KERAGAAN BEBERAPA AKSESI
KERABAT Annona DI INDONESIA
Di Indonesia telah dikenal adanya beberapakerabat Annona seperti sirsak dan srikaya, namun yang cukup populer ialah sirsak. Ada dua jenis sirsak yaitu lokal yang mempunyai rasa asam dan sirsak yang mempunyai rasa manis. Sirsak manis ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 1988 dengan nama sirsak Ratu. Di samping itu masih terdapat kerabat lain seperti biriba, buah nona, dan tidak tertutup kemungkinan masih banyak kerabat lain yang belum teridentifikasi. Pada tahun 2008 luas panen tanaman sirsak di Indonesia mencapai 4.148 ha dengan produksi 13,27 t/ha.
Permintaan buah segar saat ini cukup banyak, di Sumatera Barat saja para pedagang pengumpul telah masuk ke perkampungan untuk membeli buah dari petani langsung. Selain buah, saat ini permintaan benih tanaman tersebut cukup banyak, hal ini dibuktikan dengan terkirimnya benih sirsak dari Balitbu Tropika ke beberapa daerah. Untuk tahun 2011, terkirim 3.400 batang ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat dan pada tahun 2012 terkirim benih sebanyak 13.000 batang ke Kabupaten Trenggalek dan 7.000 batang ke Pulau
Batam, sedangkan dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 memesan tidak kurang dari 18.000 batang, belum termasuk perorangan yang hampir setiap minggu mencari benih sirsak tersebut.
Banyaknya permintaan buah dan tanaman sirsak tersebut disebabkan saat ini masyarakat telah menyadari pentingnya mengonsumsi aneka buah termasuk sirsak sebagai sumber vitamin dan mineral, serta kepedulian terhadap kesehatan keluarga.
Keragaman Kerabat Sirsak
Telah dilaporkan oleh para ahli sebelumnya bahwa selain sirsak dikenal juga spesies Annona lain seperti buah nona (A. montana), srikaya (A. squamosa), dan biriba (A. mucosa). Tanaman sirsak (A. muricata) bukan merupakan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari daerah Amerika Selatan (Mexico Selatan, Peru, dan Argentina), kemudian menyebar ke India Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, Australia sampai di kepulauan Bahama. Keragaman kerabat Annona di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. Keragaman kerabat
Annona ini dengan berbagai karakter yang berbeda merupakan sumber gen untuk koleksi plasma nutfah Annona. Potensi genotip tersebut dapat dimanfaatkan untuk perakitan verietas unggul baru. Oleh karena itu keragaman plasma nutfah harus dipelihara dan diselamatkan. Salah satu kegiatan untuk mendukung penyelamatan plasma nutfah Annona yaitu dengan eksplorasi, konservasi, dan koleksi.
Profil Keragaan Kerabat Annona Tabel 1. Keragaman kerabat sirsak di Indonesia
Spesies Asal Nama daerah Ciri spesifik
A. muricata Amerika
Selatan Indonesia (sirsak, nangka seberang, nangka belanda), Malaysia (durian belanda, durian benggala), Papua New Guenea (saua sap), Filipina (guayabano)
Bentuk buah bulat lonjong, pangkal melebar, ujung tumpul, warna kulit hijau tua pada waktu muda dan buah tua hijau mengkilat, berduri lunak pendek-panjang, daging buah putih jernih, rasa asam (var. lokal), dan manis (var. Ratu).
A. squamosa Dataran Tinggi
Tropika Peru dan Equador
Indonesia (srikaya/srikaya), Malaysia (nona srikaya), Filipina (atis), Kamboja (tiep baay), Thailand (noina)
Bentuk buah bulat, kulitnya menonjol merupakan kepanjangan dari daun buah yang berbentuk hati, daging buah putih membungkus biji setiap daun buah rasa manis segar, kulit buah hijau waktu muda dan kuning-merah pada waktu masak.
A. montana Amerika Selatan
(Peru dan Brazil) Buah nona Bentuk buah bulat sedikit lonjong, warna kulit buah muda hijau muda, warna kuning waktu buah masak, berduri pendek lunak, warna daging buah masak kuning, rasa asam, dan aroma harum yang kuat.
A. mucosa Amerika Selatan (Peru dan Brazil, Argentina Paraguay, Guyana, Venezuela)
Biriba Bentuk buah bulat lonjong, kulit menonjol (berduri tumpul besar), warna kulit hijau muda, daging buah putih, dan rasa manis.
Gambar 4. Daun buah nona (A. montana)
Gambar 5. Buah biriba (A. mucosa)
Gambar 6. Daun dan buah muda biriba (A. mucosa)
Gambar 7. Buah srikaya (A. squamosa)
Gambar 8. Daun srikaya (A. squamosa)
Sebaran dan Hasil Tanaman Sirsak di Indonesia
Sebaran tanaman sirsak di Indonesia terdapat di seluruh provinsi, namun jenis yang ditanam belum dapat dipetakan secara pasti. Dugaan sementara jenis yang ditanam ialah jenis lokal, mengingat tanaman sirsak merupakan tanaman pekarangan dan masih sedikit yang diberi sentuhan teknologi, sedangkan jenis sirsak yang manis (var. Ratu) juga belum mempunyai data yang lengkap.
Pada umumnya tanaman sirsak memiliki masa panen 1–3 kali dalam setahun dan mulai berbuah pada umur 2 tahun setelah tanam. Rerata produksi tanaman sirsak di Indonesia masih tergolong
Tabel 2. Keragaan tanaman sirsak di Indonesia yang telah menghasilkan, luas panen hasil per hektar, dan hasil perpohon
Provinsi Jumlah tanaman yang berproduksi (pohon) Luas panen ha Hasil Produksit t/ha kg/pohon DI Aceh Darusalam 8.656 29 10,72 35,93 311 Sumatera Utara 19,664 66 20,05 67,28 1.323 Sumatera Barat 5.867 20 16,75 57,10 335 Riau 10.371 35 9,97 33,65 349 Jambi 7.279 24 12,08 39,84 290 Sumatera Selatan 27.591 92 11,65 38,85 1.072 Lampung 23.145 77 13,68 45,50 1.053
Kep. Bangka Belitung 1.240 4 16,00 51,61 64
Kep. Riau 2.744 9 7,44 24,42 67 DKI Jakarta 495 2 10,50 42,42 21 Banten 35.479 118 8,41 27,96 992 Jawa Barat 182.981 610 28,27 94,23 17.242 Jawa Tengah 113.980 380 10,21 34,04 3.880 DI. Yogyakarta 44.021 147 7,46 24,92 1.097 Jawa Timur 202.362 675 12,26 40,89 8.274 Bali 10.791 36 7,58 25,30 273
Nusa Tenggara Barat 291.738 972 8,80 29,31 8.552
Nusa Tenggara Timur 63.707 212 14,26 47,45 3.023
Kalimantan Barat 11.042 37 11,76 39,40 435 Kalimantan Tengah 9.260 31 9,03 30,24 280 Kalimantan Selatan 32.978 110 13,35 44,51 1.468 Kalimantan Timur 20.483 68 11,94 39,64 812 Sulawesi Barat 1.090 4 7,00 25,69 28 Sulawesi Tengah 9.260 31 9,03 30,24 280 Sulawesi Selatan 52.538 175 7,69 25,62 1.346 Sulawesi Tenggara 26.392 88 10,05 33,49 884 Sulawesi Utara 15.010 50 13,16 43,84 658 Gorontalo 1.137 4 7,25 25,51 29 Maluku 3.217 11 6,64 22,69 73 Maluku Utara - - - - -Papua 1.266 4 9,50 30,02 38 Papua Barat 2.829 9 7,33 23,33 66 Total 1.243.942 4.148 13,27 44,25 55.042
rendah antara 10–25 buah/pohon/tahun, sedangkan di negara lain yang telah menangani secara intensif, tanaman berumur 6 tahun dapat mencapai 30–70 buah/pohon/tahun.
Pemanfaatan Kerabat Annona
Pada umumnya jenis kerabat Annona yang dimanfaatkan langsung oleh sebagian masyarakat ialah sirsak dan srikaya. Kedua jenis tersebut dapat
itu juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti juice, dodol, pure untuk campuran roti, selai, dan lain-lain. Selain itu banyak laporan yang menjadikan beberapa bagian tanaman sirsak digunakan untuk obat-obatan. Sementara untuk biriba dimanfaatkan untuk es buah dengan aroma yang segar, sedangkan buah nona belum dimanfaatkan langsung karena rasanya asam, namum ke depan diharapkan menjadi materi untuk
Beberapa laporan menyebutkan bahwa hampir semua bagian tanaman sirsak memiliki khasiat untuk obat, mulai dari daun, bunga, buah, biji, kulit batang, dan akar. Berikut dijelaskan setiap bagain tanaman, kandungan, dan khasiatnya.
Daun
Daun sirsak merupakan bagian yang paling banyak mengandung zat kimia antara lain annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonaci, annomuricin, annomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin. Daun sirsak secara tradisional biasa dimanfaatkan untuk pengobatan abses, arthritis, asthenia, asma, bronkhitis, kolik, batuk, diabetes, diuretik, disentri, demam, gangguan empedu, influensa, jantung, hipertensi, gangguan pencernaan, infeksi, cacingan, gangguan hati, malaria, jantung berdebar, reumatik, kurap, kejang, obat penahan darah, tonik, obat penenang, tumor, dan borok. Pada tahun 1976, The National Cancer Institute meneliti tentang khasiat sirsak sebagai anti tumor dan kanker. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa daun dan batang mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Bunga
Di beberapa negara, bunga sirsak juga dimanfaatkan sebagai obat bronkhitis, batuk, dan tetes mata.
Buah
Buah sirsak yang mempunyai rasa asam- manis selain memiliki kandungan gizi tinggi juga mengandung annonaine dan asimilobine. Buah sirsak berkhasiat sebagai obat seperti asam urat, diare, disentri, demam, flu, pelancar asi, dan menjaga stamina tubuh.
Biji
Biji sirsak banyak mengandung zat kimia seperti anomuricin, annonacin, anomurine, atherospermine, caclourine, cohibin, panatelin, xylomatiicin, reticuline, sabadelin, dan somalin. Biji sirsak secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati astringent, karminatif, penyebab muntah, mengobati kutu kepala dan parasit kulit (sebagai insektisida), serta obat cacing.
Kulit Batang
Kulit batang mengandung atherospermine, murin, muricine, salamine, dan reticuline. Kulit batang biasa digunakan sebagai obat asma, batuk, hipertensi, obat parasit, obat penenang, dan kejang. Akar
Akar sirsak banyak mengandung zat annocatacin, annomonicin, annomontacin, annonacin, annomuricatin, cahibin, muracin, muricetanol, muricatin panatelin, dan reticulatacin. Akar sirsak juga biasa digunakan sebagai obat diabetes, penenang, dan kejang. Khusus untuk diabetes yang digunakan ialah kulit akarnya.
PUSTAKA
1. Anonimous 2008, Produksi hortikultura, <http:// database.deptan.go.id/bdsp_28/7/2008>.
2. BPS 2012, Perkembangan tanaman buah menurut
jenis tanaman, diunduh 10 Januari 2013, <www.
bps.go.id.bookle/Booklet_Agustus_2012.
3. Direktorat Jenderal Hortikultura 2008, Statistik
Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta.
4. Direktorat Jenderal Hortikultura, 2012, Upaya
pengembangan kawasan buah unggulan tropika untuk ekspor, Direktorat Jenderal Hortikultura,
Jakarta.
5. Mardiana, L & Ratnasari, J 2002, Ramuan dan
khasiat sirsak, Penebar Swadaya, Jakarta.
6. Morton, JF 1987, Fruits of warm climate, University of California, Creative Resource Systems, Inc. 7. Sastrahidajat, IR & Soemarno 1991, Budidaya
tanaman tropika, Usaha Nasioanal, Surabaya.
8. Sudjijo 2008, ’Karakterisasi pertumbuhan dan mutu buah sirsak’, J. Agritek, vol. 16, no. 5, hlm. 828-32. 9. Verheij, EWM & Coronel, RE 1997, Sumber daya
nabati Asia Tenggara, PROSE, PT Gramedia,
Jakarta.
Sudjijo Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok, Sumatera Barat 27301 Email: [email protected]