• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Perilaku biaya aktivitas dan perhitungan biaya aktivitas.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Perilaku biaya aktivitas dan perhitungan biaya aktivitas.doc"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 1..11 LLaattaar r BBeellaakkaanngg Di

Di daladalam m akunakuntantansi si manmanajerajerial ial ististilailah h biaybiaya a dapadapat t digudigunakanakann untuk berbagai hal, alasannya adalah karena banyak jenis biaya dan biaya untuk berbagai hal, alasannya adalah karena banyak jenis biaya dan biaya tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti seorang tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti seorang man

manajer ajer yanyang g ingiingin n memenyusnyusun un lapolaporan ran keuakeuangan ngan eksteksternaernal, l, memmembuatbuat anggaran, atau mengambil keputusan menggunakan data biaya.

anggaran, atau mengambil keputusan menggunakan data biaya. Pad

Pada a prinprinsipnsipnya ya bahwbahwa a biaybiaya a digudigunakanakan n untuuntuk k menmenentuentukankan har

harga ga pokopokok k penjpenjualaualan n dan dan nilnilai ai perspersediediaan aan akhiakhir. Biayr. Biaya a – – biaybiaya a iniini  penting

 penting dalam dalam menyiapkan menyiapkan laporan laporan keuangan keuangan eksternal, eksternal, yaitu yaitu laporanlaporan la

laba ba rurugi gi dadan n neneraracaca. . BiBiayaya a – – bibiayaya a yyanang g didisasajijikakan n papada da lalapoporarann keuangan ter

keuangan tersebut sebut diatur berdasdiatur berdasarkan fungsi. Daarkan fungsi. Dalam hal in, semulam hal in, semua biayaa biaya  perusahaan

 perusahaan dimasukkan dimasukkan dalam dalam satu satu dari dari tiga tiga kategori kategori berikut berikut : : ProduksiProduksi atau manufakktur dalam akun harga pokok penjualan!, biaya pemasaran, atau manufakktur dalam akun harga pokok penjualan!, biaya pemasaran, dan biaya administrasi. Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal" dan biaya administrasi. Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal"  bahkan,

 bahkan, pelaporan pelaporan tersebut tersebut diwajibkan. diwajibkan. #kan #kan tetapi, tetapi, pengelompokanpengelompokan fungsion

fungsional sama sekal sama sekali tidak mali tidak membantu embantu penganggarpenganggaran, pengendan, pengendalian,alian, da

dan n penpengamgambilbilan an kepkepututusausan. n. $n$ntuk tuk tutujuajuan n – – tujtujuan uan inini, i, kitkita a perperlulu memahami prilaku biaya

memahami prilaku biaya Per

Perilailaku ku biaybiaya a adaadalah lah istiistilah lah umuumum m untuuntuk k menmendeskdeskripsripsikanikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya –biaya apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya –biaya  bereaksi

 bereaksi pada pada perubahan perubahan keluaran keluaran dengan dengan berbagai berbagai cara. cara. PembahasanPembahasan mengenai hal ini, biaya tetap, biaya %ariabel, dan biaya campuran. #kan mengenai hal ini, biaya tetap, biaya %ariabel, dan biaya campuran. #kan di

dimumulai lai dendengan gan memelihlihat at kekemumungkngkininan an – – kemkemungungkinkinan an yayang ng papalilingng sederhana.

sederhana. P

Peerrhhitituunngagan n bbiiayaya a bbeerdrdaasasarrkakan n ffuungngssi i dadan n aakkttii%i%ittaass me

membmbebaebankankan n biabiaya ya padpada a obyobyek ek biabiayaya, , seseperperti ti proprodukduk, , pelpelanganggangan,,  pemasok,

 pemasok, bahan bahan baku, baku, dan dan jalur jalur pemasaran. pemasaran. &etika &etika biaya biaya dibebankandibebankan

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ''

(2)
(3)

 pada obyek

 pada obyek biaya, biaya biaya, biaya per unit per unit dihitung dihitung dengan dengan membagi jumlah membagi jumlah biayabiaya yang dibebabankan dengan jumlah unit dari obyek biaya tertentu.

yang dibebabankan dengan jumlah unit dari obyek biaya tertentu.

1

1..22 RRuummuussaan Mn Maassaallaahh 1.

1. PembaPembahasahasan man materi teri PerPerilaku ilaku Biaya Biaya AktAktiitaiitas! as! antara ntara lain lain "" a.

a. #p#pakakah defah defininisi perisi perililaku biaku biayaya a tetetatap, biap, biaya %arya %ariabiabel dan biael dan biayaya campuran(

campuran(  b.

 b. Bagaimana Bagaimana peranan peranan model model penggunaan penggunaan sumber sumber daya daya dalamdalam memahami perilaku biaya(

memahami perilaku biaya( c.

c. BagBagaimaimana ana pempemisahisahan ban biayiaya cama campurapuran mn menjaenjadi kodi kompomponen nen tetatetapp dan %ariabel dengan menggunakan metode tinggi rendah  dan %ariabel dengan menggunakan metode tinggi rendah high- high-low

low!,!,  scatterplot  scatterplot  dan kuadran terkecil  dan kuadran terkecil least aquareleast aquare!(!( d.

d. BBagagaiaimamana na dadalalam m mmenengege%a%aluluasasi i kekeanandadalalan n dadari ri sesebubuahah  persamaan biaya(

 persamaan biaya( e.

e. ##papakakah h PePerarananan n reregrgresesi i bebergrgananda da multiple regressionmultiple regression! dalam! dalam  penilaian perilaku

 penilaian perilaku biaya(biaya( f.

f. #p#pakakah pengah penggungunaan peraan pertitimbmbangangan manan manajeajeririal dalaal dalam penem penentuntuanan  perilaku biaya.

 perilaku biaya. 2.

2. PembaPembahasahasan n PerhPerhitungitungan an Biaya Biaya ber#ber#asarasarkan kan AktAktiitas iitas $Har$Hargaga P%k%k ber#asarkan A

P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain ktiitas&! antara lain "" a.

a. #p#pa &ea &egungunaaaan Pen Perhirhitutungangan Bin Biayaya Per a Per $n$nit(it(  b.

 b. Bagaimana pendekatan Bagaimana pendekatan perhitungan biaya bperhitungan biaya berdasarkan fungsi(erdasarkan fungsi( c.

c. #pa #pa PenPenyebayebab penb pendekadekatan ptan perhierhitungtungan bian biaya aya berdberdasarasarkan kan fungfungsisi yang dapat menimbulkan distorsi biaya(

yang dapat menimbulkan distorsi biaya( d.

d. BagBagaimaiman caan cara kerra kerja suaja suatu situ sistem stem perperhituhitungan bngan biayiaya berdaa berdasarksarkanan akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan(

akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan( e.

e. BagBagaimaimana ana cara cara menmenguragurangi ngi jumjumlah lah taritarif af aktikti%ita%itas.s.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ))

(4)

1

1..'' ((uu))uuaan Pn Peennuulliissaann 1.

1. ((uu)ua)uan #alam *en #alam *embambahashasan matan materi Pereri Perilailaku Biayku Biaya a AktAktiiiitastas!! antara lain "

antara lain " a.

a. *e*endendefifininisiksikan an perperililaku aku bibiayaya a tettetapap, , bibiayaya a %ar%ariaiabel bel dadan n biabiayaya campuran"

campuran"  b.

 b. *enjelaskan *enjelaskan peranan peranan model model penggunaan penggunaan sumber sumber daya daya dalamdalam memahami perilaku biaya"

memahami perilaku biaya" c.

c. *emisa*emisahkan biaya cahkan biaya campuran mmpuran menjadi komenjadi komponen tetaponen tetap dan %ariap dan %ariabelbel dengan menggunakan metode tinggi rendah 

dengan menggunakan metode tinggi rendah high-lowhigh-low!,!, scatterplot  scatterplot  dan kuadran terkecil 

dan kuadran terkecil least aquareleast aquare!"!" d.

d. *enge%al*enge%aluasi keanuasi keandalan dari dalan dari sebuah psebuah persamaaersamaan biaya"n biaya" e.

e. *enj*enjelaelaskan Peskan Peranaranan regren regresi bergsi berganda anda multiple regressionmultiple regression! dalam! dalam  penilaian perilaku

 penilaian perilaku biaya"biaya" f.

f. *e*engngururaiaikakan n pepengnggugunanaan an pepertrtimimbabangngan an mmananajajereriaial l dadalalamm  penentuan perilaku

 penentuan perilaku biaya.biaya. 2.

2. ((uu)ua)uan #alan #alam *embam *embahashasan an PerhPerhituitungangan Biayn Biaya ber#a ber#asaasarkarkann Aktiitas $Harga P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain "

Aktiitas $Harga P%k%k ber#asarkan Aktiitas&! antara lain " a.

a. SeSeberberapa papa pententining biag biaya pya per uer unitnit""  b.

 b. *endeskripsikan pe*endeskripsikan pendekatan perhitungandekatan perhitungan biaya berdasarkan biaya berdasarkann fungsi"

fungsi" c.

c. *en*engunggungkapkkapkan penan penyebyebab pendab pendekatekatan perhan perhitunitungan bigan biayaaya  berdasarkan fung

 berdasarkan fungsi yang dapat menimbulkan si yang dapat menimbulkan distorsi biaya"distorsi biaya" d.

d. *enjela*enjelaskan cskan cara keara kerja srja suatu uatu sistem sistem perhitungperhitungan biayan biaya berdasa berdasarkanarkan akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan

akti%itas dalam perhitungan biaya produk" dan e.

e. *en*enjelajelaskan cskan cara mara menguenguranrangi jumgi jumlah talah tarif akrif akti%ti%itaitas.s.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) Kelompok 2 (dua) ++

(5)

BAB II PEMBAHA+AN

2.1 PERILA,U BIA-A A,(II(A+ 2.1.1 Dasar / Dasar Perilaku Biaya

a. Biaya (eta*

Perilaku Biaya cost behavior ! adalah istilah umum untuk  mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran.

Biaya teta* adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang yang rele%an ketika tingkat keluaran akti%itas berubah.

$ntuk mengilustrasikan perilaku biaya tetap, kita ambil contoh  perusahaan yang memproduksi pemanas pada teko kopi yaitu eddy

-eaters.

 #kti%itas pemotongan menggunakan dua masukan, yaitu mesin  pemotong dan listrik untuk mengoperasikan mesin pemotong. *esin  pemotong disewa seharga /01.111 per tahun dan memiliki kapasitas untuk memproduksi sampai dengan )21.111 potongan + inci dalam setahun. Biaya penyewaan mesin pemotong adalah biaya tetap karena  biaya tersebut akan tetap sebesar /01.111 pertahun, tidak peduli  banyaknya potongan yang dihasilkan3. Perilaku ini di ilustrasikan oleh

contoh berikut ini :

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 2

(6)

b. Biaya ariabel

Biaya 4ariabel 4ariable cost! adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan ber%ariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran. 5adi, biaya %ariable naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran turun. Biaya %ariabel dapat juga dinyatakan dengan persamaan linear. Disini, jumlah biaya %ariabel bergantung pada tingkat penggerak. -ubungan ini dapat dideskripsikan sebagai berikut :

6ontoh : eddy -eaters akan diperluas dengan memasukkan sumber  daya lain yang digunakan dalam akti%itas pemotongan yaitu 7istrik.

Biaya 7istrik akan berperilaku berbeda dengan mesin pemotong. 7istrik  dikonsumsi jika output diproduksi, dan ketika banyak output diproduksi lebih banyak listrik digunakan. $ntuk memotong satu potongan logam + inci mesin menggunakan 1,' jam kilowatt senilai /1,)1 /),11 8 1,'!. Biaya listrik tingkat output akti%itas sebagai berikut :

Semakim banyak potongan + inci diproduksi total biaya listrik meningkat secara proporsional.

0. Biaya am*uran

Biaya 6ampuran adalah biaya yang memiiki komponen tetap dan %ariabel. Persamaan linear untuk biaya campuran adalah sebagai berikut.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 9

5umlah Biaya 4ariabel  Biaya %ariabel per unit 8 5umlah unit

(7)

6ontoh : #gen penjualan sering dibayar dengan gaji yang ditambah dengan komisi penjualan. #nggaplah bahwa eddy -eaters memiliki tiga agen penjualan , masing<masing mendapatkan gaji sebesar /1,91 untuk  setiap pemanas yang mereka jual . #kti%itas yang mereka lakukan adalah  penjualan pemanas, dan penggerak biaya adalah unit yang terjual. 5ika '11.11 pemanas terjual, maka total biaya penjualan adalah /=1.11<jumlah dari biaya gaji tetap sebesar /+1.111 + 8 /'1.111! dan biaya %ariabel sebesar /91.111 1,91 8 '11.111!. 5umlah Biaya keseluruhan terlihat sebagai berikut :

Dalam melakukan klasifikasi terhadap biaya yang seusai dengan  perilaku diperlukan beberapa perhitungan<perhitungan. Batasan waktu  penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau %ariabel bergantung  pada batasan waktu. *enurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang long  run!, semua biaya adalah %ariabel. Dalam jangka pendek  short run!,  paling tidak satu biaya adalah tetap. 7ama dari periode jangka pendek   bergantung pda pertimbangan subjektif manajemen dan tujuan

dilakukannya perkiraan perilaku biaya tersebut. Sumber daya dan ukuran keluaran setiap akti%itas memerlukan sumber daya untuk menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Sumber daya dapat meliputi bahan baku, energi atau bahan bakar, tenaga kerja, dan modal. *asukan<masukan ini digabungkan untuk memproduksi suatu keluaran.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 0

(8)

Perilaku Biaya #kti%itas dapat digambarkan dalam sebuah model, sebagai berikut:

>stilah lain untuk ukuran keluaran adalah penggerak. Penggerak akti%itas menjelaskan perubahan dalam biaya akti%itas dengan mengukur   perubahan dalam penggunaan akti%itas atau keluaran. ?leh karena itu,  penggerak untuk penanganan baku bisa berupa jumlah perpindahan"  penggerak untuk pengapalan barang bisa berupa unit yang terjual" dan  penggerak untuk pencucian kain tempat tidur di rumah sakit adalah  banyaknya cucian. Penggerak akti%itas dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu penggerak produksi atau tingkat unit! dan penggerak  tingkat nonunit unit. Penggerak produksi menjelaskan perubahan dalam dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Penggerak @ingkat  Aonunit Penggerak tingkat nonunit menjelaskan perubahan dalam biaya

ketika faktor<faktor lain selain unit! berubah.

2.1.2 Aktiitas! Penggunaan +umber Daya #an Perilaku Biaya.

Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek berhubungan dengan akti%itas dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya. &apasitas adalah kemampuan actual atau potensial untuk melakukan sesuatu. 5adi dalam pembahasan mengenai kapasitas suatu akti%itas, hal yang dideskripsikan adalah jumlah akti%itas yang dapat dilakukan  perusahaan. Banyaknya kapasitas yang diperlukan bergantung pada

tingkat kinerja yang diminta.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 

(9)

a. +umber #aya leksibel $Flexible resources&

Suatu perusahaan akan sangat baik jika hanya membeli sumber  daya yang diperlukan, tepat saat sumber daya tersebut diperlukan. -al tersebut terkadang terjadi. *isalnya, bahan baku langsung sering dibeli saat dibutuhkan dan dengan jumlah yang sesuai kebutuhan. 5enis sumber  daya ini disebut sumber daya fleksibel yakni dipasok saat digunakan dan dibutuhkan. Sumber daya ini diperoleh dari pihak luar dan tidak  membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membeli sejumlah sumber daya tertentu. 5adi, organisasi bebas membeli hanya sebatas  jumlah yang dibutuhkan. &arena biaya sumber daya yang dipasok ketika diperlukan sama dengan biaya sumber daya yang digunakan, jumlah  biaya sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya tersebut naik. ?leh karena itu, biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya %ariabel.

b. +umber #aya terikat $committed resources&

#dalah sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan" mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk  memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang efekti%itas penggunaan jumlah sumber daya. Sumber daya terikat dapat memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia lebih banyak daripada yang digunakan. Pembelian atau penyewaan gedung dan peralatan adalah contoh bentuk akuisisi sumber daya di muka. Pembebanan tahunan yang berhubungan dengan kategori multiperiode tidak bergantung pada penggunaan actual sumber daya. ?leh karena itu, pembebanan<pembebanan tersebut dapat didefinisikan sebagai biaya tetap terikat committed fixed cost ! dan menyediakan kapasitas akti%itas jangka panjang. Sumber daya terikat untuk jangka lebih pendek disebut sebagai biaya tetap diskresi discreationary fixed  cost !. Biaya ini adalah biaya yang terjadi karena perolehan kapasitas akti%itas jangka pendek.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) =

(10)

c. Perilaku Biaya Bertaha* $ Step Cost)

Biaya bertahap  step cost ! menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk rentang keluaran tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat  biaya lebih tinggi, biaya tersebut tidak berubah untuk rentang keluaran yang sama. @arif akti%itas tetap  fixed activity rate! adalah jumlah biaya terikat dibagi dengan jumlah kapassitas yang tersedia. @arif akti%itas %ariabel adalah jumlah biaya sumber daya fleksibel dibagi dengan kapasitas yang digunakan.

d. Im*likasi3im*likasi untuk Pengen#alian #an Pengembalian ,e*utusan

Sistem pengendalian operasional mendorong para manajer untuk  lebih memperhatikan pengendalian atas penggunaan dan pengeluaran sumber daya. Sistem pengendalian operasional yang didesain dengan  baik akan memungkinkan para manajer untuk menilai perubahan  permintaan sumber daya yang akan terjadi dari keputusan tentang  perubahan produk baru. Sama halnya jika pengelolaan akti%itas menimbulkan kelebihan kapasitas dengan ditemukannya cara mengurangi penggunaan sumber daya!, para manajer harus mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan kelebihan kapasitas tersebut secara hati<hati. *enghilangkan kelebihan kapasitas dapat menurunkan pengeluaran sumber daya sehingga laba meningkat secara keseluruhan. #lternatifnya, kelebihan kapasitas dapat digunakan untuk  meningkatkan jumlah dan jenis produk sehingga pendapatan dapat meningkat tanpa meningkatkan pengeluaran.

2.1.' Met%#e untuk Memisahkan Biaya am*uran Men)a#i k%m*%nen (eta* #an ariabel.

#da tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan  biaya campuran menjadi komponen tetap dan %ariabel, yaitu : metode tinggi<rendah scatterplot dan metode kuadrat terkecil. Setiap metode

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) C

(11)

menggunakan asumsi hubungan linear. ?leh sebab itu konsep linearitas  perlu ditinjau kembali sebelum membahas metode<metode tersebut

secara mendalam

a. Asumsi Linearitas

Definisi biaya %ariabel mengasumsikan hubungan linear antara  biaya akti%itas dan penggerak akti%itas terkait. 5ika asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa baik asumsi ini memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya. Berikut persamaan garis lurus.

Persamaan linear tersebut adalah rumus biaya. jumlah Biaya3 adalah %ariabel terikat dependent %ariable! yang merupakan biaya yang akan diperkirakan. &eluaran3 adalah ukuran akti%itas" keluaran adalah %ariabel bebas independent %ariable!. Biaya tetap3 adalah parameter   perpotongan intercept parameter! dan bagian tetap dari jumlah biaya.

#khirnya Biaya per unit3 adalah biaya tiap unit akti%itas yang juga disebut parameter kemiringan slope parameter!.

b. Met%#e (inggi3Ren#ah

*etode tinggi<rendah high-low method ! adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik titik tinggi dan rendah! yang akan digunakan untuk  menghitung parameter perpotongan dan kemiringan. @itik tinggi didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau akti%itas tertinggi. @itik rendah didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau akti%itas terendah. Persamaan untuk menentukan biaya %ariabel  perunit dan biaya tetap adalah sebagai berikut.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '1

(12)

c. Met%#e Scatterplot 

*etode Scatterplot  adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik. 7angkah  pertama dalam menerapkan metode scatterplot  adalah menggambarkan titik<titik data sehingga hubungan antara biaya penyetelan dan tingkat akti%itas dapat terlihat. Salah satu tujuan grafik scatter adalah melihat asumsi hubungan linear. rafik scatter dapat membantu memberikan  pengetahuan tentang hubungan antara biaya dan penggunaan akti%itas.keunggulan signifikan dari metode  scatterplot   adalah memungkinkan kita untuk melihat data secar %isual. &elemahan metode  scatterplot adalah tidak ada criteria objektif untuk memilih garis terbaik. &ualitas rumus biaya bergantung pada kualitas penilaian subjektif dari analis.

d. Met%#e ,ua#rat (erke0il

*etode kuadrat terkecil method of least squares! menguadratkan setiap de%iasi, dan menjumlahkan de%iasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan de%iasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif. Pada dasarnya, pembandingan ukuran kedekatan dapat menghasilkan suatu pemeringkatan semua garis dari yang terbaik sampai yang terburuk. aris yang lebih mendekati titik dibanding garis lainnya disebut garis kesesuaian terbaik best fitting line!, yaitu garis dengan  jumlah kuadrat de%iasi terkecil. *etode kuadrat terkecil mengidentifikasi

garis yang paling sesuai.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ''

Biaya 4ariabel perunit  Perubahan biayaEPerubahan ?utput

Biaya %ariabel perunit  biaya tinggi – biaya rendah! E output tinggi  – output rendah!

dan

Biaya tetap  Biaya @otal titik tinggi – biaya %ariabel per unit 8 ?utput tinggi!

atau :

Biaya tetap  Biaya total titik rendah– Biaya %ariabel per unit 8 output rendah!

(13)

e. Penggunaan Pr%gram Regresi

Program regresi  spreadsheet  menyediakan lebih dari sekedar   perkiraan koefisien. Program ini menyediakan informasi yang dapat

digunakan untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat dipercaya. &arena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik.

2.1.4 ,ean#alan Rumus Biaya

&egunaan utama yaitu terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh rumus biaya yang diperkirakan dapat diandalkan.

a.  R ,ua#rat3,%eisien Determinasi

 &uadrat atau sering disebut dengan koefisien determinasi, diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua %ariabel bebas dalam menjelaskan %arians dari %ariabel terikatnya. Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan &oefisien &orelasi !. Sebagai contoh, jika nilai  adalah sebesar 1,=1 maka koefisien determinasi  SFuare! adalah sebesar 1,=1 8 1,=1  1,02. Berarti kemampuan %ariabel bebas dalam menjelaskan %arians dari %ariabel terikatnya adalah sebesar 02,1G. Berarti terdapat +0G '11G< 02G! %arians %ariabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain. Berdasarkan interpretasi tersebut, maka tampak bahwa nilai  SFuare adalah antara 1 sampai dengan '.

Penggunakan  SFuare  &uadrat! sering menimbulkan  permasalahan, yaitu bahwa nilainya akan selalu meningkat dengan adanya penambahan %ariabel bebas dalam suatu model. -al ini akan menimbulkan bias, karena jika ingin memperoleh model dengan  tinggi, seorang penelitian dapat dengan sembarangan menambahkan %ariabel  bebas dan nilai  akan meningkat, tidak tergantung apakah %ariabel  bebas tambahan itu berhubungan dengan %ariabel terikat atau tidak.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ')

(14)

,eterbatasan R 2

Dalam kasus tertentu,  ) tidak dapat menunjukkan apakah

koefisien dan prediksi bias. >tulah sebabnya mengapa kita harus menilai  plot residual.  ) tidak menunjukkan apakah model regresi itu sesuai. &ita

dapat memilih nilai  ) yang rendah atau tinggi untuk model yang tidak 

sesuai dengan data.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak ada ukuran tunggal yang mampu menggambarkan kegunaan model regresi untuk aplikasi yang berbeda. Aamun, koefisien determinasi digunakan secara luas. Sayangnya, banyak terjadi kesalahpahaman yang serius. @iga kesalahpahaman yang umum terjadi :

 Kesalahpahaman 1. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa penduga dapat diprediksi. >ni tidak selalu benar. Dalam Perusahaan @olucaH'I misalnya, kita melihat bahwa koefisien

determinasi tinggi  )  1,=)!. Aamun C1 persen penduga inter%al untuk 

 bagian berikutnya, terdiri dari '11 unit, masih melebar ++) hingga 91  jam! dan tidak cukup tepat untuk mengatur jadwal pekerja dengan

efektif.

 Kesalahpahaman 2. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa garis regresi penduga cocok. Sekali lagi, ini tidak  selalu benar. ambar a menunjukkan scatter plot di mana koefisien determinasi tinggi  )  1.0C!. Aamun fungsi regresi linier tidak akan

cocok karena hubungan regresi adalah lengkung.

 Kesalahpahaman 3.  Sebuah koefisien determinasi mendekati nol menunjukkan bahwa J dan K tidak berhubungan. >ni juga belum tentu  benar. ambar b menunjukkan scatter plot di mana koefisien determinasi antara J dan K  )! adalah 1.1). Aamun J dan K adalah terkait kuat

meskipun hubungan antara kedua %ariabel lengkung.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '+

(15)

&esalahpahaman ' muncul karena  ) hanya mengukur 

 pengurangan relatif dari SS@? dan tidak memberikan informasi tentang  presisi mutlak untuk memperkirakan respon rata<rata atau memprediksi  pengamatan baru. &esalahpahaman ) dan + muncul karena  ) mengukur 

derajat hubungan linier antara J dan K, sedangkan hubungan regresi yang sebenarnya mungkin menjadi lengkung.

%nt%h 1"

Berikut ini data hubungan antara umur mobil dan harga jualnya : 6ar #ge years!

J Price/'11! K 5 4 6 5 5 5 6 6 2 7 7 85 19' 79 82 8: :8 66 :5 16: 79 48 58 :75

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '2

(16)

Dari data di atas, hitung nilai  ) nya. 5awab : ar Age $(hn& ; Pri0e $<199& -;- ;2 -2 9 2 0 9 9 9 0 0 )   =9 '1+ 1 =) =C C= 00 C9 '0C 1 2= 2)9 2') 2)1 2'1 229 2C1 +C0 91 ++= 2C1 ++0 )9 '0 +0 )9 )9 )9 +0 +0 2 2C 2C .))9 '1.01C 2.C11 0.)2 .C)' C.012 2.+90 C.1)9 )=.90' 2.C11 ).+12 58 :75 4.7'2 '26 :6.12: >nterpretasi :

 Ailai  )  1,=9+ menjelaskan bahwa %ariabel J umur mobil!

mempengaruhi %ariabel K harga mobil! sebesar 1,=9+ atau =9,+1G.

b. ,%eisien ,%relasi

$kuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien determinasi. &arena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara <' dan ;'. 5ika koefisien korelasinya positif, maka kedua %ariabelnya bergerak menuju arah yang sama dan terdapat korelasi positif. &orelasi positif sempurna akan

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '9

(17)

menghasilkan nilai ' untuk koefisien korelasi. Di lain pihak, jika koefisien korelasinya negatif, maka kedua %ariabel bergerak menuju arah yang dapat diprediksi, tetapi berlawanan arah. &orelasi negatif sempurna akan menghasilakan koefisien korelasi sebesar <'. Ailai koefisien yang mendekati nol mengidentifikasi tidak adanya korelasi.

).'.9 Peranan Regresi Bergan#a #alam Penilaian Perilaku Biaya

egresi berganda multiple regresssion! adalah kuadrat terkecil yang digunakan untuk membuat suatu persamaan yang melibatkan dua atau lebih %ariabel penjelas.

#nalisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear  antara dua atau lebih %ariabel independen J', J),L.Jn! dengan %ariabel

dependen K!. #nalisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara %ariabel independen dengan %ariabel dependen apakah masing<masing %ariabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk  memprediksi nilai dari %ariabel dependen apabila nilai %ariabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan  biasanya berskala inter%al atau rasio.

Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: KM  a ; b'J'; b)J);L..; bnJn

&eterangan:

KM  4ariabel dependen nilai yang diprediksikan! J' dan J)  4ariabel independen

a  &onstanta nilai KM apabila J', J)L..Jn  1!

 b  &oefisien regresi nilai peningkatan ataupun penurunan!

6ontoh kasus:

&ita mengambil contoh kasus pada uji normalitas, yaitu sebagai  berikut: Seorang mahasiswa bernama Bambang melakukan penelitian tentang faktor<faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan di BN5. Bambang dalam penelitiannya ingin mengetahui hubungan antara

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '0

(18)

rasio keuangan PN dan ?> terhadap harga saham. Dengan ini Bambang menganalisis dengan bantuan program SPSS dengan alat analisis regresi linear berganda. Dari uraian di atas maka didapat %ariabel dependen K! adalah harga saham, sedangkan %ariabel independen J'

dan J)! adalah PN dan ?>.

Data<data yang di dapat berupa data rasio dan ditabulasikan sebagai  berikut:

@abel. @abulasi Data Data Oiktif!

@ahun -arga Saham p! PN G! ?> G!

'CC1 =.+11 2.C1 0.2 'CC' .911 +.)= +.'2 'CC) =.C91 9.19 9.11 'CC+ =.)91 2.11 2.9 'CC2 C.111 9.C 0.)+ 'CC9 =.91 2.)2 0.1+ 'CC0 '1.111 =.11 =.9 'CC =.)11 .29 .) 'CC= =.+11 .2 =.11 'CCC '1.C11 ').0= '1.21 )111 ').=11 '2.29 ').2) )11' C.291 '1.91 =.0) )11) '+.111 '.)2 ').1 )11+ =.111 '9.90 9.=+ )112 0.911 '1.=9 9.)1 )119 C.111 '0.90 =.9+ )110 .011 '+.)2 .+ )11 '1.)11 '0.C= C.+=

Langkah3langkah *a#a *r%gram +P++  *asuk program SPSS

 &lik %ariable %iew pada SPSS data editor

 Pada kolom Aame ketik y, kolom Aame pada baris kedua ketik 8', kemudian untuk baris kedua ketik 8).

 Pada kolom 7abel, untuk kolom pada baris pertama ketik -arga Saham, untuk kolom pada baris kedua ketik PN, kemudian pada baris ketiga ketik ?>.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '

(19)

 $ntuk kolom<kolom lainnya boleh dihiraukan isian default!

 Buka data %iew pada SPSS data editor, maka didapat kolom %ariabel y, 8', dan 8).

 &etikkan data sesuai dengan %ariabelnya  &lik #nalyQe < egression < 7inear 

 &lik %ariabel -arga Saham dan masukkan ke kotak Dependent, kemudian klik %ariabel PN dan ?> kemudian masukkan ke kotak  >ndependent.

 &lik Statistics, klik 6asewise diagnostics, klik #ll cases. &lik  6ontinue

 &lik ?&, maka hasil output yang didapat pada kolom 6oefficients dan 6asewise diagnostics adalah sebagai berikut

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) '=

(20)

@abel. -asil #nalisis egresi 7inear  

Persamaan regresinya sebagai berikut: KM  a ; b'J'; b)J)

KM  200),2C' ; <2,2=)!J' ; 0C),'1J)

KM  200),2C' < 2,2=)J' ; 0C),'1J)

&eterangan:

KM  -arga saham yang diprediksi p! a  konstanta

 b',b)  koefisien regresi

J'  PN G!

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) 'C

(21)

J)  ?> G!

Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

< &onstanta sebesar 200),2C'" artinya jika PN J'! dan ?> J)!

nilainya adalah 1, maka harga saham KM! nilainya adalah p.200),2C'.

< &oefisien regresi %ariabel PN J'! sebesar <2,2=)" artinya jika

%ariabel independen lain nilainya tetap dan PN mengalami kenaikan 'G, maka harga saham KM! akan mengalami penurunan sebesar  p.2,2=). &oefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif  antara PN dengan harga saham, semakin naik PN maka semakin turun harga saham.

< &oefisien regresi %ariabel ?> J)! sebesar 0C),'1" artinya jika

%ariabel independen lain nilainya tetap dan ?> mengalami kenaikan 'G, maka harga saham KM! akan mengalami peningkatan sebesar  p.0C),'1. &oefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif  antara ?> dengan harga saham, semakin naik ?> maka semakin meningkat harga saham.

 Ailai harga saham yang diprediksi KM! dapat dilihat pada tabel 6asewise Diagnostics kolom Predicted 4alue!. Sedangkan esidual unstandardied residual ! adalah selisih antara harga saham dengan Predicted 4alue, dan Std. esidual  standardied residual ! adalah nilai residual yang telah terstandarisasi nilai semakin mendekati 1 maka model regresi semakin baik dalam melakukan prediksi, sebaliknya semakin menjauhi 1 atau lebih dari ' atau <' maka semakin tidak baik  model regresi dalam melakukan prediksi!.

2.2 PERHI(UN=AN BIA-A BERDA+AR,AN A,(II(A+ 2.2.1 Biaya *er Unit

a. Perhitungan Biaya Pr%#uk Per Unit

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )1

(22)

Biaya per unit !nit "ost ! adalah jumlah biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Biaya produk sering di definisikan sebagai biaya produksi yaitu jumlah dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan o%erhead produksi.

b. ara Men#a*atkan In%rmasi Biaya Per Unit

Sistem pengkuran biaya dapat dibedakan menjadi ) macam :

 Perhitungan biaya aktual, membebankan pada biaya aktual bahan

 baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead  pada pada  produk.

Perhitungan biaya aktual ini jarang digunakan karena tidak dapat menyediakan informasi biaya per unit yang akurat secara tepat waktu.

 Perhitungan biaya normal, membebankan biaya aktual bahan baku

langsung dan tenaga kerja langsung pada produk. #kan tetapi, biaya overhead  dibebankan pada produk dengan tarif perkiraan.

@arif perkiraan overhead  adalah suatu tarif yang didasarkan pada data yang diperkirakan R dihitung dengan menggunakan rumus :

2.2.2 Perhitungan Biaya Pr%#uk Ber#asarkan >ungsi

Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Di lain pihak, biaya o%erhead dibebankan dengan menggunakan penelusuran penggerak dan alokasi. Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan  penggerak akti%itas tingkat unit untuk membebankan biaya overhead   pada produk. Penggerak akti%itas tingkat unit #unit level activity driver$

adalah faktor<faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Penggunaan penggerak   berdasarkan unit semata<mata untuk membebankan biayaoverhead  pada  produk memiliki asumsi bahwa o%erhead yang digunakan produk 

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )'

(23)

 berkorelasi tinngi dengan jumlah unit yang diproduksi. $ntuk biaya o%erhead di mana asumsi ini berlaku, pembebanan berdasarkan unit sesuai dengan penelusuran penggerak. $ntuk biaya<biayaoverhead  yang tidak sesuai dengan asumsi, pembebanan biaya merupakan suatu proses alokasi.

@arif perkiraan overhead  berdasarkan fungsi membutuhkan spesifikasi dari penggerak tingkat unit, yaitu suatu perkiraan kapasitas yang diukur penggerak dan perkiraan dari overhead   yang diharapkan. 6ontoh<contoh penggerak tingkat unit yang umumnya digunakan untuk  membebankan overhead , meliputi :

 $nit yang diproduksi  5am tenaga kerja langsung  Biaya tenaga kerja langsung  5am mesin

 Biaya bahan baku langsung

  Setelah memilih penggerak tingkat unit, langkah selanjutnya adalah menentukan kapasitas akti%itas yang diukur penggerak tersebut. &apasitas akti%itas tersebut antara lain :

 &apasitas akti%itas yang diharapkan, adalah output   akti%itas yang

diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang"

 &apasitas akti%itas normal, adalah output akti%itas rata<rata yang

dialami perusahaan dalam jangka panjang %olume normal dihitung selama lebih dari satu periode!"

 &apasitas akti%itas teoritis, adalah output akti%itas maksimum yang

dapat direalisasikan"

 &apasitas akti%itas praktis adalah output maksimum yang dapat

dicapai jika semuanya berjalan secara efisien. a. (ari keseluruhan *abrik 

@ahapan perhitungan tarifoverhead  keseluruhan pabrik :

 Biaya overhead  yang dianggarkan akan diakumulasi menjadi satu

kelompok untuk keseluruhan pabrik.

 Biaya overhead   dibebankan secara langsung pada kelompok biaya

tersebut dengan menambahkan seluruh biaya overhead   yang diperkirakan muncul dalam satu tahun.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) ))

(24)

 @arif keseluruhan pabrik dihitung dengan menggunakan penggerak 

tingkat unit biasanya jam tenaga kerja langsung!.

 Biaya overhead  dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif 

tersebut dengan jumlah tenaga kerja langsung actual yang digunakan tiap<tiap produk.

6ontoh :

%verhead  yang dianggarkan  /+01.111

#kti%itas yang diharapkan dalam jam tenaga kerja langsung!  '11.111 #kti%itas aktual dalam jam tenaga kerja langsung! '11.111

%verhead  aktual  /+=1.111

@arif perkiraanoverhead   overhead yang dianggarkan

 /+01.111E'11.111 jam tenaga kerja langsung   /+,01 per jam tenaga kerja langsung

%verhead yang dibebankan adalah jumlah overhead   yang dibebankan  pada produksi aktual pada titik tertentu pada suatu waktu. Dihitung

dengan :

%verhead yang dibebankan  tarifoverhead  8 akti%itas aktual

 /+,01 8 '11.111 jam tenaga kerja langsung  /+01.111

ariansi overhead  adalah perbedaanEselisih antara overhead   aktual dengan overhead yang dibebankan.

4ariansioverhead   /+=1.111 < /+01.111  /)1.111

5ika overhead   aktual lebih besar daripada overhead   yang dibebankan, %ariansi disebutoverhead  yang terlalu rendah dibebankan.

5ika overhead  aktual kurang daripada overhead  yang dibebankan, %ariansi disebutoverhead  yang terlalu tinggi dibebankan.

Pada akhir tahun, overhead  yang terlalu rendah dibebankan akan ditambahkan pada beban pokok penjualan, sedangkan overhead   yang terlalu tinggi dibebankan akan dikurangkan dari beban pokok penjualan.

Biaya *er unit

Biaya per unit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya utama  produk pada biaya o%erhead yang dibebankan, kemudian membagi  jumlah biaya ini dengan unit yang diproduksi. Berikut disajikan data yang mengasumsikan bahwa data aktual dkumpulkan untuk setiap  produk :

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )+

(25)

 Airkabel eguler  $nit yang diproduksi '1.111 '11.111

Biaya utama /=.111 /+=.111

5am tenaga kerja langsung '1.111 C1.111

Biaya per unit dapat dihitung sebagai berikut :

Airkabel eguler  Biaya utama /=.111 /+=.111 Biaya o%erhead /+,01 8 '1.111 +0.111 < /+,01 8 C1.111 <   +)2.1 11 5umlah biaya produksi /''2.111 /'.10).111 $nit yang diproduksi  '1.111  '11.111 Biaya per unit jumlah

 biayaEunit! /'',21 /'1,0)

b. (ari De*artemen

Berikut digambarkan perhitungan biaya berdasarkan fungsi : @arif  Departemen

ambar tersebut mengilustrasikan kerangka kerja konseptual dua tahap untuk tarif o%erhead departemen.

 Biaya overhead  keseluruhan pabrik dibagi dan dibebankan pada

setiap Departemen Produksi dan membentuk kelompok biaya overhead  departemen"

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )2

(26)

&etika biaya dibebankan pada setiap Departemen Produksi,  penggerak berdasarkan unit seperti jam tenaga kerja langsung untuk 

departemen yang menggunakan banyak tenaga kerja! dan jam mesin untuk departemen yang menggunakan banyak mesin! digunakan untuk menghitung tarif departemen. Produk yang diproses oelh  berbagai departemen diasumsikan mengguakan sumber daya

overhead  sesuai proporsi penggerak berdasarkan unit departemen.

 %verhead  dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif 

departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan departemen terkait.

5umlah overhead  yang dibebankan pada produk secara sederhana adalah  jumlah dari banyaknya overhead yang dibebankan pada setiap

departemen.

6ontoh perhitungan tarif departemen :

Pabrikasi Perakitan

?%erhead yang dianggarkan /)9).111 /'1=.111

Penggunaan aktual dan yang diharapkan jam tenaga kerja langsung!

 Airkabel 111 +111

eguler '+111 111

  )1111 =1111

Penggunaan aktual dan yang diharapkan jam mesin!

  Airkabel 2111 '111

  eguler +0111 C111

21111 '1111

 /)9).111E21.111  /0,+1 per jam mesin

 /'1=.111E=1.111

 /',+9 per jam tenaga kerja langsung Overhead  yang #ibebankan. 5umlah o%erhead yang dibebankan untuk  setahun adalah jumlah yang dibebankan pada setiap departemen

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )9

(27)

Overhead  yang #ibebankan ? /0,+1 8 jam mesin aktual! ; /',+9 8 jam tenaga kerja langsung aktual!

? $20,+1 8 21.111! ; /',+9 8 =1.111!  /)9).111 ; /'1=.111

 /+01.111

Perhitungan biaya per unit tarif departeman

  Airkabel eguler  

$nit yang diproduksi '1.111 '11.111

Biaya utama /=.111 /+=.111

5am tenaga kerja langsung '1.111 C1.111

 Airkabel eguler 

Biaya $tama /=.111 /+=.111

Biaya ?%erhead

/0,+1 8 2.111! ; /',+9 8 +.111! )C)91

/0,+1 8 +0.111! ; /',+9 8 .111! ++191

5umlah biaya produksi /'1.)91 /'.10=.91

$nit yang diproduksi  '1.111  '11.111

Biaya per unit jumlah biayaEunit! /'1,+ /'1,0C

2.2.' ,eterbatasan +istem Akuntansi Biaya Ber#asarkan >ungsi

Pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dapat menimbulkan distorsi biaya.

Oaktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan tarif keseluruhan  pabrik dan departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya

overhead  secara tepat yaitu:

 Proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit terhadap

 jumlah biaya o%erhead adalah besar 

 @ingkat keanekaragaman produksinya besar 

&eanekaragaman produk berarti produk menggunakan akti%itasoverhead  dalam proporsi yang secara signifikan berbeda.

2.2.4 Perhitungan biaya *r%#uk ber#asarkan aktiitas

Sistem biaya berdasarkan akti%itas acti%ity based cost<#B6! menelusuri  biaya akti%itas kemudian produk.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )0

(28)

#kti%itas tersebut berupa :

 #kti%itas Primer adalah akti%itas yang dikonsumsi produk atau

 pelanggan. 6ontoh : di Departemen &artu &redit : berupa #kti%itas  pemrosesan transaksi, persiapan laporan dll, obyek biaya berupa

&artu &redit, penggerak akti%itasnya jumlah transaksi dan laporan"

 #kti%itas Sekunder adalah akti%itas yang dikonsumsi oleh akti%itas

 primer. 6ontoh " akti%itas pengawasan karyawan, tugasnya  penjadwalan, koordinasi dll, oyek biaya alah Biaya akti%itas dalam departeman, penggera akti%itasnya adalah total waktu tenaga kerja untuk tiap akti%itas.

6ontoh : *anager Departemen &artu &redit memperlihatkan  penggunaan tenaga kerja ke akti%itas idi%idual dengan gaji Pengawas / 91.111,< &eseluruhan untuk Staf sebesar : / '91.111,< seperti di bawah ini :

2.2.5 Mengurangi Ukuran #an ,erumitan #ari +istem Perhitungan Biaya Ber#asarkan Aktiitas

Pada tahap pertama perhitungan biaya berdasarkan akti%itas, akti%itas diidentifikasikan, biaya dihubungkan dengan akti%itas indi%idual, dan akti%itas diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder!,  biaya dari akti%itas sekunder dibebankan ulang pada akti%itas primer, dan  pada tahap akhir biaya dari akti%itas primer dibebankan pada produk atau  pelanggan. Pembebanan biaya pada akti%itas lain tahap lanjutan! atau  pembebanan biaya pada produk dan pelanggan tahap akhir! membutuhkan penggunaan tarif akti%itas. Pada prinsipnya terdapat satu tarif akti%itas untuk setiap akti%itas. Talaupun saat ini sudah terdapat

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )

(29)

kemajuan dalam sistem teknologi informasi yang menangani banyak tarif  dan kati%itas, namun sebaiknya tarif tersebut dikurangi. &arena tarif yang lebih sedikit akan dapat mengurangi kerumitan dari sistem perhitungan  biaya berdasarkan akti%itas sehingga menambah peluang penerimaan

oleh manajemen.

BAB III PENU(UP '.1 ,esim*ulan

Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter + buku -ansen *owen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai  berikut :

'. Perilaku biaya terdiri atas tiga, yaitu :

a. Biaya teta*, yaitu biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang yang rele%an ketika tingkat keluaran akti%itas berubah.

 b. Biaya ariabel $Variable cost &! yaitu biaya yang dalam jumlah keseluruhan ber%ariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran.

c. Biaya am*uran, yaitu biaya yang memiiki komponen tetap dan %ariabel.

). *odel penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya terdiri atas :

a. +umber #aya leksibel, yang merupakan sumber daya yang diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka  panjang untuk membeli sejumlah sumber daya tertentu

contohnya : biaya!

 b. +umber #aya terikat $committed resources&! merupakan sumber  daya yang dipasok sebelum penggunaan" mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk memperoleh

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )=

(30)

sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang efekti%itas  penggunaan jumlah sumber daya 6ontoh : Pembelian atau  penyewaan gedung dan peralatan!.

+. Dalam memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan %ariabel dilakukan dengan menggunakan tiga metode. &etiga metode tersebut menggunakan asumsi hubungan linear. #sumsi hubungan linear antara biaya akti%itas dan penggerak akti%itas terkait. 5ika asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa baik asumsi ini memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya &etiga konsep tersebut yaitu :

a. Met%#e (inggi ren#ah $high-low&, adalah suatu metode untuk  menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik titik tinggi dan rendah! yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan.

 b.  Scatterplot, merupakan suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik.

c. Met%#e kua#rat terke0il $method of least suares&, yakni dengan menguadratkan setiap de%iasi, dan menjumlahkan de%iasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan de%iasi ini menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif.

2. *enge%aluasi keandalan dari sebuah persamaan biaya" *eskipun keluaran menyediakan informasi berguna lainnya untuk menilai keandalan statistik, kita hanya akan melihat goodness of fit . $kuran ini  penting karena metode kuadrat terkecil mengidentifikasi garis yang  paling sesuai, tetapi tidak mengungkapkan seberapa baik kesesuaian  berikut. aris yang paling sesuai mungkin bukan merupakan garis yang terbaik. aris yang paling sesuai mungkin tidak memprediksi  biaya dengan baik.

9. Peranan regresi berganda multiple regression! dalam penilaian  perilaku biaya adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) )C

(31)

untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat dipercaya. &arena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik

0. *anajer menentukan biaya akti%itas tertentu menjadi kategori tetap dan lainnya menjadi kategori %ariabel, tanpa menghiraukan kemungkinan biaya campuran. &emungkinan lain adalah manajemen mengidentifikasi biaya campuran dan membagi biaya<biaya ini ke dalam komponen tetap dan %ariabel dengan memutuskan bagian  bagian biaya yang merupakan biaya tetap dan %ariabel. &eunggulan dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya tetap dan %ariabel terletak pada kesederhanaannya. Saat manajer  memiliki pengetahuan yang mendalam tentang perusahaan dan pola  biayanya, metode ini dapat memberikan hasil yang baik.

Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter 2 buku -ansen *owen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai  berikut :

'. >nformasi biaya per unit sangat penting karena akan mempengaruhi keputusan mengenai disain serta pengenalan produk dan jasa yang  baru. &eputusan untuk membuat atau membelli suatu produk atau jasa, menerima atau menolak suatu pesanan khusus, serta mempertahankan atau menghentikan suatu prduk atau jasa memerlukan informasi biaya  per unit karena keuratan adalah hal yang utama

). Pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dilakukan dengan membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Disisi lain, biaya ?%erhead dibebankan dengan menggunakan  penelusuran bergerak dan alokasi. Secara spesifik, perhitungan biaya  berdasarkan fungsi menggunakan penggerak akti%itas tingkat unit. Penggerak #kti%itas @ingkat $nit unit level activity driver ! adalah faktor<faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. kapasitas akti%itas

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) +1

(32)

yang diharapkan adalah keluaran akti%itas yang diharapkan  perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang.

+. Penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi yang dapat menimbulkan distorsi biaya dikarenakan tarif keseluruhan pabrik  dan departemen yang telah digunakan dalam beberapa kurun waktu dalam beberapa kondisi tidak berjalan efektif sehingga menimbulkan distorsi biaya produk yang cukup besar. Distorsi biaya produksi bagi  perusahaan yang dikarakterisasikan oleh adanya peningkatan atau

ketatnya tekanan persaingan usaha.

2. 6ara kerja suatu sistem perhitungan biaya berdasarkan akti%itas dalam  perhitungan biaya produk, khususnya dalam pembebanan o%erhead tradisional melibatkan dua tahap. Pertama, biaya o%erhead dibebankan  pada unit organisasi pabrik atau departemen!. &edua, biaya o%erhead dibebankan pada produk. *aka identifikasi akti%itas harus menjadi tahap awal dalam perancangan sistem perhitungan biaya berdasarkan akti%itas. &arena akti%itas merupakan suatu tindakan yang diambil dengan peralatan atau melalui orang lain, maka pengidentifikasian dapat dilakukan dengan proses wawancara. #tribut akti%itas yang  berhubungan dengan tujuan perhitungan biaya dapat berupa sumberdaya yang digunakan, jumlah G! waktu yang dihabiskan oleh  pekerja untuk suatu akti%itas, obyek biaya yang menggunakan output akti%itas alasan!, ukuran dari output akti%itas penggerak akti%itas! dan nama akti%itasnya.

9. 6ara mengurangi jumlah tarif akti%itas

5umlah tarif bisa dikurangi dengan menggabungkan beberapa akti%itas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya. 5umlah tarif juga bisa dikurangi dengan menggunakan pendekatan  perkiraan, yaitu memilih akti%itas yang paling mahal dan mengalokasikan biaya dari akti%itas<akti%itas lainnya dalam kelompok  yang jumlahnya sudah dikurangi dalam proporsi yang sesuai dengan  biaya awalnya.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Kelompok 2 (dua) +'

Referensi

Dokumen terkait

Selama ini perusahaan menggunakan metode perhitungan biaya yang memperhatikan hanya satu pemicu biaya ( cost driver ) sehingga terjadi deviasi pada perhitungan biaya produksi

Macanan Jaya Cemerlang dengan prosedur: (a) mengklasifikasikan berbagai aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan biaya overhead pabrik ke dalam cost driver, (b) menentukan