BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Sebagai referensi dan bahan pertimbangan untuk penelitian tugas akhir ini, maka akan dipaparkan beberapa hasil penelitian sejenis yang sudah pernah lakukan. Adapun hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan adalah sebagai berikut :

2.1.1 “Studi Perbandingan Penggunaan Teknologi Pelat Beton Konvensional Dan Pelat beton Bondek Gedung Ball Room Universitas Muhamadiyah Makasar”

Penelitian ini di lakukan oleh Aiman (2014) penelitian ini dilakukan untuk mencari berapa perbandingan rencana anggaran biaya pada material yang digunakan pada pelat beton konvensional dan pelat beton steeldeck, serta mengetahui teknologi yang digunakan pada pekerjaan konstruksi gedung ball room. Untuk mengetahui perbandingan biaya pelat lantai konvensional dan pelat lantai dengan metode bondek, dilakukan perhitungan besaran biaya pekerjaan pelat lantai beton konvensional dengan pelat lantai beton dengan metode bondek. Fokus perhitungan pada biaya material yang digunakan, kemudian hasil dari perhitungan kedua metode tersebut dibandingkan.

Dari penelitian ini dapat mengetahui perbedaan pekerjaan tekhnologi pelat beton konvensional dan pelat beton bondek dari 5 (lima) aspek yaitu dari segi pembiayaan material, waktu pelaksanaan, proses pelaksanaan, aspek waste, dan aspek pengadaan material. Didapatkan hasil perhitungan untuk pelat lantai beton konvensional senilai Rp. 3.129.168.641, sedangkan pelat beton bondek senilai Rp. 2.923.006.421, dengan selisih Rp. 206.162.220. Berdasarkan hasil perhitungan biaya material pelat beton bondek lebih murah 3,2%, dari proses pelaksanaan pekerjaan pelat beton bondek lebih mudah dibandingkan pelat konvensional, dan ditinjau dari waktu pelaksanaannya pelat beton bondek lebih cepat 33,3% dibandingkan pelat beton dengan metode konvensional.

(2)

6

2.1.2 “Analisa Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan pelat Lantai Beton Bertulang Konvensional Dan Pelat Bondek Pada Pembangunan Ruko 3 Lantai Di Balikpapan”

Penelitian ini dilakukan oleh Nurani, (2017) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa Bear anggaran biaya (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan tulangan konvensional, mengetahui berapa besar biaya (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan bondek (Smartdeck), dan seberapa besar perbandingan (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan tulangan konvensional dan bondek.

Untuk membandingkan rencana anggaran biaya pekerjaan pelat lantai beton bertulang metode konvensional dan pelat lantai beton metode bondek, dengan membuat rencana anggaran biaya dari setiap item pekerjaan. Memperhitungkan kebutuhan tulangan pelat lantai konvensinal, perhitungan tulangan pelat lantai bondek, balok pelat lantai konvensional dan balok pelat lantai bondek.

Hasil dari penelitian ini memperlihatkan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok dan pelat lantai beton konvensional sebesar Rp. 683.936.026,00 anggran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok dan pelat lantai bondek sebesar Rp. 574.213.426,00 dengan selisih sebesar Rp. 109.722.600,00.

2.1.3 “Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan Pelat Lantai Antara Menggunakan Steeldeck Dengan Beton Bertulang Konvensional Proyek Hotel Sarila Yogyakarta”

Penelitian dilakukan oleh Priya (2016) tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan biaya antara (steeldeck) dengan desing rencana baja tulangan (Konvensional) pada pekerjaan Proyek Hotel Sarila Yogyakarta.

Untuk melakukan perbandingan biaya pekerjaan pelat lantai Steeldeck dan pelat lantai konvensional dengan menghitung rencana anggaran biaya, dengan analisa harga satuan pekerjaan wilayah Yogyakarta.

Hasil yang diperoleh dari studi perbandingan biaya pekerjaan struktur pelat lantai menggunakan steeldeck sebesar Rp 2.438.071.502, biaya untuk struktur pelat

(3)

7

lantai baja tulangan konvensional sebesar Rp 2.725.681.812,. Didapat selisih biaya antara pekerjaan struktur pelat lantai steeldeck dan baja tulangan konvensional sebesar Rp 287.610.310,. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan pelat lantai beton dengan metode steeldeck dapat menghemat biaya pekerjaan sebesar 12% dibanding dengan pekerjaan pelat lantai menggunakan baja tulangan konvensional.

2.2 Simpulan Penelitian Sebelumnya

Berdasarkan hasil beberapa penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pelat lantai menggunakan metode steeldeck dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional. Dari segi pengerjaan menggunakan metode steeldeck, lebih mudah dikerjakan sehingga dapat menyingkat waktu pekerjaan, sehingga steeldeck dapat menjadi salah satu material alternatif untuk menyingkat durasi pembangunan sebuah proyek.

2.3 Persamaan Dan Perbedaan Dengan Penelitian Terdahulu

Pada penelitian yang akan saya lakukan dengan judul “Perbandingan Anggaran Biaya Pekerjaan Antara Pelat Beton Konvensional Dan Steeldeck”, memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang dapat dilihat pada Tabel 2.1

(4)

8

Tabel 2. 1 Perbandingan Penelitian

No. Nama Judul Penelitian Manfaat Tujuan Hasil

1 Aiman (2014) “Studi Perbandingan Penggunaan Teknologi Pelat Beton Konvensional Dan Pelat beton Bondek Gedung Ball Room Universitas Muhamadiyah Makasar” 1. Dapat mengetahui perbedaan biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton konvensional dan pelat lantai beton dengan bondek.

2. Dapat mengetahui aspek apa saja yang menjadi perbedaan antara pelat lantai konvensional dan pelat lantai beton dengan bondek

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besaran perbedaan rencana biaya pada material terhadap pemakaian pelat beton metode konvensional dengan pelat beton metode steeldeck, sekaligus untuk mengetahui teknologi yang tepat untuk

digunakan pada

konstruksi gedung ball room.

Dari perhitungan didapatkan hasil untuk pelat lantai beton metode konvensional senilai Rp. 3.129.168.641, dan untuk pelat beton metode bondek senilai Rp. 2.923.006.421, dengan selisih sebesar Rp. 206.162.220. Berdasarkan perhitungan biaya material pelat beton bondek lebih murah 3,2%, dari proses pelaksanaan pelat beton bondek lebih mudah dibandingkan, dan waktu pelaksanaannya pelat beton bondek lebih cepat 33,3% dibandingkan pelat beton konvensional.

(5)

9

Lanjutan Tabel 2.1. Perbandingan Penelitian

No. Nama Judul Penelitian Manfaat Tujuan Hasil

2 Nurani (2017) “Analisa Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan pelat Lantai Beton Bertulang Konvensional Dan Pelat Bondek Pada Pembangunan Ruko 3 Lantai Di Balikpapan”

1. Dapat memberikan contoh perhitungan pekerjaan struktur pelat lantai beton konvensional dan pelat lantai beton menggunakan floordeck.

2. Menunjukkan biaya hasil perencanaan pada pekerjaan struktur pelat lantai beton konvensional dan pelat lantai beton menggunakan floordeck.

Untuk mengetahui berapa Bear anggaran biaya (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan tulangan konvensional,

mengetahui berapa besar biaya (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan bondek (Smartdeck), dan

seberapa besar

perbandingan (RAB) dari pekerjaan balok dan pelat lantai menggunakan tulangan konvensional dan bondek.

Hasil dari penelitian ini memperlihatkan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok dan pelat lantai beton konvensional sebesar Rp. 683.936.026,00 anggran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok dan pelat lantai bondek sebesar Rp. 574.213.426,00 dengan selisih sebesar Rp. 109.722.600,00.

(6)

10

Lanjutan Tabel 2.1. Perbandingan Penelitian

No. Nama Judul Penelitian Manfaat Tujuan Hasil

3 Priya (2016) Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan Pelat Lantai Antara Menggunakan Steeldeck Dengan Beton Bertulang Konvensional Proyek Hotel Sarila Yogyakarta 1.Dapat memberikan perhitungan perbandingan biaya pekerjaan struktur pelat lantai konvensional dan pelat lantai steeldeck dengan analisa harga

satuan wilayah

Yogyakarta.

2.Menunjukkan kelebihan-kelebihan penggunaan steeldeck pada pekerjaan pelat lantai beton.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan biaya antara (steeldeck) dengan desing rencana baja tulangan (Konvensional) pada pekerjaan Proyek Hotel Sarila Yogyakarta.

Hasil yang diperoleh pelat lantai menggunakan steeldeck sebesar Rp 2.438.071.502, biaya untuk struktur pelat lantai baja tulangan konvensional sebesar Rp 2.725.681.812,. Didapat selisih biaya antara pekerjaan struktur pelat lantai steeldeck dan baja tulangan konvensional sebesar Rp 287.610.310,. Menunjukkan bahwa pekerjaan pelat lantai dengan menggunakan steeldeck terdapat penghematan biaya sebesar 12%.

(7)

11

Lanjutan Tabel 2.1. Perbandingan Penelitian

No. Nama Judul Penelitian Manfaat Tujuan Hasil

4 Utomo (2019) Perbandingan Anggaran Biaya Pekerjaan Pelat Beton Konvensional Dengan Pelat Steeldeck 1. Dapat mengetahui perbedaan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantai

beton metode

konvensional dan pelat lantai beton menggunakan

steeldeck.

2. Mengetahui aspek apa saja yang menjadi perbedaan antara pelat lantai konvensional dan pelat lantai beton dengan steeldeck.

Penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui

perbandingan biaya pada pekerjaan pelat lantai beton antara metode konvensional dan metode menggunakan steeldeck.

Berdasarkan hasil analisa perhitungan, biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pelat lantai konvensional dengan luasan volume 727,74 m2 adalah sebesar Rp. 337.771.911,07 dan untuk pelaksanaan pekerjaan pelat steeldeck dengan total luasan volume 727,74 m2 adalah sebesar Rp. 304.272.490,99. Maka perbandingan rencana Anggaran Biaya (RAB) antara pelat konvensional dengan pelat steeldeck memiliki selisih harga sebesar Rp. 33.499.420,08. Dengan besaran persentase sebsesar 10%, lebih hemat pelat steeldeck.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :