REGISTER HARIAN KEGIATAN KLINIK SANITASI REGISTER HARIAN KEGIATAN KLINIK SANITASI PUSKESMAS CIHAURBEUTI KECAMATAN CIHAURBEUTI PUSKESMAS CIHAURBEUTI KECAMATAN CIHAURBEUTI
NO
NO TANGGAL TANGGAL NAMANAMA
USIA USIA
PASIEN KLIEN MASALAH SASARAN PASIEN KLIEN MASALAH SASARAN
TANGGAL TANGGAL KUNJUNGAN KUNJUNGAN RUMAH RUMAH HASIL HASIL TINDAK TINDAK LANJUT LANJUT KET KET L L PP
REGISTER HARIAN KEGIATAN KLINIK
SANITASI
PUSKESMAS CIHAURBEUTI
KECAMATAN CIHAURBEUTI
Pengertian;
keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana puskesmas membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi
asesmen resiko, identifikasi dan pengelolahan hal yang berhubungan dengan resiko pasie, pelaporan dan analisi insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko timbulnya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan ataw tidak mengambil yang seharusnya diambil
insiden keselamatan pasien yang selanjutnya disebut insiden adalah setiap kejadian yang ditidak sengaja dan
kondisi yang mengakibatkan ataw berpotensi mengakibatkan cidera yang dapat di cegah pasien, te rdiri dari KTD,KPC,dan KNC
prosedur ini mencangkup semua kegiatan yang terkait dengan identifikasi, dokumentasi, dan pelaporan kasus
KTD,KPC,dan KNC Tujuan:
1. terciptanya budaya keselamatan pasien dipuskesmas
2. meningkatnya akuntabilitas puskesmas terhadap pasien dan puskesmas 3. menurunnya KTD,KPC, DAN KNC di puskesmas
4. terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan KTD kebijakan:
SK kepala puskesmas Cihaurbeuti Nomor 87/SK/PRG/2016 tentang penangana KTD,KPC, dan KNC Referensi:
Penenkes No. 75 2014 tentang puskesmas Langkah2
1. pemberi pelayanan klinis yang mendapatkan KTD ataw resiko medis melakukan pertolongan dan penangannan awal sesuai kondisi
2. pemberi pelayanan klinis yang mengetahui adanya KTD,KPC, DAN KNC ataw resiko klinis melakukan pengamanan berupa isolasi bukti, laporan dan lingkungan, selanjutnya melaporkan kondisi tersebut kepada tim pe ningkatan mutu pelayanan klinis dan petugas klinis yang berkopeten
3. pemberi pelayanan klinis memberi tindakan medis dan observasi sesuai kondisi
4. penanggung jawab mutu pelayanan klinis melakukan identivikasi dengan mengumpulkan informasi dan bukti yang menyangkut input, proses, dan output, KTD, KPC, KNC dan resiko klinis
5. semua hasil indentifikasi didukomentasikan dalam buku menejemen KTD,KPC,KNC dan resiko medis
6. kepala puskesmas dan tim penanggung jaw ab mutu pelayanan mengadakan analisi penyebab dan tindak lanjut penangan
kewaspadaan universal pengertian
kewaspadaan universal adalah upaya untuk melindungi petugas layanan kesehatan dan pasien lain terhadap penularan berbagai infeksi yang di tularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya
tujuan
sebagai pedoman petugas untuk melakukan kewaspadaan universal kebijakan
surat keputusan kepala puskesmas cihaurbeuti no 89/Sk/PRG/2016 tentang t ata nilai budaya mutu keselamatan pasien referensi
dirjen pemberantasan penyakit penular dan penyehatan lingkungan . pedoman pelaksaan kewaspadaan universal di pelayanan kesehatan.cetakan III, DEPKES; 2010
langkah2
1. petugas melakukan cuci tangan dengan benar untuk mencegah infeksi silang sebelum dan sesudah tindakan 2. petugas memakai alat pelindung diri yang sesuai
3. petugas melakukan pengelolahan alat kesehatan( D ekontaminasi, desinfeksi, sterilisai) 4. petugas melakukan pengelolaan jarum dan alat tajam
5. petugas melakukan pengelolahan limbah diagram alir
alus kewaspadaan universal 1. kewaspadaan universal
2. petugas mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan 3. lewat gill
1.pengertian : perusahaan dengan memiliki te mpat usaha di tempat tinggal dengan pe ralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis dan atau kegiatan pemeriksaan setempat sanitasi di tempat industri rumah tangga produksi
2.Tujuan : a.sebagai acuan pemeriksaan sanitasi di tempat industri rumah tangga produksi.
b.agar tercipta tempat industri rumah tangga produksi yang memenuhi syarat-syarat kesehatan lingkungan
3.Kebijakan: keputusan kepala badan pengawasan obat dan makanan republik indonesia nomor:HK 00.05.1639 tentang pedoman cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga.
4.Prosedur :
1. Petugas menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan termasuk surat tugas
2. Petugas mendatangi tempat isi ulang air minum dan meminta ijin kepada pemilik /pengelola 3. Petugas melaksanakan pemeriksaan sanitasi sesuai dengan isi pormulir pemeriksaan
4. Petugas memaparkan hasil pemeriksaan kepada pemilik 5. Petugas memberi penyuluhan kepada pemilik (bila perlu) 6. Hasil di laporkan ke dinas kesehatan secara rutin
5.Unit terkait 1. Kelurahan 2. Kecamatan
Infeksi sanitasi klinik sanitasi 1.Pengertian
Klinik sanitasi merupakan upaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan antara
promotif,preventif,dan kuratif yang di fokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi untuk m engatasi masalah penyakit berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan permukiman yang di laksanakan secara pasif dan aktif di dalam dan di luar Puskesmas
2.Tujuan a.umum
Meningkatkan drajat Kesehatan masyarakat melalui upaya preventif ,kuratif ,dan promotif dilakukan secara terpadu terarah dan terus m enerus
b.Khusus
-Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat
-Meningkatnya pengetahuan kesadaran kemampuan dan perilaku masyarakat untuk me wujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Menurunya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi kesehatan lingkungan . 3.Kebijakan
-Renstra Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat -Renstra Dinas Kesehatan Kab.Ciamis 2014-2019 4.Prosedur
a.Dalam gedung Puskesmas 1)untuk pasien (Penderita)
Pasien yang mendaftar di loket ,setelah mendapat kartu status Kemudian di periksa oleh petugas media/paramedis Apabila pasien tersebut menderita penyakit berbasis lingkungan maka dirujuk ke ruang Klinik Sanitasi
Langkah-langkah konseling oleh Petugas Klinik Senitasi: -Menerima kartu rujukan dari petugas poliklinik
-Mempelajari kartu status tentang diagnosis oleh petugas karakterisik penderita (umur,jenis kelamin,pekerjaan,alamat)serta diagnosis penyakit.
1.Pengertian
Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.
Yang dilakukan dalam inspeksi sanitasi rumah adalah melakukan pengamatan pemeriksaan dan pengukuran ter hadap kondisi sarana sanitasi rumah.
2.Tujuan
-Mengetahui apakah rumah tersebut memenuhi syarat kesehatan atau tidak -Mengetahui prilaku hidup bersih dan se hat penghuninya
3.Kebijakan
Keputusab Menteri kesehatan no.829/menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan Kesehatan perumahan Pedoman Tehnis Penilaian Rumah Sehat Depkes RI,2002.
4.Prosedur 1.persaiapan
Siapkan formulir inspeksi sanitasi ,ballpoint ,visum ,berita acara Hygrometer,luxmeter 2.Pelaksanaan
a.perhatian komponen rumah seperti:
Langit-langit,dinding,lantai ,jendela,ventilasi ,lubang asap dapur. b.perhatikan dan periksa sarana dan sanitasi ,seperti:
sarana air bersih ,jamban sarana pembuangan air limbah ,tempat sampah c.cari informasi perilaku pemghuni:
-membuka jendela kamar
-membersihkan rumah dan halaman -membuang tinja bayi atau balita di wc -membuang sampah
-PSN-3M
-kebiasaan berobat
d.cari informasi lainnya seperti : -jika nilai 1068-1200=sehat -jika nilai <1068=tidak sehat 3.pencatatan dan pelaporan
Catat hasil IS dan laporkan kepada kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan
5.unit terkait
-Lintas program (promkes,pet.TB ,diare,serveilans,pet dbd dll) -Lintas sektor (kelurahan,kecamatan,dll)
6.Lampiran durasi waktu Waktu:30 menit
1.pengertian:
Melakukan pengamatan kondisi dan kualitas sarana air bersih menggunakan formulir IS SAB 2.Tujuan
Untuk mengetahui tingkat resiko pencemaran sarana air bersih apakah rendah sedang,tinggi atau amat tinggi. 3.Kebijakan
-keputusan menteri Kesehatan no. 288/Menkes/SK/III/2003 te ntang pedoman penyehatan sarana dan bangunan umum
Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2014-2019 Renstra Dinas Kesehatan Kab Ciamis 2014-2019
4.prosedur
-Menyiapkan bahan dan alat
-Melakukan pengamatan dan pemeriksaan sesuai formulir
-memberikan nilai (scoring)
-Menyimpulkan hasil scoring/menetapkan resiko pencemaran sumur gali :
Jumlah skor: 9-10=amat tinggi
6-8=tinggi
3-5=swdang
0-2=rendah
-bila di perlukan ,memberikan saran tidak lanjut perbaikan sarana
-Melaporkan hasil infeksi Sanitasi ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan
5.Unit terkait
-Lintas program (promkes, Pet.TB, Pet.Diare,surveilans,pet.DBD,dll)
1.Pengertian : Inspekai sanitasi tempat-tempat umum adalah salah satu pengawasan yang di lakukan oleh sanitasi baik puskesmas maupun dinas kesehatan terhadap tempat-tempat umum seperti hotel,terminal,stasium,kolam
renang,salon,rumah sakit,puskesmas,perkantoran,dll.
2.Tujuan : pengendalian secara terus menerus terhadap sesuatu keadaan atau kegiatan serta melakukan tindakan atau koreksi terhadap keadaan atau kegiatan yang telah di te tapkan yang dapat merugikan kesehatan masyarakat.
3.Kebijakan : 1.UU No.36/2009 Tentang kesehatan
2. Persyaratan Kesling Tempat-Tempat Umum,Depkes RI,1993
3. PKM No. 061/1991 tentang persyaratan kolam dan pemandian umum
4. PKM No.80/1990 tentang persyaratan kesling hotel
4.Prosedur : 1.Persiapan
Membuat rencana jadwal kunjungan pemeriksaan secara periodik.setiap tempat-tempat umum
harus di kunjungi setiap 6 bulan sekali.
Menentukan rencana jadwal pemeriksa lengkap dengan sasaran pemeriksaan,lengkap dengan
nama dan alamat.
Mempersiapkan instrumen pemeriksaan
-formulir pemeriksaan -berita acara -visum kunjungan -buku pemeriksaan -peralatan 2.pemberitahuan
-untuk pemberitahuan tentang tujuan ,jika untuk melihat kenyataan sebanarnya tidak perlu dilakukan pemberitahuan atau insfeksi sanitasi mendadak tetapi untuk menghindari pemilik tempat-tempat umum pergi maka lebih baik ada pemberitahuan secara lisan atau tertulis ,se baiknya pemberitahuan dikirim dengan surat resmi yang merupakan dokumen otentik yang di tandatangani Kepala Puskesmas
1.pengertian :Kegiatan pemeriksaan se’empat sanitasi di tempat isi ulang air minum 2.Tujuan : 1.sebagai acuan pemeriksaan sanitasi di tempat isi ulang air minum
2.agar tercipta tempat isi ulang air m inum yang memenuhi syarat-syarat kesehatan lingkungan
3.Kebijakan : buku pedoman depot air minum isi ulang memenuhi syarat kesehatan
4.Prosedur : 1.petugas menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan termasuk surat tugas.
2.Petugas mendatangi tempat isi ulang air minum dan meminta izin kepada pemilik/pengelola .
3.petugas melaksanakan pemeriksaan sanitasi sesuai dengan isi formulir pemeriksa
4.Petugas memaparkan hasil pemeriksa kepada pemilik
5.petugas memberikan penyuluhan kepada pemilik (bila perlu)
6.Hasil dilaporkan kedinas kesehatan secara rutin
5.unit terkait : 1.Kelurahan
2.Kecamatan