KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
I. PENDAHULUAN
a. Fakta & data mengenai kemiskinan masyarakat desa dan ketimpangan kota dan desa b. Permasalahan Pokok Desa-desa di Indonesia
II. ARAH KEBIJAKAN
a. Arah kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah di desa & perdesaan b. Nawa Cita
III. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEMENTERIAN DESA, PDT DAN TRANSMIGRASI
a. Landasan hukum b. Tugas dan Fungsi
IV. PROGRAM PRIORITAS
a. Quick wins b. Nawa Kerja
c. Fokus dan lokus Prioritas
V. AGENDA PRIORITAS DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UU Desa
a. Agenda prioritas
b. Hal-hal yang sudah dilakukan c. Peranan Pemerintah Daerah
VI. PENUTUP
12/23/2014
12/2 3/2 014
14,4%
8,5 %
desa kota
% Penduduk Miskin di Desa dan
Kota, 2013 56
44
19 11,1
desa kota
Jumlah penduduk miskin di desa dan kota
Penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di desa lebih besar
daripada di kota
Penduduk miskin di desa lebih banyak daripada di kota PAPUA 31,50 % PAPUA BARAT 27,10 % NUSA TENGGARA TIMUR 20,20 % MALUKU 19,30 % GORONTALO 18,30 %
KEMISKINAN RELATIF DI PROPINSI-PROPINSI INDONESIA TIMUR LEBIH TINGGI DIBANDING
DENGAN RATA-RATA NASIONAL, 13,13 %
% Desa Tertinggal di Indonesia : 24, 48 %, terbanyak berada di
Indonesia Bagian Timur
1 2
3
• Rendahnya ketersediaan infrastruktur, sarana dan
prasarana pelayanan pendidikan, kesehatan dan
ekonomi, infrastruktur koneksitas dan transportasi,
telekomunikasi dan informasi, energi
• Kurangnya kesiapan kemampuan sumber daya
manusia di desa dalam implementasi UU No 6 Tahun
2014
KRITERIA JENIS KE BUTUHAN DASAR DI DESA-DESA TERTINGGAL JUMLAH DESA EKONOMI Desa tertinggal yang membutuhkan pasar dengan bangunan
permanen 16.322
KESEHATAN
Desa Tertinggal yang membutuhkan sarana konversi air hujan
menjadi air minum 15.329
Desa Tertinggal yang membutuhkan sarana sanitasi 7.326 Desa Tertinggal yang membutuhkan sarana MCK 9.607 Desa Tertinggal yang membutuhkan sarana RS Bersalin/Rumah
Bersalin dan pondok bersalin 2.523
Desa tertinggal yang membutuhkan keberadaan polindes (pondok
bersalin desa) 3.396
Desa Tertinggal yang membutuhkan sarana air minum 12.271 Jumlah Desa Tertinggal yang membutuhkan Bidan 9.889 Jumlah Desa Tertinggal yang membutuhkan Dokter 16.649
PENDIDIKAN
Jumlah Desa Tertinggal yang membutuhkan SD/Sederajat (Negeri) 10.080 Jumlah Desa Tertinggal yang membutuhkan SMP/Sederajat (Negeri) 29.938 Jumlah Desa Tertinggal yang membutuhkan SMU/Sederajat
(Negeri) 33.604
PERUMAHAN
Desa tertinggal yang membutuhkan bahan bakar untuk memasak
(Gas) 15.241
Keluarga di desa tertinggal yang membutuhkan listrik PLN 979.740 INFRASTRUKTUR Jumlah Desa yang Membutuhkan Peningkatan Jalan 12.132
12/23/2014
12/2 3/2 014
NAWACITA
VISI & MISI PRESIDEN TRISAKTI Berdaulat di Bidang Politik; Berdikari di Bidang Ekonomi; Berkepribadian dalam Kebudayaan ISU-ISU STRATEGIS INDONESIA YANG DITUJU: • Kedaulatan pangan, energi, pengelolaan sumber daya maritim dan kelautan; • Peningkatan kesejahteraan berkelanjutan; • Masyarakat yang berkepribadian dan berjiwa gotong royong, harmonis antar kelompok, sektor ekonomi, dan wilayah;
• Menjadi poros maritim dunia.
No
NAWA CITA (9 AGENDA STRATEGIS PRIORITAS)
1 MENGHADIRKAN KEMBALI NEGARA UNTUK MELINDUNGI SEGENAP BANGSA DAN
MEMBERIKAN RASA AMAN PADA SELURUH WARGA NEGARA.
2 Membuat Pemerintah Tidak Absen dengan Membangun Tata Kelola Pemerintahan
yang Bersih, Efektif, Demokratis, dan Terpercaya.
3 MEMBANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN DENGAN MEMPERKUAT
DAERAH-DAERAH DAN DESA DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN.
4 Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan
hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5 MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MANUSIA INDONESIA.
6 Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
7 MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI DENGAN MENG-GERAKKAN
12/23/2014
12/2 3/2 014
1. UU NOMOR 29 TAHUN 2009 tentang Ketransmigrasian
2. UU NOMOR 6 TAHUN 2014 tentang Desa
3. UU NOMOR 23 TAHUN 2014 tentang Pemerintah Daerah
4. PP NOMOR 3 TAHUN 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 29/2009
5. PP NOMOR 43 TAHUN 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 6/2014
6. PP NOMOR 60 TAHUN 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber
dari APBN
7. PP NOMOR 78 TAHUN 2014 tentang Percepatan Pembangunan
Daerah Tertinggal
Berdasarkan Perpres No. 165 Tahun 2014 tentang Penataan
Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja, pada Pasal 6, Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memimpin
dan mengkoordinasikan urusan bidang desa, pembangunan
daerah tertinggal dan bidang transmigrasi.
12/23/2014
12/2 3/2 014
TRISAKTI
NAWACITA
8 STRATEGI
PEMBANGUN ANNASIONAL
QUICK
WINS
PRESIDEN
NAWAKERJAMENTERIDESA, PDTT
49
NO QUICK WINS SASARAN 1 Penugasan kepada PLN dengan pembiayaan APBN/APLN/IPP untuk
melakukan Elektrifikasi 100% Pulau-pulau dan Desa-desa Terpencil dengan Energi Surya dan Energi Terbarukan lainnya.
Elektrifikasi 100% pulau-pulau dan desa-desa terpencil
2 ”Blusukan Tematik” Presiden ke tempat-tempat pelayanan publik, daerah terpencil, daerah rawan konflik, daerah potensial, dan pulau terdepan.
Terpetakan permasalahan dan data kebutuhan intervensi dalam peningkatan pelayanan publik di daerah terpencil, daerah rawan konflik daerah potensial dan pulau terluar dan terpencil 38 kabupaten
3 Pemetaan Masalah Berbasis Bio-region dan Inisiasi Penerapan Manajemen Bio-region per Kelompok Provinsi, dan per Kelompok Kabupaten/Kota;
Berkembangnya kerjasama antar daerah dalam bidang SDA dan LH
4 Pengembangan Produk Unggulan Daerah: Kab. Manggarai Barat, Banyuwangi dan Wakatobi (Pariwisata); Kab. Lebak (furnitur bambu bongkar-pasang); Kota Pontianak (Pasar Festival Jeruk Pontianak); Kab. Mamuju Utara (produk turunan kelapa); Kab. Flores Timur; Kab Mentawai; Kab. Flores Timur; dan, Kab. Cirebon (perikanan);
Pengembangan Produk Unggulan Daerah: Kab. Manggarai Barat dan Wakatobi (Pariwisata); Kab. Lebak (furnitur bambu bongkar-pasang); Kab. Mamuju Utara (produk turunan kelapa); Kab. Flores Timur; Kab Mentawai (perikanan);
5 Rekrutmen atau penempatan kembali, dan pembekalan calon Pendamping Desa dan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Desa;
Meningkatnya keberdayaan masyarakat di daerah tertinggal 6 Persiapan Desa Bebas Bangunan Sekolah dan Prasarana Penting
Tidak Layak (misalnya bebas jembatan darurat)
No NAWAKERJA PRIORITAS
1 Peluncuran “Gerakan Desa Mandiri” di 5.000 desa pada tahun 2015
2 Pendampingan dan Penguatan kapasitas kelembagaan dan masyarakat desa dengan menyediakan tenaga pendamping sebanyak 84.000 orang;
3 Pembentukan dan pengembangan 5.000 BUMDES;
4 Revitalisasi Pasar Desa di 5.000 desa/kawasan perdesaan;
5 Pembangunan Infrastruktur jalan pendukung pengembangan produk unggulan di 5.000 Desa Mandiri;
6 Penyiapan implementasi penyaluran Dana Desa Rp. 1,4 miliar per desa secara bertahap;
7 Penyaluran Modal bagi Koperasi/UKM di 5.000 Desa;
8 Pilot project sistem pelayanan publik jaringan koneksi online di 5.000 desa; 9 “Save villages” di daerah perbatasan dan pulau-pulau terdepan, terluar dan
Fokus Prioritas
1.
Peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana pelayanan pendidikan,
kesehatan dan ekonomi, koneksitas dan transportasi, telekomunikasi dan
informasi, infrastruktur energi
2.
Penguatan kelembagaan pemerintahan desa dan pemberdayaan
masyarakat
3.
Pengembangan kawasan-kawasan khusus dan pertumbuhan
4.
Percepatan pembangunan daerah tertinggal dan desa tertinggal
Lokus Prioritas
1.
Desa-desa tertinggal diseluruh Indonesia
2.
Desa-desa dan kawasan pedesaan di perbatasan, pulau-pulau terdepan,
terluar dan terpencil
3.
Desa-desa rawan bencana alam, sosial dan konflik diseluruh Indonesia
4.
Kawasan-kawasan strategis dan pusat-pusat pertumbuhan baru di
12/23/2014
12/2 3/2 014
• Perjuangan meningkatkan Dana Desa,
• Penyempurnaan dan penyusunan peraturan
pelaksanaan UU Desan ; Peraturan Pemerintah,
Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri,
• Pendampingan dan pengawalan dana desa,
• Sinergitas kegiatan sektoral, K/L dan Pemerintah
Daerah di Desa dan kawasan pedesaan,
• Mengusulkan kenaikan Dana Desa dari 9,1 Trilyun
menjadi 47 trilyun pada tahun anggaran 2014
• Percepatan penyusunan peraturan pelaksanaan
PP. 43 Tahun 2014
• Mendorong percepatan peraturan pelaksanaan
PP. 60 Tahun 2014
• Menyusun konsep pengawalan/pendampingan
dana desa
• Koordinasi dengan K/L terkait fokus dan lokus
kegiatan sektor K/L di desa dan kawasan
• Penerbitan regulasi daerah;
• Memastikan besaran alokasi dana desa yang
bersumber dari APBD Propinsi dan
Kabupaten/Kota;
• Pengawalan dana desa yang bersumber dari
APBN dan APBN;
• Pendampingan pemberdayaan masyarakat desa;
• Pelestarian kelembagaan dan aset-aset produktif
Dengan pelaksanaan RAKORNAS Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini
diharapkan dapat tercipta sinergi, koordinasi dan konsolidasi
baik
secara
internal,
maupun
eksternal:
antar
Kementerian/Lembaga, antar Pemerintah dengan Pemerintah
Daerah khususnya dalam mendukung pembangunan di Desa;
12/23/2014
12/2 3/2 014