• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aksi Menanam Pohon Di Kecamatan Sekotong

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Aksi Menanam Pohon Di Kecamatan Sekotong"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Aksi Menanam Pohon Di Kecamatan Sekotong

PLT Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan

Khalid, S. Ag, MS.i secara resmi membuka Puncak aksi penanaman pohon sebagai peringatan dan pelaksanaan Bulan Menanam Pohon (BMP) dan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Rabu (02/12) bertempat di Kawasan Hutan Lindung Lemer Dusun Lemer Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong.

cara tersebut, dihadiri juga oleh Semua Kepala SKPD di Kabupaten Lombok Barat, dan sebagian Kepala SKPD Provinsi NTB, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Muspika Kecamatan Sekotong, dan tokoh masyarakat Sekotong.

Acara diawali dengan penampilan Tarian Cupak Gerantang yang dibawakan oleh siswi SMP Negeri 1 Gerung. Dua dari penari yang tampil adalah siswa yang mewakili NTB di ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Nasional di Palembang beberapa waktu lalu. Bersambung ke

halaman 11….

Plt. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menanam pohon pelindung sebagai tanda dimulainya Bulan Menanam Pohon

(BMP) di Lombok Barat

Sekda dan 10 Pejabat Eselon II Lobar Dilantik

Pelantikan pejabat struktural setingkat eselon II lingkup Pemkab. Lombok Barat dilakukan Selasa (1/12) di Aula Pemkab. Lombok Barat, Giri Menang, Gerung. Selain menyasar empat pejabat eselon II yang masih kosong, Plt. Bupati juga secara bersamaan langsung melantik pucuk pimpinan birokrasi Pemkab. Lombok Barat yakni Sekda Lombok Barat dengan pejabat baru Ir. H. Moh. Taufiq, M.Sc menggantikan pejabat lama Drs. H. Moh. Uzair. Pejabat Sekda baru ini dilakukan berdasarkan hasil asasement (tes evaluasi) jabatan yang dilakukan bersamaan dengan dilaksanakan Pansel bagi calon pejabat yang akan mengisi pejabat di SKPD yang masih kosong di Lombok Barat.

elantikan dilakukan Plt. Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Ag disaksikan sejumlah pejabat lingkup SKPD se Lombok Barat. Adapun pejabat yang baru dilantik berdasarkan hasil Pansel yang dilakukan beberapa waktu lalu

PLt. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid melantik Sekda dan 10 Pejabat Struktural Lingkup Kabupaten Lobar diantraranya, posisi Kadis. Dukcapil dijabat Drs. H. Muridun NH, MM, Kadis Kehutanan Ir. Agus Gunawan, Kepala BLH Ir. H. Edy Sadikin dan Staf Ahli Bidang Ekonomi

,

Drs. H. Poniman, MM.

Bersambung Ke Halaman 11….

A

P

Edisi Desember 2015

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Mitra Dishubkominfo Lobar

Redaksi - Penanggung Jawab : Kepala Dishubkominfo Lombok Barat, Pimpinan Redaksi : Kepala Bidang IKP Dishubkominfo, Redaktur : Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi, Editor : Abdul Satar Ketua Forum KIM Lombok Barat, Anggota : Sartikawati Jauhari, Lalu Rasidin dan Alfian =========

Alamat Redaksi : Dishubkominfo Lombok Barat, Jalan Soekarno Hatta – Gerung Kode Post 83363 telpon/fax. (0370) 6184090 email: [email protected]

(2)

Perbaikan Jalan Dusun

Telagawaru Mulai Dikerjakan

eberadaan Infrastruktur merupakan suatu hal yang penting untuk meningkatkan sektor lain seperi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Dusun Telagawaru termasuk salah satu dusun yang jalanya rusak parah, tapi sekarang sudah mulai diperbaiki sehingga warga telagawaru tampaknya gimbira “berhenti kita sakit lewati jalan ini, sukur bisa cepat diperbaiki” kata Amak Ajab salah satu warga Dusun Telagawaru kepada KIM, Kamis (26/11).

Perbaikan jalan dusun tersebut dikerjakan oleh Kontraktor CV. Pengawes Raya dengan nilai 141,2 juta rupiah dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Barat. Kontraktor akan mengerjakan proyek ini selam 60 harì. Sekarang ini sudah mulai ditimbun dengan tanah dan krikil, bahkan sudah dipadatkan untuk menghindari becek.

Menurut Hamid salah satu tokoh di dusun setempat menilai bahwa proyek ini cukup cepat dan bisa selesai sebelum kontraknya habis.“Jalan ini akan diaspal, sebelum habis waktu kontraķ, perbaikan udah selesai” ungkapnya. (Musleh/abrar).

Jembatan Kembar Bangun

40 Rumah layak Huni

Dipenghujung tahun 2015 ini Desa Jembatan kembar akan membangunkan empat puluh rumah layak huni bagi warga kurang mampu bantuan dari pemerintah pusat. Kabar gembira ini disambut baik oleh segenap Kepala Dusun yang berada dibawah naungan Kepala Desa

Jembatan Kembar dan di beberapa dusun pembangunan ini sudah dimulai.

Seperti yang terlihat tadi pagi (02/12) salah satu rumah milik warga di Dusun Batu rimpang utara Amaq menah mulai dibangun dengan bantuan tersebut.

Untuk Desa Jembatan Kembar sejatinya mendapatkan bantuan rumah layak huni sebanyak 40 unit yang di bagi kepada enam dusun yang tersebar di wilayah desa tersebut.

Untuk masing masing rumah mendapatkan bantuan biaya berkisar antara 15 juta, 20 hingga yang paling besar 30 jutaan rupiah.

Besaran biaya untuk masing-masing rumah ini tergantung dari kondisinya ketika tim verifikasi datang untuk melihat kondisi rumah warga tersebut.

Dari tiga macam pembiayaan tersebut untuk kategori rumah pagar dengan kondisi masih pakai mendapatkan biaya sebesar 20 juta rupiah, sedangkan untuk warga yang tidak memiliki rumah namun memiliki banyak tanggungan mendapatkan bantuan 30 juta rupiah. Menurut keteranagn Kepala Dusun Batu Rimpang Selatan saat kami temui menjelaskan “bantuan ini tidak berupa uang akan tetapi berupa barang sehingga pembangunannya bisa dikontrol langsung oleh pihak desa”, jelasnaya.

Cara ini terbilang efektif, mengingat beberapa tahun lalu banyak warga yang mendapatkan bantuan tersebut menerima uang yang berkisar tujuh setengah juta namun pengerjaannya tidak maksimal.

Kondisi inilah yang membuat pemerintah pusat tidak memberikan uang namun warga hanya menerima barang sehingga bisa langsung dikerjakan.

Namun upaya ini juga terbentur pembiayaan untuk ongkos tukang yang cukup besar, rata-rata rumah dengan besar 6 x 5 meter, tukang meminta ongkos hingga enam juta rupiah. (Amirullah KIM Lembar Bersaing).

K

Warga Batu Rimpang Selatan Desa Jambatan Kembar Bergotong royong membantu membangunkan rumah warga

Salah satu sudut jalan yang ada di Desa Telagaawaru dan sudah mulai dikerjakan

(3)

Rambutan Macan, Buah

Unggulan Kecamatan Narmada

i Kabupaten Lombok Barat ada dua kecamatan yang merupakan penghasil buah terbesar yaitu Narmada dan Lingsar. Letak geografis dua kecamatan ini yang sebagian wilayahnya termasuk dalam kawasan hutan Gunung Rinjani sehingga sangat potensial untuk pengembangan tanaman buah.

Salah satu jenis tanaman buah yang sudah berhasil dikembangkan sejak tahun 80-an adalah Rambutàn, salah satu jenis rambutan yang banyak dikembangkan di dua kecamatan tersubur di Lombok Barat itu adalah Rambutan Macan.

Pohon rambutan Macan sudah mulai memperlihatkan pentil-pentil calon buahnya.

Rambutan jenis ini sama dengan jenis rambutan lainnya adalah pohon yang berbuah musiman.

Biasanya pohon rambutan berbuah di akhir tahun hingga awal tahun, antara bulan Desember sampai Januari.

“Akhir tahun sudah mulai memasuki panen rambutan, dan di desa kami rambutan adalah pohon buah yang paling banyak ditanam warga baik dikebun maupun pekarangan rumah mereka”. kata Saparudin 34 tahun warga dusun Trag Tag Desa Batu Kumbung saat kami berkunjung di kediamannya (29/11). Sementara Saparwadi warga dusun Penangke desa sesaot yang memiliki ratusan pohon rambutan Macan mengungkapkan “Diawal berbuah harganya masih cukup mahal dikisaran 15 rupiah perkilo, tapi kalu sudah puncak panen nanti awal januari biasanya turun sampai 5000 perkilo”.

Dengan kulit buah yang mempunyai rambut dan saat matang rasanya manis dan isinya sangat mudah terlepas dengan biji dilamnya. Buah rambutan macan yang sudah matang matang ditandai dengan warna kulit berwarna merah terang, daging putih berair dan manis. Namun ada juga jenis rambutan matang tetapi tetap berwarna hijau dan rasanya tidak terlalu manis.

Bulan Desember sampai Januari adalah masa panen raya rambutan di Narmada dan Lingsar, ini ditandai dengan banyaknya warga yang mulai menjajakan buah rambutan di pinggir pinggir jalan, seperti yanh terlihat di desa Gerimak Indah, mulai dari perbatasan Kota Mataram sampai memasuki desa Dasan Tereng di Kecamatan Narmada.

Sementara di Kecamatan Lingsar terdapat dibeberapa titik seperti jalan utama yang melintasi desa Batu Kumbung sampai Desa Lingsar, kemudian ada lagi Desa Karang Bayan menuju Sigerongan. (Abdul Satar)

Gahru Pohon Uang Masa Depan

ohon Gahru atau yang akrab disebut Garu di Lombok memang sudah langka karena memang jarang ada yang membudidayakanya. Namun siapa sangka pohon yang jarang ditemukan didaerah Lombok ini justru mempunyai nilai okonomi yang sangat tinggi sekali, bayangkan saja satu pohon dengan diameter keliling enam puluh meter saja harganya mencapai enam puluh jutaan.

Di wilayah Kecamatan Lembar saja hanya ada didua tempat yaitu dikebun belakang miliknya Kepala Dusun Ketirek dan yang satunya ada di halaman Pondok Pesantren Nujumul Huda Batu Samban.

Menurut keterangan Bohri Kepala Dusun Ketirek Desa Jembatan Gantung “menanan pohon ini perawatannya tidak ribet, persis seperti menanam kayu lain pada umumnya. namun kita hanya sedikit perlu kesabaran karena untuk merawatnya, sebab untuk mempunyai kayu garu dengan diameter tiga puluh sampai enam puluh butuh waktu puluhan tahun”, tuturnya.

Dari diskusi kami terkait pohon Garu untuk bahan baku minyak wangi ini terungkap bahwa investasi masa depan sangat pas untuk menanam kayu ini, sebab jika kita mempunyai anak yang masih sekolah dasar maka kayu ini akan dipanen kira-kira disaat anak-anak SMP dan SMU.

Di negara timur tengah pohon ini merupakan primadona bagi para produsen minyak wangi, namun di Indonesia umumnya khususnya Lombok ternyata belum banyak dilirik sebagai investasi dimasa depan.

Di halaman belakang rumah Kepala Dusun Ketirek dua periode inilah setidaknya ada puluhan pohon Garu yang dalam beberap[a tahun

kedepan siap dipanen, dengan diameter saat ini baru tiga puluhan dengan panjang enam meter.

Melihat potensi

ekonomi inilah

seharusnya ada pihak yang mendorong agar banyak menanam pohon garu ini, sebab bisa dibilang pohon garu ini adalah investasi uang dimasa depan untuk

biaya sekolah anak-anak kita. (Amirullah KIM Lembar Bersaing)

D

P

(4)

Kulit Jagung Juga

Bisa Jadi Uang

agung merupakan salah satu tanaman

yang menjadi program pemerintah

NTB untuk terus dibudidayakan.

Selain biji jagung dapat diolah menjadi

aneka

makanan,

biji

jagung

bisa

dijadikan

pakan

ternak

sehingga

permintaan konsumen terhadap biji

jagung tergolong tinggi terutama biji

jagung yang telah dikeringkan.

Selain Pemanfaatan biji jagung, kulit jagung yang

telah tua dan kering dapat menghasilkan uang.

Pasalnya kulit jagung yang telah tua dan telah

dikeringkan

bisa

pula

dijadikan

sebagai

pembungkus makanan seperti dodol, manisan dan

bunga buatan dll.

Hal itu membuat sebagian petani jagung tidak

menyia-nyiakan kulit jagung yang kering dengan

cara memanen jagung beserta kulitnya tanpa

dikupas terlebih dahulu seperti biasa yang dilakukan

oleh sebagian petani jagung.

Sebut saja Mamik Amat Dusun Adeng Jagaraga

Kec.Kuripan. Ia sengaja memanen jagungnya

langsung dengan kulitnya yang kering dan

dirumahnya pula ia memperkerjakan beberapa orang

untuk mengupas kulit jagung kering yang telah

dipanennya.

Satu ikat kulit jagung berisi sekitar 10-12 biji kulit

jagung. Dan biasanya mamik Amat menjual tiga ikat

kulit jagung seharga lima ribu rupiah.

“Bayangkan jika memanen 1 ton jagung maka

berapa hasil yang diperolehnya?.

jadi kulit jagung tak perlu disia-siakan karena kulit

jagung bisa jadi uang” kata Mamik Amat

menceritakan kemarin.

(Lalu Zaini Ahmad KIM Kuripan).

J

Mamik Amat di Dusun Aden Desa Jagaraga Kecamatan Kurian sedang menyortir kulit jagung miliknya

(5)

Warga Perampuan Gelar

Event Peresean

udaya presean merupakan budaya unik

suku sasak warisan dari leluhur. Budaya

tersebut sangat extrim terjadi saling

pukul

memukul

dengan

rotan.

Untuk

mengetahui

menang

kalahnya

disesuaikan

dengan seberapa banyak bekas pukulan pada

badannya sehingga orang yang bertarung tidak

boleh memakai baju dan diharuskan pakai

sarung adat serta kepala hanya diikat dengan

sepotong kain.

Inilah budaya yang dilestarikan oleh masyarakat

perampuan Karang Bongkot. Untuk pelestarian

budaya ini, masyarakat setempat melakukan

beberapa

cara

yang

lebih

variatif dan

menyenangkan, yaitu dengan cara mengikuti

event-event presean yang diadakan di desa lain, berlatih

setiap bulan, mengadakan pertandingan untuk

pepadu cilik setiap tahun, dan setiap dua tahun

sekali mengadakan event besar dengan mengundang

papadu-peadu terkenal yang ada di Pulau Lombok

seperti yang diadakan sekarang ini.

Hal tersebut sesui dengan apa yang dikatakan Kades

karang Bongkot padelah “upaya budaya presean

tidak hilang dan ada regenerasi perlu diadakan

kegiatan-kegiatan yang agak bervariasai seperti

tournament, dan lain-lain” ungkapnya saat ditemui

oleh KIM di Kantor Desa, senin, (23/11).

Penyelenggaran dari kegiatan tersebut adalah

gabungan dari Kadus, Kades, RT, LPM, Karang

taruna, BPD, masyarakat, dan para aktifis yang

tergabung dalam lembaga Forum Peduli Perampuan.

Pepadu yang diundang sebanyak 18 team tersebar di

5 kabupaten/kota yaitu 4 tim dari lobar, 4 tim dari

lotim, 4 tim lombok tengah, 2 tim Lombok utara,

dan 4 tim kota mataram. Kegiatan ini berlangsung di

sebelah barat Polsek labuapi jalan pengsong raya

selama Sembilan hari sampai hari minggu

mendatang (29/11).

Sistem mainya disesuaikan dengan peraturan yang

telah dibuat oleh peguyuban presean Lombok

sehingga setiap hari tim yang beratrung berasal dari

kabupaten yang berbeda seperti yang bertarung hari

Senin (23/11) pepadu dari desa Sakre Lombok timur

yang disebut pukulan taker melawan pepadu dari

Narmada Lombok Barat disebut Kijang kencana

pepadu galih Narmada. Selain itu, setiap tim

mempersiapkan minimal 7 pepadu tangguh, yang

tujuh dibagi dua, lima pepadu untuk bertarung hidup

yaitu dengan melihat ukuran musuh, kedua harus

ada dipersiapkan dua pepadu tarung mati yaitu

dengan tanpa melihat musuh terlebih dahulu.

Aturan ini disampaikan oleh Mamik enggah S. Pd,

M. pd., budayawan Lombok tengah ahli presean

tahun 2010 saat sambutan sebelum acara dimulai

“setiap event presean baik yang diadakan oleh

masyarakat aatau pemerintah, diwajibkan mengikuti

aturan peguyuban presean yang sudah disepakati”

jelasnya.

Adapaun sumber dana kegiatan ini adalah

dari beberapa seponsor seperti rokok NIKKI,

BANK NTB dan Extarajos. Disamping itu,

diberikan dana oleh Romi anggota DPRD

Kabupaten,

Bapak

Fauzan

Khalid,

dan

pemerintahan desa karang bongkot dan perampuan.

Anggaran sesuai dengan kebutuhan selama acara

berlangsung

berkisar

100.000.000

rupiah,

sedangkan dana yang terkumpul hanya 15 juta tapi

dengan semangat ingin melestarikan budaya sasak

sehingga tidak pikirkan dana “kami yakin dana aka

ada selama kita bekerja” ungkap Kades Perampuan

sarhan sebagai Panitia bagian penyambuatan tamu

saat diwawancarai di lokasi acara. (Musleh/Abrar)

B

Dua orang Pepadu sedang menunjukkan ketangkasannya saat meramaikan event Peresean Di Desa Perampuan

Labuapi.

(6)

Tuntang Tungkek, Irigasi

Peninggalan Belanda

untang Tungkek begitu masyarakat sekitar menyebutnya, ini adalah saluran air peninggalan bangsa Belanda yg terdapat disebelah timur Taman Narmada Desa Narmada Lombok Barat. Bentuknya seperti ular dan mempunyai banyak tangga sehingga sering juga disebut saluran seribu tangga.

Membentang dari ujung utara Taman Narmada yang termasuk wilayah desa Narmada sampai ujung selatan yang masuk wilayah desa Peresak. Saluran pipa yang terbuat dari beton dan berjumlah sepasang dengan panjang tidak kurang dari 200 Meter membentang dari bukit sebelah Utara, kemudian menurun lalu mendaki hingga bukit sebelah Selatan.

Berfungsi mengàlirkan air dari sungai sebelah utara menuju bagian Selatan yang terdapat sungai kecil dan perkampungan. Konon, saluran air ini dibangun Belanda untuk mensuplai air ke sungai kecil di perkampungan sebelah Selatan yang kekurangan air.

Menurut Hakim seorang warga asal Peresak mengungkapkan bahwa memang benar saluran beton berbentuk ular tangga ini dulu dibuat pada masa penjajahan belanda, “Kondisi saluran masih bagus dan masih berfungsi sebagai sistem irigasi yang mensuplai kebutuhan air bagi para petani di dusun peresak”. Tegasnyà saat Kami temui dirumahnya (1/12)

Karena lokasi irigasi ini berada diko mplek taman Narmada maka banyak pengunjung yang mendatangi Tuntang Tungkek untuk menikmati udara segar dan befoto mengabadikan salah satu bukti sejarah zaman penjajahan Belanda yang masi bisa dinikmati dan difungsikan oleh masyarakat sekitàr. (Abdul Satar)

Pantai Kuranji Ramai Dikunjungi

Di Akhir Pekan.

antai kuranji salah satu pantai di kecamatan

Labuapi yang sering dipadati pengunjung

terutama pada hari-hari libur seperti hari

minggu, tahun baru, idul fitri dan idul adha, rabu

bontong, lebaran ketupat, dan lain-lain.

Masyarakat

Lombok

tidak selalu menunggu

hari-hari besar untuk

berlibur ke pantai ini,

tapi setiap hari juga

pengunjung

beramai-ramai membawa bekal

yang bermacam-macam

karena

bisa

menyaksikan sunset.

“pantai ini diramaikan

pengunjung setiap sore hari, tapi hari minggu lebih

ramai mulai pagi sampai sore menjelang malam”

ungkap Adim warga kuranji bangsal tinggal di

pinggir pantai ketika ditemui KIM di rumahnya,

Munggu (29/11).

Salah satu alasan masyarakat Lombok senang

berlibur

ke

pantai

ini

karena lokasinya

dekat dengan Makam Milam sehingga bisa ziarah

sekaligus menikmati keindahan pantai.

Topan 30 tahun salah satu warga yang berlibur di

pantai tersebut berasal dari Batu Jai Lombok

Tengah mengatakan dua hal yang didapatkan kalau

datang ke Pantai Kuranji pertama bisa langsung ke

Makam Malam yang kedua bisa mandi di pantai

apalagi

sore

langsung

menyaksikan

sunset

(Musleh/abrar)

T

P

Pantai Kuranji yang indah dan mempesona.

Jembatan Tungkang Tungkek di Areal Taman Narmada

(7)

Menikmati Kuliner Ikan Bakar

Ala Batu Kijuk

atu Kijuk adalah salah satu dusun yang

terletak di desa Tawun yang berada di

daerah Sekotong Barat. Untuk sampai di

Batu Kijuk kita harus menempuh perjalanaan

dalam waktu satu jam setengah dari Mataram.

Bagaimana tidak menjadi daya tarik.

Batu Kijuk menyediakan fasilitas bagi para

wisatawan untuk menyebrang ke beberapa gili

yang sangat terkenal di Sekotong, seperti Gili

Nanggu, Gili Sudak, Gili Kendis, Gili Tangkong,

Gili Lontar dan gili-gili lainnya.

Hanya bermodalkan dua ratus ribu kita dapat

mengunjungi gili-gili tersebut, biasanya dalam

satu rombongan kita dapat mengunjungi tiga

smpai empat gili yang kita inginkan.

Salah satu kekhasan dari Batu Kijuk yaitu ikan

bakarnya. Ikan bakar Batu Kijuk sangat populer di

kalangan wisatawan. Yang membedakan Ikan Bakar

batu

Kijuk

dengan

di

tempat

lain

yaitu

penyajiannya. Jika di tempat lain ikan bakar hanya

disajikan dengan sambal

dan nasi, tapi di Batu Kijuk

kita

akan

disuguhkan

dengan sayur bening yakni

perpaduan antara jagung

manis dengan bayam.

Ikan yang disajikan pun

masih sagat segar yang

dibakar

dengan

diolesi

sambal racikan, sehingga

jika kita melewati jalan di

Batu

Kijuk kita akan

mencium

aroma

Ikan

Bakar

yang

sangat

menggugah selera.

Selain sambal racikan yang

khas, nasinya disuguhkan

dalam porsi yang ekstra

yakni spriuk nasi (segadang dalam bahasa sasak),

jadi kita tidak perlu takut jika ingin menambah nasi

tidak perlu menamah biaya. Nasi dan sayur bening

tersebut sudah satu paket dengan ikan bakarnya.

Kita juga akan diberikan sambal tambahan dan juga

disediakan kecap manis bagi yang tidak ingin

makan pedas.

Minumannya pun beragam mulai dari kelapa muda,

minuman bersoda, minuman dingin berasa dan juga

air putih, tergantung dari selera kita masing-masing.

Ikan bakarnya pun asli ikan tangkapan laut, ikan

tersebut beragam jenis dan ukurannya. Harga ikan

bakar sesuai dengan jenis dan ukurannya, tapi

jangan khwatir ikan bakar Batu Kijuk selain

terkenal enak namun juga terkenal murah kita tidak

perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Bukan hanya karena kuliner dan harganya yang

terjangkau, tapi di sini kita akan dimanjakan dengan

pemandangan pantai dan laut yang sangat eksotis.

Kita bisa menikmati ikan bakar sambil menikmati

debur ombak dan hembusan angin laut yang sejuk.

Batu Kijuk merupakan tujuan wisata yang sangat

cocok untuk kita yang suka berwisata bersama

keluarga.

Tidaklah

rugi

jika

bersama

orang

tercinta

mengunjungi pantai yang satu ini sambil menikmati

nikmat ikan bakarnya.(Nurhasanah KIM Sekotong)

B

Batu Kijuk, Kampung Kuliner menyediakan fasilitas bagi para wisatawan untuk menyebrang ke beberapa gili yang sangat terkenal di Sekotong, seperti Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Kendis, Gili Tangkong, Gili Lontar dan gili-gili lainnya.

(8)

Amankan Padi Dari

Serangan Burung

etani merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah bahkan zaman sekarang ini dijadikan sebagai profesi alternatif terakhir sesudah tidak ada pekerjaan yang lain lebih menguntungkan seperti masyarakat perampuan sebagian besar meningggalkan profesi tani mereka karena pergi berdagang, menjadi buruh bangunan, dan lain-lain.

Banyak faktor yang membuat hal ini terjadi diantaranya, mahalnya biaya, benih, dan obat-obatan pertanian, gangguan hama dari sejak mulai ditanam sampai mulai berbuah, dan terakhir ketika buah padi itu sudah agak tua, mulai dihinggapi oleh ribuan burung yang akan

menyebabkan gagal panen. “Bayangkan burung turun ribuan ke padi ini, makan selama lima menit aja, bisa habis apalagi sawah kita hanya 10 sampai 20 are” Kata Senah salah satu petani di Dekat jalan Rengganis desa Perampuan ketika diwawancari di sawah, Rabu (24/11). Untuk meminimalisir burung yang akan turun ke Padi, para petani melakukan penjagaan full day dari jam 06.00 pagi setelah shalat subuh sampai jam 05.30 sebelum magrib.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang petani yang dari desa Perampuan itu karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya banyak petani gagal panen akibat ribuan burung yang menghinggapinya dan tidak ada usaha untuk mengusirnya. Oleh karena itu “kami berusaha menjaganya walupun melelahkan” tandasnya.(Musleh/bror)

Turun Hujan, Bunga

Bangkai Mulai Tumbuh

etika kita mendengar Bunga bangkai, pasti yang terlintas adalah bunga Raflesia Arnoldi Pada kenyataanya Bunga Raflesia Arnoldi adalah bunga endemik atau bunga khas yang tumbuh hanya di Provinsi Bengkulu Pulau Sumatra. Ternyata pulau lombok juga memiliki jenis bunga bangkai yang dalam sebutan lokal warga Buwun Mas Sekotong disebut “berambang”.

Tanaman ini biasanya tumbuh hampir di semua tempat yang lembab dan dapat ditemukan pada musim hujan. Bunga Bangkai atau “Berambang” memang biasanya tumbuh mulai bulan Oktober sampai bulan Nopember. Seperti terlihat pada pantauan KIM Sekotong Senin (23/11) di salah satu tikungan di Jurang Suren Dusun Lemer Desa Buwun Mas, terlihat bunga bangkai atau berambang yang tumbuh dan tersembunyi dibalik semak-semak.

Pada tahun 2015 ini musim hujan agak mundur, biasanya hujan mulai turun pada bulan Oktober tetapi pada tahun ini hujan mulai turun diakhir Nopember sehingga bunga bangkai atau berambang juga belum begitu banyak yang tumbuh.

Seperti penuturan Marwan warga Pengantap, ia

menjelaskan bahwa kalau hujan sudah sering turun maka di mana-mana diwilayah Buwun Mas pasti kita akan malihatberambang tumbuh dan mengeluaran bau busuk yang khas.

Bau yang dikeluarkan ternyata tidak sekedar bau busuk saja. Biasanya bau busuk yang dikeluarkan bunga bangkai bercampur antara bau yang menyerupai kertas terbakar, amis ikan, telur busuk.

Mungkin “Berambang” memang merupakan tumbuhan endemik pulau Lombok atau Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sehingga perlu ada penelitian tentang tumbuhan ini untuk mengetahui jenis-jenis atau spesies apa saja dari bunga bangkai ini, tentunya untuk mendapat sampel para peneliti bisa mencari bunga ini di wilayah

Sekotong. (Ahmad Zaini).

P

K

(9)

Aksi Tanam Pohon

, Lanjutan Halaman 1

Setelah Tarian Cupak Gerantang selesai ditampilkan, acara dilanjutkan dengan laporan panitia yang di sampaikan oleh Asisten II. Dalam laporannya ketua panitia mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan gerakan penanaman 1 milyar pohon dan mencanangkan supaya 1 orang menanam 10 pohon.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada 6 kecamatan yang terdampak oleh kemarau dan diserahkan secara simbolis oleh PLT Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten lombok Barat yang diterima secara simbolis oleh masing-masing Camat. Selain itu diserahkan pula pohon penganten kepada 2 pasang pengantin dari Dusun Lemer dan Dusun Pengantap dengan harapan 1 pasang pengantin akan menanam 20 pohon.

Setelah acara penyerahan selesai, acara secara resmi di buka oleh PLT Bupati Lombok Barat. Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa menanam pohon itu penting dan menanam pohon itu berpahala. Menurutnya menanam pohon itu berhala karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia dan lingkungan. Secara matematis 1 pohon dapat menhasilkan 1,2 kg oksigen perhari dan manusia perlu 0,5 kg oksigen sehari, sehingga 1 pohon dapat menghidupkan 2 orang manusia dan dalam kepercayaan umat Islam hal itu senada dengan apa yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadist yang artinya “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali

tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”. Dan menanam pohon

masuk dalam kategori sedekah/amal jariyah yang berarti perbuatan yang pahalanya terus mengalir, tidak akan putus walaupun manusia itu sudah mati.

Acara tersebut diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekotong, Ust. Fathurrahman, MH.I dan diteruskan dengan penanaman pohon bersama PLT Bupati dan Kepala SKPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta tamu undangan yang hadir. (Ahmad Zaini)

Pengelolaan Jambu Mente

Sekotong Belum Maksimal

Jambu Mente menyebar di daerah tropis dan

subtropis. Meski buah ini dapat dikonsumsi,

jambu monyet lebih dikenal karena buah

sejatinya yang dapat dimanfaatkan sebagai

camilan (kacang mete) atau bahan campuran

makanan.

anaman ini umumnya, dapat tumbuh dengan baik pada semua jenis tanah asalkan mempunyai sifat fisik baik dan tanpa lapisan cadas seperti antara lain tanah lempung berpasir, tanah alluvial, tanah laterit. Tanaman ini cukup familiar untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat dan di pulau Lombok tanaman ini dikenal dengan nama nyambuk nyébét dalam sebutan lokal suku sasak.

Di Kecamatan Sekotong sebagian besar masyarakatnya menanam jambu mente. Pantauan KIM Sekotong Bersatu Kamis (19/11) tanaman ini dapat disaksikan dengan jelas jika kita melintas disepanjang jalan raya dari Sekotong- sampai ujung selatan di Desa Buwun Mas. Bentangan wilayah sekotong yang terdiri dari bukit dan

gunung serta laha

n pertanian tadah hujan menjadi alasan menanam jambu mente menjadi solusi alternatif untuk mendapatkan rupiah.

Menurut Bohari salah seorang pemilik kebun yang memiliki lahan perkebunan jambu mente di Desa Buwun Mas, menjelaskan bahwa untuk saat ini jambu mente hanya diambil bijinya saja dengan harga bervariasi mulai dari Rp 10.000/kg kalau harga turun dan kalau harga sedang bagus dapat dijual Rp. 18.000/ kg, yang di jual 2 kali seminggu pada pengepul pada hari pasaran, senin untuk Pasaran Buwun Mas dan hari sabtu untuk pasaran Sekotong.

T

(10)

Kades Batulayar Cegah

Penebangan Liar

enebangan pohon secara liar marak terjadi. Kepala Desa Batulayar, H.M. Nur Taufiq Nawawi menilai bahwa salah satu yang membuat daerah kekeringan adalah karena masyarakat tidak terkontrol dalam menebang pohon secara sembarangan. Meskipun dibolehkan, misalnya di kebun milik sendiri, saya selaku Kepala Desa tetap menyarankan agar masyarakat yang ingin menebang pohon untuk menyediakan pengganti. Artinya, dia harus menanam pohon dulu, tunggu agar besar baru kita sarankan untuk menebang, karena salah satu tujuannya adalah untuk meminimalisir kekurangan air, begitu cerita Taufiq saat berdiskusi dengan warga. Coba perhatikan daerah Dusun Orong, dulu hijau,

sekarang terlihat gersang. Penyebabnya adalah masyarakat yang tidak mengerti dan asal-asalan. Apa yang terjadi adalah kekeringan. Dulu tidak pernah kekeringan di Dusun Orong Desa Batulayar, namun karena ulah manusia sendiri bencana tidak bisa dihindari. Menceritakan kondisi Dusun Orong yang dulunya menyejukkan, Kades mungil ini merasa miris.

Kades menceritakan bahwa ada kebebasan menebang pohon di kebun milik sendiri karena ada aturan dari pusat. Pun demikian, yang menjadi masalah adalah bencana yang menimpa kebanyakan warga yang hidup dan tinggal di daerah tersebut.

Kembali kepada permasalahan penebangan pohon, sebenarnya masalah penebangan menurut Taufiq bukan masalah baru, namun sudah ada dari dulu. Namun bedanya, zaman dulu agak ketat aturannya, semasa saya kecil saya temukan orang-orang yang menebang pohon dikejar sama petugas, sekarang hampir tidak

diperhatikan, kata Kades yang menjabat sejak tahun 2011 di Desa Batulayar ini.

Dalam hal ini yang perlu ditumbuhkan adalah nilai kesadaran masyarakat. Padahal pemerintah menggalakkan penanaman pohon, 1 milyar pohon bahkan, namun karena tidak ada yang bertanggung jawab, mengawasi, merasa memiliki, program-program tersebut terasa percuma. Kesadaran akan pentingnya pohon sebagai tumbuhan yang menampung dan menyerap air, sehingga debit air terpelihara menjadi salah satu pemahaman yang harus ditumbuhkan kepada masyarakat. (Juaini Muhtar).

P

Sambungan Halaman 1…

Pelantikan Pejabat

Tidak itu saja pergeseran jabatan eselon II

juga dilakukan. Antara lain Kepala BKD

Lombok

Barat

dijabat

H.

Ahdiat

Subiantoro, SH, Asisten Administrasi dan

Umum dijabat Drs. H. Fathurrahim, M.Si,

Kadis. Sosnakertrans dijabat Drs. HM.

Syukron, MM, Kepala Bappeluh dijabat

Drs. H. Halawi, MM dan Kepala Badan

Perijinan, Permodalan dan Pelayanan

Terpadu dijabat H.A. Efendi, SH.

Plt. Bupagti Lombok Barat, H. Fauzan

Khalid menekankan kepada para pejabat

yang baru dilantik untuk menjalankan

amanah ini dengan sebaik-baiknya, bekerja

keras

untuk

membangun

dan

mensejahtrerakan

masyarakat

sesuai

dengan jabatan yang diemban

masing-masing. (hernawardi-KIM Gerbang)

Referensi

Dokumen terkait

Pada kelembaban rumah secara umum didapatkan analisa untuk kelembaban rumah positif Tb dan negatif Tb 0,376 yang berada diatas signifikan 0,005 yang berarti tidak ada

Bobot pelaksanaan terkecil terdapat pada instrumen nomor 2; pihak manajemen sering meminta pendapat mengenai pelayanan pelanggan kepada Awak Kabin yang berhubungan

Pada strategi Fokus ini, pada kebanyakan toko sanjai hanya menawarkan sanjai seperti biasa nya, sedangkan pada sanjai Nitta mereka akan memberikan suasana yang tidak dimiliki oleh

mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat : 1) Kehidupan sosial ekonomi masyarakat di daerah Teluk Kendari yang merupakan daerah perdagangan, keluar dan

Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa buku Lagu Model Sebagai Sumber Belajar Untuk Pembelajaran Sains Kelas IV Sekolah Dasar dengan uji kevalidan oleh

Kemampuan dalam memahami setiap prosedur yang berkaitan dengan pelayanan dan rehabilitasi sosial, tanggung jawab yang tinggi dari pegawai dalam menyelesaikan setiap

HASIL QUIZ SISWA /

Puji syukur kepada Tuhan Yesus, karena kasih dan anugerah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA RELIGIOSITAS DENGAN