• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Agustus 2017 Kota Cirebon mengalami deflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,61. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat empat kota mengalami deflasi dan tiga kota mengalami inflasi. Deflasi terjadi di Kota Bogor,Cirebon, Depok, dan Bekasi. Inflasi terjadi di Kota Tasikmalaya, Sukabumi, dan Bandung.

 Dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,33 persen; kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami deflasi 0,02 persen. Sedangkan tiga kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu: kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,14 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,04 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,02 persen.

 Kelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah bahan makanan.

 Subkelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah daging dan hasil-hasilnya.

 Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2017) sebesar 3,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 4,44 persen.  Provinsi Jawa Barat mengalami deflasi yaitu 0,09 persen dan Nasional mengalami

No. 08/74/32/ThXIX, 5 September 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XIX, 5 September 2017 2 (Agustus 2017) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) masing-masing sebesar 3,67 persen dan 4,44 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga-harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga beberapa kelompok pengeluaran. Pada Bulan Agustus, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi dan tiga kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Beberapa komoditas mengalami peningkatan harga yaitu antara lain dagun bawang, telur ayam ras, garam, daging sapi, bahan bakar RT, dan apel. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah: Daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, jeruk, bawang putih, kangkung, semen, dan kelapa.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi terbesar pada Agustus 2017, yaitu kelompok bahan makanan. Sub kelompok komoditas dengan andil deflasi terbesar berasal dari daging dan hasil-hasilnya.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Cirebon

Maret 2016–Agustus 2017

-0,10

0,64 0,78 0,94

(3)

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi Menurut Kelompok Komoditas Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2017

Kelompok Komoditas Andil

Inflasi

(1) (2)

Umum -0,2824

1. Bahan Makanan -0,2843

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0099 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar -0,0098

4. Sandang -0,0041

5. Kesehatan 0,0052

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga -0,0008 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0015

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XIX, 5 September 2017 4

Daging ayam ras; -0,1343 Cabai rawit; -0,0442 Bawang merah; -0,0336 Jeruk; -0,0292 Bawang putih; -0,0261 Kangkung; -0,0252 Semen; -0,0247 Kelapa; -0,0234 Apel; 0,0175 Bahan bakar RT; 0,0184 Daging sapi; 0,0245 Garam; 0,0254 Telur ayam ras;

0,0274 Daun bawang;

0,0283

-0,3000 -0,2000 -0,1000 0,0000 0,1000 0,2000 0,3000

Gambar 2

Andil Inflasi Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2017 Menurut Komoditas

(5)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2017) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) masing-masing sebesar 3,67 persen dan 4,44 persen. Sedangkan pada periode yang sama, Agustus 2016 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2016) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) masing-masing sebesar sebesar 1,12 persen dan 1,1,39 persen.

Tabel 2

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Di Kota Cirebon

Bulan Agustus 2017 dan Agustus 2016

Inflasi Agustus Tahun 2017 Agustus Tahun 2016 (1) (2) (3) 1. Bulanan -0,28 -0,10

2. Tahun kalender (Agustus) 3,67 1,12 3. Tahun ke tahun

Agustus (tahun n) terhadap Agustus (tahun n-1)

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XIX, 5 September 2017 6

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, dan Sumbangan Inflasi Menurut Kelompok/ Subkelompok di Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2017 (2012=100)

Kelompok/Subkelompok IHK Agustus 2017 Inflasi (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi Tahun Ke Tahun Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4} (5) (6) UMUM 125,61 -0,28 3,67 4,44 -0,2824 I. BAHAN MAKANAN 138,31 -1,33 0,89 3,65 -0,2843

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 119,30 -0,03 -0,67 -0,69 -0,0015

b. Daging dan Hasil-hasilnya 139,01 -3,97 -0,55 -0,90 -0,1089

c. Ikan Segar 143,09 1,27 3,01 1,92 0,0139

d. Ikan Diawetkan 130,68 1,63 3,31 4,16 0,0094

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 127,34 1,06 1,73 1,08 0,0276

f. Sayur-sayuran 245,00 -2,84 3,19 11,35 -0,0693

g. Kacang-kacangan 130,32 0,18 -1,87 2,86 0,0020

h. Buah-buahan 148,22 -1,17 14,69 18,36 -0,0248

i. Bumbu-bumbuan 168,43 -5,25 -11,26 2,92 -0,0993

j. Lemak dan Minyak 110,44 -2,88 5,00 8,72 -0,0334

k. Bahan Makanan Lainnya 102,11 0,00 -2,75 -2,75 0,0000

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK,

DAN TEMBAKAU 121,98 0,04 3,08 3,61 0,0099

a. Makanan Jadi 113,02 0,05 1,40 1,37 0,0093

b. Minuman Tidak Beralkohol 112,45 0,02 1,70 1,63 0,0006

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 168,85 0,00 9,17 12,01 0,0000

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN

BAHAN BAKAR 123,61 -0,04 8,14 7,95 -0,0098

a. Biaya Tempat Tinggal 109,15 -0,21 2,96 1,86 -0,0247

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 158,70 0,25 18,91 19,72 0,0184

c. Perlengkapan Rumahtangga 110,61 0,00 0,07 0,07 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 122,50 -0,10 7,02 8,69 -0,0035 IV. SANDANG 111,41 -0,08 2,02 1,43 -0,0041 a. Sandang Laki-Laki 107,69 0,00 -0,77 1,52 0,0000 b. Sandang Wanita 107,48 -0,06 1,94 0,75 -0,0006 c. Sandang Anak-Anak 117,89 0,00 4,02 6,50 0,0000

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 112,06 -0,28 2,69 -2,84 -0,0035

V. KESEHATAN

114,78 0,14 2,50 2,06 0,0052

a. Jasa Kesehatan 108,63 0,00 0,00 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 102,11 0,00 0,00 0,00 0,0000

c. Jasa Perawatan Jasmani 125,22 0,00 2,08 2,08 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,67 0,28 4,70 3,81 0,0052

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN

OLAHRAGA 128,56 -0,02 1,89 1,98 -0,0008 a. Pendidikan 138,17 0,00 0,00 0,00 0,0000 b. Kursus-kursus/Pelatihan 128,15 0,00 23,10 23,10 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 103,95 -0,10 -0,10 -0,10 -0,0008 d. Rekreasi 105,10 0,00 2,06 2,06 0,0000 e. Olahraga 146,71 0,00 11,19 17,16 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA

KEUANGAN 124,95 0,02 3,80 4,48 0,0015

a. Transpor 138,52 0,00 3,50 4,08 0,0000

b. Komunikasi dan Pengiriman 102,71 0,01 1,89 2,99 0,0006

c. Sarana dan Penunjang Transpor 133,69 0,00 19,08 19,08 0,0000

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA CIREBON DENGAN KOTA LAIN DI PULAU JAWA BULAN AGUSTUS TAHUN 2017

Dari dua puluh enam kota IHK di Pulau Jawa, tercatat sebagian besar kota IHK mengalami deflasi. Ada 20 kota IHK mengalamai deflasi dan sisanya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta yaitu 1,02 persen dan terendah terjadi di Kota Tangerang 0,07 persen. Sementara itu, inflasi tertingi terjadi di Kota Tasikmalaya yaitu 0,23 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bandung 0,06 persen.

Tabel 4.

Perbandingan IHK dan Inflasi/Deflasi Bulan Agustus Tahun 2017 untuk 26 kota di Pulau Jawa

No Kota IHK (%) No Kota IHK (%)

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 TASIKMALAYA 128,23 0,23 14 PROBOLINGGO 125,86 -0,19

2 CILEGON 136,58 0,21 15 SURABAYA 129,51 -0,19

3 DKI JAKARTA 129,88 0,13 16 DEPOK 128,55 -0,22

4 SERANG 138,64 0,12 17 CILACAP 131,79 -0,23 5 SUKABUMI 129,15 0,09 18 SUMENEP 125,85 -0,25 6 BANDUNG 128,07 0,06 19 CIREBON 125,61 -0,28 7 TANGERANG 136,35 -0,07 20 TEGAL 126,04 -0,30 8 JEMBER 125,76 -0,09 21 BOGOR 129,66 -0,36 9 BEKASI 125,80 -0,10 22 YOGYAKARTA 126,61 -0,45 10 BANYUWANGI 125,12 -0,11 23 SEMARANG 127,63 -0,48 11 KUDUS 135,38 -0,16 24 PURWOKERTO 126,78 -0,54 12 MADIUN 127,55 -0,16 25 MALANG 130,01 -0,57 13 KEDIRI 125,70 -0,17 26 SURAKARTA 124,72 -1,02

Referensi

Dokumen terkait

Perbaikan tanah berupa stabilisasi kimia dengan kapur dapat meningkatkan daya dukung serta mengurangi pengembangan pada tanah ekspansif Bojonegoro, pada kondisi kadar

(1) Atas surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, Kepala Dinas atau Kepala Suku Dinas bersama-sama dengan penyelenggara pendidikan membentuk Tim Evaluasi Penutupan

Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Batang Napier untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVC siklus.. I menunjukkan adanya peningkatan

Agar praktek yang sehat berjalan dengan baik dalam sistem pengendalian intern maka pimpinan perusahaan perlu melakukan pemeriksaaan secara mendadak atas kinerja

Tahap perancangan telah dilakukan dengan menghasilkan use case diagram sistem informasi penjualan E-CRM, kemudian langkah selanjutnya membuat perancangan sequence

Jadi tegasnya yang dimaksud dengan judul pada skripsi ini adalah usaha-usaha atau tindakan untuk memecahkan persoalan yang dilakukan guru pendidikan agama Islam terhadap perilaku

Adapun batasan masalah dalam pembuatan laporan berdasarkan dengan kerja praktek yang telah dilakukan yaitu, penulis hanya melakukan analisis pada prosedur pengiriman paket di

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat di ambil konsep tentang Motivasi berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dengan memiliki dorongan dari dalam dan