• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pemasaran

2.1.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Armstrong (2015:27) bahwasanya “Marketing as the

process by which companies create value for customers build strong customer relationships in order to capture value from customers in return”. Maksud dari

pengertian tersebut adalah pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun pelanggan yang kuat relationship untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.

Laksana (Andayani: 2017) Pemasaran adalah suatu proses yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

2.1.2 Komunikasi Pemasaran

Menurut (Abdurrahman, 2015) komunikasi pemasaran adalah mengkomunikasikan nilai pelanggan merupakan strategi bauran pemasaran yang keempat, setelah produk, harga, dan saluran distribusi.

Komunikasi pemasaran/promosi adalah satu bauran pemasaran yang digunakan untuk meningkatkan nilai pelanggan atau membangun ekuitas merek dalam ingatan pelanggan (Abdurrahman, 2015).

2.1.3 Promotion Mix

Menurut gitosudarmo dalam Sunyoto (2015:158) mengemukakan bahwa, “Promosi adalah menciptakan kegiatan yang ditunjukkan untuk mempengaruhi

(2)

konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut”.

Menurut Hamdani dalam Sunyoto (2015:160) mengemukakan bahwa, “Bauran promosi meliputi periklanan (advertising), penjualan perseorangan (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), pemasaran langsung (direct selling). 2.1.4. Positioning

Menurut Kartajaya (2016:60) positioning adalah menyangkut bagaimana suatu bisnis mendapatkan kepercayaan dari konsumennya. Positioning juga sebagai janji yang diberikan produk, merek, dan perusahaan kepada pelanggan. Kartajaya (2016:62) juga berpendapat bahwa terdapat empat syarat untuk membangun

positioning yang meliputi kriteria :

1. Customer, positioning harus dipersepsikan secara positif oleh para pelanggan dan menjadi reason to buy. Ini akan terjadi bila pebisnis mendeskripsikan value yang diberikan kepada pelanggan, dan bila value benar-benar merupakan asset penting yang dapat menjadi value unggul sehingga menjadi suatu penentu pada saat memutuskan untuk membeli.

2. Company, positioning seharusnya mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan, jangan sesekali merumuskan positioning namun ternyata tidak mampu melaksanakannya, ini akan menyebabkan over promise under

(3)

3. Competitor, positioning haruslah bersifat unik, dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dari pesaingnya, tidak mudah ditiru oleh pesaing, dan berisifat sustainable dalam jangka panjang.

4. Change, didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis, apakah itu perubahan persaingan, perilaku pelanggan, perubahan social budaya, dan sebagainya. Artinya apabila sudah tidak relevan lagi maka segera harus dilakukan positioning.

2.2. Periklanan

2.2.1 Pengertian Periklanan

Menurut Walker dalam Sunyoto (2015:159) mengemukakan “Periklanan adalah suatu bentuk penyajian yang bukan dengan orang pribadi, dengan pembayaran oleh sponsor tertentu”.

Menurut Hamdani dalam Sunyoto (2015:160) “Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal yang digunakan oleh perusahaan barang atau jasa”. Adapun tujuan periklanan diantaranya, yaitu :

1. Iklan yang bersifat memberikan informasi, yaitu iklan yang secara panjang lebar menerangkan produk dalam tahap rintisan (perkenalan) untuk menciptakan permintaan atas produk tersebut.

2. Iklan membujuk, yaitu iklan menjadi penting dalam situasi persaingan di mana sasaran perusahaan adalah menciptakan permintaan yang selektif akan merek tertentu.

3. Iklan peringatan, yaitu iklan ini akan sangat penting dalam tahap kedewasaan suatu produk untuk menjaga agar konsumen selalu ingat akan produk tersebut.

(4)

4. Iklan pemantapan, yaitu iklan yang berusaha menyakinkan para pembeli bahwa mereka telah mengambil pilihan yang tepat.

2.2.2 Manfaat Periklanan

Menurut Morissan (2014:18) menyimpulkan bahwa “Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling banyak dibahas orang, hal ini kemungkinan karena daya jangkauannya yang luas. Iklan juga menjadi instrumen promosi yang sangat penting, khususnya bagi perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat luas”.

Menurut Kasali (2013:16) ada beberapa manfaat iklan bagi pembangunan masyarakat dan ekonnomi. Manfaat itu antara lain :

1. Iklan memperluas alternatif bagi konsumen. Dengan adanya iklan, konsumen dapat mengetahui adanya berbagai produk, yang pada gilirannya menimbulkan adanya pilihan.

2. Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya. Sering dikatakan “tak kenal maka tak sayang”. Iklan-iklan yang secara gagah tampil dihadapan masyarakat dengan ukuran besar dan logo yang cantik menimbulkan kepercayaan tinggi bahwa perusahaan yang membuatnya bonafid dan produknya bermutu.

(5)

2.2.3 Proses Komunikasi Periklanan

Menurut Everett M. Rogers dalam Cangara (2014:35) mengemukakan bahwa “Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.

Gambar II.1 Unsur-unsur Komunikasi

Menurut Cangara (2014:26-38) gambar ini dapat di simpulkan bahwa terjadi suatu proses komunikasi karena didukung oleh beberapa elemen atau unsur, yaitu : 1. Sumber

Sumber ialah pihak yang menyampaikan atau mengirim pesan kepada penerima. Sumber sering disebut dengan banyak nama atau istilah, antara lain : komunikator, pengirim, atau dalam bahasa Inggris di sebut source, sender, atau encoder.

2. Pesan

Pesan ialah pernyataan yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pernyataan bias dalam bentuk verbal (bahasa tertulis atau lisan) maupun non-verbal (syarat)

(6)

yang dimengerti oleh penerima. Dalam bahasa Inggris pesan biasa diartikan dengan kata massage, content, atau information.

3. Saluran

Media ialah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Media dalam pengertian di sini biasa berupa media massa yang mencangkup surat kabar, radio, film, televisi dan internet. Bisa juga berupa saluran misalnya kelompokpengajian atau arisan, kelompok pendengar atau pemirsa, organisasi masyarakat, rumah ibadah, pesta rakyat, panggung kesenian, serta media alternative lainnya misalnya, poster, leaflet, brosur, buku, spanduk, bulletin, stiker, dan semacamnya.

4. Penerima

Penerima ialah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim dari sumber kepada penerimanya. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam sebutan, antara lain khalayak, sasaran, target, adopter, komunikan. Dalam bahasa Inggris penerima biasa disebut dengan nama receiver, audience, atau decoder.

5. Efek

Pengaruh atau efek ialah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh bisa terjadi pada pengetahuan, sikap, dan tingkah laku seseorang. Karena itu, pengaruh bisa juga di artikan perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan. Pengaruh biasa disebut dengan nama akibat atau dampak.

6. Umpan Balik

Umpan balik ialah tanggapan yang diberikan oleh penerima sebagai akibat penerimaan pesan dari sumber. Sebenarnya ada juga yang beranggapan bahwa

(7)

umpan balik sebenarnya adalah efek atau pengaruh. Dalam bahasa Inggris umpan balik sering disebut dengan istilah feedback, reaction, response, dan semacamnya. 7. Lingkungan atau situasi

Lingkungan ialah situasi yang mempengaruhi jalannya komunikasi. Lingkungan dapat diartikan dalam bentuk fisik, social budaya, psikologis, dan dimensi waktu. Sebuah informasi tidak bisa dikirim karena terhambat oleh kendala fisik sehingga informasi itu tidak bisa diterim. Misalnya, tempatnya jauh di daerah pegunungan, lingkungan social budaya masyarakat, lingkungan psikologis masyarakat yang masih trauma akibat bencana yang baru menimpanya, dan sebagainya.

2.2.4 Strategi Kreatif Iklan

Kemungkinan paling besar untuk dapat memproduksi iklan yang kreatif dan sukses adalah melakukan sejumlah langkah atau pendekatan (approach) yang terorganisasi dengan baik.

Menurut James Webb Young dalam Morissan (2014:339-340) mengemukakan bahwa, “salah satu pendekatan paling popular dalam proses kreatif iklan adalah model kreatif yang terdiri atas empat langkah, yaitu :

1. Keterlibatan diri (immersion), yaitu upaya melibatkan diri ke dalam masalah yang ada dengan cara mengumpulkan bahan mentah dan segala informasi yang diperlukan melalui riset latar belakang (background research) dan menerima masalah tersebut (digestion) yang merupakan upaya untuk memikirkan dan memahami masalah.

2. Proses inkubasi (incubation) yang diartikan sebagai putting the problem out of

(8)

work (meletakkan masalah diluar pikiran sadar Anda dan mengubah informasi

kedalam pikiran bawah sadar untuk melakukan pekerjaan). 3. Iluminasi, yaitu upaya memunculkan ide atau gagasan.

4. Verivikasi, yaitu kegiatan mempelajari ide atau gagasan untuk menentukan apakah ide atau gagasan itu sudah bagus dan/atau mampu menyelesaikan masalah.

2.2.5 Kriteria Iklan Efektif

Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, setidaknya harus memiliki kriteria AIDCDA yaitu :

1. Atention atau mengandung daya tarik.

2. Interest atau mengandung perhatian dan minat.

3. Desire atau memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki. 4. Conviction atau menimbulkan keyakinan terhadap produk.

5. Decision atau menghasilkan kepuasan terhadap produk. 6. Action atau mengarah tindakan untuk membeli.

Berdasarkan konsep AIDCDA, promosi periklanan harus diperlukan pengetahuan yang cukup tentang pola perilaku, kebutuhan, dan segmen pasar. Konsep tersebut diharapkan konsumen dapat melakukan pembelian yang berkesinambungan. Segala daya upaya iklan dengan gaya bahasa persuasinya berusaha membuat konsumen untuk mengkonsumsi, yang tidak memperdulikan status sosialnya.

(9)

2.3 Teori Kerangka Judul

PERANCANGAN IKLAN MEDIA CETAK JAVALAND GROUP “THE GREEN RECIDENCE”.

Adapun penjelasan teoritis judul karya sebagai berikut : 2.3.1 Iklan Cetak

Iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi. Berdasarkan luas space yang dipakai, khusus untuk media cetak surat kabar, majalah, maupun tabloid, iklan-iklan dalam media.

Iklan cetak dapat dibagi menjadi 4 bentuk, yaitu: 1. Iklan Baris

2. Iklan kolom 3. Iklan Advertorial 4. Iklan Display 2.3.2 Green Residence

Green Residence adalah suatu hal untuk mengasosiasikan sebuah tempat tinggal yang memiliki lingkungan Asri, Sejuk, Nyaman dan Alami. Dengan mendengar kata Green Residence orang akan mulai mengimajinasikan sebuah tempat tinggal idaman yang Nyaman untuk istirahat bersantai melepas penat.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasar pada beberapa kajian yang telah dilakukan, artikel ini lebih menitikberatkan peranan puri dan elitenya dalam politik di masa kontemporer dengan mengusung

Littlejohn dan Domenici (2007), membagi dua kondisi konflik yaitu perilaku konflik yang bersifat langsung dan tidak langsung serta bentuk perilaku yang dapat bekerjasama

Fakta-fakta atau informasi dari pemakai yang dimasukkan melalui antarmuka disimpan di dalam memori kerja, selanjutnya, mesin inferensi akan mengolah informasi dan mencocokkan dengan

Transpor sedimen yang bergerak menuju barat mengangkut sedimen pantai dari wilayah yang dilaluinya dan akan terendapkan ketika energi pengangkutnya berkurang sehingga

Setiap individu dalam populasi akan mengalami perubahan genetik melalui mutasi dan kawin silang untuk membentuk individu baru dengan nilai ketahanan yang baru

PABU 1 dengan koordinat 3° 44' 22.358" LU dan 96° 37' 25.190" BT yang terletak di Gampong Gunung Samarinda Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya yang merupakan

Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan MANDIRI INVESTA ATRAKTIF yang telah dipenuhi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas nilai circuit breaker, ukuran penampang kabel, tegangan jatuh, dan rugi-rugi daya, serta perbandingangannya dengan