BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 1..11 LLaattaar r BBeellaakkaanngg Di
Di daladalam m akunakuntantansi si manmanajerajerial ial ististilailah h biaybiaya a dapadapat t digudigunakanakann untuk berbagai hal, alasannya adalah karena banyak jenis biaya dan biaya untuk berbagai hal, alasannya adalah karena banyak jenis biaya dan biaya tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti seorang tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti seorang man
manajer ajer yanyang g ingiingin n memenyusnyusun un lapolaporan ran keuakeuangan ngan eksteksternaernal, l, memmembuatbuat anggaran, atau mengambil keputusan menggunakan data biaya.
anggaran, atau mengambil keputusan menggunakan data biaya. Pad
Pada a prinprinsipnsipnya ya bahwbahwa a biaybiaya a digudigunakanakan n untuuntuk k menmenentuentukankan har
harga ga pokopokok k penjpenjualaualan n dan dan nilnilai ai perspersediediaan aan akhiakhir. Biayr. Biaya a – – biaybiaya a iniini penting
penting dalam dalam menyiapkan menyiapkan laporan laporan keuangan keuangan eksternal, eksternal, yaitu yaitu laporanlaporan la
laba ba rurugi gi dadan n neneraracaca. . BiBiayaya a – – bibiayaya a yyanang g didisasajijikakan n papada da lalapoporarann keuangan ter
keuangan tersebut sebut diatur berdasdiatur berdasarkan fungsi. Daarkan fungsi. Dalam hal in, semulam hal in, semua biayaa biaya perusahaan
perusahaan dimasukkan dimasukkan dalam dalam satu satu dari dari tiga tiga kategori kategori berikut berikut : : ProduksiProduksi atau manufakktur dalam akun harga pokok penjualan!, biaya pemasaran, atau manufakktur dalam akun harga pokok penjualan!, biaya pemasaran, dan biaya administrasi. Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal" dan biaya administrasi. Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal" bahkan,
bahkan, pelaporan pelaporan tersebut tersebut diwajibkan. diwajibkan. #kan #kan tetapi, tetapi, pengelompokanpengelompokan fungsion
fungsional sama sekal sama sekali tidak mali tidak membantu embantu penganggarpenganggaran, pengendan, pengendalian,alian, da
dan n penpengamgambilbilan an kepkepututusausan. n. $n$ntuk tuk tutujuajuan n – – tujtujuan uan inini, i, kitkita a perperlulu memahami prilaku biaya
memahami prilaku biaya Per
Perilailaku ku biaybiaya a adaadalah lah istiistilah lah umuumum m untuuntuk k menmendeskdeskripsripsikanikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya –biaya apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya –biaya bereaksi
bereaksi pada pada perubahan perubahan keluaran keluaran dengan dengan berbagai berbagai cara. cara. PembahasanPembahasan mengenai hal ini, biaya tetap, biaya %ariabel, dan biaya campuran. #kan mengenai hal ini, biaya tetap, biaya %ariabel, dan biaya campuran. #kan di
dimumulai lai dendengan gan memelihlihat at kekemumungkngkininan an – – kemkemungungkinkinan an yayang ng papalilingng sederhana.
sederhana. P
Peerrhhitituunngagan n bbiiayaya a bbeerdrdaasasarrkakan n ffuungngssi i dadan n aakkttii%i%ittaass me
membmbebaebankankan n biabiaya ya padpada a obyobyek ek biabiayaya, , seseperperti ti proprodukduk, , pelpelanganggangan,, pemasok,
pemasok, bahan bahan baku, baku, dan dan jalur jalur pemasaran. pemasaran. &etika &etika biaya biaya dibebankandibebankan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ''
pada obyek
pada obyek biaya, biaya biaya, biaya per unit per unit dihitung dihitung dengan dengan membagi jumlah membagi jumlah biayabiaya yang dibebabankan dengan jumlah unit dari obyek biaya tertentu.
yang dibebabankan dengan jumlah unit dari obyek biaya tertentu.
1
1..22 RRuummuussaan Mn Maassaallaahh 1.
1. PembaPembahasahasan man materi teri PerPerilaku ilaku Biaya Biaya AktAktiitaiitas! as! antara ntara lain lain "" a.
a. #p#pakakah defah defininisi perisi perililaku biaku biayaya a tetetatap, biap, biaya %arya %ariabiabel dan biael dan biayaya campuran(
campuran( b.
b. Bagaimana Bagaimana peranan peranan model model penggunaan penggunaan sumber sumber daya daya dalamdalam memahami perilaku biaya(
memahami perilaku biaya( c.
c. BagBagaimaimana ana pempemisahisahan ban biayiaya cama campurapuran mn menjaenjadi kodi kompomponen nen tetatetapp dan %ariabel dengan menggunakan metode tinggi rendah dan %ariabel dengan menggunakan metode tinggi rendah high- high-low
low!,!, scatterplot scatterplot dan kuadran terkecil dan kuadran terkecil least aquareleast aquare!(!( d.
d. BBagagaiaimamana na dadalalam m mmenengege%a%aluluasasi i kekeanandadalalan n dadari ri sesebubuahah persamaan biaya(
persamaan biaya( e.
e. ##papakakah h PePerarananan n reregrgresesi i bebergrgananda da multiple regressionmultiple regression! dalam! dalam penilaian perilaku
penilaian perilaku biaya(biaya( f.
f. #p#pakakah pengah penggungunaan peraan pertitimbmbangangan manan manajeajeririal dalaal dalam penem penentuntuanan perilaku biaya.
perilaku biaya. 2.
2. PembaPembahasahasan n PerhPerhitungitungan an Biaya Biaya ber#ber#asarasarkan kan AktAktiitas iitas $Har$Hargaga P%k%k ber#asarkan A
P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain ktiitas&! antara lain "" a.
a. #p#pa &ea &egungunaaaan Pen Perhirhitutungangan Bin Biayaya Per a Per $n$nit(it( b.
b. Bagaimana pendekatan Bagaimana pendekatan perhitungan biaya bperhitungan biaya berdasarkan fungsi(erdasarkan fungsi( c.
c. #pa #pa PenPenyebayebab penb pendekadekatan ptan perhierhitungtungan bian biaya aya berdberdasarasarkan kan fungfungsisi yang dapat menimbulkan distorsi biaya(
yang dapat menimbulkan distorsi biaya( d.
d. BagBagaimaiman caan cara kerra kerja suaja suatu situ sistem stem perperhituhitungan bngan biayiaya berdaa berdasarksarkanan akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan(
akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan( e.
e. BagBagaimaimana ana cara cara menmenguragurangi ngi jumjumlah lah taritarif af aktikti%ita%itas.s.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ))
1
1..'' ((uu))uuaan Pn Peennuulliissaann 1.
1. ((uu)ua)uan #alam *en #alam *embambahashasan matan materi Pereri Perilailaku Biayku Biaya a AktAktiiiitastas!! antara lain "
antara lain " a.
a. *e*endendefifininisiksikan an perperililaku aku bibiayaya a tettetapap, , bibiayaya a %ar%ariaiabel bel dadan n biabiayaya campuran"
campuran" b.
b. *enjelaskan *enjelaskan peranan peranan model model penggunaan penggunaan sumber sumber daya daya dalamdalam memahami perilaku biaya"
memahami perilaku biaya" c.
c. *emisa*emisahkan biaya cahkan biaya campuran mmpuran menjadi komenjadi komponen tetaponen tetap dan %ariap dan %ariabelbel dengan menggunakan metode tinggi rendah
dengan menggunakan metode tinggi rendah high-lowhigh-low!,!, scatterplot scatterplot dan kuadran terkecil
dan kuadran terkecil least aquareleast aquare!"!" d.
d. *enge%al*enge%aluasi keanuasi keandalan dari dalan dari sebuah psebuah persamaaersamaan biaya"n biaya" e.
e. *enj*enjelaelaskan Peskan Peranaranan regren regresi bergsi berganda anda multiple regressionmultiple regression! dalam! dalam penilaian perilaku
penilaian perilaku biaya"biaya" f.
f. *e*engngururaiaikakan n pepengnggugunanaan an pepertrtimimbabangngan an mmananajajereriaial l dadalalamm penentuan perilaku
penentuan perilaku biaya.biaya. 2.
2. ((uu)ua)uan #alan #alam *embam *embahashasan an PerhPerhituitungangan Biayn Biaya ber#a ber#asaasarkarkann Aktiitas $Harga P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain "
Aktiitas $Harga P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain " a.
a. SeSeberberapa papa pententining biag biaya pya per uer unitnit"" b.
b. *endeskripsikan pe*endeskripsikan pendekatan perhitungandekatan perhitungan biaya berdasarkan biaya berdasarkann fungsi"
fungsi" c.
c. *en*engunggungkapkkapkan penan penyebyebab pendab pendekatekatan perhan perhitunitungan bigan biayaaya berdasarkan fung
berdasarkan fungsi yang dapat menimbulkan si yang dapat menimbulkan distorsi biaya"distorsi biaya" d.
d. *enjela*enjelaskan cskan cara keara kerja srja suatu uatu sistem sistem perhitungperhitungan biayan biaya berdasa berdasarkanarkan akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan
akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan e.
e. *en*enjelajelaskan cskan cara mara menguenguranrangi jumgi jumlah talah tarif akrif akti%ti%itaitas.s.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ++
BAB II PEMBAHA+AN
2.1 PERILA,U BIA-A A,(II(A+ 2.1.1 Dasar / Dasar Perilaku Biaya
a. Biaya (eta*
Perilaku Biaya cost behavior ! adalah istilah umum untuk mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran.
Biaya teta* adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang yang rele%an ketika tingkat keluaran akti%itas berubah.
$ntuk mengilustrasikan perilaku biaya tetap, kita ambil contoh perusahaan yang memproduksi pemanas pada teko kopi yaitu eddy
-eaters.
#kti%itas pemotongan menggunakan dua masukan, yaitu mesin pemotong dan listrik untuk mengoperasikan mesin pemotong. *esin pemotong disewa seharga /01.111 per tahun dan memiliki kapasitas untuk memproduksi sampai dengan )21.111 potongan + inci dalam setahun. Biaya penyewaan mesin pemotong adalah biaya tetap karena biaya tersebut akan tetap sebesar /01.111 pertahun, tidak peduli banyaknya potongan yang dihasilkan3. Perilaku ini di ilustrasikan oleh
contoh berikut ini :
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 2
b. Biaya ariabel
Biaya 4ariabel 4ariable cost! adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan ber%ariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran. 5adi, biaya %ariable naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran turun. Biaya %ariabel dapat juga dinyatakan dengan persamaan linear. Disini, jumlah biaya %ariabel bergantung pada tingkat penggerak. -ubungan ini dapat dideskripsikan sebagai berikut :
6ontoh : eddy -eaters akan diperluas dengan memasukkan sumber daya lain yang digunakan dalam akti%itas pemotongan yaitu 7istrik.
Biaya 7istrik akan berperilaku berbeda dengan mesin pemotong. 7istrik dikonsumsi jika output diproduksi, dan ketika banyak output diproduksi lebih banyak listrik digunakan. $ntuk memotong satu potongan logam + inci mesin menggunakan 1,' jam kilowatt senilai /1,)1 /),11 8 1,'!. Biaya listrik tingkat output akti%itas sebagai berikut :
Semakim banyak potongan + inci diproduksi total biaya listrik meningkat secara proporsional.
0. Biaya am*uran
Biaya 6ampuran adalah biaya yang memiiki komponen tetap dan %ariabel. Persamaan linear untuk biaya campuran adalah sebagai berikut.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 9
5umlah Biaya 4ariabel Biaya %ariabel per unit 8 5umlah unit
6ontoh : #gen penjualan sering dibayar dengan gaji yang ditambah dengan komisi penjualan. #nggaplah bahwa eddy -eaters memiliki tiga agen penjualan , masing<masing mendapatkan gaji sebesar /1,91 untuk setiap pemanas yang mereka jual . #kti%itas yang mereka lakukan adalah penjualan pemanas, dan penggerak biaya adalah unit yang terjual. 5ika '11.11 pemanas terjual, maka total biaya penjualan adalah /=1.11<jumlah dari biaya gaji tetap sebesar /+1.111 + 8 /'1.111! dan biaya %ariabel sebesar /91.111 1,91 8 '11.111!. 5umlah Biaya keseluruhan terlihat sebagai berikut :
Dalam melakukan klasifikasi terhadap biaya yang seusai dengan perilaku diperlukan beberapa perhitungan<perhitungan. Batasan waktu penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau %ariabel bergantung pada batasan waktu. *enurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang long run!, semua biaya adalah %ariabel. Dalam jangka pendek short run!, paling tidak satu biaya adalah tetap. 7ama dari periode jangka pendek bergantung pda pertimbangan subjektif manajemen dan tujuan
dilakukannya perkiraan perilaku biaya tersebut. Sumber daya dan ukuran keluaran setiap akti%itas memerlukan sumber daya untuk menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Sumber daya dapat meliputi bahan baku, energi atau bahan bakar, tenaga kerja, dan modal. *asukan<masukan ini digabungkan untuk memproduksi suatu keluaran.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 0
Perilaku Biaya #kti%itas dapat digambarkan dalam sebuah model, sebagai berikut:
>stilah lain untuk ukuran keluaran adalah penggerak. Penggerak akti%itas menjelaskan perubahan dalam biaya akti%itas dengan mengukur perubahan dalam penggunaan akti%itas atau keluaran. ?leh karena itu, penggerak untuk penanganan baku bisa berupa jumlah perpindahan" penggerak untuk pengapalan barang bisa berupa unit yang terjual" dan penggerak untuk pencucian kain tempat tidur di rumah sakit adalah banyaknya cucian. Penggerak akti%itas dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu penggerak produksi atau tingkat unit! dan penggerak tingkat nonunit unit. Penggerak produksi menjelaskan perubahan dalam dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Penggerak @ingkat Aonunit Penggerak tingkat nonunit menjelaskan perubahan dalam biaya
ketika faktor<faktor lain selain unit! berubah.
2.1.2 Aktiitas! Penggunaan +umber Daya #an Perilaku Biaya.
Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek berhubungan dengan akti%itas dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya. &apasitas adalah kemampuan actual atau potensial untuk melakukan sesuatu. 5adi dalam pembahasan mengenai kapasitas suatu akti%itas, hal yang dideskripsikan adalah jumlah akti%itas yang dapat dilakukan perusahaan. Banyaknya kapasitas yang diperlukan bergantung pada
tingkat kinerja yang diminta.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua)
a. +umber #aya leksibel $Flexible resources&
Suatu perusahaan akan sangat baik jika hanya membeli sumber daya yang diperlukan, tepat saat sumber daya tersebut diperlukan. -al tersebut terkadang terjadi. *isalnya, bahan baku langsung sering dibeli saat dibutuhkan dan dengan jumlah yang sesuai kebutuhan. 5enis sumber daya ini disebut sumber daya fleksibel yakni dipasok saat digunakan dan dibutuhkan. Sumber daya ini diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membeli sejumlah sumber daya tertentu. 5adi, organisasi bebas membeli hanya sebatas jumlah yang dibutuhkan. &arena biaya sumber daya yang dipasok ketika diperlukan sama dengan biaya sumber daya yang digunakan, jumlah biaya sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya tersebut naik. ?leh karena itu, biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya %ariabel.
b. +umber #aya terikat $committed resources&
#dalah sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan" mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang efekti%itas penggunaan jumlah sumber daya. Sumber daya terikat dapat memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia lebih banyak daripada yang digunakan. Pembelian atau penyewaan gedung dan peralatan adalah contoh bentuk akuisisi sumber daya di muka. Pembebanan tahunan yang berhubungan dengan kategori multiperiode tidak bergantung pada penggunaan actual sumber daya. ?leh karena itu, pembebanan<pembebanan tersebut dapat didefinisikan sebagai biaya tetap terikat committed fixed cost ! dan menyediakan kapasitas akti%itas jangka panjang. Sumber daya terikat untuk jangka lebih pendek disebut sebagai biaya tetap diskresi discreationary fixed cost !. Biaya ini adalah biaya yang terjadi karena perolehan kapasitas akti%itas jangka pendek.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) =
c. Perilaku Biaya Bertaha* $ Step Cost)
Biaya bertahap step cost ! menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk rentang keluaran tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat biaya lebih tinggi, biaya tersebut tidak berubah untuk rentang keluaran yang sama. @arif akti%itas tetap fixed activity rate! adalah jumlah biaya terikat dibagi dengan jumlah kapassitas yang tersedia. @arif akti%itas %ariabel adalah jumlah biaya sumber daya fleksibel dibagi dengan kapasitas yang digunakan.
d. Im*likasi3im*likasi untuk Pengen#alian #an Pengembalian ,e*utusan
Sistem pengendalian operasional mendorong para manajer untuk lebih memperhatikan pengendalian atas penggunaan dan pengeluaran sumber daya. Sistem pengendalian operasional yang didesain dengan baik akan memungkinkan para manajer untuk menilai perubahan permintaan sumber daya yang akan terjadi dari keputusan tentang perubahan produk baru. Sama halnya jika pengelolaan akti%itas menimbulkan kelebihan kapasitas dengan ditemukannya cara mengurangi penggunaan sumber daya!, para manajer harus mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan kelebihan kapasitas tersebut secara hati<hati. *enghilangkan kelebihan kapasitas dapat menurunkan pengeluaran sumber daya sehingga laba meningkat secara keseluruhan. #lternatifnya, kelebihan kapasitas dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah dan jenis produk sehingga pendapatan dapat meningkat tanpa meningkatkan pengeluaran.
2.1.' Met%#e untuk Memisahkan Biaya am*uran Men)a#i k%m*%nen (eta* #an ariabel.
#da tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan %ariabel, yaitu : metode tinggi<rendah scatterplot dan metode kuadrat terkecil. Setiap metode
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) C
menggunakan asumsi hubungan linear. ?leh sebab itu konsep linearitas perlu ditinjau kembali sebelum membahas metode<metode tersebut
secara mendalam
a. Asumsi Linearitas
Definisi biaya %ariabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya akti%itas dan penggerak akti%itas terkait. 5ika asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa baik asumsi ini memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya. Berikut persamaan garis lurus.
Persamaan linear tersebut adalah rumus biaya. jumlah Biaya3 adalah %ariabel terikat dependent %ariable! yang merupakan biaya yang akan diperkirakan. &eluaran3 adalah ukuran akti%itas" keluaran adalah %ariabel bebas independent %ariable!. Biaya tetap3 adalah parameter perpotongan intercept parameter! dan bagian tetap dari jumlah biaya.
#khirnya Biaya per unit3 adalah biaya tiap unit akti%itas yang juga disebut parameter kemiringan slope parameter!.
b. Met%#e (inggi3Ren#ah
*etode tinggi<rendah high-low method ! adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik titik tinggi dan rendah! yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan. @itik tinggi didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau akti%itas tertinggi. @itik rendah didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau akti%itas terendah. Persamaan untuk menentukan biaya %ariabel perunit dan biaya tetap adalah sebagai berikut.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '1
c. Met%#e Scatterplot
*etode Scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik. 7angkah pertama dalam menerapkan metode scatterplot adalah menggambarkan titik<titik data sehingga hubungan antara biaya penyetelan dan tingkat akti%itas dapat terlihat. Salah satu tujuan grafik scatter adalah melihat asumsi hubungan linear. rafik scatter dapat membantu memberikan pengetahuan tentang hubungan antara biaya dan penggunaan akti%itas.keunggulan signifikan dari metode scatterplot adalah memungkinkan kita untuk melihat data secar %isual. &elemahan metode scatterplot adalah tidak ada criteria objektif untuk memilih garis terbaik. &ualitas rumus biaya bergantung pada kualitas penilaian subjektif dari analis.
d. Met%#e ,ua#rat (erke0il
*etode kuadrat terkecil method of least squares! menguadratkan setiap de%iasi, dan menjumlahkan de%iasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan de%iasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif. Pada dasarnya, pembandingan ukuran kedekatan dapat menghasilkan suatu pemeringkatan semua garis dari yang terbaik sampai yang terburuk. aris yang lebih mendekati titik dibanding garis lainnya disebut garis kesesuaian terbaik best fitting line!, yaitu garis dengan jumlah kuadrat de%iasi terkecil. *etode kuadrat terkecil mengidentifikasi
garis yang paling sesuai.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ''
Biaya 4ariabel perunit Perubahan biayaEPerubahan ?utput
Biaya %ariabel perunit biaya tinggi – biaya rendah! E output tinggi – output rendah!
dan
Biaya tetap Biaya @otal titik tinggi – biaya %ariabel per unit 8 ?utput tinggi!
atau :
Biaya tetap Biaya total titik rendah– Biaya %ariabel per unit 8 output rendah!
e. Penggunaan Pr%gram Regresi
Program regresi spreadsheet menyediakan lebih dari sekedar perkiraan koefisien. Program ini menyediakan informasi yang dapat
digunakan untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat dipercaya. &arena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik.
2.1.4 ,ean#alan Rumus Biaya
&egunaan utama yaitu terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh rumus biaya yang diperkirakan dapat diandalkan.
a. R ,ua#rat3,%eisien Determinasi
&uadrat atau sering disebut dengan koefisien determinasi, diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua %ariabel bebas dalam menjelaskan %arians dari %ariabel terikatnya. Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan &oefisien &orelasi !. Sebagai contoh, jika nilai adalah sebesar 1,=1 maka koefisien determinasi SFuare! adalah sebesar 1,=1 8 1,=1 1,02. Berarti kemampuan %ariabel bebas dalam menjelaskan %arians dari %ariabel terikatnya adalah sebesar 02,1G. Berarti terdapat +0G '11G< 02G! %arians %ariabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain. Berdasarkan interpretasi tersebut, maka tampak bahwa nilai SFuare adalah antara 1 sampai dengan '.
Penggunakan SFuare &uadrat! sering menimbulkan permasalahan, yaitu bahwa nilainya akan selalu meningkat dengan adanya penambahan %ariabel bebas dalam suatu model. -al ini akan menimbulkan bias, karena jika ingin memperoleh model dengan tinggi, seorang penelitian dapat dengan sembarangan menambahkan %ariabel bebas dan nilai akan meningkat, tidak tergantung apakah %ariabel bebas tambahan itu berhubungan dengan %ariabel terikat atau tidak.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ')
,eterbatasan R 2
Dalam kasus tertentu, ) tidak dapat menunjukkan apakah
koefisien dan prediksi bias. >tulah sebabnya mengapa kita harus menilai plot residual. ) tidak menunjukkan apakah model regresi itu sesuai. &ita
dapat memilih nilai ) yang rendah atau tinggi untuk model yang tidak
sesuai dengan data.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak ada ukuran tunggal yang mampu menggambarkan kegunaan model regresi untuk aplikasi yang berbeda. Aamun, koefisien determinasi digunakan secara luas. Sayangnya, banyak terjadi kesalahpahaman yang serius. @iga kesalahpahaman yang umum terjadi :
Kesalahpahaman 1. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa penduga dapat diprediksi. >ni tidak selalu benar. Dalam Perusahaan @olucaH'I misalnya, kita melihat bahwa koefisien
determinasi tinggi ) 1,=)!. Aamun C1 persen penduga inter%al untuk
bagian berikutnya, terdiri dari '11 unit, masih melebar ++) hingga 91 jam! dan tidak cukup tepat untuk mengatur jadwal pekerja dengan
efektif.
Kesalahpahaman 2. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa garis regresi penduga cocok. Sekali lagi, ini tidak selalu benar. ambar a menunjukkan scatter plot di mana koefisien determinasi tinggi ) 1.0C!. Aamun fungsi regresi linier tidak akan
cocok karena hubungan regresi adalah lengkung.
Kesalahpahaman 3. Sebuah koefisien determinasi mendekati nol menunjukkan bahwa J dan K tidak berhubungan. >ni juga belum tentu benar. ambar b menunjukkan scatter plot di mana koefisien determinasi antara J dan K )! adalah 1.1). Aamun J dan K adalah terkait kuat
meskipun hubungan antara kedua %ariabel lengkung.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '+
&esalahpahaman ' muncul karena ) hanya mengukur
pengurangan relatif dari SS@? dan tidak memberikan informasi tentang presisi mutlak untuk memperkirakan respon rata<rata atau memprediksi pengamatan baru. &esalahpahaman ) dan + muncul karena ) mengukur
derajat hubungan linier antara J dan K, sedangkan hubungan regresi yang sebenarnya mungkin menjadi lengkung.
%nt%h 1"
Berikut ini data hubungan antara umur mobil dan harga jualnya : 6ar #ge years!
J Price/'11! K 5 4 6 5 5 5 6 6 2 7 7 85 19' 79 82 8: :8 66 :5 16: 79 48 58 :75
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '2
Dari data di atas, hitung nilai ) nya. 5awab : ar Age $(hn& ; Pri0e $<199& -;- ;2 -2 9 2 0 9 9 9 0 0 ) =9 '1+ 1 =) =C C= 00 C9 '0C 1 2= 2)9 2') 2)1 2'1 229 2C1 +C0 91 ++= 2C1 ++0 )9 '0 +0 )9 )9 )9 +0 +0 2 2C 2C .))9 '1.01C 2.C11 0.)2 .C)' C.012 2.+90 C.1)9 )=.90' 2.C11 ).+12 58 :75 4.7'2 '26 :6.12: >nterpretasi :
Ailai ) 1,=9+ menjelaskan bahwa %ariabel J umur mobil!
mempengaruhi %ariabel K harga mobil! sebesar 1,=9+ atau =9,+1G.
b. ,%eisien ,%relasi
$kuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien determinasi. &arena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara <' dan ;'. 5ika koefisien korelasinya positif, maka kedua %ariabelnya bergerak menuju arah yang sama dan terdapat korelasi positif. &orelasi positif sempurna akan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '9
menghasilkan nilai ' untuk koefisien korelasi. Di lain pihak, jika koefisien korelasinya negatif, maka kedua %ariabel bergerak menuju arah yang dapat diprediksi, tetapi berlawanan arah. &orelasi negatif sempurna akan menghasilakan koefisien korelasi sebesar <'. Ailai koefisien yang mendekati nol mengidentifikasi tidak adanya korelasi.
).'.9 Peranan Regresi Bergan#a #alam Penilaian Perilaku Biaya
egresi berganda multiple regresssion! adalah kuadrat terkecil yang digunakan untuk membuat suatu persamaan yang melibatkan dua atau lebih %ariabel penjelas.
#nalisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih %ariabel independen J', J),L.Jn! dengan %ariabel
dependen K!. #nalisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara %ariabel independen dengan %ariabel dependen apakah masing<masing %ariabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari %ariabel dependen apabila nilai %ariabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala inter%al atau rasio.
Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: KM a ; b'J'; b)J);L..; bnJn
&eterangan:
KM 4ariabel dependen nilai yang diprediksikan! J' dan J) 4ariabel independen
a &onstanta nilai KM apabila J', J)L..Jn 1!
b &oefisien regresi nilai peningkatan ataupun penurunan!
6ontoh kasus:
&ita mengambil contoh kasus pada uji normalitas, yaitu sebagai berikut: Seorang mahasiswa bernama Bambang melakukan penelitian tentang faktor<faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan di BN5. Bambang dalam penelitiannya ingin mengetahui hubungan antara
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '0
rasio keuangan PN dan ?> terhadap harga saham. Dengan ini Bambang menganalisis dengan bantuan program SPSS dengan alat analisis regresi linear berganda. Dari uraian di atas maka didapat %ariabel dependen K! adalah harga saham, sedangkan %ariabel independen J'
dan J)! adalah PN dan ?>.
Data<data yang di dapat berupa data rasio dan ditabulasikan sebagai berikut:
@abel. @abulasi Data Data Oiktif!
@ahun -arga Saham p! PN G! ?> G!
'CC1 =.+11 2.C1 0.2 'CC' .911 +.)= +.'2 'CC) =.C91 9.19 9.11 'CC+ =.)91 2.11 2.9 'CC2 C.111 9.C 0.)+ 'CC9 =.91 2.)2 0.1+ 'CC0 '1.111 =.11 =.9 'CC =.)11 .29 .) 'CC= =.+11 .2 =.11 'CCC '1.C11 ').0= '1.21 )111 ').=11 '2.29 ').2) )11' C.291 '1.91 =.0) )11) '+.111 '.)2 ').1 )11+ =.111 '9.90 9.=+ )112 0.911 '1.=9 9.)1 )119 C.111 '0.90 =.9+ )110 .011 '+.)2 .+ )11 '1.)11 '0.C= C.+=
Langkah3langkah *a#a *r%gram +P++ *asuk program SPSS
&lik %ariable %iew pada SPSS data editor
Pada kolom Aame ketik y, kolom Aame pada baris kedua ketik 8', kemudian untuk baris kedua ketik 8).
Pada kolom 7abel, untuk kolom pada baris pertama ketik -arga Saham, untuk kolom pada baris kedua ketik PN, kemudian pada baris ketiga ketik ?>.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '
$ntuk kolom<kolom lainnya boleh dihiraukan isian default!
Buka data %iew pada SPSS data editor, maka didapat kolom %ariabel y, 8', dan 8).
&etikkan data sesuai dengan %ariabelnya &lik #nalyQe < egression < 7inear
&lik %ariabel -arga Saham dan masukkan ke kotak Dependent, kemudian klik %ariabel PN dan ?> kemudian masukkan ke kotak >ndependent.
&lik Statistics, klik 6asewise diagnostics, klik #ll cases. &lik 6ontinue
&lik ?&, maka hasil output yang didapat pada kolom 6oefficients dan 6asewise diagnostics adalah sebagai berikut
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '=
@abel. -asil #nalisis egresi 7inear
Persamaan regresinya sebagai berikut: KM a ; b'J'; b)J)
KM 200),2C' ; <2,2=)!J' ; 0C),'1J)
KM 200),2C' < 2,2=)J' ; 0C),'1J)
&eterangan:
KM -arga saham yang diprediksi p! a konstanta
b',b) koefisien regresi
J' PN G!
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 'C
J) ?> G!
Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
< &onstanta sebesar 200),2C'" artinya jika PN J'! dan ?> J)!
nilainya adalah 1, maka harga saham KM! nilainya adalah p.200),2C'.
< &oefisien regresi %ariabel PN J'! sebesar <2,2=)" artinya jika
%ariabel independen lain nilainya tetap dan PN mengalami kenaikan 'G, maka harga saham KM! akan mengalami penurunan sebesar p.2,2=). &oefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara PN dengan harga saham, semakin naik PN maka semakin turun harga saham.
< &oefisien regresi %ariabel ?> J)! sebesar 0C),'1" artinya jika
%ariabel independen lain nilainya tetap dan ?> mengalami kenaikan 'G, maka harga saham KM! akan mengalami peningkatan sebesar p.0C),'1. &oefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara ?> dengan harga saham, semakin naik ?> maka semakin meningkat harga saham.
Ailai harga saham yang diprediksi KM! dapat dilihat pada tabel 6asewise Diagnostics kolom Predicted 4alue!. Sedangkan esidual unstandardied residual ! adalah selisih antara harga saham dengan Predicted 4alue, dan Std. esidual standardied residual ! adalah nilai residual yang telah terstandarisasi nilai semakin mendekati 1 maka model regresi semakin baik dalam melakukan prediksi, sebaliknya semakin menjauhi 1 atau lebih dari ' atau <' maka semakin tidak baik model regresi dalam melakukan prediksi!.
2.2 PERHI(UN=AN BIA-A BERDA+AR,AN A,(II(A+ 2.2.1 Biaya *er Unit
a. Perhitungan Biaya Pr%#uk Per Unit
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )1
Biaya per unit !nit "ost ! adalah jumlah biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Biaya produk sering di definisikan sebagai biaya produksi yaitu jumlah dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan o%erhead produksi.
b. ara Men#a*atkan In%rmasi Biaya Per Unit
Sistem pengkuran biaya dapat dibedakan menjadi ) macam :
Perhitungan biaya aktual, membebankan pada biaya aktual bahan
baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pada pada produk.
Perhitungan biaya aktual ini jarang digunakan karena tidak dapat menyediakan informasi biaya per unit yang akurat secara tepat waktu.
Perhitungan biaya normal, membebankan biaya aktual bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung pada produk. #kan tetapi, biaya overhead dibebankan pada produk dengan tarif perkiraan.
@arif perkiraan overhead adalah suatu tarif yang didasarkan pada data yang diperkirakan R dihitung dengan menggunakan rumus :
2.2.2 Perhitungan Biaya Pr%#uk Ber#asarkan >ungsi
Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Di lain pihak, biaya o%erhead dibebankan dengan menggunakan penelusuran penggerak dan alokasi. Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan penggerak akti%itas tingkat unit untuk membebankan biaya overhead pada produk. Penggerak akti%itas tingkat unit #unit level activity driver$
adalah faktor<faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Penggunaan penggerak berdasarkan unit semata<mata untuk membebankan biayaoverhead pada produk memiliki asumsi bahwa o%erhead yang digunakan produk
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )'
berkorelasi tinngi dengan jumlah unit yang diproduksi. $ntuk biaya o%erhead di mana asumsi ini berlaku, pembebanan berdasarkan unit sesuai dengan penelusuran penggerak. $ntuk biaya<biayaoverhead yang tidak sesuai dengan asumsi, pembebanan biaya merupakan suatu proses alokasi.
@arif perkiraan overhead berdasarkan fungsi membutuhkan spesifikasi dari penggerak tingkat unit, yaitu suatu perkiraan kapasitas yang diukur penggerak dan perkiraan dari overhead yang diharapkan. 6ontoh<contoh penggerak tingkat unit yang umumnya digunakan untuk membebankan overhead , meliputi :
$nit yang diproduksi 5am tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung 5am mesin
Biaya bahan baku langsung
Setelah memilih penggerak tingkat unit, langkah selanjutnya adalah menentukan kapasitas akti%itas yang diukur penggerak tersebut. &apasitas akti%itas tersebut antara lain :
&apasitas akti%itas yang diharapkan, adalah output akti%itas yang
diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang"
&apasitas akti%itas normal, adalah output akti%itas rata<rata yang
dialami perusahaan dalam jangka panjang %olume normal dihitung selama lebih dari satu periode!"
&apasitas akti%itas teoritis, adalah output akti%itas maksimum yang
dapat direalisasikan"
&apasitas akti%itas praktis adalah output maksimum yang dapat
dicapai jika semuanya berjalan secara efisien. a. (ari keseluruhan *abrik
@ahapan perhitungan tarifoverhead keseluruhan pabrik :
Biaya overhead yang dianggarkan akan diakumulasi menjadi satu
kelompok untuk keseluruhan pabrik.
Biaya overhead dibebankan secara langsung pada kelompok biaya
tersebut dengan menambahkan seluruh biaya overhead yang diperkirakan muncul dalam satu tahun.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ))
@arif keseluruhan pabrik dihitung dengan menggunakan penggerak
tingkat unit biasanya jam tenaga kerja langsung!.
Biaya overhead dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif
tersebut dengan jumlah tenaga kerja langsung actual yang digunakan tiap<tiap produk.
6ontoh :
%verhead yang dianggarkan /+01.111
#kti%itas yang diharapkan dalam jam tenaga kerja langsung! '11.111 #kti%itas aktual dalam jam tenaga kerja langsung! '11.111
%verhead aktual /+=1.111
@arif perkiraanoverhead overhead yang dianggarkan
/+01.111E'11.111 jam tenaga kerja langsung /+,01 per jam tenaga kerja langsung
%verhead yang dibebankan adalah jumlah overhead yang dibebankan pada produksi aktual pada titik tertentu pada suatu waktu. Dihitung
dengan :
%verhead yang dibebankan tarifoverhead 8 akti%itas aktual
/+,01 8 '11.111 jam tenaga kerja langsung /+01.111
ariansi overhead adalah perbedaanEselisih antara overhead aktual dengan overhead yang dibebankan.
4ariansioverhead /+=1.111 < /+01.111 /)1.111
5ika overhead aktual lebih besar daripada overhead yang dibebankan, %ariansi disebutoverhead yang terlalu rendah dibebankan.
5ika overhead aktual kurang daripada overhead yang dibebankan, %ariansi disebutoverhead yang terlalu tinggi dibebankan.
Pada akhir tahun, overhead yang terlalu rendah dibebankan akan ditambahkan pada beban pokok penjualan, sedangkan overhead yang terlalu tinggi dibebankan akan dikurangkan dari beban pokok penjualan.
Biaya *er unit
Biaya per unit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya utama produk pada biaya o%erhead yang dibebankan, kemudian membagi jumlah biaya ini dengan unit yang diproduksi. Berikut disajikan data yang mengasumsikan bahwa data aktual dkumpulkan untuk setiap produk :
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )+
Airkabel eguler $nit yang diproduksi '1.111 '11.111
Biaya utama /=.111 /+=.111
5am tenaga kerja langsung '1.111 C1.111
Biaya per unit dapat dihitung sebagai berikut :
Airkabel eguler Biaya utama /=.111 /+=.111 Biaya o%erhead /+,01 8 '1.111 +0.111 < /+,01 8 C1.111 < +)2.1 11 5umlah biaya produksi /''2.111 /'.10).111 $nit yang diproduksi '1.111 '11.111 Biaya per unit jumlah
biayaEunit! /'',21 /'1,0)
b. (ari De*artemen
Berikut digambarkan perhitungan biaya berdasarkan fungsi : @arif Departemen
ambar tersebut mengilustrasikan kerangka kerja konseptual dua tahap untuk tarif o%erhead departemen.
Biaya overhead keseluruhan pabrik dibagi dan dibebankan pada
setiap Departemen Produksi dan membentuk kelompok biaya overhead departemen"
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )2
&etika biaya dibebankan pada setiap Departemen Produksi, penggerak berdasarkan unit seperti jam tenaga kerja langsung untuk
departemen yang menggunakan banyak tenaga kerja! dan jam mesin untuk departemen yang menggunakan banyak mesin! digunakan untuk menghitung tarif departemen. Produk yang diproses oelh berbagai departemen diasumsikan mengguakan sumber daya
overhead sesuai proporsi penggerak berdasarkan unit departemen.
%verhead dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif
departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan departemen terkait.
5umlah overhead yang dibebankan pada produk secara sederhana adalah jumlah dari banyaknya overhead yang dibebankan pada setiap
departemen.
6ontoh perhitungan tarif departemen :
Pabrikasi Perakitan
?%erhead yang dianggarkan /)9).111 /'1=.111
Penggunaan aktual dan yang diharapkan jam tenaga kerja langsung!
Airkabel 111 +111
eguler '+111 111
)1111 =1111
Penggunaan aktual dan yang diharapkan jam mesin!
Airkabel 2111 '111
eguler +0111 C111
21111 '1111
/)9).111E21.111 /0,+1 per jam mesin
/'1=.111E=1.111
/',+9 per jam tenaga kerja langsung Overhead yang #ibebankan. 5umlah o%erhead yang dibebankan untuk setahun adalah jumlah yang dibebankan pada setiap departemen
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )9
Overhead yang #ibebankan ? /0,+1 8 jam mesin aktual! ; /',+9 8 jam tenaga kerja langsung aktual!
? $20,+1 8 21.111! ; /',+9 8 =1.111! /)9).111 ; /'1=.111
/+01.111
Perhitungan biaya per unit tarif departeman
Airkabel eguler
$nit yang diproduksi '1.111 '11.111
Biaya utama /=.111 /+=.111
5am tenaga kerja langsung '1.111 C1.111
Airkabel eguler
Biaya $tama /=.111 /+=.111
Biaya ?%erhead
/0,+1 8 2.111! ; /',+9 8 +.111! )C)91
/0,+1 8 +0.111! ; /',+9 8 .111! ++191
5umlah biaya produksi /'1.)91 /'.10=.91
$nit yang diproduksi '1.111 '11.111
Biaya per unit jumlah biayaEunit! /'1,+ /'1,0C
2.2.' ,eterbatasan +istem Akuntansi Biaya Ber#asarkan >ungsi
Pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dapat menimbulkan distorsi biaya.
Oaktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan tarif keseluruhan pabrik dan departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya
overhead secara tepat yaitu:
Proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit terhadap
jumlah biaya o%erhead adalah besar
@ingkat keanekaragaman produksinya besar
&eanekaragaman produk berarti produk menggunakan akti%itasoverhead dalam proporsi yang secara signifikan berbeda.
2.2.4 Perhitungan biaya *r%#uk ber#asarkan aktiitas
Sistem biaya berdasarkan akti%itas acti%ity based cost<#B6! menelusuri biaya akti%itas kemudian produk.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )0
#kti%itas tersebut berupa :
#kti%itas Primer adalah akti%itas yang dikonsumsi produk atau
pelanggan. 6ontoh : di Departemen &artu &redit : berupa #kti%itas pemrosesan transaksi, persiapan laporan dll, obyek biaya berupa
&artu &redit, penggerak akti%itasnya jumlah transaksi dan laporan"
#kti%itas Sekunder adalah akti%itas yang dikonsumsi oleh akti%itas
primer. 6ontoh " akti%itas pengawasan karyawan, tugasnya penjadwalan, koordinasi dll, oyek biaya alah Biaya akti%itas dalam departeman, penggera akti%itasnya adalah total waktu tenaga kerja untuk tiap akti%itas.
6ontoh : *anager Departemen &artu &redit memperlihatkan penggunaan tenaga kerja ke akti%itas idi%idual dengan gaji Pengawas / 91.111,< &eseluruhan untuk Staf sebesar : / '91.111,< seperti di bawah ini :
2.2.5 Mengurangi Ukuran #an ,erumitan #ari +istem Perhitungan Biaya Ber#asarkan Aktiitas
Pada tahap pertama perhitungan biaya berdasarkan akti%itas, akti%itas diidentifikasikan, biaya dihubungkan dengan akti%itas indi%idual, dan akti%itas diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder!, biaya dari akti%itas sekunder dibebankan ulang pada akti%itas primer, dan pada tahap akhir biaya dari akti%itas primer dibebankan pada produk atau pelanggan. Pembebanan biaya pada akti%itas lain tahap lanjutan! atau pembebanan biaya pada produk dan pelanggan tahap akhir! membutuhkan penggunaan tarif akti%itas. Pada prinsipnya terdapat satu tarif akti%itas untuk setiap akti%itas. Talaupun saat ini sudah terdapat
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )
kemajuan dalam sistem teknologi informasi yang menangani banyak tarif dan kati%itas, namun sebaiknya tarif tersebut dikurangi. &arena tarif yang lebih sedikit akan dapat mengurangi kerumitan dari sistem perhitungan biaya berdasarkan akti%itas sehingga menambah peluang penerimaan
oleh manajemen.
BAB III PENU(UP '.1 ,esim*ulan
Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter + buku -ansen *owen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai berikut :
'. Perilaku biaya terdiri atas tiga, yaitu :
a. Biaya teta*, yaitu biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang yang rele%an ketika tingkat keluaran akti%itas berubah.
b. Biaya ariabel $Variable cost &! yaitu biaya yang dalam jumlah keseluruhan ber%ariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran.
c. Biaya am*uran, yaitu biaya yang memiiki komponen tetap dan %ariabel.
). *odel penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya terdiri atas :
a. +umber #aya leksibel, yang merupakan sumber daya yang diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membeli sejumlah sumber daya tertentu
contohnya : biaya!
b. +umber #aya terikat $committed resources&! merupakan sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan" mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk memperoleh
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )=
sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang efekti%itas penggunaan jumlah sumber daya 6ontoh : Pembelian atau penyewaan gedung dan peralatan!.
+. Dalam memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan %ariabel dilakukan dengan menggunakan tiga metode. &etiga metode tersebut menggunakan asumsi hubungan linear. #sumsi hubungan linear antara biaya akti%itas dan penggerak akti%itas terkait. 5ika asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa baik asumsi ini memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya &etiga konsep tersebut yaitu :
a. Met%#e (inggi ren#ah $high-low&, adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik titik tinggi dan rendah! yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan.
b. Scatterplot, merupakan suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik.
c. Met%#e kua#rat terke0il $method of least suares&, yakni dengan menguadratkan setiap de%iasi, dan menjumlahkan de%iasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan de%iasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif.
2. *enge%aluasi keandalan dari sebuah persamaan biaya" *eskipun keluaran menyediakan informasi berguna lainnya untuk menilai keandalan statistik, kita hanya akan melihat goodness of fit . $kuran ini penting karena metode kuadrat terkecil mengidentifikasi garis yang paling sesuai, tetapi tidak mengungkapkan seberapa baik kesesuaian berikut. aris yang paling sesuai mungkin bukan merupakan garis yang terbaik. aris yang paling sesuai mungkin tidak memprediksi biaya dengan baik.
9. Peranan regresi berganda multiple regression! dalam penilaian perilaku biaya adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )C
untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat dipercaya. &arena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik
0. *anajer menentukan biaya akti%itas tertentu menjadi kategori tetap dan lainnya menjadi kategori %ariabel, tanpa menghiraukan kemungkinan biaya campuran. &emungkinan lain adalah manajemen mengidentifikasi biaya campuran dan membagi biaya<biaya ini ke dalam komponen tetap dan %ariabel dengan memutuskan bagian bagian biaya yang merupakan biaya tetap dan %ariabel. &eunggulan dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya tetap dan %ariabel terletak pada kesederhanaannya. Saat manajer memiliki pengetahuan yang mendalam tentang perusahaan dan pola biayanya, metode ini dapat memberikan hasil yang baik.
Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter 2 buku -ansen *owen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai berikut :
'. >nformasi biaya per unit sangat penting karena akan mempengaruhi keputusan mengenai disain serta pengenalan produk dan jasa yang baru. &eputusan untuk membuat atau membelli suatu produk atau jasa, menerima atau menolak suatu pesanan khusus, serta mempertahankan atau menghentikan suatu prduk atau jasa memerlukan informasi biaya per unit karena keuratan adalah hal yang utama
). Pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dilakukan dengan membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Disisi lain, biaya ?%erhead dibebankan dengan menggunakan penelusuran bergerak dan alokasi. Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan penggerak akti%itas tingkat unit. Penggerak #kti%itas @ingkat $nit unit level activity driver ! adalah faktor<faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. kapasitas akti%itas
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) +1
yang diharapkan adalah keluaran akti%itas yang diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang.
+. Penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi yang dapat menimbulkan distorsi biaya dikarenakan tarif keseluruhan pabrik dan departemen yang telah digunakan dalam beberapa kurun waktu dalam beberapa kondisi tidak berjalan efektif sehingga menimbulkan distorsi biaya produk yang cukup besar. Distorsi biaya produksi bagi perusahaan yang dikarakterisasikan oleh adanya peningkatan atau
ketatnya tekanan persaingan usaha.
2. 6ara kerja suatu sistem perhitungan biaya berdasarkan akti%itas dalam perhitungan biaya produk, khususnya dalam pembebanan o%erhead tradisional melibatkan dua tahap. Pertama, biaya o%erhead dibebankan pada unit organisasi pabrik atau departemen!. &edua, biaya o%erhead dibebankan pada produk. *aka identifikasi akti%itas harus menjadi tahap awal dalam perancangan sistem perhitungan biaya berdasarkan akti%itas. &arena akti%itas merupakan suatu tindakan yang diambil dengan peralatan atau melalui orang lain, maka pengidentifikasian dapat dilakukan dengan proses wawancara. #tribut akti%itas yang berhubungan dengan tujuan perhitungan biaya dapat berupa sumberdaya yang digunakan, jumlah G! waktu yang dihabiskan oleh pekerja untuk suatu akti%itas, obyek biaya yang menggunakan output akti%itas alasan!, ukuran dari output akti%itas penggerak akti%itas! dan nama akti%itasnya.
9. 6ara mengurangi jumlah tarif akti%itas
5umlah tarif bisa dikurangi dengan menggabungkan beberapa akti%itas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya. 5umlah tarif juga bisa dikurangi dengan menggunakan pendekatan perkiraan, yaitu memilih akti%itas yang paling mahal dan mengalokasikan biaya dari akti%itas<akti%itas lainnya dalam kelompok yang jumlahnya sudah dikurangi dalam proporsi yang sesuai dengan biaya awalnya.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) +'