10. Aspek Ekonomi, Sosial, dan
Politik
Lecture Note:
1. ASPEK EKONOMI
Pendahuluan
• Cukup banyak data makroekonomi yang tersebar di berbagai media yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan perusahaan. • Data makroekonomi tersebut banyak yang dapat
dijadikan sebagai indikator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis, misalnya: PDB, investasi, inflasi, kurs valas, APBN, dan sebagainya.
Pendahuluan
• Selain menjadikan fakta makroekonomi
sebagai input dalam studi kelayakan bisnis, hendaknya perlu dikaji imbal-baliknya, yaitu bahwa bisnis yang direncanakan hendaknya bermanfaat bagi pihak lain.
1. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
• Analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini, dimaksudkan agar proyek dapat:
1. Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat; 2. Menggunakan sumber daya lokal;
3. Menghasilkan dan menghemat devisa; 4. Menumbuhkan industri lain;
5. Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negeri sesuai dengan kemampuan;
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah
• Maksudnya adalah agar proyek yang akan dibangun memiliki nilai tambah.
• Nilai tambah hendaknya dapat dihitung secara kuantitatif.
• Dalam perhitungan tersebut agar lebih
mudah, dapat diasumsikan bahwa proyek berproduksi dengan kapasitas normal.
• Setelah nilai tambah diketahui besarannya, nilai ini selanjutnya dapat disitribusikan.
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah: Contoh
000 (Rp) %
Penerimaan Penjualan 378.000 100
Biaya-Biaya 209.718 55,5
Nilai Tambah Kotor 168.282 44,5
Biaya Depresiasi & Amortisasi
33.000 8,7
Nilai Tambah Bersih 135.282 35,8
Contoh sederhana perhitungan kuantitatif untuk menentukan nilai tambah disajikan berikut ini.
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah: Contoh
Pihak yang Menerima Nilai Tambah
Persentase Nilai Pajak-Pajak Bagi
Pemerintah
15,3 Rp
20.720.000,-Gaji dan Upah bagi Karyawan
33,3 Rp
45.082.000,-Dividen bagi Pemegang Saham
21,9 Rp
29.616.000,-Kreditor/Bank 29,5 Rp
39.864.000,-Jumlah 100,0 Rp
135.282.000,-Nilai tambah bersih tersebut kemudian didistribusikan kepada pihak-pihak tertentu dengan persentase tertentu pula.
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah
• Jadi, dengan adanya nilai tambah, berarti bisnis yang dijalankan perusahaan
meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak seperti dicontohkan di atas.
3. Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja
• Penilaian berikutnya adalah bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja.
• Salah satu cara mengukur proyek padat modal
atau padat karya adalah dengan membagi jumlah investasi (modal tetap + modal kerja) dengan
jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga didapat nilai investasi per tenaga kerja.
• Untuk proyek perluasan, perhitungan nilai
investasi merupakan jumlah investasi sebelum dan sesudah investasi.
4. Hambatan di Bidang Ekonomi
1. Iklim tropis;
2. Produktivitas rendah; 3. Kapital sedikit;
4. Nilai perdagangan luar negeri yang rendah; 5. Besarnya pengangguran;
6. Besarnya ketimpangan distribusi pendapatan; 7. Tekanan penduduk yang berat;
8. Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah.
5. Dukungan Pemerintah
• Pemerintah mempunyai kepentingan agar
perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negeri akan
menghasilkan devisa bagi negara.
• Salah satu bentuk dukungan itu adalah melalui proteksi perdagangan.
• Proteksi perdagangan merupakan seluruh insentif perdagangan baik berupa proteksi maupun bantuan (subsidi).
5. Dukungan Pemerintah
• Oleh karena itu, proteksi perdagangan lebih tepat disebut sebagai insentif perdagangan.
• Instrumen kebijakan proteksi perdagangan
banyak ragamnya, tetapi tujuannya tetap satu, yaitu menimbulkan distorsi pasar dalam artian mencegah adanya pasar persaingan bebas.
• Instrumen kebijakan proteksi perdagangan dapat digolongkan menjadi:
a. Kebijakan langsung terhadap komoditi yang bersangkutan;
A. Kebijakan Langsung
1. Kebijakan perdagangan luar negeri Instrumen tarif: Pajak impor, pajak ekspor, subsidi ekspor. Instrumen non-tarif: Pembatasan kuantitatif (kuota
ekspor-impor) dan pembatasan kualitatif (syarat-syarat kesehatan, kualitas lingkungan, karantina).
2. Kebijakan perdagangan dalam negeri
Pajak penjualan, retribusi, dan kewajiban pembayaran lainnya; Pengaturan distribusi barang;
Pengaturan (stabilisasi) harga.
3. Kebijakan produksi
Subsidi/pajak langsung bagi produsen;
Perlindungan harga produksi dan sarana produksi; Pengaturan penggunaan sarana produksi.
B. Kebijakan Tidak Langsung
• Kebijakan ekonomi makro, terdiri dari:
1. Over/under valuation nilai tukar;
2. Pengaturan suku bunga dan alokasi kredit perbankan;
5. Hubungan Pemerintah
• Dampak dari proteksi perdagangan dapat dilihat dari aspek:
1. Dampak distorsi
Distorsi pasar: Perbedaan antara harga yang berlaku dan harga yang seharusnya terjadi jika tidak ada
kebijakan proteksi pemerintah (harga pasar bersaing bebas).
Alat ukurnya berupa tingkat proteksi efektif (ERP =
Effective Rate of Protection).
2. Transfer pendapatan kepada konsumen maupun produsen.
2. ASPEK SOSIAL
1. Perusahaan Sebagai Lembaga Sosial
• Sebuah perusahaan memiliki tugas melaksanakan bermacam-macam kegiatan dalam waktu
bersamaan.
• Dalam pelaksanaannya sering timbul ancaman sekaligus peluang baik dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.
• Jadi, perusahaan selain mencari keuntungan juga mengemban misi sosial kemasyarakatan.
• Hal ini penting agar dirinya dengan masyarakat dapat hidup saling menguntungkan.
2. Perubahan Kondisi Sosial yang
Kompleks
• Pemecatan karyawan karena berbagai alasan merupakan hal yang biasa pada masa lalu.
• Kini, tindakan seperti itu hanya akan
mengakibatkan terganggunya keseimbangan dalam sistem sosial yang kompleks dalam
3. Perubahan dalam Masyarakat yang
Pluralistik
• Masyarakat pluralistik adalah sebuah kehidupan berbagai kelompok yang
mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam mendapatkan harapan-harapan sosial,
ekonomi, atau politik.
• Perusahaan dianggap ikut bertanggung jawab dalam menciptakan kondisi sosial yang baik serta kesejahteraan secara umum.
3. Perubahan dalam Masyarakat yang
Pluralistik
• Berkaitan dengan hal di atas, hendaknya bisnis memiliki manfaat-manfaat sosial bagi
masyarakat seperti:
1. Membuka lapangan kerja baru; 2. Melaksanakan alih teknologi; 3. Meningkatkan mutu hidup; 4. Pengaruh positif.
3. ASPEK POLITIK
Good News vs Bad News
• Adanya isu/rumor/spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang diciptakan pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk.
• Situasi politik dapat diketahui melalui berita-berita di media massa.
• Berita-berita tersebut dapat digolongkan menjadi:
1. Good news; 2. Bad news.
Good News vs Bad News
• Di dalam bisnis, good news dimaknai sebagai berita-berita yang dapat diterima pelaku pasar tentang berbagai faktor atau kondisi suatu
negara yang berhubungan dengan dunia investasi, yang dinilai mendukung dan
memiliki potensi mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi.
Good News vs Bad News
• Bad news, di sisi yang lain, dimaknai sebagai berita yang diterima pelaku pasar tentang
berbagai faktor atau kondisi suatu negara yang berhubungan dengan dunia investasi yang
dinilai tidak mendukung dan memiliki potensi mendatangkan kerugian bagi dunia investasi.
Pengaruh Aspek Politik
• Aspek politik pemerintah secara langsung
ataupun tidak langsung berpengaruh kepada dunia bisnis.
• Makin kacau kondisi politik suatu daerah atau negara akan berdampak makin kacau pula
dunia bisnis di daerah atau negara tersebut, begitu pula sebaliknya.