BUPATI KARAWANG
Karawang, 2 Juli 2021 Kepada
Yth. 1. Kepala Perangkat Daerah;
2. Direktur Rumah Sakit di Kab. Karawang; 3. Direktur BUMD;
4. Camat se-Kabupaten Karawang;
5. Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Karawang; 6. Pimpinan Instansi Vertikal di Kab. Karawang; 7. Pengelola Kawasan Industri;
8. Pimpinan Perusahaan Industri;
9. Pelaku Usaha, Pengelola, Penyelenggara atau Penanggungjawab Tempat Usaha se-Kabupaten Karawang; dan
10. Masyarakat Kabupaten Karawang. Di –
KARAWANG
SURAT EDARAN NOMOR : 443 / 3753 - Sekrt
TENTANG
PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DARURAT CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)
DI KABUPATEN KARAWANG
Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali dan Keputusan Bupati Karawang Nomor 443/Kep.356-Huk/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease
2019 (Covid-19) di Kabupaten Karawang.
Berkenaan dengan hal tersebut diatas, dihimbau kepada seluruh pihak agar melaksanakan dan mematuhi serta memperhatikan kebijakan Pemerintah Kabupaten Karawang, terhitung sejak tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021 Pemerintah Kabupaten Karawang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan ketentuan sebagai berikut :
Jl. Jenderal Ahmad Yani Nomor 1 Kabupaten Karawang Kode Pos 41312 Telp. (0267) 429800, 429801, 429802, 429803, Fax. (0267) 411923 Email. [email protected], [email protected], Website : www.karawangkab.go.id
A. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online;
2. Kegiatan non essential diberlakukan Work From Home (WFH) 100% (seratus persen);
3. Kegiatan essensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor, diberlakukan Work From Home (WFH) 50% (lima puluh persen) dan Work From Office (WFO) 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;
4. Kegiatan essensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya, diberlakukan Work From Home (WFH) 75% (tujuh puluh lima persen) dan Work From Office (WFO) 25% (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;
5. Kegiatan kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari, diberlakukan Work From Office (WFO) 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;
6. Kegiatan Konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
7. Kepariwisataan, Tempat Hiburan dan Pusat Kebugaran
a. hotel/motel/penginapan/guest house/resort/pemondokan, dan yang sejenis
1) membatasi jumlah tamu menginap paling banyak sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah kapasitas kamar;
2) tidak melakukan kegiatan yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan dengan cara:
a) menutup sementara fasilitas seperti kolam renang dan tempat olah raga lain yang sejenis berikut dengan sarana dan prasarana;
b) membatasi jam operasional restoran atau tempat makan yang mulai dibuka pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB, serta tidak menyediakan layanan makan ditempat.
3) membatasi jumlah tamu dalam kegiatan Resepsi Pernikahan dan/atau kegiatan lain seperti Bimbingan Teknis, workshop, Pendidikan, Pelatihan, dan sejenisnya paling banyak 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
6) tidak diperbolehkan makan ditempat;
7) menyediakan makan nasi box untuk dibawa pulang;
8) wajib menerapkan protokol kesehatan ketat dengan ketentuan sebagai berikut:
a) mengukur suhu tubuh tamu/peserta kegiatan dengan thermal gun; b) wajib memakai masker, dan selalu mencuci tangan;
c) menjaga jarak (physical distancing) minimal 1 (satu) meter;
d) melaksanakan/membawa test covid-19 (rapid test antigen/genose/swab) yang masih berlaku di setiap kegiatan bagi tamu/peserta;
e) melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin/terjadwal. b. tempat destinasi wisata, dan wisata air (waterpark/waterboom)
1) ditutup sementara;
2) melarang segala bentuk kegiatan/aktifitas yang dilaksanakan pada Tempat Rekreasi/Wisata, dan wisata air (waterpark/waterboom);
3) Pengelola/Penanggung Jawab Tempat Rekreasi/Wisata, dan wisata air (waterpark/waterboom) wajib mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan terhadap pegawai/karyawan yang melaksanakan kegiatan rutin di tempat kerja.
c. restoran/kafe/rumah makan/usaha sejenis baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall
1) tidak melayani makan ditempat (dine-in);
3) hanya melayani take a way/drive thru setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;
4) diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat;
5) khusus bagi restoran/kafe/rumah makan/usaha sejenis yang mempunyai fasilitas gedung/aula untuk kegiatan pertemuan (resepsi/rapat/seminar/workshop/sejenisnya) dan event-event tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut :
a) pembatasan aktivitas kegiatan dan jumlah peserta paling banyak 30 (tiga puluh) orang baik didalam ruangan/gedung maupun ditempat terbuka; b) tidak diperbolehkan makan ditempat;
c) menyediakan makan nasi box untuk dibawa pulang;
d) wajib menerapkan protokol kesehatan ketat dengan ketentuan sebagai berikut:
(1) mengukur suhu tubuh peserta kegiatan dengan thermal gun; (2) wajib memakai masker, dan selalu mencuci tangan;
(4) melaksanakan/membawa test covid-19 (rapid test antigen/genose/swab) yang masih berlaku di setiap kegiatan bagi tamu/peserta;
(5) melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin/terjadwal. d. bioskop
1) ditutup sementara;
2) menghentikan segala aktifitas/kegiatan di area/tempat dan/atau sarana prasarana bioskop;
3) pengelola/penanggung jawab tempat bioskop, wajib mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan terhadap pegawai/karyawan yang melaksanakan kegiatan rutin di tempat kerja.
e. tempat hiburan, pusat kebugaran dan sejenisnya 1) ditutup sementara;
2) menghentikan segala aktifitas/kegiatan di area/tempat dan/atau sarana prasarana tempat hiburan, pusat kebugaran dan sejenisnya.
3) pengelola/penanggung jawab tempat hiburan, pusat kebugaran dan sejenisnya, wajib mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan terhadap pegawai/karyawan yang melaksanakan kegiatan rutin di tempat kerja.
7. Fasilitas Umum (Area Publik, Taman Umum, dan Area Publik Lainnya) a. ditutup sementara;
b. menghentikan segala aktifitas/kegiatan di area/tempat dan/atau sarana prasarana fasilitas umum.
c. pengelola/penanggung jawab fasilitas umum, wajib mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan terhadap pegawai/karyawan yang melaksanakan kegiatan rutin di tempat kerja.
8. Supermarket, Mini Market, Pasar Tradisional, Toko Kelontong dan Pasar Swalayan a. supermarket, mini market, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan
yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;
b. kapasitas jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen);
c. diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin/terjadwal;
2) mengukur suhu pekerja dan pengunjung dengan thermal gun;
3) menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun dan/atau handsanitizer; 4) wajib memakai masker, dan selalu mencuci tangan;
5) melakukan physical distancing dengan menjaga jarak minimal 1 (satu) meter; 6) selalu menjaga kebersihan lokasi usaha.
9. Apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
10. Pusat Perbelanjaan/Mal/Pusat Perdagangan
a. ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat; b. pengelola/penanggung jawab pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan, wajib
mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan terhadap pegawai/karyawan yang melaksanakan kegiatan rutin di tempat kerja.
11. Satuan Pendidikan, Perguruan Tinggi, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan: a. melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (online);
b. Pimpinan Satuan Pendidikan, Perguruan Tinggi, dan/atau Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, tetap mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan 5M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas) secara ketat terhadap Pegawai/Karyawan yang melaksanakan kegiatan/aktifitas rutin di lingkungan tempat kerja masing-masing.
12. Transportasi Umum (Kendaraan Umum, Angkutan Masal dan Transportasi Online) a. jumlah penumpang transportasi umum dibatasi paling banyak sebesar 70%
(tujuh puluh persen) dari kapasitas kursi kendaraan; dan
b. Pengelola dan/atau Pengemudi Transportasi Umum, wajib mengintensifkan dan meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan bagi dirinya maupun penumpang.
13. Tempat Ibadah (masjid, mushola, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara;
14. Penyelenggaraan Acara Resepsi Pernikahan, Khitanan, serta Kegiatan lainnya (di rumah, di gedung/aula atau ditempat terbuka) dengan ketentuan sebagai berikut : a membatasi jumlah tamu dalam acara paling banyak 30 (tiga puluh) orang dengan
menerapkan protokol kesehatan secara ketat; b tidak diperbolehkan makan ditempat;
c menyediakan makan nasi box untuk dibawa pulang;
d wajib menerapkan protokol kesehatan ketat dengan ketentuan sebagai berikut: 1) mengukur suhu tubuh tamu kegiatan dengan thermal gun;
2) wajib memakai masker, dan selalu mencuci tangan;
3) menjaga jarak (physical distancing) minimal 1 (satu) meter;
4) melaksanakan/membawa test covid-19 (rapid test antigen/genose/swab) yang masih berlaku di setiap kegiatan bagi tamu.