• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KOMPETENSI PROFESIONAL DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. adanya standar kompetensi. Berdasarkan Undang-Undang Sistem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KOMPETENSI PROFESIONAL DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. adanya standar kompetensi. Berdasarkan Undang-Undang Sistem"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

16

BAB II

KOMPETENSI PROFESIONAL

DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

A. Kompetensi Profesional Guru

Keberhasilan dalam mengemban peran sebagai guru, diperlukan

adanya standar kompetensi. Berdasarkan Undang-Undang Sistem

Pendidikan Nasional No. 14 tentang guru dan dosen pasal 10, menentukan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi padagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi

pelajaran secara luas dan mendalam.1 Kompetensi profesional merupakan

kemampuan penguasaan materi, pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Yaitu kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan

mendalam.2 Kompetensi profesional juga dapat berarti kewenangan dan

kemampuan guru dalam menjalankan profesi keguruanya.3

1 Muhaimin, Strategi Belajar Mengajar (Penerapan dalam Pendidikan Agama),

(Surabaya: Citra Media, 1996), h. 54

2Ibid.

3Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru,edisi Revisi, (Bandung:

(2)

Adapun yang termasuk komponen kompetensi profesional antara lain

1. Memenuhi standar kualifikasi akademik

Standar kualifikasi akademik bagi pendidik SD/MI adalah harus memilki kualifikasi minimum Diploma 4 (D4) atau sarjana(S1) dalam bidang pendidikan SD/MI atau psikologi yang diperoleh dari program

studi yang terakreditasi.4

2. Mampu menguasai bahan bidang studi

Penguasaan bahan bidang studi, yang dapat dilakukan dengan membaca buku- buku pelajaran, merupakan kompetensi pertama guru dan

landasan pokok keterampilan mengajar.5

3. Mampu mengelola Program Belajar Mengajar

Kemampuan dasar guru kedua yang berisi kemampuan guru dalam merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan menggunakan metode mengajar, memilih dan menyusun prosedur intruksional yang tepat, melaksanakan program pembelajaran, mengenal potensi siswa serta

mampu merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial.6

4. Mampu mengelola kelas

Seorang guru terampil dalam merancang, menata dan mengatur kurikulum, menjabarkannya kedalam prosedur pengajaran dan sumber-

4

Peraturan Menteri Pendidikan no.16. tahun 2007

5Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru,edisi Revisi, (Bandung:

PT. Remaja Rosda Karya, 2000), hlm. 229.

6

(3)

sumber belajar, serta menata lingkungan belajar yang merangsang untuk

tercapainya suasana pengajaran yang efektif dan efisien.7

5. Mampu mengelola dan menggunakan media serta sumber belajar.

Pada dasarnya merupakan kemampuan guru dalam menciptakan kondisi belajar yang merangsang agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien, yaitu:

a. Mengenal, memilih, dan menggunakan media dan sumber belajar.

b. Membuat alat- alat bantu pelajaran sederhana.

c. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam pembelajaran.

d. Mengembangkan laboratorium.

e. Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran.

6. Mampu menilai prestasi belajar mengajar

Kemampuan guru dalam mengukur perubahan tingkah laku siswa dan kemampuan mengukur kemahiran dirinya dalam mengajar dan dalam

membuat program.8

7. Memahami prinsip- prinsip pengelolaan Lembaga dan Program

Pendidikan di Sekolah

Guru, disamping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan membantu kepala sekolah dalam menghadapi berbagai kegiatan pendidikan lainnya, karenanya guru harus memahami pula prinsip- prinsip dasar tentang organisasi dan pengelolaan sekolah, bimbingan dan

7

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru,edisi Revisi, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2000), hlm. 113

8Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar

(4)

penyuluhan, program dan ekstrakurikuler, perpustakaan sekolah, serta hal- hal lainnya yang terkait.

8. Menguasai metode berpikir

Untuk dapat menguasai metode dan pendekatan bidang studi yang berbeda-beda itu, guru harus menguasai metode berfikir ilmiah secara umum karena metode dan pendekatan berpikir keilmuan bermuara pada titik tolak yang sama.

9. Terampil memberikan bimbingan dan bantuan kepada siswa

Siswa agar dapat mengembangkan kemampuannya melalui pembelajaran di kelas memerlukan bantuan dan bimbingan seorang guru, oleh karenanya guru perlu memahami berbagai teknik bimbingan belajar dan dapat memilihnya secara tepat.

10.Meningkatkan kemampuan dalam menjalankan profesinya

Untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru harus terus menerus mengembangkan dirinya agar wawasannya menjadi luas sehingga dapat mengikuti perubahan dan perkembangan profesinya yang didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu.

11.Mampu menyelenggarakan Penelitian pendidikan untuk keperluan

pengajaran

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dipengaruhi oleh hasil- hasil penelitian. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan menyeleggarakan penelitian sederhana untuk

(5)

keperluan pengajaran yang mencakup pengamatan kelas pada waktu mengajar, mengidentifikasi faktor-faktor khusus yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar, menganalisis alat penilaian untuk mengembangkannya secara lebih efektif.

12.Mampu memahami karakteristik siswa

Guru harus memahami karakteris tiksiswa, karena ia dituntut mampu memahami secara lebih dalam tentang ciri- ciri dan perkembangan, kesulitan-kesultan belajar siswa dan guru dituntut mampu menyelesaikanya. Adapun karakteristik siswa sekolah dasar diantaranya: suka bermain, suka bekerja kelompok, cengeng dan kurang memahami penjelasan orang lain.

13.Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah

Selain kegiatan akademis, guru harus mampu menyelenggarakan administrasi sekolah yang meliputi:

a. Mengenal secara baik sistem administrasi kegiatan sekolah.

b. Membantu dalam melaksanakan kegiatan administrasi sekolah.

c. Mengatasi kelangkaan sumber belajar bagi dirinya dan bagi

sekolah.

14.Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan

Guru, inovator atau agen perubahan yang perlu memiliki wawasan yang cukup akan inovasi dan teknologi pendidikan yang pernah dan mungkin dikembangkan pada jenjang pendidikan sehingga dengan wawasan ini para guru tidak cenderung bertindak secara rutin namun

(6)

selalu memikirkan cara- cara baru dalam menjalankan tugasnya sehari- hari sehingga timbullah gairah kerja mereka.

15.Berani mengambil keputusan

Keberanian dan kemampuan mengambil keputusan pendidikan harus dimiliki setiap guru agar ia tidak terombang ambing dalam ketidakpastian dan siswa tidak menjadi korban sikapnya itu.

16.Memahami Kurikulum dan perkembangannya

Tugas guru salah satunya adalah melaksanakan kurikulum yang telah ditetapkan sebaik- baiknya karenanya guru perlu memahami konsep dasar dan langkah pokok pengembangan sistem instruksional.

17.Mampu bekerjasama terencana dan terprogram

Guru tanpa menghilangkan kreativitasnya dituntut bekerja teratur, tahap demi tahap sehingga tahap pencapaian penilaian pendidikan dapat dinilai dan dijadikan umpan balik bagi kelanjutan peningkatan tahap

pendidikan.9

B. Guru Pendidikan Agama Islam

Undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan guru atau pendidik

merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan

melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan

9Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar

(7)

pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian

kepada masyarakat.10

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Unsur manusiawi lainnya adalah anak didik. Guru dan anak didik berada dalam suatu relasi kejiwaan. Keduanya berada dalam proses interaksi edukatif dengan tugas dan peranan yang berbeda. Guru yang mengajar dan mendidik dan anak didik yang belajar dengan menerima bahan pelajaran dari guru di kelas. Guru dan anak didik berada dalam koridor kebaikan. Oleh karena itu, walaupun mereka berlainan secara fisik dan mental, tetapi mereka tetap seiring dan setujuan untuk mencapai kebaikan akhlak, kebaikan moral,

kebaikan hukum, kebaikan sosial, dan sebagainya.11

Guru adalah “…tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Guru adalah orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yang dimilikinya,

dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas.”12

Sedangkan definisi dari pendidikan agama Islam yaitu usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Islam atau suatu upaya dengan ajaran Islam, memikir, memutuskan dan

10

Undang-undang SISDIKNAS No. 20 (2003), hlm.21

11 Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar. (Jakarta: Rineka Cipta, 2008). Hlm. 107. 12 Djamarah dan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm.

(8)

berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, serta bertanggung jawab sesuai dengan

nilai-nilai Islam.13

Syari’at Islam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus didik melalui proses pendidikan. Nabi telah mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam dengan berbagai metoda dan pendekatan. Dari satu segi kita melihat, bahwa pendidikan Islam itu lebih banyak ditunjukkan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain.

Di sisi lainnya, pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran Islam tidak memisahkan antara iman dan amal soleh. Oleh karena itu pendidikan Islam adalah sekaligus pendidikan iman dan pendidikan amal. Dan karena ajaran Islam berisi ajaran tentang sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat, Menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bersama-sama, maka pendidikan Islam adalah pendidikan individu dan

pendidikan masyarakat.14

Nur Ahid dalam bukunya mengemukakan bahwa pendidikan agama Islam adalah suatu proses penggalian, pembentukan, pendayagunaan dan pengembangan fitrah, dzikir dan kreasi serta potensi manusia, melalui pengajaran, bimbingan, latihan dan pengabdian yang dilandasi dan dinapasi oleh nilai-nilai ajaran Islam, sehingga terbentuk pribadi muslim yang sejati,

13 Zuhairini, dkk. Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara, 2009). Hlm. 152 14

(9)

mampu mengontrol, mengatur dan merekayasa kehidupan dengan penuh

tanggung jawab berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.15 Pendidikan Islam

adalah proses bimbingan kepada peserta didik secara sadar dan terencana dalam rangka mengembangkan potensi fitrahnya untuk mencapai kepribadian

Islam berdasarkan nilai-nilai jaran Islam.16

Berdasarkan beberapa uraian tentang definisi guru dan pendidikan agama Islam di atas dapat kita pahami bahwa guru Pendidikan Agama Islam

yaitu guru atau tenaga pendidik yang secara berkelangsungan

mentrasformasikan ilmu dan pengetahuannya terhadap siswa di sekolah, dengan tujuan agar para siswa tersebut menjadi pribadi-pribadi yang berjiwa Islami dan memiliki sifat, karakter dan prilaku yang di dasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam.

Guru pendidikan agama Islam tidak hanya bertugas untuk mengajarkan apa yang menjadi materi bahan ajar di sekolah, tetapi lebih dari pada itu guru pendidikan agama Islam mempunyai tugas untuk mendidik, mengarahkan dan menanamkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islami terhadap para siswa.

15

Nur Ahid. Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Islam. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 19.

16 Ahmad Taufiq, dkk. Pendidikan Agama Islam. (Surakarta: Yuma Pustaka bekerjasama

Referensi

Dokumen terkait

Keseluruhan indikator dituangkan dalam 28 item pertanyaan yang diukur dengan menggunakan lima poin skala likert untuk mengukur tingkat profesionalisme akuntan publik,

Menurut Sudarwanto (2013), koperasi merupakan suatu perkumpulan orang – orang yang secara sukarela berjuang bersama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka

Dari definisi interior segitiga dan aksioma Pasch di atas, dapat digunakan dalam membuktikan teorema berikut, Teorema 5.3.1 Teorema Segitiga Sama Kaki: Jika dua sisi suatu

Kondisi yang seperti ini dapat membuat karyawan tidak serius dan kurang termotivasi dalam bekerja sehingga produktivitas kerjanya dapat menurun.. Komunikasi organisasi

Untuk ketidaksesuaian antara jumlah material yang dikirim oleh supplier kepada pihak kontraktor dengan jumlah permintaan dari pihak kontraktor, maka dilakukan strategi

Menurut wilkinson, selain terapi keluarga dan terapi kelompok, meningkatnya tingkat depresi pada lansia di panti wredha atau penampungan-penampungan yang bersifat

- Model Sistem Informasi Pemasaran - Bentuk : Kuliah - Metode : Ceramah, Problem Based Learning, Diskusi Kelompok 2 x 50 Menit - Mahasiswa mampu menjelaskan

Penelitian lainnya tentang problematika guru dalam menguasai TIK pada pembelajaran PAI dan solusinya di MI Al Asy’ari Kuniran Batangan (Nurhayati, 2016). Hasil penelitian