• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tiga Cita dan Asa Menuju Satu Tujuan, Airlangga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tiga Cita dan Asa Menuju Satu Tujuan, Airlangga"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Tiga Cita dan Asa Menuju Satu

Tujuan, Airlangga

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui Pusat Informasi dan

Humas (PIH) kembali menyambut rombongan kunjungan siswa SMA. Senin (25/4), sebanyak 3 SMA dari berbagai daerah dan provinsi yang berbeda diterima di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR. Dari Provinsi Jawa Timur ada SMAN 8 Kediri, lalu SMAN 2 Wonogiri dari Provinsi Jawa Tengah, dan SMAN 1 Cibinong dari Jawa Barat. Pada kunjungan serempak tersebut sontak membuat aula yang terletak di lantai 5 Gedung Rektorat UNAIR penuh dengan ratusan siswa SMA yang memiliki asa untuk bisa menikmati suasana belajar menjadi mahasiswa tahun depan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Darimin, S.Pd., M.Pd. Mewakili SMAN 2 Wonogiri, ia menyampaikan bahwa dengan kunjungan ini harapannya agar anak didik yang melanjutkan ke UNAIR jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Bersama 18 siswa didiknya dari kelas akselerasi, Darimin ingin memberikan bekal kepada peserta didiknya yang berada dalam kelas unggulan tersebut untuk mengenal kampus yang unggulan pula.

“Kunjungan ini ibarat membuka pintu untuk anak didik kami, anak-anak akselerasi ini sengaja saya ajak berkunjung dan mengenali kampus yang pas, salah satunya ya UNAIR ini,” terangnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Miran, S.Pd. Perwakilan dari SMAN 8 Kediri tersebut menuturkan bahwa program tahunan (kunjungan,-red) yang digelar oleh sekolahnya tersebut diharapkan bisa menjadi pemacu bagi anak didiknya untuk mau melanjutkan ke Perguran Tinggi Negeri yang berkualitas, salah satunya adalah UNAIR.

“Kami sengaja mengajak 146 siswa kelas XI ini ke UNAIR, semoga dengan agenda tahunan ini ke depan anak-anak lebih berani

(2)

untuk melanjutkan ke UNAIR,” jelasnya.

Sedangkan sambutan dari SMAN 1 Cibinong yang terdiri dari 323 siswa dan 25 guru diwakili oleh Agustiawan, S.Pd., M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke UNAIR dan berbagai kampus lainnya merupakan salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas. Selain mengenali kampus lebih dekat, ketua rombongan tersebut juga menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bagian dari pengenalan tentang seni, ekonomi, dan beragam budaya pada sebuah daerah yang di kunjungi kepada seluruh peserta didiknya.

“UNAIR ini adalah tujuan pertama kami sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah. Saya berharap dengan kunjungan sekolah kami ke UNAIR ini bisa menjadi salah satu langkah awal menerima segala informasi yang berguna bagi anak didik kami,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Dilan Salsabila

Komisi II DPR Gandeng UNAIR

Revisi UU Pilkada

UNAIR NEWS – Pemilihan kepala daerah masih menyisakan berbagai

topik permasalahan, mulai dari fenomena calon tunggal, sampai dengan persyaratan pencalonan kepala daerah yang dianggap menyulitkan. Untuk membahas tentang revisi Undang-undang no. 8 tahun 2015 tentang perubahan atas UU no. 1 tahun 2015 tentang peraturan pilkada, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berkunjung ke Universitas Airlangga untuk meminta masukan para ahli.

(3)

Acara yang dilangsungkan di Aula Adi Sukadana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR, Senin (18/4), itu dihadiri oleh Wakil Rektor II UNAIR Dr. M. Madyan, S.E., M.Si., M.Fin, akademisi FISIP UNAIR, dan akademisi Fakultas Hukum UNAIR.

Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarulzaman menuturkan bahwa kunjungan kerja rombongan DPR RI kali ini bertujuan untuk meminta masukan mengenai revisi UU no. 8 tahun 2015 tentang pilkada.

“Undang-undang mengenai pilkada yang akan direvisi ini merupakan usulan pemerintah. Beberapa poin yang akan direvisi antara lain kasus calon tunggal, dan persyaratan pencalonan kepala daerahh, ada yang mengharuskan beberapa profesi yang harus ditinggalkan apabila maju sebagai calon, dan ada pula yang tidak,” tutur Rambe.

Salah satu akademisi FH UNAIR M. Syaiful Aris hadir untuk memberikan tanggapan terhadap revisi UU Pilkada tersebut. Ketua Pusat Studi Konstitusi dan Ketatapemerintahan FH UNAIR itu mengatakan, untuk menghindari calon tunggal dalam pilkada, ada dua hal yang perlu dijalankan, yakni pemberian wewenang kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan penjatuhan sanksi kepada partai politik atau gabungan parpol yang memenuhi persyaratan tetapi tidak mengusulkan pasangan calon. Akademisi lainnya yang turut memberikan masukan terkait adalah Drs. Priyatmoko, M.A., selaku staf pengajar Departemen Politik FISIP UNAIR. Priyatmoko mengatakan bahwa pemilu merupakan ajang kontestasi politik yang menekankan adanya lawan politik dalam meraih tampuk kekuasaan. Ia menekankan pentingnya keberadaan kebijakan yang mengatur agar fenomena calon tunggal tak lagi terjadi dalam proses pilkada.

“Dua partai pemenang pilkada diwajibkan untuk mengajukan calon sebagaimana logika sistem pemerintahan parlementer. Konsekuensi dari menang, ya, harus demikian. Kalau hanya sanksi, ya, belum menjamin juga,” jelas Priyatmoko.

(4)

Priyatmoko juga menambahkan bahwa secara empiris, peta pemenang pemilu pascareformasi tidak pernah stabil. Selain itu, jabatan pemerintahan bukanlah sesuatu yang lagi diperebutkan mengingat adanya fenomena calon tunggal terjadi di beberapa daerah. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S

UNAIR Siap Berikan “Air

Amerta” pada Siswa SMA

UNAIR NEWS – Berkunjung ke perguruan tinggi adalah salah satu

cara untuk mengenal atmosfer kehidupan kampus. Universitas Airlangga kerap kali menjadi jujugan kunjungan pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat, baik dari Surabaya maupun wilayah lain di Indonesia.

Sebanyak 50 siswa dan 5 guru pendamping dari Madrasah Aliyah Unggulan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalankerto, Surabaya, bertamu ke UNAIR untuk mendapatkan informasi seputar penerimaan mahasiswa baru dan kehidupan kampus, pada Senin (18/4). Mereka diterima oleh Sekretaris Pusat Informasi dan Humas UNAIR Dr. drh. Bimo Aksono, MS, dan staf Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru UNAIR Budiarto, drh., MP. Perwakilan guru pendamping Karno Abdul Karim, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuannya ke UNAIR adalah untuk memberikan gambaran kehidupan kampus kepada siswa-siswinya. Menurutnya, para pelajar kelas XI masih belum mempunyai bayangan mengenai perguruan tinggi.

(5)

mereka masih belum bisa menjawab. Oleh karena itu, kami mengajak murid-murid kami ke UNAIR. Mohon mereka diberikan informasi tentang kehidupan kampus,” ujar Karno.

Menanggapi maksud dan tujuan kunjungan itu, Bimo mengatakan kepada audiens bahwa sivitas akademika UNAIR senantiasa memberikan air amerta kepada masyarakat.

“Sesuai dengan logo UNAIR, yaitu burung garuda yang membawa air amerta atau air kehidupan. Dalam konteks ini, air kehidupan yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan. Jadi, siapapun yang butuh ilmu pengetahuan, silakan datang ke UNAIR,” tutur Bimo.

Staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR itu memberikan motivasi kepada pelajar madrasah aliyah seputar kehidupan akademik di UNAIR.

“UNAIR sering menang pada kompetisi MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran). Faktor kekuatannya adalah banyaknya mahasiswa UNAIR dari lulusan pondok yang mengikuti kompetisi seperti MTQ. Semoga UNAIR menjadi pilihan utama dan adik-adik bisa diterima di UNAIR,” imbuh Bimo. (*)

Penulis : Defrina Sukma S. Penulis : Binti Q. Masruroh

UNAIR Pupuk Harapan

Siswa-Siswi SMA untuk Lanjutkan

Pendidikan

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga masih menjadi tempat

(6)

Melalui Pusat Infromasi dan Humas (PIH), Senin (11/4), UNAIR kembali menerima kunjungan dari SMAN 1 Dawurblandong, Mojokerto. Sebanyak 240 murid disertai dengan 15 staf guru pendamping berkunjung untuk menggali informasi seputar dunia kampus. Namun pada acara kunjungan yang diadakan di Aula Kahuripan kampus C UNAIR tersebut, masih ada beberapa siswa-s i siswa-s w i y a n g b e l u m m e m i l i k i m i n a t u n t u k m e l a n j u t k a n pendidikannya setelah lulus dari SMA. Banyak alasan yang mendasari hal tersebut, salah satunya adalah rasa takut untuk tidak lolos seleksi.

“Banyak murid kami yang ingin masuk UNAIR tapi belum berhasil, sehingga menjadi ketakutan tersendiri bagi anak didik kami,” ujar Erti, salah satu guru pendamping SMAN 1 Dawurblandong. Erti juga memahami, sebagai guru yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam mengurusi studi pascasekolah siswa, UNAIR merupakan salah satu kampus favorit yang diidamkan oleh lulusan SMA dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga memungkinkan UNAIR untuk menerima mereka yang memiliki kelengkapan prestasi akademik maupun non-akademik yang baik. “Kebanyakan, sertifikat yang dimiliki oleh murid kami berupa sertifikat seni, bukan sertifikat sejenis olimpiade, jadi masih kalah dibandingkan murid sekolah lain yang sudah memiliki sertifikat sejenis olimpiade,”tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Rida Yutmani Melinda selaku staf Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR menjelaskan bahwa, UNAIR akan tetap menerapkan sikap adil dalam setiap seleksi calon mahasiswa baru.

“Apapun jenis sertifikatnya akan menjadi perhitungan dalam seleksi calon mahasiswa, karena itu merupakan bukti prestasi yang diraih oleh seorang murid,” ujar Rida.

Rida juga menambahkan bahwa rekam jejak mahasiswa UNAIR dari alumni SMA terkait juga memiliki pengaruh bagi sekolahnya.

(7)

“Kalau ada kakak senior yang meneruskan kuliahnya di UNAIR, itu akan ada pengaruhnya bagi sekolahnya dulu, kalau ternyata anaknya baik atau dapat IP tinggi, bisa jadi nilai tambah bagi murid sekolah SMA tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Dilan Salsabila Editor: Nuri Hermawan

Guru Miliki Tanggung Jawab

Beri Bekal Siswanya Yang

Lulus Sekolah

UNAIR NEWS – Guru, selain memiliki kewajiban mengajar,

pahlawan tanpa tanda jasa ini juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan bekal kepada siswa-siswinya seusai lulus sekolah. Hal inilah yang tengah dilakukan oleh guru dari SMAN 2 Nganjuk. Dengan berkunjung ke UNAIR, rombongan dari kota angin yang terdiri dari 95 siswa dan 5 guru pendamping ini ingin menggali informasi mengenai jalur masuk dan kehidupan kampus pada perguruan tinggi bonafit di Jawa Timur ini.

Kunjungan mereka diterima langsung oleh Pusat Informasi dan Humas (PIH), di Aula Student Center, Kampus C UNAIR. Para siswa dan guru mendapatkan materi dan informasi mengenai UNAIR, berbagai program studi yang ditawarkan, sekaligus cara yang dapat ditempuh untuk masuk UNAIR. Materi disampaikan langsung oleh Djoko Adi Prasetyo, drs., M.Si, dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, serta Dr. Eduardus

Bimo Aksono H, drh., Mkes, selaku sekretaris PIH UNAIR.

“Setiap tahun kami kunjungan ke sini. Biar tahu kampus UNAIR. Saya berharap anak-anak bisa lebih mengetahui wawasan yang

(8)

dalam tentang SNMPTN, khususnya untuk masuk ke UNAIR. Sehingga anak-anak tidak bingung memilih universitas serta program studi,” ujar Drs. W. D. Ari Widjanarko, M.Pd, pendamping dari SMAN 2 Nganjuk.

Dengan diadakannya kunjungan ini, Bambang Pranoto selaku pendamping yang lain berharap kunjungan ini dapat memotivasi para siswa untuk melanjutkan studi di UNAIR. Menurutnya, 2 tahun yang lalu sebanyak 39 siswa didiknya berhasil melanjutkan studi di UNAIR. Dengan diadakan kunjungan ini Bambang berharap jumlah anak didiknya yang diterima semakin banyak lagi.

Selain itu, dengan kunjungan ini Bambang berharap kerjasama antara UNAIR dengan SMAN 2 Nganjuk semakin erat.

“Selain untuk memotivasi, harapannya kami dapat menjalin kerjasama mengenai kemungkinan pembinaan mengenai olimpiade,” kata Bambang.

Ari Samudra Pribadi selaku ketua OSIS SMAN 2 Nganjuk yang mengikuti kunjungan, memiliki harapan untuk bisa diterima di UNAIR.

“Saya ingin masuk UNAIR, mengambil program studi Manajemen. Saya ingin menjadi orang yang sukses di bidang manajemen,” tutur siswa yang beberapa kali mengikuti lomba bidang Manajemen.

SMAN 2 Nganjuk merupakan salah satu SMA favorit di Nganjuk. Maka tak heran, banyak dari siswa-siswinya yang kerap menjuarai lomba yang diadakan berbagai perguruan Tinggi, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Tahun ini pula, SMAN 2 Nganjuk juga telah melaksakana ujian nasional berbasis komputer atau yang biasa disebut computer based test.

“Saya ingin mengambil D3 Perpajakan, karena saya tertarik dengan ilmu pajak. Saya memiliki cita-cita ingin bekerja yang ada hubungannya dengan perpajakan,” kata Wilia Widianti, salah

(9)

satu murid berpretasi SMAN 2 Nganjuk. Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor : Nuri Hermawan

Kunjungan ke Kampus Jadi

Program Tahunan Sekolah

UNAIR NEWS – Kunjungan rutin ke perguruan tinggi terkemuka di

Indonesia merupakan salah satu cara untuk mengenalkan atmosfer akademis kampus kepada para pelajar selaku calon mahasiswa. Berkaitan dengan hal itu, biasanya setiap sekolah menengah atas atau sederajat memiliki program rutin berupa kunjungan ke kampus-kampus.

Pada Selasa (5/4), sebanyak dua sekolah menengah atas yang bertandang ke Universitas Airlangga. Seperti biasa, para pelajar dan guru perwakilan diterima oleh staf Pusat Informasi dan Humas UNAIR. Jumlah masing-masing peserta yang berkunjung ke UNAIR terdiri dari 36 pelajar dan guru SMA Islam Athirah, Makassar, dan 291 siswa SMAN I Pacet, Mojokerto.

Salah satu guru perwakilan dari SMA Islam Athirah Bahar Mattaliu, S.E., M.Si., bercerita bahwa dirinya sudah mengantarkan pelajar di sekolahnya untuk mengunjungi UNAIR sebanyak dua kali dalam rentang waktu enam bulan terakhir. “Jadi, bulan Desember kemarin kami sudah ke sini dengan siswa kelas XII. Karena ada pergantian program untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, kami akan datang kemari dengan siswa kelas XI,” tutur Bahar.

(10)

agenda kunjungan rutin ke perguruan tinggi sudah disampaikan kepada setiap wali murid di sekolahnya. Sehingga, setiap orang tua atau kerabat keluarga bisa mempersiapkan agenda keberangkatan muridnya sejak awal.

“ P a d a s a a t p e n e r i m a a n s i s w a b a r u , s e k o l a h s u d a h menginformasikan bahwa ada kegiatan ini. Biar mereka (wali murid) bisa menabung untuk mempersiapkan agenda ini,” imbuh Bahar.

Senada dengan Bahar, guru perwakilan SMAN I Pacet Kasiono, S.Pd., M.Pd, menuturkan bahwa kunjungan ke kampus-kampus merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di sekolahnya. “Tiap tahunnya, kami sengaja mengajak anak didik yang masih kelas X. Hal ini bertujuan agar mereka mengetahui informasi seputar kampus sejak awal,” pungkas Kasiono. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S

Suko Widodo Beri Motivasi

Kepada Pelajar SMA

UNAIR NEWS – Kurangi penggunaan gawai, belajarlah dengan

rajin, tingkatkan kepercayaan diri, dan terapkan etika kepada guru. Pesan itu disampaikan oleh Drs. Suko Widodo, M.Si, kepada pelajar sekolah menengah atas yang berkunjung ke UNAIR, Senin (4/4).

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, UNAIR sering menjadi jujukan kunjungan pelajar dan guru sekolah menengah atas atau sederajat. Kali ini, pimpinan Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR menerima kunjungan dari

(11)

dua sekolah, yaitu SMAN 3 Madiun, dan SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP), Bontang, Kalimantan Timur.

“Saya tadi sempat bertanya kepada salah satu siswa yang hadir. Mau kuliah di mana? Dia bilang tidak tahu, tapi dia ingin menjadi psikolog. Itu tidak apa-apa menurut saya karena yang penting setiap orang harus punya mimpi. Mimpinya dia adalah menjadi psikolog,” tegas Suko selaku Ketua PIH UNAIR.

Namun, mimpi hanya sekadar menjadi mimpi apabila tak ada titian usaha untuk meraih cita-cita. Menurut Suko, salah satu kemajuan teknologi yang justru menjadi penghambat anak-anak usia remaja adalah kecanduan gawai. Tak sedikit anak usia pelajar yang susah melepas genggaman tangan dari ponsel sehingga waktu dan perhatian belajar menjadi berkurang.

“Sekarang itu nggak jaman kalau hanya WhatsApp-an saja, atau update status ‘aku sedih’ seperti itu. Malaikat akan mencatat pahala kebaikan kalau Anda belajar, dan berhasil membanggakan orang tua,” tutur pakar komunikasi politik itu.

Dalam kunjungan kali ini, UNAIR dikunjungi oleh 109 siswa dan guru pendamping asal SMAN 3 Madiun, dan 92 siswa dan guru pendamping asal SMA YPVDP Bontang. Mereka berkunjung untuk mengetahui informasi tentang UNAIR dan penerimaan mahasiswa baru. (*)

Penulis: Defrina Sukma S. Editor: Nuri Hermawan

(12)

Berbagi Informasi

UNAIR NEWS – Sebagai kampus terfavorit di kalangan pelajar

menengah atas, Universitas Airlangga seringkali menjadi jujukan bagi siswa SMA sederajat dalam menggali informasi seputar penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Tercatat sejak awal tahun 2016 hingga akhir Maret ini, UNAIR sudah menerima 39 kunjungan SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

Para pelajar yang berkunjung ke UNAIR pada akhir Maret ini datang dari SMAN 3 Kediri. Sebanyak 54 siswa dan 2 guru pendamping dari SMAN 3 Kediri berkunjung dan diterima oleh staf Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Rabu (30/3). Mahrus Bahroni, perwakilan guru pendamping, merasa senang dengan sambutan yang diberikan oleh pihak UNAIR.

“Jujur kami sangat senang dan bangga bisa datang kemari. Saya akan lebih bangga lagi jika nantinya anak didik kami bisa menjadi mahasiswa UNAIR,” ujar Mahrus.

Senada dengan Mahrus, pihak UNAIR juga merasa bangga saat ada kunjungan dari berbagai sekolah untuk menggali beragam informasi.

“Bagaimana masuk UNAIR itu mudah kan? Yang sulit itu untuk menjadi mahasiswa UNAIR. Perihal kunjungan adik-adik SMA, UNAIR memang selalu terbuka untuk berbagi informasi,” canda Dr. Eduardus Bimo Aksono H, drh., M.Kes., selaku Sekretaris PIH UNAIR yang juga memberikan pemaparan seputar dunia kampus di hadapan seluruh hadirin.

Selain menjadi jujukan, pihak UNAIR juga kerap mengadakan sosialisasi seputar seleksi nasional dan bersama masuk perguruan tinggi negeri ke berbagai daerah di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan oleh Dr. Hario Puntodewo Siswanto, drh., M.App.Sc., selaku pemateri asal Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB UNAIR).

(13)

“Beberapa bulan lalu, saya sempat juga ke beberapa SMA di Kediri, semoga tahun depan SMAN 3 Kediri bisa kami kunjungi,” pungkasnya saat memberikan materi di Aula SC kampus C UNAIR. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S.

Tidak Ada Kuota Daerah Untuk

Masuk UNAIR

UNAIR NEWS – Siswa SMA dari seluruh penjuru tanah air

diberikan kesempatan untuk diterima menjadi mahasiswa UNAIR. Tidak ada pemberlakuan kuota daerah dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh UNAIR. Hal tersebut diungkapkan oleh staf Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Djoko Adi Prasetyo ketika menerima kunjungan siswa dan guru SMA Al Irsyad, Kota Tegal, Rabu (23/3).

“UNAIR tidak memberlakukan kuota daerah. Hak untuk masuk UNAIR sama saja,” ujarnya. Jika selama ini UNAIR banyak menerima mahasiswa dari Jawa Timur, lanjut Djoko, hal tersebut tidak lain karena memang mereka yang berasal dari Jawa Timur lah yang selama ini paling banyak mendaftar di UNAIR.

Dosen Departemen Antropologi tersebut meminta mereka yang berasal dari luar Jawa Timur dan berkeinginan mendaftar di UNAIR untuk tidak khawatir mengenai hal tersebut. Ia meminta para siswa SMA untuk fokus meningkatkan nilai dan meraih prestasi unggulan sebagai bekal masuk UNAIR ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut Djoko juga mengimbau mereka yang ingin masuk UNAIR untuk tidak khawatir mengenai masalah biaya

(14)

pendidikan di UNAIR karena biaya pendidikan yang ditarik UNAIR disesuaikan dengan penghasilan orang tua masing-masing. Bagi mereka yang kurang mampu dari segi ekonomi, selama ini UNAIR juga telah banyak menerima mahasiswa dari jalur Bidik Misi yang sepenuhnya dibebaskan dari kewajiban membayar biaya pendidikan.

“UNAIR telah membatalkan beberapa orang sebagai penerima Bidik Misi karena setelah dilakukan visitasi ternyata tidak sesuai. Jadi jangan macam-macam,” pungkasnya mengingatkan bahwa Bidik Misi hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi. (*)

Penulis : Yeano Andhika

SMAN 4 Kediri, Bekali Wawasan

Kampus Sejak Dini

UNAIR NEWS – Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR sudah

kesekian kali menerima kunjungan dari berbagai SMA dan MA. Umumnya mereka yang berkunjung adalah anak didik yang sudah duduk di bangku kelas XI dan XII. Namun, kali ini UNAIR menerima kunjungan dari siswa kelas X. Terhitung masih cukup dini untuk mengetahui dunia kampus, hal inilah yang menjadi alasan tersendiri bagi Nur Hadi, selaku ketua rombongan dari SMAN 4 Kediri untuk membekali anak didiknya yang masih belum genap setahun belajar di bangku SMA.

“Kami sengaja mengajak anak didik yang masih kelas X, karena mereka belum penjurusan di SMA, jadi setelah mendapat paparan dari UNAIR ini, nantinya mereka biar bisa lebih mantap mau masuk ke IPA atau IPS,” jelasnya.

(15)

Pada kunjungan yang diterima di Aula SC Kampus C UNAIR tersebut, Dr. Zainal Arifin, M.Si, selaku pihak PPMB UNAIR juga menambahkan pentingnya persiapan sedari dini. Pasalnya kriteria penilain pada SNMPTN akan dilihat dari serangkaian hasil nilai selama proses belajar mulai kelas kelas X hingga kelas XII.

“Tanamkan kejujuran dari sekarang, mumpung masih kelas X, carilah prestasi sebanyak-banyaknya, sebab itu nanti menjadi salah satu penilaian di SNMPTN,” paparnya.

Seputar informasi SNMPTN yang diketahui sejak awal, hal ini dinilai sangat menguntungkan bagi siswa-siswi SMAN 4 Kediri. Al Mawar Firdausi, salah siswa yang merasa sangat terbantu dengan informasi yang dipaparkan mengaku beruntung bisa tahu informasi seputar UNAIR meski baru kelas X.

“Awalnya saya bingung tentang program studi dan jalur masuk di kampus, alhamdulillah berkat informasi yang disampaikan tadi semakin memacu saya agar lebih semangat lagi,” ujar siswa yang suka dengan ilmu hitung tersebut. (*)

Referensi

Dokumen terkait