• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

80

BAB V

KONSEP PERANCANGAN

A. Konsep Makro

Konsep makro yang diambil adalah pusat wisata spa sebagai alternatif destinasi relaksasi keluarga yang terletak di pusat kota dengan pemandangan alam. Fasilitas spa ini tidak hanya menanamkan aspek relaksasi namun juga rekreasi, sehingga dapat dinikmati oleh anak-anak. Pemilihan site juga termasuk ke dalam konsep makro yang ingin dicapai, yaitu dengan memilih lokasi yang tidak jauh dari pusat kota, memiliki aksesibilitas yang mudah dengan sarana dan prasarana yang lengkap, serta memiliki pemandangan alam sebagai elemen pendukung relaksasi. Kriteria-kriteria site tersebut dimiliki oleh kawasan Sentul dan menjadikannya site yang sangat potensial baik, dari segi sumber daya maupun bisnis. Fasilitas untuk menunjang konsep relaksasi dan rekreasi terdiri dari children playground, restaurant, hydrotherapy pool, private treatment cottage, dll. Konsep makro relaksasi dan rekreasi tersebut juga akan diaplikasikan pada elemen desain yang lainnya, seperti konsep sirkulasi, konsep pencapaian, konsep orientasi, dll.

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.1 Konsep Makro

(2)

81 B. Konsep Tata Ruang Luar

Konsep tata ruang luar meliputi pencapaian serta orientasi dan tata massa bangunan. Berikut penjabarannya.

1. Pencapaian

Konsep pencapaian menuju bangunan berdasarkan hasil penilaian alternatif yang dipilih yaitu dengan melibatkan area danau. Pencapaian dari area parkir menuju ke area lobby melalui waterfront park di tepi danau, kemudian khusus untuk pengunjung spa kelas menengah menggunakan transportasi air, yaitu perahu, yang akan mengantarkan pengunjung ke cottage spa. Sedangkan pencapaian pengunjung spa kelas eksklusif dipisahkan yaitu menuju area parker selatan dan langsung masuk ke area spa eksklusif. 2. Orientasi dan tata massa bangunan

Orientasi bangunan mengutamakan menghadap ke area danau. pada bangunan public dan semi privat yang berada di tepi danau menghadap ke arah danau untuk mendapatkan pemandangan area danau. Pada bangunan cottage yang memiliki tingkat privasi yang tinggi, orientasi bangunan menghadap ke arah timur, agar tidak terganggu

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.2 Konsep Pencapaian

(3)

82 oleh aktivitas publik di area seberang. Vegetasi di sepanjang sisi site yang berdekatan dengan jalan juga diperbanyak untuk membatasi pandangan dari luar ke dalam site maupun sebaliknya, serta untuk memfilter kebisingan dari area jalan. Tata massa untuk bangunan cottage adalah berupa cluster privat.

3. Tata Parkir

Sumber : Analisis penulis

Gambar 5.3 Konsep Orientasi dan Tata Massa Bangunan

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.4 Konsep Tata Parkir Umum

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.5 Konsep Tata Parkir VIP

(4)

83 Tata parkir yang sesuai dengan kondisi site dan kapasitas yang harus ditampung, yaitu dengan menggunakan bentuk memanjang sejajar dengan tepi danau dan penyusunan kendaraan secara seri. Tata parkir dan sirkulasi antara kendaraan jenis motor dengan mobil dipisahkan serta alur sirkulasi kendaraan dibuat searah sehingga akan mempermudah keluar masuk kendaraan di area parkir. Area parkir di spa eksklusif tidak begitu banyak yaitu hanya 8 mobil, dan tidak tersedia area parkir motor.

C. Konsep Tata Ruang Dalam

Pembahasan pada subbab konsep tata ruang dalam terdiri dari zonasi ruang dalam dan sirkulasi ruang. Berikut penjabarannya.

1. Zonasi Ruang Dalam

Berdasarkan fungsinya, bangunan dibedakan menjadi 2 tipe massa, yaitu bangunan di tepi danau serta spa cottage di tengah danau. Berikut merupakan pembagian ruang secara horizontal dan vertical dari kedua tipe massa bangunan.

Sumber : Analisis penulis

Gambar 5.6 Konsep Zonasi Ruang Dalam Bangunan Tepi Danau Lantai 2 Lantai 1

(5)

84 2. Sirkulasi Ruang

Konsep sirkulasi ruang dari area parkir hingga restaurant terlihat dari skema di atas. Sirkulasi tersebut juga menunjukkan alur kegiatan yang berlangsung. Terdapat pembagian area perawatan spa antara spa komunal yang dilakukan di zona semi privat di tepi danau, serta spa menengah yang dilakukan di spa cottage dan hanya diakses oleh

Sumber : Analisis penulis

Gambar 5.7 Potongan Cottage dan Bangunan Tepi Danau

Sumber : Analisis penulis

Gambar 5.8 Konsep Zonasi Ruang Dalam Spa Cottage

Sumber : Analisis penulis Skema 5.1 Konsep Sirkulasi Ruang

(6)

85 pihak yag berkepentingan dan sangat terjaga privasinya. Pada skema tersebut juga menunjukkan tamu anak-anak tidak memasuki area perawatan spa karena sebelumnya terdapat children playground. Seluruh rangkaian kegiatan relaksasi ditutup dengan menikmati hidangan dan pemandangan di lakeside restaurant bersama keluarga. Sedangkan skema 5.1 merupakan alur sirkulasi ruang pada spa kelas eksklusif.

D. Konsep Program Ruang

Berikut ini adalah konsep program ruang, ruang berwarna merah muda menunjukkan ruang bersifat publik, ruang berwana hijau menunjukkan ruang bersifat privat, sedangkan ruang berwarna jingga menunjukkan ruang bersifat semi privat.

Konsep program ruang pada lantai dasar seperti skema di atas. Dari area parkir menuju lobby dengan melewati waterfront park. Kemudian lobby sebagai pusat kegiatan awal pengunjung, kemudian terpecah ke beberapa ruang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Sumber : Analisis penulis

Skema 5.3 Konsep Program Ruang Lantai Dasar Sumber : Analisis penulis

(7)

86 Konsep program ruang pada lantai atas seperti pada skema tersebut. Akses menuju tangga kemudian ke selasar. Selasar berfungsi sebagai ruang transisi ke area karyawan maupun ke area pengunjung.

Konsep program ruang pada spa cottage yang sifatnya privat seperti pada skema di atas. Kamar perawatan berada di tengah dan memiliki akses ke seluruh ruang di dalam cottage tersebut. Sedangkan skema 5.4 merupakan program ruang pada area spa kelas eksklusif.

Sumber : Analisis penulis

Skema 5.4 Konsep Program Ruang Lantai 2

Sumber : Analisis penulis Skema 5.5 Konsep Program Ruang Cottage

Sumber : Analisis penulis

(8)

87 E. Utilitas Bangunan

Utilitas pada bangunan spa ini dengan tipologi resort dengan jumlah lantai paling banyak dua tingkat, terdiri dari skema distribusi listrik, skema air bersih, dan skema air kotor. Berikut merupakan skema masing-masing distribusinya.

 Jaringan Listrik

Jaringan listrik pada bangunan spa ini bersumber dari PLN. Memiliki dua buah gardu trafo yang berisi panel induk dan sub panel induk. Gardu 1 mengalirkan listrik ke bangunan tepi danau dan sebagian cottage, sedangkan gardu 2 mengalirkan listrik ke sebagian lain dari cottage. Berikut adalah skema distribusinya serta ilustrasi pada site.

 Jaringan Air Bersih

Distribusi jaringan air bersih untuk mencukupi kebutuhan air di kamar mandi, bath tub, dapur, dan hydrotherapy pool ditunjang oleh penyediaan tandon air. Terdapat

Sumber : analisis penulis Gb 5.9 Ilustrasi Distribusi Listrik

Sumber : analisis penulis Skema 5.7 Alur Distribusi Listrik

(9)

88 dua buah tandon air yang bersumber dari PDAM, yaitu tandon air untuk bangunan tepi danau dan sebagian cottage serta tandon air untuk sebagian lain spa cottage. Berikut skema ditrsibusi dan ilustrasinya.

 Jaringan Air Kotor

Jaringan air kotor dibedakan menjadi dua bagian, yaitu jaringan untuk bangunan tepi danau dan jaringan untuk spa cottage. Masing-masing memiliki sumur resapan, sentic tank, dan bak control yang terpisah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan maintenance. Berikut skema distribusi dan ilustrasinya.

Sumber : Analisis penulis Skema 5.8 Alur Distribusi Air Bersih

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.10 Ilustrasi Distribusi Air Bersih

Sumber : Analisis penulis Skema 5.9 Alur Distribusi Air Kotor

(10)

89 F. Konsep Eksterior Bangunan

Konsep eksterior terbagi menjadi dua tipe bangunan, yaitu bangunan tepi danau dan spa cottage. Bangunan tepi danau terdiri dari zona lobby, restaurant, children playground, kantor, dan ruang pendukungnya. Bangunan tepi danau memiliki fungsi majemuk, oleh karena itu bangunan ini merupakan bangunan yang paling luas dengan dua lantai. Pada bagian depan bangunan tepi danau dibuat semacam dek kayu sebagai dermaga getek atau perahu kecil yang digunakan sebagai transportasi tamu spa eksklusif menuju spa cottage. Setiap cottage hanya untuk satu pengunjung saja. Eksterior bangunan juga mengadopsi beberapa aspek pada rumah adat sunda yang kontekstual dengan site yang berada di Jawa Barat, namun diberi sentuhan modern dengan penggunaan teknologi bangunan kekinian. Aplikasi ethnic tersebut secara eksterior terdapat pada bentuk bangunan yang panggung, penggunaan material kayu, dan jenis atap khas rumah sunda. Selain itu juga dilakukan permainan solid-void pada fasad bangunan, tujuannya untuk memaksimalkan view dan sirkulasi udara segar di dalam bangunan. Solusi desain pada bangunan yang memerlukan ruang terbuka namun tetap terjaga privasinya dan jauh dari kebisingan, seperti pada area bath tub di spa cottage, yaitu dengan

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.11 Ilustrasi Distribusi Air Kotor

(11)

90 mengatur orientasi bukaan agar tidak terlihat oleh orang lain, penggunaan sekat, dan penggunaan kaca satu arah. Konsep hydrotherapy pool dibuat unik, yaitu semi-outdoor pool, dimana tamu dibuat seolah-olah berendam di dalam danau. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa konsep eksterior bangunan adalah ethnic modern.

G. Konsep Interior Bangunan

Konsep interior bangunan adalah nature reflection,dengan mengutamakan ambience meditasi, terutama pada zona spa cottage. Nature reflection merupakan sebuah pemikiran untuk membuat interior bangunan menjadi pencerminan alam. Hal tersebut diwujudkan dalam hal penggunaan material alam pada interior bangunan, pemaksimalan potensi pemandangan alam di sekitarnya, dll. Nature reflection ini diharapkan akan mampu meningkatkan aura relaksasi di dalam bangunan, sebagaimana tujuan utama terapi spa. Dari segi penggunaan warna pada interior bangunan, berdasarkan hasil penilaian pada analisis pengaruh warna untuk psikologis ruang, warna-warna yang digunakan yaitu:

 Biru yang akan menstimulasi pikiran menjadi lebih jernih, menenangkan pikiran dan metal, serta meningkatkan konsentrasi,

 hijau yang penuh ketenangan, harmonis, keseimbangan, kedamaian, dan kepedulian pada lingkungan,

 ungu yang melambangkan spiritual, dan

 coklat yang melambangkan keseriusan, kehangatan, dan alam. H. Konsep Pemanfaatan Elemen Air

Elemen air, dimanfaatkan ke dalam dua jenis pemanfaatan, yaitu soundscape dan landscape. Pemanfaatan elemen air secara fisik pada desain spa ini akan bekerja sebagai pengendali thermal pada lingkungan sekitarnya. Energi yang berasal dari panas matahari mengubah fase cairan menjadi uap air sehingga suhu udara pada bangunan di sekitarnya

(12)

91 menjadi lebih dingin. Selain itu, air dari danau akan dipompa dan disaring menuju lansekap sekitar bangunan sebagai sumber pengairan pada lansekap tersebut. Aspek air danau juga dilibatkan dalam aksesibilitas menuju bangunan, yaitu dengan menggunakan transporasi air. Selain fungsi fisik, elemen air yang diletakkan di antara cluster spa cottage akan membuat permukaan lansekap menjadi lebih luas meskipun sekelilingnya diapit oleh bangunan. Elemen air pada danau dan pool juga akan memperkuat ambience relaksasi dan meditasi yang menjadi konsep bangunan.

Pemanfaatan air untuk menghasilkan suara atau soundscape, akan mempengaruhi ambience yang diciptakan. Suara yang dihasilkan oleh air terbagi menjadi 2, yaitu suara yang dihasilkan antara air dengan air adalah suara yang redam dan akan digunakan pada area relaksasi. Sedangkan apabila air bertemu dengan permukaan yang keras akan memperkuat suara dan percikan yang dihasilkan, dan akan digunakan pada area yang sifatnya rekreatif.

Gambar 5.12 Aliran Air Bertemu Dengan Pemukaan Air

Gambar 5.13 Aliran Air Bertemu Dengan Pemukaan Keras

Gambar 5.14 Konsep Permainan Aliran Air Pada Interior Sumber : Basic Elements of Landscape

Architectural Design

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

(13)

92 I. Konsep Struktur Bangunan

Site bangunan berada pada lokasi yang memiliki kontur dan dekat dengan danau, kondisi tersebut menyebabkan site berpotensi mengalami longsor, meskipun kontur di sekelilingnya tidak begitu curam. Untuk itu, bangunan pada site ini akan menggunakan pondasi tiang strauss pile yang berfungsi sebagai paku, untuk meminimalkan pergeseran titik pondasi, serta menggunakan balok sloof pengaku diagonal antar titik pondasi untuk memberikan kekakuan struktur pondasi. Struktur bangunan berbentuk panggung untuk mengantisipasi kenaikan volume air dari danau yang disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi pada kawasan ini. Selain itu juga struktur bangunan panggung mengadopsi rumah adat Sunda. Struktur bangunan panggung pada area public dan semi privat didukung dengan pondasi umpak. Konsep struktur pada cottage berbeda karena letaknya di tengah danau yaitu dengan menggunakan pondasi titik pancang serta konstruksi bangunan panggung dengan akses langsung ke darat.

Sumber : https://himawanindarto.wordpress.com/ diakses tanggal 23 Desember 2014 pukul 11.42 mengenai struktur pada bangunan rawan longsor di Semarang

(14)

93 J. Konsep Tata Lansekap

Konsep tata lansekap untuk memasukkan elemen air ke dalam desain sebagai aspek rekreasi yaitu dengan memberikan waterfront park dengan tema taman air di utara bangunan tepi danau, sehingga pengunjung akan melewatinya sebelum mencapai bangunan. Elemen air pada waterfront park dijadikan air mancur dan kolam ikan hias. Sedangkan konsep tata lansekap yang berkaitan dengan vegetasi yaitu dengan memberikan jenis tanaman yang tinggi dan berdaun lebat di sepanjang batas luar sisi yang berdekatan dengan jalan raya. Hal ini untuk membatasi pandangan dari luar ke dalam dan sebalikanya serta untuk menyaring polusi dan kebisingan yang diakibatkan oleh lalu lalang kendaraan bermotor.

Sumber : Analisis penulis

Gambar 5.17 Konsep Tata Lansekap Gambar 5.18 Konsep Bentuk Kolam Air Sumber : http://www.hi-tide.com/products_floating_docks.php diakses tanggal 13 Januari 2015

pukul 11.37 mengenai modul floating docks

Gambar 5.16 Ilustrasi Detail Dermaga dan Jembatan Evakuasi

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

(15)

94 Waterfront park yang bertema taman air berfungsi sebagai open space yang sifatnya rekreatif. Keterlibatan elemen air pada area ini yaitu dengan memberikan beberapa air mancur dengan klasifikasi jet yang bervariasi, seperti single, spray, aerasi, dan form.

Gambar 5.19 Konsep Tata Lansekap Untuk Menyaring Kebisingan

Gambar 5.20 Air Mancur Single Jet Gambar 5.21 Air Mancur Spray Jet

Gambar 5.22 Air Mancur Aerasi jet

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

Gambar 5.23 Air Mancur Form Jet Sumber : Basic Elements of Landscape

Architectural Design

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

Sumber : Basic Elements of Landscape Architectural Design

(16)

95

K. Konsep Evakuasi

Konsep jalur evakuasi pada bangunan tepi danau yaitu melalui jalur entrance ke arah waterfront park dan melalui pintu selatan dari area spa komunal menuju ke luar bangunan. Sedangkan konsep jalur evakuasi pada cottage yang berada di tengah danau yaitu melewati jembatan darurat yang ada di bagian utara cottage menuju ke tepi danau.

Sumber : Analisis penulis Gambar 5.25 Ilustrasi Jalur Evakuasi

Sumber : newparkculture.com Gambar 5.24 Taman Air Mancur

Gambar

Gambar 5.3 Konsep Orientasi dan Tata Massa Bangunan
Gambar 5.6 Konsep Zonasi Ruang Dalam Bangunan Tepi Danau Lantai 2 Lantai 1
Gambar 5.7 Potongan Cottage dan Bangunan Tepi Danau
Gambar 5.12 Aliran Air Bertemu  Dengan Pemukaan Air
+4

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Gambar-6 di atas maka dapat dilihat produktivitas rata-rata aktual pada bulan Agustus 2016 sebesar 231 ton/jam dan pada bulan September 2016 sebesar 227

Oleh karenanya perlu menerapkan metode alternatif perbaikan osilasi sistem tenaga melalui sinyal masukan Unified Power Flow Controller (UPFC) sudut fasa booster berbasis

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh karakteristik individu keterampilan dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja pada sentra UMKM

Penentuan jenis pakan alternatif dari indikator jumlah pakan konsumsi dan bekas gigitan pada pakan sisa discoring untuk menentukan jenis pakan yang paling disukai dan

Pertama, dengan al-Qur’an al Karim. Al-Qur'an adalah obat yang dapat menyembuhkan hati dari penyakit keraguan, syirik, kekafiran, dan berbagai macam penyakit syubhat

Faktor eksternal memiliki nilai t hitung > t tabel (1,92) dimana peran lembaga keuangan formal, (X2. 1 ) memilki nilai t hitung 4,12 artinya peran lembaga keuangan

Hasil dari analisis melalui uji descriptive statistics frequencies pada program SPSS sebagaimana yang didapat, menunjukkan bahwa skor pre-test keterampilan

Dari hasil uji analisis secara statistika dengan metode independent simple T-test didapatkan hasil bahwa mutu fisik tablet parasetamol antara metode gelatinasi dan