Barang siapa mengamalkan sesuatu yang tidak ada contohnya dari kami maka akan tertolak (Riwayat Muslim)

Teks penuh

(1)

MLM Dalam Sorotan

Realita di masyarakat telah tergambar sebagaimana Hadits diatas, yang juga banyak melanda kaum muslimin. Ditengah kesulitan ekonomi yang makin menghimpit banyak kaum muslimin yang terjun dalam sebuah usaha yang sebenarnya masih samar/ syubhat kehalalannya bagi mereka. Celakanya mereka tidak berusaha mempelajarinya, apalagi ketika usaha ini semakin menjanjikan maka berbagai alasan pun dicari untuk melegitimasi kehalalannya.

MLM (Multi level Marketing) atau Networking Marketing, banyak kaum muslimin yang bergabung didalamnya, mulai dari kalangan awam sampai orang yang dianggap kiyai atau ustadz pun ada. Dikenal istilah up line (level atas) dan down line (level bawah) dalam bisnis ini, dimana up line akan selalu diuntungkan oleh orang yang berada dibawahnya (Down line). Mestinya seseorang yang berada pada up line bertanya, “Apakah keuntungan yang ia dapatkan dari Down Line tersebut Halal?. Pertanyaan inilah yang jarang muncul dari seorang peserta MLM. Oleh karena itu pada risalah singkat ini kami ingin mengulas masalah ini.

                  ! "#$ %& ' # ( )* (

  

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi perduli dari mana dia dapatkan harta, dari jalan halal

ataukah (yang) haram” (Riwayat Bukhari)

Kaedah Penting Bagi Pelaku Bisnis

Ada dua kaedah yang sangat penting untuk bisa memahami hampir seluruh permasalahan yang berhubungan dengan hukum Islam, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim “Pada dasarnya semua ibadah itu hukumnya haram kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya, sedangkan asal dari hukum transaksi dan muamalah adalah halal kecuali kalau ada dali l yang melarangnya” (Lihat I’lamul Muwaqqi’in 1/344) Dalil Ibadah adalah sabda Rasulullah J:



+  ' ,  '

-. / 012  3  4(& ' 5(

"

“Barang siapa mengamalkan sesuatu yang tidak ada contohnya dari kami maka akan tertolak” (Riwayat Muslim)

Adapun dali l masalah mu’amalah adalah firman Alloh  :

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu (Al Baqarah 29)

(2)

(Lihat Ilmu Ushul Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi dan Al Qawaid Al Fiqhiyyah oleh Syaikh As Sa’di hal : 58)

Oleh karena itu apapun nama dan model bisnisnya pada dasarnya dihukumi halal selagi dilakukan atas dasar suka rela dan tidak mengandung salah satu unsur keharaman, seperti riba, perjudian (mengundi nasib), penipuan, kedzaliman, gharar dan jahallah (Adanya spekulasi yang tinggi dan sesuatu yang tidak jelas), serta jual beli barang yang haram. (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Zaadul Ma’ad Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah 5/746, Taudhihul Ahkaam Syaikh Abdullah Al Bassam 2/233, Ar Raudhah An Nadiyyah 2/345, Al Wajiz Syaikh Abdil Adhim Al Badawi hal:332) Mengenal Sistem Kerja MLM

Secara global, sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota). Dari perusahaan yang melakukan praktik MLM. Adapun secara terperinci bisnis MLM dilakukan dengan cara: sebagai berikut :

1. Mula-mula pihak perusahaan menjaring konsumen untuk menjadi member dengan cara mengharuskan calon konsumen membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu.

2. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan dari perusahaan.

3. Sesudah menjadi member, maka tugas berikutnya adalah mencari calon-calon member baru dengan cara seperti tersebut diatas, yakni membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan

4. Para member baru juga bertugas mencari calon member-member baru lagi dengan cara seperti tersebut di atas yakni membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan

5. Jika member mampu menjaring member-member baru yang banyak maka ia akan mendapatkan bonus dari perusahaan. Semakin banyak member yang dijaring, maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya member yang sekaligus menjadi konsumen paket perusahaan.

6. Dengan adanya para member baru yang sekaligus menjadi konsumen paket perusahaan, maka member yang berada pada level pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan karena perusahaan merasa diuntungkan dengan adanya member-member baru tersebut.

Diantara perusahaan MLM ada yang melakukan kegiatan menjaring dana masyarakat untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut, dengan janji akan memberikan keuntungan hampir sebesarseratus persen dalam setiap bulannya (Lihat Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta hal 285-287).

Ada beberapa perusahaan MLM yang lainnya dimana seseorang bisa menjadi membernya tanpa harus dengan menjual produk perusahaan,

(3)

namun cukup dengan mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran. Selanjutnya dia bertugas mencari anggota lainnya dengan cara yang sama. Semakin banyak anggota, semakin banyak pula bonus yang dia terima dari perusahaan tersebut.

Kesimpulannya memang ada sedikit perbedaan pada sistem setiap perusahaan MLM. Namun semuanya berinti pada mencari anggota lalu dia bertugas mencari anggota lainnya. Semakin banyak anggota, semakin banyak bonus yang diraihnya.

Hukum Syar’i Bisnis MLM

Beragamnya bentuk bisnis MLM membuat sulit untuk menghukumi secara umum, namun ada beberapa sistem MLM yang jelas keharamannya, yakni yang menggunakan sitem sebagai berikut :

1. Menjual barang-barang yang diperjualbelikan dalam system MLM dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang wajar. Maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan harga barang yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagai modal dalam akad syirkah, mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ikut memasarkan akan mendapatkan keuntungan secara estafet. Dengan demikian prakteik perdagangan MLM semacam ini mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli dengan akag syirkah sekaligus mudharobah. Karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang akan memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru (Lihat Fiqh Indonesia hal 288) .

2. Calon anggota mendaftar ke perusahaan MLM dengan menbayar uang tertentu dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual kembali atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan poin atau bonus. Dan apabila tidak bisa mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus. Ini diharamkan karena mengandung unsur gharar (spekulasi) yang sangat jelas dan ada unsur kedhaliman terhadap anggota.

3. Calon anggota mendaftar dengan mebayar uang tertentu, tetapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti di atas, yakni membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota, semakin banyak bonus yang diraihnya. Ini adalah bentuk riba karena menaruh uang di perusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak.

4. Mirip dengan yang sebelumnya, yakni perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal di situ dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya. Ini adalah haram karena mengandung unsur riba.

5. Perusahaan MLM yang melakukan manipulasi dalam memperdagangkan produknya, atau memaksa pembeli untuk

(4)

mengkonsumsi produknya atau yang dijual adalah barang yang haram. Maka MLM tersebut jelas keharamannya. Namun ini tidak cuma ada pada (sebagian) MLM saja tetapi juga pada bisnis model lainnya.

Selain penjelasan diatas hampir semua perusahaan MLM membangun jaringan anggotanya dengan system piramida. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada di level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) akan memberikan nilai poin kepada yang berada di level atas mereka. Bukti bahwa down line akan selalu dirugikan adalah pada suatu kondisi tertentu bentuk piramida ini akan berhenti pada level tertentu yang mana mereka tidak mungkin lagi mencari member baru, yang dengannya berarti semua bonus dan poin yang dijanjikan tinggal impian belaka. Dan perlu dicermati bahwa orang yang berada pada posisi down line ini jumlahnya akan selalu lebih banyak dari pada level diatasnya. Sehingga ketika orang yang berada pada down line berhasil menjual produk atau merekrut member baru, maka secara otomatis orang yang ada pada level diatasnya akan mendapatkan poin, hadiah atau bonus. Dan ini adalah termasuk kedzaliman .

Mengenai MLM ini Syeikh Salim bin Ied Al Hilaly

8 49

7

(seorang ‘ulama di Yordania) berkata: “Banyak pertanyaan seputar bisnis yang banyak diminati oleh khalayak ramai. Yang secara umum gambarannya adalah mengikuti program piramida dalam sistem pemasaran. Dengan cara setiap anggota harus mencari anggota-anggota baru dan demikian seterusnya. Setiap anggota membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming-iming dapat bonus, semakin banyak anggota dan semakin banyak memasarkan produknya maka akan semakin banyak bonus yang dijanjikan. Sebenarnya kebanyakan anggota MLM ikut bergabung dengan perusahaan tersebut adalah karena adanya iming-iming bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dengan waktu yang sesingkat mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya. Bisnis model ini adalah perjudian murni.” (www.alhelaly.com, bagian soal jawab).

Penutup

Sebagai seorang muslim maka hendaklah kita berhati-hati dalam melakukan perniagaan. Jangan hanya karena menjanjikan untung yang besar, maka hal itu menjadikan kita gelap mata. Sehingga kita tidak memperdulikan apakah cara tersebut halal atau haram. Karena harta yang haram tidak akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita. Bahkan Allah  akan membalasnya dengan neraka. Rasulullah J telah bersabda:

4 %: /#$ ;<=>  <  3 ?@= A#$ B C,D  4#3E

(5)

“Sesungguhnya tidak akan masuk sorga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya” (Riwayat Ahmad dengan sanad shahih)

Akhirnya kita memohon kepada Allah semoga kita diberi kekuatan untuk menghindari praktek-praktek muamalah yang telah diharamkan Allah  dan Rasul-Nya SAW. Wallahu A’lam

FE GH @1I) : 4=J: 4 %&': 8 0>/ %&' 8 %&J

D 0

---

Kontribusi: Mas Heru Yulias Wibowo – Redaktur Buletin Da’wah An Nashihah Cikarang Baru - Bekasi, untuk berlangganan hubungi bag. Sirkulasi: Mas Arifin 08156094080 (A bu Laili)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :