19 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner serta formulir ABJ. Kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, tindakan, serta kontinuitas responden dalam upaya pencegahan DBD. Data kuisioner sebagai instrumen pertama, selain itu juga dilakukan pendataan container menggunakan formulir ABJ, pemeriksaan dilakukan dengan bantuan cahaya dari senter untuk menyoroti setiap bagian kontainer, pemeriksaan dilakukan, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya jentik yang kemudian digunakan menentukan nilai ABJ.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di KecamatanMlati yaitu di Desa Sumberadi Dusun Jodag dan Sayidan, DesaTirtoadi Dusun Ketingan dan Pundong 1,Desa Tlogoadi Dusun Cebongan Lor dan Karang Bajangdan Desa Sinduadi Dusun Pogung Lor
3.2.2. Waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2015.
3.3. Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Semua rumah atau warga tiap Kepala Keluarga di Kecamatan Mlati.
3.3.2. Sampel
Teknik sampling menggunakan accidental sampling(32). Pengambilan sampel didampingi oleh kader jumantik setempat atau warga setempat dengan cara mendatangi setiap warga yang sedang berada di rumah.
3.3.3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.3.3.1. Kriteria Inklusi:
a. Salah satuanggota keluarga yang bisa membaca dan menulis
b. Bersedia menjadi responden
c. Laki- laki atau perempuan berusia >17 tahun. 3.3.3.2. Kriteria Eksklusi:
a. Warga yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap. b. Warga yang tidak bersedia untuk diperiksa ABJ nya.
3.4. Perhitungan Jumlah Sampel
Penentuan jumlah sampel minimal menggunakan metode Slovin dengan toleransi kesalahan 10%.Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin.sebagai berikut:
Keterangan:
n: jumlah sampel
N: jumlah populasi
e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)(32).
Dari 94.727 Kepala Keluarga di Kecamatan Mlati, maka: 𝑛
= 99,894 dibulatkan menjadi 100 orang
Sehingga, jumlah sampel minimal adalah 100 orang atau Kepala Keluarga.
3.5. Definisi operasional
3.5.3. Pengetahuan merupakan hasil dari seseorang yang melakukan pengamatan terhadap suatu hal ,hingga didapatkan suatu pemikiran, gagasan, ide, konsep dan pemahaman terhadap suatu hal (5). Pengetahuan responden diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 16 pertanyaan. Pengetahuan dibagi tiga ketegori yaitu tinggi jika responden menjawab
>80% dari total skor, sedang jika 60%-80% dari total skor dan rendah jika <60% dari total skor (34).
3.5.4. Sikap merupakan kesiapan seseorang untuk merespon sesuatu, baik terhadap rangsangan positif maupun negative dari suatu objek rangsangan. Sikap belum merupakan suatu tindakan namun, merupakan faktor predisposisi untuk berperilaku(31). Sikap responden diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan dan terbagi menjadi dua kategori, yaitu sikap positif jika responden menjawab>70% dari total skor dan sikap negatif jika responden menjawab ≤70% dari total skor (35).
3.5.5. Tindakan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan karena adanya dorongan dan respon serta dapat diamati baik secara langsung maupun tidak langsung(30). Perilaku atau tindakan responden diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 7 pertanyaan dan terbagi menjadi dua kategori. Tindakan positif jika responden menjawab >71% dari total skor dan tindakan negatif jika responden menjawab ≤71% dari total skor (35). 3.5.6. Kontinuitas berarti melakukan suatu tindakan secara bertahap dan terus
menerus hingga menjadi rutinitas. Kontinuitas responden diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 11 pertanyaan dan terbagi menjadi dua kategori. Kategori baik yaitu responden yang menjawab ≥80% (9-11) pertanyaan dengan benar sedangkan kategori kurang responden yang menjawab pertanyaan dengan benar <80 (36).
3.5.7. Kontainer yang diperiksa berupa tempat penampungan air atau benda- benda lain di sekitar rumah yang berisi air bersih atau air hujan di sekitar rumah.
3.5.8. Pemeriksaan jentik didampingi oleh kader jumantik setempat dilakukan dengan cara visual dengan bantuan cahaya dari lampu senteruntuk melihat ada atau tidaknya jentikdi dalam kontainer.
3.5.9. Angka Bebas Jentik (ABJ) didefinisikan sebagai persentase rumah yang bebas jentik nyamuk dari seluruh sampel rumah yang diperiksa. Batas aman dari ABJ adalah 95%
3.5.10. House Index (HI) yaitu persentase rumah yang terjangkit larva/ jentikBatas aman dari HI adalah <5%.
3.5.11. Container index (CI) yaitu persentase penampungan air yang terjangkit larva atau jentikBatas aman dari CI adalah <10%
3.5.12. Breteau index (BI) yaitu jumlah penampung air yang positif per jumlah rumah yang diperiksaBatas aman dari BI adalah <50%
3.6. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen untuk pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui data identitas responden, tingkat pengetahuan, sikap, serta perilaku responden dalam pencegahan DBD. Kuesioner yang digunakan telah diuji secara content validity validity oleh Ibu Susi Ari Kristina, M.Kes., Ph.D., Apt, Bapak Saepudin, M.Si., Apt dan Ibu Fithria Dyah Ayu S, M.Sc., Apt
Instrument lain selain kuisioner adalah Lembar Pengumpulan Data Angka Bebas Jentik (LPD ABJ) yang berbentuk satu lembar kertas dengan keterangan (+) dan (-), kontainer yang terdapat jentiknya akan diberikan tanda (+) sedangkan yang tidak terdapat jentik akan diberikan tanda (-). Pemeriksaan Kontainer dilakukan dengan cara melihat kontainer secara visual dengan bantuan cahaya dari lampu senter.
3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas menggunakan content validity dan Uji Realibilitas menggunakan korelasi total item dan Cronbach’s alpha.
2.5.1. Uji validitas
Uji validitas dilakukan dengan content validity.Content validity dilakukan untuk memastikan apakah isi dari kuisioner sudah sesuai atau relevan dengan tujuan dari study. Content validity mencerminkan rangkaian lengkap atribut yang diteliti (37).Content validity disusun berdasarkan rancangan penelitian yang sudah ada(38).
2.5.2. Uji Reliabiitas
Uji reliabilitas menggunakan perhitungan nilai Cronbach’s Alpha. Apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,600 maka kuesioner dapat dinyatakan reliabel(39).
3.8 Proses Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap, yaitu pengisian kuisioner mengenai demam berdarah oleh responden penelitian, serta pendataan kontainer berisi air yang ada di rumah responden penelitian.
3.9 Pengolahan dan Analisis Data
3.9.1 Pengolahan data
Pemeriksaan jawaban kuisioner serta menghitung jawaban responden.Dilakukan juga penghitungan nilai ABJ dari hasil pengambilan data kontainer yang berisi air.Data responden didapat dari data kuisioner yang terbagi menjadi lima jenis pertanyaan.
1. Data karakteristik responden
Berisi sosiodemografi dan sosioekonomi dari responden.Hasil disajikan dalam presentase. Data karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin yaitu (laki-laki dan perempuan), status pernikahan yaitu (lajang dan menikah), usia (17-25, 26-35, 36-45, 46-55, 56-65 dan >65), pendidikan (rendah, menengah dan tinggi), pekerjaan (bekerja dan tidak bekerja) dan pendapatan (dibawah UMK dan diatas UMK).
2. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan responden mengenai DBD dan cara pencegahannya Jawaban benar diberikan poin 1 sedangkan jawaban yang salah diberi poin 0. Hasil dijadikan dalam bentuk persentase. Tingkat pengetahuan responden dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu baik, sedang dan buruk.
3. Sikap
Sikap responden mengenai perilaku yang harus dilakukan dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penular DBD.
Perilaku yang sesuai diberikan poin 1, sedangkan perilaku yang tidak sesuai diberi poin 0.Jumlah diubah ke dalam bentuk persentase. Sikap responden dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu baik dan buruk
4. Tindakan
Perilaku responden terhadap upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penular DBD.Setiap perilaku yang sesuai diberikan poin 1, sedangkan perilaku yang tidak sesuai diberi poin 0. Apabila responden tidak mengisi kolom ya ataupun tidak, maka dianggap tidak punya dan tidak dimasukkan ke dalam data kumulatif. Hasil dijadikan dalam bentuk persentase. Tindakan responden dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu positif dan negatif
5. Kontinuitas
Bagian kontinuitas periode pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk, untuk jawaban ya diberikan poin 1, sedangkan jawaban tidak diberikan poin 0, dan untuk kolom yang tidak diisi dianggap tidak ada dan tidak dimasukkan ke dalam data kumulatif.Hasil dijadikan dalam bentuk persentase. Kontinuitas responden dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu baik dan kurang
6. Formulir Pemeriksaan ABJ
Dari formulir dapat diketahui apakah terdapat jentik nyamuk dalam kontainer yang ada.Dari data tersebut dapat digunakan untuk menghitung nilai ABJ total.
3.9.2 Analisis data 1) Analisis Univariat
Analisis dengan statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran distribusi frekuensi karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, sikap, Tindakan dan kontinuitas.
2) Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel. Adapun uji statistik adalah Spearman-rho. Metode Spearman-rho.menggunakan test kemaknaan 5%. Jika P value <0,05maka ada hubungan yang bermakna antara sosiodemografi terhadap pengetahuan dan sebaliknya. Jika P value > 0,05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan variabel dependen.
3) Data Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), Countainer Index (CI),
breteau Index (BI) dihitung menggunakan rumus;
ABJ = × 100 𝐻𝐼 = × 100 𝐶𝐼 = × 100 𝐵𝐼 = × 100 (28)
Gambar 3.1. Alur Penelitian
Pembuatan Proposal
Penelitian
Pengajuan Ethical Clearance ke FK UII
Permohonan ijin penelitian ke BAPPEDA Kab.Sleman, Kecamatan Mlati, Desa Sumberadi, Tirtoadi, Tlogoadi dan Sinduadi serta Kepala Dusun Jodag, Sayidan, Ketingan, Pundong 1, Karang Bajang, Cebongan Lor, Pogung Lor serta pihak- pihak terkait lainnya.
Jumlah insiden demam berdarah berdasarkan data dari Puskesmas Mlati 1 dan 2, tahun 2014
Kriteria Eksklusi :
a. Warga yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap. b. Warga yang tidak bersedia
untuk diperiksa ABJ nya. Kriteria Inklusi :
a.Salah satu anggota keluarga yang bisa membaca dan menulis
b.Bersedia menjadi responden
c.Laki- laki atau perempuan berusia >17 tahun.
Penyusunan Laporan Analisis Hasil Pengolahan Data