PETUNJUK
PETUNJUK
PENELUSURAN PATEN MELALUI INTERNET
Penyusun :
Mumuh Muhamad Buhary
Toto Sutater
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014
Katalog dalam terbitan
BUHARY, Mumuh Muhamad
Petunjuk penelusuran paten melalui internet/ Penyusun, Mumuh Muhamad Buhary dan Toto Sutater.-- Jakarta: IAARD Press, 2014 vii, 85 hlm.: ill.; 24 cm
025.4.03
1. Paten 2. Penelusuran 3. Invensi I. Judul II. Buhary, Mumuh muhamad ISBN : 978-602-1520-67-3
Penasehat:
Dr. Ir. Haryono, M.Sc. Pengarah:
Dr. Agung Hendriadi, M.Eng Penanggung Jawab:
Prof. (R) Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si Penyunting:
Istriningsih, S. P., M.P., M.Sc Dr. Toto Sutater
Desain Sampul dan Isi: Siti Leicha Firgiani, S.ds IAARD Press
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jalan Ragunan No. 29, Pasarminggu, Jakarta 12540 Telp: +62 21 7806202, Faks.: +62 21 7800644 Alamat Redaksi:
Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Bogor 16122
iv
Saat ini hak kekayaan intelektual (HKI) sudah menjadi salah satu indikator kinerja utama
Badan Litbang Pertanian, sehingga jumlah pendaftaran HKI Badan Litbang Pertanian khususnya
paten diharapkan akan semakin meningkat. Namun demikian dari aspek kebaruan (
novelty
),
langkah inventif dan memenuhi kebutuhan industri tampaknya belum sepenuhnya sesuai dengan
harapan, karena belum dibandingkan dengan
prior art
yang telah dipatenkan. Berkaitan dengan hal
tersebut, Badan Litbang Pertanian bermaksud memfasilitasi para peneliti dan perekayasa untuk
dapat melakukan penelusuran paten dengan lebih lengkap lagi. Salah satu medianya adalah melalui
penerbitan buku berjudul Petunjuk Penelusuran Paten Melalui Internet.
Maksud penyusunan buku ini adalah menyediakan pedoman kerja bagi peneliti dan perekayasa lingkup Badan
Litbang Pertanian dalam menyusun proposal penelitian bisa memperoleh data
prior art
untuk menilai apakah invensi
yang akan dihasilkan mempunyai nilai
novelty
, memiliki langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. Semoga
buku ini dapat menjadi acuan dan pedoman bagi peneliti dan perekayasa di UK/UPT Badan Litbang Pertanian agar
invensi yang dihasilkan mempunyai nilai HKI.
Kepala Badan,
v
Halaman
KATA PENGANTAR ...
v
DAFTAR ISI………..
vii
I.
PENDAHULUAN ...
1
1.1 Latar Belakang ………….……….………….………....
1
1.2 Maksud dan Tujuan ………..…..………..……..
5
1.3 Keluaran ………..……….…………....
5
II. PENELUSURAN PATEN MELALUI INTERNET ………..……….
6
2.1 Penelusuran Paten Melalui Situs Ditjen HKI ………….……….…...
6
2.2 Penelusuran Paten Melalui Situs Google ………..
26
2.3 Penelusuran Paten Melalui Situs European Patent Office …..………...
32
2.4 Penelusuran Paten Melalui Situs US Patent Office ……….…...
42
2.5 Penelusuran Paten Melalui Situs Australian Patent Office ………..
55
1
I. Pendahuluan1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan visi dan misi Badan Litbang Pertanian yaitu menjadi lembaga penelitian dan pengembangan berkelas dunia, maka dalam mewujudkan perannya dalam pembangunan pertanian dituntut lebih banyak menghasilkan teknologi yang berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI), berdaya saing, dan memenuhi kebutuhan industri. Kebijakan Badan Litbang Pertanian saat ini, telah menempatkan HKI menjadi salah satu indikator kinerja utama (IKU), karena HKI merupakan salah satu indikator daya saing dalam perekonomian global. Hingga tahun 2012 Badan Litbang Pertanian telah melakukan pendaftaran HKI sebanyak 440 judul, dimana 160 judul merupakan Paten. Dari jumlah tersebut baru 30 judul paten yang telah dilisensi oleh dunia usaha hingga tahun 2013. Hal ini terjadi karena invensi yang dipatenkan belum dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha, yang mensyaratkan adanya pemecahan masalah yang spesifik dari teknologi yang telah ada, baik berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangannya.
Untuk memperoleh perlindungan paten, invensi yang didaftarkan harus memenuhi 3 syarat yaitu kebaruan (novelty), mengandung langkah inventif (inventive step), dan dapat diterapkan dalam industri (industrial applicable). Invensi dianggap baru jika pada tanggal pendaftaran Paten, invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya (prior art). Teknologi mengandung langkah inventif jika invensi tersebut bagi seseorang dengan keahlian tertentu di bidang teknik merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya. Invensi dapat diterapkan dalam industri apabila invensi dapat diterapkan sesuai dengan uraian dalam permohonan. Jika invensi tersebut berupa produk, maka produk tersebut harus dapat dibuat secara berulang-ulang
2
(secara massal) dengan kualitas yang sama, sedangkan jika invensi berupa proses, maka proses tersebut harus dapat dijalankan atau digunakan dalam praktik.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dalam penyusunan spesifikasi paten, perlu dilakukan penelusuran paten dengan tujuan untuk menemukan dokumen prior art yang relevan sehingga dapat diketahui apakah invensi yang akan dipatenkan mempunyai unsur kebaruan, mempunyai langkah inventif dan bermanfaat untuk menghindari pelanggaran paten, serta mencegah terjadinya duplikasi untuk menghindari pemborosan dalam pembiayaan penelitian.
Sarana yang dapat digunakan untuk penelusuran paten adalah:
a. Dokumen manual: dokumen paten, jurnal, majalah ilmiah, kumpulan hasil penelitian dan lain-lain.
b. Dokumen elektronik: CD-room, database, dan internet. Pengelolaan database Paten Badan Litbang Pertanian saat ini sedang pada tahap inisiasi pembangunan.
Dokumen paten yang merupakan spesifikasi paten terdiri atas:
a. Deskripsi: meliputi judul invensi, bidang teknik invensi, latar belakang invensi, uraian singkat invensi, uraian singkat gambar, dan uraian lengkap invensi;
b. Klaim; c. Abstrak, dan d. Gambar.
3
Dalam publikasi paten di internet, tidak semua spesifikasi paten tersebut disajikan dalam layar, menu atau toolbar. Setiap situs memiliki gaya yang berbeda dalam penampilan. Namun demikian hasil penelusuran yang diharapkan paling tidak meliputi:a. Judul paten yang sesuai dengan judul invensi yang akan dipatenkan;
b. Nama inventor, tahun dan nomor pendaftaran;
c. Abstrak, deskripsi dan klaim paten yang akan digunakan dalam penulisan latar belakang penulisan sebagai referensi dan prior art-nya, digunakan untuk menilai kekurangan, kelemahan invensi dan mencari solusinya.
Dalam buku petunjuk pelaksanaan (juklak) ini hanya mencakup penelusuran melalui internet, dengan pertimbangan bahwa semua UK/UPT Badan Litbang Pertanian sudah memiliki sarana tersebut. Contoh-contoh situs internet yang dapat digunakan untuk penelusuran adalah sebagai berikut:
4
Tabel 1. Contoh-contoh Situs Internet untuk penelusuran paten
No. Alamat Pemilik
1 www.dgip.go.id Direktorat Jenderal HKI
2 www.google.co.id Google
3 www.espacenet.com European Patent Office 4 www.uspto.gov/patft/index.html US Patent Office
5 www.ipaustralia.gov.au Australian Patent Office 6 www.jpo.gov
www.ipdl.ncipi.go.jp/homepg_e.ipdl Japan Patent Office 7 www.surfip.gov.sg Singapore Patent Office
8 www.delphion.com Thomson Group
9 www.cambiaip.org Cambia-Biotech, Australia 10 www.wipo.int/ipdl/en/search/pct WIPO-PBB
Contoh-contoh penelusuran paten dalam juklak ini hanya menggunakan 6 situs sebagai berikut: www.dgip.go.id,
www.google.co.id, www.espacenet.com, www.uspto.gov, www.ipaustralia.gov.au, dan www.jpo.gov. Untuk penelusuran pada situs lainnya diharapkan para peneliti dan perekayasa dapat melakukannya sendiri.
5
Cara penelusuran paten lewat internet untuk semua situs pada prinsipnya sama, hanya tiap-tiap situs mempunyai tampilan layar, menu dan toolbar yang berbeda-beda. Dalam juklak ini disajikan langkah-langkah penelusuran paten yang cepat dan praktis pada situs www.dgip.go.id, www.google.co.id, www.espacenet.com, www.uspto.gov, www.ipaustralia.gov.au, dan www.jpo.gov.1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan juklak ini adalah menyediakan pedoman kerja bagi peneliti dan perekayasa dalam menyusun draft paten guna memperoleh data prior art untuk menilai apakah invensi yang akan dipatenkan mempunyai nilai novelty dan memiliki langkah inventif.
Tujuan penyusunan juklak penelusuran paten melalui internet adalah:
a. Menyediakan panduan penelusuran paten yang praktis bagi peneliti dan perekayasa Badan Litbang Pertanian sehingga dapat melakukan penelusuran data prior art secara mandiri di lingkungan kerjanya masing-masing, dan memperoleh
state of the art (teknologi tertentu yang ada pada suatu saat tertentu yang tertuang dalam deskripsi paten).
b. Agar peneliti/perekayasa dapat menyusun draft paten dalam bentuk spesifikasi paten khususnya dalam penyusunan klaim paten.
1.3 Keluaran
a. Satu juklak sebagai pegangan dan acuan bagi peneliti/perekayasa yang melakukan kegiatan invensi dalam penyusunan draft paten agar memenuhi persyaratan kebaruan, langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri;
6
II. PENULUSURAN PATEN MELALUI INTERNET
2.1 Penelusuran Paten Melalui Situs Ditjen HKI
Langkah-langkah penelusuran: contoh paten pupuk organik 1. Ketik alamat situs www.dgip.go.id→halaman depan situs
7
2. Klik Database Paten8
3. Klik semua, kemudian pilih salah satu yang diinginkan → paten
3
3
9
4. Ketik kata kunci misalnya : “pupuk organik” → klik “Cari”10
5. Hasil penelusuran
a. Terdisplay kumpulan judul paten
b. Pilih judul yang dicari, misalnya: “PUPUK ORGANIK CAIR DAN METODE PEMBUATANNYA kemudian klik
5.b
b
5.a
11
c. Judul Invensi d. Nomor Permohonan e. Tanggal Pengisian5.c
5.d
b
5.e
12
f. Nama Inventor/Pemilik g. Abstrak5.f
5.g
b
13
h. Gambar5.h
b
14
Catatan.Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
1. Kembali ke langkah nomor 2 untuk subyek yang berbeda 2. Kembali ke langkah nomor 5a untuk subyek yang sama
3. Tidak semua hasil penelusuran terdapat deskripsi, disarankan untuk mencari subyek lain yang terdapat pada langkah 5c yang menampilkan file download
Contoh lain: Penelusuran paten alat dan mesin pertanian Alamat situs: www.dgip.go.id
Langkah-langkah penelusuran:
1. Ketik alamat situs www.dgip.go.id→halaman depan situs
1
15
2. Klik Database Paten16
3. Klik semua, kemudian pilih salah satu yang diinginkan → paten
3
3
17
4. Ketik kata kunci misalnya : “MESIN PENGGULUNG PIPA YANG DIBUAT BERULIR” klik Cari18
5. Hasil penelusuran
a. Pilih judul yang dicari, misalnya: “MESIN PENGGULUNG PIPA YANG DIBUAT BERULIR” kemudian klik
19
b. Judul Invensi c. Download file d. Nomor Permohonan e. Tanggal Pengisian5.b
5.c
5.d
5.e
20
f. Nama Inventor/Pemilik
21
g. File download1. Judul
22
2. Abstrak
23
3. Deskripsi24
4. Klaim
25
5. Gambar5.g.5
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 2 untuk subyek yang berbeda - Kembali ke langkah nomor 5a untuk subyek yang sama
- Tidak semua hasil penelusuran terdapat deskripsi, disarankan untuk mencari subyek lain yang terdapat pada langkah 5c yang menampilkan file download
26
2.2 Penelusuran Paten Melalui Situs Google Langkah-langkah Penelusuran Paten
1. Ketik alamat situs www.google.co.id
2. Ketik kata kunci contoh organic fertilizers patent
3. Memilih Link yang sesuai dengan judul paten yang dicari
1
2
27
4. Hasil Penelusuran Paten, terdiri dari:a. Title c. Inventors e. Filling date
b. Abstract d. Application number
4.a
4.b
4.c
4.e
4.d
28
f. Description g. Claims
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 2 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 3 untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan
29
Contoh lain.Langkah-langkah Penelusuran Paten 1. Ketik alamat situs www.google.co.id
2. Ketik kata kunci contoh seed planter patent
3. Memilih Link yang sesuai dengan judul paten yang dicari
2
1
30
4. Hasil Penelusuran Paten
a. Title c. Inventors e. Filling date
b. Images d. Publication number f. Description
4.a
4.b
4.c
4.d
4.e
4.f
31
g. Claimh. Referenced by
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 2 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 3 untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan
4.g
32
2.3 Penelusuran Paten Melalui Situs European Patent Office
Alamat situs: www.epo.org
Langkah-langkah penelusuran:
1. Ketik alamat situs www.epo.org→halaman depan situs
33
2. Klik Patent Search34
3. Ketik kata kunci contoh: “organic fertilizers” → klik search
35
4. Hasil penelusurana. Klik judul yang diinginkan
36
b. Klik Bibliographic data
37
c. Titled. Application number
4.c
38
e. Abstract
39
f. Klik Description → description
40
g. Klik Claims → claims
41
4.h
4.h
h. Klik Mosaics → mosaics/gambarCatatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 3 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 4a untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan
42
2.4 Penelusuran Paten Melalui Situs US Patent Office
Alamat situs: www.uspto.gov
Langkah-langkah penelusuran, diantaranya:
1. Ketik alamat situs www.uspto.gov→halaman depan situs
43
2. Klik Patents (pilih salah satu)2
44
3. Klik Patent search
45
4. Klik Search for patents46
5. Klik Patent Full-Text and Image Database/PatFT (pilih salah satu)
5
47
6. Klik Quick Search pada USPTO Patent Full-Text and Image Database (PatFT)48
7. Tulis kata kunci pada term 1 contoh: “organic fertilizers” 8. Pilih All Fields pada Field 1
7
49
9. Pilih judul invensi yang diinginkan, lalu diklik50
10. Hasil penelusuran Full-Text paten:
a. Title c. Inventors e. Filling date
b. Abstract d. Application number
10.a
10.b
10.c
10.d
51
f. References cited52
g. Claims
53
(Lanjutan)54
h. Description
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 7 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 9 untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan
55
2.5 Penelusuran Paten Melalui Situs Australian Patent OfficeAlamat situs: http://www.ipaustralia.gov.au/
Langkah-langkah penelusuran:
1. Ketik alamat situs http://www.ipaustralia.gov.au/ →halaman depan situs
1
56
2. Klik Search for A Patent
57
3. Klik AusPat - our Patent Search Database58
4. Klik → Click to search on AusPat
59
5. Ketik kata kunci misalnya “organic fertilizers” → klik search60
6. Hasil penelusuran
a. Terdisplay Search Result
b. Pilih judul yang diinginkan → klik
6.b
6.a
61
Muncul Application details yang terdiri dari:c.1 Title
62
c.2 Application number
63
c.3 Inventors
64
c.4 Filling date
65
d. Klik AU-A1 pada langkah 6.b download file dan akan muncul informasi sebagai berikut:1. Title 2. Application number 3. Inventors
6.d.1
6.d.2
6.d.3
66
4. Abstract
67
5. Description
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 5 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 6a untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan
68
2.6 Penelusuran Paten Melalui Situs Paten Jepang (JPO)
Alamat situs: http://www.jpo.go.jp/index.htm
Langkah-langkah penelusuran:
1. Ketik alamat situs http://www.jpo.go.jp/index.htm →halaman depan situs
1
69
2. Klik INPIT70
3. Hasil: http://www.inpit.go.jp/english/
71
4. klik Library72
5. Klik → IPDL site
73
6. Klik PAJ74
7. Searching PAJ a. Ketik Kata Kunci b. klik search
7
7.a
7.a
75
8. Klik index indication76
9. Pilih judul yang diinginkan → klik
77
10. Hasil penelusurana. Application number c. Inventor e. Abstract b. Date of filing d. Judul
10.a
10.
b
10.
c
10.
d
10.
e
10.a
10.b
10.c
10.d
10.e
78
11. Klik detail a. Claims
79
b. Detailed Description80
c. Technical Field
81
d. Prior Art82
e. Effect Of The Invention
83
f. Technical Problem84
g. Means
85
h. Example
Catatan.
Jika ingin mencari judul invensi yang lain:
- Kembali ke langkah nomor 7 untuk subyek yang berbeda dengan mengganti kata kunci - Kembali ke langkah nomor 9 untuk subyek yang sama dengan memilih judul yang diinginkan