6
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Legenda Rara Jonggrang
Konon, di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang bertetangga, Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur, dipimpin oleh Prabu Damar Maya. Ia berputra Raden Bandung Bandawasa yang gagah perkasa dan sakti. Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh raksasa pemakan manusia bernama Prabu Baka. Ia dibantu oleh seorang patih bernama Gupala. Meskipun berasal dari bangsa raksasa, Prabu Baka memiliki putri cantik
bernama Rara Jonggrang.5
Pangeran Bandung Bandawasa menyerbu masuk ke dalam Keraton Baka setelah kerajaan Baka jatuh ke dalam kekuasaan Pengging. Pada pertemuan pertamanya dengan Putri Rara Jonggrang, Bandung Bandawasa langsung terpikat oleh kecantikan sang putri. Ia pun jatuh cinta dan melamar sang putri, tetapi lamarannya ditolak, karena sang putri tidak mau menikahi pembunuh ayahnya dan penjajah negaranya. Akhirnya sang putri bersedia dipersunting, karena Prabu Baka menyerukan perang kepada kerajaan Pengging untuk memperluas kerajaan. Pertempuran meletus di kerajaan Pengging. Akibatnya, banyak rakyat Pengging tewas, menderita kelaparan, dan kehilangan harta benda. Demi mengakhiri perang, Prabu Damar Maya mengirimkan putranya untuk menghadapi Prabu Baka. Berkat kesaktiannya, Bandung Bandawasa berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Ketika Patih Gupala mendengar kabar kematian junjungannya, ia segera melarikan diri, kembali ke kerajaan Baka. Ketika sang patih tiba di Keraton Baka, ia segera melaporkan kabar kematian Prabu Baka kepada Putri Rara Jongrang. Sang putri pun meratapi kematian ayahnya.
7
Bandung Bandawasa terus membujuk dan memaksa, namun dengan dua syarat yang mustahil untuk dikabulkan. Syarat pertama adalah pembuatan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda. Syarat kedua adalah pembangunan seribu candi hanya dalam waktu satu malam. Bandung Bandawasa menyanggupi kedua syarat tersebut.
Sang pangeran berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda berkat kesaktiannya. Melihat sumur Jalatunda itu selesai, Rara Jonggrang berusaha memperdaya sang pangeran untuk bersedia turun ke dalam sumur itu. Saat Bandung Bandawasa masuk ke dalam sumur itu, sang putri memerintahkan Gupala untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu. Berkat kesaktiannya, Bandung Bandawasa berhasil keluar dengan cara mendobrak timbunan batu. Bandung Bandawasa sempat marah, namun segera tenang karena melihat kecantikan dan bujuk rayu sang putri.
Sang pangeran memanggil makhluk halus, jin, setan, dan dedemit dari perut
Bumi untuk mewujudkan syarat kedua. Berkat bantuan makhluk halus ini, sang pangeran berhasil menyelesaikan 999 candi. Ketika Rara Jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir selesai, sang putri berusaha menggagalkan tugas Bondowoso. Ia membangunkan dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk mulai menumbuk padi. Ia juga memerintahkan agar tumpukan jerami dibakar di sisi timur. Para makhluk halus lari ketakutan masuk kembali ke perut Bumi, karena mengira bahwa pagi telah tiba, matahari akan terbit. Akibatnya, hanya 999 candi yang berhasil dibangun sehingga usaha Bandung Bandawasa gagal. Mengetahui hal itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat Rara Jonggrang, Bandung Bandawasa amat murka dan mengutuk Rara Jonggrang menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca terindah untuk menggenapi candi terakhir.
Menurut kisah ini, situs Ratu Baka di dekat Prambanan adalah istana Prabu Baka, sedangkan 999 candi yang tidak selesai, kini dikenal sebagai Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama di Prambanan adalah perwujudan sang
8
putri yang dikutuk menjadi batu dan tetap dikenang sebagai Rara Jonggrang yang berarti "gadis yang ramping".
B. Musik Program
Musik Program adalah istilah untuk musik instrumental yang digunakan untuk mempresentasikan cerita dongeng, lingkungan, personal, filosofi, dan
sebagainya.6
Musik program berada dalam lingkup kategori struktur musik terbuka. Dikategorikan demikian karena tidak ada struktur bagian yang mengikat dalam
penulisan komposisi jenis ini, atau lebih dikenal dengan free form dengan judul
komposisi yang variasnya menyesuaikan ide program yang diangkat. Musik program memiliki bentuk dan struktur cerita yang dapat dikategorikan sebagai berikut.
Istilah program sendiri merujuk pada hal-hal non musik, yang dimasukan dan menjadi bagian dari suatu karya instrumental. Franz Liszt, musisi yang memperkenalkan istilah musik program, menjelaskan bahwa tujuan peletakan program adalah sebagai usaha komposer untuk menjaga pendengar dari kesalahan penafsiran interpretasi, dan untuk mengarahkan perhatian pada ide utama program, baik keseluruhan, maupun bagian-bagian tertentu. Program yang dimaksud umumnya diletakkan sebagai pembuka, berupa penataan bahasa yang menjelaskan ide dari musik instrumental yang akan dimainkan.
7
1. Narrative, yaitu bentuk musik program yang diangkat berdasarkan rangkaian kejadian secara berurutan.
:
2. Descriptive, yaitu bentuk musik program untuk menggambarkan keadaan suatu bentuk, ruang dan waktu (representasional)
3. Appellative, yaitu bentuk musik program yang terdiri dari karakter yang tersirat.
7 Leon stein, structure and style: The study and analysis of musical form (New Jersey : summy-Birchard Music, 1979), 171.
9
4. Identional, yaitu bentuk musik program yang mengekspresikan suatu filosofi dan psikologi.
Usaha untuk merepresentasikan suatu ide program ke dalam sebuah
komposisi instrumental, penggunaan leitmotif menjadi umum dipakai dalam
sebuah musik program. Leitmotif adalah bahasa Jerman, dan dalam bahasa
Inggris diartikan sebagai leading motif.8 Leitmotif didefinisikan sebagai sebuah
ide musikal yang mempresentasikan seseorang, suasana, atau suatu ide dalam
sebuah karya dramatic.9 Pemahaman yang sama disebutkan oleh Arnold Whitall
bahwa leitmotif adalah sebuah tema, atau ide musikal serupa, yang secara jelas
menggambarkan identitas tertentu dan tetap dikenali apabila dimodifikasi pada
pengulangan berikutnya.10
C. Ansambel Musik
Tujuannya adalah untuk merepresentasikan atau sebagai simbol dari seseorang, objek, tempat, ide, suatu pemahaman, kekuatan supernatural, atau berbagai macam komponen yang terdapat dalam sebuah karya
drama. Berdasarkan penjelasan tersebut, penggunkan leitmotif dalam karya
instrumental menjadi elemen yang dapat memberi petunjuk bagi pendengar terhadap munculnya berbagai karakter atau identitas yang dipresentasikan dalam ide musikal, sesuai dengan alur program.
Kata Ansambel berasal dari bahasa Latin yaitu insimul, yang memiliki arti
“dalam waktu bersamaan.” Pada tahun 1703 diperkenalkan dalam bahasa
perancis, penyebutan kata ansambel dengan kata ensemble. Dalam bahasa
Inggris, kata ansambel disebut dengan kata ensemble yang diperkenalkan pertama
kali pada tahun 1844, yang memiliki arti kesatuan semua bagian secara
8 Ammer, Christine, Dictionary of music. II (New York: VB Hermitage, 2004), 9
Julie C. Dunbar, Women, Music, Culture: An Introduction (New York: Routedge, 2011), 237.
10 Barrt Millington, The New Grove Guide to Wagner and His Operas (New York: Oxford University press, 2006), 153
10
sama. Dalam pengertian ini, ansambel musik dapat diartikan sebagai bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu.
Format instrumen musik yang penulis pilih untuk ansambel, yaitu :
1. Biolin
Biolin adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biolin memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Alasan penulis memilih biolin adalah instrumen ini mampu memainkan jangkauan nada yang luas (G3 – G7) dan mampu memainkan banyak teknik serta dengan suara yang tinggi cocok untuk memainkan karakter Rara Jonggrang yang enerjik sekaligus cerdik.
gambar 2.1
2. Biola
Biola sering disebut juga dengan biola alto, bentuknya lebih besar dari Biolin dan memiliki suara yang berat/rendah. Biola juga memiliki empat senar (C-G-D-A). Alasan penulis memilih biola adalah instrumen ini mampu memainkan banyak teknik serta dengan karakter suara yang berat, cocok untuk memainkan karakter Bandung Bandawasa yang berwibawa.
11
gambar 2.2 3. Cello
Cello berasal dari kata“violoncello” yang disingkat menjadi cello. Cello
memiliki empat senar (A-D-G-C). Alasan penulis memilih cello adalah
instrumen ini digunakan untuk membangun suasana misterius dalam cerita yang penulis susun.
12
4. Gitar
Gitar adalah alat musik petik dengan enam senar, memiliki register suara cukup luas, dari nada rendah (E2) sampai nada tinggi (B5). Selain itu, dalam permainan gitar banyak sekali teknik yang dapat digunakan, antara
lain harmonic, pizzicato, tremolo, tambora, vibrato, rasgueado, sehingga
memungkinkan penulis untuk mengeksplorasi komposisi ini dengan optimal. Teknik-teknik permainan gitar ini sangat diperlukan dalam membangun nuansa musikal yang diinginkan.
gambar 2.4
5. Piano
Kata piano berasal dari bahasa Italia, yaitu pianoforte. Piano memiliki 88
tuts dan jangkauan nadanya sangat luas, yaitu dimulai dari C1 hingga C7. Alasan penulis memilih piano adalah selain sebagai instrumen pengiring dalam karya komposisi yang penulis rancang, piano juga dapat memberikan warna suara yang kaya, sebagaimana penulis inginkan.
13
D. Rancangan penyusunan komposisi
Pembuatan komposisi musik program “Rara Jonggrang” ini terinspirasi
oleh komposisi yang sudah ada sebelumnya, yakni “Timun Emas”, karya
Amadea Roselina. Penyusunan alur ceritanya disusun terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan komposisi.
Langkah berikutnya yakni membuat atau menciptakan leitmotif yang
berfungsi untuk merepresentasikan karakter tokoh dalam cerita “Rara Jonggrang”. Terdapat dua tokoh utama dalam cerita tersebut, yaitu: Rara Jonggrang direpresentasikan oleh Biolin 1 dan Bandung Bandawasa yang direpresentasikan oleh Biola.
Selanjutnya ide musikal disusun secara terstruktur mengikuti cerita yang
sudah disusun, dengan menyertakan leitmotif baik motif aslinya, maupun