Company
LOGO
KEBIJAKAN ALOKASI
DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN 2015
DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
POKOK -POKOK KEBIJAKAN DAN ALOKASI
TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA TAHUN 2015
1. Meningkatkan kapasitas fiskal daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan
yang menjadi kewenangan Daerah;
2. Mengurangi ketimpangan sumber pendanaan pemerintahan antara Pusat dan Daerah
dan mengurangi kesenjangan pendanaan pemerintahan antardaerah;
3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi
kesenjangan pelayanan publik antardaerah;
4. Memprioritaskan penyediaan pelayanan dasar di daerah tertinggal, terluar, terpencil,
terdepan, dan pasca bencana;
5. Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dasar;
6. Mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien,
efektif, transparan, dan akuntabel;
7. Meningkatkan kualitas pengalokasian Transfer ke Daerah dengan tetap
memperhatikan akuntabilitas dan transparansi;
8. Meningkatkan kualitas pemantauan dan evaluasi Dana Transfer ke Daerah;
9. Menetapkan alokasi Dana Desa sesuai dengan amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang
Desa melalui realokasi belanja pusat yang berbasis desa;
10. Mengalokasikan Dana Desa kepada kabupaten/kota berdasarkan jumlah desa
dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan
tingkat kesulitan geografis;
Alokasi Transfer ke Daerah TA. 2014 dan TA. 2015
Postur
Tahun 2014 (Rp)
Tahun 2015 (Rp)
APBN
APBN-P
RAPBN
APBN
Transfer ke Daerah dan Dana Desa
592,552 T
596,504 T
639,993 T
647,041 T
1. Dana Transfer ke Daerah
592,552 T
596,504 T
603,926 T
637,975 T
1.1. Dana Perimbangan
487,931 T
491,882 T
509,499 T
516,401 T
1.1.1. Dana Bagi Hasil (DBH)
113,711 T
117,663 T
124,449 T
127,692 T
1.1.1.1. DBH Pajak
51,787 T
46,116 T
50,552 T
50,568 T
1.1.1.2. DBH Sumber Daya Alam
61,924 T
71,547 T
73,896 T
77,123 T
1.1.2. Dana Alokasi Umum
341,219 T
341,219 T
349,229 T
352,887 T
1.1.3. Dana Alokasi Khusus
33,000 T
33,000 T
35,820 T
35,820 T
1.2. Dana Otonomi Khusus
16,148 T
16,148 T
16,469 T
16,615 T
1.3. Dana Keistimewaan D.I. Yogyakarta
0,523 T
0,523 T
0,547 T
0,547 T
1.4. Dana Transfer Lainnya
87,948 T
87,948 T
104,411 T
104,411 T
1.4.1. Tunjangan Profesi Guru PNSD
60,540 T
60,540 T
70,252 T
70,252 T
1.4.2. Tambahan Penghasilan Guru PNSD
1,853 T
1,853 T
1,096 T
1,096 T
1.4.3. Bantuan Operasional Sekolah
24,074 T
24,074 T
31,298 T
31,298 T
1.4.4. Dana Insentif Daerah
1,387 T
1,387 T
1,664 T
1,664 T
1.4.5. Dana Proyek Pemda dan Desentralisasi
0,091 T
0,091 T
0,099 T
0,099 T
Pengertian DAK
Daerah Tertentu
sebagaimana dimaksud adalah daerah yang dapat memperoleh alokasi
DAK berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis.
Membantu
dalam arti “bukan penyediaan dana yang utama” dan/atau “bukan menggantikan
yang semua sudah ada”. Demikian juga hanya “diberikan kepada daerah/bidang yang menurut
kebijakannnya harus dibantu”
Kegiatan khusus
yang ditetapkan oleh Pemerintah mengutamakan kegiatan pembangunan
dan/atau pengadaan dan/atau peningkatan dan/atau perbaikan sarana dan prasarana fisik
pelayanan dasar masyarakat dengan umur ekonomis yang panjang, termasuk pengadaan
sarana fisik penunjang.
Urusan daerah
, bukan kewenangan pusat/ Kementerian/lembaga.
Program yang menjadi prioritas nasional
sebagaimana dimaksud dimuat dalam Rencana
Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran bersangkutan. RKP disetujui DPR, selanjutnya
dimuat dalam Nota Keuangan dan RAPBN.
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang
bersumber dari APBN dan dialokasikan kepada daerah
tertentu dengan tujuan membantu mendanai kegiatan
khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai
dengan prioritas nasional.
Perubahan Kebijakan DAK TA. 2015
No.
Hal
Perbedaan
2014
2015
1.
IFN
Daerah dengan IFN tinggi
dimungkinkan mendapatkan
DAK, sepanjang IFWT
1> 1
Daerah dengan IFN tinggi
dikeluarkan tanpa
memperhitungkan IKW dan IT,
kecuali Papua dan Papua Barat
2.
Kriteria Khusus
6 karakteristik:
Tertinggal, Perbatasan, Pesisir
Kepulauan, Rawan Bencana,
Ketahanan Pangan, Pariwisata
3 karakteristik:
Tertinggal, Perbatasan, Pesisir
Kepulauan
3.
DAK Tambahan
Penentuan Daerah berdasarkan
IFWT dari populasi Daerah
Tertinggal & Daerah Perbatasan
Seluruh Daerah Tertinggal &
Daerah Perbatasan dengan KKD
rendah, mendapatkan alokasi
Pengalokasian dan Penyaluran DAK
PENETAPAN &
PENGAGGAR-AN DAK
PENGHITUNG-AN
ALOKASI DAK
PENETAPAN
PROGRAM &
KEGIATAN DAK
Phase 1
Phase 2
Phase 3
PENYALURAN
DAK
Phase 1
Penetapan Program & Kegiatan
Program yang menjadi
prioritas nasional
dimuat dalam RKP TA
bersangkutan.
Menteri teknis mengusulkan
kegiatan khusus dan
ditetapkan setelah
berkoordianasi dengan
Mendagri, Menkeu, dan
Menneg Perencanaan
Pembangunan Nasional
Menteri teknis
menyampaikan
ketetapan tentang
kegiatan khusus kepada
Menkeu.
PENETAPAN
PROGRAM
USULAN KEGIATAN
KHUSUS
PENETAPAN
KEGIATAN KHUSUS
Penghitungan Alokasi DAK
Phase 2
PENENTUAN
BESARAN
ALOKASI
1. Kriteria Umum,
2. Kriteria Khusus, dan
3. Kriteria Teknis.
Setelah Menerima Usulan kegiatan khusus dari Menteri
Teknis, Menteri Keuangan Melakukan Penghitungan
Alokasi DAK, yaitu:
1. Penentuan daerah penerima dan
2. Penentuan besaran alokasi
Dengan Mengacu Pada Tiga Kriteria
PENENTUAN
DAERAH
Penghitungan Alokasi DAK
Phase 2
KU = (PAD + DAU + DBH – DBH DR) - Belanja Gaji PNSD
Daerah dengan KU dibawah rata-rata KU secara Nasional adalah
daerah yang prioritas mendapatkan DAK
Kriteria
Umum (KU)
Kriteria
Khusus (KK)
Berupa :
Memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
mengatur penyelenggaraan otonomi khusus (Papua & Papua
Barat), dan Karakteristik daerah, yang meliputi:
(1) Daerah Tertinggal;
(2) Daerah perbatasan dengan negara lain;
(4) Daerah Pesisir dan/ atau Kepulauan;
Kriteria
Teknis (KT)
ditetapkan oleh Kementerian/Lembaga teknis terkait yang
memuat indikator-indikator yang mencerminkan kebutuhan
teknis
1. Penentuan daerah penerima DAK
a) Kriteria Umum (IFN)
Memprioritaskan daerah dengan kemampuan keuangan di bawah rata-rata kemampuan
keuangan nasional.
b) Kriteria khusus :
Berdasarkan Peraturan Perundangan bahwa daerah diwilayah Papua dan Papua Barat
diprioritaskan memperoleh DAK.
Karakteristik Wilayah : memprioritaskan Daerah Tertinggal , Daerah Perbatasan, dan Daerah
Pesisir dan/atau Kepulauan
c) Kriteria Teknis : berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing bidang DAK.
2. Penentuan besaran DAK
Pembobotan kriteria umum, kriteria khusus dan kriteria teknis dalam penentuan daerah sbb:
a) Untuk menghitung IFW
= IFN : IKW
50% : 50%
b) Untuk menghitung IFWT
= IFW : IT 50% : 50%
Menggunakan kriteria umum, kriteria khusus dan kriteria teknis dengan pembobotan sbb:
a) Untuk menghitung IFW
= IFN : IKW
50% : 50%
b) Untuk menghitung IFWT
= IFW : IT
20% : 80%
Penghitungan Alokasi DAK
Phase 2
13
Kriteria
Umum
Kriteria
Khusus
Kriteria
Teknis
PAD
DBH
Daerah Tertinggal
Daerah Perbatasan
Kondisi Infrastruktur
Per Bidang Per daerah
BNPP
K/L terkait
DAU
T- 2
T- 2
T-2
T-2
T-1
T-1
T-1
Belanja Gaji PNSD
KPDT
Daerah & Kemenkeu
Kemenkeu
Kemenkeu
Daerah & Kemenkeu
Penetapan & Penganggaran DAK
Phase 3
PEMERINTAH PUSAT
Alokasi DAK per daerah ditetapkan dengan
Peraturan Presiden segera setelah UU
APBN diterbitkan. (Perpres 162/2014)
Berdasarkan penetapan alokasi DAK,
menteri teknis menyusun Petunjuk Teknis
Penggunaan DAK, sebagai dasar
penggunaan DAK di daerah.
PEMERINTAH DAERAH
Daerah penerima DAK wajib mencantumkan
alokasi dan penggunaan DAK di dalam
APBD.
Penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan
Petunjuk Teknis Penggunaan DAK.
DAK tidak dapat digunakan untuk
mendanai administrasi kegiatan, penyiapan
kegiatan fisik, penelitian, pelatihan, dan
perjalanan dinas
MEKANISME PENYALURAN DAK
DJPK-Kemenkeu
Selaku KPA Transfer
ke Daerah
Menerbitkan SPM
1
KPPN Jakarta II
selaku Kuasa BUN
Menerbitkan SP2D
2
Bank Operasional
Melakukan
pemindahbukuan/tran
sfer dana dari RKUN
ke RKUD
3
Pemda
Prov/Kab/Kota
Membukukan DAK
yg masuk RKUD
sebagai pendapatan
APBD
4
15
DAK dibukukan
dan digunakan
berdasarkan
Perda APBD dan
Juknis
5
POLA PENYALURAN DAK
Tahap
Besaran
Waktu
Persyaratan
I
30%
Paling cepat
bulan Februari
1. Perda APBD
2. Surat Pernyataan Dana Pendamping
3. Laporan Realisasi Penyerapan DAK tahap 3 tahun
sebelumnya
4. Rekap SP2D tahap 3 tahun sebelumnya
5. Laporan Penyerapan Penggunaan DAK tahun
sebelumnya
6. Laporan Penggunaan Sisa DAK 2010-2012
7. Rekap SP2D Penggunaan Sisa DAK 2010-2012
8. softcopy data laporan
II
45%
Sesuai laporan
penyerapan
daerah
1. Laporan Realisasi Penyerapan DAK Tahap 1,
minimal terserap 90%
2. Rekap SP2D tahap 1
3. softcopy data laporan
III
25%
Sesuai laporan
penyerapan
daerah
1. Laporan Realisasi Penyerapan DAK tahap 2 dan
sisa DAK tahap 1, minimal terserap 90%.
2. Rekap SP2D tahap 2, termasuk penyerapan sisa
dana tahap 1
3. softcopy data laporan
16
• Penyaluran dilakukan berdasarkan pagu alokasi per daerah,
bukan berdasarkan alokasi per bidang.
• Penyaluran DAK dapat dilakukan setelah dokumen persyaratan
diterima secara lengkap oleh DJPK.
• Penyaluran DAK tidak dapat dilakukan secara sekaligus dan
tidak melampaui tahun anggaran berjalan.
• Laporan Realisasi Penyerapan DAK tahap I atau II diterima paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum tahun anggaran berjalan
berakhir. Bila melampaui batas waktu tersebut maka DAK tidak
dapat dicairkan (HANGUS).
KETENTUAN PENYALURAN DAK
17
DAK Bidang Pendidikan
DAK Bidang Pendidikan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN
yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai
kegiatan bidang pendidikan di daerah sesuai dengan prioritas nasional bidang
pendidikan.
Secara umum, DAK pendidikan ditujukan untuk memfasilitasi Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota agar melakukan tindakan nyata guna mewujudkan
peningkatan akses pendidikan
dan layanan pendidikan yang lebih berkualitas,
yaitu:
a.
Menyiapkan layanan pendidikan untuk peningkatan ketersediaan dan
keterjangkauan akses untuk jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menegah.
b.
Menyiapkan layanan pendidikan yang bermutu, berkesetaraan, serta
berrelevansi untuk jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menegah.
c.
Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan menuju pencapaian
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.
d.
Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka peningkatan
daya saing melalui pemberdayaan potensi daerah.
Arah Kebijakan DAK Pendidikan 2015
Arah Kebijakan :
Kebijakan DAK Bidang Pendidikan tahun 2015 diarahkan untuk memfasilitasi
pemerintahan daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dalam
rangka pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM), ketersediaan/keterjaminan
akses, dan mutu layanan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Sasaran :
Sasaran DAK bidang pendidikan tahun 2015 adalah pemenuhan secara bertahap
sarana dan prasarana pendidikan untuk semua jenjang pendidikan, yaitu:
1. Pemenuhan sarana penunjang mutu dan prasarana pendidikan sesuai SPM
minimal mencapai 7% dari total satuan pendidikan SD Negeri;
2. Pemenuhan sarana penunjang mutu dan prasarana pendidikan sesuai SPM
minimal mencapai 10% dari total satuan pendidikan SMP Negeri;
3. Pemenuhan sarana penunjang mutu dan prasarana pendidikan sesuai SPM
minimal mencapai 15% SMK dari total satuan pendidikan SMK Negeri;
4. Pemenuhan sarana penunjang mutu dan prasarana pendidikan sesuai SPM
minimal mencapai 20% dari total satuan pendidikan SMA Negeri.
Lingkup Kegiatan DAK Pendidikan 2015
Kegiatan DAK Bidang Pendidikan
SD/SDLB
SMP/SMPLB
Pendidikan Menengah
SMA
SMK
1. Rehabilitasi ruang belajar beserta perabotnya. 2. Pembangunan ruang kelas
baru beserta perabotnya. 3. Pembangunan ruang
perpustakaan beserta perabotnya.
4. Pembangunan dan/atau rehabilitasi ruang guru beserta perabot
5. Pembangunan dan/atau rehabilitasi jamban siswa/guru.
6. Pembangunan rumah
dinas/mess guru di daerah 3T 7. Penyediaan buku
teks/referensi. 8. Penyediaan peralatan
pendidikan
1. Rehabilitasi ruang belajar minimal rusak sedang beserta perabotnya. 2. Pembangunan ruang kelas baru
beserta perabotnya. 3. Pembangunan Ruang
Perpustakaan beserta perabotnya. 4. Pembangunan Ruang
Laboratorium IPA beserta perabotnya.
5. Pembangunan Ruang Laboratorium bahasa beserta perabotnya.
6. Pembangunan Ruang
Laboratorium komputer beserta perabotnya.
7. Pembangunan dan/atau rehabilitasi jamban siswa/guru.
8. Pembangunan dan/atau rehabilitasi ruang kantor guru beserta
perabotnya.
9. Pembangunan asrama
murid/rumah dinas/mess guru di daerah 3T.
10.Penyediaan peralatan pendidikan. 11.Penyediaan buku teks/referensi
1. Rehabilitasi ruang belajar SMA. 2. Pembangunan ruang kelas baru
SMA.
3. Pembangunan perpustakaan SMA.
4. Pembangunan laboratorium SMA.
5. Pembangunan asrama siswa dan/atau rumah dinas guru SMA beserta perabotnya di Daerah 3T.
6. Pembangunan/rehabilitasi ruang penunjang pembelajaran SMA beserta perabotnya
(administrasi perkantoran, ruang guru, dan sanitasi siswa/guru). 7. Pengadaan peralatan
laboratorium SMA.
8. Pengadaan peralatan olah raga dan/atau kesenian SMA. 9. Pengadaan buku teks/materi
referensi dan/atau media pembelajaran SMA
1. Rehabilitasi ruang belajar SMK beserta perabotnya.
2. Pembangunan ruang kelas baru SMK beserta perabotnya.
3. Pembangunan perpustakaan SMK beserta perabotnya.
4. Pembangunan laboratorium SMK beserta perabotnya.
5. Pembangunan asrama siswa SMK dan/atau rumah guru SMK beserta perabotnya di Daerah 3T.
6. Pembangunan/rehabilitasi ruang penunjang pembelajaran SMK beserta perabotnya (administrasi perkantoran, ruang guru, dan sanitasi siswa/guru).
7. Pembangunan ruang praktik siswa SMK beserta perabotnya.
8. Pengadaan Peralatan Laboratorium SMK.
9. Pengadaan Peralatan Praktik SMK. 10.Pengadaan Sarana Olah Raga
dan/atau Kesenian SMK 11.Pengadaan buku teks
pelajaran/materi referensi dan/atau media pembelajaran SMK