• Tidak ada hasil yang ditemukan

SAMPUL DALAM... i. PERNYATAAN PERSETUJUAN... ii. PANITIA SIDANG UJIAN SKRIPSI... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. KATA PENGANTAR... v. ABSTRAK...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SAMPUL DALAM... i. PERNYATAAN PERSETUJUAN... ii. PANITIA SIDANG UJIAN SKRIPSI... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. KATA PENGANTAR... v. ABSTRAK..."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PERNYATAAN PERSETUJUAN ... ii

PANITIA SIDANG UJIAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR ISTILAH ... xv

DAFTAR SINGKATAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aikido ... 7

2.1.1 Sejarah Bela Diri Aikido ... 7

2.1.2 Pengertian Bela Diri Aikido ... 8

(2)

2.1.4 Tingkatan Bela Diri Aikido ... 14

2.1.5 Tujuan dan Manfaat BelaDiri Aikido... 14

2.2 Tidur ... 15 2.2.1 Pengertian Tidur... 15 2.2.2 Fisiologi Tidur ... 16 2.2.3 Tahap-tahap Tidur ... 18 2.2.4 Siklus Tidur ... 19 2.2.5 Fungsi Tidur ... 20

2.2.6 Kebutuhan dan Pola Tidur Normal pada Orang Dewasa ... 21

2.2.7 Kualitas Tidur ... 21

2.2.8 Instrumen Pengukuran Kualitas Tidur ... 25

2.3 Orang Dewasa ... 30

2.4 Mekanisme Bela Diri Aikido terhadap Kualitas Tidur ... 32

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS 4.1 Kerangka Berpikir ... 34

4.2 Kerangka Konsep ... 36

4.3 Hipotesis ... 37

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 38

4.2 Tempatdan Waktu Penelitian ... 38

4.3 Populasi dan Sampel ... 38

4.4 Variabel Penelitian ... 42

(3)

4.6 Instrumen Penelitian... 42

4.7 Prosedur Penelitian... 43

4.8 Alur Penelitian ... 46

4.9Pengolahan dan Analisis Data ... 47

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Data Karakteristik Sampel ... 51

5.2 Uji Hipotesis ... 52

BAB VI PEMBAHASAN 6.1 Karakteristik Sampel ... 54

6.2 Distribusi dan Varians Sampel Penelitian ... 55

6.3 Aikido dalam Meningkatkan Kualitas Tidur... 56

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7.1 Simpulan ... 59

7.2 Saran ... 59

7.3 Jadwal Penelitian ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 61

(4)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel2.1.1 : Materi Teknik Ujian Kenaikan Tingkat dalam Aikido ... 12 Tabel 2.2.8.1 : Distribusi pertanyaan kuesioner PSQI ... 26 Tabel 2.2.8.2: Penilaian The Zung Self-Rating Depression Scale dan The Zung-Self-rating Anxiety Scale ... 29

Tabel 5.1.1 : Distribusi Data Sampel BerdasarkanUsia pada Kelompok A dan Kelompok B ... 50 Tabel 5.1.2: Distribusi Data Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin pada Kelompok A dan Kelompok B ... 50 Tabel 5.2 : Uji Hipotesis Perbedaan Kualitas Tidur pada Kelompok A dan Kelompok B ... 52 Tabel 7.3 : Jadwal Penelitian ... 59

(5)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 : 1. Posisi Awal Gerakan Ikkyo dan 2. Posisi Akhir Gerakan Ikkyo ... 8

Gambar 2.2 : 1. Posisi Awal Gerakan Nikyo dan 2. Posisi Akhir Gerakan Nikyo ... 9

Gambar 2.3 : 1. Posisi Awal Gerakan Sankyo dan 2. Posisi Akhir Gerakan Sankyo . 9 Gambar 2.4 : 1. Posisi Awal Gerakan Yonkyo dan 2. Posisi Akhir Gerakan Yonkyo 10 Gambar 2.5 : 1. Posisi Awal Gerakan Gokyo dan 2. Posisi Akhir Gerakan Gokyo ... 10

Gambar 2.6: Gerakan Shiho-nage ... 11

Gambar 2.7 : Gerakan Irimi-nage ... 11

Gambar 2.8 : Gerakan Kote-gaeshi ... 11

Gambar 2.9 : Gerakan Kaiten-nage ... 12

Gambar 2.10 : Gerakan Tenchi-nage ... 12

Gambar 2.11 : Siklus Tidur Orang Dewasa Normal ... 18

Gambar 3.1 : Kerangka Konsep ... 33

(6)

DAFTAR ISTILAH

Aikidoka : sebutan untuk seseorang yang mendalami Aikido Bali Aikikai : sebuah organisasi persatuan beladiri Aikido di Bali Budo : ahli seni bela diri

Dan : sebutan untuk tingkat kemahiran/ sabuk hitam Dojo : tempat berlatih bela diri

Dougi : pakaian untuk berlatih beladiri Hakama : semacam rok ala pakaian samurai Jujutsu : seni yang lembut

Kenjutsu : metode atau teknik pedang Kyuu : tingkatan sebelum sabuk hitam Mudansha : belum pada tingkatan Dan Yudansha : tingkat Dan

(7)

PERBEDAAN KUALITAS TIDUR PADA ORANG DEWASA YANG MENGIKUTI BELA DIRI AIKIDO DENGAN ORANG DEWASA YANG

TIDAK MENGIKUTI BELA DIRI AIKIDO DI BALI ABSTRAK

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi supaya dapat memenuhi kebutuhan dasar pada tingkatan selanjutnya. Sehingga kualitas tidur harus diperbaiki dan ditingkatkan. Salah satu caranya adalah bela diri aikido karena dapat membantu menormalkan kembali cara kerja sistem saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Dengan demikian, kualitas tidur dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Hal tersebut mendasari penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mengetahui tentang kualitas tidur pada orang dewasa yang mengikuti bela diri aikido dengan orang dewasa yang tidak mengikuti bela diri aikido.

Penelitian ini merupakan cross sectional analitik dengan sampel penelitian adalah orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 86 orang disetiap kelompok yang dipilih dengan teknik purposive sampling kemudian sampel mengisi kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan hasilnya diuji dengan fisher exact test.

Hasil penelitian menunjukan nilai p=0,000 (p<0,05) berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur pada dua kelompok. Dengan prosentase hasilnya yaitu kelompok A mempunyai kualitas tidur baik 82 orang (95,3%) dan buruk 4 orang (4,7%), kelompok B mempunyai kualitas tidur baik 59 orang (68,6%) dan buruk 27 orang (31,4%).

Kesimpulan penelitian adalah kelompok orang dewasa yang mengikuti bela diri aikido mempunyai kualitas tidur lebih baik dari pada orang dewasa yang tidak mengikuti bela diri aikido.

(8)

SLEEP QUALITY DIFFERENCES IN ADULTS WHO PARTICIPATE THE AIKIDO MARTIAL ARTS WITH ADULTS WHO NO

PARTICIPATE THE AIKIDO MARTIAL ARTS IN BALI

ABSTRACT

Sleep is a basic human need that must be met in order to meet basic needs at the next level. So sleep quality should be improved and enhanced. One way is self defense aikido because it can help to normalize the workings of the sympathetic nervous system and the parasympathetic nerves. Thus, the quality of sleep can be improved and enhanced. It is the basis of this study that has a goal to know about sleep quality of adults who participate martial arts aikido with adults who no participate martial arts aikido.

This study was cross sectional analytic with the sample of the study were adults who fulfilled inclusion and exclusion criteria are 86 people in each group selected by purposive sampling technique then samples filling out the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and the results were tested with fisher exact test.

The results showed that p = 0,000 (p <0.05) means that there is a significant difference between sleep quality in two groups. With the percentage of result that is group A has good sleep quality 82 people (95,3%) and bad 4 people (4,7%), group B have good sleep quality 59 people (68,6%) and bad 27 people (31, 4%).

The conclusion is groups of adults who participate martial aikido have better sleep quality than adults who do not participate aikido martial arts.

(9)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Semakin bertambahnya usia individu akan menyebabkan semakin bertambah beban dan tanggung jawab yang akan ditanggung. Mulai dari beban dan tanggung jawab kerja ataupun beban dan tanggung jawabnya di lingkungan masyarakat atau di sebuah organisasi. Hal tersebut akan meningkatkan stres individu tersebut. Sedangkan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur adalah stres. Stres memiliki peranan penting terhadap kualitas tidur seseorang karena pada saat stres, akan terjadi penurunan produksi hormon melatonin, dimana hormon melatonin ini berperan sebagai pusat rileks. Selain itu, pada saat seseorang

stres juga akan terjadi peningkatan hormon kortisol yang berperan sebagai pusat emosional sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan kedua hormon dan menyebabkan kesulitan untuk tidur (Masfuati, 2015). Hal ini menggambarkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan perburukan kualitas tidur (Rahmawati, 2016).

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Menurut hirarki kebutuhan dasar manusia, tidur menempati tingkatan paling dasar, yaitu pada area kebutuhan fisiologis yang menunjukkan bahwa tidur sangatlah penting bagi manusia, seperti halnya udara, makan, minum, istirahat, aktifitas, menjaga suhu tubuh, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi maka tidak akan memenuhi kebutuhan dasar ditingkat

(10)

selanjutnya, seperti keamanan dan kenyamanan, cinta dan rasa memiliki, harga diri, bahkan sampai yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri (Potter & Perry, 2011). Kebutuhan tidur yang tidak dapat terpenuhi dengan baik juga akan menyebabkan rasa mengantuk diesok harinya. Mengantuk merupakan faktor resiko terjadinya kecelakaan, jatuh, penurunan stamina serta secara ekonomi mengurangi produktifitas seseorang karena orang yang mengantuk akan mengalami disorientasi terhadap lingkungan sekitar, selain itu juga orang yang mengantuk mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi serta merasa lelah sehingga lebih cenderung ingin beristirahat bila dibandingkan untuk bekerja (Wold, 2008).

Selain kebutuhan tidur yang tidak terpenuhi, kualitas tidur yang buruk juga dipengaruhi oleh gangguan tidur yang terjadi. Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSMIV), sekitar 20-49%

populasi dewasa di Amerika Serikat pernah mengalami gejala gangguan tidur dan diperkirakan 10-20% di antaranya mengalami gangguan tidur kronis. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 11,7% dari jumlah seluruh penduduknya mengalami gangguan tidur pada tahun 2004, data tersebut didapatkan melalui riset internasional yang dilakukan oleh US Census Bureau, International Data Base (Rimbawan, 2016). Melihat prosentase

tersebut, dapat diperkirakan bahwa prosentase gangguan tidur akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat. Semakin tinggi gangguan tidur yang terjadi maka akan memicu peningkatan kualitas tidur yang buruk sehingga memerlukan terapi yang dapat memperbaikinya.

(11)

Kualitas tidur yang buruk dapat diperbaiki dengan berbagai macam terapi, yaitu dengan yoga, senam aerobic, progressive muscle relaxation (PMR), dan lain-lain. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2016) membuktikan bahwa yoga dapat memperbaiki kualitas tidur pada orang yang mengalami insomnia, penelitian yang dilakukan oleh Malini (2015) membuktikan bahwa senam aerobic dapat meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sulidah (2016) membuktikan bahwa latihan relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Dari penelitian-penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat diperbaiki dengan meningkatkan aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran, megontrol emosi, dan menurunkan tingkat stres (Halpern, 2011).

Salah satu jenis aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh, menurunkan tingkat stres, dan mengontrol emosi adalah aikido. Aikido adalah seni bela diri tradisional Jepang yang diciptakan Morihei Ueshiba, seorang ahli bela diri yang menguasai bela diri kuno Jepang. Morihei Ueshiba mengubah beberapa teknik bela diri yang telah dipelajari kemudian memodifikasi dan menyempurnakan teknik tersebut sehingga menjadi olah gerak bela diri tersendiri. Aikido bukanlah seni bela diri saja tapi merupakan seni bela diri yang menggunakan napas dan pikiran bersih sehingga orang yang mempelajari Aikido dapat mengontrol emosi, lawan, dan keadaan. Aikido mengajarkan bagaimana mengasihi sesama termasuk musuh, koreksi diri, dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan (Maulana, 2008). Persamaan

(12)

Aikido dengan yoga, senam aerobic, dan progressive muscle relaxation (PMR) yang telah diteliti dan terbukti dapat memperbaiki kualitas tidur adalah aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, mengontrol emosi, dan menurunkan tingkat stres sehingga akan mempengaruhi kualitas tidur seseorang.

Penelitian yang dilakukan oleh Faggianelli & Lukoff (2006) melalui wawancaranya dengan 8 (delapan) psikoterapi yang menggunakan Aikido sebagai salah satu teknik dalam memberikan terapi kepada pasiennya. Penelitian tersebut membuktikan bahwa Aikido dapat mengontrol emosi dan menurunkan tingkat stres seseorang. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sanjaya (2015) membuktikan bahwa Aikido dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada remaja. Kedua penelitian tersebut memanfaatkan prinsip dasar bela diri Aikido, yaitu sentralisasi untuk mencapai kesimbangan setiap gerakan, pernafasan untuk mencapai relaksasi tubuh, keselarasan untuk dapat meningkatkan aware, aliran gerakan untuk meningkatkan dan merasakan setiap gerakan, dan meditasi pikiran untuk meningkatkan kesabaran dan relaksasi (Andoko et al, 2006). Aspek-aspek tersebut akan mempengaruhi sistem kerja saraf simpatis dan parasimpatis karena fokus dari teknik Aikido adalah mencapai ketenangan atau relaksasi dari pergerakan yang dikontrol oleh individu tersebut. Aikido dapat menormalkan kembali cara kerja saraf simpatis dan parasimpatis, dimana kedua saraf ini merupakan sistem kerja saraf otonom yang mengatur kerja jaringan dan organ-organ tubuh yang tidak disadari yang dapat memudahkan tubuh untuk beristirahat.

(13)

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Perbedaan Kualitas Tidur pada Orang Dewasa yang Mengikuti Bela Diri Aikido dengan Orang Dewasa yang Tidak Mengikuti Bela Diri Aikido di Bali”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah yang telah diteliti yaitu apakah ada perbedaan kualitas tidur pada orang dewasa yang mengikuti bela diri aikido dengan orang dewasa yang tidak mengikuti bela diri aikido di Bali ?

1.3 Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang kualitas tidur pada orang dewasa yang mengikuti bela diri aikido dengan orang dewasa yang tidak mengikuti bela diri aikido. 2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya perbedaan kualitas tidur antara orang dewasa yang mengikuti bela diri aikido dengan orang dewasa yang tidak mengikuti bela diri aikido.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Manfaat Keilmuan

a. Menambah pengetahuan pembaca tentang bela diri Aikido yang dapat mempengaruhi kualitas tidur.

(14)

b. Memperluas ilmu dalam dunia pendidikan pada umumnya dan fisioterapi pada khususnya.

c. Dapat dijadikan referensi atau acuan yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktisi

a. Dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terapi dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas tidur.

b. Dapat dijadikan referensi bacaan oleh para praktisi bela diri terutama bela diri aikido, bahwa bela diri aikido memiliki berbagai manfaat khususnya dapat memperbaiki dan meningkatan kualitas tidur.

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai kontribusi dalam menyumbangkan data tentang lalat buah dan parasitoidnya di sentra tanaman jeruk Provinsi Bali sehingga

Sama seperti jurnal penyesuaian lainnya, ayat jurnal penyesuaian tersebut akan mempengaruhi neraca dan laporan laba rugi. Pertama, ayat jurnal penyesuaian mencatat

Hasil evaluasi terhadap narasumber pelatihan menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta menyatakan narasumber pelatihan sangat baik, hal itu menggambarkan bahwa narasumber

1.1.) Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu yang diarahkan pada komoditas unggulan tanaman hias masif dan tanaman hias orientasi ekspor, melalui penerapan Good

Dalam dunia perbankan, agar tetap dapat bertahan dalam persaingan, bank harus terus berupaya untuk mencari tahu produk dan jasa apa saja pada bank tersebut yang dapat memberikan

pembelajaran sains; 5) Guru berpendapat bahwa perlu dikembangankan Modul Inkuiri Berbasis Pertanyaan (MIBP) untuk membantu siswa memahami konsep sains dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor individu dan keadaan saluran pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga dengan kejadian diare di RT

Daerah yang memiliki tipologi cepat maju dan tumbuh mempunyai kemungkinan mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih baik pada masa desentralisasi dibanding dengan daerah dengan