• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis di Indonesia yang di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis di Indonesia yang di"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka konseptual
Gambar 4.1 : Struktur Organisasi
Tabel  diatas  merupakan  Neraca  PT.  JNI  Mitra  Jaya  periode  akhir  pembukuan  Desember  2013,  dimana  pajak  Masukan  dan  keluaran  sudah  di  debit  dan  kredit  penghitungannya  sehingga  terjadi  kurang  atau  lebih  bayar  pajak  atas  Pajak  P
Tabel Daftar Pembelian PT. JNI Mitra Jaya

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan yang dikukuhkan oleh pemerintah sebagai perusahaan kena pajak memiliki kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak (PPh Pasal 21) atas penghasilan sehubungan

Adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena

Faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai adalah Pengusaha Kena Pajak, semakin banyak pengusaha yang melaporkan usahanya dan mendaftar sebagai PKP

Menurut Mimi Abriyami (2002), tingkat kepatuhan wajib pajak PPN (PKP) dicerminkan oleh SPT masa PPN diterima yang merupakan jumlah dari Pengusaha Kena Pajak (PKP) aktif yaitu

Adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena

Pasal 1 ayat (24) UU PPN Tahun 2009, Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusahan Kena Pajak karena perolehan

Dan apabila pembelian dilakukan pada Barang Kena Pajak BKP dari pemasok PKP untuk proses bahan baku pakan ternak, maka Pajak Masukan tersebut tidak bisa dikreditkan pada akhir masa

2.13 Pajak Masukan dan Pajak Keluaran Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak PKP karena perolehan Barang Kena Pajak