• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANTIOKSIDAN TINGGAL RAPIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANTIOKSIDAN TINGGAL RAPIKAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

BAB 1

TUJUAN PRAKTIKUM

TUJUAN PRAKTIKUM

11.. MMeennggaammaatti i rreeaakkssi i ookkssiiddaassi i rreedduukkssii 22.. MMeennggaammaatti pi prroossees os okkssiiddaassii

3.

3. MeMenjnjelelasaskakan mn mekekananisisme me kekerjrja va vititamamin in C dC dan an E sE sebebagagai ai anantitiokoksisidadann 44.. MeMennjejelalasskakan mn mekekaaninissme me teterbrbeentntuuknknya ya raraddikikaal bl beebabass

55.. MMeennggkkllaassiiffiikkaassiikkaan an annttiiookkssiiddaann 1.1

1.1 Laktat deLaktat deidrogenase idrogenase dalam ragidalam ragi !

!ujuujuan an " " menmengetgetauaui i peperisristi#ti#a a oksoksidaidasi$rsi$redueduksi ksi beberdardasarsarkan kan aktaktiviivitastas en%im laktat deidrogenase teradap substratnya asam laktat

en%im laktat deidrogenase teradap substratnya asam laktat &.2 'ji ()ardinger 

&.2 'ji ()ardinger 

!ujuan " Mengamati peristi#a reduksi berdasarkan aktivitas en%im laktat !ujuan " Mengamati peristi#a reduksi berdasarkan aktivitas en%im laktat deidrogenas

deidrogenase dalam e dalam susu segar susu segar  &.3

&.3 'ji *ksidase da'ji *ksidase dan +engaru n +engaru ,ita,itaminmin !ujuan "

!ujuan "

 Memperliatkan proses oksidasi senya#a fenol ole Memperliatkan proses oksidasi senya#a fenol ole polifenol oksidasepolifenol oksidase

-++* didalam baan -++* didalam baan

 Memperliatkan efek antioksidan vitamin C dan E teradap oksidasiMemperliatkan efek antioksidan vitamin C dan E teradap oksidasi

fenol ole ++* fenol ole ++* &.4

&.4 'ji sifat antioks'ji sifat antioksidan vitamin teridan vitamin teradap guguadap gugus fenols fenol !ujuan "

!ujuan "

 Memperliatkan proses oksidasi senya#a fenol ole Memperliatkan proses oksidasi senya#a fenol ole polifenol oksidasepolifenol oksidase

-++* didalam kentang -++* didalam kentang

 Memperliatkan efek antioksidan vitamin C dan E teradap oksidasiMemperliatkan efek antioksidan vitamin C dan E teradap oksidasi

fenol ole ++* fenol ole ++* &.5

&.5 'ji sifat reduksi vitamin C 'ji sifat reduksi vitamin C teradap reageteradap reagen benedi)tn benedi)t

!ujuan " memperliatkan proses reduksi vitamin teradap reagen benedi)t !ujuan " memperliatkan proses reduksi vitamin teradap reagen benedi)t yang mengandung ion

yang mengandung ion ++++ ¿CuCu¿¿¿

1./

1./ 'ji (enya#a 0'ji (enya#a 0ntioksidan dengan Metode ntioksidan dengan Metode 0sam !0sam !iobarbituratiobarbiturat !

!ujuujuan an " " menmengetgetaaui ui kakadar dar MalMalondondialialdedeid id -M-M0 0 dardari i suasuatu tu babaanan  biologis.

 biologis. M0 M0 merupakan merupakan produk produk asil asil peroksidasi peroksidasi lipid lipid dalam dalam tubu. tubu. eteksieteksi M0 pada umumnya menggunakanorgan epar. onsentrasi M0 dalam material M0 pada umumnya menggunakanorgan epar. onsentrasi M0 dalam material  biologis

(2)
(3)

BAB II

HASIL PRAKTIKUM

2.1 !abel asil +engamatan 'ji *ksidasi iologis -'ji Laktat

eidrogenase ()ardinger *ksidasi dan +engaru ,itamin

Reaksi Uji

asil +engamatan

esimpulan

Laktat deidrogenase dalam ragi !abung 1 6arna a#al biru tua setela

dipanaskan menjadi biru pu)at -7 terjadi reduksi !abung 2 6arna a#al biru tua setela

dipanaskan tetap biru -$ tidak terjadi reduksi

Reaksi Uji Schardinger

!abung 1 6arna a#al biru muda setela

dipanaskan menjadi biru pu)at -7 terjadi reduksi !abung 2 6arna a#al biru muda setela

dipanaskan tetap biru muda -$ tidak terjadi reduksi

Reaksi Uji Oksidasi dan Pengaruh Via!in

0+EL

!abung 1 -fenol 7 vit C

6arna )oklat *range jeruk 

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 2 -fenol 7 vit E

6arna )oklat *range ke)oklatan

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 3 -fenol

6arna )oklat

6arna kuning !erjadi proses oksidasi E8!089

!abung 1 -fenol 7 vit C

6arna )oklat 6arna kuning

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 2 -fenol 7 vit E

6arna )oklat

6arna orange kemeraan

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 3 -fenol

6arna )oklat

6arna orange ke)oklatan !erjadi proses oksidasi :E;' 

(4)

-fenol 7 vit C kuning oksidasi !abung 2

-fenol 7 vit E

6arna kuning jeruk  uning keoranyean

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 3 -fenol

6arna kuning jeruk 

uning keoranyean !erjadi proses oksidasi (EM0890

!abung 1 -fenol 7 vit C

6arna mera 6arna pea) muda

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 2 -fenol 7 vit E

6arna mera 6arna pea) tua

!idak terjadi proses oksidasi

!abung 3 -fenol

6arna mera

6arna pea) ke)oklatan !erjadi proses oksidasi

2. 2 asil 'ji (ifat 0ntioksidan dan ;eduksi ,itamin

;eaksi 'ji asil +engamatan esimpulan

'ji (ifat 0ntioksidan E8!089

!abung 1

-kentang 7 vit C 6arna akir " kuning6arna a#al " kuning

-7 vitamin C memiliki sifat antioksidan !abung 2

-kentang 7 vit E

6arna a#al " kuning 6arna akir " kuning tapi bintik$bintik 

ke)oklatan

-7 vitamin E memiliki sifat antioksidan tetapi

lema tidak sekuat vitamin C !abung3

-kentang 7 air suling

6arna a#al " kuning 6arna akir " kuning

agak sedikit puti

-$ air suling tidak  memiliki sifat

antioksidan 0+EL

!abung 1 -apel 7 vit C

6arna a#al " puti tulang

6arna akir " puti tulang

-7 vitamin C memiliki sifat antioksidan !abung 2

-apel 7 vit E 6arna a#al " putitulang 6arna akir " puti

-7 vitamin E memiliki sifat antioksidan tetapi

(5)

tulang ada bintik 

ke)oklatan vitamin C

!abung 3 -apel 7air suling

6arna a#al " puti tulang

6arna akir " puti tulang ke)oklatan

-$ air suling tidak  memiliki sifat

antioksidan :E;'

!abung 1

-jeruk 7 vit C 6arna akir " kuning6arna a#al " kuning

-7 vitamin C memiliki sifat antioksidan !abung 2

-jeruk 7 vit E

6arna a#al " kuning 6arna akir " kuning

muda

-7 vitamin E memiliki sifat antioksidan tetapi

lema tidak sekuat vitamin C !abung 3

-jeruk 7 air suling

6arna a#al " kuning 6arna akir " kuning

 pu)at

-$ air suling tidak  memiliki sifat

antioksidan (EM0890

!abung 1 -semangka 7 vit C

6arna a#al" mera

6arna akir " mera -7 vitamin C memiliki sifat antioksidan !abung 2

-semangka 7 vit E

6arna a#al " mera 6arna akir " mera

 pu)at

-7 vitamin E memiliki sifat antioksidan tetapi

lema tidak sekuat vitamin C !abung 3

-semangka 7air suling

6arna a#al " mera 6arna akir " mera

ke)oklatan

-$ air suling tidak  memiliki sifat

antioksidan

2.3 !abel asil 'ji (ifat ;eduksi ,itamin C

;eaksi 'ji asil +engamatan Kesi!"u#an

!abung 1 -,it C (ebelum dipanaskan #arna biru setela dipanaskan #arna jingaa

-7 terjadi reduksi

!abung 2 -glukosa (ebelum dipanaskan #arna biru sesuda

(6)

BAB III

P$MBAHASAN

+rinsip reaksi oksidasi$reduksi merupakan konsep penting yang mendasari sifat oksidasi biologis. i dalam sistem biologis sel maluk idup reaksi oksidasi  biologi berperan dalam reaksi$reaksi yang mengasilkan energi. (e)ara kimia oksidasi adala peristi#a keilangan elektron atau keilangan ydrogen seingga disebut juga reaksi deydrogenasi. ila suatu senya#a dioksidasi maka arus ada senya#a lain yang direduksi yaitu akan memperole elektron atau ydrogen. Menurut bioenergetika oksidasi adala reaksi oksidasi reduksi sebagai  pembebasan energi di dalam sel untuk proses keidupan sel tersebut dan disimpan dalam bentuk 0!+. 0da dua aspek yang terlibat dalam reaksi oksidasi pelepasan ydrogen dan ilangnya elektron. (etiap oksidasi disertai pengurangan elektron.

+roses oksidasi reduksi dapat berlangsung se)ara aerob maupun anaerob. +ada anaerob reaksi berlangsung tanpa adanya oksigen sebagai penerima elektron atau ydrogen. +roses oksidasi dapat berlangsung se)ara en%imatik maupun non en%imatik. +roses en%imatik berlangsung bertaap dengan melibatkan sejumla en%im. En%im penting dalam peristi#a oksidasi adala" oksidase deidrogenase idrogen peroksida oksigenase dan superoksida dismutase. En%im oksidase mengkatalis pemindaan idrogen dari substrat menggunakan oksigen sebagai akseptor idrogen. En%im deidrogenase mengkatalis pemindaan idrogen dari substrat ke substrat lain. En%im ydrogen peroksidase mengkatalis idrogen  peroksida sebagai substrat. En%im oksigenase mengkatalis pemindaan oksigen ke dalam molekul substrat. En%im superoksida dismutase berperan melindungi organisme aerobik teradap radikal bebas.

(7)

,itamin adala sekelompok senya#a organik berbobot molekul ke)il yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. ipandang dari sisi e%ymologi vitamin adala kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisis ole en%im. (ebagai sala satu komponen gi%i vitamin diperlukan untuk mempelan)ar   proses metabolisme tubu dan tidak berfungsi mengasilkan energi. ,itamin

terlibat dalam proses en%imatik. !ubu memerlukan vitamin dalam jumla sedikit tetapi jika kebutuan yang sedikit itu diabaikan akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubu karena fugsinya tidak dapat digantikan ole senya#a lain. ,itamin dibagi berdasarkan kelarutannya yaitu vitamin larut dalam air - vitamin C dan semua golongan vitamin   dan vitamin larut dalam minyak - vitamin 0E dan  .

eberapa vitamin dapat bersifat sebagai reduktor yang dapat digunakan untuk men)ega terjadinya oksidasi pada %at lain atau sebagai antioksidan. ,itamin yang dapat bersifat sebagai antioksidan adala vitamin yang dapat menyumbangkan satu atau lebi ele)tron kepada radikal bebas seingga radikal  bebas tersbut dapat diredam atau tidak muda teroksidasi ole udara )ontonya adala vitamin C -asam askorbat  dan vitamin E -<$tokoferol. =ungsi utama antioksidan digunakan sebagai upaya untuk memperke)il terjadinya proses kerusakan dalam makanan dan mengambat proses ageing  atau penuaan.

%&1&1 Via!in '

0sam askorbat atau dikenal dengan nama vitamin C adala suatu reduktor  kuat. entuk teroksidasinya asam deidroaskorbat muda direduksi lagi dengan  berbagai reduktor seperti glutation -9(.

,itamin C memiliki sifat yang larut dalam air dan muda rusak ole panas udara alkali en%im stabil pada suasana asam. 9ejala yang ditimbulkan akibat

(8)

kekurangan vitamin C antara lain pendaraan ringan. (edangkan gejala yang berat antara lain gigi rontok luka pada gusi luka sukar sembu dan tulang muda  pata. ,itamin C dapat ditemukan pada bua jeruk tomat arbei kangkung

kentang )abai selada ijau dan jambu biji.

andungan ,itamin C dalam (ayur$sayuran dan ua$buaan "

omoditas ,itamin C -mg>1??g

aun katuk rebus  a)ang panjang rebus angkung Cabai ijau ayam +epaya  8anas +isang raja :eruk mandarin !aoge tumis :eruk peras ubis :eruk valen)ia Mangga indramayu :ambu biji !omat apel 0pel malang 3// @2A? 1134 4?B/ A3 2//B 12A/ 1212 1?.11 1AA B3/ 323 31?2 3B14 52?/ 3/1 5A2

,itamin C pertama kali diisolasi ole (%ent 9yorgy -12A dari jeruk kol dan adrenal korteks. (enya#a tersebut diberi nama asam eksuronik karena molekulnya mempunyai enam karbon dan mempunyai sifat mereduksi. ,itamin C adala derivat eksosa dan )o)ok digolongkan sebagai suatu karboidrat. ,itamin ini dalam bentuk ristal ber#arna puti sangat larut dalam air dan alkool. ,itamin C stabil dalam keadaan kering tetapi muda teroksidasi dalam keadaan larutan apalagi dalam suasana basa

(9)

Menurut 6inarno -1B asam askorbat merupakan reduktor yang kuat dan mampu bertindak sebagai oksigen  scavenger  seingga akan men)ega

terjadinya oksidasi en%imatis senya#a$senya#a fenol yang terkandung dalam kentang. +enggunaan asam mampu menginaktivasi en%im karena p baan akan diturunkan ingga diba#a 5?.

,itamin C sangat muda dirusak ole pemanasan karena ia muda dioksidasi. apat juga ilang dalam jumla yang banyak pada #aktu men)in)ang sayur$sayuran seperti kol atau pada menumbuk kentang.

,itamin C dapat ilang karena al$al seperti"

1. +emanasan yang menyebabkan rusak atau berbaayanya struktur 2. +en)u)ian sayuran setela dipotong$potong terlebi daulu

3. 0danya alkali atau suasana basa selama pengolaan

4. Membuka tempat berisi vitamin C sebab ole udara akan terjadi oksidasi yang tidak reversible. +enambaan tomat atau jeruk nipis dapat mengurangi kadar vitamin C.

i samping sangat larut dalam air vitamin C muda teroksidasi dan proses tersebut diper)epat ole panas sinar atau en%im oksidasi serta ole katalis lembaga dan besi. *ksidasi akan terambat bila vitamin C dibiarkan dalam keadaan asam atau suu renda.

(ebagai antioksidan vitmin C bekerja sebagai donor ele)tron dengan )ara memindakan satu ele)tron ke senya#a logam Cu. ,itamin C merupakan reduktor  kuat dengan adanya gugus enadiol seingga mampu mereduksi ion Cu27 dari  pereaksi benedi)t menjadi ion Cu7 dengan membentuk endapan Cu2* yang  ber#arna ijau kekuningan kuning atau mera bata. (elain itu vitamin C juga dapat menyumbangkan ele)tron ke dalam reaksi biokimia intraseluler dan ekstraseluler. ,itamin C mampu mengilangkan senya#a oksigen reaktif di dalam sel neutrofil monosit protein lensa dan retina. ,itamin ini juga dapat bereaksi dengan =e$ferritin. iluar sel vitamin C mampu mengilangkan senya#a oksigen reaktif men)ega terjadinya LL teroksidasi mentransfer ele)tron ke dalam

(10)

tokoferol teroksidasi dan mengabsorpsi logam dalam saluran pen)ernaan -Levine et al. 15.

(ebagai %at penyapu radikal bebas vitamin C dapat langsung bereaksi dengan anion superoksida radikal idroksil oksigen singlet dan lipid peroksida. (ebagai reduktor asam askorbat akan mendonorkan satu elektron membentuk  semideidroaskorbat yang tidak bersifat reaktif dan selanjutnya mengalami reaksi disproporsionasi membentuk deidroaskorbat yang bersifat tidak stabil. eidroaskorbat akan terdegradasi membentuk asam oksalat dan asam treonat.

%&1&( Via!in $

,itamin E adala sala satu fitonutrien penting dalam minyak ikan. ,itamin E merupakan antioksidan yang larut lemak. ,itamin ini banyak terdapat dalam membran eritrosit dan lipoprotein plasma. (ebagai antioksidan vitamin E  berfungsi sebagai donor ion idrogen yang mampu menguba radikal bebas menjadi radikal tokoferol yang kurang reaktif seingga tidak mampu merusak  rantai asam lemak.

,itamin E mempunyai 2 isomer yaitu tokoferol -Toc)dan tokotrienol - Toc-3).!okoferol mempunyai rantai samping phytil, sedangkan tokotrienol

mempunyai rantai samping yang sama dengan ikatan rangkap pada posisi 3D BD 11D. aik tokoferol maupun tokotrienol mempunyai 4 isomer yang dinyatakan sebagai <  F dan G yang dibedakan berdasarkan jumla dan posisi gugus metil  pada )in)in kroma. <$tokoferol merupakan vitamin E utama in vivodan

menunjukkan aktivitas biologi tertinggi -!anitoet al.,2??4. aik tokoferol

maupun tokotrienol bersifat sangat non polar dan selalu ada pada fase lemak. !okoferol berfungsi sebagai antioksidan fenolik memutus berbagai reaksi rantai radikal bebas karena kemampuannya memindakan atau menyumbangkan idrogen fenolat kepada radikal bebas peroksil yang terperoksidasi seingga radikal bebas peroksil menjadi tidak reaktif. 0danya idrogen fenolat yang disumbangkan kepada radikal bebas peroksil tokoferol sendiri menjadi suatu radikal fenoksi tetapi lebi stabil karena elektron yang tidak berpasangan pada atom oksigen mengalami delokalisasi ke dalam struktur )in)in aromatik . ;adikal  bebas fenoksi yang terbentuk dapat bereaksi dengan vitamin C untuk 

(11)

mengasilkan kembali tokoferol atau bereaksi dengan radikal bebas peroksi  berikutnya seingga )in)in kromana serta rantai samping dioksida menjadi produk   bukan radikal bebas. erja tokoferol sebagai antioksidan berlangsung efektif  apabila pada konsentrasi oksigen yang tinggi dan dengan demikian vitamin E )enderung terkonsentrasi di dalam senya#a yang memiliki konsentrasi *2 tinggi.

&somer ,itamin E -;onald dan :unsoo 2??4

<$tokoferol mempunyai aktivitas vitamin E dan kemampuan sequenching oksigen singlet lebi tinggi dari  G dan F$tokoferol

sedangkan G$tokoferol mempunyai kemampuan penangkapan nitrogen dioksida dan radikal peroksida nitrit yang lebi baik. Efisiensi penangkapan radikal idroksil alkoksil dan peroksil ole <$tokoferol sekitar 1?1? 1?A 1?/>M>detik.

Menurut ulas and  0)kman -2??1 urutan aktivitas antioksidan dalam

sistem lipida dari tokoferol adala F$tokoferol H G$tokoferol H <$tokoferol. <$ tokoferol merupakan omolog tokoferol yang mempunyai aktivitas vitamin E  paling tinggi. (edangkan aktivitas antioksidan tokoferol se)ara in vivo adala <$

tokoferol H $tokoferol H G$tokoferol H F$tokoferol. Conto reaksi tokoferol dengan redikal bebas dapat diliat pada skema "

(12)

!okoferol merupakan kelompok senya#a kimia termasuk didalamnya tokoferol dan tokotrienol yang terdistribusi di dalam jaringan tanaman kususnya ka)ang$ka)angan minyak sayur bua$buaan dan sayuran. eberapa sumber  tokoferol pada beberapa maknan seperti"

andungan !okoferol pada eberapa aan Makanan

(umber makanan andungan -mg>1?? g

Minyak sa#it 5??

Minyak a)ang tana 34

Minyak biji bunga mataari 4?

Minyak :agung 113 Margarin 13 Mentega 33 9erm 9andum 34/ 9erm eras 33 0lmount 213 a)ang !ana 3 Minyak edelai 12B

(13)

%&( Ani)ksidan

0ntioksidan merupakan sebutan untuk %at yang berfungsi melindungi tubu dari serangan radikal bebas. Iang termasuk ke dalam golongan %at ini antara lain vitamin polipenol karotin dan mineral. (e)ara alami %at ini sangat  besar peranannya pada manusia untuk men)ega terjadinya penyakit dengan )ara

menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas.

(e)ara umum antioksidan dikelompokkan menjadi 2 yaitu antioksidan en%imatis dan antioksidan non en%imatis yang berupa mikronitrien. 0ntioksidan en%imais dapat dibentuk dalam tubu seperti  super oksida dismutase -(*  glutation peroksida katalase dan glutation reduktase. (edangkan antioksidan non

en%imatis yang berupa mikronutrien masi dibagi dalam 2 kelompok lagi

1. 0ntioksidan larut lemak seperti Jtokoferol karetenoid flavonoid Kuinon dan  bilirium

2. 0ntioksidan larut air seperti asam askorbat asam urat protein pengikat logam dan protein pengikat eme

$)aroten merupakan scavengers -pemulung oksigen tunggal vitamin C

 pemulung superoksida dan radikal bebas yang lain sedangkan vitamin E merupakan pemutus rantai peroksida lemak pada membran dan  Low Density  Lipoprotein. ,itamin E yang larut dalam lemak merupakan antioksidan yang

melindungi  Poly nsaturated !aty "cids -+'=0s ) dan komponen sel serta

membran sel dari oksidasi ole radikal bebas -ariyatmi 2??4. erdasarkan fungsinya antioksidan dapat dibagi menjadi "

a. !ipe pemutus rantai reaksi pembentuk radikal bebas dengan menyumbangkan atom misalnya vitamin E

 b. !ipe pereduksi dengan mentransfer atom  atau oksigen atau bersifat  pemulungmisalnya vitamin C

). !ipe pengikat logam mampu mengikat %at peroksidan seperti =e27 dan Cu27 misalnya flavonoid

(14)

Mekanisme kerja antioksidan seluler adala sebagai berikut"

a. erinteraksi langsung dengan oksidan radikal bebas atau oksigen tunggal

 b. Men)ega pembentukan jenis oksigen reaktif 

). Menguba jenis oksigen reaktif menjadi kurang toksik  d. Men)ega kemampuan oksigen reaktif 

e. Memperbaiki kerusakan yang timbul.

%&% *en)#

%&%&1 Sen+a,a *en)#

(enya#a =enol -C/3* atau idroksi ben%ena atau karbonat termasuk  asam lemak -p  senya#a organik dengan gugus *$ sistem )in)in ben%ena atau aromatik kompleks sangat peka teradap oksidasi en%im fenolase. !itik lele

dan titik didi berturut$turut 41A J 42 C dan 1A2 J 1A3 C. ersifat muda larut dalam air. (emua senya#a fenol berupa senya#a aromatik seingga semuanya menunjukkan serapan kuat daera spektrum ultra violet. =enol terdapat pada dinding sel apabila sel rusak fenol akan bereaksi dengan oksigen lalu membentuk melanoidin ber#arna )oklat.

(enya#a fenol berasal dari metabolisme asam amino aromatik seingga termasuk produk sekunder. adar fenol dalam tanaman ortikultura sangat  bervariasi tergantung varietas musim dan lokasi penanaman umur masak taap  pertumbuan dan )ara ber)o)ok tanam termasuk penyakit. (etela  pelukaanterbentuk polifenol oksidase - PP#) kemudian reaksi pen)oklatan

terbentuk karena PP# akan bebas dari fenol dan membentuk oquinon. adar 

fenol yang terbentuk akan semakin tinggi pada jaringan yang dekat di daera luka dan berangsur$angsur berkurang ke bagian dalam.

(enya#a polifenol dan fenolat terbentuk dari proses fotosintesa melalui terbentuknya karboidrat yang melalui jalur asam sikimat terjadi fenilalanin dan tirosin. ari bentuk fenilalanin dan tirosin satu bagian jalur akan terbentuk 

(15)

golongan fenilpropanoid. 0sam sinamat merupakan senya#a kun)i terbentuknya  berbagai fenolat lain.

%&%&( Karakerisik *en)#

=enol atau asam karbolat atau ben%enol adala %at kristal tak ber#arna yang memiliki bau kas. ;umus kimianya adala C/5* dan strukturnya memiliki gugus idroksil -$* yang berikatan dengan )in)in fenil. ata fenol  juga merujuk pada beberapa %at yang memiliki )in)in aromatik yang berikatan

dengan gugus idroksil. =enol memiliki kelarutan terbatas dalam air yakni A3 gram>1?? ml. =enol memiliki sifat yang )enderung asam artinya dapat melepaskan ion 7 dari gugus idroksilnya. +engeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C/5* yang dapat dilarutkan dalam air.

ibandingkan dengan alkool alifatik lainnya fenol bersifat lebi asam. al ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan 8a* di mana fenol dapat melepaskan 7. +elepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu$ satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik yang mendelokalisasi beban negatif melalui )in)in tersebut dan menstabilkan anionnya. =enol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada ben%ena atau asam ben%oat dengan proses ;as)ig. =enol juga dapat diperole sebagai asil dari oksidasi batu bara.

%&%&% P)#i-en)# Oksidase .PPO/

En%im polifenol oksidase atau fenolase terdiri dari 2 tipe en%im yaitu odifenol dan p$difenol. PP# termasuk dalam golongan en%im oksidoreduktase

dengan kode  $% -1.14.1A.1. 0ngka pertama 1 menunjukkan golongan

oksidoreduktase angka kedua  14 berperan pada pasangan donor dengan )ara inkorporasi oksigen ke dalam sala satu donor -idroksilase angka ketiga 1A dengan oksigen sebagai donor dan angka keempat 1 dengan 80 dan 80+ sebagai akseptor. En%im polifenol oksidase diasilkan dari reaksi antara L$ tyrosine L$dopa dan *2 menjadi L$dopa dopaKuinone dan 2*.

 PP# adala en%im oksidatif golongan protein yang mengandung logam

tembaga yang se)ara merata tersebar luas di dalam tanaman. En%im ini dapat mengkatalis reaksi pen)oklatan dan menimbulkan pengaru teradap karakteristik 

(16)

 sensory dan nilai gi%i pada sebagian besar produk asil pertanian serta memiliki

kaitan erat dengan pen)oklatan en%imatis pada beberapa jaringan tanaman.

+en)oklatan en%imatis dapat terjadi karena adanya jaringan tanaman yang terluka misalnya pemotongan penyikatan dan perlakuan lain yang dapat mengakibatkan kerusakan integritas jaringan tanaman -Ceng  Crisosto 15. 0danya kerusakan jaringan seringkali mengakibatkan en%im kontak dengan substrat. En%im yang bertanggung ja#ab dalam reaksi pen)oklatan en%imatis adala oksidase yang disebut +olifenol *ksidase -++*. (ubstrat untuk ++* dalam tanaman biasanya asam amino tirosin dan komponen polifenolik seperti katekin asam kafeat pirokatekol>katekol dan asam klorogenat . !irosin yang merupakan monofenol pertama kali diidroksilasi menjadi 34$ diidroksifenilalanin dan kemudian dioksidasi menjadi Kuinon yang akan membentuk #arna )oklat.

+en)oklatan - &rowning   merupakan proses pembentukan pigmen

 ber#arna kuning yang akan segera beruba menjadi )oklat gelap -;ama#ati 2??A. +embentukan #arna )oklat ini dipi)u ole reaksi oksidasi yang dikatalisis ole en%im fenol oksidase atau polifenol oksidase.

edua en%im ini dapat mengkatalis oksidasi senya#a fenol menjadi Kuinon dan kemudian dipolimerasi menjadi pigmen melaniadin yang ber#arna )oklat -Mardia 1/.

En%im yang bertanggung ja#ab dalam reaksi pen)oklatan en%imatis adala oksidase yag disebut fenolase fenoloksidase tirosinase polifenolase atau katekolase. alam tanaman en%im ini lebi sering dikenal dengan polifenol oksidase -++*. (ubstrat untuk ++* dalam tanaman biasanya asam amino tirosin dan komponen polifenolik seperti katekin asam kafeat pirokatekol atau katekol dan asam klorogenat. !irosin yang merupakan monofenol

 pertaama kali diidroksilasi menjadi 34$diidroksifenilalanin dan kemudian dioksidasi menjadi Kuinon yang akan membentuk #arna )oklat. +enggunaan vitamin C dapat mereduksi kembali Kuinon ber#arna asil oksidasi -o$Kuinon menjadi senya#a fenolat -o$difenol tak ber#arna. 0sam askorbat selanjutnya dioksidasi menjadi asam deidroaskorbat.

(17)

Metode penggunaan asam sebagai pengambat pen)oklatan en%imatis ini didasarkan pada pengaru p teradap en%im polifenolase. p optimum en%im ini  berkisar antara 4?$B? dan aktivitas terke)il pada p diba#a 3?.

+erubaan #arna yang tidak diinginkan akibat &rowning dapat diatasi

dengan perlakuan perendaman dalam asam askorbat. Menurut 6inarno -1B asam askorbat merupakan reduktor yang kuat dan mampu bertindak sebagai oksigen  scavenger  seingga akan men)ega terjadinya oksidasi en%imatis

senya#a$senya#a fenol yang terkandung dalam kentang. +enggunaan asam mampu menginaktivasi en%im karena p baan akan diturunkan ingga diba#a 5.

+enambaan asam askorbat dengan tujuan untuk menurunkan p sampai 3? atau diba#anya akan dapat mempertaankan perubaan #arna sebab p optimal en%im fenolase adala /5. Logam seperti besi dan tembaga dapat diikat ole asam askorbat logam$logam ini merupakan katalisator oksidasi yang dapat menyebabkan perubaan #arna yang tidak diinginkan.

=enol yang terdapat dalam kentang akan dioksidasi ole ++* menjadi katekol yang kemudian menjadi kinon. (etela melalui kondensasi membentuk  senya#a ber#arna )oklat. ++* juga menguba pirogalol menjadi purpurogalin yang ber#arna )oklat.+enambaan vitamin C dapat mengamabat oksidasi fenol ole ++*.

%&0 Laka ehidregenasi da#a! ragi

Metilen blue akan bertindak sebagai akseptor idrogen sodium laktat sebagai donor idrogen sedangkan en%im laktat deidrogenase akan membantu  proses pengambilan atom idrogen dari senya#a donor -sodium laktat ke

senya#a penerima -metilen blue. En%im laktat deidrogenase yang berasal dari ragi akan membantu perpindaan atom idrogen dari sodium laktat ke metilen  blue. NO

asil +raktikum (ampel !abung 1 - 7 sodium laktat 5P 6arna biru setela dipanaskan menjadi biru pu)at -7 !erjadi reduksi !abung 2 6arna biru setela dipanaskan tetap biru -$ !idak terjadi reduksi. asil praktikum menunjukkan sampel uji yang ditamba sodium laktat 5P -tabung & bereaksi  positif setela dipanaskan menjadi biru pu)at sedangkan sampel uji pada tabung 2  bereaksi negatif setela dipanaskan tetap biru . al ini sesuai dengan teori karena  pada tabung & -yang tela diberi sodium laktat atom idrogen mereduksi metilen

(18)

 blue seingga #arna yang akan diasilkan akan lebi pu)at. (edangkan pada tabung && yang tanpa pemberian sodium laktat #arna yang diasilkan lebi tua karena tanpa substrat -sodium laktat metilen blue tidak tereduksi karena tidak  ada pemberi donor idrogen

%&2 Uji Schardinger

En%im ()ardinger terdiri dari 2 jenis yaitu Qantin *Ridase dan Qantin eidrogenase. eduanya mengalami introkonversi satu sama lain seingga dapat  beruba dari jenis ke yang lainnya. i dalam Qantin *ksidase mengkatalis

oksidasi ipoRantin menjadi Rantin dan oksidasi Rantin menjadi asam urat. Qantin eidrogenase juga mengkatalis deidrogenase aldeida. idrogen yang lepas ditangkap ole akseptor. alam praktikum ini metylen blue formaldeida  berutgas menjadi akseptor ydrogen.

(usu mengandung en%im s)ardinger yang dapat mengkatalis aldeid menjadi asam. ;eaksinya berlangsung se)ara anaerob dan bisa ditunjukkan dengan akseptor idrogen yang sesuai sepeerti metylen blue. 'ji metylen blue didasarkan pada kemampuan bakteri dalam susu untuk tumbu

an menggunakan oksigen terlarut seingga menurunkan oksidasi reduksi dari )ampuran tersebut. 0kibatnya metylen blue yang ditambakan akan tereduki menjadi #arna puti atau biru muda yang sebelumnya ber#arna biru.

ari asil praktikum didapatkan asil yaitu pada tabung 1 yang berisi susu segar 7 metylen blue 7 sodium laktat terjadi proses oksidasi dari metylen  blue seingga #arna biru beruba menjadi #arna biru muda -pu)at setela

direduksi. +ada tabung 2 yang berisi pasteuri%ed milk 7 metylen blue 7 sodium laktat tidak terjadi perubaan #arna -tetap ber#arna biru. &ni dikarenakan  pemasanan yang dilakukan mengambat en%im di dalam susu tersebut seingga menjadi tidak aktif atau rusak akibatnya en%im tersebut tidak dapat mengoksidasi aldeid dengan baik dan menyebabkan sulitnya terjadi perubaan #arna.

%&3 Uji Oksidasi dan Pengaruh Via!in

+eristi#a perubaan #arna )oklat pada bua -bro#ning menunjukkan adanya reaksi oksidasi fenol yang dikatalisis ole en%im polifenol oksidase -++*  pada tumbuan. =enol diuba menjadi katekol ole en%im ++* kemudian menjadi Kuinon lalu dipolimerisasi menjadi pigmen melaniadin yang ber#arna )oklat. ,itamin C -asam askorbat dan vitamin E -alfa tokoferol akan bereaksi dengan oksigen mengambat kerja en%im ++* seingga oksidasi fenol tidak  terjadi.

(19)

%&4 Uji Si-a Ani)ksidan Via!in ' erhada" 5ugus *en)#

+eristi#a perubaan #arna )oklat pada bua -bro#ning menunjukkan adanya reaksi oksidasi fenol yang dikatalisis ole en%im polifenol oksidase -++*  pada tumbuan. =enol diuba menjadi katekol ole en%im ++* kemudian menjadi Kuinon lalu dipolimerisasi menjadi pigmen melaniadin yang ber#arna )oklat. ,itamin C -asam askorbat dan vitamin E -alfa tokoferol akan bereaksi dengan oksigen mengambat kerja en%im ++* seingga oksidasi fenol tidak  terjadi.

asil praktikum kami menunjukkan sampel uji yang diberikan vitamin C tidak menunjukkan perubaan #arna sampel uji yang diberikan vitamin E sebagian mengalami pen)oklatan sedangkan sampel uji yang diberikan air suling selurunya mengalami pen)oklatan. al ini sesuai dengan teori karena vitamin C dan E memiliki sifat antioksidan yang mengambat oksidasi fenol seingga bua tidak mengalami pen)oklatan. 8amun efek antioksidan vitamin E lebi ke)il dibanding vitamin C ole karena itu masi ada bagian yang mengalami  pen)oklatan. (edangkan penambaan air suling akan menyebabkan sampel

teroksidasi karena adanya ikatan *2 di dalam air suling.

%&6 Uji Si-a Reduksi Via!in ' erhada" Reagen Benedic

+ereaksi benedi)t berupa larutan yang mengandung kuprisulfat natrium karbonat dan natrium sitrat. ,itamin C merupakan reduktor kuat seingga dapat mereduksi ion Cu77 dari kuprisulfat menjadi ion Cu7N yang kemudian mengendap sebagai Cu2* yang ber#arna mera bataO

asil +raktikum (ampel 'ji asil +engamatan esimpulan ,itamin C 6arna beruba dari #arna biru menjadi mera bata -7 !erjadi reduksi 9lukosa 6arna beruba dari #arna biru menjadi mera -7 !erjadi reduksi.

+embaasan asil praktikum menunjukkan sampel uji vitamin C setela diberi pereaksi benedi)t beruba #arna dari biru menjadi jingga dan sampel uji glukosa beruba #arna dari biru menjadi mera. al ini sesuai dengan teori karena glukosa merupakan gula pereduksi dan vitamin C juga merupakan reduktor  kuat seingga kedua sama$sama menunjukkan asil positif terjadi reduksi ion Cu27 pada pereaksi benedi)t.

(20)

1. :elaskan apaka yang dimaksud radikal bebas dan faktor$faktor apaka yang memi)u terbentuknya radikal bebas S

 :a#ab "

;adikal bebas merupakan atom tunggal > berkelompok yang sedikitnya mempunyai satu orbit terluar yang punya satu elektron tunggal -tidak berpasangan seingga tidak stabil dimana searusnya elektron arus berpasangan

=aktor pemi)u radikal bebas"

 =aktor alam seperti polusi dan radiasi

 =aktor fisik seperti merokok minum alkool stress emosi  =aktor lain seperti obat$obatan dan terapi radiasi

2. :elaskan apa yang dimaksud antioksidan dan klasifikasi antioksidan S

 :a#ab "

0ntioksidan adala senya#a yang mempunyai struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya dengan )uma$)uma kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas.

lasifikasi antioksidan "

 erdasarkan fungsi " antioksidan primer antioksidan sekunder

antioksidan tersier oRygen s)avanger )elators

 erdasarkan mekanisme kerja " primer dan sekunder 

erdasarkan fungsinya antioksidan dapat dibagi menjadi "

a. !ipe pemutus rantai reaksi pembentuk radikal bebas dengan menyumbangkan atom misalnya vitamin E

 b. !ipe pereduksi dengan mentransfer atom  atau oksigen atau  bersifat pemulungmisalnya vitamin C

). !ipe pengikat logam mampu mengikat %at peroksidan seperti =e27 dan Cu27 misalnya flavonoid

(21)

d. 0ntioksidan sekunder mampu mendekomposisi idroperoksida menjadi bentuk stabil pada manusia dikenal (* katalase glutation  peroksidase.

3. :elaskan mekanisme kerja vitamin C dan flavonoid sebagai antioksidan S

 :a#ab "

,itamin C sebagai antioksidan bekerja sebagai donor elektron dengan )ara memindakan satu elektron ke senya#a logam Cu. ,itamin C juga dapat menyumbangkan elektron ke dalam reaksi  biokimiaintraseluler dekstraseluler 

=lavonoid sebagai antioksidan bekerja mengambat kerja en%im yang terlibat dalam reaksi produksi anion superoksida. Misal Rantin oksidase dan protein kinase dapat mengkelat logam kelumit seperti ion  besi bebas tembaga bebas mengikat pembentukan spesien oksigen

reaktif.

BAB IV

K$SIMPULAN

(22)

 Laktat deidrogenase

(odium laktat sebagai donor idrogen sedangkan en%im laktat deidrogenase akan membantu proses pengambilan atom idrogen dari senya#a donor -sodium laktat ke senya#a penerima -metilen blue.

 'ji ()ardinger 

!erdapat en%im Laktat deidrogenase yang aktif dalam susu segar dimana  pada saat pemanasan dapat mereduksi metilen biru -#arna biru beruba

menjadi puti.

'ji *ksidase dan pengaru vitamin C dalam kentang bua apel

o !erjadi reaksi oksidasi yang dikatalisis ole en%im fenol oksidase

atau polifenol oksidase - ++* dalam kentang apel.

o ,itamin C dapat mengambat terjadinya oksidasi fenol ole en%im

++* dalam kentang apel.

'ji sifat 0ntioksidan ,itamin C teradap gugus =enol

o !erjadi reaksi oksidasi yang dikatalisis ole en%im fenol oksidase

atau polifenol oksidase - ++*  pada sayatan apel dan kentang.

o ,itamin C dapat mengambat efek oksidasi dari senya#a fenol ole

++* pada sayatan bua apel dan kentang. 'ji sifat reduksi vitamin C teradap reagen enedi)t

,itamin C dapat mereduksi ion Cu27 dari pereaksi benedi)t menjadi ion Cu7 dengan membentuk endapan Cu2* yang ber#arna ijau kekuningan kuning atau mera bata.

erdasarkan fungsinya antioksidan dapat dibagi menjadi " a. !ipe pemutus rantai reaksi pembentuk radikal bebas  b. !ipe pereduksi

). !ipe pengikat logam d. 0ntioksidan sekunder 

,itamin C sebagai antioksidan bekerja sebagai donor elektron dengan )ara memindakan satu elektron ke senya#a logam Cu. ,itamin C juga dapat

(23)

menyumbangkan elektron ke dalam reaksi biokimiaintraseluler  dekstraseluler.

(ebagai antioksidan vitamin E berfungsi sebagai donor ion idrogen yang mampu menguba radikal bebas menjadi radikal tokoferol yang kurang reaktif seingga tidak mampu merusak rantai asam lemak.

BAB V

(24)

0rmstrong=rank . 15. 'uku "(ar 'iokimia. :akarta " E9C

=eseenden dan =essenden. 1B. Dasar-Dasar imia #rganik . :akarta " inarupa

0ksara

9irindra 0isja. 1A/. 'iokimia *. :akarta" +! 9ramedia.

Marksa#n . 1/. 'iokimia edokteran Dasar . :akarta " E9C

Muray, Robert K. 2009. Biokimia Harper edisi 27 . EGC : Jakarta

Ya!", E#$e%, &ur#a$, '!%"a. 2006. Penuntun Prakkum Biokimia untuk  Mahasiswa Analis. Yo(yakarta

(25)

- +er)obaan Laktat deidrogenase dalam ragi  - 'ji ()ardinger 

- 0pel  - kentang - jeruk  - semangka 

 . Uji Oksidase dan Pengaruh Via!in /

- 0pel  - kentang  - jeruk  - semangka 

Uji Si-a Ani)ksidan Via!in erhada" 5ugus *en)#

Referensi

Dokumen terkait

Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah persepsi LSM terhadap pelaksanaan, penertiban dan pembinaan gelandangan dan pengemis oleh dinas sosial

Penyajian pola-pola template menggunakan database, sehingga pola-pola template dapat di-update (ditambah atau dihapus).. Signal Processing, Image Processing and Pattern

Dalam mengikuti program Magister (S2) / Doktor (S3) *) diperkirakan pelamar akan : Berhasil dengan memuaskan.. Cukup cakap untuk mengikuti pendidikan Memerlukan bimbingan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pada proses pencampuran terhadap lapis aspal beton AC-WC ( Asphalt Concrete-Wearing Course ) gradasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi tentang Etika Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Ponorogo antara pegawai

Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai

mengganggu kinerja SKPD yang bersangkutan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian kembali terhadap kode rekening belanja tersebut, maka Penjabaran Anggaran Pendapatan

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian