• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. MTs NEGERI PETARUKAN PEMALANG. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Negeri Petarukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III. MTs NEGERI PETARUKAN PEMALANG. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Negeri Petarukan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

41 BAB III

MTs NEGERI PETARUKAN PEMALANG

A. GAMBARAN UMUM

1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Negeri Petarukan

MTs Negeri Petarukan berdiri tanggal 1 Juli 1979 dengan nama MTs MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) ini merupakan tuntutan masyarakat untuk mempunyai sekolah yang bernuansa islam karena di Petarukan pada saat itu belum ada. Hal tersebut adalah sesuatu yang memang sudah semestinya mengingat daerah kecamatan Petarukan cukup kental suasana keislamanya. Pendiri MTs MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) adalah Damiri, Suwiyat Brotosiswoyo, Juanedi, Wahroji, Kamidi.

Damiri merupakan penggagas utama dan sebagai Kepala MTs MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) pada saat itu. Dengan modal awal berupa 46 siswa menempati tanah wakaf seluas 150 m2 dari Bapak H. Damiri. Mengawali KBM menempati gedung pada SD Muhammadiyah Petarukan kemudian pindah di SD Negeri 06 Petarukan pada akhirnya dapat mendirikan gedung sendiri ditanah wakaf tersebut.

MTs semakin berkembang hingga dapat membangun sepuluh lokal (8 lokal RKB, 1 lokal Ruang Kepala, Ruang TU dan Ruang Guru). Perkembangan MTs Petarukan cukup penting hingga berubah status menjadi MTsN Pemalang Filial di Petarukan pada Tahun 1987. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya semakin tinggi hingga perlu perluasan Madarasah. Sehubungah hal tersebut BP3 selaku wakil orang

(2)

42

tua murid berusaha untuk membeli tanah yang terealisasi sekitar 200 meter berada di Sekolah Induk.

Pada tanggal 25 Nopember 1995 MTsN Pemalang Filial Petarukan di Negerikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 515a/1995 dengan nama MTs Negeri Petarukan Kabupaten Pemalang.1

2. Letak Geografis

MTs Negeri Petarukan terletak di Jalan Raya Petarukan, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Petarukan. Lokasi ini sangat strategis untuk menunjukkan eksistensi madrasah yang berada di pusat pemerintahan kecamatan yang menambah performance madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan strategis. Meskipun di pusat pemerintahan, namun letaknya yang agak masuk ke dalam (selatan Jalan Raya Pantura) menambah nilai lebih karena tidak terganggu oleh kebisingan jalan raya.

Lokasi MTs Negeri Petarukan yang demikian, memudahkan akses madrasah kepada masyarakat dan akses siswa menuju madrasah, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Di samping itu, lokasi strategis di pusat pemerintahan kecamatan semakin menambah posisi tawar sebagai madrasah „kota‟ yang bernuansa lingkungan pedesaan (karena dekat sungai dan sawah).2

1 Dokumentasi Mts N Petarukan, diambil pada 15 mei 2015 2 Observasi, pada tanggal 5 Mei 2015

(3)

43

3. Visi, Misi dan Tujuan MTs Negeri Petarukan

Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnilogi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu Madrasah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. MTs Negeri Petarukan memiliki citra moral yang menggambarkan profil Madrasah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi Madrasah berikut :

Visi: Beriman Bertaqwa Berilmu dan Berakhakul karimah

Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita Madrasah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi keilmuan.

Misi :

1. Menciptakan lembaga pendidikan yang bermutu dan bernuansa Islam.

2. Mengembangkan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan anak didik dan diterima masyarakat.

3. Mempersiapkan tenaga kependidikan yang profesional dan kompetitif.

4. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk menghasilkan lulusan Berprestasi, Beriman, Bertakwa dan Berakhlaqul Karimah.

Tujuan

Setelah para siswa dididik selama 3 tahun diharapkan :

(4)

44

2. Berakhlakul karimah dan menjadi tauladan untuk lingkungan sekitarnya.

3. Hafal bacaan sholat, Juz 30 (juz „amma), do‟a sehari-hari, Yasin secara tartil dan Praktek Ibadah.

4. Dapat bersaing sehat dalam prestasi akademik dan nonakademik dengan sekolah lain.

5. Mampu mengoperasionalkan peralatan yang menggunakan teknologi ringan dan komputer.

6. Mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab secara sederhana.

7. Mampu bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat.3

4. Sarana dan Prasarana

MTs Negeri Petarukan memiliki fasilitas sebagai berikut : 1. 28 ruang belajar (kelas)

2. Laboratorium IPA

3. Laboratorium Komputer (Jaringan Speedy) 4. Perpustakaan

5. Ruang Keterampilan ( membatik, menjahit, dan tata boga)

6. Lapangan Olahraga (Basket, Tenis Meja, Bola Volly, Footsal, Badminton)

7. Koperasi Siswa 8. Mushola

(5)

45

9. Kantin Sekolah 10. Ruang Multimedia 11. Hot spot Area

12. Letak lokasi yang cukup strategis (berada di dekat lingkungan kantor Kecamatan Petarukan)

5. Pengurus Komite MTs Negeri Petarukan

Tabel. 1

Struktur Pengurus Komite MTs N Petarukan

NO NAMA UNSUR 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Komarudin Maskun, S.Ag Shofan Nurkholis Kyai Majas Cayono Tashari, S.Pd. Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Anggota Anggota Anggota Tokoh Masyarakat Pendidik / Guru Kependidikan Kependidikan Tokoh Masyarakat Tokoh Masyarakat Pendidik/Guru

6. Keadaan guru, TU dan Staf, dan Siswa MTs N Petarukan a. Daftar guru, TU dan Staf MTs N Petarukan

Tabel. 2

Daftar guru, TU dan Staf MTs N Petarukan4

NO NAMA Pangkat/ Gol JABATAN

1 Drs. H. Saefudin Pembina/ IV.a Kepala

2 Maskun, S.Ag Pembina/ IV.a Guru

3 Drs. Habudin Pembina/ IV.a Guru

4 Dra. Nuning Isnaeni Pembina/ IV.a Guru

5 Mahfudh, S.PdI Pembina/ IV.a Guru

(6)

46

6 Tashari, S.Pd Pembina/ IV.a WK Sarpras

7 Drs. Sundiyo Pembina/ IV.a Guru

8 Sobirin, S.Pd Pembina/ IV.a Guru

9 Lucky Frisdiarti, BA Pembina/ IV.a Guru 10 Siti Baroroh, S.Pd. Pembina/ IV.a Guru

11 Moh Yusron, M.Si Pembina/ IV.a WK Kuriklm

12 Drs. Komarudin Pembina/ IV.a Guru

13 Ripa'i, S.Pd Pembina/ IV.a WK Humas

14 Hayati, S.Ag Pembina/ IV.a Guru

15 Siti Istikriyah, S.Pd Penata Tk.1/III.d Guru 16 St. Toifah, S.Pd Penata Tk.1/III.d Guru

17 Sufnandar Hadi, S.Pd Penata/III.c WK Ksiswaan 18 Nur Khotimah, S.Ag Penata/III.c Guru

19 Drs. Suntoyo Penata/III.c Guru

20 Solihin, S.Pd Penata/III.c Guru

21 Sahroni, S. Ag Penata/III.c Guru

22 Nurrohmat, S.Pd Penata/III.c Guru

23 Khurin Ain, S.Pd Penata/III.c Guru

24 Untung Budiono, S.Pd Penata/III.c Guru 25 Untung Rachadi, S.Pd. Penata/III.c Guru

26 Ali Yusron, S.Pd. Penata/III.c Guru

27 Siti Istiqhfariyah, S.Pd Penata/III.c Guru 28

Win Eka Rahadyani,

S.Pd Penata/III.c Guru

29 Slamet, S.Pd

Penata Muda/

III.a Guru

30 Slamet Untung, S.Ag

Penata Muda/ III.a Guru 31 Aproni, S.Ag Penata Muda/ III.a Guru 32 Nurjanatun, S.Ag Penata Muda/ III.a Guru 33 Hardyanto, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru 34 Kundi Kunarto, S.Pd. Penata Muda/ III.a Guru 35 Tri Rahayu, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru

(7)

47 III.a 37 Retna Sejati, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru 38 Hj.Tikomah, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru

39 Dian Dwi Herwanti,S.Si.

Penata Muda/ III.a Guru 40 Kirowati Astuti, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru 41 Rahmawati Suja'i, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru 42 Ani Heriyanti Sulistianingsih, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru

43 Siti Masitoh Al, S.Pd.

Penata Muda/ III.a Guru 44 Sumiati, S.Pd Penata Muda/ III.a Guru 45 Kunadi, A.Md Penata Muda/ III.a Guru 46 Muarif, S.Pd. Guru

47 Dra. Taslimatun Guru

48 Maslakhah, S.Ag Guru

49 Eka Trisnawati, S.Pd Guru

50 Syarif Hidayat, S.Pd.I Guru

51 Komarudin Guru

52 Walud Imang S, A.Md. Guru

53

Sitoresmi Prabandari,

S.Pd Guru

54 Didik Setiawan, S.Pd Guru

55 Sulistyo Adi A., SE Guru

56 Nur F. Rochmawati, S.Si Guru

57 Mukti Purnami, S.Pd Guru

58 Evi A. Hapsari, S.Pd Guru

59 Muhamad Roni, S.Pd.I Guru

60 Mahmud, SE Penata Muda Tk.1/III.b Ka. TU 61 Nu'man Haris Pengatur Muda Tk.1/II.b TU 62 Murdalilah Pengatur Muda Tk.1/II.b TU

63 Agus Akhmad Ma'fur

Pengatur Muda

(8)

48

64 Slamet Riyadi

Pengatur Muda

/II.a TU

65 Shofan Juru muda /I.c TU

66 Nur Kholis W Juru /I.a TU

67 Sri Muktiasih TU

68 Riyanto TU

69 Ristaji TU

70 Mukhamad Tosim TU

71 Dian Ari Rahmawati TU

72 Kuat Teguh TU

73 Arif Zakaria TU

74 Wahyono TU

75 Agis Suraeni TU

76 Mukhlisin TU

77 Rely Sapta Widodo TU

78 Abdul Malik TU

79 Bekti Wiyatus Sholikha TU

80 Amrul Salim TU

b. Daftar Siswa MTs N Petarukan

Tabel. 3

Daftar Jumlah Siswa MTs Negeri Petarukan5 Tahun jaran 2014/2015

No

Siswa MTs N Petarukan 2014/2015

Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Kelas VII 156 168 324

2. Kelas VIII 174 187 361

3. Kelas IX 198 227 425

Total 1110

(9)

49

B. PELAKSANAAN METODE PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN MTs N PETARUKAN

“MTs Negeri Petarukan merupakan sekolah yang menerapkan metode pembiasaan membaca al Qur‟an (juz „amma). Selain juz „amma siswa juga dibiasakan membaca bacaan-bacaan sholat dan do‟a sehari-hari. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak lama. Pembiasaan ini berlangsung selama 10 menit disetiap paginya sebelum jam pelajaran pertama. Dan dipandu oleh guru jam pelajaran pertama. Setiap harinya siswa diwajibkan membawa juz „amma dan buku tuntunan sholat, dan pada hari jum‟at diwajibkan membawa surat Yasiin.”6

Kegiatan pembiasaan ini dilakukan secara disiplin para siswa secara otomatis membaca surat-surat dan do‟a sebelum pembelajaran jam pertama meskipun guru yang mengampu belum hadir dalam kelas.7

Tabel. 4

Jadwal Tadarus al Qur‟an dan Bacaan Harian Kelas VIII MTs Negeri Petarukan

HARI SURAT BACAAN SHOLAT DO’A SEHARI-HARI

SENIN Al ashr - Al qari‟ah Duduk Di antara 2 Sujud

Do‟a Masuk

Kamar Mandi/WC

SELASA Al Adiyat- Al

Zalzalah

Tahiyyat Awal Do‟a Keluar

kamar Mandi/WC RABU Al Bayyinah - Al

Qadar

Tahiyyat Akhir Do‟a Keluar

Rumah

KAMIS Al „Alaq – At Tin Do‟a Qunut Do‟a Naik

Kendaraan

JUM‟AT Surat Yasiin - -

SABTU Al Insyiroh – Ad Dhuha

Do‟a sesudah Sholat Do‟a masuk Kuburan

6 Slamet Untung, Pembina Keagamaan Putra, Wawancara Pribadi, Petarukan 4 Mei 2015. 7 Observasi, pada 4 Mei 2015

(10)

50

B.1. DATA TENTANG METODE PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN MTs N PETARUKAN

Untuk memperoleh data tentang metode pembiasaan membaca al Qur‟an, peneliti menggunakan metode angket dengan jumlah pertanyaan 15 yang terdiri dari 4 pilihan jawaban yaitu A, B, C, D dengan masing-masing skor jawaban yaitu:

1. Untuk alternatif jawaban A skornya 4 2. Untuk alternatif jawaban B skornya 3 3. Untuk alternatif jawaban C skornya 2 4. Untuk alternatif jawaban D skornya 1

Tabel. 5

Hasil Nilai Angket Metode Pembiasaan

No Nama

Responden

Jumlah Jawaban Skor Jawaban Jml A B C D 4 3 2 1

1 Ahmad Yusronil Haq 9 6 0 0 36 18 0 0 54

2 Anisah Tun Hasanah 8 6 1 0 32 18 2 0 52

3 Desi Ramadhani 7 5 2 1 28 15 4 1 48

4 Dian Ayu Shella 9 5 1 0 36 15 2 0 53

5 Fadhilah Syukuryadi 9 6 0 0 36 18 0 0 54

6 Faizal Zaky bahri 9 5 1 0 36 15 2 0 53

7 Gita Lidia Putri 7 6 2 0 28 18 4 0 50

8 Istianah 6 5 3 1 24 15 6 1 46

9 Khoirinisa Manarul R 8 6 1 0 32 18 2 0 52

10 Khoirul Anwar 7 6 2 0 28 18 4 0 50

11 Khoirus Sifatun Nisa 9 5 1 0 36 15 2 0 53

12 Kiki Widiyanti 7 6 1 1 28 18 2 1 49

13 Lady Ananda 9 6 0 0 36 18 0 0 54

14 Laely Sari Rahmatika 8 6 1 0 32 18 2 0 52

15 Latifa 13 2 0 0 52 4 0 0 58

16 Linda Oktaviani 8 6 1 0 32 18 2 0 52

17 Lisa Permatasari 8 4 3 0 32 12 6 0 50

18 Luthfan Hadi Pratama 9 5 1 0 36 15 2 0 53

19 Madhunisa Tia Lestari 7 6 1 1 28 18 2 1 49

(11)

51 21 Nunung fatmawati 8 6 1 0 32 18 2 0 52 22 Nur Anita 6 6 3 0 24 18 6 0 48 23 Nurul Yuliati 8 6 1 0 32 18 2 0 52 24 Nurunnisa Dhea N. 11 4 0 0 44 12 0 0 56 25 Putri windiani 4 5 4 2 16 15 8 2 41

26 Rini Puji astuti 8 6 1 0 32 18 2 0 52

27 Rivan Aji Afriyanto 8 5 2 0 32 15 4 0 51

28 Safrina Fitri Listiasih 6 5 2 2 24 15 4 2 45

29 Salma Sofwatus Z. 5 4 4 2 20 12 8 2 42

30 Samsul Ma‟arif 6 5 3 1 24 15 6 1 46

31 Sifa Fitriyani 7 5 2 1 28 15 4 1 48

32 Sinta Puspita Arum 9 5 1 0 36 15 2 0 53

33 Siti Nuriyah 10 4 1 0 40 12 2 0 54

34 Tri Dia Novitasari 8 4 3 0 32 12 6 0 50

35 Yeni Rosmadyana 5 5 3 2 20 15 6 2 43

36 Yuniar Pratami 7 7 1 0 28 21 2 0 51

Jumlah 1816

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor tertinggi dari angket yang diberikan adalah 58 yang diraih oleh responden nomor 15. Sedangkan skor terendah adalah 41 yang diraih oleh responden nomor 25 . Jumlah nilai angket tentang metode pembiasaan membaca al Qur‟an MTs N Petarukan adalah 1816.

C. KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT-SURAT PENDEK SISWA MTs N PETARUKAN

Kemampuan menghafal surat-surat pendek siswa MTs N Petarukan baik karena mereka dibiasakaan untuk membaca surat-surat pendek dan guru melakukan penilaian terhadap hafalan mereka. Kemampuan menghafal ini bisa terwujud karena di samping dibiasakan setiap pagi sebelum dimulainya pembelajaran, juga diselipkan pada mata pelajaran

(12)

52

tertentu untuk memelihara hafalan siswa. Dengan demikian, siswa mampu memelihara hafalan karena dimonitoring oleh guru.

“Kemampuan menghafal siswa meliputi surat-surat pendek dari surat an-Nas sampai dengan surat al-Dhuha. Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa menggunakannya untuk beribadah, khususnya sebagai bekal membaca surat saat shalat. Apalagi surat-surat ini sudah familier di tengah masyarakat, sehingga sebagai siswa madrasah, mempunyai ciri khas tertentu yang menunjukkan keunggulannya. Karena itu, dengan mengoptimalkan potensi yang ada, siswa MTs N Petarukan diharuskan mempunyai kemampuan menghafal surat-surat pendek yang menjadi salah satu tujuan madrasah. Secara bertahap mereka menghafalkan surat-surat pendek dan memeliharanya setiap pagi secara bertahap pula. Faktanya, pada awal pelajaran setiap harinya, siswa mampu melafalkan surat-surat pendek secara lancar dan baik.”8

C.1. DATA TENTANG KEMAMPUAN MENGHAFAL

Untuk memperoleh data tentang kemampuan menghafal, peneliti menggunakan metode tes lisan. Adapun aspek yang dinilai adalah: 1. Jumlah surat yang dihafal

Keterangan nilai:

a. An-Nas sampai Ad Dhuha : 81- 90 b. An-Nas sampai Al Bayyinah : 71 - 80 c. An-Nas sampai Al Ashr : 61 - 70 d. An-Nas sampai Al Kafirun : 51 - 60 9 2. Kelancaran menghafal

3. Tartil

8 Nuning Isnaeni, Pembina Keagamaan Putri, Wawancara Pribadi, Petarukan 6 Mei 2015. 9

(13)

53

Tabel. 6

Hasil Tes Kemampuan Menghafal Surat-surat Pendek Siswa MTs N Petarukan

No Nama Responden

Aspek yang Dinilai

Jumlah Jumlah

surat

Kelancaran Tartil

1 Ahmad Yusronil Haq 70 76 73 73

2 Anisah Tun Hasanah 65 75 70 70

3 Desi Ramadhani 58 60 62 60

4 Dian Ayu Shella 68 75 72 72

5 Fadhilah Syukuryadi 70 72 74 72

6 Faizal Zaky bahri 75 70 80 75

7 Gita Lidia Putri 75 71 72 73

8 Istianah 70 75 70 72

9 Khoirinisa Manarul 80 73 75 76

10 Khoirul Anwar 70 70 70 70

11 Khoirus Sifatun Nisa 72 68 70 70

12 Kiki Widiyanti 68 71 71 70 13 Lady Ananda 80 70 75 75 14 Laely Sari R. 80 71 75 76 15 Latifa 77 79 75 77 16 Linda Oktaviani 70 73 75 73 17 Lisa Permatasari 67 66 68 67 18 Luthfan Hadi P. 71 70 75 72 19 Madhunisa Tia L. 70 73 75 73 20 Miftakhul Mizan 80 71 75 76 21 Nunung fatmawati 58 65 65 63 22 Nur Anita 70 65 75 70 23 Nurul Yuliati 80 74 75 76 24 Nurunnisa Dhea N. 80 80 80 80 25 Putri windiani 65 70 65 66

26 Rini Puji astuti 68 70 72 70

27 Rivan Aji Afriyanto 53 60 60 58

28 Safrina Fitri Listiasih 70 68 65 68

29 Salma Sofwatus Z. 60 65 69 64

30 Samsul Ma‟arif 65 65 65 65

31 Sifa Fitriyani 65 75 70 70

32 Sinta Puspita Arum 72 75 70 72

33 Siti Nuriyah 72 72 75 73

34 Tri Dia Novitasari 75 75 75 75

35 Yeni Rosmadyana 70 75 75 73

36 Yuniar Pratami 80 70 75 75

(14)

54

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor tertinggi dari tes lisan yang dilakukan adalah 80 yang diraih oleh responden nomor 24. Sedangkan skor terendah adalah 58 yang diraih oleh responden nomor 27 . Jumlah nilai tes tentang kemampuan menghafal surat-surat pendek siswa MTs N Petarukan adalah 2560.

Referensi

Dokumen terkait

a) Guru belum sepenuhnya memahami penerapan teknik penilaian sikap spiritual dan sikap sosial, sehingga guru masih kesulitan melakukan penilaian di dalam kelas

Guru menyuruh salah satu siswa membuat segitiga siku-siku di papan geo board lalu guru menambahkan kembali segitiga siku-siku di dalam segitiga siku-siku yang

Berdasarkan hasil observasi, persiapan dan instruksi di dalam menerapkan metode sosiodrama, baik guru kelas IV A maupun V A, guru melakukan persiapaan dengan

kemampuan membaca dan menulis al-Qur’an dan Hadits dengan benar,. serta hafalan terhadap surat-surat pendek dalam al-Qur’an,

Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa kurikulum yang digunakan di MTs Paradigma Palembang ada dua yaitu menggunakan kurikulum KTSP untuk kelas VIII dan

f) Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambahkan materi yang belum diungkapkan siswa. b) Guru melakukan penilaian dengan tes tertulis secara

a) guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pelajaran. b) Guru melakukan penilaian dengan tes tertulis secara individu. c) Guru memberikan umpan balik dengan memberikan beberapa

Seperti yang dikemukakan bapak Nur Khozin kepala MTs. Al- Fatich:fasilitas atau sarana prasarana sudah banyak mendukung implementasi strategi PAIKEM di MTs. Terpadu Al-Fatich