handal dan mudah diakses
5 Persentase unit kerja indeks
kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
50
6 Terwujudnya birokrasi SUPM Negeri Pontianak yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
6 Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi pada SUPM Negeri Pontianak
85
7 Terkelolanya anggaran
pembangunan secara efisien dan Akuntabel
7 Nilai kinerja anggaran pada indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pontianak (%)
83
8 Persentase Kepatuhan terhadap SAP pada SUPM Negeri Pontianak (%)
Gambar 2. Peta Strategi (Strategy Map) SUPM Pontianak (level 3)
C. Pengukuran Kinerja 1. Rumus Pengukuran
Pengukuran capaian kinerja SUPM Pontianak Tahun 2016, dilakukan dengan membandingkan antara target (rencana) dengan realisasi pada masing-masing indikator kinerja. Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengacu kepada Manual IKU pada masing-masing Indikator yang ada dalam dokumen Balanced Scores Card (BSC).
2. Metode Pengukuran Kinerja
Metode pengukuran kinerja lingkup SUPM Pontianak dilakukan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali (triwulanan), yaitu pada bulan Maret (B03), Juni (B06), September (B09) dan Desember (B12). Selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pengukuran telah ditugaskan kepada Tim SAKIP dan Laporan Kinerja lingkup SUPM Pontianak yang ditetapkan melalui ditetapkan Surat Keputusan Kepala SUPM Pontianak Nomor: 001/SUPM/TU.210/I/2016 tentang tentang Pembentukan Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah SUPM Pontianak. Keanggotaan Tim SAKIP dan Laporan Kinerja terdiri dari pejabat dan staf lingkup SUPM Pontianak. Dalam pelaksanaannya, capaian kinerja triwulanan dipantau oleh Tim SAKIP dan Laporan Kinerja yang menjadi penanggung jawab kegiatan, selanjutnya penanggung jawab kegiatan melaporkannya kepada Kepala SUPM Pontianak. Berdasarkan laporan penanggung jawab kegiatan, Kepala SUPM Pontianak merangkum seluruh hasil yang dicapai dan melakukan evaluasi untuk mengendalikan pencapaian pelaksanaan program/kegiatan secara keseluruhan.
BAB III
CAPAIAN KINERJA PROGRAM PRIORITAS Capaian Kinerja Kegiatan Prioritas SUPM Pontianak Tahun 2016
SUPM Pontianak pada tahun 2016 memiliki beberapa kegiatan prioritas dengan capaian kinerja atas kegiatan prioritas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3.1 Capaian Kinerja Kegiatan Prioritas SUPM Pontianak Tahun 2016
No Uraian Kegiatan Volume Capaian
Quickwins 1
2 3
Pembangunan Tambak Purun Pengadaan Alsin Tambak Purun Pengadaan Alsin Pendidikan
1 Lokasi 1 Paket 1 Paket 1 Lokasi 1 Paket 1 Paket Program Lanjutan
1 Praktek Laut 90 hari 90 Hari 9 Trip
2 Sertifikasi Peserta Didik 7 Sertifikat 302 orang
3 Biaya Pendidikan bagi pelaku utama
Perikanan
70 Orang 44%
4 Kewirausahaan bagi peserta didik 4 Prog 4 Prog
5 Akreditasi Satuan Pendidikan KP 1 Paket 4 Prog
Kegiatan Strategis
1 Sekolah Lapang 2 Lokasi 50 Orang
Dilihat dari tabel 3.1 capaian kinerja prioritas SUPM Pontianak tahun 2016, SUPM Pontianak merupakan UPT Daerah yang menyumbangkan tercapainya kinerja prioritas lingkup BPSDM KP, yaitu dalam kegiatan :
1. Peningkatan Kapasitas peserta didik
1. Peningkatan Kapasitas Peserta Didik
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2015-2019 memiliki kebijakan memperkuat peran SDM kelautan dan perikanan sebagai agent of
change dalam mengembangkan usaha di bidang kelautan dan perikanan. Hal tersebut ditujukan agar SDM KP memiliki dedikasi dan kompetensi tinggi sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat menjadi semakin lebih sejahtera. Terutama menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016, dimana masyarakat akan dihadapkan pada persaingan global dan dituntut untuk memiliki daya saing dan nilai tambah.
Melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah akan menjadi kunci keberhasilan memenangi persaingan tersebut. Dalam hal ini peningkatan kapasitas SDM KP untuk memberdayakan masyarakat sangat dibutuhkan dan perlu terus ditingkatkan. Selain itu pemerintah juga akan terus berupaya meneguhkan komitmen untuk membangun sumber daya manusia yang handal dalam mengelola kelautan dan perikanan melalui kegiatan pendidikan.
Dalam rangka menyediakan SDM KP yang tangguh dan kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja telah dikembangkan model pendidikan kelautan dan perikanan berbasis vokasi dengan pendekatan teaching factory baik pada pendidikan tinggi maupun pendidikan menengah, serta peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik melalui kegiatan peserta didik dan Lulusan Pendidikan. Kegiatan peserta didik dan lulusan pendidikan tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Pengalokasian Peserta Didik dan Lulusan Pendidikan Tahun 2016
NO LOKASI ANGGARAN (Rp) KEGIATAN
1. SUPM N Pontianak 9.794.401.000 420 orang peserta didik, operasional dan pengembangan
sarana dan prasarana Anggaran yang dialokasikan digunakan untuk operasional penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dan pendidikan aparatur dalam rangka peningkatan kapasitas peserta didik.
Capaian kegiatan peningkatan kapasitas peserta didik sampai dengan bulan Desember 2016 :
Tabel 3.3 Capaian Peningkatan Kapasitas Peserta Didik Tahun 2016
NO LOKASI JUMLAH
1. SUPM N Pontianak 240 orang
Tabel 3.4 Capaian Alokasi Anggaran Operasional Penyelenggaraan Pendidikan SUPM Pontianak Tahun 2016
NO URAIAN
KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI %
1. Ops. & Pem.
Perkantoran 2.196.800,00 2.176.000,00 99.95
Jenis kegiatan Operasional Penyelenggaran Pendidikan skala prioritas BPSDM KP di SUPM Pontianak yaitu belanja bahan makan siswa/i sebanyak 15 orang selama 315 hari.
Tabel 3.5 Capaian Alokasi Anggaran Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan SUPM Pontianak Tahun 2015
NO URAIAN
KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI %
1. Pengadaan Alsin
Tambak Purun 2.017.590.000 2.017.220.000 99.90 2. Pengadaan Alsin
Pendidikan 452.280.000 452.275.000 99.90
TOTAL 2.469.870.000 2.469.495.000 99.90
Jenis kegiatan pengembangan sarana prasarana pendidikan skala prioritas BPSDM KP di SUPM Pontianak adalah :
1. Pengembangan / Pembangunan Tambak Purun 2. Pengadaan Alsin Pendidikan
BAB IV
CAPAIAN KINERJA SUPM PONTIANAK A. Prestasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2016
Pengukuran capaian kinerja SUPM Pontianak tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja SUPM Pontianak di tingkat korporat tahun 2016 sebesar 101.60%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai berikut:
B. Evaluasi dan Analisis Kinerja
Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi SUPM Pontianak. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran-sasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi SUPM Pontianak yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2016 dapat tercapai.
1. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder
Perspective)
Tabel 4.1. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective)
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET
STAKEHOLDER PERSPECTIVE Semula Menjadi
1 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP
1 Jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)
112 82
Sasaran Strategis 1
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat KP
Dengan fokus kesejahteraan masyarakat dengan didukung oleh pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan maka sasaran strategis tersebut menjadi tujuan utama pencapaian Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan didukung oleh 2 indikator kinerja utama atas sasaran strategis tersebut. SUPM Pontianak sebagai bagian dari pembangunan
kelautan dan perikanan melalui pengembangan SDMP KP bertanggung jawab sesuai tugas dan fungsi atas pencapaian sasaran strategis tersebut dengan dukungan alokasi anggaran pada setiap IKU sasaran strategis tersebut melalui SUPM Pontianak dengan kegiatan pendidikan kelautan dan perikanan. Pada Sasaran Strategis ini didukung oleh beberapa indikator sebagai berikut
a. Indikator Kinerja Utama 1
Nilai indeks kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Nilai indeks kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.2 Capaian Indikator Kinerja Utama 1 Tahun 2016
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET
STAKEHOLDER PERSPECTIVE Semula Menjadi
1 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP
1 Jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)
112 82
Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai indeks kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan merupakan "Adopsi Langsung" KKP. indikator jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang dididik, dilatih dan disuluh meningkat penghasilannya telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan target 19.915 orang dengan capaian sebesar 22.964 Orang. Hal ini diperoleh dari data jumlah lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan, Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang dilatih yang meningkat penghasilannya dan Jumlah pelaku utama dan usaha yang disuluh yang meningkat penghasilannya.
Untuk bidang penyuluhan, target indikator peningkatan penghasilan pelaku utama/usaha perikanan baru ditetapkan di tahun 2016, sebagai dampak dari indikator kelompok yang disuluh dalam rangka peningkatan produksi, sehingga tidak dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan pada bidang pendidikan, perbandingan capaian kinerja pada tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat pada table berikut ini.
Tabel 4.3 Jumlah lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan tahun 2015 dan 2016
N O
Satuan Pendidikan
/Program Keahlian Lulusan
Lulusan dan Serapan
Jumlah Du/Di Pemerinta han Wirausaha Melanjut kan Pend. Tidak Melapor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 SUPMN PONTIANAK 138 83 0 35 20 0 138
Nautika Perikanan Laut 30 30 0 0 0 0
Teknika Perikanan Laut 29 29 0 0 0 0
Teknologi Budidaya
Perikanan 79 24 0 35 20 0
Pengolahan
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari target lulusan sebanyak 1.615 orang yang terserap di dunia kerja bidang KP sebanyak 1.594 orang atau sebesar 96,47%, sehingga dapat dikatakan bahwa target tidak tercapai. Dibandingkan dengan tahun 2015 terjadi penurunan jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja sebanyak 6 orang.
Sama halnya dengan bidang penyuluhan, bidang pelatihan pada IKU ini tidak dapat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya karena merupakan IKU yang baru pada Renstra tahun 2015-2019.
Tahun 2015 ini merupakan tahun pertama pada pelaksanaan RJPMN 2015-2019, dengan capaian IKU tersebut BPSDMP KP melakukan beberapa inisiatif-inisiatif strategis dalam rangkan pencapaian target hingga 2019 nanti.
Keberhasilan pencapaian tidak hanya didukung oleh satu inisiatif strategis. Alternatif solusi yang dilakukan adalah :
1) Mengidentifkasi kegiatan yang mengarah kepada peningkatan produksi dan penghasilan,
2) Melakukan pengawalan terhadap kegiatan yang mendukung kepada pencapaian indikator peningkatan penghasilan,
3) Pengumpulan hasil capaian kinerja dimaksud dari kegiatan lainnya. Sedangkan untuk bidang pendidikan, dimana tidak tercapainya target serapan lulusan di dunia kerja bidang KP tahun 2016 serta menurunnya capaian kinerja tahun 2016 dibandingkan tahun 2015, diantaranya disebabkan oleh :
1) Ketidakcocokan antara karakteristik lulusan dengan kesempatan kerja yang tersedia.
2) Terbatasnya daya serap tenaga kerja di bidang KP, terutama di bidang penangkapan ikan sebagai imbas kebijakan pembatasan ukuran kapal penangkap ikan yang boleh beroperasi.
3) Arus informasi tenaga kerja yang tidak sempurna dan tidak lancar sehingga lulusan pendidikan KP bekerja di luar bidangnya.
4) Kompetensi lulusan yang kurang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Berdasarkan hasil pemetaan, dipilih kegiatan pendampingan oleh Penyuluh Perikanan Bantu sebagai inisiatif strategis. Pemilihan kegiatan PPB dilakukan dengan pertimbangan bahwa Penyuluh Perikanan Bantu yang bersatminkal di Dinas Kelautan dan Perikanan turut mengawal perkembangan kelompok PUMP dan program pembangunan KP lainnya yang mengarah pada peningkatan produksi dan berdampak pada peningkatan penghasilan.
Pemilihan inisiatif strategis ini cukup efisien, mengingat sebaran Penyuluh Perikanan Bantu berada di 34 provinsi, dan mengisi alokasi kabupaten/kota yang tidak tersedia penyuluh perikanan. Tugas utama dalam pendampingan kelompok program prioritas KKP sejalan dengan kebutuhan target pembangunan kelautan KP menuju peningkatan produksi. Disamping itu metode pengumpulan informasi hasil kinerja berupa peningkatan pendapatan dengan metode Quick Survey kinerja Penyuluh melalui email membantu dalam efisiensi pengawalan dan pengumpulan bukti pencapaian dan bahan evaluasi kinerja. Dengan
metode ini tidak diperlukan penganggaran khusus untuk menghimpun bahan yang dibutuhkan.
BAB IV BAB V
PENUTUP A. Capaian Kinerja Utama
Pengukuran capaian kinerja SUPM Pontianak tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja SUPM Pontianak di tingkat korporat tahun 2016 sebesar 102.61%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai berikut:
1. Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dengan bobot 25%, capaian kinerja 25.0%;
2. Perspektif Masyarakat KP (Costumer) dengan bobot 25%, capaian kinerja 25.0%; 3. Perspektif Internal (Internal Process) dengan bobot 25%, capaian kinerja
26.36%; dan
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth) dengan bobot 25%, capaian kinerja 26,25%.
B. Permasalahan dan Rekomendasi
Meskipun secara umum kinerja SUPM Pontianak cukup Baik, namun masih terdapat permasalahan dalam mewujudkan sasaran strategis selama tahun 2016, secara umum yaitu :
Tabel 5.1. Permasalahan dan Rekomendasi Capaian Sasaran Strategis SUPM Pontianak.
No. Permasalahan Rekomendasi
1. Belum konkritnya bentuk dukungan BPSDMP KP dalam beberapa sasaran strategisuntuk mendapatkan nilai capaian kinerja. Sehingga dalam pencapaian masih menggunakan hasil capaian secara keseluruhan dari Direktorat Jenderal Teknis pemangku di setiap Indikator kinerja utama dari sasaran strategis tersebut.
Perlu dilakukan penyesuaian kembali bentuk dukungan konkrit BPSDMP KP atas sasaran strategis tersebut dalam masing-masing IKU yang mencerminkan kontribusi langsung BPSDMP KP terhadap sasaran strategis sesuai dengan visi, misi, tugas, dan fungsi BPSDMP KP.
BAB IV
No. Permasalahan Rekomendasi
2. Belum adanya dukungan inisiatif strategis dan penganggaran untuk beberapa IKU yang memang merupakan tugas baru dari BPSDMP KP yaitu Pemberdayaan Masyarakat KP
Perlu adanya inisiatif strategis yang secara langsung dpat mendongkrak target RPJMN dan pada tahun yang akan datang
3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi masih berdasarkan sample yang sangat terbatas, sehingga hasil yang diperoleh berpotensi belum dapat mewakili keseluruhan hasil monitoring atau belum memenuhi unsur validitas dan realibilitas.
Optimalisasi kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mendapatkan hasil yang dapat menggambarkan keberhasilan seluruh program dan kegiatan
4. Pengumpulan data dukung secara
administrasi masih kurang teratur Agar diberlakukan ketegasan terkaitdata dukung, dalam hal ini unit kerja yang belum menyertai data dukung maka capaiannya dianggap tidak ada