i
PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH
BABE (BAN BEKAS) SEBAGAI (EDLC) ELEKTRIK
DOUBLE LAYER CAPASITOR
BIDANG KEGIATAN
PKM-P
Diusulkan oleh
Saga Dermawan Dwi Laksana : M0312066 (2012)
Muhammad Sidik
: E0013291 (2013)
Muhammad Daidi Jauhari
: H0714092 (2014)
Rudiyanto
: H0712163 (2012)
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
iii
DAFTAR ISI
Halaman Judul……….. i
Halaman Pengesahan……… ii
Daftar Isi………... iii
Daftar Gambar……….. iv
Daftar Tabel……….. v
Ringkasan………. vi
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah………. 1
1.2 Tujuan khusus………. 2
1.3 Urgensi…....………... 3
1.4 Luaran yang Diharapkan…………...………. 2
1.5 Manfaat Penelitian………...……….. 3
BAB 2 Tinjauan Pustaka……….. 3
BAB 3 Metode Penelitian……… 5
BAB 4 Biaya dan Jadwal Kegiata 4.1 Anggaran Biaya……….. 8
4.2 Jadwal Kegiatan……….. 8
Daftar Pustaka……… 9
iv
DAFTAR GAMBAR
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kandungan pirolisis limbah ban bekas………... 3
Tabel 2. Ringkasan Target dan Output Penelitian……….. 7
Tabel 3. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P……….……… 8
vi
RINGKASAN
Limbah ban bekas jumlahnya semakin lama semakin melimpah akibat dari semakin meningkatnya jumlah industri otomotif. Limbah ban bekas ini bersifat nonbiodegradable sehingga limbah ban bekas ini tidak dapat terurai Jika tidak ditangani maka jumlahnya semakin bertambah. Pembakaran ban bekas untuk mengurangi limbah ban bekas juga tidak dapat dilakukan karena dapat membahayakan kesehatan. Selama ini limbah ban bekas hanya menjadi tumpukan limbah padahal limbah ban bekas memiliki kadar fixed carbon yang tinggi yaitu sekitar 77.7%. Kandungan fixed karbon yang tinggi pada limbah ban bekas berpotensi untuk dijadikan sebagai karbon aktif untuk aplikasi (EDLC) atau kapasitor lapisan ganda . Karbon aktif telah diaplikasikan sebagai Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) atau kapasitor lapisan ganda teknologi ini memanfaatkan double layer atau lapisan ganda yang terbentuk pada permukaan elektroda/ elektrolit Keuntungan EDLC adalah kemampuannya lebih cepat dan waktu pakainya lebih lama jika dibandingkan terhadap baterai. .Karbon aktif. digunakan sebagai elektroda karena setiap 1 gram karbon aktif dan menyimpan muatan listrik sebesar 100 Faraday. Kapasitansi yang besar ini menyebabkan Karbon aktif mampu menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran yang lebih kecil sehingga dapat diterapkan untuk perkembangan perangkat elektronik berukuran kecil dan teknologi nano. Karbon aktif dari Limbah ban bekas ini diharapkan dapat digunakan sebagai kapasitor lapisan ganda (EDLC) dengan kapasitansi yang besar seperti karbon aktif komersial sehingga dapat diterapkan di berbagai perangkat elektronik. Karbon aktif dari limbah ban bekas diperoleh dari pirolisis limbah ban bekas pasa suhu Pirolisis limbah ban bekas pada suhu 6500C selama 60 menit dan diayak dengan ukuran 120 mesh. Bubuk karbon yang diperoleh diaktifasi secara kimia dengan Air : H2SO4 : HNO3 dengan
perbandingan volume 1:1:3. Aktifasi fisika memvariasikan suhu 700oC, 800oC dan 900oC. Instrumen untuk mengetahui karakterisasi dan pemurnian digunakan XRD, Uji kadar proksimat dan Uji TG-DTA. Untuk mengetahui Volume pori pori digunakan SEM dan Instrumen BET. Kapasitansi dari karbon aktif digunakan untuk mengetahui besaranya kapasitas karbon aktif,
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Limbah ban bekas adalah penyumbang sampah terbesar didunia Enam ribu ton ban bekas dihasilkan setiap tahun di Eropa, Amerika dan Jepang Hal ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya industri otomotif dunia. Upaya pemusnahan dengan cara pembakaran yang biasa dilakukan ternyata menghasilkan dampak polusi yang berbahaya karena berpengaruh buruk pada kesehatan manusia.. Jika dibuang begitu saja, ban bekas tentunya akan mencemari lingkungan sekitarnya mengingat ban bekas tidak dapat terurai dengan mudah secara biologis. dunia, Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu usaha yang serius untuk menangani dan mengolah limbah ban bekas tersebut agar tidak menimbulkan masalah terhadap lingkungan.
Penelitian ( A. Aranda et.al.2007) pirolisis karbon hitam sebanyak 60 g dari limbah ban bekas pada suhu 650 0C dengan kecepatan 50 oC/min pada atmosfer nitrogen diperoleh kandungan kandungan Fixed karbon limbah ban bekas sebesar 77,7% melebihi nilai fixed carbon dari tempurung kelapa yaitu 20,96% pada penelitian yang dilakukan oleh ( Wei Li, 2008) serta nilai fixed carbon pada eceng gondok yaitu 72,02% pada penelitian yang dilakukan oleh ( Abu dan Suhariono, 2012). Kandungan Fixed karbon yang tinggi berpotensi digunakan sebagai karbon aktif yang mana dapat diaplikasikan sebagai Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) atau kapasitor lapisan ganda
Karbon aktif ini digunakan sebagai kapasitor lapisan ganda (EDLC) karenanilai kapasitansi yg tinggi di atas 100 F/g (M. Hahn et,al,. 2004). Oleh karena itu, banyak kapasitor yang tersedia sekarang dari bahan-bahan karbon yang digunakan untuk elektroda EDLC. Kapasitansi yang besar ini menyebabkan Karbon aktif mampu menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran yang lebih kecil sehingga dapat diterapkan untuk perkembangan perangkat elektronik berukuran kecil dan teknologi nano.
Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) atau kapasitor lapisan ganda listrik telah dipikirkan sebagai sumber tenaga daya tinggi yang memberi harapan untuk peralatan komunikasi digital dan kendaraan listrik. Keuntungan EDLC adalah kemampuannya lebih cepat dan waktu pakainya lebih lama jika dibandingkan terhadap baterai. EDLC memanfaatkan double layer atau lapisan ganda yang terbentuk pada permukaan elektroda/ elektrolit, dimana muatan-muatan listrik terkumpul pada permukaan elektroda dan ion-ion muatan-muatan yang berlawanan tersusun dalam tepi-tepi elektrolit. Bahan elektroda EDLC mempunyai luas permukaan yang besar untuk pengumpulan muatan dan struktur pori yang tepat untuk pembasahan elektrolit dan gerakan ion yang cepat
Kapasitor listrik dua layer atau EDLC didasari pada prinsip kerja dari lapisan listrik ganda yang terbentuk pada antar permukaan lapisan antara karbon aktif dan elektrolit sebagai dielektrik. Adanya mekanisme absorpsi dan desorpsi ion pada kedua layer elektroda karbon aktif berperan dalam pengisian dan pengosongan EDLC. Dengan memberikan tegangan pada elektroda yang saling berhadapan maka ion akan tertarik ke permukaan kedua elektroda dan terjadilah proses pengisian atau charging. Sebaliknya, ion akan bergerak menjauh saat EDLC digunakan atau discharging ( Conway, 1999 )
pemanfaatan limbah ban bekas ini diharapkan dapat mengurangi limbah ban bekas dengan menjadikan sebagai Electric Double-Layer Capacitor . Inovasi ini merupakan terobosan baru bahan penyusun elektroda kapasitor yang berasal dari bahan yang selama ini hanya menjadi sampah, yakni limbah ban bekas Dengan kandungan karbon yang tinggi diharapkan limbah ban bekas sebagai bahan pembuatan EDLC ( Electric Double Layer Capacitor), sebuah kapasitor super yang berukuran kecil namun dengan kapasitas penyimpanan besar
1.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengkaji cara preparasi pembuatan karbon aktif dari limbah ban bekas sebagai Electric Double-Layer Capacitor
2. Mengkaji kspasitansi listrik karbon aktif dari limbah ban bekas untuk aplikasi bahan dasar pembuatan EDLC ( Electric Double Layer Capacitor).
3. Pemanfaatan limbah ban bekas sebagai bahan dasar pembuatan karbon aktif untuk aplikasi EDLC ( Electric Double Layer Capacitor) atau kapsitor ganda yang murah serta dapat mengurangi limbah ban bekas yang melimpah.
1.3 Urgensi Penelitian
Permasalahan yang menjadi titik pusat penelitian ini adalah meningkatnya industry otomotif menyebabkan limbah ban bekas juga semakin meningkat. Limbah ban bekas termasuk limbah ban yang tidak dapat terurai. Upaya pemusnahan dengan cara pembakaran tidak dapat dilakukan karena dapat berpengaruh kesehatan pada manusia. Perlu pengelolaan limbah ban bekas salah satunya dengan memanfaatkanya sebagai bahan dasar pembuatan EDLC ( Electric Double Layer Capacitor ). Kandungan fixed karbon yang tinggi pada limbah ban bekas EDLC memiliki potensi digunakan sebagai karbon aktif untuk elektroda EDLC ( Electric Double Layer Capacitor). Penelitian ini selain dapat mengurangi pengelolahan limbah ban bekas juga dapat diaplikasikan sebagai pengembangan kapasitor
1.4 Luaran
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah publikasi ilmiah tentang PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH BABE (BAN BEKAS) SEBAGAI (EDLC) ELEKTRIK DOUBLE LAYER CAPASITOR.
1.5 Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dalam perancangan ini antara lain dapat memanfaatkan limbah ban bekas sebagai EDLC ( Electric Double Layer Capacitor) Untuk kemajauan di bidang energi.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Limbah Ban Bekas
Ban memiliki bahan dasar karet yang merupakan salah satu jenis polimer sintesis. Polimer sintesis yang digunakan ban bekas ialah polistiren.Polistiren memiliki berat molekul yang ringan dibuat dari reaksi kopolimerasi antara butadiene dan stirena ( Surdia dan Sailo, 2005). Karbon hitam merupakan komposisi terbanyak dalam penyusunan ban digunakan untuk memperkuat karet dan membantu ketahanan terhadap goresan. ( Mastral, 2000). Penelitian ( A. Aranda et.al.2007) pirolisis karbon hitam sebanyak 60 g dari limbah ban bekas pada suhu 650 0C dengan kecepatan 50 oC/min pada atmosfer nitrogen diperoleh kandungan
Tabel1. Kandungan pirolisis limbah ban bekas
Fixed karbon pada pirolisis karbon hitam pada limbah ban bekas sebesar 77,7% melebihi nilai fixed carbon dari tempurung kelapa yaitu 20,96% pada penelitian yang dilakukan oleh ( Wei Li, 2008) serta nilai fixed carbon pada eceng gondok yaitu 72,02% pada penelitian yang dilakukan oleh ( Abu dan Suhariono ,
Sample ( wt.%) Pirolsis karbon hitam
Moisture 0,22 Ash 9,51 Volatilel matter 2,57 Fixed carbon 77,7 Carbon 87,37 Hidrogen 0,66 Nitrogen 0,31 Sulfur 2,63
2012). Penelitian pemanfaatan Karbon aktif dari limbah ban bekas telah dilakukan diantaranya untuk adsorpsi ion logam berat ( Hamadi et al., 2001), adsorpsi pestisida ( Hamadi et al . , 2004) , dan pewarna ( Garcia et al ., 2007; Nakagawa et al., 2004 ; San Miguel et al ., 2002; Tanthapanichakoon et al. , 2005).Sehinggga limbah ban bekas ini memiliki potensi dijadikan sebagai bahan karbon aktif. 2.2 Karbon aktif sebagai EDLC.
Kapasitor listrik dua layer atau EDLC didasari pada prinsip kerja dari lapisan listrik ganda yang terbentuk pada antar permukaan lapisan antara karbon aktif dan elektrolit sebagai dielektrik. Adanya mekanisme absorpsi dan desorpsi ion pada kedua layer elektroda karbon aktif berperan dalam pengisian dan pengosongan EDLC. Dengan memberikan tegangan pada elektroda yang saling berhadapan maka ion akan tertarik ke permukaan kedua elektroda dan terjadilah proses pengisian atau charging. Sebaliknya, ion akan bergerak menjauh saat EDLC digunakan atau discharging ( Conway, 1999 )
Electric Double-Layer Capacitor (EDLC) atau kapasitor lapisan ganda listrik telah dipikirkan sebagaisumber tenaga daya tinggi yangmemberi harapan untuk peralatan komunikasi digital dan kendaraan listrik.Keuntungan EDLC adalah kemampuannya lebih cepat dan waktu pakainya lebih lama jika dibandingkan terhadap baterai. EDLCmemanfaatkan double layer atau lapisan ganda yang terbentuk pada permukaan elektroda/ elektrolit, dimanamuatan-muatan listrik terkumpul pada permukaan elektroda dan ion-ion dimanamuatan-muatan yang berlawanan tersusun dalam tepi-tepi elektrolit. Bahan elektroda EDLCmempunyai luas permukaan yang besar untuk pengumpulan muatan dan struktur pori yang tepat untuk pembasahan elektrolit dan gerakan ion yang cepat.
Tiga katagori utama bahan elektroda digunakan dalam EDLC yaitu karbon, polimer dan oksida logam ( M. G. Sullivan et,al,. 2000). Untuk oksida logamseperti CuO2 mempunyai kapasitanslebih besar dari 700 F/g ( S. Yoon
et,al,. 2000)., tetapi bahan ini terlalumahal. Polimer juga adalah sebagai bahan elektroda untuk EDLC ( X.Ren et,al,. 1995), tetapi dalam polimer, gerakan ion dalam pori agak lambat dan stabilitasnya berubah-ubah. Karbon dengan luas permukaan tinggi adalah bahan elektroda EDLC yang tidak mahal(M. Hahn et,al,. 2004). Oleh karena itu, banyak kapasitor yang tersedia sekarang dari bahan-bahan karbon yang digunakan untuk elektroda.Karbon aktif dari tempurung kluwak dengan perlakuan karbonisasi pada 700 0C dan didrying pada temperatur 110 oC sangat berpotensi dijadikan EDLC karena nilai kapasitifnya yang lebih tinggi dari kapasitor konvensional yaitu sebesar 9,1 mF/gr (Rio Latifan dan Diah Susanti, 2012)
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian
Limbah ban bekas, H2SO4, HNO3, Aquades, toluena dan gas N2
3.2 Alat Penelitian
Crussible, Magnetic stirrer hot plate, Timbangan digital, mechanical milling, pH meter, Seperangkat alat pirolisis, Oven, Ayakan, Mortar, Alat Furnace dan beaker glass. Alat yg digunakan untuk karakterisasi meliputi SEM (Scanning Electron Microscopy), XRD, FTIR, TG-DTA. Kualitas dari kapasitor ditentukan dengan potensiometer dan BET.
3.3 Tempat Penelitian
Penelitian ini direncanakan dan dilaksanakan di Laboratorium MIPA Terpadu dan Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta
A. Preparasi Limbaha ban bekas
Preparasi yang dilakukan adalah pemotongan limbah ban bekas dengan dengan ukuran 1-3 mm kemudian dimasukan pada mesin pirolisis.
B. Karbonisasi
, Dilakukan pengarangan atau proses karbonisasi dengan proses pirolisis dengan suhu 6500C selama 60 menit pada reaktor yang dialiri gas N2. Limbah ban
bekas yang akan dikarbonisasi harus ditimbang terlebih dahulu menggunakan Timbangan digital Metler Tolledo agar diketahui berat awal dari sampel sehingga bisa dilihat pengurangan massa yang terjadi pada proses karbonisasi. Setelah mengalami proses karbonisasi sampel Dicuci dengan toluena untuk menghilangkan pengotor anorganik yang ada. karbon yang didapat dihancurkan menggunakan mechanical milling hingga berbentuk serbuk yang lolos 120 mesh. Sampel yang tidak lolos dihancurkan kembali hingga berukuran 120 mesh..
C. Aktifasi Kimia
Pada proses aktifasi kimia, arang 20 gram dicampur dengan H2SO4 dan HNO3 dimasukkan ke dalam beaker glass dan ditambah aquades, H2SO4 dan HNO3 yang digunakan dengan perbandingan tertentu. Campuran tersebut lalu dipanaskan dan diaduk menggunakan magnetic stirrer hot plate dengan temperatur 80oC selama 4 jam dan menggunakan kecepatan putaran stirrer sebesar 200 rpm (Suhariono,2012). Setelah tercampur maka dilakukan pengendapan dan pencucian. Pengendapan dilakukan dengan membiarkan campuran selama satu hari hingga terbentuk endapan. Lalu cairan yang ada pada
campuran dibuang hingga tersisa endapannya saja. Endapan yang didapat lalu dicuci dengan menambahkan aquades dan diaduk hingga endapan tercampur rata didalam aquades setelah itu didiamkan kembali hingga terbentuk endapan kembali. Pencucian dilakukan hingga endapan yang dihasilkan benar-benar bersih dari sisa aktifier saat aktifasi kimia. Indikasi yang digunakan untuk mengatakan bahwa endapan telah bersih adalah pH cairan mendekati netral saat proses pengendapan.
D. Aktifasi fisika
Pada aktifasi fisika endapan karbon aktif hasil aktifasi kimia dipanaskan dengan cara hidrothermal menggunakan variasi temperatur 700oC, 800oC dan 900oC dengan waktu tahan selama 2 jam untuk masing-masing endapan karbon aktif dari setiap proses karbonisasinya serta ada sampel hasil aktifasi kimia yang hanya didehidrasi atau tanpa aktifasi fisika. Proses Hidrothermal berlangsung dengan memasukkan adonan karbon aktif yang masih kaya akan kandungan air didalam crusible yang dimasukkan didalam autoclaf dan dipanaskan di dalam furnace. Proses hidrotermal adalah proses yang memanfaatkan tekanan uap air yang diperoleh dari pemanasan air yang terkandung pada sampel itu sendiri. Serbuk karbon aktif akan didapat setelah didinginkan dengan perlahan didalam furnace. Autoclaf pada proses aktifasi kimia ini digunakan agar proses aktifasi fisika berlangsung pada keadaan kedap udara agar lingkungan pemanasan memiliki kadar oksigen yang terbatas. Karena jika saat pemanasan terdapat banyak oksigen akan terbentuk abu
F. Teknik pengumpulan data dan analisa data
Analisa proksimat dilakukan untuk mengetahui kadar karbon yang terkandung pada limbah ban bekas. Kandungan limbah ban bekas juga dilakukan analisa XRD. Analisa ini bertujuan untuk memastikan bahwa Kristal yang terbentuk murni Kristal dari karbon. Uji BET digunakan untuk mengetahui volume pori pori karbon aktif dari limbah ban bekas. Dengan SEM dapat memvisualisasikan pori pori karbon aktif yang terbentuk. Kemudian dilakukan uji TGA-DTA dengan cara memanaskan sampel untuk menghilangkan pengotor dan air yang masih menutupi pori pada karbon aktif limbah ban bekas. Kemudian dilakukan pengujian potensiostat untuk mengetahui berapa besar kapasitansi maksimum dan hambatan karbon aktif dari limbah ban bekas tersebut..
E. Skema Tahapan Penelitian
Tabel 2. Ringkasan Target dan Output Penelitian
No. Tahapan Penelitian Target Luaran Output 1. Preparasi limbah
ban bekas dan karbonisasi
Bahan yang bersih dari pengotor dan memiliki kandungan karbon yang tinggi
Bahan siap diaktivasi kimia. di dapatkan data, data analisis xrd ddan kadar proksimat. 2. Aktifasi kimia Menghilangkan
pengotor pada pori karbon dan
memperluas volume pori karbon.
Material Karbon Aktif dari limbah ban bekas siap diaktivasi fisika.
3. Aktifasi fisika pada suhu 700oC, 800oC dan 900oC Uji SEM,TGA-DTA,BET dan XRD. Data analisa SEM,TGA-DTA,BET dan XRD
Preparasi Limbah ban bekas Limbah ban bekas dipotong dengan ukuran 3 mm.
Karbonisasi limbah ban bekas
Pirolisis limbah ban bekas pada suhu 6500C selama 60 menit dan diayak dengan ukuran 120 mesh lalu diuji XRD dan kadar proksimat.
Aktifasi kimia Air : H2SO4 : HNO3 dengan
perbandingan volume 1:1:3 lalu diuji dengan BET.
Aktifasi fisika Pemanasan variasi suhu 700oC, 800oC dan 900oC diuji dengan XRD,TG-DTA dan uji kapasitansi listrik dengan potensiometri.
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4,1 ANGGARAN BIAYA
Tabel 3. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P
No. Jenis Pengeluaran Rencana Biaya
(Rp)
1. Bahan habis pakai 2.200.000
2. Alat penunjang penelitian 4.745.000
4. Perjalanan sampling raw material (tanah, bahan kimia, urea, zeolit)
2.100.000 4. Lain-lain : dokumentasi, laporan,
publikasi, akses laboratorium
1.569.000
Total 10.714.000
4..2 JADWAL KEGIATAN
Tabel 4. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Bulan
ke-1 2 3 4 5
1 Identifikasi masalah 2 Studi kasus dan literatur
3 Preparasi limbah ban bekas dan karbonisasi 4 Aktifasi kimia
5 Aktifasi fisika
6 Uji SEM,TGA-DTA,BET dan XRD. 7 Pembuatan Laporan
DAFTAR PUSTAKA
Aripin. 2007. Karakterisasi Perilaku Konduktivitas Karbon Magnetik. Journal of Materials Science Vol. 8, No. 2. : 150 - 154
A. Aranda, R. Murillo, T. Garcia, M.S. Callen, A.M. Mastral. 2007. Steam activation of tyre pyrolytic carbon black : Kinetic study in a thermobalance. Chemical Engineering Journal. 126 : 79–85.
Busana, Abu. 2012. Pengaruh Temperatur Karbonisasi Dan Konsentrasi Zink Klorida (ZnCl2) Terhadap Luas Permukaan Karbon Aktif Eceng Gondok.
Skripsi S1. Jurusan teknik material dan metalurgi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Cameron Carbon Incorporated. 2006. Activated Carbon manufacture, structure and properties, Amerika
Conway. 1999. Electrochemical Supercapasitor-Scientific Fundamentals and Technological Applications. Ottawa : University of Ottawa.
Garcia I T S, Nunes M R, Carreo N L V, Wallaw W M, Fajardo H V, Probst L F D, 2007. Preparation and characterization of activated carbons from thread of tire waste. Pol´ımeros, 17:329–333.
Hamadi. N. K, Chen . X. D, Farid. M. M, Lu M. G. Q, 2001. Adsorption kinetics for the removal of chromium(VI) from aqueous solution by adsorbents derived from used tyres and sawdust.Chemical Engineering Journal, 84(2): 95–105.
Hamadi. N. K, Swaminathan. S, Chen. X. D, 2004. Adsorption of paraquat dichloride from aqueous solution by activated carbon derived from used tires. Journal of Hazardous Materials, 112(1-2): 133–141.
Mastral, A. M., Callen. M. S., Garcia. T., and Navarro., M. V. 2000. Improvement of liquids from coal-tire co-thermolysis: Characterization of the obtained oils. Fuel Process Technologi 64 :135-140.
M. Hahn, M. Baertschi, O. Barbieri, J.C. Sauter, R. Kotz, and R. Gallay. 2004. Interfacial capacitance and electronic conductance of activated carbon double-layer electrodes Electrochemichal Solid. State. Letter., 7 A33-A36. Nakagawa. K, Namba. A, Mukai. S. R, Tamon. H, Ariyadejwanic. P,
Tanthapanichakoon. W, 2004. Adsorption of phenol and reactive dye from aqueous solution on activated carbons derived from solid wastes. Water Research, 38(7): 1791–1798.
Rio, Latifan., dan Diah, Susanti. 2012. Aplikasi Karbon Aktif dari Tempurung Kluwak (Pangium Edule) dengan Variasi Temperatur Karbonisasi dan Aktifasi Fisika Sebagai Electric Double Layer Capasitor (EDLC) Jurnal Teknik Material dan Metalurgi Vol. 1, No. 1, 1-6
Salamah, S. 2001. “Pembuatan Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa dengan Perlakuan Karbonat”. Prosiding Seminar Nasional “Kejuangan” Teknik Kimia, Yogyakarta: Yogyakarta.
San Miguel G, Fowler G D, Sollars C J, 2002. Adsorption of organic compounds from solution by activated carbons produced from waste tyre rubber. Separation Science and Technology, 37(3): 663–676.
Surdia, T. dan S, Saito. 2005. Pengetahuan Bahan Teknik.Pradnya Paramita. Jakarta.Takeuchi, Yahsito. 2006. Pengantar Kimia. Iwanami Publishing Company. Tokyo
Tanthapanichakoon W, Ariyadejwanich P, Japthong P, Nakagawa K, Mukai S R, Tamon H, 2005. Adsorption-desorption characteristics of phenol and reactive dyes from aqueous solution on mesoporous activated carbon prepared from waste tires. Water Research, 39(7): 1347–1353
Wijaja, tri, dkk. 2009. Studi proses hybrid: adsorpsi pada karbon aktif/membran bioreaktor untuk pengolahan limbah cair industri. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
A. B.
Lampiran Identitas Pembimbing
LAMPIRAN Justifikasi Anggaran KegiatanLampiran 1 : Identitas Pembimbing
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Teguh Endah Saraswati, M.Sc., Ph.D
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi S1 Kimia
4. NIDN 0026037902
5. Tempat dan Tanggal Lahir Kudus, 26 Maret 1979
6. Email [email protected]
7. Nomor Telepon/HP 0857-1910-8084
B. RiwayatPendidikan
S1 S2 S3
Nama Intitusi Universitas Sebelas Maret
Nagoya University Shizouka University
Jurusan Kimia Chemistry
Department Department of Nanovision Technology Tahun Masuk–Lulus 1997-2003 2007-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dan Artikel Ilmiah dalam jurnal
No
Nama Pertemuan
Ilmiah/Seminar/Jurnal Judul Artikel Ilmiah
Waktu, Tempat, Penerbit 1 10th Joint Conference
on Chemistry (JCC)
Synthesis And Surface Modification of TiO2/Carbon
Photocatalyst Produced By Arc Discharge In Ethanol Medium
Semarang, Indonesia 2014 2. 10th Joint Conference on Chemistry (JCC) Fabrication of Nanocomposite Carbon-Coated Iron Magnetic Nanoparticles by Arc Discharge in Liquid Medium
Semarang, Indonesia 2014
3. International Conference on Advanced Materials Science and Technology (ICAMST) 2014 Fabrication of Carbon Nanomaterial Using
Arc-Discharge in Liquid Method for Battery Application 16-17 September, 2014 Solo, Indonesia 4. International Conference on Advanced Materials Science and Technology (ICAMST) 2014 Photocatalytic Degradation of Methylene Blue Using
TiO2/Carbon Nanoparticles Fabricated by Electrical Arc Discharge in Liquid Medium
16-17 September, 2014Solo, Indonesia 5. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VI (SNKPK VI)
Pembuatan Material Fotokatalitik TiO2 Termodifikasi Karbon
Menggunakan Limbah Batu Baterai Untuk Degradasi Zat Warna 21 Juni 2014 FKIP Kimia UNS, Surakarta 6. Joint Indonesia - UK Symposium on Inorganic Chemistry Improvement of surface hydrophilicity of graphite encapsulated iron magnetic nanoparticles by microwave surface-wave excited plasma
3 Agustus 2013 Auditorium Campus Centre Institut Teknologi Bandung, Indonesia 7. International Conference on Advanced Materials Science and Technology (ICAMST) 2013 Covalent Functionalization of Amino Group onto Carbon-Based Magnetic Nanoparticles Using Pulsed-Powder Explosion Technique 17-18 September 2013 Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia 8. International Conference on Nano Electronics Research Education (ICNERE) 2012
Surface Modification of Graphite-Encapsulated Iron Compound Magnetic Nanoparticles by Radio Frequency Inductively-Coupled Plasma for biomolecules
immobilization 8-10 Juli 2011 The Magani Hotel, Kuta, Bali, Indonesia 9. 20th Int. Symp. on Plasma Chemistry(ISPC-20)
Biomolecule Immobilization onto Plasma-Functionalized Graphite-Encapsulated Magnetic
Nanoparticles for Medical Application
24-29 Juli 2011 Loews Hotel, Philadelphia, USA
10 3rd Int. Symp. on Surface and Interface of Biomaterials (SIB-2011)
Enhancement of Amino Group Addition onto Graphite
Encapsulated Magnetic
Nanoparticles for Biomolecules Immobilization by Plasma Processing 12-15 Juli 2011 Hokkaido University Conference Hall 11 Inernational Confernece on New Diamond and Nano Carbons 2011 (NDNC2011)
RF Plasma-Activated
Immobilization ofBiomolecules onto Graphite-Encapsulated Magnetic Nanoparticles for Drug Delivery Application
Matsue, Japan
12 Inernational
Confernece on New Diamond and Nano Carbons 2011 (NDNC2011)
Microwave Heating of Graphite-coated Magnetic Nanoparticles for Inactivation of Microorganisms 17-19 Mei 2011 Matsue, Japan 13 4th Int. Conf. on Plasma-Nanotechnology & Science (IC-Plants 2011)
Medical Application of Graphite-coated Magnetic Nanoparticles Surface-Modified by Microwave Plasma 10-12 Maret 2011 Takayama, Japan 14 International Conference on Biomaterials Science 2011 (ICBS2011)
Immobilization of Dextran onto Graphene Layer-Encapsulated Magnetic Nanoparticles Functionalized by RF Plasma Processing for Medical Application 15-18 Maret 2011 Tsukuba, Japan 15 2nd Workshop on Plasma‐Nano Interfaces & Plasma Diagnostics
Surface Modification and Functionalization of Graphene Layer-Encapsulated Magnetic Nanoparticles by RF Plasma Processing for Medical Application 1-4 Maret 2011 Cerklji, Slovenia 16 International Joint Symposium on Emerging Technologies in Nano-Bioscience
Plasma Surface Modification of Magnetic Nanoparticles for Medical Application 28 Februari 2011 Shizuoka Univ., Japan 17 Seminar at Institute of Plasma Physics
Advanced Plasma Technology for Biomedical Application
25 November 2011
CAS, Hefei, China
18 63rd Annual Gaseous Electronics Conference and 7th International Conference on Reactive Plasmas
Structural Analysis of ZnO Nano-phosphors Fabricated by Pulsed Laser Ablation under the Glow Discharge Condition
4-8 Oktober 2010 Paris, France
LAMPIRAN Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Uji TGA-DTA Penunjang Penelitian 5 Sampel 300.000,00 1500.000,00 Ayakan Penunjang Penelitian 1 buah 100.000,00 100.000,00 XRD Penunjang Penelitian 5 sampel 300.000,00 1500.000,00 Uji BET Penunjang
Penelitian 5 sampel 300.000,00 1500.000,00 Uji Kapasitans i Penunjang Penelitian 5 sampel 10.000,00 50.000,00 Kertas stiker Penunjang Penelitian 6 2.000,00 12.000,00
Log book Penunjang Penelitian
1 10.000,00 10.000,00
Alat tulis Penunjang Penelitian 4 2.000,00 8.000;00 Gunting Penunjang Penelitian 2 4.000,00 8.000,00 Cutter Penunjang Penelitian 1 7.000,00 7.000,00 Total 4.745.000,00 2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Jumlah Limbah ban bekas Pelaksanaan
Penelitian 10 kg 5.000,00 50.000,00 Toluena Pelaksanaan Penelitian 1 botol 600.000,00 600.000,00 HNO3 Pelaksanaan Penelitian 1 botol 650.000,00 650.000,00 H2SO4 Pelaksanaan 1 botol 600.000,00 600.00,00
Penelitian Tabung gas nitrogen Pelaksanaan Penelitian 1 tabung 200.000,00 250.000,00 SUB TOTAL (Rp) 2.200.000 3. Perjalanan Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah Perjalanan uji XRD ke jogja. Transportasi 4 orang 100.000,00 400.000,00 Perjalanan Pembelian limbah ban bekas Transportasi 4 orang 50.000 200.000,00 Perjalanan ke Malang untuk uji SEM
Transportasi 3 500.000,00 1.500.000,00
SUB TOTAL (Rp) Rp 2.100.000,00
4. Lain-Lain
No. Kebutuhan Jumlah unit Biaya/unit (Rp) JumLah (Rp) 1. Akses Laboratorium
Fre akses laboratorium Kimia FMIPA UNS
3 50.000 150.000
Fee akses laboratorium Mipa Terpadu 3 50.000 150.000 2. Publikasi Ilmiah Registrasi 1 pemakalah 1.000.000 1.000.000 Poster 1 buah 100.000 100.000 3. Pembuatan Laporan Kertas 1 rim 40.000 40.000 Tinta 2 botol/pack 50.000 100.000 Penjilidan 6 2.500 15.000 CD + tempat CD 4 3.500 14.000 Sub Total 1.569.000,00 Total Biaya (Rp) 10.714.000,00
LAMPIRAN Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No Nama/NIM Alokasi Waktu
(jam/minggu)
Uraian Tugas
1 Saga Dermawan Dwi Laksana M0312066
8-10 jam/minggu Koordinasi, Preparasi Limbah ban bekas
2 Muhammad Sidik E0013291
8 jam/minggu Koordinasi karbonisasi limbah ban bekas
3 Muhammad Daidi Jauhari
H0714092
8 -10 jam/minggu Koordinasi aktifasi Kimia pada limbah ban bekas
4 Rudiyanto H07112163
8 -10 jam/minggu Koordinasi aktifasi fisika pada limbah ban bekas