• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP Klinik Sanitasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SOP Klinik Sanitasi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Klinik Sanitasi

Klinik Sanitasi

SOP SOP

No.

No. Dokumen Dokumen ::

No.

No. Revisi Revisi ::

Tanggal

Tanggal Terbit Terbit ::

Halaman : Halaman : UPTD UPTD PUSKESMAS PUSKESMAS PURWAHARJA I PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006 NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian 1. Pengertian

Klinik Sanitasi merupakan upaya /kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan Klinik Sanitasi merupakan upaya /kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan antara promotif, preventif, dan kuratif yang difokuskan pada kesehatan antara promotif, preventif, dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi untuk mengatasi masalah penyakit berbasis penduduk yang berisiko tinggi untuk mengatasi masalah penyakit berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan permukiman yang lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan permukiman yang dilaksanakan secara pasif dan aktif didalam dan diluar Puskesmas.

dilaksanakan secara pasif dan aktif didalam dan diluar Puskesmas.

2. Tujuan 2. Tujuan

a. Umum a. Umum

Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, kuratif dan promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus kuratif dan promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus menerus.

menerus. b. Khusus b. Khusus

-- Terciptanya keteTerciptanya keterpaduan kegirpaduan kegiatan lintas progratan lintas program dan lintas sektoram dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit menular dan penyehatan dalam program pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan memberdayakan masyarakat.

lingkungan dengan memberdayakan masyarakat.

--  Men  Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan ingkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan perilakuperilaku masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.

dan sehat.

Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi kesehatan lingkungan.

kesehatan lingkungan.

3. Kebijakan 3. Kebijakan

 Renstra Dinas Renstra Dinas Kesehatan Kesehatan Propinsi Jawa Propinsi Jawa Barat Barat 20142014 – – 2019 2019 

 Renstra Renstra Dinas Dinas Kesehatan Kesehatan Kota Kota Banjar Banjar 2014 2014 - - 20192019

4. Prosedur/ 4. Prosedur/ langkah-langkah langkah a.

a. Dalam Dalam gedung gedung PuskesmasPuskesmas 1)

1) Untuk Untuk Pasien Pasien (Penderita)(Penderita)

Pasien yang mendaftar di loket, setelah mendapat kartu status kemudian Pasien yang mendaftar di loket, setelah mendapat kartu status kemudian diperiksa oleh

diperiksa oleh petugas medis/paramedpetugas medis/paramedis.is.  Apabila

 Apabila pasien pasien tersebut tersebut menderita menderita penyakit penyakit berbasis berbasis lingkungan lingkungan makamaka dirujuk ke ruang

dirujuk ke ruang Klinik Sanitasi.Klinik Sanitasi.

Langkah-langkah Konseling oleh Petugas Klinik Sanitasi : Langkah-langkah Konseling oleh Petugas Klinik Sanitasi :

-- Menerima Menerima kartu kartu rujukan rujukan dari dari petugas petugas poliklinikpoliklinik

-- Mempelajari Mempelajari kartu kartu status status tentang tentang diagnosis diagnosis oleh oleh petugas petugas poliklinikpoliklinik

-- Menyalin dan Menyalin dan mencatat mencatat nama nama penderita atau penderita atau keluargakeluarganya, nya, karakterikarakteristikstik penderita (umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat) serta diagnosis penderita (umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat) serta diagnosis

(2)

penyakit ke buku Register.

-  Melakukan wawancara atau konseling dengan penderita/keluarga penderita tentang kejadian penyakit, kondisi lingkungan dan perilaku yang diduga berkaitan dengan penyakit yang diderita.

- Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau perilaku yang berkaitan dengan penyakit yang diderita.

- Memberikan saran tindak lanjut

- Bila diperlukan, membuat kesepakatan untuk kunjungan rumah. 2) Untuk Klien

Klien mendaftar di loket, langsung menuju ruang Klinik Sanitasi untuk konseling.

Langkah-langkah konseling:

- Menanyakan permasalahan yang dihadapai klien

- Mencatat nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat - Melakukan wawancara

- Membantu menyimpulkan permasalahan - Memberikan saran pemecahan masalah

- Bila diperlukan, buat kesepakatan untuk kunjungan rumah. b. Luar Gedung Puskesmas

Kunjungan rumah

- Mempelajari hasil wawancara atau konseling .

- Menyiapkan dan membawa bahan dan alat yang diperlukan.

- Menginformasikan /bekerjasama dengan kader, perangkat desa, tokoh masyarakat yang terkait dan tenaga medis/paramedis.

- Melakuan pemeriksaan dan pengamatan lingkungan serta perilaku. - Membantu menyimpulkan hasil kunjungan.

- Memberikan saran tindak lanjut. c. Tindak Lanjut

Diarahkan untuk:

- Mengetahui realisasi atau kesesuaian antara rencana tindak lanjut dengan kenyataan

- Keterlibatan masyarakat, lintas program dan lintas sektor

-  Perkembangan kejadian penyakit dan permasalahan kesehatan lingkungan

Dapat dilakukan secara insidenti dan berkala, antara lain melalui : - Forum lokakarya mini Puskesmas

- Rapat lintas sektor terkait - Pertemuan tingkat kelurahan - Kunjungan Posyandu

- Observasi lapangan dan supervise Surveilance

(3)

5. Unit Terkait -Lintas program (Pet. BP, Pet MTBS, Promkes, Pet. TB, Pet. Diare, Surveilans, Pet. DBD, dll)

-Lintas sektor (Desa, Kecamatan, dll)) 6. Lampiran

1. Durasi 2. Alur

(4)

Inspeksi Sanitasi Rumah

SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian

Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.

Yang dilakukan dalam inspeksi sanitasi rumah adalah melakukan pengamatan, pemeriksaan dan pengukuran terhadap kondisi sarana sanitasi rumah.

2. Tujuan

 Mengetahui Apakah Rumah tersebut Memenuhi syarat kesehatan atau tidak

 Mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat penghuninya

3. Kebijakan

1. Keputusan Menteri Kesehatan no. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan

2. Pedoman Tekhnis Penilaian Rumah Sehat, Depkes RI, 2002,

4. Prosedur

1. Persiapan

Siapkan : Formulir Inspeksi sanitasi, ballpoint, visum, berita acara, Hygrometer, luxmeter

2. Pelaksanaan

a. Perhatikan komponen rumah, seperti :

Langit-langit, dinding, lantai, jendela, ventilasi, lubang asap dapur. b. Perhatikan dan periksa sarana sanitasi, seperti :

sarana air bersih, jamban, sarana pembuangan air limbah, tempat sampah

c. Cari informasi perilaku penghuni :

- Membuka jendela kamar

- Membersihkan rumah dan halaman - Membuang tinja bayi/balita di WC - Membuang sampah

(5)

- Kebiasaan berobat

d. Cari informasi lainnya, seperti :

- Kotak P3K

- Letak kandang ternak e. Buat kesimpulan hasil IS

Jika nilainya 1.068 – 1.200 = SEHAT Jika nilainya < 1.068 = TIDAK SEHAT 3. Pencatatan dan pelaporan

Catat hasil IS dan laporkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

5. Unit Terkait - Lintas Program ( Promkes, Pet. TB, Pet. Diare, Surveilans, Pet. DBD, dll - Lintas Sektor ( Desa, Kecamatan, dll )

6. Lampira 1. Durasi

(6)

INSPEKSI SANITASI

TEMPAT-TEMPAT UMUM

SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian

Inspeksi sanitasi tempat-tempat umum adalah salah satu pengawasan yang dilakukan oleh sanitarian baik Puskesmas maupun dinas kesehatan terhadap tempat-tempat umum seperti hotel, terminal, stasiun, kolam renang, salon, rumah sakit, Puskesmas, perkantoran dll.

2. Tujuan

Pengendalian secara terus menerus terhadap suatu keadaan atau kegiatan serta melakukan tindakan atau koreksi terhadap keadaan atau kegiatan yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan yang dapat merugikan kesehatan masyarakat

3. Kebijakan

1. SOP monitoring kualitas lingkungan pada sarana kesehatan, Depkes.RI, 2001

2. UU No. 36/2009 tentang Kesehatan

3. Persyaratan Kesling Tempat-tempat Umum, Depkes RI, 1993 4. KMK No. 1204/2004 tentang Persyaratan Kesling Rumah Sakit

5. KMK No. 1428/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesling Puskesmas

6. PMK No. 061/1991 tentang Persyaratan Kolam Renang dan Pemandian Umum

7. PMK No. 80/1990 tentang Persyaratan Kesling Hotel

8. Pedoman Umum Program Pariwisata Sehat, Depkes RI, 1999 9. Pedoman Umum Sarana dan Bangunan Umum, Depkes RI, 2002 10. KMK No. 288/2003 tentang Pedoman Penyehatan Sarana dan

Bangunan Umum

4. Prosedur

1. Persiapan

  Membuat rencana jadwal kunjungan pemeriksaan secara periodik, setiap tempat-tempat umum harus di kunjungi setiap 6 bulan sekali.   Menentukan rencana jadwal pemeriksaan lengkap dengan sasaran

pemeriksaan, lengkap dengan nama dan alamat.

 Persiapkan surat tugas dan tanda pengenal lainnya seperti label nama.  Mempersiapkan isntrumen pemeriksaan

- Formulir pemeriksaan - Berita Acara

(7)

- Buku pemeriksaan -  Peralatan

1. Pemberitahuan

 Untuk pemberitahuan tergantung tujuan, jika untuk melihat kenyataan

sebenarnya tidak perlu dilakukan pemberitahuan atau inspeksi sanitasi mendadak tetapi untuk menghindari pemilik tempat-tempat umum pergi maka lebih baik ada pemberitahuan secara lisan atau tertulis, sebaiknya pemberitahuan dikirim dengan surat resmi yang merupakan dokumen otentik yang ditandatangani kepala dinas.

2. Kunjungan

 Persiapkan mental petugas dan hal  –  hal yang memperlancar

kunjungan seperti alat transfortasi, rencana kunjungan serta m apping.

 Bila ada pemberitahuan, usahakan membuat perjanjian melalui telpon

dengan menetapkan waktu.

 Kedatangan ke lokasi secara sopan dengan cara melapor terlebih

dahulu dan menunggu sesuai dengan ketentuan setempat.

 Pakailah tanda pengenal secara mudah dilihat dan memperlihatkan

surat tugas.

 Utarakan maksud dan tujuan kunjungan anda kepada pengusaha

sampai mendapat pengertian dan kerelaan untuk diperiksa.

 Yakinkan kepada diri sendiri dan kepada pengusaha bahwa

pemeriksaan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi justru mambantu peningkatan keadaan yang belum baik dengan cara menunjukan keadaan tersbut dan cara memperbaikinya yang harus dilakukan untuk kepentingan pengusaha sendiri bukan untuk pemeriksa.

 Berikanlah umpan balik setiap kali melakukan pemeriksaan dan

kemukakan pula alasan-alasannya serta cara mengatasinya.

 Setiap melakukan kunjungan selalu bersifat correct (teliti), dan bersifat

membina. Bila ditemukan kekeliruan berikan cara mengatasinya yang dapat dilaksanakan dan bukan yang tidak mungkin dikerjakan.

 Pamitlah setelah selesai melakukan kunjungan dan meminta maaf

kalau ada hal-hal yang mengganggu karena kunjungan tersebut. 3. Pemeriksaan

 Lakukan pemeriksaan dengan observasi maupun pengukuran sesuai

formulir

 Observasi dan pengukuran meliputi;  Kebersihan secara umum

 Kebersihan dan kerapihan karyawan

 Ada tidaknya binatang pengerat dan peliharaan

 Pengukuran pencahayaan bila diperlukan

 Sistem pembuangan air limbah

(8)

 Penyediaan Air Bersih

  Kebisingan

 Tempat sampah

 Jamban dan urinoir

4. Penilaian

 Penilaian fisik

o Penilaian ini direalisasikan dalam bentuk chek list dengan sistem

bobot nilai, nilai baik atau memenuhi syarat jika mencapai 70% atau lebih.

 Penilaian kualitas

o Pemeriksaan kualitas air bersih o Pemeriksaan kualitas udara o Pemeriksaan kualitas air limbah  Kesimpulan pemeriksaan

o Dari kedua pemeriksaan tersebut diambil suatu kesimpulan hasil

pemeriksaan setelah diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium. 5. Pengambilan gambar

Bila memungkinkan maka dilakukan pengambilan gambar yang berguna untuk

 Melihat perubahan yang terjadi pada setiap pemeriksaan

 Memotivasi pengusaha untuk mau malakukan pembenahan dan

perbaikan

 Bahan penyuluhan dan laporan kegiatan

6. Buku Pemeriksaan Tempat Tempat Umum

 Setiap Tempat Tempat Umum disediakan Buku Pemeriksaan Tempat

Tempat Umum dengan maksud untuk menuliskan riwayat dari waktu ke waktu sehingga dapat diikuti perkembangan penyehatannya.

 Untuk setiap penjamah diberikan buku kesehatan penjamah yang

merupakan catatan riwayat kesehatannya. 7. Penyuluhan dan Diskusi

 Selama kunjungan lakukan penyuluhan dan motivasi, baik mengenai

hasil pemeriksaan maupun persyaratan yang harus diikuti serta saran teknis lainnya.

8. Pencatatan dan Pelaporan

Hasil kegiatan dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan 5. Unit Terkait - Lintas Program ( Promkes, Pet. TB, Pet. Diare, Surveilans, Pet. DBD, dll

- Lintas Sektor ( Desa, Kecamatan, dll )

6. Lampiran 1. Durasi

(9)

IS TEMPAT PENGELOLAAN

MAKANAN

SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian

Inspeksi sanitasi tempat pengelolaan makanan adalah salah satu pengawasan yang dilakukan oleh sanitarian baik Puskesmas maupun dinas kesehatan terhadap tempat-tempat pengelolaan makanan seperti industri rumah tangga pangan, rumah makan, restoran, jasaboga/catering, warung makan, dll

2. Tujuan

Pengendalian secara terus menerus terhadap suatu keadaan atau kegiatan serta melakukan tindakan atau koreksi terhadap keadaan atau kegiatan yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan sehingga dapat merugikan kesehatan masyarakat.

3. Kebijakan

a. UU No. 36/2009 Tentang Kesehatan b. UU No. 7/1996 Tentang Pangan

c. KMK No. 288/Menkes/SK/III/2003 tentang pedoman penyehatan sarana dan bangunan umum

d. KMK No. 942/2003 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan

e. KMK No. 1098/2003 Tentang Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Rumah Makan dan Restoran

f. KMK No. 1096/2011 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga g. Pedoman Pengawasan TPM, Depkes RI,1992

4. Prosedur

1. Persiapan

  Membuat rencana jadwal kunjungan pemeriksaan secara periodik, setiap tempat-tempat umum harus di kunjungi setiap 6 bulan sekali.   Menentukan rencana jadwal pemeriksaan lengkap dengan sasaran

pemeriksaan, lengkap dengan nama dan alamat.

 Persiapkan surat tugas dan tanda pengenal lainnya seperti label nama.  Mempersiapkan isntrumen pemeriksaan

- Formulir pemeriksaan - Berita Acara - Visum Kunjungan - Buku pemeriksaan -  Peralatan 2. Pemberitahuan

 Untuk pemberitahuan tergantung tujuan, jika untuk melihat kenyataan sebenarnya tidak perlu dilakukan pemberitahuan atau inspeksi sanitasi

(10)

mendadak tetapi untuk menghindari pemilik tempat pengelolaan makanan pergi maka lebih baik ada pemberitahuan secara lisan atau tertulis, sebaiknya pemberitahuan dikirim dengan surat resmi yang merupakan dokumen otentik yang ditandatangani kepala dinas.

3. Kunjungan

 Persiapkan mental petugas dan hal  –  hal yang memperlancar

kunjungan seperti alat tranportasi, rencana kunjungan serta mapping.

 Bila ada pemberitahuan, usahakan membuat perjanjian melalui telpon

dengan menetapkan waktu.

 Kedatangan ke lokasi secara sopan dengan cara melapor terlebih

dahulu dan menunggu sesuai dengan ketentuan setempat.

 Pakailah tanda pengenal secara mudah dilihat dan memperlihatkan

surat tugas.

 Utarakan maksud dan tujuan kunjungan anda kepada

pengusaha/penanggung jawab sampai mendapat pengertian dan kerelaan untuk diperiksa.

 Yakinkan kepada diri sendiri dan kepada pengusaha/penanggung

 jawab bahwa pemeriksaan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi  justru mambantu peningkatan keadaan yang belum baik dengan cara menunjukan keadaan tersebut dan cara memperbaikinya yang harus dilakukan untuk kepentingan pengusaha sendiri bukan untuk pemeriksa.

 Berikanlah umpan balik setiap kali melakukan pemeriksaan dan

kemukakan pula alasan-alasannya serta cara mengatasinya.

 Setiap melakukan kunjungan selalu bersifat correct (teliti), dan bersifat

membina. Bila ditemukan kekeliruan berikan cara mengatasinya yang dapat dilaksanakan dan bukan yang tidak mungkin dikerjakan.

 Pamitlah setelah selesai melakukan kunjungan dan meminta maaf

kalau ada hal-hal yang mengganggu karena kunjungan tersebut. 4. Pemeriksaan

 Lakukan pemeriksaan dengan observasi maupun pengukuran sesuai

formulir

 Observasi dan pengukuran meliputi;  Bagian luar bangunan

 Jalur masuk bahan pangan

 Tempat pencucian

 Penyimpanan bahan

 Dapur pengolahan

 Ruang penyimpanan makanan jadi

 Jalur makanan keluar

 Alat pengangkutnya

(11)

 Kebersihan dan kerapihan karyawan

 Ada tidaknya binatang pengerat dan peliharaan  Mengukur suhu penyimpanan dingin

 Sistem pembuangan air limbah  Penyediaan Air Bersih

 Tempat sampah  Jamban dan urinoir

5. Penilaian

 Penilaian fisik

o Penilaian ini direalisasikan dalam bentuk chek list dengan sistem bobot nilai, nilai baik atau memenuhi syarat jika mencapai 70% atau lebih.

 Penilaian kualitas

o Pemeriksaan cemaran pada makanan

Indikator terjadinya cemaran digunakan E.coli

o Pemeriksaan kebersihan alat masakan dan makanan

Indikator terjadinya cemaran digunakan E.coli untuk menilai kebersihan dan angka kuman dibawah 100 untuk kebersihan penyimpanan

o Pemeriksaan carier penjamah makanan

Melakukan rectal swab, indikatornya salmonella dan shigella o Pemeriksaan kualitas air bersih

 Kesimpulan pemeriksaan

o Dari kedua penilaian tersebut diambil suatu kesimpulan hasil pemeriksaan setelah diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium. 6. Pengambilan gambar

Bila memungkinkan maka dilakukan pengambilan gambar yang berguna untuk

 Melihat perubahan yang terjadi pada setiap pemeriksaan

 Memotivasi pengusaha untuk mau malakukan pembenahan dan perbaikan

 Bahan penyuluhan dan laporan kegiatan

7. Buku Pemeriksaan Tempat Pengelolaan Makanan

 Setiap Tempat Pengelolaan Makanan disediakan Buku Pemeriksaan Tempat Pengelolaan Makanan dengan maksud untuk menuliskan riwayat dari waktu ke waktu sehingga dapat diikuti perkembangan penyehatannya.

 Untuk setiap penjamah diberikan buku kesehatan penjamah yang merupakan catatan riwayat kesehatannya.

8. Penyuluhan dan Diskusi

(12)

hasil pemeriksaan maupun persyaratan yang harus diikuti serta saran teknis lainnya.

9. Pencatatan dan Pelaporan

Hasil kegiatan dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan

5. Unit Terkait  Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu   Disperindag

 Dinas Kesehatan   Puskesmas 6. Lampiran

1. Durasi

(13)

IS TPS

SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian Melakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kondisi dan kepadatan lalat di TPS.

2. Tujuan

a. Mengetahui tingkat kepadatan lalat b. Mengetahui kondisi dan kualitas TPS

3. Kebijakan

1. UU No. 36/2009 tentang Kesehatan

2. UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 3. UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah

4. PMK No. 374 tentang Pengendalian Vektor

5. KMK No. 1428 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesling di Puskesmas

4. Prosedur

1. Persiapan

Siapkan : Formulir, ballpoint, visum, berita acara, fly grill, hit counter 2. Pelaksanaan

a. Perhatikan konstruksi TPS

b. Perhatikan jaraknya dengan pemukiman

c. Apakah ada sampah yang berceceran dan tidak tertampung d. Hitung kepadatan lalat, dengan cara :

- Letakkan fly grill di dekat TPS

- Hitung jumlah lalat yang hinggap di fly grill selama 10 detik - Lakukan sebanyak 10 kali pengukuran pada beberapa titik

- Hitung rata-rata kepadatan lalat dari 5 hasil pengukuran yang

tertinggi.

e. Buat kesimpulan hasil IS Jika nilainya 0 – 6 = Baik Jika nilainya 9 – 22 = Sedang

Jika nilainya 29 – 50 = Buruk

(14)

Catat hasil IS dan laporkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

5. Unit Terkait  Lintas program (Promkes, Pet. TB, Pet. Diare, Surveilans, Pet. DBD, dll)  Lintas sektor (Kelurahan, Kecamatan, DKP dll)

6. Lampiran 1. Durasi

(15)

IS SAB

SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA I

Westra Kharisma IB, drg NIP. 19810630 200902 2 006

1. Pengertian Melakukan pengamatan dan pemeriksaan kondisi dan kualitas sarana air bersih menggunakan formulir IS SAB.

2. Tujuan Untuk mengetahui tingkat resiko pencemaran Sarana Air Bersih apakah rendah, sedang, tinggi atau amat tinggi.

3. Kebijakan

 Keputusan Menteri Kesehatan no. 288/Menkes/SK/III/2003 tentang pedoman penyehatan sarana dan bangunan umum

 Renstra Kementerian Kesehatan 2014 – 2019

 Renstra Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat 2014-2019  Renstra Dinas Kesehatan Dinkes Kota Banjar tahun 2014-2019

7. Prosedur

1. Menyiapkan bahan dan alat

2. Melakukan pengamatan dan pemeriksaan sesuai formulir 3. Memberikan nilai (scoring)

4. Menyimpulkan hasil scoring/menetapkan resiko pencemaran Sumur Gali :

Jumlah skor : 9-10 = amat tinggi 6-8 = tinggi

3-5 = sedang 0-2 = rendah Sumur Pompa tangan /Sumur bor : Jumlah skor : > = amat tinggi

6-7 = tinggi 3-5 = sedang 0-2 = rendah

5. Bila diperlukan, memberikan saran tindak lanjut perbaikan sarana Melaporkan hasil Inspeksi Sanitasi ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan

6. Unit Terkait  Lintas program (Promkes, Pet. TB, Pet. Diare, Surveilans, Pet. DBD, dll)

 Lintas sektor (Kelurahan, Kecamatan, PDAM dll)

7. Lampiran 1. Durasi

(16)

Referensi

Dokumen terkait

bersifat deskriptif, yaitu yang menggambarkan penerapan inspeksi sanitasi tempat kerja di bagian barak dan office area pabrik I PT Petrokimia Gresik Jawa Timur.. Hasil:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program klinik sanitasi di Puskesmas Belawan belum terlaksana dengan baik, kegiatan yang dilaksanakan kurang perencanaan sehingga

Hasil: Penerapan inspeksi sanitasi tempat kerja di bagian barak dan office area pabrik I PT Petrokimia Gresik Jawa Timur, dengan total objek yang dinilai pada

Hasil penelitian sanitasi tempat penjual makanan jajanan disekolah dasar desa Penujak tahun 2019 sebagai berikut sanitasi tempat yang baik sekitar (27%), sedangkan

Mandau dapat berjalan optimal, maka perlu didukung dengan sarana, peralatan dan perlengkapan yang memadai baik untuk Ruang kantor Instalasi Sanitasi, Perlengkapan peralatan

Pemeriksaan Sanitasi Tempat Ibadah (Masjid) a. Pengertian Masjid Masjid adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya, dimana umum pada waktu-waktu.. tertentu digunakan untuk

• Pergerakan merentas daerah bagi pekerja perkhidmatan perlu (essential services) bagi tujuan pergi dan balik dari tempat kerja atau menjalankan urusan rasmi adalah DIBENARKAN

Berdasarkan Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh antara Ketersediaan Sanitasi Dasar penyediaan air bersih, ketersediaan tempat sampah dan