• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU

No. 96/02/21/Th. IV / 16 Februari 2009

PDRB KEPRI TAHUN 2008 TUMBUH 6,65 PERSEN

¾ PDRB Kepri pada tahun 2008 tumbuh sebesar 6,65 persen, sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 7,01 persen.

¾ Berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 sebesar Rp 58.585.996,29 juta, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. 37.021.427,75 juta.

¾ PDRB Kepri pada triwulan IV tahun 2008 mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,36 persen jika dibandingkan triwulan III tahun 2008. Pertumbuhan negatif ini terjadi pada beberapa sektor dalam PDRB. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor bangunan sebesar 8,53 persen.

¾ PDRB Kepri pada triwulan IV tahun 2008 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2007 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 3,05 persen.

¾ Perekonomian Kepri yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan IV tahun 2008 mencapai Rp 15.002.229,82 juta, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp 9.238.232,93 juta.

¾ Disisi penggunaan secara riil, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan IV tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan III 2008 meningkat sebesar 3,60 persen. pada triwulan yang sama, pengeluaran lembaga swasta nirlaba meningkat 5,46 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 8,52 persen, pembentukan modal tetap bruto 2,17 persen, perubahan stok 11,69 persen, ekspor minus 1,99 persen dan impor minus 0,11 persen.

¾ Dibandingkan dengan triwulan IV 2007, peningkatan terjadi pada beberapa komponen penggunaan yaitu : pengeluaran konsumsi rumah tangga 19,03 persen, pengeluaran lembaga swasta nirlaba meningkat 13,41 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 13,26 persen, pembentukan modal tetap bruto 29,38 persen, perubahan stok 6,18 persen, ekspor 2,94 persen dan impor 18,01 persen.

(2)

A. PDRB PROPINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT SEKTOR EKONOMI I. PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2008

Kinerja perekonomian Kepri pada tahun 2008 melambat menjadi sebesar 6,65 persen jika dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 7,01 persen. Begitu halnya dengan PDRB tanpa migas, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 7,22 persen dari tahun sebelumnya sebesar 7,55 persen pada tahun 2007.

TABEL 1. LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA

(Persentase) SEKTOR EKONOMI /

LAPANGAN USAHA 2007 2008

(1) (2) (3)

1. PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 6,29 3,80

2. PERTAMBANGAN &

PENGGALIAN -0,92 -2,71

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 5,84 4,56

4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 5,76 7,94

5. BANGUNAN 29,15 34,26

6. PERDAGANGAN, HOTEL &

RESTORAN 7,77 7,77

7. PENGANGKUTAN &

KOMUNIKASI 11,24 14,44

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, &

JS. PRSH. 9,48 9,71

9. JASA-JASA 14,24 15,59

PDRB DENGAN MIGAS 7,01 6,65

(3)

II. NILAI PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2007 DAN TAHUN 2008

Pada tahun 2008 atas dasar harga berlaku PDRB Kepri sebesar Rp 58.585.996,29 juta sedangkan untuk PDRB tanpa migas sebesar Rp 53.852.673,87 juta. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah PDRB pada tahun 2008 ini meningkat, karena pada tahun 2007 jumlah PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 51.826.271,88 juta dan PDRB tanpa migas sebesar Rp 47.420.368,70 juta.

Sedangkan untuk PDRB Kepri atas dasar harga konstan 2000, pada tahun 2008 sebesar Rp 37.021.427,75 juta sedangkan untuk PDRB tanpa migas sebesar Rp 35.314.256,36 juta. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah PDRB pada tahun 2008 ini meningkat, karena pada tahun 2007 jumlah PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 34.713.813,64 juta dan PDRB tanpa migas sebesar Rp 32.937.720,13 juta.

TABEL 2. PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000

TAHUN 2007-2008 (Juta Rupiah) SEKTOR

EKONOMI/LAPANGAN USAHA

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

2007 2008 2007 2008

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 2.612.093,12 2.918.416,50 1.639.450,05 1.701.691,84 2. PERTAMBANGAN &

PENGGALIAN 5.058.454,57 5.447.119,09 2.119.379,86 2.062.043,96

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 24.203.354,25 26.633.278,75 18.224.975,92 19.056.910,55 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 282.587,36 325.310,58 182.543,32 197.033,88

5. BANGUNAN 2.651.119,55 3.663.039,83 1.137.241,64 1.526.891,73

6. PERDAGANGAN, HOTEL &

RESTORAN 10.632.966,10 12.058.309,49 7.710.139,76 8.309.048,96

7. PENGANGKUTAN &

KOMUNIKASI 2.213.113,14 2.690.985,60 1.408.287,69 1.611.675,83

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, &

JS. PRSH. 2.857.769,66 3.239.466,51 1.580.890,66 1.734.423,87

9. JASA-JASA 1.314.814,13 1.610.069,96 710.904,73 821.707,14

PDRB DENGAN MIGAS 51.826.271,88 58.585.996,29 34.713.813,64 37.021.427,75

(4)

III. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV TAHUN 2008

Kinerja perekonomian Kepri pada triwulan IV tahun 2008 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan, mengalami pertumbuhan negatif 1,36 persen. Pertumbuhan negatif tersebut terjadi pada empat sektor ekonomi, sedangkan lima sektor lainnya mengalami perlambatan pertumbuhan meski peranannya sangat kecil. Sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar pada triwulan IV 2008 ini adalah sektor bangunan sebesar 8,53 persen, sektor jasa-jasa sebesar 3,93 persen, disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,30 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan negatif paling besar adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dengan pertumbuhan negatif 3,45 persen.

PDRB triwulan IV tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2007 ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan. PDRB total meningkat sebesar 3,05 persen. Hanya ada dua sektor yang mengalami pertumbuhan 2 digit. Sektor bangunan mengalami peningkatan terbesar yaitu sebesar 24,03 persen diikuti sektor jasa-jasa 10,36 persen.

PDRB tanpa migas secara berantai (q-to-q) triwulan IV 2008 dibandingkan triwulan III 2008 tumbuh negatif sebesar 1,40 persen. Sedangkan triwulan IV 2008 dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) tumbuh sebesar 3,43 persen, jadi sampai triwulan IV 2008 pertumbuhan PDRB tanpa migas lebih cepat dibanding PDRB dengan Migas.

(5)

TABEL 3. LAJU PERTUMBUHAN PDRB

MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA TRIWULANAN (Persentase)

SEKTOR

EKONOMI/LAPANGAN USAHA

Triw IV 2007 Triw IV 2008 Triw IV 2008

Terhadap Terhadap Terhadap

Triw III 2007 Triw III 2008 Triw IV 2007

(1) (2) (3) (4)

1. PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN -0,63 -3,45 -0,72

2. PERTAMBANGAN &

PENGGALIAN -0,04 -0,29 -3,09

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 0,59 -2,19 1,78

4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 2,93 -0,46 1,65

5. BANGUNAN 12,46 8,53 24,03

6. PERDAGANGAN, HOTEL &

RESTORAN 3,13 -2,73 2,21

7. PENGANGKUTAN &

KOMUNIKASI 6,22 2,30 9,64

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, &

JS. PRSH. 3,03 0,69 7,10

9. JASA-JASA 8,08 3,93 10,36

PDRB DENGAN MIGAS 1,96 -1,36 3,05

PDRB TANPA MIGAS 2,08 -1,40 3,43

IV. NILAI PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN III TAHUN 2008 DAN TRIWULAN IV TAHUN 2008

Pada triwulan III tahun 2008 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13.506.410,42 juta, kemudian pada triwulan IV meningkat menjadi Rp 15.002.229,82 juta.

Atas harga konstan 2000, PDRB triwulan III tahun 2008 adalah sebesar Rp 8.964.640,47 juta kemudian pada triwulan IV tahun 2008 meningkat menjadi Rp 9.238.232,93juta.

Atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang

terbesar pada triwulan IV tahun 2008 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp 6.857.331,18 juta, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp

(6)

2.978.378,97 juta, disusul oleh sektor pertambangan dan penggalian Rp 1.350.193,81 juta dan sektor bangunan sebesar Rp 1.047.066,20 juta. Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto dibawah 1 triliun rupiah. Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, ketiga sektor di atas, memberikan nilai tambah bruto berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp 4.725.531,23 juta, sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp 2.055.584,05 juta serta sektor pertambangan dan penggalian Rp 510.500,06 juta.

TABEL 4. PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000

TRIWULAN III DAN IV 2007&2008 (Juta Rupiah)

SEKTOR

EKONOMI/LAPANGAN USAHA

Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Tr III 2008 Tr IV 2008 Tr III 2008 Tr IV 2008

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 686.348,08 735.902,61 421.191,05 418.154,44

2. PERTAMBANGAN &

PENGGALIAN 1.285.086,17 1.350.193,81 526.801,97 510.500,06

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 6.196.149,71 6.857.331,18 4.643.024,61 4.725.531,23

4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 76.716,61 83.014,79 48.225,02 49.021,90

5. BANGUNAN 719.599,24 1.047.066,20 331.341,12 410.950,59

6. PERDAGANGAN, HOTEL &

RESTORAN 2.806.833,39 2.978.378,97 2.011.214,49 2.055.584,05

7. PENGANGKUTAN &

KOMUNIKASI 608.180,50 703.244,91 376.948,76 413.271,30

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, &

JS. PRSH. 759.759,22 826.489,67 412.711,68 442.028,01

9. JASA-JASA 367.737,49 420.607,68 193.181,78 213.191,36

PDRB DENGAN MIGAS 13.506.410,42 15.002.229,82 8.964.640,47 9.238.232,93

PDRB TANPA MIGAS 12.388.443,28 13.833.696,84 8.524.657,15 8.816.903,41

V. STRUKTUR PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA

TAHUN 2006-2007, TRIWULAN IV TAHUN 2007- 2008

Pada triwulan IV tahun 2008, sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 45,71 persen, diikuti oleh sektor

(7)

perdagangan-hotel-restoran 19,85 persen dan pertambangan-penggalian sebesar 9,00 persen. Secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 74,56 persen dalam PDRB.

TABEL 5. STRUKTUR PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA TAHUN 2006, 2007, 2008 DAN TRIWULAN IV 2007-2008

(Persentase) SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA 2006 2007 2008 Triwulan IV 2007 2008 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 5,13 5,04 4,90 5,08 4,91

2. PERTAMBANGAN &

PENGGALIAN 10,53 9,76 9,29 9,51 9,00

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 47,36 46,70 45,44 45,88 45,71

4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 0,54 0,55 0,56 0,57 0,55

5. BANGUNAN 4,15 5,12 6,36 5,33 6,98

6. PERDAGANGAN, HOTEL &

RESTORAN 20,50 20,52 20,58 20,78 19,85

7. PENGANGKUTAN &

KOMUNIKASI 4,01 4,27 4,59 4,50 4,69

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, &

JS. PRSH. 5,45 5,51 5,53 5,63 5,51

9. JASA-JASA 2,33 2,54 2,75 2,72 2,80

PDRB DENGAN MIGAS 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

PDRB TANPA MIGAS 90,77 91,50 91,92 91,72 92,21

Untuk PDRB pada tahun 2008, sektor ekonomi yang paling berperan adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 45,44 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 20,58 persen serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 9,29 persen. Dan secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 75,31 persen dalam struktur PDRB.

(8)

B. PDRB PROPINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT PENGGUNAAN

I. PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2008 MENURUT PERMNTAAN

TABEL 6. LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT PENGGUNAAN TAHUN 2007 - 2008

(Persentase) SEKTOR 2007 2008 (1)  (2)  (3)  1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga  12,64  19,03  2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta  Nirlaba  9,43  13,41  3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah  14,16  13,26  4. Pembentukan Modal Tetap Bruto  27,00  29,38  5. Perubahan Stok  229,48  6,18  6. Ekspor Barang dan Jasa  20,35  2,94  7. Impor Barang dan Jasa  16,56  18,01  PDRB 7,01 6,65

Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDRB Propinsi Kepulauan Riau dipengaruhi oleh berbagai komponen penggunaan yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran lembaga swasta nirlaba, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan stok dan ekspor-impor.

Laju pertumbuhan PDRB Propinsi Kepulauan Riau pada tahun 2008 sebesar 6,65 persen melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 7,01 persen. Pada tahun 2008, komponen utama yaitu komponen pembentukan modal bruto mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,38 persen. Disusul oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 19,03 persen, komponen impor barang dan jasa sebesar 18,01 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 13,26 persen, pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar 13,41 persen, komponen perubahan stok sebesar 6,18 persen dan komponen ekspor sebesar 2,94 persen.

(9)

II. NILAI PDRB MENURUT PENGGUNAAN ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2007 DAN 2008

TABEL 7. PDRB MENURUT PENGGUNAAN

ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 (Juta Rupiah)

SEKTOR EKONOMI

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

2007 2008 2007 2008 (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  1. Pengeluaran Konsumsi Rumah  Tangga  23.709.896,40 30.991.807,38 14.193.598,57  16.894.874,50 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga  Swasta Nirlaba  378.650,76 459.593,29 243.366,12  275.991,94 3. Pengeluaran Konsumsi  Pemerintah  2.477.524,54 3.058.019,21 1.232.689,67  1.396.134,58 4. Pembentukan Modal Tetap  Bruto  18.464.499,61 28.630.933,27 7.206.597,87  9.323.651,41 5. Perubahan Stok  ‐14.459.472,36 ‐19.327.505,52 ‐6.706.140,00  ‐7.120.475,63 6. Ekspor Barang dan Jasa  55.241.579,47 60.169.287,33 37.376.476,37  38.475.765,48 7. Impor Barang dan Jasa  33.986.406,54 45.396.138,66 18.832.774,96  22.224.514,52      PDRB 51.826.271,88 58.585.996,29 34.713.813,64 37.021.427,75

Dari sisi Permintaan PDRB Kepri atas dasar harga berlaku sebesar Rp 58.585.996,29 juta sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 37.021.427,75 juta.

Atas dasar harga berlaku, sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah komponen ekspor barang dan jasa sebesar Rp 60.169.287,33 juta, disusul oleh komponen impor barang dan jasa sebesar Rp 45.396.138,66 juta, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp 30.991.807,38 juta. Pada perhitungan atas dasar harga konstan, ketiga komponen diatas berturut-turut memberikan kontribusi sebesar Rp 38.475.765,48 juta (komponen ekspor barang dan jasa), Rp 22.224.514,52 juta (komponen impor barang dan jasa) dan Rp 16.894.874,50 juta (komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga).

(10)

III. PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT PENGGUNAAN TRIWULAN IV TAHUN 2008

Tabel 8. menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2008 sangat ditopang oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga. Terhadap triwulan sebelumnya (q to q) komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 3,60 persen, komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba tumbuh sebesar 5,46 persen. Untuk komponen PMTB sebesar 2,17 persen dari triwulan sebelumnya (q to q). Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 8,52 persen. Untuk komponen ekspor tumbuh negatif 1,99 persen dan impor barang dan jasa tumbuh negatif 0,11 persen.

TABEL 8. LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT PENGGUNAAN TRIWULANAN

(Persentase)

SEKTOR

Triw IV 2007 Triw IV 2008 Triw IV 2008 Terhadap Terhadap Terhadap Triw III 2007 Triw III 2008 Triw IV 2007

(1)  (2)  (3)  (4)  1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga  4,60  3,60  19,03  2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta  Nirlaba  3,63  5,46  13,41  3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah  4,81  8,52  13,26  4. Pembentukan Modal Tetap Bruto  6,64  2,17  29,38  5. Perubahan Stok  ‐0,85  11,69  6,18  6. Ekspor Barang dan Jasa  ‐0,02  ‐1,99  2,94  7. Impor Barang dan Jasa  3,13  ‐0,11  18,01  PDRB 1,96 -1,36 6,65

Terhadap perekonomian triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y), PDRB menurut penggunaan tumbuh sebesar 6,65 persen. Dimana komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 19,03 persen, komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba tumbuh 13,41 persen, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 13,26 persen. Komponen pembentukan modal bruto tumbuh 29,38 persen, komponen perubahan stok tumbuh 6,18 persen, komponen ekspor tumbuh 2,94 persen dan komponen

(11)

IV. NILAI PDRB MENURUT PENGGUNAAN ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN III TAHUN 2008 DAN TRIWULAN IV TAHUN 2008

TABEL 9. PDRB MENURUT PENGGUNAAN

ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN III DAN IV 2008

(Juta Rupiah)

SEKTOR Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Tr III 2008 Tr IV 2008 Tr III 2008 Tr IV 2008 (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  1. Pengeluaran Konsumsi Rumah  Tangga  8.088.757,91 8.525.536,01 4.338.487,99  4.494.536,24 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga  Swasta Nirlaba  116.308,57 126.327,94 69.730,89  73.541,45 3. Pengeluaran Konsumsi  Pemerintah  768.896,56 852.452,11 344.659,74  374.011,68 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto  7.552.351,27 8.461.724,16 2.400.241,47  2.452.414,84 5. Perubahan Stok  ‐4.500.583,91 ‐6.080.951,97 ‐1.566.878,96  ‐1.750.043,87 6. Ekspor Barang dan Jasa  15.181.389,24 15.414.480,67 9.677.762,47  9.485.217,55 7. Impor Barang dan Jasa  12.186.400,30 12.297.339,10 5.898.217,79  5.891.444,97      PDRB 15.020.719,34 15.002.229,82 9.365.785,81  9.238.232,93

Atas dasar harga berlaku, komponen ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan IV tahun 2008 adalah komponen ekspor barang dan jasa sebesar Rp 15.414.480,67 juta, kemudian komponen impor barang dan jasa sebesar Rp 12.297.339,10 juta, disusul komponen pembentukan modal bruto sebesar Rp 8.461.724,16 juta.

Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, tiga komponen yang memberikan kontribusi terbesar adalah berturut-turut komponen ekspor barang dan jasa sebesar Rp 9.485.217,55 juta, komponen impor barang dan jasa Rp 5.891.444,97 juta serta komponen pengeluran konsumsi rumah tangga Rp 2.452.414,84 juta.

(12)

V. STRUKTUR PDRB MENURUT PENGGUNAAN TAHUN 2006-2007, TRIWULAN IV TAHUN 2007- 2008

TABEL 10. STRUKTUR PDRB MENURUT PENGGUNAAN

TAHUN 2006, 2007, 2008 DAN TRIWULAN IV 2007-2008 (Persentase) SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA 2006 2007 2008 Triwulan IV 2007 2008 (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  (6)  1. Pengeluaran Konsumsi Rumah  Tangga  42,46  45,75  52,90  49,77  56,83  2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga  Swasta Nirlaba  0,71  0,73  0,78  0,77  0,84  3. Pengeluaran Konsumsi  Pemerintah  4,33  4,78  5,22  5,12  5,68  4. Pembentukan Modal Tetap  Bruto  28,67  35,63  48,87  38,71  56,40  5. Perubahan Stok  ‐10,60  ‐27,90  ‐32,99  ‐30,72  ‐40,53  6. Ekspor Barang dan Jasa  93,64  106,59  102,70  107,80  102,75  7. Impor Barang dan Jasa  59,21  65,58  77,49  71,44  81,97           PDRB 100  100  100  100  100 

Dari sisi Permintaan (demand side) PDRB Kepulauan Riau triwulan IV 2008, didominasi komponen pembentukan modal bruto 56,40 persen, komponen berikutnya adalah komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 56,83 persen, komponen netto ekspor barang dan jasa 20,78 persen, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah 5,68 persen, komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba 0,84 persen dan komponen perubahan stok sebesar minus 40,53 persen.

Gambar

TABEL 6. LAJU PERTUMBUHAN PDRB   MENURUT PENGGUNAAN TAHUN 2007 - 2008
Tabel 8. menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2008 sangat ditopang  oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga
TABEL 10.  STRUKTUR PDRB   MENURUT PENGGUNAAN

Referensi

Dokumen terkait

Penanda genetik env SU dengan metode RT- PCR atau PCR dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi sapi Bali yang dicurigai terin- feksi penyakit

Hasil analisis penelitian diperoleh pola hubungan tak langsung antara kepemimpinan terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja guru, hal tersebut didasarkan pada hasil anali-

(1) Ruang lingkup yang diatur dalam Peraturan Daerah ini adalah penyelenggaraan perumahan oleh pengembang dengan jumlah paling sedikit 5 (lima) kaveling yang

Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah agar dapat menjadi seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh

Koefisien Determinasi (R²) ... PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN ... Gambaran Perekonomian di Indonesia ... Pembahasan Hasil Penelitian ... Distribusi Jumlah Kemiskinan, Produk

Kaitannya dengan penelitian ini adalah bahwa retribusi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap PAD dan yang akan diteliti adalah retribusi yang diperoleh Dinas Pengelolaan

5) Guru mengingatkan kepada siswa agar tidak takut bertanya ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan. 6) Masing – masing kelompok mempersentasikan hasil diskusi di depan

Akuntan Publik yang menghilangkan data atau catatan pada kertas kerja dan tidak membuat kertas kerja yang berkaitan dengan jasa yang diberikan akan dipidana penjara paling lama